Sekai no owari de umareta hikari ima kaze no naka
Kireigoto dake ja ikirenai
Yasashisa dake ja iyasenai
Ubawareta no ha nanda?
Kawaranai sekai de
Kikoete kita no ha nanda?
Shikisai no uta
Everything is bright
Kudakechitta yume wo asu no hate ni hibikaseru you ni
Sekai no owari de umareta hikari bokura hitotsu ni ima kaze no naka
Taningoto mitai ni waraenai
Sabishisa dake ja nuguenai
Kachitotta mono ha nanda?
Arasoi no hate ni
Kikoete kita no ha nanda?
Kanashiki sakebi
Everything is crying
Lelouch POV
Fajar telah tiba, langit berwarna kehijauan menghiasi hamparan daratan pegunungan, sinar hangat matahari seakan memeluk dan menghangatkanku. Seperti, menyelimutiku ditengah cuaca dingin yang membuatku hampir membeku. Aku merasa kehidupan baruku baru saja dimulai, dimulai dengan cahaya kecil, cahaya kecil yang ada di dalam hatiku.
Perlahan aku melihat seorang gadis yang masih terlelap disampingku, melihat gadis itu tidur dengan polosnya membuatku sangat tenang, walau jantungku berdetak lebih kencang dan cepat, aku tetap memandanginya, sama seperti hari itu. Hari, ketika aku menyadari bahwa aku menyukainya.
Beberapa hari yang lalu, gadis ini masih terjerat mimpi buruknya, ia masih sering menginggau dan tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Aku hanya bisa menenangkannya dengan cara memeluknya, sambil berkata "Dajoubu. Ore wa koko ni iru." Dan terus memeluknya, sampai ia terlelap kembali.
Sewaktu aku masih menjadi 'ZERO' mengapa, aku tak pernah menyadari kesedihan gadis ini? Penderitaannya? Dan perasaannya… banyak kata-kata kasar yang sering kuucapkan padanya. Mungkin, karena kekesalanku? Mungkin karena aku takut dia akan mengkhianatiku? Padahal, aku yang nyaris mengkhianatinya.. aku nyaris saja pergi meninggalkannya, meninggalkannya untuk selamanya. Tapi, dia malah datang menolongku. Apa yang harus untuk membalasnya?
Pikiranku bercampur aduk lanyaknya rumus kimia, semakin berpikir, semakin kusut pikiranku, seperti benang kusut dan berantakan. Tak pernah aku memikirkan hal ini sebelumnya, hal yang menurutku lebih sulit daripada bermain catur ataupun mengurusi 'Order of Black Knight.' Yah, kumpulan teroris yang kupimpin saat menjadi ZERO. 'Apakah ini yang namanya perasaan?'
"Un~~nn.. Oha~~hoam.." kata gadis yang tadinya masih terlelap disampingku.
"Ohayou.." balasku sambil tersenyum ke arah gadis itu, 'Sepertinya ia tidak mendapat mimpi buruk lagi.' batinku.
"Chiizu~~kun…" iagau gadis itu sambil memelukku, sepertinya dia belum sepenuhnya sadar dari dunia mimpinya. Seringkali, ia menganggapku Chiizu-kun (boneka kesayangannya) dan memelukku. Entah aku harus senang? Atau apa? Tapi aku tetap membiarkannya.
Aku mengelus-elus kepalanya, layaknya aku mengelus Nunnally. Melihatnya, seakan cahaya yang tadinya redup dihatiku, perlahan tumbuh, dan bercahaya menerangi hatiku. Dirinya memenuhi hatiku 'Mungkin ini yang namanya kebahagiaan?'
Gadis itu, memegang tanganku, dan kemudian ia menempelkan tanganku ke pipinya. "Ohayou, Ruruch.." kata gadis itu lagi dengan mata setengah terbuka. Lalu aku mencubit pipinya, dan sukses membuatnya kesakitan.. "Aa, itai.." gadis yang tadinya dalam posisi tertidur, langsung terduduk sambil mengelus pipinya yang sakit.
"Ohayou gozaimasu, Ohime-sama." gurauku padanya..
"Saa.." balasnya singkat, tandanya ia kesal padaku. Ia menarik selimut dengan sekuat tenaganya, membuatku ikut terbawa selimut itu.
Dan, hal yang tejadi selanjutnya. Aku sukses jatuh menimpahnya, dapat dipastikan gadis itu menderita sakit dikepalanya.
"Daijoubu?" tanyaku masih dalam posisi itu.
"Aa.." balasnya sambil mengalihkan pandangannya.
"Hontou da?" tanyaku lagi.
Gadis itu mulai melihat ke arahku "Aa, daijou.." saat gadis itu mau memastikan padaku kalau dirinya baik-baik saja, entah mengapa secara refleks aku menciumnya..
'Etoo, kore wa nani?' batin C.C
OOoOO
Kehidupan terus berjalan, walau dunia tanpa diriku, dunia masih bejalan dengan baik. Walaupun Dunia sudah melupakan diriku, aku masih hidup di sini. Malah hidup dengan baik, seperti orang pada umumnya, tanpa topeng, kebohongan, ataupun kepalsuan. Hari-hari baru dalam hidupku dimulai ketika aku bertemu dengannya. Hidup baruku dimulai disaat aku menyadari betapa pentingnya kehidupan ini. Aku baru tau kalau ada suatu hal yang kuanggap 'Penting' ketika aku mulai menyukainya.
Mungkin dia bukan wanita pertama yang menciumku (Shirley yang terlebih dulu melakukannya) tapi dia wanita terakhir yang akan mendapingi diriku, untuk selamanya. Itu, adalah harapanku untuk saat ini. Mengingat sudah terlalu banyak hal yang tidak-tidak, yang sudah kuperbuat padanya. Tentu saja itu,,,
"BAKA." kataku sambil mengantamkan kepalaku ke tembok.
"Doushita no? daijoubu?" tanya C.C panik.
"Aa.." jawabku singkat, padahal aku kesakitan luar biasa.
"Souka." C.C berjalan meninggalkanku.
Tanganku tiba-tiba saja menarik tangannya (secara refleks lagi) "Doushita no? Ruruch?" tanya C.C bingung.
"Kimi ga suki." kata-kata itu yang terlontar dari mulutku untuk yang kesekian kalinya.
"Un, wakatte iru.. watashi mo.." balasnya malu.
"K imi mo?" tanyaku lagi, untuk meyakinkan diriku.
"Su..ki.." katanya sambil menunduk malu, mukanya sedikit memerah.
"Suki?" balasku menirukan perkataannya.
"Kimi ga.. su..ki."
"Hontou?" tanyaku memastikan jawabannya.
Merasa dirinya sedang kupermainkan, C.C memilih tidak menjawab pertanyaanku. Padahal aku tak bermaksud mempermainkannya.
"Sesania—"
C.C terkaget ketika aku memanggilnya dengan nama itu, ia masih tercengang untuk beberapa saat.
"Sesania—" panggilku lagi.
"H-hai." jawabnya dalam keadaan shock.
"Kimi ga suki dakara.. Do you Marry me?" tanyaku sambil mengeluarkan sebuah kotak, kotak yang berisi cincin tentunya.
"H-Hai.." jawabnya masih dalam keadaan shock "Hee.." 'Tadi dia ngomong apa?' tanya C.C pada dirinya sendiri, ia terlihat masih tak percaya dengan pernyataanku tadi.
Melihat reaksi Shock-nya, merupakan serpihan dari kebahagianku, perlahan aku memasangkan cicin itu ke jari manis-nya. "Etoo.. kore wa maji da?" tanya C.C masih dalam keadaan sangat shock dan bingung.
"Maji yo, aishiteru."
Perlahan air mata C.C menetes dari matanya, aku menghapus air matanya, dan memeluknya. "Arigatou, Ruruch." katanya lembut padaku.
Manusia dipenuhi dengan banyak harapan, diiming-imingi oleh banyak keinginan, dan terkadang dibutakan oleh nafsu duniawi. Semua manusia dipenuhi keegoisan, termasuk diriku. Aku yang dipenuhi rasa dendam, dan keinginan untuk balas dendam. Perlahan mengerti kalau bukan hanya itu saja yang diperlukan manusia, terutama diriku. Dari 'C Sekai' aku belajar, jika hidup dalam kepalsuaan dan kebohongan, tidak akan menemukan yang namanya 'kebahagian' karena aku hanya berpura-pura bahagia.
Mengutamakan kepentingan orang banyak, mungkin salah satu dari mozaik kebahagianku.
Tapi, kebahagiaanku yang sebenarnya terdapat pada dirimu. Berkat dirimu, aku tak perlu hidup dalam kebohongan, karenamu lah aku mengerti akan arti kebahagiaan. Terimakasih, karena telah mau berbagi kesakitan denganku, dan terimakasih juga karena kamu telah memberikan banyak kebahagian untukku.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~OOOOOOOOO~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Terjemahan dialog
Un~~nn.. Oha~~hoam. : Hnn~~ (Bergumam, maksudnya nau bilang 'ohayou')
Ohayou. : Pagi
Chiizu~~kun… : Chesse (Nama boneka)
Ohayou, Ruruch : Lelouch, pagi
Aa, itai : Ah, sakit
Ohayou gozaimasu, Ohime-sama : Tuan Putri, selamat pagi.
Saa : Entah (Malas jawab)
Daijoubu? : Gak kenapa-kenapa kan?
Aa.. : Ya..
Hontou da? : Sungguh?
Aa, daijou.. : Iya, gak pa pa
Etoo, kore wa nani?: Hmm, ini apa?
BAKA. : Bodoh
Doushita no? daijoubu? : Ada apa? Gak kenapa-kenapa kan?
Aa.. : Ya
Souka.. : Begitukah..
Doushita no? Ruruch? : Kenapa? Lelouch?
Kimi ga suki : (Aku) suka kamu
Un, wakatte iru.. watashi mo..: Ya, aku tahu. Aku juga
Kimi mo? : Kamu juga?
Su..ki.. : Su..ka
Suki? : Suka?
Kimi ga.. su..ki. : (Aku) su..ka.. kamu.
Hontou? : Beneran?
Sesania— : Cecaniah—
H-hai : Y-ya
Kimi ga suki dakara.. Do you Marry me? : Karena aku menyuakaimu, maukah kamu menikah denganku?
H-Hai.. : Y-ya..
Hee..: E-eh?
Etoo.. kore wa maji da?: He-eh, ini serius?
Maji yo, aishiteru : Serius lah, aku cinta kamu.
Arigatou, Ruruch : Makasih, Lelouch.
TERIMAKASIH karena sudah membaca sampai Last part-nya, sebenernya rada-rada bingung sama endingnya.. tapi, yah sudahlah, daripada ngegantung ,
My last word, OWARI ^^ XDD
