Summary : Super Junior dan Girl Generation tampak akrab di luar. Bagaimana didalam?

Disclaimer : forget

Rated : T

Pair : Suju couple slight Suju x SNSD

Genre : little angst, drama, romance

Warning : OOC, gaje, bahasa maksa, Typo(s) d.l.l

Don't like

Don't read

Enjoy

.

.

.

Part Sebelumnya

"oppa, mian aku terlalu senang jadi tak sengaja menciummu"

"gwenchamna"

"oh ya, apa yang ingin kamu katakan Yoona?"

.

.

.

"aku...aku...oppa...aku...apa oppa s-saranghae?"

"K-Kibum"

"DIAM KAU!"

"Donghae-hyung…aku berfikir untuk menyetujui kontrak film itu"

"k-kau serius? Tapi kenapa? Bukankah awalnya kau menolak itu?"

"aku akan berusaha melupakan sakit hatiku di sana"

.

.

.

Super Junior VS Girl Generation

.

.

.

Eps I.

Kibum, Eunhyuk, Sungmin VS Yoona, Jesica, Sunny

.

.

.

Part. I
Kibum VS Yoona

Chap.2

Siwon POV

Aku hanya bisa bungkam saat ia mengatakan hal itu. Bukan maksudku untuk menyakitinya. Tapi kenapa seperti ini? Apa yang harus kulakukan agar ia bisa menerimaku lagi? Aku hanya bisa bungkam saat ini. Kutatap semua members yang sudah meninggalkan ruangan ini. Hanya ada aku dan bayang-bayangan penyesalanku karena telah bersikap babo. Ingin sekali aku memutar waktu agar aku bisa mencegah kejadian ini. Kini, aku hanya bisa berandai saja, tanpa dapat melakukan apapun yang berarti untuk membenahi kesalahanku.

"kau masih disini rupanya" terdengar suara baritone memecah kesunyianku, ku dongkakkan kepalaku untuk mencari siapa yang memanggilku dan rupanya Hangeng hyung telah kudapati duduk di sebelahku

"ne" balasku sembari kembali menunduk, aku masih tak bisa memaafkan diriku karena telah melukainya sampai seperti ini, sungguh aku tak bermaksud.

"hah, apa yang kau pikirkan Siwon? Ceritakan padaku agar bebanmu sedikit teringankan" tutur Hangeng hyung membuatku tersenyum kecil sembari mengangguk pelan, sedikit bersyukur karena Hangeng hyung bisa memaafkanku dan tidak menyudutkanku seperti Donghae hyung, walauku tahu memang akulah yang salah dan apa yang Donghae hyung lakukan itu memang wajar adanya.

"Kibummie…" lirihku, menyebutkan namanya saja sudah membuat hatiku berdenyut sakit. Sakit karena melihat ia terluka, sakit karena aku membuatnya menangis, sakit karena kebodohanku yang membuat ia pergi dari dekapanku.

Hangeng hyung hanya bisa mengangguk saat mendengar aku menyebut namanya, mataku mulai memanas saat aku mengingat kembali dimana ia menangis dihadapanku, memakiku karena kebaboanku.

"aku tahu ini sangat berat bagimu Siwon" ucap Hangeng hyung menepuk pelan pundakku

"hyung, apa yang harusku lakukan untuk mencegahnya pergi?" tanyaku pada Hangeng hyung dan Hangeng hyung hanya tersenyum kecil sembari mengacak rambutku

"kau menanyakan itu padaku?" Tanya Hangeng hyung dengan senyum yang masih mengembang dibibirnya

"ne, aku sangat menolak keputusannya hyung. Tapi…" ucapku terpotong karena aku tak sepantasnya mengatakan itu. Hangeng hyung hanya menatapku bingung karena kata-kataku yang terpotong

"tapi?" Tanya Hangeng hyung menanyakan kata-kataku yang terputus tadi

"tapi ia pergi karena kebaboanku hyung" aku hanya bisa mengembuskan nafas berat saat melajutkan kata-kataku yang terputus tadi. Kini terlintas dipikiranku saat sebelum ia menuju lantai 12 yang mengatan ia menyetujui film itu karena ingin melupakan sakit hatinya yang juga akan melupakan cintanya padaku, dan aku tak mau itu terjadi karena bagaimanapun aku masih mencintainya, dan hubungan kami juga belum sepenuhnya berakhir. Jadi, masih ada kesempatan bagiku untuk memperbaiki segalanya.

"itu bukan sepenuhnya salahmu" ucap Hangeng hyung mencoba menghiburku.

"masihkah aku memiliki kesempatan untuk mengulangnya hyung?" tanyaku berharap pada Hangeng hyung bahwa aku masih memiliki kesempatan untuk membenahi kesalahanku pada Kibum tempo hari.

"ne, Kami-sama selalu memberikan kesempatan pada hambanya yang dengan tulus hati ingin membenahi kesalahannya" jawab Hangengen hyung memberikan secerca harapan untukku untuk membenahi kesalahanku pada orang yang ku cintai.

"jinjja?" tanyaku dengan senyum mengembang dibibir tipisku. Ingin sekali aku menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya

"ne. kapan aku berbohong padamu Simba?" Tanya Hangeng hyung sembari tertawa. Membuatku sedikit kesal dibuatnya karena ia memanggilku Simba

"kalian masih disini? Kenapa kalian tidak tidur ini sudah malam" ucap Leeteuk umma menghampiri kami yang memang masih berada di ruang tamu.

"ne umma, aku tidur" kata Hangeng hyung pergi ke lantai 12 sebelumnya menunduk hormat pada umma Leeteuk

"kau juga Siwon, kembalilah ke kamarmu" ucap umma lagi dengan senyum mengembang dibibirnya menampakkan lesung pipi yang sangat menawan itu

"ani umma, aku masih ingin disini" ucapku membalas senyuman umma Leeteuk

"wae?" Tanya umma yang kini duduk disebelahku

"hanya ingin menenangkan diri, umma" jawabku pelan sembari menundukkan kepalaku

"ne arraso. Karena masalahmu dengan Kibum oeh?" Tanya umma tepat sasaran, aku hanya mengangguk membenarkan pertanyaan umma tersebut.

"umma tak bisa memberikan bantuan lebih karena itu masalah hati kalian. Dan umma tak berhak untuk turut campur dalam hal itu" ucap umma sembari mengelus rambutku. Saat ini aku merasa seperti anak kecil yang ingin mendapatkan perhatian lebih dari orang tuanya.

"ne umma. Apa yang harusku lakukan untuk membuatnya memaafkan aku umma?" tanyaku meminta pendapat dari umma

"kau hanya harus menyadari kesalahanmu dan memulainya lagi dari awal" ucap umma membuatku kembali tersenyum. Kini aku sudah tahu apa yang harus ku lakukan untuk membenahi kesalahanku dan mewujudkan kesempatan itu.

"umma" ucapku sembari menatap umma

"wae?" Tanya umma dengan senyum yang masih mengembang dibibirnya

"gomawo" ucapku sembari tersenyum. Ku lihat umma yang semakin melebarkan senyumannya dan sedikit mengacak rambutku

"ne. sekarang tidurlah ini sudah malam" ucap umma bangkit dari duduknya dan bersiap untuk pergi kekamarnya

"arraso" ucapku sembari membungkuk di depan umma dan mulai beranjak ke kamarku

"umma, tunggu" ucapku berbalik sebelum umma benar-benar beranjak ke kamarnya

"wae Siwon?" Tanya umma lagi

"itu.. Kibum.. kapan ia akan pergi?" Tanyaku pada umma

"ia akan pergi minggu depan. Pergunakanlah waktu seminggu ini untuk membuat hatinya berpihak padamu lagi" ucap umma kembali tersenyum dan kembali beranjak ke kamarnya.

Aku tertegun mendengar kata-kata umma, Leeteuk hyung memang seperti umma kedua bagiku. Ia sangat tahu apa yang aku pikirkan. Seperti ini contohnya aku sangat bersyukur bisa bertemu orang sebaik dia.

"baiklah Siwon, pergunakan sisa waktu itu dengan maksimal" ucapku menyemangati diriku. Mulai hari ini aku akan berusaha merebut hatinya kembali. Hati yang mati karena kecerobohanku dan hati yang membuatku selalu terjerat pada pesonanya.

.

.

.

Author POV

Terlihat seorang namja dengan rambut tebal hitam setengkuknya yang tengah duduk diatas gedung apartemen sekaligus dorm super junior.

"kenapa pihak manajemen mengundurkan waktunya dari besok menjadi minggu depan?" Tanya Kibum pada angin dan kebisingan malam kota Seoul. Ia menundukkan kepalanya, entah apa yang sedang ia pikirkan tapi dari raut wajahnya terlihat sangat tidak memancarkan sebuah kebahagiaan

"satu minggu lagi, aku terjebak dalam sakit hati ini" desah Kibum lagi, ia menatap kosong pada jalanan dibawahnya yang menunjukkan kehidupan tengah malam kota Seoul.

"kenapa aku dengan mudahnya dibohongin si brengsek itu?" tanyanya lagi, dengan frustasi ia memukul-mukul kepalanya. Setelah itu ia kembali memandang kosong pemandangan kota Seoul lagi

"aku sudah mulai gila karena masalah ini" ucapnya lagi

"cinta kah?" ucap seseorang yang membuat Kibum terkejut dan melihat kebelangannya. Terlihat seorang namja dengan tubuh kurusnya mengenakan swaeter lavender, celana selutut, dan rambut bergaya sedikit bopb

"Ryeowook hyung?" ucap Kibum mengetahui namja itu bernama Ryeowook

Kini Ryeowook mulai beranjak menghampiri tempat Kibum duduk dan duduk tepat di sebalah Kibum membuat Kibum merasa nyaman karena ada yang menemaninya.

"kenapa kau belum tidur Bummie?" Tanya Ryeowook sembari mentouch phonselnya, sesekali menatap Kibum yang hanya menatap kosong ke depan

"aku belum ngantuk. Hyung sendiri?" Tanya Kibum balik pada Ryeowook

"penyakitku kambuh" ucap Ryeowook sembari tertawa pelan membuat Kibum tersenyum kecil

"apa yang kau lakukan disini Bummie? Di tengah malam seperti ini tanpa menggunakan sweater pula" ucap Ryeowook sembari memasukkan phonselnya ke saku celananya dan menatap kearah Kibum

Kibum yang merasa ditatap oleh hyungnya hanya melirik Ryeowook dan tersenyum, membuat Ryeowook tersenyum dengan manisnya

"hanya ingin menikmati udara segar" balas Kibum masih melirik Ryeowook yang kembali berkutat dengan phonselnya

"kau bilang ini udara segar? Sadarlah Kibum, ini sudah jam dua belas tengah malam. Ini bukan segar tapi malah bisa membuatmu sakit" tutur Ryeowook menatap Kibum khawatir, Ryeowook adalah tipikal orang yang mementingkan kesehatan orang lain apalagi menyangkut kesehatan dongsaenya dan hyungnya.

"ne. arraso" ucap Kibum dingin sama seperti dinginnya udara tengah malam yang menyelimuti mereka

"hyung? Apa yang hyung lakukan jika Yesung hyung mengkhianati kepercayaan yang hyung berikan padanya?" Tanya Kibum dan membuat Ryeowook terkejut

"kenapa kau menanyakan hal seperti itu?" tutur Ryeowook membalikkan pertanyaan dari Kibum

"entah, aku merasa sangat babo karena telah memberikan kepercayaan pada orang brengsek itu" jawab Kibum

"brengsek? Siwon hyung? Kenapa kau menyebutnya dengan nama tidak sopan seperti itu? Kau boleh marah dan kesal padanya tapi jaga bicaramu" kesal Ryeowook mengkerutkan keningnya karena kata-kata Kibum barusan

"ne" ucap Kibum dingin

Ryeowook hanya bisa mendengus kesal karena ulah Kibum, ia berpikir apakah Kibum itu terlalu trauma dengan Siwon sampai ia tak mau mengucapkan nama Siwon dengan benar?

"jika Yesungie hyung mengkhianati kepercayanku padanya. Aku bisa memaafkannya" ucapan Ryeowook dengan tersenyu manis memandang ke arah pemandangan kota Seoul yang dipenuhi lampu yang membuat pemandangannya sangat indah, Kibum memalingkan wajahnya dan menatap Ryeowook dengan pandangan tidak percaya

"bagaimana bisa hyung memaafkan orang yang mengecewakan hyung seperti itu?" Tanya Kibum antusian karena merasa tidak setuju dengan jawaban Ryeowook

"kenapa? Karena belum tentu aku lebih baik dan seperti tak pernah mengecewakan kepercayaan Yesungie hyung. Jika kau berpikir mengecewakan kepercayaan itu hanya pada kau tak menepati janjimu, atau bertemu dengan yeoja dan tidak sengaja memeluknya, itu berarti kau tidak sepenuhnya mempercayai kekasihmu dan secara tidak sengaja sikapmu yang seperti itu juga disebut mengecewakan kepercayaan Siwon yang ingin kau mempercayainya seutuhnya" tutur Ryeowook panjang lebar. Kibum yang mendengar itu hanya membelalakkan matanya. Kata-kata Ryeowook memang benar adanya. Walaupun Yonna menyatakan bahwa ia dan Siwon memiliki hubungan yang serius tapi ia belum mendengar itu terucap dari bibir Siwon. Seolah-olah ia lebih percaya orang lain dari pada kekasihnya sendiri. Apa ia juga mengecewakan kepercayaan Siwon untuk saling mempercayai satusama lain?

"ne, hyung benar" ucap Kibum lirih membuat Ryeowook mengembangkan senyum manisnya

"apa kau merasa kau tidak pernah mengecewakan Siwon hyung, Kibum?" Tanya Ryeowook

"aku sering mengecewakan kepercayaannya hyung" ucap Kibum menyesal

"jadi?" Tanya Ryeowook kembali pada Kibum

"aku kekasih yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa memperdulikan perasaan Siwon hyung" tutur Kibum. Membuat Ryeowook semakin tersenyum karena senang dongsae kesayangannya telah sadar akan kesalahannya.

.

.

.

Ryeowook POV

Aku senang akhirnya Kibum dapat menyadari kesalahannya dan tak sepenuhnya menyalahkan Siwon. Aku juga kasihan dengan Siwon hyung karena beberapa hari ini ia selalu dipojokkan oleh hyung-hyung yang lainnya termasuk Yesungie hyung. Tapi aku percaya semua hyungku masih menyayangi Siwon hyung, akan tetapi mereka hanya merasa kesal padanya dan sikap mereka yang seperti memojokkan Siwon hyung malah akan membuat Siwon hyung diselimuti rasa bersalahnya pada Kibum dan juga pada yang lainnya.

"aku senang kau menyadari kesalahanmu Kibum" ucapku sembari mengambil phonesel di saku celanaku. Ku buka phonselku dan ternyata Yesungie hyung mengE-mailku. Menanyakan aku berada dimana, kenapa saat ia kembali kekamar kami setelah kekamar mandi aku malah menghilang. Aku hanya menggenggam phoneselku tanpa membalas E-mail Yesungie hyung dan kembali menatap Kibum. Walauku tahu saat ini Yesungie hyung pasti akan panic dan mencariku keseluruh kamar di dorm.

"ne hyung. Gomawo sudah menyadarkanku atas sikap egoisanku" ucapnya semari tersenyum seperti sedia kala. Dari sorot matanya ia mulai berusaha kembali mempercayai Siwon hyung, dan semakin membuatku senang

"Kibum, kau tahu? Dulu Yesungie hyung diam-diam berkencan dengan yeoja lain" ucapku kembali mentouch phoneselku membalas E-mail Yesungie hyung sebelum dorm sepenuhnya gaduh karenanya.

"jinjja?" Tanya Kibum tidak percaya sembari menatapku

"ne, aku mengetahuinya karena tidak sengaja aku melihatnya saat aku pulang dari siaran disukira menggantikan Eunhyuk hyung" ucapku mengingat kembali kejadian itu. Kejadian dimana aku melihat Yesungie hyung yang tengah berkencan dengan Luna dari grup band F(x). saat itu memang benar hatiku sangat sakit. Setiap denyutannya terasa seperti akan putus. Aku hanya bisa menutupi wajahku tanpa memergoki mereka, aku juga merasakan hal yang sama dengan Kibum sakit hati dan ingin terbebas dari Yesungie hyung. Aku berusaha mencari kesibukan lain agar aku tak bertemu ataupun melihat Yesungie hyung. Tapi suatu ketika Yesungie hyung menyadari aku yang berusaha menghindarinya, menarikku ke kamar dan mengunciku dengannya. Ia menanyakan ada masalah apa sampai aku harus menghindarinya tapi aku bungkam saja. Aku tak ingin mengingat kejadian itu tapi Yesungie hyung terus saja mendesakku agar aku bicara dan mengatakan alasan kenapa aku seperti itu pada. Sampai akhirnya aku menyerah dan mulai angkat bicara

.

.

.

Flash Back on

Author POV

"Wookie! Katakana padaku, kenapa kau menghindariku?" teriak Yesung marah dihadapan kekasihnya Ryeowook

Ryeowook hanya bisa menunduk dan membuangkamkan bibirnya sembari memejamkan matanya takut, ekspresinya menunjukkan ketakutan akan kemarahan Yesung yang akan melebihi ini

"KENAPA KAU HANYA DIAN SAJA?" bentak Yesung semakin geram dengan sikap Ryeowook yang ia sendiri tidak mengetahui apa penyebabnya

Matanya menyiratkan ketidak mengertian dan kemarahan, tidak mengerti karena sikap Ryeowook yang mendadak menghindarinya dan marah karena Ryeowook sama sekali tak menjawab pertanyaannya

Perlahan airmata menetes manis dari mata Ryeowook yang terpejam, isakan haluspun mulai terdengar dalam keadaan ini, hal ini membuat Yesung semakin tak mengerti dengan sikap Ryeowook

"APA KAU HANYA BISA MENANGIS, TANPA BERBICARA?" bentak Yesung lagi, membuat Ryeowook semakin takut dan tangisannya semakin terdengar jelas

Pilu, sungguh pilu perasaan Yesung, kekasihnya sama sekali tak mau menatap dan menjawab pertanyaannya. Dan sekarang ia melihat kekasihnya menangis tanpa sebab yang pasti.

"apa kau bisu?" Tanya Yesung sedikit tenang, akan tetapi Ryeowook masih saja bungkam dengan kepala tertunduk dan air mata yang mengalir dari pelupuk matanya

"apa kau bisu Kim Ryeowook?" Tanya Yesung lagi

Ryeowook hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan lemas, ia sama sekali tak menjawab satupun pertanyaan dari Yesung

"apa kau tuli? APA KAU TULI SEHINGGA KAU TAK MENJAWAB PERTANYAANKU? JAWAB AKU!"

BRAK

Terdengar suara hantaman meja yang berasal dari tangan Yesung, saat ini emosinya sungguh sangat tidak terkontrol. Ia sangat kesal dengan sikap Ryeowook yang seperti ini.

Perlahan Ryeowook mendongkakkan kepalanya dengan takut, kedua kelopak matanya mulai mengembang menampilkan sepasang bola mata yang menunjukkan ekspresi sangat ketakutan. Kedua mata Ryeowook menangkap tangan Yesung yang berdarah akibat terlalu keras memukul meja. Membuat hatinya berdenyut semakin sakit. Ia tak bermaksud membuat Yesung terluka, air mata kembali mengalir semakin deras. Isakan demi isakan terdengar begitu pilu

"a-hiks a-apa hyung berpikir bagaimana perasaanku…" ucap Ryeowook dengan sangat pelan, kini ia mulai berdiri dan masih menatap Yesung, air matanya masih saja terus mengalir dari kedua pelupuk matanya, kini ekspresinya bukan lagi menunjukkan ketakutannya pada Yesung akan tetapi menunjukkan ekspresi sakit hati yang sangat mendalam

"apa maksudmu?" Tanya Yesung semakin tidak mengerti

"apa hyung berpikir bagaimana perasaanku SAAT KAU BERKENCAN DENGAN SEORANG YEOJA DIBALAKANGKU?" akhirnya teriakan Ryeowook meledak juga, beban yang selama ini ia pendam akhirnya terlontarkan. Sakit hatinya melihat orang yang ia cintai mengkhianati kepercayaannya

"APA HYUNG HANYA INGIN MEMPERMAINKAN PERASAANKU? JIKA HYUNG MEMANG MENYUKAI SEORANG YEOJA KENAPA HYUNG MENJADIKANKU KEKASIH HYUNG? APA AKU HANYA PELAMPIASAN HYUNG SAJA? HAH, APA HYUNG HANYA MEMANGGAP AKU BONEKA YANG BISA HYUNG PERMAINKAN DENGAN SESUKA HATI, TANPA BERBUAT APA-APA? TIDAK!" cecar Ryeowook menyampaikan semua beban yang menyelimuti hatinya, beban yang membuat ia harus menerima kenyataan jika kekasihnya hanya menganggapnya sebagai pelampiasan saja. Kembali air mata mengalir dari pelupuk matanya, ia menjatuhkan dirinya dilantai dengan keadaan terduduk dan menekuk lututnya, menyembunyikan wajahnya diantara lutut dan dirinya. Kini ia merasa dirinya sudah sangat hancur, hancur seperti kaca yang dengan sengaja dilemparkan ke hadapan dinding yang dingin dank eras. Ia sama sekali tak bisa menahan tangis dan air mata yang terus saja mengalir dari pelupuk matanya. Ia tak ingin mendengar apa-apa lagi dari namja dihadapannya yang hanya menatapnya dengan tatapan sendu, namja dihadapannya hanya bisa bungkam mendengar penuturannya.

"aku mencintaimu melebihi yang kau tahu. Kau bukan pelampiasanku dan kau juga bukan boneka yang harus ku permainkan sesuai kehendaku, jadi berhentilah menangis" ucap Yesung dingin, membuat suasana hati Ryeowook semakin kacau

"HEH, DENGAN MUDAHNYA KAU MENGATAKAN CINTA, DENGAN MUDAHNYA KAU MENGATAKAN ITU! KAU PIKIR AKU NAMJA BODOH YANG BISA KAU TIPU DUA KALI? SETELAH AKU MELIHATMU BERKENCAN DENGAN LUNA DENGAN MATA KEPALAKU SENDIRI. KAU MASIH BISA MENGATAKAN CINTA? YANG JELAS TIDAK KAU BERIKAN PADAKU? HAH, CUKUP JONGWOON! AKU MUAK MELIHATMU! AKU MUAK MELIHAT SANDIWARAMU! AKU MUAK DENGANMU! PERGI KAU DARI HADAPANKU NAMJA BRENGSEK! SUSULAH YEOJA SELINGKUHANMU ITU. BERBAHAGIALAH DENGANNYA DAN TINGGALKAN AKU DISINI! AKU MEMBENCIMU JONGWOON!" teriak Ryeowook semakin keras. Ia ingin ini segera berakhir, ia sudah tak sanggup dengan ini. Kebodohannya karena telah mempercayai Yesung. Kebodohannya karena memberikan cintanya pada namja yang sama sekali tak mencintainya sama sekali. Kebodohannya karena ia dengan mudah tertipu dengan tipu daya seorang Kim JongWoon. Kini ia hanya bisa menyesal, menyesali kebodohannya, menyesali yang pernah terjadi sebelumnya, menyesali karena ia sangat mencintai Yesung.

"kau pasti salah paham" ucap Yesung dengan nada emosi yang stabil, kini sorot matanya hanya menatap Ryeowook yang juga menatapnya. Akan tetapi tatapannya bukan menunjukkan kebohongan akan tetapi tatapan yang ingin Ryeowook bisa memberinya kesempatan untuk menjelaskan semua kekacauan ini

"apa maksudmu" ucap Ryeowook masih menatap Yesung dengan geram, ia menatap namja yang menatapnya dengan tatapan ingin memberikan penjelasan, memberikan satu kali kesempatan untuk Yesung menjelaskan apa yang terjadi dan meluruskan masalah ini

Kini Yesung merendahkan dirinya dan menjongkokkan tubuhnya tepat di depan Ryeowook. Ia mulai mengelus rambut Ryeowook dengan sayang, turun menghapus air mata Ryeowook yang mengalir, dan berakhir dipipinya ia memegang pipi Ryeowook dengan sangat lembut dengan salah satu tangannya yang berlumuran darah.

"tatap aku Kim Ryeowook" pinta Yesung dengan suara yang dipelankan

"aku tak akan tertipu olehmu JongWoon" ucap Ryeowook dingin

Perlahan Yesung meraih phoneselnya dari saku celananya, ditekannya beberapa nomor membuat Ryeowook tidak mengerti. Ia menelepon seseorang dan mengaktifkan speakernya, beberapa menit kemudian terdengar suara seorang yeoja dari seberang sana

"hallo oppa, ada apa?" ucap yeoja tersebut dari seberang sana. Ini membuat Ryeowook membelalakkan matanya dan meyakini kini Yesung tengah menelepon Luna yang juga selingkuhannya

"Luna, apa aku bisa menanyakan sesuatu?" Tanya Yesung masih menatap Ryeowook yang masih terbelalak tak percaya

"ne, oppa. Menanyakan hal apa?" Tanya suara Luna

"apa kita memiliki hubungan khusus? Kecuali kontrak lagu soundtrack film yang kau dan aku bintangi?" Tanya Yesung lagi, membuat Ryeowook semakin tak mengerti

"mwo? Hahaha apa oppa sudah gila? Aku tak mungkin mengkhianati Taemin oppa. Oppa tahu kan aku sudah milik Taemin oppa, dan mana mungkin aku merebut oppa dari cinta tulus Ryeowook oppa. Hmm ya oppa kita masih memiliki kontrak untuk menyanyikan 1 lagu lagi untuk soundtrack film itu oppa. Mohon kerja samanya oppa" tutur Luna dengan nada riang, Yesung yang masih menatap Ryeowook hanya tersenyum kecil melihat Ryeowook yang hanya menunduk malu karena kesalah pahamannya sendiri. Kini genggaman Yesung di pipi Ryeowook sudah ia lepaskan. Membuat Ryeowook dengan leluasa menundukkan kepalanya

"ne, gomawo Luna, annyeong" pamit Yesung

"ne oppa, sama-sama. Sampaikan salamku untuk Ryeowook oppa ya oppa, annyeong" pamit Luna mengakhiri panggilan Yesung

"apa kau sudah mengerti?" Tanya Yesung pada Ryeowook. Ryeowook hanya bisa mengangguk melah. Ia sungguh malu pada dirinya sendiri terlebih lagi pada Yesung. Ia merasa dirinya sangat konyol, keras kepala, egois, dan mementingkan dirinya sendiri tanpa berpikir bagaimana perasaan Yesung sampai-sampai membuat Yesung marah dan terluka karena kesalah pahamannya.

"mian" ucap Ryeowook singkat sembari memeluk Yesung, ia menangis sesegukan di pelukan Yesung. Yesung yang dipeluk hanya tersenyum kecil dan membalas pelukan Ryeowook, salah satu tangannya mengelus punggung Ryeowook dengan penuh perasaan seolah-olah ia menyampaikan pesan pada Ryeowook agar tenang karena ia masih ada disini.

"gwencamna, Wookie. Itu bukan salahmu, jadi berhentilah menangis. Mian karena aku membentakmu sehingga membuatmu menangis seperti ini" sesal Yesung sembari terus mengelus punggung Ryeowook agar namja yang tubuhnya lebih ramping darinya merasa nyaman berada di pelukannya.

"ini bukan salah hyung. Ini salahku, aku terlalu babo. Bersikap menghindari hyung tanpa alasan yang jelas. Aku membuat diriku dikuasai perasaan cemburu dan tidak percaya pada hyung. Ini bukan salah hyung. Ini salahku, sepenuhnya salahku bukan salah hyung" sesal Ryeowook masih menyalahkan dirinya sendiri

"ini juga salahku, aku tak mengatakan jika aku mengadakan pertemuan dengan Luna, untuk membahas masalah soundtrack itu. Tapi saat aku ingin mengatakan padamu, kau malah terus menghindariku" ucap Yesung tersenyum sembari masih mengelus punggung Ryeowook. Kini Ryeowook sudah berhenti menangis. Ia melepaskan dirinya dari pelukan Yesung dan menatap Yesung sembari menghapus sisa air matanya.

"hyung. Mian. Aku terlalu egois dan babo" ucap Ryeowook kembali dengan wajah innocentnya. Membuat Yesung tertawa kecil dan mengacak rambut Ryeowook

"kau percaya padakukan?" Tanya Yesung yang mendapat anggukan senang dari Ryeowook

"jika kau percaya padaku. Ungkapkanlah beban yang kau pendam padaku. Jangan pernah menghindariku" tutur Yesung semakin membuat Ryeowook tersenyum. Ia senang memiliki kekasih seperti Yesung. Walaupun awalnya ia marah tapi apada akhirnya ia tetap perhatian dan selalu mengingatkan Ryeowook tentang apa yang salah

"hyung" panggil Ryeowook

"wae?" Tanya Yesung menatap Ryeowook

"kemarikan tangan hyung yang terluka itu" ucap Ryeowook menarik tangan Yesung tang terluka, darah yang sedari tadi mengalir telah membeku dan menempel di kutik pituh susu Yesung membuat Ryeowook merasa bersalah dan sangat menyesal

Yesung yang mendapati sikap Ryeowook yang seperti itu, hanya bisa tersenyum simpul

"gwencamna ini bukan apa-apa. Aku akan merasa sakit jika melihat kau sakit atau kau pergi dari dekapanku" tutur Yesung. Membuat Ryeowook yang mendengarnya menjadi memanyunkan bibirnya beberapa millimeter

"heh, ada-ada saja hyung. Tunggu, aku akan mengambil kotak obat untuk hyung" ucap Ryeowook meninggalkan Yesung yang hanya menatanya sembari duduk di lantai kamar

Beberapa menit menunggu akhirnya Ryeowook kembali dengan kotak obat dan buah-buahan yang sudah terkupas

"kemarikan tangan hyung, akan ku bersihkan darahnya dengan alcohol. Dan memberinya obat merah dan menutupnya dengan perban" ucap Ryeowook membersihkan luka di tangan Yesung, dan mengobatinya dengan penuh kasih sayang dan kehati-hatian takut membuat Yesung semakin sakit.

"sudah" desah Ryeowook senang memandang tangan Yesung yang kini terbalut perban dan terbalut rapi, Yesung yang mendapat perlakuan seperti itu hanya diam sembari memperhatikan Ryeowook.

"gomawo" ucap Yesung

"ne, ini hyung makanlah buah ini agar sel hyung yang rusak bisa terproduksi kembali sehingga luka hyung bisa cepat sembuh" ucap Ryeowook tersenyum dan menyuapkan buah ke mulut Yesung, Yesung yang diperlakukan sedemikian rupa hanya bisa tersenyum dan bersyukur kepada Tuhan telah menganugrahinya kekasih yang baik seperti Ryeowook

.

.

.

Flash Back off

.

.

.

Ryeowook POV

"hyung" ucap Kibum memecahkan lamunanku.

"ne, wae?" tanyaku pada Kibum

"hyung melamunkan apa?" Tanya Kibum mengintrogasiku

"hanya mengingat kembali kejadian itu. Karena kesalah pahamanku membuat Yesungie hyung marah dan terluka" sesalku kembali, sejak saat itu aku berjanji tidak akan termakan oleh kecemburuan lagi sebelum aku tahu pasti dari Yesungie hyung

"lalu pada akhirnya kenapa hyung bisa berbaikan dengan Yesung hyung" Tanya Kibum lagi. Sepertinya ia ingin memberikan Siwon satu kesempatan lagi untuk membenahi kesalahannya

"karena kami saling mengintrospeksi diri. Menyadari kesalahan kami dan meminta maaf untuk itu. Menyelesaikan setiap masalah bersama-sama dan salih percaya pada pasangan masing-masing" ucapku senang. Semoga dengan ini hati Kibum bisa memberikan Siwon kesempatan untuk membenahi kesalahannya.

"ne" ucap Kibum kembali menatap ke pemandangan kota Seoul yang belum juga tertidur

"apa yang akan kau lakukan setelah ini Kibum?" tanyaku padanya

"entahlah, aku masih ingin menenangkan diriku dulu hyung" jawabnya sedikit membuatku kecewa, tapi tidak apa toh aku percaya bahwa hubungan mereka akan baik-baik saja

Kembali aku melihat phoneselku dan ada dua E-mail masuk dan empat panggilan tak terjawab. Saat aku buka dan semuanya dari Yesungie hyung. Aku mendongkakkan kepalaku dan menatap Kibum, Kibum hanya membalas tatapanku dengan tatapan kebingungannya

"Kibum berapa lama aku melamun?" tanyaku dan kembali mentouch phoneselku sesegera mungkin membalas E-mail Yesungie hyung

"kurang lebih dua puluh lima menit" jawab Kibum santai sembari kembali memandang pemandangan kota Seoul

"pantas saja" ucapku pada diriku sendiri

"ini sudah malan, segeralah tidur Kibum, bisa-bisa kau sakit" lanjutku menatap khawatir Kibum, sebenarnya apa yang ada di pikiran anak ini? Aku sama sekali tak tahu tentang hal itu.

"ne, sebentar lagi. Berada disini membuatku tenang" ucap Kibum. Aku tak mungkin meninggalkannya disini jadi aku mengE-mail Yesungie hyung untuk menemani ku dan Kibum disini

Beberapa menit aku menunggu namun Yesungie hyung belum saja muncul. Mungkin ia sudah tertidur

"Ya!" teriak seseorang dari belakangku dan membuat aku dan Kibum membalikkan kepala kami, aku mendapati Yesungie hyung yang mengenakan jaket dan celana panjang

"Yesung hyung? Ada apa?" Tanya Kibum pada Yesungie hyung. Tapi Yesungie hyung malah menatapku, dan aku hanya membalasnya dengan senyuman saja

"orang-orang di dorm 11 dan 12 sedang gaduh mencari kalian, dan ternyata kalian malah disini" ucap Yesungie hyung mengacak rambutku dan Kibum bersamaan

"Ya! Hyung jangan acak rambutku, kau seperti Siwon hyung saja" kesal Kibum membenahi tatanan rambutnya. Aku yang mendengar ucapan Kibum hanya menatapnya tanpa ia sadari. Kini, aku tahu hati Kibum masih memihak pada Siwon hyung.

"salah kalian juga, kenapa kalian tidak bilang kalau kalian ingin ke tempat ini?" Tanya Yesungie hyung

Kibum yang ditanya demikian hanya bisa membungkamkan dirinya. Aku hanya menatapnya dan ia masih saja bungkam malah kini ia membalikkan dirinya kembali menatap pemandangan kota Seoul yang masih saja ramai dengan suara kendaraan dan suara orang yang berlalu lalang dibawah sana

"Kibum mana sopan santunmu saat berbicara dengan hyungmu!" ucap Yesungie hyung lagi, membuat Kibum dengan malas membalikkan dirinya dan menatap Yesungie hyung

"aku hanya ingin mencari udara segar hyung" jawab Kibum menundukkan kepalanya dan bermain dengan jari-jarinya

"cepatlah turun, semua orang mengkhawatirkan kalian" ucap Yesungie hyung menarik tanganku dan merangkulku membuatku bersemu merah saja

"ne hyung" ucap Kibum mulai berdiri dan berjalan meninggalkan Yesungie hyung dan aku. Aku yang menatapnya hanya diam karena Yesungie hyung membekap mulutku

Setelah Kibum menghilang dibalik pintu yang menghubungkan lantai 23 dengan atap gedung. Dengan perlahan Yesungie hyung melepas bekapan tersebut. Aku yang dibekap hanya bisa menghirup nafas sebanyak mungkin karena kekurangan oksigen.

"apa yang hyung lakukan?" ucapku seraya terengah-engah

"kenapa kau terus menatapnya? Kau tak sadar aku disini?" ucapnya kesal membelakangiku dan duduk di kursi panjang tempat Kibum dan aku duduk tadi.

"karena dia dongsaeku dan dia sedang ada masalah" ucapku kembali duduk akan tetapi kini aku duduk di sisi Yesungie hyung

"dengan Siwon oeh?" Tanya Yesungie hyung menatapku aku hanya menganggukkan kepalaku.

"hm, hyung kau tahu? Kibum telah menyadari keksalahannya. Sekarang kita tunggu saja apa yang akan dilakukan Siwon hyung untuk memperbaiki hubungan mereka" ucapku senang sembari menatap keatas langit melihat bintang-bintang yang berkelap-kelip dengan anggunnya membuat senyumku semakin mengembang

"ne kita tunggu saja nanti" ucap Yesungie hyung

"kajja, kita turun. Ini sudah malam aku akan menemanimu bergadang hari ini. Tapi bukan disini" lanjut Yesungie hyung sembari berdiri dan menarik tanganku untuk turun ke lantai 11.

.

.

.

Author POV

Suasana dilantai 11 masih saja gaduh karena kini Kibum, Yesung, dan Ryeowook belum juga kembali dari kepergian mereka. Terlihat Leeteuk yang mondar mandir dengan tatapan cemas, Kyuhyun yang sibuk berkutat dengan PSPnya, Sungmin yang menangis karena mereka belum juga kembali, Donghae yang sedari tadi menyalahi dirinya karena tidak menjaga Kibum dengan baik, Eunhyuk yang berusaha meyakinkan Donghae jika itu bukan salahnya, Shindong yang menelepon beberapa nomor phonesel dari pihak departemen menanyakan Keberadaan mereka, Heechul, Hangeng, Zhoumy dan Kangin yang berpencar mencari mereka di luar dorm dan Siwon yang menyusul Heechul, Hangeng, Zhoumy dan Kangin mencari Kibum dan Henry yang menenangkan Sungmin yang tengah menangis.

.

.

.

Terlihat seorang namja yang tengah duduk ditengah gelapnya taman apartemen. Rambut hitamnya yang tebal menutupi sinar rembulan yang menyinarinya. Ia terus saja duduk dan berpikir tanpa menghiraukan dinginnya udara mala mini

.

.

.

Kibum POV

kata-kata Ryeowook hyung tadi sangatlah benar adanya. Mengecewakan kepercayaan bukan saja hanya kau tidak menepati janjimu atau bertemu dengan yeoja dan tak sengaja memeluknya. Kini aku hanya membiarkan kaliamat itu terngiang dipikiranku. Aku menyadari aku sangat egois, selama ini aku hanya berpikir kesalahan Siwon hyung saja tanpa menyadari kesalahanku sendiri. Aku sama sekali tak memberikan ia kesempatan untuk menjelaskan permasalahan sebelumnya dan langsung menghakiminya sampai ia terluka seperti itu. Aku mulai memejamkan mataku mengingat kembali masa dimana Siwon hyung masih berada disisiku. Senyumannya yang manis, sikapnya yang hangat, dan kepribadiannya yang baik. Setiap minggu ia selalu mengajakku ke gereja untuk mendoakan keluargaku di L.A agar senantiasa dilindungi Tuhan. Tapi semua kebaikannya terlupakan hanya dengan beberapa jam saja. Rasa menyesal mulai menghantuiku, aku teringat kembali kata-kata Ryeowook hyung

"apa aku harus memberikannya kesempatan sekali lagi untuk memulai dari awal?" tanyaku pada diriku sendiri

Sejenak aku berpikir tentang hal itu

'mungkin aku akan memberinya kesempatan sekali lagi dan melihat seberapa besar cintanya padaku' ucapku dalam hati, semoga dengan ini ia bisa membuatku yakin akan besarnya cintanya padaku.

.

.

.

Author POV

Siwon hanya bisa menatap namja yang membelakanginya di taman apartemen sekaligus dorm super junior. Ia tak bisa melakukan apa-apa, tubuhnya terasa kaku hatinya sangat sesak dan perasaan bersalah tersebut kembali menghantuinya.

"apa yang harusku lakukan?" ucap Siwon pada dirinya sendiri. Ia tak mungkin menghampiri Kibum setelah menyakitinya tapi tak mungkin ia membiarkan Kibum berdiam diri ditengah udara malam yang akan membuatnya sakit

Pelan, sangat pelan. Ia mulai beranjak menghampiri Kibum, akan tetapi langkahnya terhenti saat sebuah panggilan menginterupsi langkahnya

Oh my super girl
Ni shi wo de baby girl
Ta kan bu jian ni de mei li
Ping fan bei hou de mo li
Oh my super girl
Wo shi ni de super man
Ni de yan shen rang wo zhao mi
Wei le ni wo shen me dou yuan yi

Ia tertegun mendengar ringtone ini. Tubuhnya terasa semakin kaku akan hal ini. Ia tahu karena kesalah pahaman Kibum dengan yeoja ini yang membuat mereka bertengkar. Apa yang harus ia lakukan? Apa ia harus mengangkat telepon dari seseorang yang telah menghancurkan hubungannya dengan seseorang yang sangat ia cintai. Tidak, ia tak boleh seperti ini bagaimanapun ia masih memiliki masalah yang harus ia luruskan dengan Yoona terlebih dahulu.

Ia mulai mengambil phonesel yang sedari tadi berdering dari saku celananya. Ia memencet tanda terima di phoneselnya dan mendengar seseorang dari kejauhan.

"oppa~, annyeong, bogoshipo oppa" ucap yeoja itu dengan senangnya. Siwon yang mendengar suara yeoja itu kembali mengingat dimana dirinya bertengkar hebat dengan Kibum. Peluh dingin mulai mengalir manis dari keningnya.

'apa yang harusku katakana?' Tanya Siwon dalam hati, keadaan ini membuat seluruh pikirannya membuntu, ia sama sekali tak ingin mendengar suara ini. Ia takut apa bila mendengar suara ini kejadian itu terulang untuk kedua kalinya

"oppa, oppa marah padaku? Oppa sudah tidak menyukaiku lagi? Oppa jawab, kenapa oppa setega ini padaku?" ucap Yoona lagi dengan suara sedih yang dibuat-buat

Siwon hanya bisa pasrah dan mulai angkat bicara

"ne? wae?" tanyanya dingin, sungguh dalam hati ia tak ingin mendengar suara ini

"oppa marah padaku?" ucap Yoona semakin bersandiwara

"ani, kenapa aku harus marah?" ucapnya masih dengan nada dingin

"syukurlah oppa. Aku kira oppa marah padaku karena si jalang oops maksudku karena aku bertengkar dengan Kibum oppa" mendengar kata-kata Yoona menghina Kibum, membuat Siwon merasa marah. Tak pernah ada seorangpun yang berani menghina Kibum didepannya. Apalagi yang menghina itu seorang yeoja, Kibum bukanlah orang murahan yang bisa dihina seperti itu. Siwon hanya bisa menahan amarahnya akal sehatnya masih mampu untuk menguasai emosinya.

"gwencamna. Ada apa kau meneleponku!" ucap Siwon meninggalkan taman apartemen, ia berharap setelah Yoona mengakhiri telepon ini ia bisa mengampiri Kibum, untuk meminta kesempatan untuknya demi meluruskan dan membenahi kesalahnnya tempo lalu pada Kibum.

"oppa apa kita bisa bertemu?" ucap Yoona penuh harap pada Siwon

"ne, di parkiran apartemen bawah tanah dorm." Balas Siwon sembari mematikan phoneselnya, ia kini beranjak menuju parkiran apartemen bawah tanah untuk bertemu dengan Yoona, yang sama sekali tak penting baginya.

.

.

.

Disisi lain taman apartemen, Kibum tengah memandang seorang namja yang tengah beranjak menjauhi taman apartemen karena menerima sebuah panggilan. Perasaan ingin tahu mulai menyelimuti Kibum. Ia berpikir untuk mengikuti namja tersebut dan mencari tahu apa yang ia lakukan ditengah malam seperti ini.

"sedang apa ia ditengah malam seperti ini?" Tanya Kibum pada dirinya sendiri, ia mulai bangkit dan mengikuti langkah Siwon menuju parkiran bawah tanah apartemen

Ia berjalan dengan pelan berharap Siwon tidak menyadari bahwa ia membuntuti Siwon dari belakang. Di pikirannya kini timbul pertanyaan-pertanyaan yang ia sendiri tidak tahu jawabannya apa. ia sudah menyadari didalam hatinya ia masih memiliki sedikit cinta untuk Siwon karena penuturan Ryeowook yang membuatnya sadar akan keegoisannya.

.

.

.

Kita lihat kini Siwon tengah sampai diparkiran apartemen. Beberapa menit kemudian ia melihat sebuah mobil ferari berwarna merah menyala datang menghampirinya. Dan ia tahu siapa yang tengah mengendarai mobil itu.

Terlihat seorang yeoja dengan ramput panjang yang tergerai indah, mengenakan pakaian jaket berbulu dan jeans pendek yang mengekspose kakinya yang jenjang dan indah ditambah higheel coklat tua menambah kesempurnaan penampilan Yoona saat turun dari mobilnya. Wajahnya sangat cerah saat ia melihat Siwon yang tengah menunggunya

"oppa~" ucap Yoona senang sembari menghampiri SIwon, ia baru saja akan memeluk Siwon akan tetapi dibatalkannya karena Siwon sepertinya sedang tidak senang dengan kedatangannya.

Yoona mengkerutkan keningnya tanda ia tak suka dengan perlakuan Siwon padanya.

"oppa~ apa kau marah padaku karena aku tak sengaja memanggil Kibum oppa dengan sebutan jalang?" ucap Yoona sembari beracting menunduk dengan penekanan pada kata jalang dan membuat Siwon semakin geram dengan sikap Yoona yang ia anggap sangat tidak manis.

"tidak, aku tidak marah karena itu" ucap Siwon masih dengan emosi yang stabil. Kini ia harus mengakhiri hubungannya dengan Yoona sebelum Kibum tahu yang sesungguhnya.

"gomawo oppa~" senang Yoona dan mencium pipi Siwon. Akan tetapi ekspresi Siwon tidak menunjukkan keterkejutan seperti tempo dulu. Yoona yang melihat itu merasa tidak senang pada sikap Siwon dan merasa pasti ada yang tidak beres dengan Siwon yang membuatnya seperti ini. Karena seingatnya dulu saat ia mencium pipi Siwon, Siwon sangat salah tingkah dan menjadi gugup.

Tanpa Siwon dan Yoona sadari lima pasang mata tengah mengintai mereka yaitu Tiffani dan Yuri, Sunny dan Jesica, dan Kibum.

Kibum yang melihat Siwon sedang bertemu dengan Yoona bersembunyi dibalik sebuah mobil pickup berwarna hitam, hatinya begitu sakit mengetahui kenyataan ini. Akan tetapi ia ingat dengan ucapan Ryeowook yang mengingatkannya akan mempercayai seseorang yang ia cintai. Membuat Kibum berusaha untuk tidak termakan oleh kecemburuan.

.

.

.

Kembali pada Siwon dan Yoona. Yoona sangat kesal dengan sikap Siwon yang menurutnya sangat aneh, kembali bersandiwara dengan menatap Siwon sendu, dan Siwon hanya membalas tatapan Yoona dengan tatapan dingin

"Oppa, kenapa?" Tanya Yoona, tapi sebelumnya ia memberitahu Tiffani dan Yuri untuk mengikuti mereka. tanpa Yoona, Tiffani dan Yuri ketahui bahwa Jessica dan Sunny juga mengikuti mereka.

"Yoona. Kita akhiri saja hubungan ini" ucap Siwon dingin membuat Yoona, Tiffani, Yuri, Jessica, Sunny terlebih lagi Kibum membelalakkan matanya. Jadi selama ini apa yang Yoona katakana itu benar? Jadi mereka memang ada hubungan yang serius, seperti itulah gambaran hati Kibum saat mendengar semua itu, hatinya begitu perih. Kepercayaannya pada Siwon dan harapannya untuk mengulangnya kembali dengan Siwon kini telah lenyap adanya. Hatinya begitu perih, sakit, sesak. Ia kembali merasa dirinya sangatlah babo karena percaya dengan Siwon dan kini dirinya terhempas begitu saja saat mengetahui Siwon sebelumnya memiliki hubungan yang serius dengan Yoona. Ia sungguh tidak tahan berada ditempat ini. Ia membalikkan tubuhnya akan tetapi langkahnya terhenti saat mendengar suara keras.

PLAK

Penasaran, ia kembali mengintip Yoona dan Siwon, dan matanya kembali terbelalak saat melihat Yoona dengan kasarnya menampar pipi Siwon

"OPPA! TEGA SEKALI KAU MENGAKHIRI HUBUNGAN INI! KAU MEMPERMALUKAN AKU SEPERTI WANITA MURAHAN SEPERTI INI. APA KAU SADAR?" teriak Yoona dengan air mata yang mengalir dari pelupuk matanya mengetahui bahwa hubungannya yang susah payah ia rajut harus berantakan seperti ini, Yoona kembali berpikir pasti ini karena Kibum. Dan kini Yoona semakin membenci Kibum.

.

.

.

Yoona POV

Namja jalang brengsek. Pasti karenanya kini Siwon oppa mengakhiri hubungannya denganku. Awas saja kau jalang! Aku tak akan memaafkanmu!

"ya aku sadar dengan apa yangku lakukan" ucap Siwon oppa lagi, hatiku sungguh sangat hancur, bersusah payah aku merebutnya dari si jalang tapi kenapa malah ia yang mengakhiri hubungan ini. Aku sangat kesal, marah, dendam. Tanganku gatal sekali ingin menampar wajah Siwon oppa. Percuma aku membawa budak-budakku Tiffani dan Yuri kemari hanya untuk mempertontonkan kegagalanku. Aku tak terima dengan ini. Siwon oppa aku bersumpah kau akan menyesal karena mengakhiri hubungan ini denganku

"KENAPA? KENAPA OPPA INGIN MENGAKHIRI HUBUNGAN INI? APA KARENA SI JALANG ITU? HAH? APA YANG OPPA INGINKAN DARINYA? ORANG BRENGSEK YANG HANYA MENJADI PARSIT DALAM KEHIDUPAN OPPA DENGANKU!" kesalku lagi, aku sungguh tak terima dengan ini. Apa-apaan dia mempermalukanku di tempat umum seperti ini, ini terlihat seolah-olah aku mengemis-emis cinta dari seorang Choi Siwon. Seolah-olah harga diriku begitu rendah dimatanya dan dimata Tiffani dan Yuri. Pasti kedua budakku itu sedang menertawai kegagalanku ini. Sialan!

"karena aku sama sekali tidak mencintaimu Yoona! dan jangan panggil Kibum dengan sebutan menjijikkan seperti itu!" Apa? apa yang Siwon oppa katakan? Ia tidak mencintaiku? Heh, jangan bercanda tak ada seorangpun yang tidak mencintaiku, aku kaya, aku cantik, dan aku punya segalanya. Aku tidak bodoh seperti si jalang itu, drajatku lebih tinggi jauh diatasnya. Heh, jadi jangan katakana kalau kau tidak mencintaiku oppa, atau kau akan benar-benarku buat menyesali perkataan itu.

"hah, hahaha apa? oppa tidak mencintaiku? Omong kosong apa itu oppa. Oppa akan menyesal mengatakan hal itu" ucapku memperingati Siwon oppa untuk menarik kata-katanya

"aku tidak sedang bercanda Yoona" apa-apaan Siwon oppa, menatapku dengan tatapn menjijikkan seperti itu. Membuatku semakin kesal saja. Cih.

"a-apa? tapi kenapa? Apa karena si Jalang itu, oppa bersikap seperti ini? Cih, dasar parasit Jalang" cecarku, aku sungguh muak dengan si Jalang yang sok suci itu. Jika aku melihatnya akan aku buat ia menyesal karena menjilati kakai Siwon oppa.

.

.

.

Author POV

"CUKUP! BERHENTI MEMANGGIL KIBUM DENGAN NAMA SEPERTI ITU! APA KAU TAHU? SIKAPMU YANG SEOLAH-OLAH KAU ADALAH PUTRI YANG SANGAT DIAGUNGI ITU SANGAT MEMBUATKU MUAK!" bentak Siwon kepada Yoona, shock. Satukata yang tepat mengenai keenam ekspresi orang yang tengah berada disana suasana dinginnya tengah malam mendadak menjadi tegang karena kemarahan Siwon yang memuncak. Siwon sungguh sangat muak dengan sikap Yoona yang seenaknya memanggil Kibum dengan sebutan Jalang. Siwon menjadi berpikir apakah Yoona mendapatkan pelajaran tatakrama saat ia kecil atau ia hanya gadis tidak sopan yang dibesarkan dari keluarga terpandang.

.

.

.

Kita lihat Jessica dan Sunny yang sedang merekam kejadian memalukan itu sembari terus memasang seringai senang. Mereka benar-benar senang saat melihat Yoona dipermalukkan seperti itu. Mereka tak perlu lagi bersusah payah untuk mempermalukan Yoona karena dengan ini, Yoona akan sangat dipermalukan

"Sunny bunnyku. Kau memang hebat, berhenti saja dari SNSD dan jadilah detektif, itu kelihatannya tidak buruk juga" tutur Jessica yang membuat bibir Sunny manyun beberapa millimeter.

"Ya! Kenapa bukan kau saja?" kesal Sunny sembari terus merekam pertengkaran Siwon dan Yoona yang semakin sengit di handicam berwarnya merah muda milikknya

"karena aku tak berbakat dalam hal itu. Bukankah kau yang ahli?" ucap Jessica semakin membuat Sunny kesal.

"aku memang ahli sebagai detektif tapi bukan berarti aku harus keluar dari SNSD. Jadi kau ingin aku keluar?" kesal Sunny menatap Jessica dengan tatapan sinisnya, Jessica yang mendapat perlakuan itu tidak terlalu memperdulikannya dan sibuk mengikir kuku tangannya agar tetap indah

"bukan begitu Bunny, akukan hanya menyarankan saja. Jadi jangan tersinggung" ucap Jessica sekilas melirik Sunny. Semakin membuat Sunny marah

"aish, jangan menatapku seperti itu Bunny. kau tak ingin aku mendo'akan Kyuhyun oppa bisa bersamamu?" tambah Jessica lagi, Sunny yang mendengar nama Kyuhyun terlontar dari bibir Jessica hanya memasang senyum malu. Ia begitu sangat menyukai Kyuhyun hanya nama Kyuhyun yang bisa membuat moodnya baik dan yang tahu itu hanyalah Jessica seorang. Dan Jessica sering seperti ini agar Sunny mau melakukan apa yang ia mau, tanpa Sunny sadari itu.

"ne, ne do'akan aku agar Kyuhyunie oppa menyukaiku" ucap Sunny senang sembari masih memegang handicamnya. Mendengar nama Kyuhyun saja sudah membuatnya senang? Apalagi jika Kyuhyun bersamanya?

"dari bahasa tubuhmu sepertinya kau benar-benar menyukai anak hutan itu?" Tanya Jessica menginterogasi Sunny, dan kini Sunny kembali memanyunkan bibirnya, sembari melirik Jessica dengan kesal

"jangan menyebut Kyuhyunie oppa dengan sebutan anak hutan! Kau tahu Kyuhyunie oppa itu anak orang kaya! Kau tetap juga memanggilnya dengan nama murahan seperti itu" tutur Sunny membuat seringai kembali terlihat dari bibir tipis Jessica. Sunny yang melihat itu semakin kesal saja dengan sikap Jessica yang menurutnya sangat kejam.

"bagaimana dengan Sungmin? Bukankah dia juga kaya?" Tanya Jessica. Membuat Sunny menatapnya aneh

"kenapa kau bilang seperti itu? Kau sadar jika Sungmin itu yeoja yang tengah menyamar sebagai namja agar ikut debut bersama Super Junior?" kesal Sunny saat mendengar nama Sungmin. Sangat kesal. Kenapa? Karena ELF menginginkan agar Kyuhyun dengan Sungmin dan kemanapun Sungmin, pasti ada Kyuhyun. Dan saat ia menyapa Kyuhyun, Kyuhyun sama sekali tak menganggapnya dan malah berlari mendekati Sungmin. Dan itu semakin membuat ia membenci Sungmin

"heh, aku sadar itu Sunny. Hahaha sudahlah jangan mengacau seperti waktu itu lagi. Kini kita harus serius dengan perkerjaan baru kita sebagai detektif" ucap Jessica merebut handicam dari tangan Sunny yang hanya dibalas anggukan mantap dari Sunny. Kedua yeoja itu kembali mengembangkan seringai mereka saat melihat Yoona menangis karena Siwon, tapi apa yang Siwon lakukan sehingga membuat Yoona menangis seperti itu?

.

.

.

"o-oppa?" ucap Yoona dengan air mata yang mengalir semakin deras. Ia sangat terpukul dengan perkataan Siwon, dengan mudahnya Siwon mengucapkannya. Dan berani-beraninya Siwon membentak seorang Yoona, yang sama sekali tak pernah dibentak oleh siapapun. Jangankan hanya membentak? Memperingati saja tidak pernah. Yoona sangat dimanjakan oleh setiap orang dia selalu diagung-agungnya. Dan kini seorang Choi Siwon membentaknya dengan sangat kasar

"dan asal kau tahu Im Yoona Ah! Kau bukan apa-apa bagiku!" ucap Siwon semakin dingin, tak biasanya Siwon semarah ini. Hanya karena Kibum ia bisa bertindak diluar nalar seseorang yang biasa menilai Siwon sebagai namja penuh maaf.

PLAK

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Siwon telah menentukan bagaimana caranya untuk memulainya lagi dari awal dengan Kibum. Kibumpun telah menyadari kesalahannya. Tapi,

Tiba-tiba Yoona datang, dan kedatangan Yoona membuat Siwon marah

Apa yang Kibum lakukan setelah mendengar hubungan Siwon dan Yoona yang sebenarnya?

Apakah Kibum akan memberikan Siwon kesempatan itu sekali lagi?

Apakah yang akan Yoona lakukan setelah ini?

Kita lihat di chap selanjutnya

.

.

.

.

.

A/N : gomen, mianhae, sorry, maaf. Saya tidak bisa menyelesaikan fic ini sampai chap.2 saja. Saya tahu ini sangat membosankan dan ceritanya agak bertele-tele. Jadi saya sangat menyesal atas fanfic yang semakin kacau ini. Maafkan saya.

Kibum : jadi? Jadi? Siwon sama Yoona udah pacaran dibelakang gua?*ga nyante

Author : itukan di sekenario

Kibum : aslinya?

Author : Agnes Monica!

Kibum : APA? AGNES MONICA?

Yesung : perhatian permirsa, mulai saat ini saya resmikan bahwa Kim Kibum telah menjadi orang OOC

Donghae : tepuk tangan buat Yesung hyung, keren banget dah. Untung saat saat penting babonya ngga keluar#tepuk tangan sendirian

Eunhyuk : setuju sama Hae. Ia syukurdah kalau acting Yesung hyung bagus

Ryeowook : jadi yang tadi Yesung hyung acting?*ikutan ga nyante bareng Kibum

Yesung : bu-bukan, mana mungkin aku acting? Aku tak perlu acting padamu. Itu berasal dari hatiku

Ryeowook : jinjja?*blushing

Yesung : ne, kapan aku mendustaimu?#hug Ryeowook

Siwon : elah, ga difanfic ga disini, ngromance melulu

Leeteuk : daripada eloe? Sial melulu. Nyesek dah jadi eloe hubungan diujung tanduk tuh sama Kibum

Siwon : mana mungkin?

Kibum : MUNGKIN! CHOI SIWON! GA DISINI GA DI FANFIC! LOE SAMA AJA! MATA LOE YEOJA MELULU!

Siwon : NOOOO,,, jangan putusin aku Bummie chagi! I SOO SOO TREOSNO KAROO KAMUUUUU

Zhoumy : readers, inget yah. Bahasa Inggris bareng Siwon bisa membuat kalian berePOLUSI menjadi Kim JongWoon!

Henry : wah, Mimi gege chagi, aku mau berePOLUSI jadi Kim JongWoon itu~*dengan mata berbinar-binar

Yesung : Kim JongWoon siapa ya? Kenapa mau berePOLUSI menjadi dia?

Donghae : dimohon dengan sangat atas kata-kataku yang telah memuji Yesung hyung. Mohon readers dengan lapangan didada memaafkan aku.

Eunhyuk : LEE DONGHAE! YADONG LOE GA PERNAH ILANG YA? BELUM PUAS LOE BUAT GUA SAKIT HATI KARENA KETAHUAN NONTON FILM YADONG? SEKARANG APA LAGI? DADA DADA, DADA LOE RATA! BENER BENER DAH! GA USAH NUNGGU PART DEPAN SEKARANG PUN KITA PUTUS!

Donghae : MWO? ANI! CHAGI AKU, AKU CUMA BILANG LAPANG DADA. NGGA ADA MAKSUD DADA DADA LAINNYA. JADI MAAFKAN AKU

Eunhyuk : ne, mian aku juga egois, maafkan aku ne hae my fhisy

Donghae : tentu saja

Kibum : Siwom beneran jadian sama Agnes Monica nih?*masih ga nyante

Siwon : chagi! Tidak, aku bilang tidak, kau percaya padaku kan?

Kibum : sama denganmu TIDAK!

Author : oke basa basi beseknya udah cukup minta Flame atau Riview sono

Kyuhyun : kini giliran couple siapa?

Author : loe giliran minta riviewe, antusias banget nanyain couple

Kyuhyun : suka-suka Tom

Author : request loe aja, loe maunya siapa?

Heechul : jangan Hangeng sama Siwon!

Kibum : stress gua! Udah Yoona, Agmon, sekarang Hangeng! Siwon loe manusia playboy!

Sungmin : heboh sendiri dianya, emang bener kini Kibum telah OOC. Hadeh

Kangin : hay, what's up Yoo,, Kangin come back after wamil, do you miss me? If you miss me give me your money

Leeteuk : ga sudi gua ngasih loe duit!*ga nyante nyembunyiin duit di dispenser

Hangeng : ampun deh umma, makin lama makin menggila

Heechul : udah menggila

Siwon : bantu aku meluruskan masalahku dengan Kibummie chagi

Henry : Henry mau bantu ya?

Kibum : sekarang Henry ikut-ikutan! Arkh semakin stress guaaa

Zhoumy : jangan Henry, nanti kena amukan dari Snow White

Henry : tapi Mimi gege chagi, Henry mau bantu

Zhoumy : mending kita minta Flame atau review saja

ALL(-minus ZhouRy) : Noooo,, kalian kemarin sudah!

Zhoumy : kemarin kan ga ja-

Kyuhyun : ini sekarang requestan gua, gua ga milih kalian!

Heechul : jangan Hangeng!

Zhoumy : jangan Henry!

Ryeowook : jangan BABO HYUNG!

Yesung : siapa BABO hyung chagi?*innocent face

ALL(-minus Yesung) : couplenya gua-Ryeowook siapa lagi kalau bukan eloe

Yesung : kalian ngomong berbarengan jadi ga jelas dengarnya

Ryeowook : jangan perdulikan mereka hyung, kau terbaik #innocent smile

Donghae : Kyu, pilih gua sama Monkey chagi gua

Kyuhyun : oke, hyung. Tapi duit loe buat gua oke?

Donghae : gampang, yang penting gua bisa sama Eunhyukkie chagi

Author : Kyu yang mau kasi loe duit siapa?

Kyuhyun : hutang kemarin belum loe bayar Tom!

Author : aduh, ngutang dulu dah. Gua lagi ngumpulin duit buat beli SM TOWN magazine

Eunhyuk : tahun berapa?

Author : 2010

Sungmin : babo, kenapa ga beli yang 2011 atau 2012 aja?

Author : ga ada, adanya yang tahun itu, nanti gua req sama operator warnetnya

Kyuhyun : ga bisa! Gua mau beli game baru

Donghae : jadi apa kaga?

Author : jadi

EunHae : annyeong, annyeong. EunHae immnida. Biar ga semakin kacau saja perkataan mereka. Kami minta flame atau riviewnya oke? Thanks…

See-

Shindong : gua dilupain! Bayar!

Author : udah gua bilang gua bokek!

Kyuhyun : bokek singkatan dari BOu KEteK

Author : sialan loe

Shindong : euw, kaburrrrrrr

ALL : oke dah see you next chap~