Summary : Super Junior dan Girl Generation tampak akrab di luar. Bagaimana didalam?
Disclaimer : forget
Rated : T
Pair : Suju couple slight Suju x SNSD
Genre : little angst, drama, romance
Warning : OOC, gaje, bahasa maksa, Typo(s) d.l.l
Don't like
Don't read
Enjoy
.
.
.
Part sebelumnya
"bantu aku untuk mendapatkan Siwon oppa!"
"mian Yoona, akan tetapi aku tidak berhak mencampuri urusan pribadi anakku"
"apa kau ingin anakmu memiliki hubungan dengan Kim Kibum yang jelas seorang namaja? Kau ingin itu? Hah?"
"mian Yoona membuat anda kecewa dan saya menyesal karena tidak bisa membantu anda"
"ya! Aku kecewa, kau sama sekali tidak membantuku!"
"ne, Kibum, saya tahu anda sangat mencintai anak saya, saya hanya ingin berpesan tolong jaga diri dan perasaan anak sulung saya. Karena jika anda menyakitinya berarti anda menyakiti saya dan keluarga Siwon juga. Mengerti?"
"gomawo, Kibum sshi. Saya tahu, Siwon hanya akan bahagia dengan anda"
"Tuhan, maaf hanya ini yang dapatku lakukan"
"aku mencintai mereka, terlebih aku mencintai Siwon hyung."
.
.
.
Super Junior VS Girl Generation
.
.
.
Eps I.
Kibum, Eunhyuk, Sungmin VS Yoona, Jesica, Sunny
.
.
.
Part. I
Kibum VS Yoona
Chap.4
.
.
.
Author POV
Kibum telah terselimut dalam kabut mimpi saat ia pingsan. Beberapa detik setelah Kibum memotong urat nadinya pintu dorm dibuka oleh seorang namja berparas manis dengan rambut blondenya
"annyeong" sapanya, akan tetapi sapaannya sama sekali tidak di indahkan oleh namja yang tengah menjaga dorm mereka
"Kibum?" tanyanya lagi. Eunhyuk melangkahkan kakinya sedikit cepat karena ia merasakan firasat yang buruk, sampai saatnya ia sampai di depan dapur dorm.
Matanya terbelalak dengan sempurna melihat Kibum yang tergeletak lemas dengan tangan yang bersimpah darah dan sebilah pisau kecil yang menemaninya. Dengan cepat Eunhyuk merobek lengan bajunya dan mengikatkan di pergelangan tangan Kibum. Berharap apabila dengan cara itu darah Kibum dapat berhenti mengalir. Dengan segera ia mengangkat tubuh Kibum dan dengan segera lari menuju rumah sakit terdekat. Berharap Kibum mendapat pertolongan dari pihak medis.
"Kibum, apa yang kau lakukan? Apa kau babo?" ucap Eunhyuk sembari berlari menuju parkiran dorm, matanya telah memanas sempurna melihat dongsae yang ia sayangi terkulai lemas dengan tangan yang bersimpa darah seperti ini. Ia tak tahu apa yang Kibum pikirkan sehingga ia melakukan hal seperti itu
Ryeowook yang kebetulan berpapasan dengan Eunhyuk yang tengah menggenong Kibum memandang Eunhyuk dengan heran, akan tetapi sesuatu yang janggal menghampirinya. Kenapa lengan baju Eunhyuk robek dan kenapa pergelangan tangan Kibum berbalut kain. Ryeowook yang mendapati kejanggalan itu. Berlari mengejar Eunhyuk
.
.
.
Kembali ke Eunhyuk, Eunhyuk terus saja berlari dan menuju mobilnya, dengan cepat ia membuka pintu mobilnya dan mendudukkan Kibum yang masih terbaring lemah di jok sebelehnya. Darah di tangannya kini berangsur-angsur mengental dan berhenti mengalir. Saat Eunhyuk akan menjalankan mobilnya tiba-tiba sebuah suara baritone bernada tenor menginterupsinya
"EUNHYUK HYUNG" teriak Ryeowook menghampiri mobil eunhyuk yang akan melangkah
"aku buru-buru Wookie" ucap Eunhyuk dengan nada cemas, beberapa kali ia menatap Kibum dan Ryeowook bergantian, berharap Ryeowook tidak menunda-nunda waktu demi keselamatan Kibum.
"ne, hyung. Aku ikut dengan hyung" ucap Ryeowook sesegera mungkin mendapatkan anggukan cepat dari Eunhyuk
Segera Ryeowook membuka pintu mobil dan duduk di jok belakang mobil. Dalam perjalanan menuju rumah sakit. Eunhyuk dengan kecepatan tinggi memacu mobilnya. Ia sungguh sangat khawatir. Ia takut Kibum akan pergi jika ia tak sesegera mungkin menuju rumah sakit. Pikiran buruk terus saja menghantui dirinya sampai beberapa kali hampir menabrak orang yang sedang berlalu lalang di jalan raya.
.
.
.
Kini sampailah mereka di rumah sakit. Kibum tengah berada di ruang Unit Gawat Darurat untuk mendapat perawatan medis. Dan disinilah Eunhyuk dan Ryeowook sekarang, menunggu dengan sangat cemas keadaan Kibum, semoga saja ia tak terlambat menyelamatkan nyawa dongsaenya
"hyung, kenapa Kibum melakukan hal itu?" ucap Ryeowook dengan air mata mengalir di pelupuk matanya, ia telah mendengar penuturan dari Eunhyuk tentang keadaan Kibum dengan tangan yang bersimpa darah. Ryeowook tak menyangka Kibum akan melakukan hal senekat itu. Apa yang Kibum pikirkan? Apa ia telah kehilangan akal sehat sehingga ia melakukan hal yang sepantasnya ia lakukan? Atau Kibum sama sekali tidak mengerti tentang masalah yang sedang ia hadapi. Kenapa Kibum menjadi orang yang seceroboh ini? Terus saja air mata mengalir dari pelupuk mata Ryeowook
Eunhyuk hanya menggelengkan kepalanya sembari menundukkan kepala blondenya. Ia juga menangis dalam diam, ia tak mengerti apa yang ada dipikiran Kibum, ia tak bisa memahami Kibum, sebagai seorang hyung. Ia merasa gagal. Ia gagal memahami Kibum, kini ia hanya bisa menyesali dirinya yang tak mampu menjadi hyung yang baik. Sampai sebuah suara memecah kesunyian yang tercipta beberapa saat.
You are my everything
Nothing your love won't bring
My live is yours alone
The only love I've ever know
Your spirit pulls me through
Whene nothing else will do
Every night I pray
On bended knee
That you will always be
My everithing
Dengan pelan Eunhyuk mengambil phonesel yang ada di saku celananya, Donghae meneleponnya, sebelum ia menerima panggilan dari Donghae ia mengusap air mata yang terus mengalir dari pelupuk matanya ia memantapkan dirinya agar Donghae tidak curiga jika ia menangis.
"wae Hae?" Tanya Eunhyuk dengan pelan.
"Hyukkie, chagi kau menangis?" Tanya Donghae dengan khawatir, Eunhyuk yang mendengar penuturan Donghae hanya berusaha menyembunyikan sesegukannya.
"a-ani, kenapa aku menangis Hae" balas Eunhyuk masih saja sesegukan, ia selalu saja gagal menyembunyikan jika ia menangis dari Donghae
"jangan membohongiku chagi. Kenapa dorm sangat sepi? Kemana Kibum? Bukankah kau sudah pulang? Kau dimana chagi?" Tanya Donghae dengan nada khawatir. Mendengar nama Kibum, tangisan Eunhyuk semakin mengeras, ia masih ingat wajah tak berdaya Kibum saat daah masih mengalir dari pergelangan tangannya.
"H-Hae, K-Kibum di rumah sakit" ucap Eunhyuk sembari menangis, Donghae yang mendengar itu membelalakkan matanya tanda tak percaya? Ada apa Kibum bisa berada di rumah sakit.
"hyung, Kibum ada dirumah sakit. Segeralah kemari" ucap Ryeowook melanjutkan ucapan Eunhyuk karena Eunhyuk merasa lidahnya sungguh sangat kelu. Kibum sedang ada dalam kondisi kritis. Ia takut jika terjadi apa-apa dengan Kibum.
"kalian ada di rumah sakit mana? Aku akan menyusul" ucap Donghae dengan nada panic. Ia merasakan hal yang buruk terjadi pada Kibum karena mendengar tangisan pilu dari Eunhyuk ndan Ryeowook.
"kami ada di rumah sakit di sebelah utara dorm" ucap Eunhyuk, Donghae yang mendengar itu sesegera mungkin berlari meninggalkan dorm, ia terus saja berlari tak perduli dengan orang yang menatapnya aneh. Kibum dalam bahaya begitu pikirnya. Ia bisa merasakan itu, Kibum dongsaenya yang ia anggap sebagai adik yang tak pernah ia miliki. Sejauh 5km Donghae terus saja berlari akan tetapi rumah sakit masih jauh. Sampai di perempatan lalulintas ia melewati Kyuhyun dan Zhoumy yang sedang mengendarakan mobil saking khawatirnya. Kyuhyun yang melihat Donghae terus saja berlari mulai merasakan ada yang aneh dengan ekspresi Donghae saat ia melihat Donghae yang tengah berlari
"Zhoumy gege. Kenapa Donghae hyung berlarin seperti itu?" Tanya Kyuhyun masih menatap Donghae yang semakin menjauh berlari.
"dimana?" Tanya Zhoumy mencari-cari sosok Donghae yang Kyuhyun maksud
"ia sudah pergi jauh, gege. Perasaanku tidak enak. Ayo susul dia" ucap Kyuhyun yang mendapat anggukan dari Zhoumy, dengan segera ia menancapkan gas setelah lampu lalu lintar bersinar hijau. Menyusul Donghae yang sosoknya mulai menjauh
.
.
.
Saat tengah berlari Donghae tiba-tiba terhenti karena ada sebuah mobil hitam yang menghalanginya dari sebelah samping. Donghae yang tengah merasa khawatir kini merasa kesal dengan adanya mobil hitam itu, sampai akhirnya Kyuhyun muncul dari balik kaca mobil
"hyung wae?" Tanya Kyuhyun menatap Donghae bingung. Tapi tanpa basa-basi Donghae segera masuk ke jok belakang mobil dan member tahu Zhoumy agar cepat menuju rumah sakit Gyeogum yang Eunhyuk maksud
"gege cepat antarkan aku ke rumah sakit Gyeogum" ucap Donghae panic dengan keringat yang terus menetes dan nafas yang masih terengah-engah.
"wa-" ucap Zhoumy terpotong karena teriakan Donghae
"cepat gege, Kibum dalam bahaya!" teriak Donghae. Zhoumy dan Kyuhyun yang mendengar itu berubah ekspresi menjadi panic seperti Donghae, dengan cepat Zhoumi menginjak gas mobilnya dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit yang Donghae maksud
.
.
.
Eunhyuk dan Ryeowook masih saja menangis sesegukan. Mereka tak perduli dengan pandangan orang yang berlalu lalang di koridor rumah sakit sudah satu setengah jam mereka menunggu oprasi tersebut sampai akhirnya seorang dokter keluar dari ruang unit gawat darurat.
"siapa dari keluarga pasien?" tanya dokter tersebut menatap Ryeowook dan Eunhyuk
"ne saya dok" ucap Eunhyuk sembari mengusap air mata yang terus saja menetes dari matanya.
"mari ikut saya keruangan saya" ucap dokter tersebut dengan nada serius, membuat Eunhyuk semakin khawatir akan kejadian buruk yang akan menimpanya dan keluarga Super Junior.
"ne" ucap Eunhyuk dengan lemah, ia melirik Ryeowook yang masih saja menangis, dan meninggalkannya menuju ruangan dokter yang mengoprasi Kibum barusan
Saat Eunhyuk meninggalkan Ryeowook yang sedang menangis, datanglah Donghae, Kyuhyun dan Zhoumy yang berlari menghampiri Ryeowook
"Wookie ah. Di mana Kibum?" tanya Zhoumy panic berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Ryeowook. Ryeowook yang merasa namanya dipanggil mendongkakkan wajahnya dan dengan sigap memeluk Zhoumy. Zhoumy yang merasa tubuh mungil Ryeowook yang bergetar hebat membalas pelukan Ryeowook dan menepuk pelan punggung Ryeowook memberikan ketenangan pada Ryeowook.
"Wookie ah. Di mana Kibum?" Donghae bertanya sedikit membentak Ryeowook karena Ryeowook hanya menangis sesegukan dan tak menjawab pertanyaan Zhoumy
"hyung, tenanglah. Lihat keadaan Ryeowook hyung. Dia pasti sama dengan kita hyung!" ucap Kyuhyun dengan tenang menenangkan Donghae, walaupun ia tahu bahwa dirinyapun sebenarnya tidak dalam keadaan setenang itu.
"k-kibum" ucap Ryeowook pelan masih menangis dalam pelukan Zhoumy tapi mampu di dengar oleh Kyuhyun, Zhoumy dan Donghae.
"ada apa dengan Kibum?" tanya Donghae dengan mata yang mulai memanas. Ia tak ingin terjadi apa-apa dengan Kibum, Kibum adalah dongsaenya, adik yang tak pernah dimilikinya dan ia tak ingin terjadi apa-apa dengan Kibum.
"t-tadi aku melihatnya di-digendong Eunhyuk hyung tengah p-pingsan dan pergelangan tangan yang terikat kain" ucap Ryeowook dengan susah payah karena ia sama sekali tak bisa menahan tangis dan sesegukannya
Ketiga namja yang mendengar penuturan Ryeowook membelalakkan matanya, Donghae mulai meneteskan kristal bening dari pelupuk matanya. Mana mungkin Kibum melakukan hal itu. apa yang Kibum pikirkan sampai melakukan hal babo seperti itu, apa Kibu, hanya memikirkan dirinya saja sampai ia tak berpikir bagaimana perasaan orang lain? Kibum memang namja yang sedikit tertutup, terkadang jika ia memiliki masalah ia tak akan menceritakan kepada orang lain kecuali jika orang tersebut memaksanya untuk menceritakan masalahnya. Dan itu membuat orang terkecoh pada Kibum, karena ia seorang aktor pasti saja ia bisa membuat ekspresi yang bisa menipu seseorang.
Sejenak Ryeowook, Donghae, Zhoumy dan Kyuhyun diselimuti kesunyian dan lebih memilih bungkam. Mereka menanyakan pada diri mereka apa yang membuat Kibum seperti itu. sampai akhirnya seorang namja dengan rambut blondenya mendekati mereka dengan langkah gontai dari wajahnya yang pucat pasi, dan mata yang sebab akibat air mata yang sedari tadi menetes tiada henti.
"Hyukkie" teriak Donghae memeluk tubuh ramping Eunhyuk yang tadi berjalan dengan tatapan kosong kearah lantai rumah sakit
"Hae" ucap Eunhyuk bergetar air mata yang sempat berhenti menetes kembali mengalir dari pelupuk matanya. Ia membalas pelukan Donghae dengan erat seolah ia menyampaikan rasa takut yang teramat sangat. Donghae yang mengerti akan kekasihnya yang tengah takut, sedih, dan panic hanya mengelus punggung Eunhyuk, menyampaikan rasa tenang pada Eunhyuk yang terus saja bergetar seperti Ryeowook.
"wae Hyukkie? kau dari mana?" tanya Donghae dengan air mata yang masih menetes, nada bicaranya mulai bergetar takut menerima kemungkinan terburuk tentang Kibum.
"dari ruang dokter, Hae" ucap Eunhyuk dengan nada bergetar juga, air mata masih saja menetes. Ia memeluk tubuh Donghae semakin erat, sangat erat sampai baju Donghae berkerut karenanya.
"hyung bagaimana dengan Kibum?" tanya Ryeowook berlari menuju Eunhyuk disusul oleh Zhoumy dan Kyuhyun. Ryeowook masih saja menangis seperti tadi akan tetapi kini ia sedikit lebih tenang tapi tidak mengurangi rasa kepanikan yang ada pada dirinya.
Eunhyuk yang merasa dipanggil, melepaskan pelukannya pada Donghae dan beralih memeluk Ryeowook membuat Ryeowook semakin khawatir akan terjadi kemungkinan terburuk pada Kibum
"syukurlah" desah Eunhyuk dengan nada bergetar membuat Ryeowook sedikit bisa bernafas lega.
"K-Kibum baik-baik saja Wookie ah, ia hanya koma karena terlalu tegang dan luka di pergelangan tangannya tidak terlalu parah" lanjut Eunhyuk lagi membuat Zhoumy, Kyuhyun dan Donghae bernafas lega. Mereka sangat berterimakasih kepada Tuhan karena telah menyelamatkan nyawa salah satu keluarga mereka.
"hyung, Kibum hyung sekarang dimana?" tanya Kyuhyun memegang pundak Eunhyuk membuat Eunhyuk melepaskan pelukannya pada Ryeowook
"dia masih di ruang unit gawat darurat, sebentar lagi akan di bawa ke ruang rawat inap" ucap Eunhyuk sedikit tersenyum, membuat Donghae tersenyum juga. Ia lega dengan dongsae kesayangannya yang telah selamat dari bahaya, dan kini kekasih yang sangat ia cintai telah bisa tersenyum yang membuatnya semakin merasa lega. Ia sungguh tak ingin melihat air mata itu menetes lagi dari pelupuk mata Eunhyuk yang ia cintai.
Sekejap mereka kembali dalam suasana hening, akan tetapi keheningan itu btidak berlangsung lama karena suara phonesel Kyuhyun yang berdering.
"wae umma?" tanya Kyuhyun menjawab panggilan dari Leeteuk
"kau ada dimana anak nakal?" tanya Leeteuk dengan nada kesal kepada Kyuhyun
"aku berada dirumah sakit Leeteuk" kesal Kyuhyun memanyunkan bibirnya karena panggilan Leeteuk padanya
"mana sopan santunmu Cho Kyuhyun" kesal Leeteuk kepada Kyuhyun
"sudah ku bilang berapa kali aku tak mengenal mereka umma!" balas Kyuhyun kesal
"sekarang kau ada dimana?" tanya Leeteuk mengulang pertanyaannya barusan
"kami di rumah sakit umma" ucap Kyuhyun santai, Leeteuk yang mendengar itu seketikan berganti ekspresi menjadi pucat pasi.
"kenapa kau dirumah sakit Kyunnie? Ada apa?" tanya Leeteuk khawatir
"aku tak apa umma, tapi Kibum hyung ada di rumah sakit" ucap Kyuhyun dengan santainya tanpa melihat tatapan hyungnya yang mengartikan Kyuhyun masih saja bisa melucu dalam keadaan genting seperti ini.
"K-Kibum kenapa?" tanya Leeteuk dengan nada semakin cemas
"aku tak tahu, umma kesini saja. Aku ada di rumah sakit Gyeogum. Sudah ya umma hyungdeul tengah menatapku tajam" ucap Kyuhyun terkekeh geli melihat kekesalan hyungnya.
"dasar anak nakal. Tunggu umma di sana" kesal Leeteuk mengakhiri teleponnya. Kyuhyunpun menatap semua hyungnya dengan tatapan innocentnya
"wae?" tanya Kyuhyun kepada semua hyungnya yang masih menatapnya
"ani" ucap Eunhyuk, kemudian pintu ruang unit gawat daruratpun terbuka, menampilkan seorang namja yang terbaring lemah diatas ranjang putih rumah sakit. Eunhyuk, Donghae, Ryeowook, dan Zhoumy kemudian menyusul suster yang mendorong ranjang tersebut menuju ruang inap.
"Kyu. Kenapa kau diam?" tanya Ryeowook berbalik menatap Kyuhyun yang asik mentouch phoneselnya.
"ani. Aku menunggu umma hyung, nanti beri tahu saja aku di kamar mana Kibum hyung di rawat" jawab Kyuhyun masih mentouch phoneselnya. Kini Ryeowook yakin jika Kyuhyun tengah bermain game di phoneselnya.
"ne" ucap Ryeowook kemudian menyusul Zhoumy, Donghae dan Eunhyuk yang mengikuti Kibum menuju ruang inapnya
.
.
.
Di lain tempat. Terlihat seorang namja dengan tubuh atletis, tengah terduduk di greja yang terlihat sedikit sepi. Siwon mengatupkan kedua tangannya sembari memejamkan matanya. Mengucapkan doa demi doa agar orang-orang yang berharga bagi dirinya selalu dilindungi oleh tuhan.
Saat Siwon keluar dari greja tiba-tiba sebuah burung dara putih terjatuh tepat di depan kepalanya. Membuatnya terkejut dan menghindari burung tersebut sehingga burung tersebut jatuh tepan di hadapnnya. Saat ia hendak mengambil burung tersebut sebuah suara menginterupsinya membuatnya meraih saku celananya dan mengambil phoneselnya dan menekan tanda terima dan menjawab panggilan tersebut.
"wae umma?" tanya Siwon menjawab panggilan Leeteuk
"Siwon, bisakah pulang dari greja kau bergegas menuju rumah sakit Gyeogum?" tanya Leeteuk
"ne umma, memangnya ada apa?" tanya Siwon mengernyitkan keningnya
"cepatlah. Umma tunggu di parkiran rumah sakit" ucap Leeteuk mengakhiri panggilannya. Setelah menerima panggilan tersebut, Siwon kembali meletakkan phoneselnya di dalam saku celananya dan memungut burung dara putih tersebut dan membawanya menuju mobil bersamanya menuju rumah sakit
.
.
.
Siwon POV
"memangnya siapa yang sakit?" tanyaku pada diriku sendiri. aku terus saja melajukan mobilku menuju rumah sakit yang umma maksud.
Kini sampailah aku di parkiran rumah sakit, terlihat umma Leeteuk dan beberapa hyung dan dongsaeku. Mereka terlihat sangat khawatir. Memangnya ada apa? Kenapa semua orang bermimik wajah seperti itu? karena penasaran aku menghentikan mobilku mengambil dara putih yang tadi terluka sembari keluar dari pintu dan beranjak menuju umma .
"umma? Wae?" tanyaku bingung
"ne ikut kami Siwon" ucap umma melangkahkan kakinya menuju gedung rumah sakit. Memangnya ada apa? Siapa yang sakit. Aku hanya diam sembari mengikuti langkah umma, appa, Shindong hyung, Nari, Heechul hyung, Henry dan Kyuhyun. Saat berjalan di koridor rumah sakit banyak pasang mata yang memandang kami aku hanya membalas pandangan mereka dengan senyum simpul. Kyuhyun yang berjalan disebelahku hanya membungkamkan bibirnya karena terlalu focus bermain dengan PSPnya.
"Kyu, memangnya ada apa?" tanyaku pada Kyuhyun. Kyuhyun hanya melirikku sekejap dan kembali memfocuskan matanya pada layar PSPnya
.
.
.
Author POV
"ada orang sakit Choi" ucap Kyuhyun santai sembari terus berjalan. Siwon yang mendengar penuturan Kyuhyun menggeplak kepala Kyuhyun dengan tangannya membuat sang empunya tangan meringis kesakitan sembari memegang belakang kepalanya dengan sebelah tangannya.
"YA! hyung kenapa? Kenapa memukulku?" ringis Kyuhyun memegang belakang kepalanya sembari menatap tajam ke arah Siwon akan tetapi yang ditatap hanya tersenyum simpul membuat Kyuhyun jengkel
"makanya jawab pertanyannku" ucap Siwon, Kyuhyun yang mendengar itu hanya mengernyitkan sebelah alisnya
"kau benar ingin tahu?" tanya Kyuhyun mendapat anggukan dari Siwon
"kalau begitu ikut aku" lanjut Kyuhyun berbelok kearah kanan dari koridor yang menghubungkan rumah sakit dengan tamannya.
.
.
.
Sampailah kini Kyuhyun dan Siwon di taman rumah sakit. Kyuhyun mengisyaratkan Siwon untuk duduk di sebuah bangku taman yang kebetulan sedang kosong.
"nah, ceritakan padaku. ada apa?" tanya Siwon mengulang pertanyaannya barusan
"sebelum kau bertanya. Biarkan aku bertanya lebih dahulu hyung" kata Kyuhyun mendapat anggukan dari Siwon
"hyung saat hyung mencari Kibum hyung. Hyung ada dimana?" tanya Kyuhyun menatap Siwon dengan serius, membuat Siwon merasa gugup ditambah pertanyaan Kyuhyun yang menurutnya adalah masalah
" ngg... itu...aku-aku mencarinya" ucap Siwon berdusta karena ia tak ingin ada orang yang tahu bahwa ia bertemu dengan Yoona
"YA! kau mencari dimana? Kau tak akan bisa membohongiku karena Hangeng hyung sudah mencari kalian dimana-mana!" seru Kyuhyun kesal dengan lagap Siwon yang berusaha menipunya
"kecuali jika kau berada di parkiran ruang bawah tanah" tegas Kyuhyun. Siwon yang merasa dirinya yang terpojok hanya menundukkan kepalanya
"ne, aku memang diruang bawah tanah, Kyu" ucap Siwon sembari mengelus burung dara putih yang sayapnya tengah terluka di dekapannya tersebut
"lalu apa yang kau lakukan disana hyung?" Tanya Kyuhyun sebari bermain PSP kesayangannya
"aku… bertemu dengan Yoona" jujur Siwon menatap pemandangan taman rumah sakit dengan tatapan kosong
"MWO?" Kyuhyun yang mendengar penuturan Siwon hanya membelalakkan matanya sembari beralih dari PSPnya menatap Siwon tak percaya. Ia tak percaya jika Siwon masih berani menemui Yoona setelah kejadian itu
"untuk apa hyung bertemu dengannya lagi?" Tanya Kyuhyun menghentikan permainan PSPnya.
"meluruskan masalahku, Kyu. Kau sudah lupa hubunganku dengan Yoona belum berakhir?" tutur Siwon membuat Kyuhyun yang mendengar semua itu menggangguk paham
"terus? Apa yang kau lakukan disana?" Tanya Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya. Ia masih bingung kenapa Siwon mencari Yoona
"mengakhiri hubunganku dengannya yang tak sengaja terjalin" ucap Siwon menundukkan kepala. Kyuhyun yang melihat burung dara di tangan Siwon tertarik untuk bermain dengan burung tersebut
Sembari merebut burung tersebut dari genggaman Siwon, Kyuhyunpun menjawab pernyataan Siwon
"syukurlah kau cepat mengambil keputusan hyung" canda Kyuhyun sembari melempar-lempar kecil burung tersebut membuat Siwon yang melihat hal itu merebut kembali burung itu dan membuat Kyuhyun kesal atas ulah Siwon
"aku memang harus meluruskan masalahku Kyu" balas Siwon tanpa mengindahkan tatapan Kyuhyun padanya
"lalu apa yang akan kau lakukan setelah itu hyung?" Tanya Kyuhyun merebut kembali burung dara yang ada di genggaman Siwon. Siwon yang burungnya di rebut semena-mena oleh Kyuhyun hanya menatap Kyuhyun kesal karena ia khawatir burungnya akan dijadikan permainan oleh Kyuhyun yang senang menyiksa binatang.
"aku akan berusaha merebut cinta Kibum kembali" ucap Siwon mulai berdiri, Kyuhun yang melihat Siwon ikut berdiri dan mengisyaratatkan Siwon untuk mengikutinya sembari menggenggam burung dara putih tersebut. Siwon yang mendapat isyarat demikian hanya mengikuti Kyuhyun, sebelumnya memungut PSP yang ditinggalkan Kyuhyun.
.
.
.
Kini sampailah Kyuhyun dan Siwon disebuah kamar VIP. Siwon yang melihat pintu kamar tersebut hanya menatap bingun sembari bertanya-tanya siapakah yang sedang sakit.
"hyung, masuklah terlebih dahulu aku akan menjemput Minnie hyung di lobie rumah sakit" ucap Kyuhyun sembari menggnenggam burung tersebut dan memasukkan phoneselnya ke saku celananya dengan tangan yang lain .
"ne, silahkan" ucap Siwon menganggukkan kepalanya
"ini, burungmu. Aku tak mungkin membawa benda ini. Kembalikan PSPku!" kesal Kyuhyun mengembalikan burung tersebut ke tangan Siwon dan merebut PSPnya dari tangan Siwon
"setidaknya benda ini tak hilang jika aku tak memungutnya Kyu" kesal Siwon menggenggam burng tersebut dan mulai menggenggam gagang pintu. Kyuhyun yang di nasehati hanya berlari menjauhi Siwon.
.
.
.
Siwon POV
Sejenak aku menghembuskan nafas pelan. Di pikiranku masih terbayang-bayang siapa yang sakit. Aku membuka pintu dan melihat Zhoumy gege dan Henry juga Heechul hyung dan Hangeng gege.
"hyung" ucapku sembari melihat orang-orang di dalam kamar
"kenapa kau lama sekali?" Tanya Heechul kesal memukul kepalaku
"itaii, siapa yang sakit hyung?" tanyaku to the point, Hangeng hyung yang sedang duduk di sebuah sofa mendekatiku dan Heechul hyung
"lihatlah ke dalam" ucap Hangeng hyung tersenyum padaku, aku hanya menganggukkan kepalaku dan beranjak menuju kedalam ruang ini
.
.
.
Kibum POV
Disini gelap, apa aku telah sampai singga sanaku di surga? Ku rasakan sebuah tangan yang mengenggamku. Aku yakini bahwa aku masih di bumi. Apa Tuhan tidak benci padaku? Kenapa aku di beri kesempatan untuk merasakan lagi? Bukankah orang meninggal itu mati rasa? Kenapa aku bisa merasakan? Ternyata aku melum mati.
Perlahan aku membuka mataku, terlihat seorang namja dengan tubuh atletisnya sedang menangis. Wajahnya begitu dekat hinggaku rasakan air matanya yang hangat menetes halus di kulitku.
"Si-Siwon hyung" ucapku pelan, ia menggenggam tanganku. Membuat hatiku berdesir hangat. Aku tak dapat mengingat apa-apalagi setelah aku menggores pergelangan tanganku dengan pisau.
"ne, syukurlah kau sudah sadar Bummie" suaranya begitu bergetar. Ia tersenyum hangat dan memelukku. Aku merindukan pelukan ini, pelukan yang hangat akan kasih sayangnya
"h-hyung…" ucapku sembari melepaskan pelukannya
"ne? waeyo?" tanyanya sembari tersenyum, senyuman yang membuatku tak bisa membencinya. Senyuman yang selalu mendampingiku, dan senyuman yang akan aku jaga agar senyuman itu tidak akan memudar
"mian aku telah menghakimi hyung tanpa tahu sebab yang pasti" ucapku lemas, aku masih merasakan sakit kepala yang teramat sangat akibat baru tersadar dari komaku
"ani, aku yang salah chagi karena telah membohongimu dan tak member tahumu dengan jelas" jelas Siwon hyung sembari tersenyum sedih
"itu memang salahmu Choi" candaku padanya. Aku senang ia menyadari kesalahannya dan mau mengakuinya. Jarang sekali aku melihat orang sepertinya
"mwo? Dimana sopan santunmu Kim?" terlihat wajahnya yang sedikit kesal karena aku memanggilnya hanya dengan marganya tapi aku menyukai hal itu karena ingin melihatnya marah
"entahlah, kau?" tanyaku sembari tersenyum padanya
"di hatimu chagi" ucapnya halus membuat hatiku berdesir hangat, rasanya aku menyesali perbuatanku yang ingin mengakhiri hidup. Sangat bodoh, aku menyadari sifat egoisku yang sama sekali tak memikirkan orang lain. Mianhae hyung, mian ajjuma dan mian dongsaedeull dan hyungdeull aku telah menjadi seseorang yang egois.
"kau bohong!" ucapku sembari terkekeh geli padanya
"mwo? Kau tidak percaya?" tanyanya dengan tatapan semakin sebal.
"ne, apa yang akan kau buktikan padaku? He?" candaku membuatnya semakin kesal
"kau tahu benda ini chagi?" tanyanya sembari tersenyum padaku
"itu phoneselmu. Ada apa dengan benda itu?" tanyaku sembari mengernyitkan sebelah alisku karena tak mengerti akan maksudnya
"benda ini yang membuat kesalah pahaman ini!" tegasnya menuju jendela rumah sakit, aku yang melihat lagapnya hanya menatap gerak geriknya
"lalu?" tanyaku
"benda ini harus di musnahkan" ucapnya kemudia membuah phoneselnya dari jendela lantai empat rumah sakit ini. Au yang melihat itu hanya membelalakkan mataku akan tetapi terhalangi sakit kepalaku membuatku tak bisa berbuat apa-apa tubuhku kembali lemas, jadi aku hanya bisa membaringkan tubuhku sembari melihat apa yang Siwon hyung lakukan
"kenapa kau lempar hyung?" tanyaku dengan lemas
"supaya kau yakin bahwa aku hanya milikmu!" serunya dengan kesal lalu kembali beranjak menuju tempat tidurku dan duduk disampingku sembari mengelus pipiku. Aku rasa pipiku telah terbakar karenanya karena menahan rasa malu, sungguh saat ini aku merasa seperti seorang yeoja seutuhnya.
"tapi kau tak perlu melempar phoneselmu untuk membuktikan itu" kesalku, akan tetapi kesal yang kurasa tak sebanding sengan kebahagiaan yang aku dapatkan karenanya
"aku tak perduli dengan itu" jawabnya sembari mencium punggung telapak tanganku, Tuhan kuatkanlah aku agar semburan merah di pipiku tak kembali lagi.
"tapi kau selalu mengikatkanku untuk menghargai setiap benda yang kau miliki!" seruku membuatnya tersenyum sangat menawan menampakkan lesung pipi yang sangat ketara
"ini untuk pengecualian chagi" jawabnya sembari tertawa pelan. Membuat aku tersenyum lemah karenanya
"chagi" panggilnya padaku.
"wae?" tanyanku padanya sembari masih tersenyum
"saranghae" ucapnya sembari kembali mencium punggung telapak tanganku
"n-nado s-saranghae" balasku sembari tersipu malu, ia yang melihatku seperti itu kembali mencium sekali lagi punggung tanganku. Aku harap cintanya padaku akan tetap bersemi sampai akhir dari kodratku sebagai seorang manusia yang selamanya tidak akan menemukan kesempurnaan
.
.
.
THE END OF THIS STORY
.
.
.
Epilog
.
.
.
Author POV
"Siwon" panggil Leeteuk saat ia, Ryeowook, Yesung, Zhoumy dan Henry saat memasuki kamar Kibum
"ne umma. Wae?" Tanya Siwon sembari tersenyum senang. Kibum yang menatap Siwon hanya tersenyum kecil melihat Kekasihnya yang sangat ia cintai
"jagalah Kibum, dan jangan sakiti dia" ucap Leeteuk mengelus rambut Siwon yang tengah menggenggam tangan Kibum dengan sebelah tangannya. Ryeowook yang melihat burung yang ada di genggaman Siwon berjingkrak senang dan berjalan menuju Siwon yang tengah menggenggam burung tersebut sembari menggenggam tangan Kibum.
"lucunya!" seru Ryeowook sembari merebut burung tersebut dari tangan Siwon
"ne umma" Siwon tersenyum dan kembali menatap Kibum yang terus menatapnya. Siwon tersenyum kecil melihat keadaan Kibum yang sudah stabil. Ia mencondongkan dirinya dan mencium kening Kibum, membuat Kibum bersemu merah kembali.
"Wookie, jangan bermain dengan burung itu" seru Yesung menarik tangan Ryeowook yang tengah berdiri sembari bermain dengan burung dara yang dibawa Siwon. Ryeowook yang ditarik kepangkuan Yesung hanya menurut saja dengan masih bermain dengan burung dara tersebut.
"Ryeowook gege dimana kau mendapatkan burung itu?" ucap Henry mendekatan Ryeowook yang duduk di pangkuan Yesung. Ryeowook yang melihat bekas darah di sayap burung tersebut berganti mimic wajahnya dengan ekspresi khawatir
"Siwon hyung yang membawa burung ini. Henry ah. Sepertinya burung ini terluka, lebih baik kita obati" ucap Ryeowook khawatir bangkit dari pangkuan Yesung dan beranjak menuju kotak p3k di temani oleh Henry yang juga ikut mengobati sayap burung tersebut. Yesung dan Zhoumy yang melihat tingkah laku kekasih mereka yang sangat kekanak-kanakan hanya tersenyum kecil sembari terus memperhatikan tingkah laku kekasih mereka masing-masing.
"annyeong" ucap sebuah suara tenor seperti Ryeowook, namja dengan tubuh mungil sedikit berisi dengan wajah manisnya masuk dengan sebuah parsel buah dan sebuket bunga lilly putih, di susul Kyuhyun yang bermain dengan PSPnya.
"annyeong" sapa orang-orang yang berada di kamar tersebut
"dimana Kibum?" Tanya Sungmin dengan nada riang.
"Kibum sedang bersama Siwon" ucap Leeteuk tersenyum sembari mengambil parsel dan buket yang di bawa Sungmin. Sungmin mendekati Kibum yang tengah bersama Siwon. Terlihat Siwon yang begitu perhatian mengurus Kibum, ia mengelus rambut Kibum sembari menggenggam tangan Kibum. Dan Kibum terlihat sangat nyaman dalam asuhan Siwon membuat orang-orang disana tersenyum senang karena Kibum telah rujukan dengan Siwon.
"lihatlah mereka sangat serasi" puji Zhoumy yang duduk disebelah Yesung
"syukurlah mereka telah rujukan" ucap Yesung menatap Siwon dan Kibum
"aku sangat merindukan masa-masa ini" ucap Shindong senang sembari mengambil cemilan dan memakannya sesekali menyuapi Nari, yang beberapa menit yang lalu memasuki kamar Kibum
Sungmin mendekati Siwon yang sedang mengurus Kibum dengan penuh kasih
"bagaimana keadaanmu Kibummie?" Tanya Sungmin berdiri disebelah Siwon.
"aku merasa bodoh hyung" ucap Kibum memperlihatkan perban yang menutupi pergelangan tangannya.
Siwon yang melihat tingkah kekasihnya hanya tersenyum sedih sembari mencubit pipi Kibum. Membuat Kibum memperlihatkan tatapan kesalnya kepada Siwon. Sungmin yang melihat tingkah dongsaenya hanya tertawa kecil.
"hyung, bisakah kau tidak mencubitku?" kesal Kibum memegang bekas cubitan dari Siwon
"aku tidak bisa jika tidak menjahili kekasihku. Bummie" ucap Siwon mendapat pukulan pelan dari Kibum dan geplakan kepala dari Sungmin
"jangan menjadi Kyu, Siwon!" seru Sungmin membuat Kibum tertawa kecil
"ani hyung. Tidak mungkin aku akan menjadi kekasihmu itu hyung" kesal Siwon karena disama-samakan dengan Kyuhyun
"memangnya ada apa denganku? Kenapa kalian memanggilku?" Tanya Kyuhyun dengan wajah innocentnya mendekati Sungmin, Kibum, dan Siwon. Sungmin yang melihat tingkah laku Kyuhyun tidak memperdulikannya membuat Kyuhyun memanyunkan bibirnya.
"baiklah jika tidak ada yang berbicara aku pergi!" kesal Kyuhyun kembali memainkan PSPnya. Membuat semua yang ada disana tertawa karena tingkah Kyuhyun yang kekanak-kanakan.
"jadi kalian kembali rujukan?" Tanya Sungmin, membuat Kibum bungkan kini ia ingat pesan ajjuma Choi untuk menjawa Siwon sebagai kekasih yang baik.
"ne, kami rujukan kembali. Saat sebelum aku ke gereja umma meneleponku. Katanya jika aku mencintai Kibum, aku harus bisa menjaganya dan merawatnya. Seperti umma yang terus merawat dan menjagaku" kata Siwon sembari tersenyum dan kembali mengelus rambut Kibum. Kibum yang mendengar itu membelalakkan matanya membuat Sungmin dan Siwon menatapnya aneh
"wae Bummie? Jadi ummamu telah nengetahui hubungan kalian?" Tanya Sungmin pada Kibum dan Siwon.
"ani, aku hanya terkejut hyung" ucap Kibum tersenyum.
"ne hyung. Yoona yang mengatakannya pada umma" ucap Siwon membuat Sungmin terkejut dan Kibum yang mendengar itu juga ikut membelalakkan matanya
"untuk apa yeoja itu mengatakan hal itu kepada ummamu?" Tanya Sungmin antusias
"entahlah. Yang jelas aku mencintai Kibum, dan bukan Yoona. Jadi kenapa kau memperdulikan itu hyung!" seru Siwon dengan Kesal. Saat menatap Kibum mimic wajah Siwon berumah menjadi ekspresi khawatir. Takut membuat Kibum terluka.
Kibum yang ditatap demikian oleh Siwon hanya memanyunkan bibirnya, dan menampar pipi Siwon pelan
"aku tak akan cemburu dengan itu hyung" canda Kibum membuat Siwon mengelus dadanya karena kibum tak marah dengan itu. Ia hanya tersenyum hambar menanggapi candaan Kibum.
"jadi kalian sungguh-sungguh rujukan?" Tanya Sungmin mendapat anggukan dari Siwon
"hah, syukurlah" ucap Sungmin lega.
"hyung, bukankah hubungan kami belum sepenuhnya berakhir?" Tanya Siwon mendapat anggukan dari Sungmin.
"ya sudah, Kibum istirahatlah. Aku keluar sebentar" pamit Sungmin meninggalkan Kibum dan Siwon dan pergi menuju hyung dan dongsaenya
"senangkah kau setelah menjelek-jelekkanku hyung?" kesal Kyuhyun membaringkan dirinya di sofa sembari bermain dengan PSPnya
"aku hanya bercanda chagi" ucap Sungmin mendekati Kyuhyun dan duduk di sebelahnya
"kau tahu? Anak ini sudah dari seperti itu dari tadi" ucap Heechul pada Sungmin membuat Sungmin membelalakkan matanya
"ne, Heechul hyung benar. Sudah dari tadi dia uring-uringan seperti itu" lanjut Kangin membuat Leeteuk mencubit lengannya
"mwo?" Sungmin semakin membelalakkan matanya saat mendengar penuturan Kangin
"Kyu" panggil Sungmin
"jangan panggil aku! Aku kesal!" seru Kyuhyun sembari masih bermain dengan PSPnya
"chagi" ucap Sungmin lembut sembari mengelus rambut Kyuhyun
"MWO!" Tanya Kyuhyun masih kesal
"kau lapar?" Tanya Sungmin dengan senyuman manisnya
"AKU LAPAR!" seru Shindong mengangkat tangannya, Nari yang melihat kekasihnya seperti itu menurunkan tangan Shindong
"oppa, kenapa kau tak bilang jika kau lapar? Ayo keluar untuk mencari makanan" ucap Nari dengan nada senang dan menarik tangan Shindong keluar ruang rawat inap.
"oppadeul aku dan Shindong oppa, pergi untuk mencari makanan ne?" ucap Nari sebelum benar-benar pergi bersama Shindong.
"kalian sudah makan malam?" Tanya Leeteuk sembari tersenyum
"aku belum umma" ucap Yesung, mendapat anggukan dari Kangin, Heechul, Kangin, Zhoumy, Ryeowook, Henry dan Sungmin.
Kyuhyun yang masih kesal mengacuhkan pertanyaan dari Leeteuk. Ia selalu bersikap seperti ini jika kesal dengan satu orang maka ia akan berlaku sama dengan semuanya. Dan seluruh hyungnya afal dengan sikapnya itu
"Kyu kau lapar?" Tanya Sungmin mengulang pertanyaannya barusan
"walaupun aku tak makan aku tak akan mati" sergahnya. Masih bermain dengan PSPnya
"Minnie ah, semasih kau membujuk Kyuhyun. Umma menanyakan Siwon terlebih dahulu ne" ucap Leeteuk mendapat anggukan dari Sungmin
"Wonnie? Apa umma mengganggu kalian?" Tanya Leeteuk membuat Siwon mendongkakkan kepalanya mencari suara yang memanggilnya.
"ani umma? Wae?" Tanya Siwon menatap Leeteuk
"apa kau ingin memakan sesuatu?" Tanya Leeteuk semari tersenyum
"ani umma. Nanti saja. Aku masih ingin menjaga Kibummie" ucapnya sembari tersenyum manis, Leeteuk yang melihat Kibum yang tengah tertidur hanya tersenyum dan kembali ke ruang tamu.
Sesampainya di ruang tamu, Leeteuk segera mengambil jaket dan Kunci mobilnya dan beranjak untuk membeli makanan.
"aku pergi sebentar" ucap Leeteuk mendapat anggukan dari anak-anaknya
"Teukkie hyung aku ikut" ucap Kangin dan Hangeng berbarengan, membuat Leeteuk tersenyum hambar sembari menganggukkan kepalanya. Kangin dan Hangeng ikut mengambil jaket mereka, dan menyusul Leeteuk yang terlebih dahulu menuju parkiran rumah sakit.
Kini tinggal Kyuhyun, Sungmin, Henry, Zhoumy, Yesung, Ryeowook dan Heechul yang tengah duduk sembari menonton tv di dalam ruang tamu ruang rawat inap.
"ngomong-ngomong kemana perginya Eunhyuk dan Donghae?" Tanya Sungmin pada orang-orang yang berada di dalam ruang tamu
"menurut hyung apa lagi selain berkencan" ucap Ryeowook yang masih bermain dengan Henry dan burung dara putih yang di bawa Siwon barusan
"mereka itu, apakah ada hari tanpa berkencan?" keluh Sungmin sembari menggelengkan kepalannya
"ingat mereka sudah menikah" ucap Heechul dengan wajah bosannya karena Hangeng meninggalkannya
"benar juga" ucap Ryeowook masih bermain dengan Henry dan burung dara putih yang Siwon bawa
"sebelum mereka menikah juga mereka biasa seperti itu!" ucap Kyuhyun membuat semua orang menatapnya. Kyuhyun yang risih ditatap demikian merasa semakin kesal
"WAE? SALAHKAH AKU BERBICARA?" ia mengkerutkan keningnya dan memanyunkan bibir bawahnya, sungmin yang merasa kekasihnya mulai kekanak-kanakan hanya menghembuskan nafas berat dan mengelus rambut Kyuhyun
"Hyunnie, kami tidak bermaksud menyinggungmu chagi" tutur Sungmin dengan senyum manis mengembang di bibirnya
"lalu?" ucap Kyuhyun ketus membuat Sungmin kembali menghembuskan nafas berat
"aku ingin mengajakmu untuk menenangkan diri" ucap Sungmin membuat Kyuhyun mengernyitkan alisnya
"kau ingin mengajakku kemana?" Tanya Kyuhyun kembali berkutat pada PSPnya
"ke tempat yang kau suka" tutur Sungmin sembari mengambil kunci mobilnya
"jika kau bangkrut, jangan salahkan aku" ucap Kyuhyun singkat sembari menarik tangan Sungmin keluar dari kamar rawat inap Kibum
"Kyu ah, pakai jaketmu diluar dingin" kesal Sungmin sembari melepaskan tangan Kyuhyun dan berlari mengambil jaket Kyuhyun dan berlari kecil menyamai langkah Kyuhyun menyusuri koridor rumah sakit
.
.
.
Yundai department store
Terlihat Donghae dan Eunhyuk yang tengah berjalan berkeliling di dalam salah satu department store di kota Seoul. Eunhyuk dengan wajah senang mendekati toko topi dan segera menarik tangan Donghae untuk bernjak bersamanya memasuki toko tersebut. Donghae yang melihat tingkah kekasihnya hanya tersenyum dan tidak melawan kemana kekasihnya menariknya.
Setelah sampai di dalam toko topi tersebut semua pengunjung di toko itu menatap mereka aneh. Eunhyuk mendengar beberapa ucapan dari setiap pengunjung toko
"bukankah itu Eunhyuk Super Junior?" terlihat seorang yeoja yang tengah menatap Eunhyuk dan Donghae dengan tatapan ingin tahu
"ha? Mana mungkin. Kau piker jika orang yang berambut blonde itu hanya Hyukkie oppa saja?" sergah teman sang yeoja tersebut sembari kembali memilih topi yang ingin ia beli
Eunhyuk yang mendengar perdebatan kecil di antara yeoja tersebut hanya terkekeh geli, Donghae yang melihatnya tidak ambil pusing dan kembali memilih topi yang ia ingin.
Seorang yeoja yang berjalan tepat dihadapan Eunhyuk dan Donghae kembali beragumen dengan temannya mengenai siapa namja yang mirip dengan Donghae dan Eunhyuk
"Itu Hyukkie oppa dan Donghae oppakan?" Tanya yeoja dengan rambut pendek sebahunya
"mana mungkin? Apa kau gila mana mungkin Donghae oppa dan Eunhyuk oppa pergi berdua? Kau pikir mereka benar-benar memiliki suatu hubungan yang khusus? Hah, masih saja kau percaya dengan tipu daya mereka untuk mencari popularitas. Ck, aku sudah bosan" ucap yeoja yang lain dengan rambut yang sama sebahu akan tetapi di kepang kebelakang menampakkan leher sang yeoja yang jenjang.
"hah, apa salahnya mengharapkan sesuatu Rin-ah?" rengek sang yeoja dengan rambut tergerai
"tapi aku tak suka dengan itu! Jika mereka tidak memiliki hubungan apa-apa jangan memperlihatkan sesuatu yang membuat kita berkhayal mereka memiliki sesuatu yang mereka sendiripun tak pahami itu apa" tutur yeoja yang bernama Rin-ah sembari terus berjalan melewati Eunhyuk dan Donghae. Eunhyuk yang mendengar pernyataan yeoja dengan rambut terkepang tersebut hanya memanyunkan bibir bawahnya dan membuat Donghae mengelus pipinya agar ia kembali ke mood awalnya.
"heh, tak ada yang tahu apa yang ada di dalam hati dan pikiran mereka Rin-ah. Hanya mereka dan Tuhan yang tahu" ucap yeoja dengan rambut yang tergerai dengan ria sembari benar-benar beranjak menjauhi Donghae dan Eunhyuk.
"Hae, yeoja yang bernama Rin-ah itu sungguh kejam sekali, Hae" rengek Eunhyuk menatap Donghae nanar, air matanya sudah mencapai pelupuk matanya membuat Donghae tersenyum sedih
"sudahlah Hyukkie, mereka hanya asal menebak saja" ucap Donghae sembari tersenyum menenangkan hati Eunhyuk yang sedang mengalami mood yang kurang baik
"ne, kau benar" respon Eunhyuk dengan senyuman kembali mengembang di bibir manisnya
"Hae, coba lihat topi ini" lanjut Eunhyuk sembari mengambil sebuah topi seperti character salah satu anime kesukaannya
"topi apa ini?" Tanya Donghae mengernyitkan sebelah alisnya
"ini topi yang Luffi pakai dan ini topi yang Chopper pakai di serial anime One Piece!"seru Eunhyuk senang sembari memakaikan Donghae topi berwarna merah muda dengan sepasang tanduk mungil berwarna coklat muda dan tanda silang berwarna putih di depannya.
"bagaimana? Kau suka?" Tanya Eunhyuk dengan menampakkan gummy smilenya membuat Donghae hanya tersenyum sembari mengangguk
"tapi kenapa topimu lebih simple dariku?" Tanya Donghae sembari mengambil topi yang di pakai Eunhyuk, topi yang dipakai Eunhyuk bergaya seperti topi jerami akan tetapi topi ini bukan terbuat dari jerami dengan pita merah yang mengelilinginya.
"karena topi ini cocok untukku" tukas Eunhyuk memanyunkan bibirnya
"kau curang!" seru Donghae melepaskan topi tersebut membuat bibir bawah Eunhyuk semakin memanyun. Donghae yang tahu Eunhyuk akan merajuk kembali memakai topinya.
"jangan marah chagi, aku hanya bercanda. Sebenarnya aku suka dengan topi ini" lanjut Donghae membuat Eunhyuk tersenyum kembali
"oke, kita beli ini ya chagi!" seru Eunhyuk menarik lengan Donghae menuju kasir
Kini Eunhyuk dan Donghae tengah berjalan menelusuri koridor department store. Donghae dengan santainya mengenggam tangan Eunhyuk tanpa memikirkan tatapan orang-orang yang berlalu lalang di hadapan mereka, dan Eunhyuk tengah asik meminum susu strawberrynya sembari terus berjalan beriringan sesekali Donghae mencium telapak tangan Eunhyuk yang digenggamnya.
Tanpa mereka sadar sepasang mata tengah menatap mereka dengan tatapan iri dan benci, sang yeojapun bergumam pada dirinya sendiri
"Lee HyukJae, akan ku buat kau menyesal telah merebut Donghae dariku!" ucap sang yeoja dengan seingai kebencian yang terukir manis di bibir tipisnya.
.
.
.
END FOR THIS PART.I
AN : senangnya Part.1 telah tamat. Bagamana? Saya kira ini akan menjadi 3 chap. Akan tetapi pada akhirnya menjadi 4 chap, saya sungguh menyayangkan hal itu, dari cerita yang semakin membosankan. Tapi Sungguh apa yang tertulis di fanfic saya ini tidak ada maksud untuk menyinggung pihak manapun, ini hanya fanfic bukan real yang patut di perdebatkan.
Terimakasih
.
.
.
.
.
Author : wow, kelar#renggangin badan
Sungmin : belum kelar, part HaeEun sama SungHyun juga belum kelar
Kyuhyun : bentar gua baca dulu kalimat Sungmin hyung a.k.a uke paling montok di Super Junior.
OMO? SungHyun? muke jamban, gua dijadiin bot seperti itu?
Sungmin : enak aja gua dibilang montok, emang duren?
ga apa kan Kyu? sekali gua pengen jadi top, soalnya kebanyakan fic Kyuhyun x Sungmin buat gua jadi bot melulu, kesel gua
Donghae : nasib hyung
Author : ya ya gua masih punya hutang dua part lagi...
Kyuhyun : bener Sungminnie hyung nasib jadi uke montok seantero SuJu harus berbangga hati*pervert smirk
Donghae, Yesung, Kangin, Hangeng, Zhoumy, Siwon : jadi uke kita-kita ga montok? gitu?
#siapin granat buat mulut Kyuhyun
Kyuhyun : gua ga ada bilang lho~*innocent smile
Sungmin : tapi gua lebih tua dari Kyuhyun!*ngamuk
Leeteuk : tapi menurut gua Kyuhyun lebih pantas jadi topnya KyuMin
Eunhyuk : menurut insting keYadongan Donghae, keIbuan Ryeowook, keBaboan Yesung hyung, memang pantaslah Kyuhyun jadi top
Donghae, Ryeowook, Yesung : *deathglare-in Eunhyuk
Sungmin : tapi gua masa sama brondong?
Leeteuk : bukan eloe aja yang dapat brondong Minnie
Sungmin : siapa saja disini seme brondong
Kyuhyun : gua. tapi seme paling tampan
All(-Kyuhyun) : *ga mengindahkan kePDan Kyuhyun
Eunhyuk : Donghae brondong lagi 7 bulan
Heechul : Hangeng brondong lagi 1 tahun
Leeteuk : Kangin brondong lagi berapa tahun ya?
Author : agar readers memakhlumi otak Leeteuk oppa yang semakin menua
Leeteuk : anjrit loe
Henry : Zhoumy gege chagi ga brondong kok, dia lebih tua dariku*cengar-cengir mamerin pipi chubby
Ryeowook : Yesung hyung juga ga brondong#peluk Yesung
Yesung : aku ga masalah sih mau brondong atau kaga#sok pinter mode : on
Kibum : Siwon hyung ga brondong, eh kapan gua ngomong neh?
Author : ngomong lah oppa
Kibum : oke. hupf... gini
pada akhirnya gua balikan lagi sama si Siwon
Siwon : chagi, akhirnya penderitaan kita dibully si Tom sudah berakhir#peluk Kibum
Kibum : yoa, chagi. Selanjutnya kita lihat penderitaan dari HaeEun couple*evil smile
Kyuhyun : wow, wow, ada yang nyolong senyum maut guan eh! Bayar!
Kibum : pelit loe
Eunhyuk : gua bakalan di bully sama si Tom?
Donghae : ga takut gua! Sama anak kecil? Gampang
Eunhyuk : jangan remehkan anak kecil Hae
Ryeowook : aku sama Yesung hyung? Ga bakalan dibully kan?
Author : gua ga pernah ngebully siapapun*ga nyante
Zhoumy : terus?
Henry : jalan
Sindong : Henry maksudmu apa?
Henry : lampu hijau kan jalan?
Heechul : yang bilang lampu pink jalan siapa?
Kangin : Pink itu warna anak mami
Sungmin : jadi gua anak mami?
Kangin : bukan, anak gajah.
Kyuhyum : anak klinci
Leeteuk : anak appa umma
Donghae : anak ikan
Eunhyuk : anak monyet
Zhoumy : anak nenek
Henry : anak baik
Heechul : anak Heebum
Hangeng : anak Badda
Siwon : anak Tuhan
Kibum : ini anak apaan seh?
Siwon : anak Kuda
Kangin : anak bad boy
Leeteuk : anak Sun Go Kong
Kibum : SETOOOPPPPPPPPP ga perlu berkelamin
Donghae : minta flame sono
Kyuhyun : couple siapa T-eh hyung tumben loe yang minta review
Donghae : lagi pengen
Author : couplenya siapa sekarang?
Sungmin : loe jadi couple shipper juga?
Author : iyalah, ckckckck
Sindong : KyuMin, gua pengen KyuMin
Eunhyuk : gua juga KyuMin
Donghae : ZhouRy
Ryeowook : HanChul
Yesung : Ddangko and the brothers
All(-Yesung) : *natap yesung dengan tatapan "apaan seh loe?"
Heechul : SiBum ga sepenuhnya di bully sama si Tom
Hangeng : terus?
Leeteuk : gua paling prihatin liat Yesung, korban bully pavorit si Tom kayanya dia itu.
Yesung : iya hyung, nyesek gua di bully melulu
Ryeowook :#peluk Yesung, Yesungie hyung ngga pernah di bully siapapun, ga boleh bullyin Yesungie hyung
Yesung : gomawo chagi
Ryeowook : ne, nado chagi~
All(-YeWook) : yee,, suit suit*lempar-lempar bunga layu beserta pot, tanah, cacing, daun, batang, ranting dan lumut-lumutnya
Yesung : sirik aje loe semuanya
Sungmin : yee,, udah si selametin juga!
All(-Yesung) : *manggut-manggut
Author : anjrit gua ngulang lagi buat ini dialog
Kyuhyun : nasib loe ga baik
Author : *deathglarein Kyuhyun
Kyuhyun : ga mempan loe anak kecil
Author : *ngibrit ke KangTeuk
KangTeuk : *lirik Tom, anak siapa ya?
Sindong : anak manusia
Zhoumy : anak kodok
Eunhyuk : anak Kuda
Siwon : hyung, kok ngatain aku? jadi anakku dong?
Kibum : apa? Siwon udah punya anak? loe om-om ngakunya lajang ke gua? tahunya udah punya anak!
Siwon : bukan chagi, arkh dasar anak ikan
Donghae : emang ikan punya anak?
Eunhyuk : Donghae loe kan ikan? jadi loe udah punya anak gitu? loe kemarin dada sekarang anak, ajrit. sakit hati gua!
Author : Eunhyuk menggila
Sungmin : Kibum mengOOC
Kyuhyun : hyungdeull menggaje. mau aja dikatain untung aku engga
Heechul : anak anjing
Kangin : anak setan
Zhoumy : anak game
Kyuhyun : YA! kenapa kalian jadi ngatain aku?
All(-Kyuhyun) : 'katanya ga mempan dikatain?'
Author : ga perlu berkelamin, KANGTEUK minta flame sono
Kangin : bocah edan, manggil kita ga pakai embel-embel
Henry : embel itu yang dipakai ngangkatin air kan?
Hangeng : itu ember
Heechul : bukan Yesung aja, Henry juga seneng di bully sama si Tom, udah gua bilang jodohin aja si Yesung sama Henry kan cocok jadi couple bully
Yesung : bully apaan ya?
Henry : bully yang ada di jalan yang suka nilang aku waktu ga bawa SIM dan STNKkan?
Eunhyuk : itu polisi
ZhouWook : enak aja loe jodohin pacar kita-kita!#iketin Hangeng di perapian
Heechul : #mewek rebutin Hangeng sama ZhouWook yang mengamuk
Author : KangTeuk appa-umma minta flame sono
KangTeuk : beres
oke para readers minta flamenya untuk si Tom sebelum menjdi Cat dan At, pastikan yang baca fic ini tidak dalam keadaan ingin membacok-bacok si Tom, biar si Tomnya ga nangis mewek seperti saat ia nendang lantai sampai kakinya berdarah, yang nendang siapa yang mewek siapa
Author : ga perlu buka kartu kali
KangTeuk : yang penting udah beres
Kyuhyun : Tom udah akhir part, hutang loe!*gaya ala bapak sensus minta KTP
Author : kita bicarakan di belakang#ngibrit ke WC
Kyuhyun : ajrit
All : terimakasih atas partisiasinya karena telah membaca fanfic part.1 kami, kami sangat berterimakasih atas masukannya. Tanpa bantuan dari para senpai dan readers semua kami tak mungkin menjadi lebih baik,, annyeong~
see you next part,
Author : PART depan ada HAEEUN lho~… :D
Kyuhyun : HUTANG GUA!
Author : bukannya udah?*sweatdrop
Kyuhyun : apaan? mana?
Sungmin : udah kelar
, bubar
Author : di bela-(-kang)
Sungmin : BUBAR!
Author & Kyuhyun : *gibrit kabur
Donghae : inget ya Readers part depan ada gua sama my chagi monkey, penasaran? Terus saksikan ini di channel TV dan Youtube, atau Bioskop ke cintaan anda
Eunhyuk : Hae~, don't nakal-nakal#jewer telinga Hae dan nyeret Hae pergi
See you Next part~ :D
