Aku ini seorang genius, orang-orang pun mengakui hal itu

Aku ini seorang yang tampan, banyak perempuan yang mengagumiku

Aku ini sempurna, tak ada orang yang bisa mengalahkanku

Tapi...

Aku ini bodoh, hanya bisa membuat dia tersakiti

Aku ini buruk, hanya bisa membuatnya membenciku

Aku ini... orang yang tidak mau jujur dengan perasaanku sendiri

Aku... menyukainya

Aisaretai

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : SasuNaru atau ItaNaru

Rate : T

Warning : Typo(s), Abal, Gaje, Shounen-ai, AU, OOC, dll.

'Ukh... dimana ini?' pikir Sasuke.

Ia pun menampakkan iris onyx-nya. Diperhatikannya setiap sudut ruangan tampat ia tertidur sekarang. Ia memperhatikan ruangan yang saat ini hanya ada sedikit cahaya dari lampu jalanan diluar sana.

'Sudah malam?' pikir Sasuke.

Kemudian Sasuke pun hendak terbangun dari tidurnya. Namun sesuatu menyentuh erat lengannya. Sasuke pun melirik untuk melihat apa yang menahan lengannya itu. Ketika itu juga Sasuke terkejut. Dilihatnya seorang berambut pirang memeluk erat lengannya dan tertidur. Hangat... itulah yang dirasakan si Uchiha bungsu ini karena genggaman tangan itu.

Kemudian si pirang itu pun terbangun,

"Eng... Sasuke... kau sudah bangun?" tanya Naruto yang baru saja terbangun dari tidurnya.

Sasuke tidak menjawab dan hanya diam menatap Naruto. Merasa hanya di perhatikan akhirnya Naruto menyentuh pelan dahi Sasuke.

"Syukurlah, panasmu sudah turun. Tadi aku khawatir sekali menemukan kamu yang sedang demam tergeletak didepan pintu rumahku. Aku sudah menelpon Itachi-nii untuk datang ke sini dan menjemputmu," ucap Naruto.

Ting.. Tong.. Ting.. Tong..

"Ah.. sepertinya Itachi-nii sudah datang. Aku mau membukakan pintu dulu," ucap Naruto.

Naruto pun terus melangkahkan kakinya menuju pintu kamar itu untuk membukakan pintu menyambut Itachi. Tapi tiba-tiba saja sesuatu menghentikan langkahnya. Sebuah tangan melingkar erat di pinggulnya. Seseorang sedang memeluk erat dirinya dari belakang. Pelukan ini terasa hangat bagi Naruto.

"Jangan pergi... kumohon," ucap pemuda yang saat ini memeluk Naruto semakin erat seakan-akan bila ia lepas sebentar saja Naruto akan pergi selama-lamanya.

"Kenapa? Aku hanya ingin menyambut Itac-"

"Jangan sebut namanya! Aku tak suka mendengar nama itu keluar dari dalam mulutmu," gertak Sasuke.

Dengan sigap Naruto melepaskan diri dari pelukan itu dan menatap lurus ke arah Sasuke. Dilihatnya saat ini, Sasuke menatapnya tajam. Naruto hanya diam dan kemudian hendak pergi dari ruangan itu. Namun sebuah tangan mencengkram lengannya kuat dan mendorongnya ke dinding. Naruto hanya merintih sakit saat punggungnya terbentur dengan cukup kuat.

"Kau mau kemana?" tanya Sasuke.

Naruto hanya diam dan memalingkan wajahnya. Ia tak mau menatap mata itu. Ia tak mau perasaannya semakin sulit lepas dari pemuda itu. Ia sudah bertekat untuk melupakannya.

"Jawab aku Naruto!" teriak Sasuke.

"Aku hanya ingin membukakan pintu untuk Itachi-nii. Apa itu salah!" tanya Naruto dengan berusaha melepaskan diri dari Sasuke.

"Jangan dekati dia! Kau tidak boleh bersamanya!" teriak Sasuke semakin mempererat genggamannya pada lengan Naruto.

"Sakit... Teme. Lagipula kenapa aku tak boleh dekat dengan Itachi-nii. Apa hakmu melarangku hah? Kau bukan siapa-siapaku, jadi kau tak berhak mengurusiku. Terserah aku ingin dekat dengan siapa. Tapi satu hal yang pasti, aku tak mau kau berada disekelilingku Teme. Aku ben-"

Ucapan Naruto terhenti ketika sesuatu menutup mulutnya. Sasuke... menciumnya. Naruto memberontak untuk melepas ciuman itu. Namun Sasuke semakin menekan untuk memperdalam ciuman itu. Naruto semakin terkejut saat sesuatu masuk kedalam mulutnya. Lidah Sasuke terus menulusuri tiap inci mulut Naruto. Tidak rela diperlakukan seperti itu, Naruto segera menggigit lidah Sasuke.

Sontak Sasuke segera melepas ciumannya. Sedikit darah mengalir dari sudut bibirnya. Naruto terlihat sayu dengan wajah memerah dan mata sedikit tertutup dan nafas yang tersengal-sengal. Melihat hal itu Naruto terlihat sangat menggairahkan hingga Sasuke ingin sekali lagi merasakan bibir ranum yang manis itu.

"Kenapa? Kenapa kau melakukan hal ini Teme?" tanya Naruto marah.

"Kenapa kau marah? Kau juga dulu pernah dicium Itachi 'kan? Lalu apa salahnya bila aku juga menciummu. Aku ingin lebih, Naruto," ucap Sasuke semakin mengurangi jarak diantara mereka.

"Kenapa begitu Teme? Sebenci itukah kau padaku sehingga membuatku terus menderita?" tanya Naruto.

"Aku tidak membencimu. Aku ... mencintaimu, Naruto,"

"Bohong! Kau berbohong! Kau sendiri 'kan yang dulu mengatakan kalau kau membenciku," teriak Naruto.

Setelahnya Naruto berlari meninggalkan Sasuke. Dia berlari menuju pintu keluar. Ketika membuka pintu itu, tampaklah Itachi yang sedang menunggu.

"Halo.. Naru..."

Tanpa memperdulikan Itachi. Naruto berlari meninggalkan kedua Uchiha itu. Melihat wajah Naruto yang tadi tampak sedih dan melihat sang adik yang saat ini hanya berdiri diam dilorong rumah Naruto. Itachi merasa kesal.

"Apa yang kau lakukan padanya, Otouto?"

"Aku hanya bertengkar dan lalu aku menciumnya,"

Itachi tampak sangat geram mendengar jawaban itu.

"Otouto, aku tak akan pernah memaafkanmu,"

Setelahnya Itachi segera berlari mengejar Naruto meninggalkan Sasuke yang hanya terdiam membisu.

Itachi terus mengejar sosok Naruto yang berlari tak mempedulikan Itachi yang terus memanggil namanya. Dengan terus berusaha, akhirnya Itachi berhasil menggenggam erat lengan kanan Naruto dan menghentikannya. Itachi menggenggam erat lengan itu tanpa memperdulikan tatapan pejalan kaki lain yang terus memperhatikan mereka.

"Naruto... apa yang baru saja terjadi?" tanya Itachi.

Naruto hanya terdiam dan tak mau memalingkan wajahnya.

"Naruto!" Itachi pun berteriak dengan langsung menarik keras lengan Naruto hingga akhirnya mereka saling bertatapan. Kepala Naruto yang tertunduk kemudian perlahan terangkat hingga menatap Itachi.

"Itachi-nii? Ada... apa?" tanya Naruto dengan tersenyum... miris.

Itachi hanya terdiam menatap mata biru yang cerah itu sekarang terlihat mendung.

Tes...

Setetes air jatuh ke pipi Itachi yang disusul tetesan lainnya. Itachi menatap langit diatasnya.

'Hujan...' pikir Itachi.

Kemudian ia kembali menatap Naruto yang sudah membelakanginya itu.

"Tadi... dia bilang suka padaku,"

Mendengar ucapan itu Itachi terdiam.

"Dia bilang... dia mencintaiku. Hahaha bodohnya aku yang saat itu malah berdebar-debar mendengarnya. Padahal aku ingin lupa. Aku ingin melupakan semuanya! Lupa... akan dirinya,"

Dengan cepat Itachi-nii mendekap erat Naruto dalam pelukannya. Tak mempedulikan tubuh yang sudah basah karena hujan.

"I... Itachi-nii..."

"Maaf..."

Mendengar hal itu, Naruto memeluk erat Itachi. Tak menyadari pandangan seseorang yang menatap mereka.

Setelah itu, Naruto dan Itachi kembali ke apartemen Naruto. Disana mereka tak menemukan sosok Sasuke. Mereka pun akhirnya berganti pakaian dan menghangatkan diri. Itachi pun memulai perbincangan untuk menghibur Naruto. Namun sesuatu berbunyi.

Kriing... kringg...

"Ah, ada telepon. Tunggu sebentar ya, Itachi-nii," Naruto pun menjawab telepon itu.

"Hallo, Uzumaki disini"

'Naruto... kapan kau akan pulang? Kau harus membantuku dalam mengerjakan tugas-tugas ini, bodoh,' ucap seseorang di dalam telepon itu.

"Ah... Kyuu-nii, iya nanti aku pulang. Tapi nanti aku hanya akan membantu mengerjakan tugas-tugas di beberapa perusahaan saja. Aku tidak mau semuanya, " jawab Naruto.

'Kenapa bisa begitu?'

"Pokoknya perusahaan induk Kyuu-nii saja yang ngurusin," jawab Naruto.

'Baiklah, baiklah... tapi Naruto, aku harap kau jangan dekati Uchiha Sasuke itu! Aku tak suka dengannya,'

"Darimana Kyuu-nii tau?"

'Jangan kau pikir aku tak memperhatikanmu Naruto. Aku selalu mengawasimu!'

"Baiklah," Ucap Naruto yang kemudian menutup telepon.

Setelah itu Naruto kembali duduk didepan Itachi. Namun Itachi terus saja menatap Naruto dengan tatapan menyelidiki.

"A, ada apa Itachi-nii?" tanya Naruto gugup karena ditatap seperti itu.

"Naruto, apa yang menelponmu tadi adalah Namikaze Kyuubi? " tanya Itachi.

"A, apa maksudnya Itachi-nii?"

"Jangan berbohong padaku Naruto. Dari caramu memanggilnya dan wajah kalian, aku bisa dengan mudah menyimpulkannya," jelas Itachi.

"Memangnya Itachi-nii pernah bertemu dengan Namikaze Kyuubi? Lagi pula dia itu siapa? Aku tak pernah bertemu dengannya," jelas Naruto.

"Tentu saja aku pernah bertemu, karena aku juga mengurusi perusahaan keluargaku yang bekerja sama dengan perusahaan keluarga Namikaze. Memang suami istri Namikaze itu sudah meninggal karena kecelakaan tapi kudengar keluarga Namikaze mempunyai dua orang penerus, Namikaze Kyuubi dan satu lagi namun tak dipublikasikan. Apakah kau itu..." tanya Itachi terpotong karena tiba-tiba saja Naruto mengeluh.

"Huuh.. Itachi-nii memang cerdas. Aku tidak bisa membohongimu," ucap Naruto dengan memajukan bibirnya.

"Jadi... apa kau mau mejelaskan hal yang sebenarnya?" tanya Itachi.

Naruto pun hanya diam terpaku. Pada akhirnya Naruto menyerah dan menceritakan semuanya. Yah... semuanya.

Skip Time

Sudah seminggu sejak kejadian itu. Dan seminggu pula Naruto tidak masuk sekolah. Sasuke saat ini sangat bingung apa yang harus ia lakukan. Ia tidak tahu harus berbuat apa dan bertanya-tanya kemana perginya si Dobe.

'Kemana dia? Aku ini bodoh. Kenapa tiba-tiba saja aku harus menciumnya? Arghhh... si Dobe itu. Mungkin sekarang ia sedang bersama dengan Itachi. Sebab sejak kejadian itu Itachi tidak pulang ke rumah. Sejak mereka berpelukan itu, aku tak suka melihat adegan itu,' pikir Sasuke yang kemudian terganggu karena kehadiran kedua temannya.

"Hei, Sasuke, bagaimana dengan tantangan Shika padamu? Apa kau berhasil?" tanya Neji.

"Huah... merepotkan," komentar Shikamaru.

"Masalah tantangan itu... lupakan saja," jawab Sasuke.

"Kenapa?" tanya Neji.

"Kau tidak lihat. Hubunganku dengan si Dobe itu sekarang sangatlah renggang. Lagipula kenapa kalian memberikan tantangan seperti itu sih?" tanya Sasuke kesal.

"Dasar kau ini, masa tantangan untuk berfoto dengan Naruto yang menggunakan pakaian pelayan dengan telinga dan ekor kucing saja tidak bisa," ucap Shikamaru.

"Lagipula kenapa kau meminta foto seperti itu?" tanya Neji pada Shikamaru.

"Bukan aku yang mau, tapi Temari yang menginginkannya," jawab Shikamaru.

Kemudian ketiganya pun hanya terdiam. Sampai seorang perempuan berambut pink menghampiri Sasuke.

"Sasuke, aku titip ucapan selamat untuk kakakmu ya, aku titip salam semoga ia bahagia,"

Setelahnya gadis bernama Sakura itu pergi. ShikaNejiSasu hanya diam heran.

'Memangnya ada apa dengan Itachi?' pikir Itachi.

Kemudian tidak beberapa lama kemudian orang lain pun mulai mengucapkan hal yang sama seperti yang diucapkan Sakura pada Sasuke. Sasuke semakin heran dengan apa yang sebenarnya terjadi.

"Hei, Sasuke! Aku malas bicara padamu, tapi tolong katakan pada kakakmu itu, jaga dia baik-baik! Kalau sampai terluka, kau yang akan aku pukul," ucap Kiba dihadapan Sasuke.

"Kiba, seharusnya yang kau pukul itu Itachi-san. Sasuke, aku juga berpesan sama dengan apa yang Kiba katakan. Aku akan lebih mempercayakan dia pada kakakmu daripada denganmu," ucap Gaara yang kemudian seegera pergi bersama Kiba.

"Tunggu dulu!" teriak Neji.

"Apa?" tanya Gaara datar.

"Sebenarnya maksud kalian apa? Apa maksudnya Itachi-san harus menjaga 'dia'? dia itu siapa?" tanya Neji sedangkan Sasuke dan Shikamaru hanya diam.

"Kalian tidak tahu? Bahkan Sasuke juga tidak tahu? Dasar payah, padahal kau adiknya tapi tidak tahu apa-apa Sasuke," ejek Kiba.

Kemudian Gaara mengeluarkan sebuah kertas dan menyerahkannya pada ShikaNejiSasu itu.

"Setelah membacanya, kalian akan tahu sendiri," ucap Gaara yang langsung pergi bersama Kiba.

"Kertas apa ini? Undangan?" tanya Neji yang kemudian membuka kertas undangan itu.


Yth para hadirin sekalian

Akan diadakan pesta pertunangan antara,

Uzumaki Naruto

dengan

Uchiha Itachi

Pada Minggu, 6 Mei 2012

Pukul 07.00-09.00 pm

Di kediaman Uchiha

Kami harapkan kedatangan kalian,

Terima Kasih.


Setelah membaca undangan itu. Shikamaru dan Neji hanya diam terkejut. Sedangkan Sasuke...

Tbc

Selesai, oh ya... Chap depan mungkin nanti minggu depan lagi, hehehe...

Maaf... bila kalian jadi harus menunggu #pllaakk *tepar digebukin masa*

Apa ceritanya aneh? Jelek? Ancur? Abal? Atau bagus #disumpel kertas

Please, review...

Terima kasih sudah membaca cerita ini ^^