Harvest Moon DS Cute © Natsume Inc.

Gloomy Summer © 2.5.3

Alur datar, OOC, typos dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.

=GloomySummer=

Skye meletakkan catatan yang usai dibacanya ke dalam kotak itu. Kedua tangannya yang gemetar menutup wajahnya. Lorong gelap mulai terbuka, panjang tak bercahaya. Memaksa kaki melangkah ke dalam, meski tak ada harapan 'tuk kembali. Harga diri sang casanova jatuh, meski tak ada seorangpun yang menyadari itu. Terdengar lirih memanggil gadis pemilik rumah itu, pikirannya terbang melayang.

"Claire..."

-flashback- (baca: Gloomy Summer ch2)

Skye hanya terdiam, tak dapat melakukan apapun. Di atas kasur klinik yang dingin, kekasihnya sedang berjuang untuk hidup. Tatapan kasihan Skye tidak dapat membantu meringankan beban Claire. Ia tumpahkan semua harapan pada Dokter Trent dan Elli.

Detik demi detik, hingga jam demi jam berganti. Malam yang sepi, hanya ada empat orang di dalam klinik. Tiga di antaranya sedang bertempur, dan Skye yang terduduk penuh harap. Menanti waktu di mana gadisnya yang tegar akan keluar dari balik pintu yang kaku dan menyapanya.

Harapan yang begitu besar, sebelum realita mengatakan lain.

Saat wajah simpati Dokter Trent mengatakan jantung Claire tak lagi berdetak, dan napas terakhirnya berhembus, tapi sayangnya dunia masih saja berputar. Tepat ketika mentari menyinari seluruh petak tanah Mineral Town. Skye berusaha menerima segala yang telah terjadi.

Saat Skye sama sekali tidak dapat meratap ketika di bawah terik matahari musim panas, peti kayu itu ditelan bumi. Hanya berusaha menahan apa yang dirasakannya dari kejauhan. Jasad gadis yang ia sayangi terbaring kaku dengan senyum pucatnya, ada di dalam sana. Isak dan simpati warga Forget-Me-Not Valley mengiringi kepergian Claire.

Saat langit memerah memayungi Skye yang memandang datar gundukan tanah di depannya. Tanah yang mendekap dalam sang petani ceria perebut hatinya bertabur bunga kematian yang semerbak wanginya. Menyentuh tanah tempat dahulu ia dan Claire pijak, yang kini mengubur Claire di dalamnya. Di halaman rumah Claire, Heaven Farm, tertancap sebuah nisan terukir yang setia di tempatnya.

Claire Angelo.

Summer 9th, 2012

Saat Skye tidak mampu berbuat apapun...

Hingga rembulan menampakkan sinarnya dan fauna malam mulai menyanyikan lagunya, barulah Skye terjaga dari lamunan panjangnya. Meskipun Skye berharap Clairelah yang menyadarikannya, tapi kenyataan tidaklah demikian. Jalan setapak yang berdebu seakan menuntun Skye tertatih menuju Goddess Pond, tempat pemuda itu menghabiskan waktu.

Skye hanya ingin melepas semua yang ia rasakan. Mencari ketenangan. Menerbangkan rindu yang mengusik kalbunya. Mengenang saat pertama kali mereka bertemu, yang entah meringankan luka hatinya atau semakin mengoyak perasaannya. Atau mungkin hanya ingin menemukan refleksi dirinya di sana.

-flashback over-

Hampa.

Skye melangkahkan kaki, keluar dari rumah yang kini tak berpenghuni. Menatap barisan tanaman yang tertata rapi dengan dedaunannya yang layu. Melihat anjing berbulu cokelat yang hanya mengais-ngais tanah di depannya, sementara kucing hitam menjilati batu nisan yang kaku.

Tak ada lagi seorangpun di sini selain Skye.

Tak ada lagi canda tawa yang menceriakan senja hari-hari sang pencuri.

Tak ada lagi raut cemberut saat gadisnya merajuk.

Tak ada lagi senyum manis blonde yang menawarkan hasil kebunnya.

Tak ada lagi tempat Skye menunjukkan dirinya yang sebenarnya.

Pertama kalinya Skye mendapatkan kado di hari ulang tahunnya, dan juga kado terpahit sepanjang umurnya. Mentari musim panas yang tak lagi bersemangat bersinar dengan teriknya—bagai memudar di telan mendungnya awan.

Berlari berusaha menembus ilusi,

membohongi diri sendiri yang lelah mengikuti.

Jalani garis hidup meski tertatih,

sejenakpun kau tak berhenti—sekalipun 'tuk memudarkan letih.

Di sini, di garis depan aku menanti,

kau hampir tiba dengan segala luka hati.

Sejuta mimpi melayang bersama mentari,

kau jatuh sebelum aku mampu memenangi sang hari.

=GloomySummer=

END

Note

Lupus adalah nama penyakit autoimun, dimana sistem kerja daya tahan tubuh yang berlebihan sehingga imun yang melindungi diri malah berbalik menyerang organ tubuh sendiri.

.

Terima kasih untuk semua yang sudah menyimak dan mereview fiksi abal ini, fiksi multichapter saya yang pertama. Chapter final yang sangat pendek, eh? *dikeroyok

Maaf-maaf kalau ada yang bingung sama perubahan latar tempat dan waktu. Kita sama kok (?) *pegangan

Juga OOCnya Skye, kesalahan penyusunan kata, penggunaan bahasa, tanda baca dan kapitalisasi, maklumi author ceroboh yang mengetik pakai nafsu ini... (?) Bukan kok, saya cuma ketularan galaunya Skye, dan sekarang saya bersyukur fiksi ini sudah selesai! /plak

Maaf sekali kalau plotnya mudah ditebak dan alur yang datar, terlalu cepat (atau terlalu lambat?) dan membingungkan—benar-benar kekurangan saya. Masih harus banyak belajar dari teman-teman semua :D

Kalau dilihat-lihat gaya penulisan chapter ini agak berbeda ya dibandingkan dengan chapter-chapter yang lalu? Entahlah... *galau

Semoga dimaafin sama semua fans Claire x Skye karena endingnya saya buat seperti ini. Entah ide seperti ini datang darimana... /plak

Haah, ampuni author yang ga jelas, bawel dan ga tahu diri ini.

Kritik, saran dan celaan membangun sangat dipersilakan di kolom review

-salam