Harvest Moon DS Cute © Natsume Inc.
Gloomy Summer © 2.5.3
Alur datar, OOC, typos dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.
=GloomySummer=
Senja datang, mengiringi langkah Skye yang bersenandung senang. Menuju rumah kekasihnya, seraya membawa sebuket mawar merah dan juga sehelai Blue Feather. Ya, hari ini Skye berniat untuk melamar pujaan hatinya.
'Dimana dia? Tumben tidak ada, padahal panenannya belum selesai,' gumam Skye yang mengendap-endap di kejauhan dari sela-sela pohon pinus yang mengelilingi Heaven Farm. Skye mendekati barisan semak-semak tanaman tomat, dimana tanamannya yang sedikit rusak nampak dari kejauhan.
"CLAIRE?"
Buket mawar itu terjatuh menghantam tanah, beberapa kelopaknya terlempar. Skye memeluk sosok itu, dan mengangkatnya ke dalam rumah. Menidurkannya di tempat tidur dan mengecek kondisinya.
Keadaannya benar-benar membuat Skye pilu. Bibirnya tak lagi merah merona, melainkan kebiruan. "T-Tubuhmu dingin..." kata Skye perlahan, memeriksa denyut nadinya. Masih ada!
"Pe-Pegang tangan ku...Skye..." Skye terperanjat, dan dengan erat meraih tangan Claire, "ja-jangan lepas..u-untuk yang terakhir kali..." Napasnya terdengar timbul-tenggelam, igauannya berhenti sampai di situ. Dengan sigap Skye membawanya ke rumah Dokter Hardy.
"My Angel, jangan bicara macam-macam. Kita akan bahagia bersama selamanya. Kau pasti sanggup bertahan, karena kau juga mampu menaklukkan egoku."
=GloomySummer=
"Waktunya sudah sangat terlambat, jantungnya hanya berfungsi 15%. Seharusnya sejak dari awal di bawa ke rumah sakit besar di ibukota. Kini hidupnya tergantung dengan alat yang terpasang di tubuhnya. Sekalipun selamat, kemungkinan besar dia akan mengalami kelumpuhan permanen karena kerusakan di organ ada keajaiban." Dokter Trent menarik napas panjang.
Skye tahu ini memang terlambat, tapi ia masih punya secercah pengharapan di Klinik Mineral Town ini—tempat terdekat rujukan Dokter Hardy. Jack yang ada di samping Skye sejak awal hanya menatap Dokter Trent kosong.
"Apapun, saya percayakan Dokter untuk mengambil langkah terbaik," Skye memohon pada pria di hadapannya, menatap dalam obsidian kelamnya. Dokter Trent tidak bisa memberikan kepastian, "berdoalah."
Alat-alat yang membantu jantung Claire tetap berdetak dan paru-paru Claire tetap berfungsi, dihubungkan melalui selang-selang dan kabel ke tubuh mungil Claire. Skye duduk di samping gadis itu, sementara Jack dan Cliff yang baru tiba, menanti di ruang tunggu.
Jemari Skye menari di pipi Claire terbakar. Menyentuhnya untuk pertamakalinya, berharap hal itu juga bukan untuk yang terakhir kalinya. Membayangkan gadis iris biru itu bangun dan memarahinya atas kelakuannya. Menanti rengutan Claire setiap Skye kepergok sedang mengendap-endap mengawasinya. Menunggu senyuman ceria gadis itu saat Skye merayunya. Tanpa sadar Skye menggenggam erat jemari Claire.
'Cliff... Dia tahu sesuatu yang tidak kuketahui tentang Claire.'
"Permisi."
Skye yang tersadar dari lamunannya, langsung menyembunyikan apa yang ia lakukan barusan. Wanita berpakaian suster menegurnya.
"Anda ditunggu di depan."
"Ya, terima kasih." Skye menundukkan kepala pada Elli, dan kemudian berdiri dari duduknya—mengalihkan pandangan ke sosok yang sedang tertidur—, "aku mau keluar dulu, hanya sebentar saja. Aku akan kembali lagi." Perlahan Skye melepaskan genggamannya.
=GloomySummer=
"Cliff?" Skye terperangah saat melihat seseorang yang sedang duduk menunggunya. Tanpa berbasa-basi Skye langsung mengeluarkan apa yang ada di pikirannya, "kau tahu apa?"
"Maaf, aku yakin kau pasti tahu ada sesuatu yang kututupi selama ini, dan aku juga yakin kau akan marah padaku. Itu hakmu."
"Cepat, tidak perlu membuang waktu. Katakan saja segera." Wajahnya memerah menahan amarah, "aku takkan bisa memaafkan diriku sendiri kalau terjadi apa-apa padanya."
"Beberapa bulan belakangan ia pernah melakukan pengakuan di Gereja kota ini, dan aku yang berada di luar ruangan kebetulan mendengarnya," Cliff menarik napas panjang, hembusannya terdengar karena suasana begitu sunyi,
"Dia menangis, dia sakit dan dia memohon umur panjang untuk ia bisa sukses dahulu di pekerjaannya sekarang—mengurus pertanian dan peternakan seperti kakaknya—supaya membuat kedua orangtuanya bangga." Cliff memandang lesu Skye yang tampak tidak percaya.
"Lalu, apa dia tidak berobat? Mencari cara untuk menyembuhkan penyakitnya?" Skye menatap Cliff nanar. Bibirnya gemetar.
"Jack juga sudah menceritakan padaku. Claire termasuk gadis yang keras kepala. Claire menganggap berobat hanya akan membuang waktu dan uangnya—sementara dia harus melakukan pekerjaannya—meski kakaknya sudah menjamin semuanya. Akhirnya Claire menempati tanah di Forget-Me-Not Valley, bukan di tempat ini, karena Jack—yang menganggap udara desa lebih sehat dan mendukung kesehatannya—memaksanya tinggal di sana." Cliff menyudahi penjelasannya.
"Jadi..."
"Ya, dia sedang terancam."
BUGH!
"KENAPA KAU TIDAK BILANG PADAKU SEBELUMNYA?" Skye menarik kerah baju Cliff, tangannya yang terkepal bersiap untuk memberikan Cliff hadiah untuk yang kedua kalinya.
"Hajar aku sepuas hatimu, Skye," ucap Cliff pelan, memandang emerald yang penuh kemarahan itu, "dia menyadari aku mendengar semua yang ia akui. Dan dia memohon padaku untuk merahasiakan ini, kupikir aku bisa, tapi ternyata sekarang gagal."
Skye melepaskan tarikannya, menatap Cliff dengan pandangan kosong. Sedangkan Cliff menghapus noda darah di ujung bibirnya.
"Tuan Skye, Tuan Cliff! Nona Claire kritis, Dokter Trent sekarang sedang berusaha keras mempertahankan jantungnya untuk tetap berdetak!" kata Elli mengagetkan kedua pemuda itu. Setelahnya Elli masuk ke ruangan yang ditempati Claire, sedangkan Skye dan Cliff hanya mampu menunggu dan memperhatikan dari kaca di pintu masuk ke ruangan Claire.
'Claire... Aku bersedia menggantikannya, melawan takdirnya, mengalahkan alat-alat itu. Aku ingin kita bertukar tempat.' Skye termenung melihat gadis yang terbaring itu sedang ditolong oleh Dokter Trent dan Elli. Pelan-pelan Skye terjatuh, bersandar di dinding yang dingin dan kaku.
=GloomySummer=
Goddess Pond. Lagi-lagi Skye membunuh waktunya di tempat ini.
Pinkcat yang tumbuh liar tersebar di tanah lapang tepat sebelah kanan Goddess Pond. Tak terawat namun tetap cantik dan anggun. Perlahan jemari sang pencuri itu memetiknya setangkai, menatapnya kosong.
-flashback-
Tap tap. Kresek.
Saat aquamarine itu bertemu dengan emerald yang berkilau.
"Hey cantik. Sendirian saja malam-malam seperti ini? "Skye menyapa gadis yang sedang berlutut membelakanginya. Terpesona. Menyadari sedang diawasi, gadis itu mengalihkan pandangannya, rambut lurusnya berayun seirama tolehan kepalanya. Iris biru itu menatapnya.
"Si-siapa kau?" Tampak kelopak pinkcat jatuh saat gadis itu bangkit berdiri. Beberapa tangkai pinkcat ada dalam genggamannya.
"Nona, aku adalah pangeran dari bintang-bintang." Skye menatap gadis di hadapannya, "ah iya, aku sedang diburu waktu. Aku harus segera pergi. Panggil aku Phantom Skye. Aku adalah sang pencuri, pencuri hatimu. Sepertinya kita akan dipertemukan kembali, di antara bintang-bintang." Skye meninggalkan gadis blonde yang masih terpaku di tempatnya.
'Huh, dia pikir dia siapa? Aku, Claire Angelo, akan membuktikan kalau dua kalimat terakhirnya itu salah,' batin Claire saat Skye menghilang di ujung pandangannya, mengusap-usap kedua matanya yang sembab.
'Kau takkan lepas dari seorang Phantom Skye, Nona,' gumam Skye seraya mengingat rupa gadis yang baru saja dia temui. Bertekad dalam hati untuk menjerat Claire dalam penjelajahan cintanya.
-flashback over-
"Aarggh!" Dengan raut wajah penuh kekecewaan dan perasaan yang tak menentu Skye melempar bunga pinkcat yang baru saja dia petik ke Goddess Pond. Berlutut dan menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.
"Claire..."
=GloomySummer=
Fajar baru saja menghilang saat terdengar derap langkah kaki Skye di depan Heaven Farm. Menyusuri jalan setapak, pemuda berambut silver itu menuju rumah yang pernah menjadi tempat menghabiskan hari bersama pujaan hatinya. Tidak lagi mengendap-endap seperti hari-hari yang lalu.
Krieet.
Ruangan hampa tanpa keceriaan, tanpa tawa riang. Hanya ada sebuah meja, sepasang kursi, sebuah tempat tidur, sebuah rak buku, telepon dan dapur beserta peralatannya. Sederhana, dengan lantai kayu tempat Skye berpijak, dingin terhampar.
Dinding kaku yang tak tersentuh walau hanya hari, nampak berdebu di sana-sini. Jemari Skye yang menyentuh dinding tak luput dari debu yang menempel. Mengitari seluruh ruangan, pandangan Skye tertuju pada sebuah piring yang tertata di atas meja.
Kari.
Kari yang sudah mendingin, tapi tetap tampak disiapkan dengan kehangatan sepenuh hati.
"Kari..."
Skye menarik sebuah kursi dan mendudukinya. Menatap kari di depannya, dan kursi yang di hadapannya. Kosong, hanya ada dia sendiri di situ.
"Claire... Dia lupa memakan karinya..." Skye tersenyum pedih dan mengangkat piring itu.
Secarik kertas terjatuh.
"Kertas apa ini?" Skye meletakkan piringnya di tempat semula dan membungkukkan badan untuk mengambil kertas dengan pinggir berwarna silver itu.
"Tulisan tangan Claire..." Skye membaca perlahan.
Skye, saat kau membaca ini pasti aku merasa konyol dan malu sekali. Kau pasti mentertawakanku. Tapi sungguh, ini sejujur-jujurnya aku katakan. Aku benar-benar minta maaf atas kejadian kemarin. Bukannya aku ingin terlalu ikut campur atau mengatur hidupmu, tapi aku hanya merasa khawatir. Aku hanya takut terjadi apa-apa denganmu, aku tahu apa yang kau kerjakan selama ini benar-benar berbahaya.
Kau mungkin akan tertawa kembali. Selamat Skye, sihirmu di awal kita bertemu bekerja padaku.
Aku juga ingin minta maaf, aku belum bisa sepenuhnya jujur padamu—sebagai seorang kekasih—walaupun aku tahu kau selalu mengatakan apa adanya padaku. Aku belum bisa mengatakannya, suatu saat, cepat atau lambat kau pasti akan mengetahuinya.
Satu hal yang benar-benar kurasakan, jujur, aku mencintaimu.
Maaf, Skye. Kuharap kejadian kemarin takkan terulang kembali.
Claire
"Ah, Claire..." Skye melipat kertas itu dan meletakkannya di saku celananya. Benar-benar terlihat wajahnya yang sendu. Demi memuaskan dan melepas rindunya, Skye kembali menjelajahi tiap inci rumah itu.
Deretan foto Claire terpajang di rak buku. Ada juga fotonya bersama Jack, sang kakak. Sebuah pigura tua memperlihatkan foto sebuah keluarga. Skye meraihnya.
"Oh, jadi begini Claire waktu kecil. Tak ada bedanya." Keluarga dengan empat anggota, Claire kecil berangkulan dengan Jack yang juga hampir sebaya, wanita dengan rambut cokelat panjang berdiri di sebelah kanan dan pria tegap berambut pirang berdiri di sebelah kiri.
Saat Skye hendak mengembalikan pigura di tempatnya semula, matanya menangkap sebuah bayangan benda, sebuah buku berwarna biru muda.
=GloomySummer=
TO BE CONTINUED
