Book Story

Chapter 2 : Cinderella ~Another Stories~

Rin : Author bilang dia cuti dulu.. Jadi Konako-chan dengan Riu-kun disini..

Riu : Ayaya~ Baiklah.. Rani-san cuma nitip naskah buat kita..

Konako : Yep! Dia bilang Fic ini mungkin akan terasa garing.. Dan berhumor kantong keresek.

Len :*Pundung Somnia* Hiks..*Baca naskah bareng Rin*

Rin : Dlmu Len..

Konako+Riu : YEP! Ayo kita menuju cerita! And minta maaaap banget humor kayak kantor kresek..


Book Story

Chapter 3: Cinderella ~Another Stories~

Sumarry :Halaman ketiga: Cinderella ~Other Stories~ Len mengalami hal buruk ketika Kaito ayahnya menikah dengan Meiko. Ia menerima suruhan dari Akaito sampai peri Miki datang kembali dan membuat kehebohan?

Pairing : Rin X Len.

Genre : Romance, Drama, mungkin humor garing dari saia!.


(Normal POV)


Gadis bermata azure itu tersenyum sedih. Melihat sebuah kaca. Terdapat sebuah luka tamparan oleh siapapun itu. 'Sebagian kecil.. Ini baru sebagian.. Aku belum merasakan kesakitan yang lebih..' Pikir gadis itu lalu mengambil 'Book story' dengan tersenyum. Ia lalu membukanya dan membacanya perlahan.


"Len.. Kamu.." Ucap seorang pemuda berambut merah dengan mata senada. Eeeeh.. Diakan adiknya Meiko! "SAUDARA TIRI GUE! CUCI PIRING NUMPUK DISANA!" Ucap Pemuda itu menyeretku ke dapur.

"Ehhhh… What the-

"Iye.. Gue tau lu kaget, lo tu bakal jadi calon ade gue!"Ucap pemuda itu. "Name gue Akaito. Ayah lu bakal nikah ma mamih gue tercinteh!"

'Kok lama-lama gue eneg ngobrol ama ni orang sih? Udah rambut mirip bata, taraje pula, ni anak orang apa menara eifel sih?' Pikirku saat melihat betapa tingginya Akaito.

"EEEEEEEEEEEEEh! Gue jadi pembantu elo? Euyyy.. Kamseupay banget! Salah kali LO! ADANYA ELO KALI YANG JADI Jonggos/babu GUA!"

"Eh, lu! Ayah lo kan kismin ampe nyolong daleman mamih GUEEEEE!" Ucap Akaito. WHAT THE APEL WITH YOU CABEE!

"HAH? AYAH GUE? SEJAK KAPAN? HELLLLOW! EMANG AYAH GUE BAKA! TAPI NGGAK SEGITUNYA KALI!" Ucapku tak sadar ada seseorang dibelakangku. Aku melihat seorang pemuda dengan rambut biru dengan memakai syall. Mampussss.. Ayah gue…

"Len… Harusnya gue ikutin ucapan dia.. CUCI PIRING GA LO!" Ucap Ayahku yang bernama Kaito. Dengan cepat aku melihat kea rah wastafel.

"ASTAJIM! KENAPA BANYAK AISU BERTEBARAN? KENAPA PIRING-PIRING KOTOR NUMPUK BEJIBUN? MAUUUU NYIKSA GUE?" Ucapku heran.

"UDAH LU CUCI! Eh.. Lo pake baju ini nih! Lucu banget kalo lo pake!" Kata Akaito narik rambutku dengan sangat cepat. Aku langsung merintih kesakitan.

"Ahhh! AKAITO-KUN! ITTAI!" Ucapku berusaha melepaskan tarikannya dari pony tail kesayanganku.. LEPASIN WOI!

"Iya gue lepas! Tapi lo pake baju ini ya? Ya?" Kata Akaito jahil.

"I-IYAAA! TAPI LEPASIN GUE! SAKIT BEG#!" Ucapku. Akaito lalu melepaskan tarikannya dan

BUAAAAAK

Melemparku dengan gaun hingga jatuh.. Duh.. Sakit! Aku lalu melirik ke arah gaun kotor itu, warnanya putih dengan bercak darah. Akaitopun pergi dan aku menghela napas.

TRIIIING!

"Hello Len! Mikikepo fuduliness HERE! Gimana~~~ Mau gue bantu ga? Gue sulap lu jadi tomcat? Sulap lu pake baju cewe? Apa sulap elo pake bikini?" Ucap hantu Miki. Woi.. Pilihan lo sedeng semua sih..

"Woi.. Bantuin gue nyuci piring!" Ucapku kesal pada Miki. Miki geleng-geleng.


(Normal POV)


"Emang gue Maid elo? Adanya elo yang butler disini! Udddddddaaaaaah sanahhh! Kerjain tu!" Ucap Miki dengan meniru iklan.

"KATANYA ELO PERI! GIMANA SIH LO! PERI GAK BENER!" Ucap Len teriak-teriak.

"Kan gue bilang.. Gue selalu dateng dan bantu disaat ga tepat.. Kecuali kalau gue niat.." Kata Miki lalu mendekati Len. "Kepocross!"

TRIIIIIIING!

Tiba-tiba baju Len berubah menjadi gaun yang indah dengan motif renda-renda. Ikatan rambut Len berubah menjadi sebuah pita besar. Muka Len seperti didandani ala cewe. Miki langsung mimisan dan ngakak ngeliatin Len. Len langsung merona hebat.

"PERI BEG#! KENAPA GUE DIDANDANI BEGINI! AKKHHHHH! APAAN SI LO!" Ucap Len lalu kabur. Miki lalu tersenyum licik dan menyulap piring yang dicuci Len menjadi sebuah kereta bebek dan menyulap sebuah sendok menjadi sebuah banteng. "HUWWAAAAAA! AWAS MIKI!"

"Eh? Kok Gue?" Kata Miki ngeliatin Banteng dan Len.. Bantengnya sudah dalam posisi siap menyerang..

"BANTENG KAN SUKA NGEJER WARNA MERAH!" Ucap Len. Miki menghela napas.

"Lo pikir gue MERAAAAAAAAAAAAAAH! HELEEEEEP!" Ucap Miki lari dan menuju kereta bebek. Miki menarik Len dan kabur dari banteng. "Eh.. Bebekna harus paduan suara dulu!"

GUBRAK!

"Kenapa bebek harus panduan suara sih?" Kata Len yang barusan terjatuh.. Walau make upnya masih OK punya.

"Soalnya bebeknya belum dikasih makan sama gue.." Ucap Miki yang mendapat sikutan dari Len.

"KASIH MAKAN DULU LAH!" Ucap Len lalu menendang Miki keluar kereta.

"Wek! Wek! Wek!" Ucap para bebek lalu berlari. Miki yang tadi ditendang Len sedang jatuh dengan tidak elit melihat banteng yang mulai mengejarnya.

"WOOOOOOI! LEEEEEEEEEN! TUNGGUIN GUA! WOIIIIIII! BERENTI DONG! WOI!" Ucap Miki lalu main kejar-kejaran antara Kereta bebek, Miki, dan banteng. Len hanya geleng-geleng kepala dan memijit pelipisnya.

"Wong gua ga tau cara ngendaliin ini sih.." Ucap Len didalam kereta lalu melihat Miki yang mulai ngos-gosan dikejar banteng sambil nangis kejer.

"WOOOOI! BANTUIN GUE! HUEEEEEEEE!" Kata Miki masih lari-lari dikejar banteng. '-_- Itukan lo yang panggil? Kok lo yang takut sih? Aneh banget dah lo Miki..' Pikir Len ngeliatin Miki sambil sweat drop. Miki masih nangis kejer.

BRUUK!

Miki tersandung batu kecil dan membuatnya jatuh dan terguling-guling.. Semakin lama semakin cepat.

"Eh? Aku baru nyadar tanahnya miring loh.." Ucap Len menatap Miki seperti spesies baru. "Woi Miki lo kan Peri.. Napa lo ga pake sihir lo aja?" Kata Len seperti baru ingat hal itu. Miki yang terguling-guling langsung saja mengucapkan mantra dan tiba-tiba berada disebelahnya Len.

"BAKKKKKKAAAAAAAA! KENAPA LO GA BILANG DARI TADI SIH!" Kata Miki kesel dan menyulap pakaian Len menjadi gaun putih yang cantik sekali dan Len yang rambutnya diurai terdapat sebuah bando dan jepit berwarna putih diponinya. Len hanya cuek bebek ketika Miki merubahnya.

"Gue baru inget.. Oya kita kemana nih?" Ucap Len karna merasa kereta bebeknya tiba-tiba berjalan secepat petir.

"Gue ga tau dah Len.." Kata Miki jujur.

"Serius?" Ucap Len meyakinkan.

"Serius.." Kata Miki sambil mandang atap kereta bebek.

"MIKI! UDAH LO NGUBAH PENAMPILAN GUE! SEKARANG GUE DIBAWA KAYA DICULIK PULA! APA MAU LO SIH!" Ucap Len teriak kesal. Miki langsung menutup kupingnya. 'Tau dah! Gue Cuma ngikutin apa kata naskah!' Pikir Miki. "Lo tau ga sih! Gimana orang tua gue kalo nyari.. Blablablablablablah!" Kata Len mulai menceramahi Miki. Miki memutar bola matanya dan menghilang tiba-tiba.

TRIING!

"WOI! GUE DITINGGAL LAGI! PERI MACAM APA LO!" Ucap Len kesal dan duduk dikeretanya. Dia mulai pasrah akan dibawa kemana dia kali ini oleh bebeknya. "Mending gue disiksa dirumah daripada nasib ga jelas kaya gini.." Kata Len pasrah dan menunggu dengan melihat ke arah jendela kereta. 'Mau dibawa kemana aku? Semoga saja tidak dibawa ketempat berbahaya..' Pikir Len lalu menghela napas.


-Di rumah Len-


Tok! Tok!

Akaito yang sedari tadi mengetuk pintu dapur karna merasa ada yang aneh. Akaito masih mengetuk pintu sampai..

"LEEEEEEEN! BURUAN GUE LAPER! MASAKIN GUE TELOR!" Ucap Akaito. Hening.. Tidak ada jawaban.. 'Ni anak kemana sih?' Pikir Akaito dalam hati. Akaito lalu membuka pintu dapur pelan dan mendapati ruangan kosong melompong. Mata Akaito terbelalak kaget. Ia segera berlari menemui ayahnya yang sedang berada didepan pintu mengobrol dengan seseorang.

"EHHHH! LEN ILANG! LEN ILANG!" Kata Akaito. Kaito lalu menengok dan melihat Akaito yang ngos-gosan.

"Hah? Len ilang? Diemin aja! Dia tuh udah bilang gue baka! Jadi biarkan aja dia!" Ucap Kaito.

"BAKA! POKOKNYA GUE MAU NYARI LEN! TITIK!" Kata Akaito. Orang yang sedang mengobrol dengan Kaito memiringkan kepalanya.

"Akaito-kun! Aku membawakan undangan pesta kelahiran putri Rillaine Sorika Sweet yang ke 17 tahun! Sekarang! Kau hadir ya?" Ucap orang itu yang membuat leleh Akaito. Bahkan cabe-cabe disakunya langsung hilang karna takut.

"Ha-Hai!" Kata Akaito sambil blushing dan menerima undangan itu dan membukanya.


UNDANGAN PESTA


Kepada yang terhormat,

Nyonya atau Tuan dari Bangsawan Sakine.

Kami mengundang anda dalam pesta ulang tahun putri kami tercinta, Rillaine sorika sweet. Semoga anda mau datang.. Jika anda adalah seorang pemuda harap berpakaian mirip cewe sesuai permintaan putri kami. Sementara yang perempuan diharapkan berpakaian mirip laki-laki.

Sekian dari kami,

Ryuto Sorika Sweet..


"Gue.. Ga ikut!" Ucap Akaito menatap horror undangan itu.

"Yah? Gue ikut loh!" Kata Kaiko. 'Eh? Kalau Kaiko ikut.. Gue…' Pikir Akaito.

"GUE IKUT!" Ucap Akaito lalu mengambil gaun dari koper Meiko. Akhirnya Akaito mengenakan sebuah rambut palsu berwarna merah dengan gaun ala Victoria. Lalu Akaito keluar dan menuju tempat Kaito dan Kaiko berada.

"Pake kereta Aisu gue! Ayo berangkat!" Kata Kaiko lalu menarik Kaito dan Akaito.

"Kok gue ikut?" Ucap Kaito.

"Bodo amet! LET'S GO!" Kata Kaiko lalu menjalankan kereta Aisunya.


~Another Cinderella story~


-Disebuah kerajaan yang aman, damai, tentram tanpa tomcat atau granat menyertai mereka. Seorang gadis berambut honey blond dengan mata azure melihat ke arah jendela dengan tatapan aneh. Ia melihat ke arah luar untuk mendapati pemandangan malem yang indah.. Eh..

"Ngapain lo liat gue begitu sih Rin?" Kata Author lagi maen gundu di taman bareng temen-temennya. "Nge fans bukan?" Ujar Author yang dihadiahi sebuah lemparan jeruk raksasa oleh Rin.

"Woi.. Lo kenapa masuk Fic seenaknya author abal! BALIK SANA KE ALAM BAKA!" Tendang Rin kepada Author yang datang tidak diundang.. (Author : HUWWWWWAA! KEJAM KAU RIN!) Dan akhirnya semua kembali tent-

"Jeeeeeeeeng Rin… Helllllow.. Eiuh..." Kata seseorang mengetuk pintu dengan lebaynya. Rin menatap pintu dengan wajah datar kaya digiles road roller. "Hiiiime-cama~ Bukain pinyunya dongz.."

Sepertinya harapan kita kandas karna seseorang mengetuk pintu tanpa Rin undang.

"SAPA SIH?" Kata Rin memandangi ke luar dan lagi-lagi mendapati Author main gundu.. Rin menatap Author dengan sebal banget dan pengen ngelindes Author yang ga diundang itu. Ia sangat ingin merasakan udara yang menyejukan dan memandangi hamparan pemandangan hijau yang indah. Bukan Author ga diundang yang dari tadi isinya main gundu.

"Ampun.." Kata Author lalu ngabur ke Fic lain. Sigh.. Abaikan..

BRAAK!

"Demi JERUK! OREO ITU ENAK!" Kata Rin latah ketika melihat pintu kamarnya didobrak. Seorang gadis berambut twin teal terjatuh kesakitan dengan posisi ga elit deh.. Terkapar kaya cacing kepanasan.

"Putr- Putri Rolliono.." Kata gadis itu. Dia bangkit sebentar dan melihat Rin yang cengo mendengar namanya dipanggil..

.

.

.

!

BUAK!

"RILLAINEEEE! BAKA NEGI! DASAR NEGI FREAAAAK!" Kata Rin lalu memukul gadis itu. Gadis itu hanya merintih kesakitan karna Rin terus memukulnya dengan jeruk raksasa.

"Maksud saya.. Putri Rillaine…." Kata gadis itu lalu membungkukan badannya walau sakit-sakitan. 'Edan.. Putri jeruk freak ini suka banget mukul orang ampe sakit..' Pikir gadis itu..

SRIING!

Rin menatap gadis itu tajam setajam gergaji mesin yang sedang berjalan. Rin memakai aura menakutkan dibelakangnya..

"Lo bilang gua Jeruk freak Miku?" Kata Rin.. Mamppuslah kau Miku..

"Heng.. Iya Jeng.. Saya mau ambil Hemaviton dulu.." Kata Miku tapi berhasil dicegat Rin. 'Mati gue..' Pikir Miku horror.

"Miku.. Panggilin ayah gua yang kamseupay iyuh itu ya?" Kata Rin dengan efek bling-bling.

PRANG!

Miku ngangguk. Miku melihat Rin tersenyum licik.. Kaca-kaca yang deket ma Rin turun cepet dan mendekat ke Miku.

"MAAAAAAAAMIIIIIIIH! HELLLLLLLEEEEEEEEEEP!" Kata Miku lalu lari ngibrit. Sesaat kemudian seorang pemuda berambut ijo dengan mata senada datang. Giginya tonggos mirip kelinci. Rin tiba-tiba ketawa-tawa sendiri ngeliat orang itu. Ada apa yah?

"Eh? Maniak Jeruk FREAK! Lu ngapain tawa-tawa liat bapa lo yang cakep tujuh turunan? Rin-chin?" Kata orang itu dengan bahasa taman lawang.

"Daripada elo Giginya maju kayak kelinci.." Kata Rin datar and sinis.

JLEB!

"Iyeh.. Eike juga tahu hal itu.. Maap-maap Eike mirip tupai gini.." Kata pemuda yang ternyata raja itu. Raja udah sweat drop dengernya. 'Ni anak ga berenti ngejek gue dah..' Pikir Raja.

"Pendek lagi…" Kata Rin masih ngakak..

JLEB!

Makjleb dah~

"Iye.. Eikeh tau.. Trus mau ngomong ape dengan papih tercinta loeh?" Kata Raja. Rin menghela napas panjang..

"Katanya papih mau ngadain acara buat pemilihan calon-calon suami gue tercinta.." Kata Rin sinis ngundang petir nyamber Raja tak bersalah..

"Iye.. Tapi gue ga usah dijadiin bahan ledekan lu kali! Tiap hari gue diejekin mirip Kelincilah, tupailah! Eikeh tu RAJA! RAJA!" Kata Raja membela dirinya. Rin Cuma ngeliatin dengan tawa jahat.

"Iya tah? Raja gadungan kali.. Masa ma Mamih gue aja takut.. Udah gitu banci lagi.. Kamseupay euy!" Ucap Rin lalu melintasi Raja tanpa hormat.

JLEB!

Raja mematung hebat. Disekitarnya terdapat api amarah yang besar.

"RRRRIIIIIIIIN!" Ucap Raja kesal.

"APE LO!" Kata Rin kasar banget.

Ciut dah nyali Raja ketika Rin bentak Raja.

"I, Iye! Apa sih salah gue?" Ucap Raja nyulap daun jadi gelas. Rin ngeliatin Raja sambil tertawa hambar.

"Salah lo? BANYAK! ITUNG SANA PAKE JARI LO! POKOKNYA NTAR TURUTIN PERMINTAAAN GUE!" Ucap Rin lalu pergi entah kemana. Sang Raja sweat drop sambil melihat surat yang dibawanya.

"Hn.. Siapa yang akan dipilih Rin?" Kata Ryuto lalu melihat ke arah langit sambil tersenyum dengan gangguan gigi tonggosnya.


"Huuuuuuuuuuua!" Ucap sang gadis bermata azure mengantuk. Ia menutup bukunya dan masuk ke alam mimpinya.


Rani : YEEEES! FIC INI CHAPTERNYA TINGGAL DIKIT! YESSS!

Rin : Hah? Tapi entar ada cerita baru lagi kan?

Rani : Iya dong Rin~ Book story bisa sampe chapter berapapun~

Rin : +-+" Hoo..

Rani : Hn? Ada yang punya usulan setelah Fic ini mau dibuat cerita dari cerita apa? Tapi tentu Rani akan buat jadi another~ Hehe! XD

Rin : -_-" Dasar! Baiklah bales Ripiu!


Kyon KuroBlack

Hn? O.O

E-E-Emangna lucu?

Ini dah lanjut~

Thanks review and keep review!


Ichigo Mei-chan :

Hekh, masih banyak typo toh.. Hehehe gomenasai~ :D

Cocoklah dia jadi gembel! Ya ga Rin?

Rin : Sesuai kata author IYA!

Len :*Pundung*

Ada-adain aja Peri sayap item tapi menyesatkan~(Miki)

Ok, thanks review and keep revieew!


Shana Sparkyu ELF :

Iya mereka jadi tukang kayu!

Hooh, ^^v ini udah diapdet kan?

Ok, thanks review and keep revieew!


Half-Human Girl

Kayakna begitu? eeeeeeeeeh? Masa sih... Aku ga terlalu jago ngelawak loh..

Hihihihi

Adain aja peri sayap warnanya hitamm~

Thanks for like,

Ok, thanks review and keep revieew!


Ryeo-chan Kagamine :

Eh? Iya kok tau?

Sip! Ini udah apdet kan?


Rani : Lalu Review please! Biarpun saya minta maaf ga bisa apdet cepet yah~ Karna bentar lagi saya mau UAS!

Rin : RnR Terus ya! Review please too!

Len : Hn.. Review please!