Summary : Super Junior dan Girl Generation tampak akrab di luar. Bagaimana didalam?
Disclaimer : forget
Rated : T
Pair : Suju couple slight Suju x SNSD
Genre : little angst, drama, romance
Warning : OOC, gaje, bahasa maksa, Typo(s) d.l.l
Don't like
Don't read
Enjoy
.
.
.
Part sebelumnya
"baiklah Siwon, pergunakan sisa waktu itu dengan maksimal"
"kenapa? Karena belum tentu aku lebih baik dan seperti tak pernah mengecewakan kepercayaan Yesungie hyung. Jika kau berpikir mengecewakan kepercayaan itu hanya pada kau tak menepati janjimu, atau bertemu dengan yeoja dan tidak sengaja memeluknya, itu berarti kau tidak sepenuhnya mempercayai kekasihmu dan secara tidak sengaja sikapmu yang seperti itu juga disebut mengecewakan kepercayaan Siwon yang ingin kau mempercayainya seutuhnya"
"Yoona. Kita akhiri saja hubungan ini"
"KENAPA? KENAPA OPPA INGIN MENGAKHIRI HUBUNGAN INI? APA KARENA SI JALANG ITU? HAH? APA YANG OPPA INGINKAN DARINYA? ORANG BRENGSEK YANG HANYA MENJADI PARSIT DALAM KEHIDUPAN OPPA DENGANKU!"
"CUKUP! BERHENTI MEMANGGIL KIBUM DENGAN NAMA SEPERTI ITU! APA KAU TAHU? SIKAPMU YANG SEOLAH-OLAH KAU ADALAH PUTRI YANG SANGAT DIAGUNGI ITU SANGAT MEMBUATKU MUAK!"
PLAK
.
.
.
Super Junior VS Girl Generation
.
.
.
Eps I.
Kibum, Eunhyuk, Sungmin VS Yoona, Jesica, Sunny
.
.
.
Part. I
Kibum VS Yoona
Chap.3
Author POV
Kembali sebuah tamparan keras mendarat dipipi mulus Siwon dan Kibum yang melihatnya semakin tak percaya dengan apa yang sedang terjadi. Yoona yang mendapat perlakuan kurang ajar seperti itu hanya bisa menangis sesegukan dan menutup bibirnya dengan sebelah tangan. Ia sungguh sangat tidak percaya dengan sikap Siwon yang sudah sangat menganggap rendah martabat dan harga dirinya.
"apa kau puas?" Tanya Siwon menunduk sembari memegang bekas tamparan Yoona
"a-apa?" Tanya Yoona sembari sesegukan, ia sungguh sangat merasa dilecehkan oleh kelakuan Siwon
"apa kau puas setelah menamparku? Apa hanya ini yang bisa kau lakukan selain menghina Kim Kibum?" ucap Siwon lagi sengan penekanan disetiap katanya. Sorot matanya menunjukkan bahwa ia sudah sangat muak menghadapi sikap Yoona yang sungguh kekanak-kanakan.
Kembali kemarahan Yoona memuncak saat mendengar nama Kibum, kenapa Siwon hanya bisa melihat Kibum? Kenapa Siwon tak pernah menganggapnya? Apa Siwon mencintai Kibum? Apa Siwon mencintai seorang namja? Apa Siwon sudah tidak normal? Seperti itulah pertanyaan yang muncul dibenak Yoona. Semakin Siwon sering menyebut nama Kibum. Semakin ia membenci Kibum, apa istimewanya Kibum? Apa Kibum kaya? Apa Kibum berpendidikan? Apa Kibum punya segalanya? Atau apa Kibum dari keluarga terpandang yang harus dihormati?. Kembali berbagai hipotesa muncul dibenak Yoona yang semakin membuat ia membenci Kibum. Ia sungguh sangat muak mendengar nama itu. Tak adakah nama lain selain Kibum yang bisa Siwon katakana?
"OPPA CUKUP! HEH, APA KAU MENCINTAI SI JALANG ITU? APA DIBENAKMU HANYA ADA DIA? TANPA KAU SADARI AKU MENCINTAIMU!" teriak Yoona tak perduli dengan keadaannya sekarang. Ia sungguh sangat merasa terhina.
"ya! Aku mencintai KIBUM. DAN DIBENAKKU MEMANG HANYA ADA DIA! JADI BERHENTILAH KAU MENGHINANYA SEBELUM KAU YANG AKANKU BUAT MENYESALI UCAPANMU IM YOONA AH!" pernyataan Siwon membuat keenam orang yang berada disana Kembali terbelalak terlebih lagi Kibum, ia sungguh tak menyangka Siwon akan mengatakan hal itu didepan orang asing. Apa yang ia lakukan? Itu berarti Siwon mengatakan bahwa ia selama ini sudah memiliki hubungan khusus dengan Kibum.
Dilain sisi Kibum senang dengan pernyataan Siwon yang mengatakan jika Siwon masih mencintai dirinya. Ia sangat senang tapi kembali sebuah pertanyaan muncul dibenaknya. Apa yang akan terjadi setelah ini pada Siwon? Pasti Yoona tidak akan diam, dan melakukan segala cara untuk membuat Siwon menjadi miliknya.
.
.
.
"oh benarkah ini Tiffani? Siwon oppa mencintai Kibum oppa?" ucap Yuri sembari menutup bibirnya matanya masih terbelalak saking tidak percaya dengan apa yang telah Siwon katakana.
"memangnya kau mendengar apa? ya jelas benarlah. Kasihan sekali Yoona ah. Susah payah ia merebut Siwon oppa dari Kibum oppa. Tapi Siwon oppa malah lebih mencintai Kibum oppa, dari pada dirinya. Jika aku menjadi Yoona? Mungkin aku sudah melarikan diri dan pindah keluar negeri, dari pada harus disana hanya bisa berdiam diri mempertontonkan kegagalan. Kasihan sekali." Ucap Tiffani. Dibandingkan Yuri, Tiffani jauh lebih santai. Ia tidak terlalu ambil pusing dengan kejadian itu. Ia berpikir bahwa Yoona memang wajar mendapatkan karmanya karena telah memisahkan dua orang yang saling mencintai. Ia memakhlumi Siwon yang berbuat seperti itu karena siapapun pastilah tidak akan terima jika orang yang ia cintai di hina dengan semena-mena oleh orang lain.
"kau benar Tiffani. Hm, kasiha Yoona. Seumur hidupnya ia belum pernah dipermalukkan seperti ini. Seandainya ada paparazzi disini? Mungkin inilah saat terakhir Yoona berada di dunia entertainment" ucap Yuri sembari terus mengintip
"apa maksudmu?" Tanya Tiffani tertarik dengan pernyataan Yuri
"kau ingat bukan? Kejadian beberapa hari yang lalu? Bukannya Yoona mendapat peringatan dari pihak SM entertainment. Sebenarnya ia dihukum untuk tidak keluar dari dorm. Tapi karena memang dasarnya ia merasa dirinya adalah putri jadilah dia mengabaikan peringatan itu" tutur Yuri, mendapat anggukan dari Tiffani.
"hah, dari pada kita terus berada disini. Lebih baik kita pergi saja. Aku tidak ingin aku ikut dalam masalah ini. Hanya mempermalukan orang tua saja" ucap Tiffani mulai beranjak dari tempat persembunyiannya akan tetapi tangannya dengan cepat digenggam oleh Yuri agar dirinya tidak segera pergi
"apa yang kau lakukan?" Tanya Tiffani menepis tangan Yuri yang menggenggam tangannya
"apa kau tega meninggalkan Yoona sendirian? Bukankah kita sudah bilang jika kita akan terus mengikuti sampai ia selesai dengan acaranya" ucap Yuri, membuat Tiffani dengan malasnya membalikkan tubuhnya dan kembali bersembunyi di tempat persembunyiannya
"aku merasa diperbudak olehnya" kesal Tiffani
.
.
.
"Oops. Sungguh sangat gentle" puji Jessica pada sikap Siwon yang menyatakan bahwa ia lebih mencintai Kibum dari pada Yoona
"Siwon oppa sungguh sangat romantis" puji Sunny juga kepada Siwon
"heh, kira-kira apa yang akan Yoona lakukan setelah ini, Bunny?" Tanya Jessica terus menatap pemandangan yang sangat menarik baginya.
"mana aku tahu. Memangnya aku peramal?" ucap Sunny sembari masih merekam pemandangan yang ada didepannya.
"mungkin. Memalukan sekali jika harus dipermalukan sejauh itu" seringai kembali terkembang dari bibir Jessica, hatinya sangat senang dan moodnya sungguh sangat baik mengetahui pemandangan ini.
"ne, kau benar. Aku bersyukur ikut denganmu. Hihihi, ini terasa seru melebihi bermain video game dan kau menang berturut-turut" ucap Sunny dengan senyum senang mengembang dibibirnya
"apa dibenakmu hanya ada itu?" Tanya Jessica merasa ilfeel saat Sunny mengucapkan video game.
"tidak, masih ada Kyuhyunie oppa juga" ucap Sunny membuat mimic wajah Jessica menunjukkan jika ia bosan mendengar nama Kyuhyun
"aku salut pada Siwon oppa. Dengan gentlenya menyatakan ia mencintai Kibum oppa" tambah Sunny
"kau senang dengan itu?" Tanya Jessica, melihat wajah Sunny yang tersenyum senang
"aku senang. Dari pada aku melihat Siwon oppa memilih Yoona yang hanya akan membuat kepala anak itu semakin membesar" tutur Sunny masih serius merekam Yoona dan Siwon
"I agree with you, Sunny" ucap Jessica dengan seringai dibibirnya
.
.
.
Kini Yoona sama sekali tak bisa berbuat apa-apa. lidahnya terasa kelu, hatinya begitu hancur. Kenapa? Kenapa Siwon mengatakan hal itu? Kenapa Siwon setega ini mempermalukannya. Ini sungguh mimpi buruk baginya. Apa yang harus ia lakukan. Masih. Masih ada satu cara lagi untuk membuat Siwon menjadi miliknya. Yaitu dengan meminta bantuan langsung dari Ajjushi dan Ajjuma Choi. Agar menjodohkan dirinya dengan Siwon. Ya ia akan melakukan itu. Bagaimanapun, Siwon harus bersama dirinya.
"oppa! Sebaliknya. Kau yang akan ku buat benar-benar menyesali omong kosongmu itu! Kita lihat saja nanti. Siapa yang akan menang! Kau atau Aku? Akan ku buat kau bertekuk lutut dan mengemis dikakiku" ucap Yoona sembari pergi dari hadapan Siwon, Siwon yang mendengar ucapan Yoona hanya menatap Yoona dengan sangat kesal. Akan tetapi disisi lain ia juga senang. Masalahnya dengan Yoona telah terselesaikan dan kini yang ia perlu lakukan hanya membenahi dan memulai kembali lagi dari awal kisah cintanya dengan Kibum. Namja yang sangat ia cintai.
.
.
.
kita lihat suasana di dalam dorm, Ryeowook dan Yesung telah kembali. Tapi Kibum dan Siwon masih saja belum kembali.
"kemana perginya mereka, apa mereka akan baik-baik saja?" ucap Leeteuk semakin cemas.
"tenganglah Teukie mereka akan baik-baik saja" ucap Kangin menenangkan Leeteuk
"kau tak mengerti perasaanku Yeongwoon. Anak-anakku menghilang dan aku tak tahu mereka berada dimana? Dan ini sudah mendekati jam empat pagi!" ucap Leeteuk sembari menangis, ia sungguh sangat menyalahkan dirinya sendiri karena gagal menjaga Kibum dan Siwon
"yakinlah, mereka akan baik-baik saja." Ucap Kangin dengan wajah yakin
"aku sudah mencari mereka diseluruh tempat yang ada diapartemen tapi tidak menemukan mereka sama sekali" ucap Hangeng dengan nada cemas
"apa hyung sudah mencari mereka ke parkiran apartemen" Tanya Kyuhyun pada Hangeng
"sudah, tetapi tetap saja tidak ada" ucap Hangeng
"apa hyung sudah mencari mereka keparkiran bawah tanah?" Tanya Kyuhyun lagi menaikkan sebelah alisnya
"disana sangat gelap, apa yang mereka lakukan ditempat segelap itu" ucap Hangeng lagi
"aku sudah menghubungi Kibum tapi ternyata phoneselnya ditinggal di dorm, aku juga sudah menghubungi Siwon tapi phoneselnya juga tertinggal di dorm" ucap Eunhyuk dan Donghae hampir bersamaan
"mereka berdua, sampai mereka kembali ke dorm aku akan mengadu kepala mereka berdua" kesal Heechul sembari memijit kepalanya yang sakit karena terlalu keras memikirkan Siwon dan Kibum
Yesung dan Ryeowook hanya bisa diam, mereka bukan diam tanpa berpikir apa-apa. mereka berpikir pasti ada yang tidak beres dengan Kibum, karena saat mereka menyuruh Kibum untuk mebali ke dorm, ia malah hilang entah kemana. Dan saat Siwon mencari Kibum ia juga tak kembali sampai sekarang
"apa mereka baik-baik saja?" Tanya Sungmin sesegukan, ia sungguh sangat mengkhawatirkan kedua dongsaenya itu
"Mian, Henry tidak membantu apa-apa. tapi Henry sangat menyayangi mereka" ucap Henry menundukkan kepalanya. Ia merasa tidak berguna saat ini. Ia merasa ia tak membantu apa-apa untuk berusaha menemukan Siwon dan Kibum
"aniya Henry, jika tanpa mu aku sudah menangis sampai saat ini" ucap Sungmin sembari tersenyum manis agar Henry berhenti menyalahkan dirinya sendiri.
"sebenarnya mereka ada dimana?" kesal Zhoumy pada kedua dongsaenya
"apa mereka tidak berpikir bahwa sikap mereka yang seperti ini malah akan membuat kita khawatir dengan mereka?" lanjutnya lagi
"aku sudah menelepon semua orang, dan menanyakan dimana mereka. Tapi tidak ada yang melihat mereka ada dimana" ucap Shindong masih berkutat dengan phoneselnya.
.
.
.
Kembali pada Siwon dan Kibum. Kini Yoona telah pergi dengan sakit hatinya, Jessica dan Sunny masih berada di sana, dan Tiffani dan Yuri yang juga sudah pergi menyusul Yoona.
"Jessica bukankah itu Kibum oppa?" Tanya Sunny meyakinkan apa yang ia lihat, saat Kibum pergi dari tempat persembunyiannya
"diamana?" Tanya Jessica sembari mandang arah yang ditunju oleh jemari Sunny
"aku tak melihatnya dengan jelas karena disini gelap, akh. Tempat menjijikkan sudah gelap panas lagi, ayo pergi. Aku muak ditempat tidak elite seperti ini" lanjut Jessica beranjak pergi yang diikuti Sunny
"mungkin itu hanya halusinasiku" ucap Sunny pada dirinya sendiri.
"ne, mungkin saja. Lagipula mau apa dia berada disini? Menambah sakit hatinya?" ucap Jessica mulai memasuki mobilnya
"haha, itu terdengar lucu" ucap Sunny dengan tawa bahagianya mengkuti Jessica dan masuk ke mobil Jessica dan bersama jesica kembali ke dorm SNSD dengan barang bukti atas kejadian ini
.
.
.
Siwon berjalan dengan langkah gontai, ia sungguh sangat lelah karena harus berhadapan dengan orang seperti Yoona, tapi ia juga lega karena kini jalan sudah terbuka untuk membenahi kesalahannya dengan Kibum.
Saat ia berjalan menuju dorm, kembali ia melihat seorang namja yang tengah duduk di kursi taman apartemen yang Siwon yakini itu adalah Kibum, dengan perasaan senang Siwon menghampiri Kibum, senyum kecil mulai mengembang dibibir tipisnya menampakan lesung pipi yang sangat menawan
"Bummie" ucapnya memanggil namja yang membelakanginya
Kibum yang mendengar nada baritone ini hanya terkejut tanpa mencari asal suara seseorang yang memanggilnya tersebut
"kenapa aku mendengarkan suaranya?" Tanya Kibum pada dirinya sendiri, Siwon yang mendengar itu hanya bungkam, senyuman yang mengembang kini telah pudar ia hanya bisa menatap Kibum sendu tanpa bisa melakukan apapun, ia masih ingat jika Kibum masih sangat membencinya.
"aku pasti sedang berhalusinasi sehingga mendengar suaranya" ucap Kibum lagi pada dirinya sendiri
"kenapa ia membohongiku?" Tanya Kibum lagi pada dirinya sendiri tidak menyadari keberadaan Siwon dibelakangnya yang hanya diam menatapnya sendu
"kenapa aku tertipu olehnya?" kesal Kibum lagi
"aku pasti sudah gila karena ini" kesal Kibum sembari mengacak rambutnya frustasi
"tapi jauh di dalam hatiku aku masih mencintainya" kata-kata Kibum membuat Siwon terbelalak. Ia tak menyangka Kibum tidak sebegitu membencinya seperti sikap Kibum padanya, ia semakin yakin bahwa masih banyak harapan dan kesempatan untuk memulainya lagi dari awal. Ia hanya tersenyum kecil dan membalikkan tubuhnya meninggalkan Kibum dengan pemikirannya. Hatinya kini sudah jauh lebih baik, karena Kibum, karena orang yang ia cintai masih memberinya kesempatan untuk bisa dicintai lagi olehnya.
.
.
.
Kini sampailah Siwon di dalam dorm, semua orang menatapnya dengan tatapan khawatir termasuk Donghae yang kemarin sangat marah padanya.
"dari mana saja kau anak nakal?" Tanya Heechul memeluk Siwon
"aku mencari Kibummie, hyung" ucap Siwon membalas pelukan Heechul
"kau menemukannya?" Tanya Donghae antusias
"ne, dia ada di taman apartemen hyung. Susulah dia ini sudah dini hari" ucap Siwon sembari tersenyum
Tanpa basa-basi Donghae langsung berdiri dan menarik tangan Eunhyuk untuk menjemput Kibum yang kini diketahui berada di taman departemen
"kenapa kau tidak menghampirinya?" Tanya Hangeng pada Siwon
"Hannie jangan tanyakan apapun pada dongsaemu, biarkan dia beristirahat" ucap Leeteuk memperingati Hangeng, membuat Hangeng mengangguk paham
"ne, istirahatlah Siwon" ucap Leeteuk dengan senyum manisnya, membuat Siwon mengangguk
"main umma, membuat umma dan semua hyung dan dongsaeku mengkhawatirkanku" ucap Siwon sembari membungkuk pada Leeteuk pamit menuju lantai dua untuk beristirahat
Selang beberapa menit setelah Siwon kembali ke kamarnya datanglah Kibum dibelakangi oleh Donghae dan Eunhyuk, dari raut wajahnya terlihat wajah Kibum sangat kacau. Seperti ada beban yang sedang ia pikul tapi hanya ia yang tahu apa beban itu.
"kenapa kau tidak langsung kembali ke dorm?" Tanya Yesung pada Kibum, yang membuat Kibum menunduk
"mian hyung, aku hanya belum ingin pergi tidur" ucap Kibum masih menunduk. Ia sungguh sangat menyesal karena ulahnya lagi semua orang yang berada di dorm jadi mengkhawatirkannya. Terlebih saat ini ia akan pergi untuk facum. Itu akan membuatnya tambah merasa bersalah lagi.
"gwencamna. Tidurlah kau pasti lelah" ucap Donghae mengelus rambut Kibum yang mendapat anggukan lemas dari Kibum. Kini Kibum beranjak menuju kamar Leeteuk karena ia sudah mengatakan pada Leeteuk agar ia tidur bersama Leeteuk
"aku sungguh sangat bersyukur mereka kembali dengan selamat" ucap Sungmin bersyukur. Kyuhyun yang melihat sikap Sungmin hanya tersenyum simpul, ia senang melihat Sungmin bisa tersenyum lagi
"akhinya aku bisa tidur" ucap Hangeng kembali ke kamanya
"karena kejadian ini rasa kantukku hilang" ucap Sungmin pada dirinya sendiri
"hyung kau tidak bisa seperti itu. Tidurlah" ucap Kyuhyun sembari menarik kepala sungmin agar bersandar dipundaknya, tak lupa ia mengelus rambut Sungmin agar Sungmin cepat terbuai dalam alam mimpinya.
"sekarang kau tak usah menyalahkan dirimu dan pergilan tidur" ucap Kangin pada Leeteuk, Leeteuk yang memang merasakan kantuk yang sangat berat hanya bisa mengangguk dan menyusul Kibum yang sudah beristirahat dikamarnya.
"tapi bagaimana denganmu?" Tanya Leeteuk mengkhawatirkan Kangin
"aku bisa tidur di sofa dorm" ucapnya sembari tersenyum membuat Leeteuk tersenyum dan beranjak menuju kamarnya
"aku lapar" ucap Shindong, Ryeowook yang mendengar ucapan Shindong hanya tertawa dan menawarkan Shindong makanan. Shindong dengan senang hati menerima tawaran Ryeowook dan bersamanya pergi menuju dapur. Henry yang sudah tertidur di paha Zhoumy yang sedang menonton bola karena masalah hari ini sudah selesai, dan Donghae beserta Eunhyuk yang juga ikut menonton dengan Zhoumy, Yesung, Kangin, Heechul dan Kyuhyun.
"kenapa kau masih disini Hyukkie?" Tanya Donghae yang melihat Eunhyuk ikut menonton bola
"memang kenapa jika aku disini?" Tanya Eunhyuk tanpa menatap Donghae
"bisakah kau jika sedang berbicara denganku hanya melihatku?" kesal Donghae yang membuat Eunhyuk sesegera mungkin memalingkan wajahnya dan menatap Donghae
"ne, memangnya kenapa?" Tanya Eunhyuk sekali lagi
"kau tidak pergi tidur?" Tanya Donghae pada Eunhyuk tapi hanya mendapat gelengan kepala dari Eunhyuk sendiri.
"besok kau harus siaran disukira chagi, jadi pergilah tidur agar kau tidak lemas paginya" ucap Donghae mengelus rambut Eunhyuk, Eunhyuk yang pasrah hanya menganggukkan kepalanya.
"tapi kau juga tidur Hae" ucap Eunhyuk yang membuat Donghae tak bisa menolak itu, karena jika ia menolak pasti saja Eunhyuk tidak akan jadi tidur
"ne. kita tidur" ucap Donghae sembari merangkul Eunhyuk berjalan menuju kamar mereka.
"aku juga akan tidur" ucap Heechul meninggalkan Kyuhyun, Yesung, Kangin dan Zhoumy.
"ne hyung. Tidurlah" ucap Kyuhyun sembari mengaktifkan PSPnya.
"apakah hubungan Siwon hyung dan Kibum hyung akan membaik?" Tanya Kyuhyun sembari bermain dengan PSPnya.
"kita lihat saja nanti" ucap Zhoumy focus kepada layar tv dan mendapat anggukan dari Yesung
"aku tak menyangka masalahnya akan serumit ini" ucap Yesung sembari terus menatap tv
"ne, kau benar hyung. Dan babonya lagi kenapa Siwon hyung menerima cinta dari Yoona" ucap Kyuhyun santai.
"apa? kau tahu dari mana?" Tanya Zhoumy membelalakkan matanya dan menatap Kyuhyun antusias
"aku tahu dari Siwon hyung sendiri" balasnya lagi sembari masih terfokuskan pada layar PSP
" ku kira masalah ini tidak akan selesai seperti yang ku bayangkan" ucap Yesung meragukan hipotesanya
"ne, kau benar hyung. Masalah ini terlalu rumit" tutur Zhoumy menyetujui pendapat Yesung
"jika ini terjadi padaku, lebih baik aku memilih mati saja" kata Kyuhyun, suara PSP yang sangat bising membuat Sungmin bangun dari pundak Kyuhyun yang membuat Kyuhyun harus mematikan PSPnya dan menidurkan Sungmin kembali.
"jangan mengatakan hal seperti itu. Aku yakin sikap dewasa Siwon akan memberikan hasil yang baik untuknya dan Kibum" tutur Zhoumy sembari mengelus kepala Henry yang tertidur pulas tak terusikkan dengan suara tv dan suara mereka.
"ya semoga saja" ucap Yesung dan Kyuhun bersamaan
.
.
.
Yoona POV
Hari ini aku akan meminta bantuan kepada ajjushi dan ajjuma Choi agar mereka membantuku untuk mendapatkan cinta Siwon oppa. Berapun harganya aku sanggup untuk membayarnya semua demi Siwon oppa. Keluargaku mungkin berada beberapa tingkat dibawah keluarga Siwon oppa. Ajjushi Choi pemilik Yundai departemen, yaitu departemen terbesar ke-2 di Seoul. Membuatku tidak ingin membiarkan Siwon oppa terlepaskan begitu saja. Aku harus membuat Siwon oppa kembali padaku apapun yang terjadi.
Kini sampailah aku di depan kediaman ajjushi dan ajjuma Choi. Terlihat rumahnya begitu mewah dan megah, bagaikan rumah seorang bangsawan yang sangat terpandang. Aku memasukkan mobilku ke lahan parkir rumah ini, dank au tahu lahan parkirnya begitu sangat luas melebihi lahan parkir di rumahku sendiri
"anda ingin bertemu dengan siapa?" Tanya pelayan rumah keluarga Choi menanyaiku
"aku ingin bertemu dengan ajjushi Choi" ucapku sembari turun dari mobil ferari merahku.
"apa anda sudah membuat janji dengan beliau?" Tanya pelayan itu lagi, cih, apa harus sesulit ini untuk bertemu dengan ajjushi Choi. Tapi aku memakhluminya sih karena ajjushi Choi pasti saja sangat sibuk, tapi ini tak boleh menghalangiku untuk bertemu dengannya
"apa kau tidak tahu aku? Bertemu dengan tuanmu saja harus meminta ijin seperti ini. Bilang saja pada ajjushi jika aku Im Yoona Ah ingin menemuinya" ucapku kesal pada pelayan rumah ini.
"tapi beliau sedang tidak bisa diganggu karena harus mengadakan sebuah pertemuan" kata-kata pelayan ini sungguh membuatku sangat kesal. Apa dia hanya ingin berbasa-basi denganku? Atau hanya mencari petaka padaku?
"kau mau mencari petaka dengaku? Apa susahnya untuk menemui ajjushi dan bilang padanya aku Im Yoona Ah ingin menemuinya!" perintahku pada budak ini. Malas sekali jika harus menyebut orang yang ada dihadapanku ini dengan sebutan pelayan, lebih baik ku panggil budak saja.
"ti-tidak no-nona Y-Yoona, ta-tapi memang benar T-tuan besar C-Choi sedang mengadakan pertemuan di dalam sana" ucap budak ini lagi, dengan kesalnya aku mendorong busak sampai dirinya terjatuh. Dan mulai memasuki rumah keluarga Choi. Sesampainya di dalam rumah aku berdecak kagum karena rumahnya sangat indah bagaikan berada di dalam sebuah istana yang begitu megah, akan tetapi aku tak boleh terbuai dengan ini dan mulai berteriak memanggil nama ajjushi Choi
"ajjushi! Aku ingin menemuimu!" teriakku kesal, terus memanggil nama ajjushi Choi, akan tetapo orangnya tidak keluar juga membuat ku semakin kesal. Budak sama majikan sama saja, sama-sama hanya membuat aku semakin kesal saja.
.
.
.
Ajjuma Choi POV
Siapa itu yang berteriak tidak sopan seperti itu di rumahku? Aku memanggil salah satu pelayanku dan menanyai siapakah orang yang berteriak dengan tidak sopan seperti itu.
"Yeonjun" ucapku pada salah seorang pelayanku
"ne, nyonya besar, apa yang bisa saya lakukan untuk anda?" ucap Yeongjun dengan sopan, aku hanya tersenyum dan berkata
"coba kau lihat, siapakah orang yang berteriak di dalam rumah itu" ucapku dan mendapat anggukan daru Yeongjun.
Beberapa detik kemudian Yeongjun memberitahuku ada seorang yeoja datang kerumahku dengan nama Im Yoona Ah. Bukankah Yoona itu salah satu dari grup band Girl Generation itu? Ada apa ia kesini, aku beniat menemuinya, ada apa seorang Yoona mendatangi kediaman ini? Apa ia mencari Siwon?
"ada apa anda kemari Yoona" ucapku sengan senyuman, akan tetapi terlihat diwajahnya ia sangat kesal.
"siapa kau?" tanyanya padaku. Oh, anak muda jaman sekarang. Sopan santunnya sungguh sangat kurang.
"saya? Saya umma dari Choi Siwon" ucapku membalas pertanyaan dari yeoja yang ada dihadapanku ini. Tampak wajahnya yang sangat terkejut mengetahui aku adalah ummanya Siwon.
"ajjuma, mian" ucapnya lalu membungkuk padaku, aku membalasnya dengan membungkuk juga.
"gwencamna" ucapku tersenyum. Aku melihat penampilan yeoja ini. Memang seperti ini memang penampilan seorang artis. Harus trendi. Ia mengenakan jaket berbulu, rok jeans sepaha dan bootheels yang menutupi kakinya, dengan tatanan rambut lurusnya dengan warna merah kecoklat-coklatan.
"aku ingin bicara pada ajjushi, tapi karena budak oops pelayanmu melarangku jadi aku ingin berbicara denganmu, bisakan?" tanyanya padaku, oh sungguh sopan santun yeoja ini sudah sangat kurang
"arraso, ikutlah denganku. Berbicara disini tidak sopan" ucapku mengajaknya untuk keruang pertemuan keluarga
Sesampainya aku dengan Yoona di ruang keluarga, aku mempersilahkan ia untuk duduk, dan menawarinya jamuan untuk pertemuan ini.
"nah Yoona ah, kau mau apa?" Tanyaku pada Yoona saat menawari jamuan untuknya.
"aniya ajjuma" ucapnya sembari tersenyum
Aku membalasnya dengan senyuman dan memberitahu Yeonjun untuk menyiapi dua kopi saja untuk antisipasi dan beberapa makanan ringan lainnya. Yeonjun membalasnya dengan anggukan sembari menunduk member salam padaku dan aku membalasnya dengan menunduk juga
"ajjuma, aku ingin meminta bantuanmu" ucap Yoona tiba-tiba setelah Yeonjun meninggalkan ruang pertemuan
"ne, kau ingin aku membantu apa Yoona ah?" tanyaku padanya
"bantu aku untuk mendapatkan Siwon oppa!" ucapnya menatapku, terlihat dari mata anak ini ia ingin membalas dendam entah kepada siapa, tapi apa yang ia pikirkan? Mencariku hanya untuk meminta bantuan hal seperti itu.
"mian Yoona, akan tetapi aku tidak berhak mencampuri urusan pribadi anakku" ucapku pelan, aku berharap anak ini bisa mengerti
"apa? jadi kau tak mau membantuku?" ucapnya lagi dengan nada yang sedikit membentak. Aku hanya kembali tersenyum dan kembali membalas perkataan Yoona
"Siwon memang anakku. Tapi ia juga memiliki urusan pribadinya sendiri. Dan aku tak berhak untuk turut campur seperti masalah hatinya yang akan berpihak pada siapa" balasku, akan tetapi seperti anak ini akan tidak mengerti
"apa kau ingin anakmu memiliki hubungan dengan Kim Kibum yang jelas seorang namaja? Kau ingin itu? Hah?" ucapnya. Aku yakin kini kemarahannya sudah mencapai puncaknya. Aku tak terkejut jika anakku menjalin hubungan dengan namja, yang jelas ia bahagia. Bagaimanapun yang akan menjalani kehidupannya adalah dia, Choi Siwon dan bukan aku ataupun appanya. Aku hanya ingin memiliki menantu yang masih mempunyai sopan santun.
"saya tidak terkejut jika Siwon memiliki hubungan dengan seorang namja" ucapku meyakini hatiku. Walaupun sedikit kecewa karena anakku akan tidak memiliki keturunan nantinya. Tapi kebahagiaan anakku tidak dapat dibeli dengan apapun.
"a-apa? jadi kau tidak mau membantuku!" bentak Yoona padaku, ya ampun anak ini. Apa dulu orang tuanya sama sekali tidak meberinya pendidikan moral
"mian Yoona membuat anda kecewa dan saya menyesal karena tidak bisa membantu anda" ucapku menundukkan kepala meminta maaf
"ya! Aku kecewa, kau sama sekali tidak membantuku!" ucap Yoona sembari menggebrak meja dan meninggalkan tempat ini. Hah dasar anak itu. Aku hanya bisa mengelengkan kepala pada anak itu. Yeonjun yang datang membawa dua cangkir kopi hanya menatapku bingung.
"wae yeonjun?" tanyaku tersenyum padanya Yeonjun
"itu, nyonya besar. Kenapa Yoona sudah pergi?" Tanyanya padaku
"urusan kami sudah selesai" ucapku
"Yeonjun bisa kau mengambilakan tepelon untukku?" tanyaku dan Yeonjun memjawabnya dengan anggukan senang dan segera beranjak mengambil salah satu telepon dirumah kami. Setelah beberapa menit aku menunggu terlihat Yeonjun yang berlari kecil menghampiriku sembari memberikan gagang telepon dan menunduk sembari pergi, aku yang melihat sikap kekanak-kanakan Yeonjun mengingatkan aku kepada Siwon saat ia berumur sama seperti Yeonjun.
Aku menekan beberapa nomor dan menelepon seseorang
.
.
.
Author POV
Suara telepon berdering di dorm super junior, Kibum berjalan menghampiri telepon itu karena dorm hari ini sepi dan tinggal ia sendiri yang tinggal di dorm karena free job sebelum facum. Dengan pelan ia mengambil gagang telepon tersebut.
"selamat siang, dorm Super Junior. Ingin berbicara dengan siapa?" sapa Kibum sopan
"saya ingin berbicara dengan Siwon dan Kibum" ucap nyonya Choi membalas salam Kibum dengan sopan
"ne, ini saya Kibum, dan maaf Siwon hyung sedang ada job. Dengan siapa ini?" Tanya Kibum
"arraso. Saya ummanya Siwon" ucap nyonya Choi dengan nada senang. Kini Kibum hanya tertegun mendengar nama dari sang penelepon, ajjuma Choi, ada urusan apa seorang ajjuma Choi ingin berbicara dengan Kibum. Apa ajjuma Choi tahu masalahnya dengan Siwon? Tapi siapa yang memberi tahu? Seperti itulah pertanyaan yang ada dibenak Kibum, apa ajjuma Choi ingin memarahinya karena ia telah melukai anak mereka?
"ne, ajjuma ada apa ingin menelepon saya?" Tanya Kibum sopan kepada ajjuma Choi, hatinya kini berdegup kencang, ia takut jika ajjuma Choi memarahinya.
"hahaha, jadi ini calon menantuku?" kata-kata ajjuma Choi membuat Kibum membelalakkan matanya. Calon menantu? Apa yang ajjuma Choi pikirkan? Darimana ajjuma Choi tahu jika ia memiliki hubungan yang serius dengan Siwon? Ini membuat hati Kibum semakin berdegup kencang. Apa yang harus ia katakana? Ataukah ia harus berdusta? Ia sungguh bingung, keringat dingin mengalir manis dari pelipisnya.
"me-menantu? Maaf, m-maksud anda apa?" Tanya Kibum semakin gugup, apa yang dipikirkan ajjuma Choi? Apa maksudnya memanggilnya calon menantu?
"haha, ternyata calon menantuku pemalu juga" tutur ajjuma Choi semakin membuat Kibum tak mengerti. Apa ajjuma Choi hanya ingin menggodanya saja? Tapi ia namja orang tua manapun pasti keberatan menerima jika anak mereka memeiliki kekasih yang bergender sama, tapi kenapa ajjuma Choi tidak dan malah tertawa menggodanya
"maaf, saya semakin tidak mengerti apa maksud anda ajjuma!" tegas Kibum dengan nada yang menunjukkan ketidak mengertian seorang Kim Kibum.
"bukankah anda kekasih Siwon, Kim Kibum ssi?" Tanya ajjuma Choi dengan nada serius. Perubahan nada yang diucapkan ajjuma Choi semakin membuat Kibum menjadi bingung akan hal ini
"h-ha? A-anak anda namja, saya juga namja bagaimana mungkin?" jawab Kibum mencoba untuk berdusta kepada ajjuma Choi
"tapi, kata Yoona anda adalah kekasih anak saya" ucap ajjuma Choi terkekeh geli mendapati kegugupan Kibum menjawab pertanyaannya. Di dalam hati ajjuma Choi ia sungguh menyukai Kibum, selain pemalu seperti yeoja ia juga memiliki kepribadian yang cukup baik, terbukti dari perkataannya yang sopan sebelum ia mengetahui yang menelepon ini adalah ajjuma Choi.
"Y-Yoona?" Kibum membelalakkan matanya saat mendengar nama Yoona, pasti Yoonalah yang memberitahu ajjuma Choi prihal hubungannya dengan Siwon, resah hatinya. Ia takut, takut apabila kini ajjuma Choi akan melarangnya menemui Siwon, saat ia akan kembali mencoba untuk mencintai Siwon kembali, malah ada hal yang sangat ditakutinya yaitu orang tua Siwon sendiri.
"ne, Kibum, saya tahu anda sangat mencintai anak saya, saya hanya ingin berpesan tolong jaga diri dan perasaan anak sulung saya. Karena jika anda menyakitinya berarti anda menyakiti saya dan keluarga Siwon juga. Mengerti?" ucap ajjuma Choi sembari tersenyum di seberang sana, ia sungguh tidak mau anak sulungnya kecewa karena hubungan asmaranya tidak direstui olehnya ataupun suaminya. Karena, apapun pilihan anaknya asalkan anaknya bahagia dan setia itu sudah cukup.
"a-arraso" ucap Kibum semakin gugup. Ajjuma Choi menitipkan Siwon kepadanya. Apa yang ajjuma Choi pikirkan sehingga menitipkan Siwon padanya, ia sudah menyakiti Siwon, ia tak pantas untuk menjaga Siwon, karena kini Siwon sakit karenanya. Apa yang harus ia lakukan? Ia tak mungkin mengatakan pada ajjuma Choi bahwa hubungannya dengan Siwon akan berakhir, ia takut. Takut akan jika ia mengatakan itu ajjuma Choi akan membencinya seperti ia membenci dirinya sendiri karena ia telah mengecewakan Siwon karena telah menjadi kekasih yang egois dan hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa tahu hancurnya Siwon.
"gomawo, Kibum sshi. Saya tahu, Siwon hanya akan bahagia dengan anda" ucap ajjuma Choi mengakhiri panggilannya. Kibum yang merasa panggilannya telah terputus hanya menundukkan kepalanya sembari menutup kembali gagang telepon. Ia menjatuhkan dirinya di sebelah meja telepon, di tekuknya lututnya dan memeluk lututnya, air mata mulai menetes dari pelupuk matanya. Ia sedih, takut, dan menyesal. Ia sedih karena telah mengecewakan ajjuma Choi, ia menghormati setiap orang tua termasuk ajjuma Choi. Tapi kini ia malah mengecewakan kepercayaan ajjuma Choi. Takut, takut jika ajjuma Choi mengetahui jika ia telah menyakiti Siwon, ia sangat takut jika ajjuma Choi akan membenci dirinya. Dan menyesal. Menyesal telah melakukan hal konyol yang sangat kekanak-kanakan, ia bukan hanya menyakiti hati Siwon tapi juga melukai fisik siwon, ia ingat ia memukul rahang Siwon hingga lebam dengan sudut bibir yang berdarah, dan menampar pipi Siwon sehingga memerah dan lecet. Ia menangis, menangis sesegukan. Menangis sekeras mungkin, menangisi kebodohannya, menangisi sikapnya, menangisi keadaan Siwon. Ia menangis, ia tak perduli jika hanya kesepian dorm yang menemaninya. Ia tak perduli lagi, yang ia perdulikan kini hanya Siwon dan kepercayaan yang ajjuma Choi di berikan padanya.
.
.
.
Kibum POV
Hiks, Tuhan, apa yang kini harus kulakukan? Aku menyayangi setiap orang tua, menghormati mereka, termasuk ajjuma Choi, tapi kenapa di saat seperti ini? Aku telah menghancurkan kepercayaan Siwon hyung dan kini aku juga mengecewakan kepercayaan ajjuma Choi. Tuhan, hukumlah aku sebebrat mungkin karena kebodohanku. Pikiranku telah buntu. Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan, sangat berat. Ini sangat berat untuk ke tempuh. Aku tak mungkin dapat menyelesaikan semua ini seorang diri. Semakin lama tangisanku semakin keras. Aku tak perduli
"Tuhan, maaf hanya ini yang dapatku lakukan" ucapku pelan kepada Tuhan, terimakasih karena telah memberikan aku kehidupan yang berarti. Terimakasih karena telah memberikan kekasih yang selalu ada untukku. Tapi semua ini tak pantas untukku dapatkan. Tuhan, maaf jika aku menyakiti Siwon hyung. Maafkan aku jika aku mengecewakan ajjuma Choi dan semua hyung dan dongsaeku.
"aku mencintai mereka, terlebih aku mencintai Siwon hyung." Lanjutku lirik. Kini dengan air mata yang masih menetes aku mulai melangkahkan kakiku gontai menuju dapur dorm, pikiranku telah buntu. Aku sungguh sangat menyesal. Tak ada yang dapatku lakukan untuk menebus kesalahanku.
Ku ambil sebilah pisau. Dan lagi aku menjatuhkan diriku di sebelah pintu dapur, sakitnya darah yang keluar dari nadiku tak sesakit hati Siwon hyung saat aku memukulnya, darah yang mengalir manis di tanganku menceritakan kesalahan demi kesalahan yang aku perbuat selama ini. Siwon hyung mianhae karena aku telah menyakitimu, tapi jujur dari lubuk hatiku aku sangat mencintai hyung.
"akh" aku rasakah pandanganku yang mulai membuyar dan nafasku yang mulai menyesak. Aku tersenyum, tersenyum pahit. Aku berharap tuhan tidak menghukumku di neraka nanti
.
.
.
.
.
.
TBC
Bagaimana keadaan Kibum setelah ini?
Siapakah yang menyadari keadaan Kibum?
Apa Kibum akan selamat dari keegoisannya?
Kita lihat chap berikutnya . . . . .
.
.
.
.
.
AN : Saya tahu fanfic ini semakin kacau dan membosankan, saya kira ini akan selesai di chap ini akan tetapi pikiran saya yang semakin kacau membuatnya terus berlangsung sampai chap berikutnya, saya harap readers semua tidak menghakimi saya atas kejadian ini.
Kyuhyun : Siwon tuh gara-gara loe, Kibum kenapa?
Siwon : *shock, Bummie, Bummie kenapa?
Sungmin : udah kelar ficnya, kembali seperti semula
Kibum : eh gua jadi hantu ye sekarang
Kyuhyun : iye, hyung. Loe emang setan, setan paling gagal sedunia karena ketahuan nampak di bumi
Eunhyuk : Tom, TomCat TomAt
Yesung : bukan Hyukkie, tapi Tom Tom banget
Ryeowook : hus, hyung. Jangan kacaukan CF orang
Author : kasian banget ya jadi Yesung oppa? Di usir pacarnya
Yesung : siapa bilan?
Author : tuh, lihat kalimat Ryeowook oppa yang bilang "hus" ga nyadar?
Eunhyuk : kapret loe Tom, gua di kacangin!
Author : kaga oppa, ada apa? kangen?
Eunhyuk : sok tahu loe bocah
Heechul : terus?
Author : iya, bener. Terus?
Heechul : yang bilang eloe siapa?
Author : lalu apa oppa?
Heechul : gua bilang terusin untuk … ITUUU*gaya Heechul kaya acara comedian di TV
Hangeng : kenapa kau menunjukku chagi?
Heechul : kaga*kabur
Kangin : oi, ga ada yang kangen gua?
Leeteuk : Kangin loe pulang wamil makin subur ya?
Kyuhyun : bener banget, loe Kangin loe pulang wamil makin subur ya?
Kangin : eh, upil setan loe ngatain gua. Gua kepet, miskin loe
Kyuhyun : Sungmin, Siwon, Sindong masih kaya. Gua tinggal disana aja
Kibum : eh gua gimana nih? Kok ga dapat jatah ngomong ya?
Sindong : eh, setan ga ada yang ngomong
Donghae : Sindong hyung, loe tumben kebagian jatah ngomong?
Sindong : iya ya? Biasanya gua paling terakhir ngomong, terus gua pernah ditinggal
Zhoumy : nasib loe hyung.
Henry : Zhoumy gege chagi ga boleh gitu, namti dimarahin sama umma
Author : we, hyungdeull yang jauh mendekat, yang dekat merapat.
Ryeowook : ada apa lagi Tom
Kibum : iye ada apa
Eunhyuk : Kibum chagi, hantu ga bisa ngomong
Kibum : kesel gua! Kenapa gua disiksa si Tom melulu?
Author : ini emang sialnya para Uke oppa
Siwon : loe Seme atau Uke?
Author : Seme
Eunhyuk : pantas ini orang suka nyiksa Uke!
Donghae : ah tidak juga
Ryeowook : diem loe hyung, seme tahu apa tentang kami?*nangis Bombay
Yesung : chagi jangan percaya dengan bisikan setan
Kibum : gua ga pernah bisikin pacar loe hyung
All(-Kibum) : *natap Kibum dengan arti "apaan seh loe?"
Kibum : *ngamuk
Sungmin : Kibum mengalay
Kyuhyun : Sungmin hyung memontok
Donghae : Henry menggemaskan
Eunhyuk : anjrit loe seme mata keranjang
Zhoumy : eh Henry hanya milik gua!
Heechul : Hangeng milik gua!
Ryeowook : JongWoon milikku!
Yesung : chagi selingkuh sama JongWoon itu lagi*nangis
All(-Yesung) : *komat kamit biar Yesung sadar dari amnesianya
Author : minta flame atau review sono
Kyuhyun : couple siapa yang minta flame sekarang Tom
Author : waduh Couple shipper udah nongol
Kyuhyun : Suka-suka
Author : eh ada readers yang ngereq HANWON, panggil HANGENG dan SIWON oppa!*nahan Heechul sebelum menggila
Kibum : ambil aja si SIWON, gua ga butuh SEME PENGHIANAT
Author : pis,, ga jadi. Ganti couple Kyu
Kyuhyun : HANCHUL TOM!
Author : *lepasin Heechul
HanChul : oke, untuk mempersingkat wantu kami ingin meminta flame dan review. Annyeong
Hangeng : mian Heechul sedang tidak dalam mood yang baik
Sungmin : Nari wew, Sindong hyung sama Nari, kapan ke pelaminan?
Kyuhyun : setelah Sungmin hyung mengandung
Author : gua udah dapat SM TOWN magazine!*teriak seneng
Eunhyuk : gua pengen nanya itu dari tadi
Author : mian, hehehe. Udah, anjrit EUNHAE moment ga ada sama sekali! Super Junior juga dikittt.. kesel gua…
Eunhyuk : udah jadi ELF?
Author : ga berani gua, masih takut
Donghae : apa yang loe takutin?
Author : gua ga pantas jadi ELF mengingat perjuangan ELF kebanyakan
Leeteuk : ga usah takut, PD aja.
Author : heh, udah ah. Jangan membuat suasana makin kacau, ulang minta flame sono
Kyuhyun : couple siapa sekarang?
KangTeuk : biar kami saja, untuk merayakan hari kembalinya Kangin ke Super Junior
Donghae : oke gua setuju sama umma dan appa
Author : gua punya foto waktu Eunhyuk, Leeteuk, Kangin sama Donghae oppa saat pelukan
Kyuhyun : terus?
Sungmin : penting? Kita juga ikut
Heechul : gua kan wamil jadi ga tahu, apa?
Hangeng : gua ada di China
Zhoumy : gua lagi kencan sama Henry
Henry : bener banget
Author : Donghae oppa niatnya meluk Kangin oppa atau Eunhyuk oppa? Tangannya erat meluk ke Eunhyuk oppa
Eunhyuk : *blushing
Donghae : *salting
Siwon : *ngupil
Kibum : *esmosyong
All(-Siwon) : *natap Siwon dan Kibum ilfeel
Author : udah ah, appa umma, mana janjinya
Kyuhyun : janji loe ama gua belum loe bayar
Author : masih miskin
KangTeuk : supaya anda dan readers tidak ikut menggila seperti nama-nama yang tertera di fic ini, di harapkan agar mengungsi dengan radius 1 DM, oke, annyeong :D
SEE YOU NEXT CHAP :D
