Aku ada dimana? Kenapa disini sangat gelap?... eh, ugh... tanganku tidak bisa digerakan!

Sebenarnya aku ada dimana? Terakhir ku ingat tadi aku sedang kencan dengan Itachi-nii, lalu muncul orang aneh saat Itachi-nii pergi dan setelahnya aku tak ingat lagi...

Sebenarnya aku ada dimana? Kumohon siapa saja... tolong aku!

Aisaretai

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : SasuNaru atau ItaNaru

Rate : T

Warning : Typo, Abal, Gaje, OOC, AU, Shounen-ai, dll.

'Naruto... kau ada dimana? Sial! Kenapa menjaganya saja aku tidak bisa!' pikir Itachi kesal masih dengan terus mencari-cari sosok Naruto dan pria aneh itu.

Itachi terus mencari dan mencari. Namun tak satu petunjuk pun ditemukannya akan keberadaan Naruto. 'Apa yang harus kulakukan? Sekarang dia ada dimana? Bagaimana kalau terjadi apa-apa padanya? Pasti sekarang dia sedang bingung dan ketakutan? Apa yang harus kuperbuat? Bagaimana bisa aku lalai menjaganya? Kau bodoh Itachi,' beribu pertanyaan seperti itulah yang terus terulang-ulang dalam pikirannya.

Tidak tahu harus berbuat apa, Itachi mengambil handphone-nya dan menghubungi seseorang, dan terdengarlah suara seseorang,

"Hallo... ada apa menelponku dengan tiba-tib..." ucap suara ditelpon itu namun terpotong oleh Itachi.

"Kumohon bantulah aku, untuk kali ini saja... aku sangat membutuhkanmu, kumohon..." pinta Itachi kepada orang ditelepon tersebut.

Seorang Uchiha Itachi memohon-mohon seperti ini? Pastilah Naruto sangat berharga baginya.

#$%$

'Kenapa nasibku harus seperti ini? Sebenarnya apa mau orang aneh yang menculikku ini? Dan kenapa pula aku harus diikat dan dibekap seperti ini? Aku takut...' pikir Naruto masih dengan berusaha bergerak untuk melepaskan ikatan tangannya. Dan tiba-tiba saja Naruto teringat...

'Aku takut..'

"Kau seperti kucing pengecut, Dobe!" ejek Sasuke.

"Teme! Aku bukan pengecut!" teriak Naruto.

"Kalau kau bukan pengecut, lalu kenapa kau bergetar seperti kucing yang ketakutan hah? Apa karena kau takut dengan penjahat tadi?"

Ingin Naruto membantah tapi memang begitulah kenyataannya. Dia ketakutan karena hampir saja ditusuk oleh seorang perampok yang sedang melarikan diri. Untung saja ada Sasuke yang menolongnya waktu itu.

Sasuke...

Orang brengsek yang seenaknya saja selalu menghinaku dan tiba-tiba saja berkata cinta padaku. Si Teme yang selalu membuatku manahan rasa ingin menangis dan juga orang yang membuatku bahagia. Orang yang sangat disebali dan juga kusukai. Iya... aku menyukai si brengsek teme pantat ayam itu.

'Arrghh... kenapa aku malah mengingatnya disaat seperti ini?' jerit Naruto dipikirannya. Inginnya sih menjerit sejadi-jadinya, namun apa daya, mulutnya dibekap dengan kain.

"Dobe, suaramu itu menyakitkan telinga tau!"

"Kau itu bodoh sekali sih, Dobe!"

"Gunakan payungku, kalau kehujanan kau akan sakit dan tidak ada yang akan merawatmu, Dobe!"

"Baiklah, baiklah... aku akan mentraktirmu ramen jadi berhentilah menggangguku Dobe!"

Mengingat saat-saat bersama dengan Sasuke sukses membuat Naruto sedikit tersenyum kecil. Yeahh... walaupun dia itu seperti itu namun Naruto tahu kalau Sasuke adalah orang yang sangat baik. Terkadang Sasuke juga suka membantu dan mentraktirnya ramen (walau kadang dengan sedikit paksaan dari Naruto).

'Tapi... Sasuke, sebenarnya perasaanmu yang sesungguhnya itu seperti apa. Kenapa kau membuatku bingung? Sebenarnya aku dimatamu ini sebagai seorang sampah atau sahabat? Kau sebenarnya membenciku atau mencintaiku? Cinta? Apa benar dia mencintaiku? Tapi kenapa... kenapa untuk melupakanmu saja susah? Kenapa kau malah membuatku sedikit berharap akan perasaanmu?' pikir Naruto yang saat ini termenung hingga tak menyadari seseorang menghampirinya.

"Rupanya kau sudah sadar?" tanya pria itu dengan mengelus pelan pipi Naruto.

Merasakan sentuhan itu, Naruto sontak kaget dan mulai memberontak.

"Ugh... diam! Hei, kalian, cepat urus dia! Kita tidak mau mengecewakan pelanggankan?" perintahnya dengan menahan tubuh Naruto dilantai yang dianjutkan dengan derap langkah beberapa orang yang berjalan menuju Naruto dan mulai mangangkat tubuh Naruto.

'Tolong aku! Sasuke...'

#$%$

Brrakk...

Terdengar suara pintu dibanting yang disusul suara penuh kemarahan.

"Apa yang kau lakukan pada Naruto, Sasuke?" tanya Itachi kesal. Itachi tidak memanggilnya 'Otouto', sudah dapat dipastikan kalau saat ini Itachi benar-benar sangat kesal.

Sasuke yang tadi hanya tertidur tenang ditempat tidurnya tiba-tiba saja dikejutkan kedatangan Itachi yang langsung menarik bajunya kasar.

"Apa maksudmu, Itachi? Lepas!" perintah Sasuke pada Itachi.

"Tidak, hingga sampai kau memberitahuku dimana Naruto?" teriak Itachi.

Sasuke pun menatap horor Itachi. 'Tadi dia bertanya dimana Naruto? Bukankah dia yang seharusnya saat ini bersamanya?' pikir Sasuke yang saat ini terus memperhatikan Itachi yang terlihat sangat... bukanlah Itachi yang Sasuke kenal. Itachi... terlihat sangat khawatir dan marah.

"Jawab pertanyaanku, Sasuke!"

"AKU TIDAK TAHU!" teriak Sasuke yang spontan membuat keadaan hening.

Itachi dengan lesu melepaskan cengkramannya pada Sasuke dan jatuh terduduk di lantai.

"Kalau begitu... Naruto, kau dimana?"

"Bukannya dia bersamamu?" tanya Sasuke kesal sambil merapihkan pakaiannnya.

Keadaanpun hening. Itachi tak menjawab pertanyaan Sasuke. Dia hanya menundukkan kepalanya. Melihat tingkah kakaknya saat ini tentu membuat Sasuke tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi hingga membuat kakaknya seperti itu.

"Itachi, aku sudah dapat info mengenai siapa yang menculik Naru!" teriak seorang pemuda berambut orange terang dengan kulit tan yang tiba-tiba saja muncul dan berteriak menghancurkan keheningan diruang itu.

Dengan cepat Itachi bangkit dan menghampiri pemuda itu. Dan Sasuke... dia hanya dapat bergumam 'Diculik?'

"Siapa orangnya, Kyuu?" tanya Itachi pada pemuda itu.

"Ciri-cirinya seorang pria botak berbadan gemuk dan berselera aneh yang suka berkeliaran, dan dia diketahui belakangan ini sering mengintai Naruto. Dan ia memiliki sebuah caf.." belum selesai Kyuubi bicara namun sudah terhenti karena tiba-tiba saja Sasuke mendorong tubuh Itachi dan Kyuubi untuk keluar dari kamarnya.

Namun sebelum pergi, Sasuke menghadiahkan sesuatu untuk kakaknya,

Duuaghh..

"Ini hadiah untukmu karena tak bisa menjaganya! Aku tahu siapa pria yang kalian maksud dan tempat orang itu berada!" ucap Sasuke dingin.

"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Kyuubi.

"Karena sebelumnya Naruto pernah bercerita padaku bahwa ia dikuntit oleh mantan bos-nya. Aku akan segera menuju kesana," jelas Sasuke yang kemudian melangkahkan kakinya pergi.

"Bersyukurlah Itachi, adikmu yang lebih dulu menonjokmu. Menggantikanku yang sejak tadi sudah bernafsu untuk memukulimu ini," ucap Kyuubi.

Namun tanpa memedulikan perkataan Kyuubi, Itachi mulai bangkit dari posisi jatuhnya setelah dipukul Sasuke.

"Yang penting sekarang, kita ikuti saja Sasuke dan segera mendapatkan Naruto kembali," ucap Itachi melangkah keluar dari rumah itu.

"Ehm... si Naruto, kau gunakan jurus apa hingga dua Uchiha ini kau buat kalang kabut seperti ini?" ucap Kyuubi dengan menyusul Itachi.

#$%$

Setelah keluar dari kamarnya, Sasuke segera mengendarai motornya dan melaju dengan kecepatan tinggi menuju tampat yang ditujunya. Dan ia yakin 100% Naruto ada disana. Sasuke terus memusatkan pikirannya untuk menyelamatkan Naruto tanpa memedulikan keselamatannya sendiri yang berkendara dengan kecepatan tinggi. Begitu pula dengan Itachi dan kyuubi yang mengikutinya dibelakang.

Tempat yang dituju pun tercapai. Sebuah cafe bercatkan merah muda dengan beberapa tanaman hias disekelilingnya. Dengan cepat dan kasar Sasuke membuka pintu cafe itu.

"Dimana Naruto? Lepaskan dia atau kalian akan aku laporkan ke pihak yang berwajib!" teriak Sasuke yang sontak membuat mereka berada ditengah perhatian.

Para pelayan disana pun tampak pucat. Lain dengan Sasuke, Itachi langsung saja masuk kesebuah pintu ruangan yang mneurutnya aneh dan menggeledah kamar itu. Naruto pun ditemukan, dengan pakaian maid lengkap melekat ditubuhnya. Dengan segera Itachi melepaskan semua ikatan Naruto.

Setelah lepas semua dengan cepat Naruto memeluk tubuh Itachi. Sasuke yang melihat adegan itu hanya bisa membisu. Tubuh Naruto bergetar hebat. Itachi mengelus lembut helaian surai pirang Naruto untuk menenangkannya. Namun senyumnya pudar ketika mendengar gumamman kecil nama yang Naruto ucapkan terus menerus seperti mantra sebelum ia kehilangan kesadarannya.

'Sasuke' dan bukanlah namanya.

Sasuke pun saat itu menghilang entah kemana. Pada akhirnya Itachi dan Kyuubi membawa Naruto pulang. Diakhiri dengan cafe tersebut yang segera ditutup oleh pihak yang berwajib dan sang pemiliki yang babak belur.

#$%$

Itachi POV

Kulihat saat ini dia tengah tidur dengan nyamannya. Kyuubi pun sudah kembali ke pekerjaannya setelah dengan puas menonjokku dengan sekuat tenaga. Naruto... saat ini sedang terlelap nyaman dan aku hanya bisa setia duduk disamping tempat tidur itu. Aku tak bisa melepaskan pandangan mataku darinya. Aku takut ia akan menghilang dan aku tak ingin hal seperti itu terjadi untuk kedua kalinya.

Perlahan tubuh mungil itu mulai bergerak. Keperhatikan kelopak matanya mulai terbuka menampilakan iris biru langitnya yang sangat indah itu. Ia pun menolehkan kepalanya dan menatapku.

"Itachi-nii... aku ada dimana?" tanyanya dengan suara yang lemah.

Kuusap rambutnya dan tersenyum.

"Kau tak perlu khawatir, sekarang kau sudah aman."

Keadaanpun kembali hening. Namun Naruto memulai pembicaraan kembali. Pembicaraan yang sangat kuharapkan tidak akan pernah terjadi.

"Maafkan aku Itachi-nii... aku tak bisa melupakannya, aku... maaf..." ucapnya penuh penyesalan.

Aku pun berusaha sebaik mungkin tersenyum dihadapannya. Tidak ingin membuat sosok matahariku ini lebih khawatir lagi.

"Tidak apa. Tidak apa kau tak bisa membalas perasaanku. Asalkan kau bahagia... aku pun akan bahagia," aku pun memeluk tubuh Naruto, membenamkan kepalaku dalam pelukannya. Menikmati pelukan hangat ini yang mungkin tidak akan menjadi milikku lagi.

End Itachi POV

#$%$

Sudah tiga hari semenjak kejadian itu. Sejak itu pula sosok Naruto tak muncul dihadapannya. Mungkinkah saat ini ia sedang bersenda gurau dengan kakaknya?

Uchiha Sasuke, saat ini tengah temenung menatap jendela kelas dengan beribu pikiran dikepalanya. Beberapa saat kemudian terdengar suara pintu kelas terbuka. Entah karena apa Sasuke ingin sekali melihat siapa yang masuk ke kelasnya saat ini. Apa ia mengharapkan sosok Naruto yang muncul dari balik pintu itu? Heh... tidak mungkin 'kan?

"Teme..."

Mendengar suara itu Sasuke dengan cepat memalingkan wajahnya. Didapatinya sesosok pemuda berkulit tan berparas manis dengan rambut pirang cerah serta iris langitnya dan senyuman lembut tertuju padanya.

"Naruto..."

Sosok yang dipanggil Naruto itupun menghampiri Sasuke yang saat ini hanya diam menatap tak percaya. Senyumnya terus semakin berkembang bila melihat wajah Sasuke saat ini. Akhirnya mereka pun saling berhadapan.

"Naruto, aku-" ucap Sasuke terputus karena sesuatu yang lembut menutup mulutnya.

Saat ini, Naruto tengah mencium Sasuke tepat dihadapan seluruh teman sekelasnya. Naruto menutup matanya ingin merasakan hangatnya ciuman itu. Sasuke yang semula terkejut akhirnya pun memutuskan untuk menikmati ciuman itu. Akhirnya Sasuke... mendapatkan apa yang diinginkannya.

Selang beberapa menit ciuman itu pun berakhir. Tampak wajah Naruto saat ini sudah sangat memerah.

"Sasuke.. aku-"

"Aku mencintaimu, Naruto," ucap Sasuke menggenggam erat kedua pundak Naruto. Hal itu disambut oleh teriakan histeris semua fans Sasuke.

Naruto pun tersenyum lembut.

"Aku juga mencintaimu Sasuke. Terima kasih... karena sudah mau mengabulkan keinginanku,"

"Apa keinginanmu?" tanya Sasuke.

"Ingin dicintai oleh orang yang kucintai," jawab Naruto yang kemudian mencium singkat Sasuke.

"Selamat tinggal"

Itulah yang terakhir diucapkan Naruto setelah ia mencium singkat Sasuke dan pergi meninggalkan Sasuke. Sasuke yang mengejar Naruto pun kehilangan jejaknya. Sejak itu, Naruto pun tak muncul lagi.

Seminggu berlalu, awalnya Sasuke sangat malas untuk berbicara pada kakaknya. Tapi apa boleh buat, Sasuke ingin tahu kemana perginya Naruto dan siapa tahu saja Itachi tahu.

"Itachi..."

"Hm... Otouto sedang apa kau disini? Kau tidak mengantar Naruto?" tanya Itachi.

Yang awalnya ingin bertanya dan sekarang Sasuke hanya bisa terdiam mendengar pertanyaan kakaknya itu.'Mengantar Naruto?'

"Memang Naruto akan kemana?"

"Kau tidak tahu? Hari ini Naruto akan pergi ke Amerika dan dia akan berangkat 30 menit lagi, kukira kau tahu,"

Setelah mendengar hal itu, Sasuke segera menuju ke bandara.

'Naruto! Kenapa kau...'


Akhirnya Sasuke pun tiba dibandara. Dicarinya sosok Naruto tapi nihil. Apa Naruto sudah pergi. Tanpa pamit dan menggantung perasaannya seperti ini?

"Sasuke?"

Mendengar namanya disebut Sasuke segera menoleh dan menatap pria bersurai orange itu, Kyuubi.

"Kemana Naru-"

"Dia sudah berangkat. Ini, dia menitipkan ini padaku untuk menyerahkannya padamu. Ambilah!" ucap Kyuubi menyerah 'kan sebuah amplop pada Sasuke dan melangkah pergi.

Dibukannya amplop itu...


Untuk Sasuke Teme,

Ketika kau membaca surat ini, mungkin aku sudah berada di pesawat atau mungkin sudah di Amerika. Maaf bila aku tidak memberitahumu tentang kepergiaanku ini. Hanya saja bila aku memberitahumu, aku tak tahu harus memasang wajah apa didepanmu.

Tapi... yang pasti aku sangatlah menyukaimu. Mungkin terdengar bodoh. Tapi ketika kau berkata mencintaiku juga, jujur, aku sangatlah bahagia. Tapi sepertinya takdir tak mengizinkan kita untuk bersama terlebih dahulu.

Aku diharuskan pergi ke Amerika untuk mengurusi salah satu cabang perusahaan kami disana dan melanjutkan belajarku di Amerika. Tapi bukan berarti aku pergi untuk selamanya. Aku hanya pergi untuk sementara. Dan mungkin akan sedikit memakan banyak waktu.

Teme... aku senang karena bisa dicintai olehmu. Aku senang dan...

Aku mencintaimu...

Dari Naruto si Dobe


END

Tamat? Udah tamat? Hehehe... iya, udah tamat^^

Maaf bila update-nya lama :( lama banget malah.. sekali lagi, mohon maaf :(

Aku pun menyelesaikan ini ditengah minggu ulanganku...

Terima kasih bagi kalian yang sudah mau mengikuti cerita ini dari awal hingga akhir^^

Apakah ceritanya abal? Jelek? Ancur? Atau bagus #pllaaakkk

Please, review...

Terima kasih juga sudah mau membaca ^^