Harvest Moon DS Cute © Natsume Inc.
Gloomy Summer © 2.5.3
Alur datar, OOC, typos dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.
=GloomySummer=
"Buku apa ini? Maaf ya cantik, pangeran ingin melihat dulu." Skye meminta izin dengan intonasi bicara yang datar dan hanya sepi yang menjawabnya. Dibukanya halaman demi halaman.
Spring 1st, 2011
Hari ini, tepat hari dimana aku memulai hidupku yang baru. Menjadi seorang yang mandiri, mengurus perkebunan dan peternakan, tepat sesuai impianku. Meski Jack sudah terang-terangan melarangku, tapi aku juga mati-matian melawan pendapatnya.
Maaf Jack, bukannya aku tidak mendengarkanmu atau tidak menghormatimu, tapi aku hanya ingin melakukan apa yang bisa dan sempat aku lakukan. Aku ingin menikmati hidupku yang takkan bisa terbayar dengan obat-obatan dan terapi mahal. Jangan hanya karena penyakit ini—penyakit Lupus—kau selalu memanjakanku. Aku tahu kau khawatir, tapi apa kau pernah berpikir bagaimana rasanya jadi diriku? Setiap kau ingin melakukan sesuatu kau pasti dilarang? Lagipula aku bukan anak kecil lagi, aku bisa menentukan hidupku sendiri.
Aku ingin membanggakan kedua orang tua kita di surga, bahwa gadisnya yang manja kini bisa mengurus hidupnya sendiri. Aku ingin menunjukkan bahwa tak sia-sia aku masih memiliki waktu untuk hidup. Aku ingin melakukan apa yang bisa bermanfaat untuk orang lain, sesulit apapun keadaanku.
Maafkan aku, kakakku sayang. Aku mencintaimu, seperti aku mencintai Papa dan Mama.
'Sepertinya ini buku yang tepat...' gumam Skye. Ada beberapa halaman yang berbeda dengan yang lainnya. Tampak lebih lusuh. Skye memutuskan untuk membaca halaman-halaman tersebut.
Summer 1st, 2011
Hari ini aku tidak tahu harus menuliskan apa. Hari ini benar-benar... Ya, aku tak tahu...
Siang tadi aku malu sekali, saat aku sedang melakukan pengakuan di sebuah Gereja di tempat kakakku tinggal, ternyata ada seseorang yang mendengar semuanya dari awal sampai akhir. Aku benar-benar malu, aku sudah tak tahu bagaimana rupa wajahku saat aku meminta pemuda yang mendengarku tadi untuk tutup mulut. Selepas itu, aku langsung pergi... Aku malu, sampai-sampai aku tidak jadi ke rumah Jack, aku ingin cepat-cepat sampai rumah.
Dan barusan tadi, aku sedang mencari bunga pinkcat. Entah kenapa malam ini aku ingin membuat karangan bunga. Keinginan ini begitu kuat. Akhirnya, dari depan villa, Turtle Pond, depan penambangan, hingga samping Goddess Pond aku jelajahi.
Kejadian yang tidak mengenakkan menimpaku saat aku memetik beberapa tangkai pinkcat di samping Goddess Pond. Seorang laki-laki berambut silver dengan perlakuannya yang sangat-sangat, ah! Entah orang macam apa dia, dan sempat-sempatnya dia sempat memperkenalkan dirinya. Phanta... Skye. Oh ya, Phantom Skye.
Dia pikir dia siapa? Huh, aku akan membuktikan kalau kata-kata terakhirnya itu salah!
"Tch, jadi begitu. Matanya saat itu sembab karena baru saja menangis. Tapi saat itu dia tetap mempesona. Hahaha." Skye tertawa dipaksakan dengan mata yang sayu. Skye tidak benar-benar menyadari apa yang barusan ia katakan dan lakukan.
Perlahan dia membalik halaman demi halaman. Kertas tipis bertepi biru. Selembar demi selembar.
Noda. Noda kemerah-merahan. Bukan, itu bukan sekedar noda, tapi Skye tahu itu adalah bercak darah. Dengan perasaan yang beraduk, Skye membuka halaman selanjutnya. Mencoba mencari kebenaran dalam kegelapan.
Summer 30th, 2011
Akhir-akhir ini entah kenapa kulitku menjadi lebih sensitif, dan aku merasa kerja organ tubuhku berkurang. Sedikit saja terkena sinar matahari, kulitku langsung terbakar. Rasanya benar-benar pedih. Sendi-sendiku juga terasa nyeri. Perut dan kepalaku bahkan terkadang terasa sangat sakit. Kalau sudah begitu aku hanya mampu duduk sampai sakitnya reda. Semakin hari semakin sering dan semakin tidak bisa kutahan. Perdarahan juga sudah biasa, seperti sekarang, hidungku tak berhenti berdarah.
Kristal itu berhenti menyusuri huruf demi huruf yang tertulis. Kelopaknya menutup, menahan luapan emosi yang dirasakannya. Menghirup udara sedalam-dalamnya, meredakan perasaannya dan mencoba untuk menyelesaikan membaca lanjutan tulisan tangan Claire.
Tuhan... kenapa harus aku yang mendapatkan ini semua? Aku hanya ingin hidup seperti manusia lainnya, menikmati hidup, melakukan apa yang disukai. Aku juga ingin seperti gadis lainnya, menghabiskan waktu dengan teman dekatnya, atau sekedar menyalurkan hobi bersama-sama. Bergaul dengan para lelaki, berkencan, bahkan menikah dan mempunyai keluarga.
Apa aku memiliki cukup waktu? Pertanyaan konyol, dengan jawaban bahwa aku harus mengejar waktu. Harus.
'Claire, kau mungkin menang melawan waktu. Maaf, tapi aku tidak. Aku kalah cepat.'
Lembaran berikutnya ditandai dengan beberapa helai kelopak pinkcat yang mengering. Satu di antaranya jatuh mengenai lantai tempat Skye berpijak.
Summer 1st, 2012
Diakah yang kau kirimkan untukku, Tuhan? Mengisi kekosongan hari-hariku, menceriakan hidupku. Phantom Skye, aku kalah dengan diriku sendiri, dan pastinya juga kalah darimu. Semua ucapanku berbalik dengan kenyataan. Tepat setahun yang lalu.
Setiap aku hampir bersedih, dia datang padaku dan membuatku tersenyum. Setiap aku hampir putus asa, dia menghampiri dan mengubah semuanya menjadi lebih mudah. Tidak ada alasan untuk jatuh saat aku bersamanya.
Terima kasih Skye. Kenyataanku menjadi tak seburuk yang kubayangkan.
Dia begitu perhatian, juga pengertian. Terkadang aku menyesal terhadap takdirku. Aku belum siap jika sewaktu-waktu aku harus pergi dan berpisah dengannya. Aku juga tidak jujur terhadapnya tentang diriku. Aku hanya mengenakan topeng di depannya, hanya untuk menyenangkan hatinya, karena dia begitu baik, karena aku takut meninggalkan kesan buruk di matanya. Cepat atau lambat kau akan tahu semuanya, pencuri hatiku.
Karena aku tak yakin bisa selalu menemani hari-harinya, seperti dia menemaniku setiap saat. Jika nanti kita tak bersama lagi,aku berdoa semoga kau mendapatkan sosok yang lebih dariku.
Usai membaca halaman itu, Skye berlutut mengambil kelopak pinkcat yang terjatuh. Merah muda namun sedikit kusam. Ia selipkan di antara halaman sebelumnya. Sesaat terukir senyum di wajah Skye, senyum penuh kepahitan. Dibaliknya halaman berikutnya. Goresan pena yang agak tidak teratur, garis yang agak tidak terarah. Tulisan khasnya kini yang memudar.
Summer 8th, 2012
Aku merasa menyesal sekali hari ini. Aku gagal membuat kenangan indah untuknya. Padahal tanggal sepuluh nanti adalah hari ulang tahunnya. Aku tak tahu apa aku bisa mengembalikan semuanya seperti semula. Skye yang kulihat tadi sore benar-benar berbeda. Aku tak pernah melihatnya seperti itu. Sisi lain yang tak pernah kuketahui. Ah, kekasih macam apa aku.
Maaf Skye, aku tidak bermaksud seperti apa yang kau pikirkan. Maksudku sederhana, hanya karena aku mencintaimu, aku hanya takut terjadi apa-apa denganmu, meski selama ini aku tidak pernah menyatakannya secara langsung. Aku takut kau akan mengatakan yang sebaliknya.
Aku harap Skye memaafkanku dan kami bisa menghabiskan hari kebahagiaannya bersama. Aku akan memasak kari terenak sedunia, dan menyiapkan kejutan untuknya! Tunggu saja, Skye!
Tuhan, semoga dua hari kedepan—bahkan untuk selamanya—aku ingin kami masih bisa bersama.
Emerald itu kembali keruh. Memerah, menahan segalanya selagi sanggup. Detak di dadanya berubah menjadi gemuruh yang menyesakkan. "Bodoh. Jelas-jelas aku mencintaimu. Aku selalu memaafkanmu, dan aku percaya kari yang kau masak pasti enak."
Ditutupnya buku itu dan Skye mengembalikan ke tempatnya semula. Sukmanya tergores dalam, meski hal itu tak tampak di raganya. Sendi di lututnya tak mampu menahan posturnya untuk tetap berdiri. Skye jatuh berlutut. Bibirnya memanggil nama kekasihnya.
"Claire... Claire... Aku hanya ingin kau mengucapkan selamat untukku. Itulah yang akan membuat hari ini benar-benar menjadi hari yang bahagia untukku, bukan seperti—"
Tenggorokannya tercekat saat dia melihat sebuah kotak di bawah tempat tidur terbungkus kertas silver, dengan pita hitam yang belum terikat. Tangan Skye berusaha menggapainya. Skye merobek pembungkusnya perlahan, membuka kotak itu dan melihat apa yang ada dalam kotak itu.
Satu set bahan masakan untuk membuat kari.
Sebuah jaket berwarna hitam.
Setangkai pinkcat yang diawetkan.
Sebuah catatan kecil.
Skye, selamat ulang tahun! Ini ada sedikit hadiah dariku, aku harap semua ini akan bermanfaat bagimu. Tahu arti dari setiap benda yang ada di kotak ini? Aku yakin kamu pasti tahu, tapi biar kujelaskan juga!
Bahan-bahan kari ini adalah resep turun-temurun keluargaku. Kau bilang kau sangat menyukai kari dan aku yakin tahu kau menyukai kari buatanku, ya 'kan? Hahaha, mengaku sajalah, Skye! Oh ya, langkah-langkahnya ada kok, sudah kuselipkan di antara bahan-bahannya. Kau tinggal mengikutinya saja, mudah kan? Aku percaya kari buatanmu akan jauh lebih enak dari punyaku!
Jaket, jaket ini aku buat sendiri lho! Percaya, tidak? Kau pasti tidak percaya, tapi kau harus percaya, teehee.
Aku tahu kau selalu keluar di malam hari. Tidak lucu bukan, kalau kau sakit karena hobi anehmu itu, kan? Jadi, ini cara termudah bagiku untuk selalu melindungimu setiap saat. Jangan lupa dipakai, ya!
Kau ingat pertemuan kita pertama kali, Skye? Kalau aku tidak mencari pinkcat, aku tidak yakin semuanya akan berjalan seperti sekarang.
Aku mengawetkan bunga ini, bunga pinkcat yang tumbuh di musim panas, supaya kau selalu mengingat kapan pertamakali kita bertem, dan juga merupakan doa untukku supaya hubungan kita tetap awet dan cantik seperti bunga ini. Belajarlah menyukai bunga, Skye, karena suatu hari nanti jika kita sudah hidup bersama, mau tidak mau setiap hari kau harus melihat bunga yang kutanam di pekarangan rumah kita, Skye!
Selamat menikmati hari bahagiamu, Skye.
With Love,
Claire.
Skye meletakkan catatan yang usai dibacanya ke dalam kotak itu. Kedua tangannya yang gemetar menutup wajahnya. Harga diri sang casanova jatuh, meski tak ada seorangpun yang menyadari. Terdengar rintih memanggil gadis pemilik rumah itu, meski pikirannya terbang melayang.
"Claire..."
=GloomySummer=
TO BE CONTINUED
