Book Story

Chapter 2 :

Rin : Gigimu maju~ Gigimu maju~

Len : Rin.. ==" Apaan maksud lo nyanyi kaya gitu?

Rin : Ekh? Aku ngeledek temen Author yang namanya mirip OC Author..

Shana : Gue?

Rin : Iye elu.. Nama lo sama sih sama temen author gara-gara..*Dibekep Shana*

Rani : Mi-minna~ Uugh..*Tiduran dikasur*

Rin : Author? Kenapa?

Rani : Habis di- Lupakan lah.. Panasnya..

Riu : Erhm.. Skip to cerita..


Book Story

Chapter 2: ~Another Cinderella story~ Prolog~(Tapi biar nyambung tunggu chapter selanjutnya~) Nyo~?

Summary : Chapter 2: Another Cinderella story~ Prolog~

Genre : Romance, fantasy.

Pairing : Rin X Len

Caution : Gajeness, abalness, typo bertebaran..


(Normal POV)


Seorang gadis berambut hitam dengan mata azure membaca 'Book Story' sambil cengagas cengegesan.. Kalian mau tau apa isi ceritanya? Yuk kita lihat yang dibawah~

Seorang pemuda berambut honey blond dengan mata azure sedang berjalan-jalan disebuah kota dengan tenang. Ia membawa sekumpulan kayu-kayu yang berat. Walau sangat berat seperti itu, ia harus tetap membawanya untuk kebutuhan keluarganya. Walaupun tampang mirip pengemis-ngemis dijala-

PLAK!

"LO YANG BENER NAPE! GA USAH NGEJEK AKU!" Ujar Len memukul Author yang cantik ini..

"Iya! Iya dah!" Kata Author cemberut dan menghela napas dan membaca naskah dengan sungguh-sungguh.

Ok? Please abaikan yang diatas.. Nama pemuda yang tadi itu adalah Len Karanghawu yang berhasil bikin Author pingsan dibelakang naskah karna dipukulin habis-habisan secara brutal.. Ia membawanya kepada pengumpul kayu yang kaya. Namanya Meiko..

"HEH! Sori ye! Lo bawa kebanyakan! Gue butuh 23 batang pohon!" Kata Meiko yang bikin sweat drop Len. Len menghela napas.

"Neng.. Bisa ngitung ga? Saya bawa berapa batang pohon?" Kata Len dengan ngeleng-geleng kepalanya. Meiko melakukan ritual menghitung.

"23.. Eh? KOK!" Kata Meiko kaget + Merona. Bagus.. Len tersenyum puas dan Meiko tersenyum pahit nerima kenyataan.. 'Duit gue ludes lagi deh.. Ga bisa beli sake..' Pikir Meiko dengan sweat drop. Al hasil Len mendapati uang yang lumayan banyak. Len pulang dengan senang.. Ia berpikir bahwa ayah dan ibunya akan bahagia melihatnya membawa uang sebanyak itu.. Tapi..

"Apaan sih? Lo tau kan? Kenapa kita ga jual Len aja? Anak ga berguna gitu!" Kata Ibu Len.

DEG!

Len yang berada didepan pintu ketika ingin membuka pintu mengurungkan niatnya. Ia memandang ke arah langit dengan mata sembab.

"Kalau gitu! Kita cerai! LOE-GUE-END!" Kata ayah Len. Len hanya berlari jauh dari rumahnya.. Ia merasa dikhianati oleh ibu kandungnya sendiri. Air mata Len turun satu persatu dengan derasnya. Seorang gadis kecil yang memiliki sayap melihatnya dengan memiringkan kepala.

"Hei.." Kata gadis kecil itu menepuk pundak Len pelan.

"PISANG LENYAP?" Ujar Len latah. Gadis kecil itu hanya sweat drop dan menhela napas melihat Len yang latah.

"Pisang Lenyap abis pohon pisang digundulin semuanya Len.." Ucap gadis itu. Len melihat gadis itu seksama. Rambut berwarna oranye dengan mata senada. Sayap berwarna hitam dipunggungnya. Muka Len pucat pasi.

"AAMPUN! AKU BELUM MAU MATI!" Ucap Len mengira gadis itu seorang pencambut nyawa. Len langsung nyembah-nyembah gadis itu.

"Woooooooi~ Ampe gua meninggal 'pun gua ga bakal cabut nyawa lo~ Gue itu peri yang mau ngabulin permintaan lo~" Kata gadis itu. Len langsung ngeliat gadis itu dengan puppy eyes.

CROT!

Gadis itu langsung nose blood liat Len yang shota. 'Ga rugi gua main disini.. Ga rugi.. Gua ketemu cowo mirip cewe gini.. Astaga..' Pikir gadis itu. Len tiba-tiba udah bawa ember buat gadis itu.

"Sekalian buat donor darah.." Kata Len naro ember pas didepan gadis itu.

BUAK!
"GUE NIH PERI! PERI BUAT LO! NAMA GUE SF-A2 MIKI!" Kata Miki memukul Len pake ember yang dibawa Len. Len Cuma ngusap-usap benjolannya dengan puppy eyes..

COOOOR!

Dan hal itu sukses bikin Miki nose blood parah. Miki langsung ngambil ember dari Len dengan sukarela. 'Annnnnjrrrrritttt.. Gue ga tahan!' Pikir Miki.

"Trus robot peri kayak lo.. Mau bantuin gua apaan?" Kata Len polos sambil ngeliatin nose blood Miki yang udah penuh seember.

"Ntar aja kalo lu minat gue langsung dateng disaat ga tepat.." Kata Miki tiba-tiba ngilang. Len nengok ke kanan ke kiri. Muka Len pucet pasi.

"HAAAAAAAAAAAAAANTU!" Kata Len pergi.

Hening~

Hening~

Hening~

Hening.. Sampe Author jungkir balik liat naskah..

Hening~

Tiba-tiba Len balik lagi dan ngambil ember penuh darah dari peri Miki.

"Ampir aja gue lupa kalau ember ini ketinggalan.. Rugi gua.." Kata Len lalu membawa ember itu ke sebuah klinik kesehatan. "Kan darah hantu ga ada yang tau golongan darahnya.."

"Woi.." Kata benda mirip lemper loncat-loncat. Len langsung lupa dengan embernya dan ngabur. Dan ember itu langsung ilang.


(Len POV)


Setelah aku melihat lemper-lemper putih loncat-loncat. Aku dengan berat hati langsung menuju rumahku dengan hati deg-dengan..

DEG!

DEG!
DEG!

Kreek..

"Len.. Kamu-


Sang gadis menguap, tampaknya ia tidak kuat untuk membaca chapter ke duanya. Sang gadis lalu menutup buku itu dan memasukannya kedalam sakunya dan pulang..


-TBC!-


Rani : Well.. Chapter 1 itu pembukaan! Chapter 2~ And selanjutnya akan muncul dengan chapter panjang~

Rin : Udah pendek.. Tidak ada diriku lagi!

Rani : Nyelow Rinny~ Ntar juga muncul dirimu sayang~

Rin : Ya deh =.= Bales Ripiu~


Kyon Kuroblack:


Apa semua terjawab? :3

Kalau pendek maaf ya? Bikinna buru-buru~

Maksud saya itu tadinya mau bikin fic satu-satu begitu~ One shot~

Jadi yang chapter 1 itu salam pembuka buat yang keduanya~

Untung Kyon Kuroblack ngeripiu..

Kalau ga ..

Setahun kemudian Fic ini ga berkembang ama sekali deh!

Okeh?

Thanks Ripiunya ya? And keep RnR!


Rani : Yep~ Yep~ Keep review! And Review please!

Rin : Keep or delete? Review please!

.

.

Review please!

.

.

V