'Ayo Amu ! Tunjukan keahlianmu' Batin Ikuto. Senyum menyeringainya masih ada dan membuat Amu semakin gugup.
'Pasti Amu terkejut karena ada Ikuto..'Batin Utau.. Lalu Utau melambaikan tangannya agar terlihat oleh Amu. kemungkinan Amu menyadari 10:100 karena Utau duduk bersama ribuan penonton. Untungnya, Amu menyadarinya. Utau memeberikan bahasa isyarat
'Ja-ngan-pa-nik-ang-gap-sa-ja-ti-dak-a-da-o-rang (Jangan panik anggap saja tidak ada orang). Ughh ! Gampang sekali kau bilang begitu, Utau ! Tapi akan kucoba' Batin Amu.. Ia menghela nafasnya. Membayangkan tidak ada orang. Dan.. Itu berhasil ! Kemudian Amu memulai pemainannya
–Canon In D-
"Kurasa dia gugup "Tapi itu sudah bagus" "Masih lebih bagus Marry, sih!" Itu pendapat juri lain. Tapi Ikuto malah tersenyum dan membuat juri lain terkejut.
"Mr. Tsukiyomi.. Bagaimana pendapat anda?" Tanya salah satu juri
"Bagus" Ucapan Ikuto membuat semua juri terkejut
"Kenapa anda berpikiran seperti itu? Bukankah Marry lebih baik? Itu terlihat jelas" Ucap salah seorang juri lain
"Kalau anda melihat baik-baik data tentang dia, dibandingkan dengan Marry yang belajar sejak kecil. Dia baru belajar biola selama 2 tahun dan hasilnya sudah seperti ini.. Dia memiliki bakat yang terpendam.. Hanya perlu sedikit asahan" Jelas Ikuto. Kemudian semua juri melihat data tentang Amu. Dan benar saja, disana tertulis dia baru belajar selama 2 tahun
"Benar.. Dia baru saja belajar dua tahun.. Aku tidak tahu ada orang yang bisa begitu cepat menguasai alat musik.." Para juri menjadi kagum dengan Amu. Setelah permainan Amu selesai, ia mendapat tepuk tangan yang meriah. Dan setelah itu Amu kembali ke belakang panggung.
"Siapa anak itu? Padahal permainannya lebih jelek dari aku ! Tapi dia sudah mengambil perhatian dari Ikuto! Menyebalkan ! Lihat saja nanti dia !" Marry yang melihatnya menjadi marah dan kesal
'Untung saja ! Tapi kenapa Ikuto?'Batin Amu.. Tiba-tiba datanglah Alicia
"Amu.. Permainanmu hebat sekali" Kagum Alicia
"Benarkah? Terimakasih.. Kau juga bagus, kok !" Ucap Amu balik
"Amu.. Apa kau sudah lihat pangeran biola? Bagaimana?" Tanya Alicia
"Pangeran biola? Maksudmu Ikuto Tsukiyomi?" Ucap Amu
"Iya ! Iya ! Jadi bagaimana? Kerenkan?" Alicia terlihat semangat. Amu hanya bisa sweatdrop melihat tingkah laku Alicia. Tidak mungkin, kan? Kalau Amu bilang dia itu mesum, jahil, dan menyebalkan? Yang ada nanti dia ditimpuk sama fansnya Ikuto. Jadi, Amu hanya diam saja
"Oh, ya.. Amu.. Ini jam makan siang.. Jadi yang lain juga istirahat.. Kau mau makan denganku? Disini ada tempat makan juga" Ajak Alicia..
"Boleh juga" Lalu, mereka berdua segera pergi. Ketika diperjalanan, mereka melihat seseorang berkerumunan. Dan orang yang dikerumuni itu adalah…. (Paling para readers juga tahu! Siapa lagi kalau bukan) TSUKIYOMI IKUTO.. Amu yang melihat itu ingin segera kabur. Tapi ia ditarik oleh Alicia
"Alicia.. Uhmm.. Aku mau pergi.. Lepasin dong tanganmu" Ucap Amu kepada Alicia
"Eh.. Jangan dulu.. Itu ada pangeran biola.. Kita kesana untuk liat dia yuk.. Kamu mau, kan?" Ucap Alicia.
'Sebenarnya sih aku mau ! Tapi mentalku belum siap.. Bahkan aku tak tahu apa yang harus kubilang ketika bertemu dengannya' Itulah isi otak Amu yang tak bisa dikatakannya. Tarikan Alicia terlalu kuat sehingga Amu tertarik dan malah mendekati Ikuto. Ketika Ikuto tepat dihadapannya Amu malah menjadi semakin kikuk
"Ha-Halo" Sapa gugup Amu. Kemudian karena rasa gugupnya member tenaga, ia akhirnya dapat menarik Alicia yang kekuatannya seperti kuda (?)
Ikuto hanya melihat mereka dengan image coolnya. Tapi didalam hatinya 'Hahahaha.. Dasar Amu ! Malah kikuk begitu ! Kayak baru kenal saja!'
Sementara itu, Amu makan dengan aura suram. Kenapa? Karena apa nanti yang dipikirkan Ikuto melihat Amu seperti itu.
"Kya.. Kya.." "Ikuto !" Terdengar suara teriakan para Fans ikuto
'Aku punya feeling buruk' Batin Amu. Ternyata benar, ada ikuto yang kelihatannya mencari bangku karena terlihat semuanya full
"Ikutooo !" "Disini saja" "Jangan ! Disini saja" "Ikutoo!" Suara meriah benar-benar menganggu pikiran Amu. Ikuto berjalan mendekati meja Amu dan Alicia..
"Bolehkah aku duduk disini?" Ucap Ikuto dengan senyumannya yang membuat orang bisa klepek-klepek karena efek samping senyuman Ikuto
'Hyaa ! Benarkan ! Feelingku benar' Batin Amu
"Tentu saja! Mr. Tsukiyomi" Ucap Alicia dengan matanya yang berbinar-binar. Dan akhirnya, Ikuto duduk disana berhadapan dengan Amu.
Sementara itu, Amu tidak memakan makanannya dan wajahnya sangat merah. Kenapa? Ya KARENA DARI TADI IA DILIHATIN SAMA IKUTO.. Alicia? Matanya berbinar-binar melihat Amu dan Ikuto secara bergantian
'Haaa ! Bagaimana ini? Ikuto benar-benar sadis ! Kalau begini aku mana bisa makan !' Amu benar-benar merana dengan adanya Ikuto di depannya
"Amu" Tiba-tiba saja Ikuto menyebut nama Amu
"Iyaaa !" Karena terkejut, Amu merespondnnya dengan nada terkejut
"Hahahaha…." Ikuto malah tertawa
"Eh?"
"Kau masih sama seperti dulu, Amu ! Sangat menyenangkan dijadikan bahan kerjaan" Ucap Ikuto lepas dari image coolnya. Tetapi tetap masih… Tampan (Huuuuu -_-)
"Ikuto ! Kau memang menyebalkan ! Kau memang sadis ! Dari kontes tadi sampai sekarang kau selalu membuatku gugup.. Kau yang tidak pernah berubah ! Masih orang yang menyebalkan.. Aku membencimu" Ucap Amu panjang lebar yang sudah tidak tahan dengan Ikuto
"Tapi aku menyukaimu" Langsung saja dengan ringan Ikuto mengucapkannya. Tapi, Amu menjadi blushing. Semua berkat Ikuto.
"Bahasa jepang? Amu.. Jangan-jangan kau orang jepang?" Tanpa disadari Amu, Alicia memang sudah ada disampingnya. Ikuto membuatnya lupa akan itu.
"Ehhmm.. Unn.. Yah ! Bisa dibilang begitu" Ucap Amu
"Benarkah? Jadi kau kenal Mr. Tsukiyomi? Apa hubungan kalian?" Mulailah muncul pertanyaan yang tidak mau didengar Amu oleh Alicia
"Ka-kami cuma teman ! Yah.. Jadi ceritanya Ikuto pergi 3 tahun yang lalu ! Jadi ketemu dengannya tiba-tiba dengannya membuat aku jadi canggung.. Makanya tadi aku susah berbicara dengannya" Amu menjawabnya dengan panjang, jarang, dan buram (Kebalikannya singkat, padat, dan jelas. Gitu loh..) agar tidak ada lagi pertanyaan yang muncul dari Alicia
"Yah ! Padahal kukira kalian pacaran"Alicia terlihat kecewa
"Amuu… Kenapa kau bohong ? Kita ini kan paca~" Ucap Ikuto dengan santainya tetapi terpotong
"A-alicia ! Jangan percaya dia ! Di-dia memang suka seperti itu" Wajah Amu sudah seperti kepiting rebus. Ikuto hanya tertawa kecil
'I-K-U-T-O ! Liat saja kau nantti !' Aura Amu memperlihatkan sisi gelapnya..
"Ayo Alicia.. Kau sudah selesai, kan?" Ucap Amu. Alicia mengangguk dan Amu menarik tangan Alicia.
"Hee… Meninggalkanku sendiri perbuatan yang tidak baik, loh" Ikuto berbicara sendiri
Sementara itu, Amu menarik tangan Alicia dengan keras dan jalan Amupun tidak normal
"A-Amu.. Kau kenapa?" Tanya Alicia.
"Tidak kenapa-kenapa kok.. " Ucap Amu sambil cengar-cengir
"HEI KAU !" Terdengar suara seseorang. Reflek Amu dan Alicia mencari sumber suara itu
"Ya ! Kau ! Amu Hinamori !" Ternyara, orang itu adalah Marry
"Aku? Kenapa?" Ucap Amu dengan inconnent face miliknya
"Kau jangan fikir Ikuto akan menyukaimu karena dia tertarik dengan kemampuanmu.. Padahal, kemampuanku jauh lebih baik daripada kau" Perkataan Marry membuat Amu bingung.
"Hah? Maksudmu apa?" Tanya Amu
"Kau itu jangan merasa sudah dekat sama Ikuto.. Kau tidak pantas dengannya ! Kau itu bukan apa-apanya, jadi menjauhlah dari dia" Kata-kata pedas dari Marry keluar. Alicia yang mendengarnya ingin membantah ucapan Marry
"Ta-tapi.. Amu ini adalah ~"Belum selesai Alicia berbicara, Amu memberikan dia isyarat untuk diam. Mau tidak mau, Alicia menuruti apa yang suruh Amu
"Kenapa aku harus menurutimu? Lagian, jika memang kemampuanmu jauh lebih baik dariku, kenapa kau harus marah padaku kalau Ikuto tertarik dengan kemampuanku dan bukan kemampuanmu? Jika memang kau lebih baik, tunjukan ! Jangan menyuruhku seenakmu" Amu membalas kata-kata Marry yang tak kalah pedasnya
"KAUU ! Jika itu maumu, kita lihat nanti ! Siapakah yang akan masuk babak ke 2" Kelihatannya, Marry ingin menantang Amu.
"Baiklah ! Aku juga menanti hal itu !" Amu menerima tantangan itu. Tapi dalam hatinya ia berkata 'Aduh! Bagaimana ini? Aku kan masih pemula ! Amu ! Kau bodoh sekali !' Hancurlah image Amu jika dia menarik kata-katanya sendiri
Setelah pembicaraan itu, Amu kembali ke ruang peserta dengan perasaan -Dag dig dug hatiku- (Author *Nyanyi lagunya blink*)
"Amu.. Kau benar-benar keren tadi, loh !" Ucap Alicia kagum
"Oh ya.. Hehehe" Amu hanya cengar-cengir.
1 menit
15 menit
30 menit
Sudah dapat dilihat daftar nama-nama orang yang lulus. Dengan jantung yang berdegup kencang, Amu melihat daftar itu. Tapi tak terlihat disana ada namanya
"Yahh ! Namaku tidak masuk" Ucap Alicia kecewa. Tapi, wajahnya sih tidak mengatakan seperti itu.
"Bagaimana Amu? Apa kau masuk?" Terdengar suara yang familiar dari seorang yang tidak disukai Amu. Orang itu adalah Marry. Amu melihatnya dengan wajah pucat
"Aku ada di peringkat 10 terbaik.. Sudah kubilang, kan! Kemampuanmu jauh berbeda denganku. Jadi, menjauhlah dari Mr. Ikuto… Kalau kau sadar akan tempatmu sendiri.." Dengan angkuhnya Marry mengatakan itu. Amu hanya bisa terdiam karna itulah memang kenyataannya
"Wahh !.. Amu… Kau hebat… Kau masuk 10 terbaik loh" Tiba-tiba saja Alicia mengatakan sesuatu yang tidak bisa dipercaya oleh Amu dan Marry
"A-Alicia.. Apa kau yakin?" Amu tidak percaya dengan kata-kata Alicia
"Iya ! Coba liat itu sendiri" Kemudian Amu mulai melihatnya lagi. Dan benar saja ! Amu melihat namanya di sana. Walaupun kalah selisih 1 dari Marry. Terus, kenapa tadi Amu tidak menemukan namanya? Karena dia tidak mencarinya di bagian 10 terbaiknya itu..
"Sepertinya kita seri.. Dan kau masih mau berbicara seperti itu lagi?" Amu mulai membalas perkataan Marry dengan percaya diri. Keadaan berbalik, sekarang Marry tidak dapat membantah perkataan Amu. Ia merasa jengkel
"Argghh ! Lihat saja kau, Amu ! Akan kubalas kau !" Setelah mengatakan itu, Marry pergi dengan langkah kaki cepat..
'Yatta ! Aku tidak menyangka aku bisa masuk! Apalagi 10 terbaik' Batin Amu senang
"Oh ya.. sms utau ahh"
To: Utau
From: Amu
Subject: Win !
Yay ! Utauu ! Aku masuk babak 2 loh.. .
To: Amu
From: Utau
Subject: Selamat
Baguslah ! Selamat ya.. Tapi kau masih harus banyak latihan..
To: Utau
From: Amu
Subject: Ikuto !
Oh ya ! Soal ikuto.. Kau sudah tau dari awal kan, Utau? Kenapa kau tidak memberitahu dari awal .
To: Amu
From: Utau
Subject: Maaf
Iya.. Iya.. Maaf, deh ! Aku sudah merencanakannya dengan Tsukasa.. Tapi sepertinya aku lupa memberitahu (Author: Halahh ! Bohongnya selangit ! *Diinjek utau*)
Itulah akhir dari sms-sms-an antara Amu dan Utau.. Kemudian, Amu segera pergi untuk mencari jalan keluar. Maklum, bangunan besar .. Di kampung tak ada (?)
"Ikuto ~" Amu mendengar lagi suara Marry. Ia berjalan mendekati suara itu. Dan apa yang dilihat? Ikuto dipeluk oleh Marry ? Oh my god ?
"Apa-apaan dia?" Ucap Amu yang kelihatannya, sih… Cemburu
"Aku lebih baik dari gadis bernama Amu itu ! Aku juga orang yang paling dekat dengamu .. Dia itu hanya anak kecil yang tergila-gila padamu" Seketika itu, Marry melirik Amu dengan senyum PDnya..
'A-Apa? Beraninya dia mengaggap remeh dan merendahkan aku' Kesal Amu.. Kemudian Amu pergi meninggalkan mereka dengan perasaan marah.. Dan cemburu. Ternyata, cemburu itu melelahkan. Cemburu itu menguras bak mandi.. Ehh ! Salah.. Menguras hati maksudnya (?)
"Amu?" Ternyata Ikuto menyadarinya…
Apa yang akan dilakukan Ikuto?
To be continue
Chapter 2 selesai juga :D
Maaf.. Ada bagian cerita yang copas sih (Atau bisa dibilang inspirasi)
Kritik dan saran ! Pleaseee !
