Tittle HOPE

Warning :Yaoi, M-Preg, Typos, OOC, Alur tak menentu.

Rating :PG 17#Chapter 3

Cast Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Choi Siwon, Ki Bum, Kim Heechul, Kim Jaejoong , others

Genre :Tragedy, Drama, Angst

Author :Ichie1004

Disclaimer Cast milik mereka sendiri.

A/N Saya masih Newbie, jadi jika banyak kesalahan FF dibawah saya mohon maaf. ^_^

DON'T LIKE DON'T READ)

HAPPY READING.

Summary Jika memang hidupku ditakdirkan untuk seperti ini perlukah aku untuk menjalaninya ? apa harapan baik memang bukan ditakdirkan unntukku.

~.~

"Namanya itu Ch– .."

"Cho Kyuhyun .." Changmin membulatkan matanya.

"Kau Mengenalnya ?"

"Lebih dari yang kau tau ..!" Ki Bum berbalik dan meninggalkan Changmin sendirian. Ki Bum memegang dadanya rasa yang sempat hilang kini kembali menyakiti perasaannya.

~.~

KYUHYUN POV

Indahnya baju-baju itu. Berdiri memandangi baju-baju balita dengan warna-warni yang menghiasinya itu sungguh sangat indah. Aku memang selalu datang ke toko baju anak ini hanya untuk melihat-lihat karena jujur mungkinkah aku bisa hamil dan bisa mempunyai seorang anak. Ahh, itu pasti sebuah lelucon aku memang pernah dengar seorang namja hamil tapi itu pasti hanya kebetulan dan sebuah anugerah yang sangat indah untuknya.

Aku beranjak meninggalkan toko itu jika aku berlama-lama disana kuyakini aku pasti akan membeli baju balita lagi. Dirumah tanpa sepengetahuan Siwon aku suka mengoleksi pakaian-pakaian balita dengan motif yang lucu-lucu aku memang sangat menyukai anak-anak apalagi jika anakku sendiri itu pasti sangat menakjubkan. Aku berhenti saat kulihat bajuku kini berwarna kemerahan yang tadinya berwarna putih. Tidak Tidak, ini darah.

"Mwoyya !" aku memegang hidungku dan ternyata dari situlah darah segar itu mengalir. Kejadian yang sudah kurasakan sejak 1 bulan lalu, darah segar selalu mengalir melalui hidungku.

"Mungkin lebih baik aku kedokter .." Aku berjalan cepat sambil menutupi hidungku. Menuju ke sebuah rumah sakit terdekat.

~.~

'Blue Hospital' kini aku berjalan masuk ke dalam rumah sakit. Rumah sakit ini sungguh indah semuanya didominasi warna biru. Aku suka warna biru. Aku selalu melengkungkan bibirku membentuk sebuah senyum jika melihat rumah sakit ini.

"Cho Kyuhyun" aku menoleh seorang suster berpakaian serba biru tersenyum padaku.

"Kau boleh masuk .."

"Ne ..!" aku berjalan masuk kedalam sebuah ruangan bertuliskan Dr. Kim Heechul. Aku masuk dan menemukan seorang pria bukan wanita tapi kenapa tidak seperti wanita pada umumnya. Tapi jika dia laki-laki kenapa cantik sekali.

"Kim Heechul imnida" dia tersenyum padaku suaranya mirip laki-laki.

"Waeyyo ?" tanyanya.

"Ani, aku boleh bertanya sesuatu ?"

"Heechul-ssi seorang namja atau yeoja ?"

"Hahaha, kau pasti bingung ya aku ini seorang namja .."

"oh, aku kira kau yeoja wajahmu cantik sekali Heechul-ssi" dia tersenyum padaku. Cantik sekali.

"Siapa namamu ?" tanyanya.

"Cho Kyuhyun imnida"

"MWO ..!" dia setengah berteriak padaku.

"Wae..wae.. yyo ?" Dia menatapku dari wajahku. Kenapa dia menatapku seperti itu apakah ada yang salah.

"Pantas magnae itu gila terhadapnya, dia memang sungguh mempesona" dia kenapa bergumam tak jelas seperti itu. Magnae siapa yang dia maksud.

"Mian.. mian ada yang bisa saya bantu Kyuhyun-ssi ?"

KYUHYUN POV END

~.~

AUTHOR POV

"Sedang apa dia dirumah sakit chullie hyung ?"

Seorang pria kini berdiri dibalik sebuah tembok sambil memperhatikan sebuah ruangan bertuliskan nama salah satu hyung-nya.

"Changmin hyung, apa yang kau lihat ?" Tanya seorang Namja berkulit putih sambil ikut melihat ke arah mata yang Changmin tuju. Changmin sontak menoleh.

"Ani, henry-ah waeyyo ?"

"Harusnya aku yang bertanya kenapa kau malah balik bertanya ..!" Namja yang bernama henry itu mempoutkan bibirnya sebal menatap Changmin.

"Ani aku tidak melihat apa-apa …!" jawab Changmin sambil mengalihkan pandangannya.

"Jangan-jangan kau sedang menguntit Heechul hyung" Henry menatap curiga pada Changmin sambil mengacungkan telunjuknya didepan Changmin.

"Ani, untuk apa aku menguntit hyungku sendiri !"

"Jangan bohong, hyung !" Henry masih menatap Changmin dengan tampang mencurigakan, dan sebuah senyum menggoda.

"Ya, Changmin, Henry-ah sedang apa kalian disini ?" seorang namja tinggi menghampiri Changmin juga Henry diikuti 2 namja lain dibelakangnya.

"Hankyung hyung, Jae hyung, Yunho hyung ini Changmin hyung sedang mengun..Mmpphhhh .."

Hankyung, Jaejoong, Yunho saling berpandang bingung melihat Henry dan Changmin.

"Ani, aku dan Henry hanya sedang ngobrol saja ..!" Jawab Changmin asal dengan tetap menutup mulut Henry dengan tangannya.

"Arraseo, apa kau melihat Heechul ?"

Hankyung menatap sekeliling berharap menemukan pujaan hatinya Kim Heechul.

"Dia masih ada pasien, hyung ..!" Henry menjawab ketus dia sepertinya masih tidak terima dengan perbuatan Changmin.

"Changmin-ah tumben sekali kau mau datang kerumah sakit ini ? biasanya kau malas sekali jika disuruh datang ketempat seperti ini..!"

"Ahh itu hanya iseng ! hyung sendiri kenapa kesini mau pacaran dirumah sakit sama Jae hyung ?" Changmin menatap Yunho dan Jaejoong bergantian.

Takk !

"Pabboyya !"

Sebuah jitakan dari Jaejoong mendarat dengan sangat indah dikepala Changmin membuat sang empu meringis kesakitan.

"Wah, kalian sudah berkumpul ne .."

Tiba-tiba Heechul muncul dibelakang Changmin. Changmin menatap hyung-nya yang sudah tak memakai baju dokternya lagi. Jika begitu berarti dia sudah tidak ada pasien lagikan. Dan berarti orang yang dia tunggu juga sudah tidak ada. Changmin menatap sekelilingnya berharap menemukan Kyuhyun-nya.

"Dia sudah pulang, Minnie.." Heechul memandang Changmin yang seperti orang bingung. Dia tau Changmin pasti mengetahui bahwa Kyuhyun ada disini jika tidak mana mau dia repot-repot datang kerumah sakit ini. Changmin adalah orang yang tidak ingin ikut campur dia tidak pernah mau datang untuk merepotkan dan menggangu pekerjaan hyung-hyungnya di Kedai maupun Rumah sakit milik kedua hyung-nya.

"Mwo ..!"

"Orang yang kau cari sudah pulang 10 menit yang lalu" Changmin mendengus pelan.

"Kyuhyun ada disini,hyung ? Jaejoong mengerti kata-kata dan ekspresi dari Changmin pun tau bahwa Kyuhyun pasti ada disini jika tidak Changmin pun tidak mungkin ada disini.

"Ne, tapi dia sudah pulang ! akhirnya aku melihat juga muka pujaan hatimu itu"

"Kyuhyun! ohh pria yang membuat maknaemu ini selalu pulang tengah malam ya, heechul hyung ?" Tanya Henry.

"Ne, Henry-ah !" Jawab Heechul menggoda.

"Sudahlah aku pulang saja !"

"Anio, kau pulang tidak akan ku bukakan pintu malam ini untukmu Minnie-ah !" Jaejoong sepertinya sudah menjadi seorang yang hampir menyerupai hyung tertuannya .

"Kita semua sudah disini bagaimana kalau kita makan malam bersama saja"

"Ide bagus,Chagiyya !Henry kau ikut juga ne .."

Henry mengganggukan kepalanya. Akhirnya mereka berjalan pergi meninggalkan rumah sakit menuju ke sebuah restoran.

~.~

"Kenyangnya ..!Hyung aku harus pergi ne .. Anyeong"

Changmin langsung berdiri tanpa menunggu respon dari 5 orang yang ada disitu. Dia berlari meninggalkan restoran Wastern yang ada diGangnam.

"Ya, Changmin-ah !" Teriak Heechul.

Changmin terus berlari takut jika hyung-hyungnya mengejarnya. Tapi kemungkinan tidak karena dia memang sudah cukup jauh dari restoran tadi.

"Hah, lelah !" keluh Changmin.

"Apa Kyuhyun kesini ? kalau dia pulang kerumah, ottoke ?" Tanya Changmin pada dirinya sendiri.

Changmin masih terus mengelilingi taman yang sering menjadi tempat Kyuhyun berkeluh kesah.

"Kyuhyun... Kyuhyun… Kyuhyun …" Changmin terus mengitari taman itu dengan selalu menyebut nama Kyuhyun walau hanya bergumam kecil.

"Apa kau memanggil namaku ?" Changmin terdiam lalu berbalik dan dengan sangat tidak terduga dia menemukan orang yang dia cari Kyuhyun. Kyuhyun bersandar pada sebuah pohon besar dan sepertinya dia habis tertidur. Changmin memandang sekitar dia malu jika harus menatap manik mata itu.

"An…ann…anni !" Changmin menggaruk tengkuk belakangnya dia merasa bingung juga malu.

"Ya, Changmin-ssi kukira kau hanya punya satu Kyuhyun yang selalu kau kejar kemanapun dia pergi!"

"Ahh, itu aku .. aku hanya …"

"Mwo ?" Kyuhyun memiringkan kepalanya bingung. Changmin terlihat bingung lebih tepatnya salah tingkah melihat ekspresi dari Kyuhyun mungkin.

"Changmin-ssi duduklah disini !" Kyuhyun menepuk-nepuk tanah disebelahnya.

Changmin dengan segala keberaniaan mencoba mengikuti apa yang Kyuhyun inginkan. Mungkin dia masih sedikit malu. Changmin ikut duduk tepat disebelah Kyuhyun. Kyuhyun menatap wajah Changmin yang menurutnya sedikit lucu kedua pipinya menunjukkan seburat kemerahan. Tangannya yang tidak bisa tenang menunjukan bahwa sepertinya sedang gugup. Walaupun ini sudah malam lampu yang remang-remang ditaman ini bisa melihatkan itu semua.

"Malam ini indah ya ..!" Kyuhyun menatap langit malam yang dipenuhi bintang-bintang.

"Iya, sungguh bahkan sangat indah.."

Changmin mengikuti arah mata Kyuhyun kearah langit dengan ribuan bintang disana.

"Changmin-ssi bolehkah aku bertanya sesuatu ?"

"Wae ..?"

"Kenapa aku ? masih banyak yeoja bahkan namja yang lebih baik dariku ..!"

"Itu… Akupun tidak tau ..!"

Kyuhyun menatap wajah Changmin dari samping. Changmin ikut menolehkan wajahnya dan 2 pasang manik mata itu pun bertemu. Tidak ada yang berusaha menghindar atau apapun itu. Kali ini membiarkan 2 pasang mata itu yang berbicara menyalurkan apa yang sekarang mereka rasakan.

kruyuk…kruyuk…

Sebuah suara membuat mereka langsung mengalihkan pandangan dari sutu sama lainnya. Kyuhyun memegang perutnya yang baru saja berbunyi. Pasti memalukan. Changmin pun sedikit merasakan hawa panas pada wajahnya.

"Apa kau lapar ?"

Tanya Changmin mencoba menetralkan emosi pada perasaannya.

"Mungkin iya ..!"

"Kajja, kita makan aku yang akan mentraktirmu …!"

Changmin berdiri lalu tanpa sadar menarik tangan Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun tersenyum kecil melihat perlakuan Changmin yang 180 derajat lebih baik dari suaminya sendiri.

~.~

"Malam ini memang benar-benar cerah ya !" Changmin berjalan disamping Kyuhyun yang hanya tersenyum melihat Changmin. Sikap seperti Changmin Kyuhyun berharap jika itu terjadi juga pada Siwon.

"Kyuhyun-ah kau ingin makan es krim tidak ?"

"Apa kau tidak kenyang kau sudah memakan 2 porsi bimbimbap ..!"

"Ani, Shim Changmin itu adalah orang yang anti kenyang .."

Kyuhyun tertawa mendengarkan Changmin yang sedang membanggakan dirinya yang diberi julukan dari kedua hyung-nya 'Food Monster'. Changmin menatap kesal Kyuhyun yang masih asyik menertawakannya. Disisi lain seorang pria tinggi sedang memandang Changmin maupun Kyuhyun dengan sebuah mimik wajah yang tak bisa diartikan.

"Changmin-ssi aku harus pulang, sebelum suamiku pulang .."

"Apa perlu kuantar ?" Tawar Changmin.

"Ani .."

"Arraseo, gomawo untuk hari ini Kyuhyun-ah .."

"Ne, Anyeong .."

Kyuhyun dan Changmin pun berjalan masing-masing tak lupa sebuah senyum hangat terpancar dari bibir Changmin maupun Kyuhyun. Entah kenapa perasaan nyaman menghampiri mereka.

~.~

Kyuhyun memasuki pekarangan rumahnya dengan sebuah senyum dibibirnya. Lalu memasuki rumahnya dan juga Siwon.

"Baru pulang ..!"

Kyuhyun yang kaget hanya dapat terdiam di tempat tanpa bermaksud untuk menjawab pertanyaan Siwon. Siwon mendekati Kyuhyun.

"Kau baru mendapatkan mangsa baru makanya ekspresi mukamu bisa sesenang ini ..!"

"Mwo, ann…anio"

Kyuhyun menundukkan kepalanya takut menatap mata Siwon yang menurutnya mengerikan.

"Apa yang sebenarnya kau kejar dari para pria-pria kaya seperti ku harta, uang, atau kekuasaan .."

Siwon berputar diantara tubuh Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun masih terdiam ditempatnya.

"Atau kau haus akan sentuhan .."

"Mwo .."

Siwon mengangkat kedua tangannya lalu memegang tengkuk Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa memejamkan matanya terlebih dia sangat takut pada siwon.

"Hari ini aku sengaja tidak membawa wanita karena aku ingin kau"

"Mwoyya .. !"

Tiba-tiba Siwon menarik paksa Kyuhyun kekamarnya. Kyuhyun sudah mencoba melepaskan tapi siapa yang bisa melarang apalagi melawan seorang Choi Siwon. Dia membanting pintu juga tubuh Kyuhyun tepat dipintu dengan cukup keras.

"Auww.." Kyuhyun sedikit meringis kesakitan saat mendapatkan sebuah hantaman keras dipunggungnya.

"Sakitkah, mianhe .."

Siwon mengelus kepala Kyuhyun. Kyuhyun yang merasa aneh pun hanya bisa terdiam. Dia benar-benar tidak bisa melihat siwon apalagi melawannya. Siwon memegang tengkuk Kyuhyun sambil mendekatkan wajahnya ke Kyuhyun. Kyuhyun mencoba menghindar namun lagi-lagi Kyuhyun kalah kekuatan.

"Siwon-ah jebbal jangan lakukan ini .."

Siwon seperti menulikan pendengarannya. Berbulan-bulan ia mencoba untuk menerima Kyuhyun tapi seluruh hatinya seperti sudah menutup. Karena Kyuhyun Siwon sudah menyakiti satu orang yang sangat dicintainya. Siwon sebenarnya bukan pria yang kejam tapi semua berubah semenjak Kyuhyun datang walaupun ini semua bukan salah Kyuhyun tapi pikirannya selalu menyalahkan Kyuhyun. Jika dibilang salah siapa ini semua salah ummanya yang memaksa Siwon untuk menikah tanpa dasar cinta.

Siwon mendekatkan kepalanya dan mencium paksa Kyuhyun. Kyuhyun mencoba menghindar namun Siwon menghalanginya dengan menggigit bibir bawah Kyuhyun dengan cukup keras dan menghasilkan beberapa tetes darah yang mengalir dari ujung bibir Kyuhyun. Siwon semakin bringas pada bibir Kyuhyun beberapa kali dia menggigit bibir Kyuhyun hingga meneteskan darah. Kyuhyun meneteskan air matanya dirinya sudah pasrah akan perlakuan Siwon. Siwon membuka matanya dan melihat air mata .

Jujur Siwon tidak bisa mengontrol dirinya lagi jika sudah berhadapan dengan Kyuhyun. Dia sadar perbuatannya sangat menyakiti hati Kyuhyun namun dia melakukan itu agar Kyuhyun pergi dari hidupnya dan mencari kehidupan bahagianya sendiri tidak dengannya dan menderita. Siwon melepaskan tangannya dari tengkuk Kyuhyun tanpa melepaskan pautannya pada Kyuhyun. Siwon memegang salah satu tangan Kyuhyun. Lalu melemparkan Kyuhyun menuju tempat tidurnya.

"Siwon-ah… Jebbal tolong jangan lakukan ini .."

Siwon kini beranjak keatas tubuh Kyuhyun. Kyuhyun benar-benar sudah pasrah melawan Siwon bukan hal yang mudah bagi Kyuhyun karena Kyuhyun mencintai pria ini. Siwon membuka semua baju bagian atas Kyuhyun,Kyuhyun mencoba untuk melawan tapi nihil. Lalu Siwon melemparkan baju Kyuhyun kesegala arah.

"Bukankah ini yang kau inginkan dariku Kyuhyun-ah ?"

Kyuhyun hanya bisa memejamkan matanya yang sudah basah karena air matanya. Siwon semakin tidak bisa mengontrol dirinya sendiri pada tubuh Kyuhyun yang sudah telanjang bulat juga air mata Kyuhyun. Sepertinya air mata bukan hal yang bisa meluluhkan kerasnya hati seorang Choi Siwon.

~.~

CHANGMIN POV

Ada apa ini kenapa aku merasa gelisah seperti ini. Perasaanku sungguh tidak enak. Kenapa dari tadi hanya Kyuhyun yang ada dikepalaku. Ada apa dengannya perlukah aku kerumahnya ?.

"ah, tidak …tidak aku tetap saja bukan siapa-siapanya" gumamku tak jelas.

"Waeyo, Minnie-ah ?" aku tersentak Jaejoong sedang memandangku khawatir didepan pintu kamarku.

"Ani hyung, gwenchana !"

"ya sudah istirahatlah.."

Jaejoong hyung pergi meninggalkanku beranjak menuju kamarnya mungkin. Mungkin aku memang harus tidur. Aku menuju ke tempat tidurku menyamankankannya, hari ini bersama Kyuhyun indahnya. Dan semoga tak terjadi apa-apa terhadapnya kali ini.

~.~

Seoul 21 September 2011

Aku mengerjapkan mataku beberapa kali. Makanan. Harumnya makanan itu sudah sampai ke hidungku. Pasti Jae hyung sudah menyiapkan banyak makanan pagi ini. Aku bergegas menuju kamar mandi. 20 menit kemudian aku sudah sangat tampan pastinya. 20 menit bukan waktu yang lama untuk diriku mandi, 20 menit itu sama saja waktu yang ku tempuh untuk menghabiskan 3 piring bimbimbap. Aku segera menuju tempat persinggahanku –meja makan–.

"Pagi, Minnie tidur dengan nyenyak ?"

"Ne Jae hyung aku tidur dengan sangat nyenyak .."

"Arra, minnie duduklah ada yang hyung ingin tanyakan ?"

Aku memiringkan kepalaku sedikit. Ada apa ini kenapa Jaejoong hyung seperti serius sekali.

"Waeyo hyung ?"

"Kemarin hyung dan Heechul hyung bertemu dengan Umma dan Appa setelah selesai makan malam !"

"Mwo ! untuk apa hyung masih bertemu dengan orang-orang itu ..!"

Umma dan Appa masih pantas mereka dipanggil seperti . Appa yang bahkan tidak tau nama panjang ketiga anaknnya. Aishh.. menyebalkan. Umma yang bahkan lebih memilih hidup dengan keluarga barunya tanpa mau memperhatikan ketiga anak laki-lakinya yang berjuang hidup sendiri masih pantas disebut orang tua. Umma yang meninggalkan ku setelah aku lahir dan menikah kembali dengan orang lain.

"Tapi mereka masih tetap orang tua kita, Minnie ..!"

"Arra, terserah hyung saja aku tidak nafsu makan dan aku ingin berjalan-jalan keluar dulu .."

Aku meninggalkan Jaejoong hyung. Sedih melihat raut wajah Jaejoong hyung jika seperti itu. Tapi aku memang benci jika mereka menyebut-nyebut kata Appa dan Umma yang menyebalkan itu.

CHANGMIN POV END

~.~

AUTHOR POV

"Ternyata dia masih marah pada kedua orang itu.."

Jaejoong menolehkan kepalanya dibelakangnya Heechul memandang kepergiaan Changmin dengan tatapan iba. Dibelakangnya juga ada Yunho dan Hankyung sepertinya mereka menginap dikediaman Heechul dan Jaejoong.

"Kenapa dia bisa tampak sebenci itu pada orang tuanya ?"

Heechul tersenyum ketir menatap orang yang baru saja bertanya.

"Kau mau kenapa dia bisa seperti itu, Hannie ?"

Hankyung menatap heechul penasaran. Sedangkan jaejoong hanya tertunduk menahan emosinya yang entah mengapa selalu menguar ketika dirinya ataupun hyung-nya bercerita tentang kenyataan pahit hidup keluarganya.

"20 tahun lalu saat aku berumur 8 tahun dan Jaejoong 6 Tahun ayah kami Kim Dong Wook meninggal dunia dan saat itu ibu kami sedang mengandung Changmin selama 4 bulan. Setelah appa meninggal Umma kami Lee Seohyun benar-benar bebas tidak merasa memiliki tanggungan padahal kami anaknnya berharap saat kami ketakutan saat malam datang beliau ada namun hasilnya nihil. Saat dirumah yang ingin dilakukannya hanya ingin mencoba membunuh Changmin yang saat itu masih didalam kandungan. Dia benar-benar tidak mau Changmin hadir didunia ini.."

Heechul menarik napasnya pelan.

"Setelah 8 bulan kehamilannya kami mendapat kabar bahwa Umma kami akan menikah lagi dengan seorang lelaki kaya bernama Shim Yong Hwa. Tapi Yong Hwa ingin menikah ketika anak dalam kandungan sudah lahir akhirnya selama 1 bulan sebelum Changmin lahir Yong Hwa tinggal dirumah kami. Setelah 1 bulan akhirnya Changmin lahir dan tanpa kekurangan satu apapun saat itu aku juga Jaejoong menangis bahagia melihat adik kami lahir dengan selamat. Disaat itu Yong Hwa bilang karena Changmin lahir saat dirinya mau menikah dengan Umma akhirnya dia yang memberi nama Shim Changmin mengikuti marga dirinya berbeda dengan kami yang bermarga Kim mengikuti Appa kandung kami. Disaat Umma juga adik kecil kami pulang dari rumah sakit, Umma langsung menuju kamarnya dan menaruh Changmin dibox bayi yang diberikan Yong Hwa. Ketika dia keluar kami melihat 2 koper besar dipegang dikedua tangannya. Saat itu aku masih sangat ingat saat dia bilang "buang saja bayi itu jika dia menyusahkan kalian berdua" lalu dia keluar dan masuk kedalam mobil milik Yong Hwa. Lalu …"

"Hyung sudah hentikan ..!"

Jaejoong menatap memohon pada hyung-nya. Sedangkan yang ditatap hanya memandang kosong kearah depan dengan raut yang sangat mengkhawatirkan. Yunho duduk disebelah Jaejoong lalu memeluknya erat sedangkan Hankyung sedang mencoba membuat Heechul tanang dengan rangkulan yang diharapkannya bermanfaat.

"Bertahun-tahun kami mencoba untuk tetap hidup. Membesarkan Changmin berdua. Hidup kami sangat sulit Jaejoong yang terpaksa berjualan Koran pada pagi hari sampai sore dan aku yang menjaga Changmin. Lalu ketika Jaejoong pulang gantian aku yang bekerja mengamen juga membersihkan jalan hingga fajar terlihat sedangkan Jaejoong yang merawat Changmin begitu seterusnya hingga Changmin berusia 6 bulan dan hingga kami mengenal seorang bernama Park Jung Soo seorang single parents yang baru saja kehilangan anak satu-satunya. Dia sangat terpukul hingga akhirnya dia meminta kami untuk tinggal bersamanya. Setelah itu hidup kami mulai berubah menjadi lebih baik aku juga Jaejoong bahkan Changmin disekolahkan. Saat aku berumur 18 tahun Jung Soo-appa menagih janjinya pada kami untuk menceritakan tentang kehidupan kami. Aku menceritakan semuanya. Dan saat itu Changmin mendengarnya.."

Sebuah tetesan lembut mengalir dari pipi Heechul.

"Changmin sangat marah pada kami. Dia berlari keluar rumah dan Jung Soo-appa mengejarnya diikuti oleh aku dan Jaejoong. Tapi nasib berkata lain saat berusaha mengejar Changmin beliau tidak melihat keadaan yang saat itu ramai. Dan disaat di menyebrang jalan dia tidak sadar bahwa sebuah truk melaju dengan kencang akhirnya tubuhnya ditabrak…"

FLASHBACK ON

"Jung soo-appa, Minnie mohon bangunlah maafkan Minnie yang sudah jahat pada appa !Jebbal bangunlah.."

Seorang anak berusia 10 tahun sedang menangis dengan kencang disebelah seorang lelaki tampan yang sedang mempertaruhkan nyawanya. Dibelakangnya tidak kalah 2 laki-laki sedang mencoba untuk tegar melihat orang tua angkatnya terbujur tak berdaya diatas tempat tidur dengan berbagai selang dan macam-macam peralatan medis yang menempel ditubuhnya mencoba untuk tetap mempertahankan dirinya hidup. Pria yang dipanggil Jung Soo-appa itu mengerjapkan matanya mencoba mengikuti terang cahaya yang ada diruangan saat itu. Dia menolehkan kepalanya menatap Changmin. Lalu menyerahkan sesuatu yang dipakai dilehernya sebuah kalung berinisial LO pada Changmin.

"Jika kau beruntung menemukan pasangan kalung ini yang inisialnya VE, aku akan sangat berterima kasih karena berarti kau menemukan anakku yang hilang..."

"Appa bertahanlah .."

"Changmin-ah appa hanya berharap jika suatu saat nanti kau bertemu dengan orang yang mempunyai kalung pasangan dari kalung yang appa kasih padamu dan berjanjilah untuk membahagiakannya .."

"Tapi jika orang yang mempunyai pasangan kalung ini bukan orang yang appa maksud bagaimana ?"

"Percayalah hanya ada satu pasang didunia ini kalung seperti ini, inisial LO kau yang memakainya dan VE anak appa yang hilang yang memakainnya…"

"Ne, appa aku berjanji .."

"Baiklah kalau begitu appa ingin istirahat dengan tenang jangan ganggu dan jangan menangis lagi setelah ini, kalian pasti akan bahagia .."

Setelah itu Jung Soo memejamkam matanya dan tak lama setelah dia memejamkan matanya alat medis disebelah tempat tidurnya menunjukan sebuah garis panjang berwarna hijau. Semua dokter spesialis yang membantu Jung Soo masuk ke dalam ruangan. Semua dokter sibuk melakukan aktifitas yang entah Changmin pun tidak tau. Tapi setelah beberapa menit dokter-dokter itu menghela nafas berat lalu menutupkan kain putih yang menjadi selimut Jung Soo tepat sampai menutupi seluruh tubuhnya. Dokter menatap Heechul, Jaejoong juga Changmin dengan tatapan iba.

"Dia sudah meninggal, ahjussi harap kalian merelakannya .."

Setelah kata itu terucap dari seorang dokter spesialis bedah pada Heechul, Jaejoong dan Changmin. Heechul maupun Jaejoong menangis sangat kencang hingga mereka tidak sadarkan diri sedangkan Changmin menatap datar tubuh kaku diatas tempat tidur dengan sebuah raut wajah yang sulit diartikan.

FLASHBACK END

Heechul memeluk erat Hankyung yang ada disebelahnya dan mengeluarkan segala emosi hatinya. Sedangkan Jaejoong sudah menangis sangat keras ditubuh Yunho.

~.~

Kyuhyun mengerjapkan matanya beberapa kali mengikuti bias cahaya kamar saat itu. Dirinya melihat kondisi tubuhnya dan kamar saat ini. Berantakan dan menggenaskan. Kyuhyun menghela nafas berat. Dia menarik tubuhnya untuk duduk dan melihat tubuhnya dengan keadaan telanjang bulat. Mencoba mengingat segala peristiwa yang membuatnya seperti sekarang. Dia menarik kedua kakinya tepat didepan dadanya lalu menaruh wajahnya pada kedua tangannya yang dilipat.

"Aku ingin hanya sekali saja dalam hidupku kau melakukan dengan hati dan rasa cinta, wonnie ..!"

Pria itu menangis lagi. Kyuhyun menangis lagi saat pagi yang sebenarnya cerah namun baginya sangat menyakitkan. Diluar siwon menyandarkan tubuhnya dipintu kamar. Lagi dan lagi dia membuat pria itu menangis. Dia tersenyum ketir dan tidak terasa membuatnya kali ini menangis mendengar suara menyedihkan Kyuhyun yang sedang menangis dari luar.

"Kenapa kau masih bertahan pada seorang yang bahkan kau tau sorang bajingan seperti aku, Kyu …!" gumam Siwon.

Siwon berjalan meninggalkan kamar yang Kyuhyun tempati. Berjalan keluar menuju mobilnya. Melajukan mobilnya dijalan raya, pikirannya kini sedang tersiksa bahkan hanya untuk memperhatikan jalan. Kini Siwon tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Menyesal atau semakin ingin Menyakiti Kyuhyun. Dirinya yang sedang tidak fokus mengendarai mobil membuatnya tidak sadar seorang sedang berlari menyebarang jalan. Saat Siwon baru menyadarinya dan mencoba untuk mengerem laju mobilnya namun mobil yang sudah terlanjur laju itu pun tidak bisa dikendalikan dan akhirnya menabrak pria yang sedang menyebrang.

Siwon terdiam didalam mobil, mungkin sedikit shock. Dirinya lalu melepaskan seft belt dan bersiap turun dari mobil untuk melihat kondisi orang yang ditabraknya.

"KiBum-ah .."

Siwon membeku baru saja ia ingin membuka mobil. Dilihatnya seorang pria dengan setelan pakaian anak kuliah yang menghampiri seseorang yang baru saja ditabrak oleh Siwon.

"Donghae-ah …" gumam Siwon pelan.

"Yak ! keluar kau .." pria yang dikenal sebagai Donghae itu terus memukul-mukul pintu mobil Siwon. Siwon keluar dari mobilnya. Dan menyadari bahwa pria yang baru saja ditabraknnya adalah KiBum pria yang ia cintai.

Donghae yang masih mencoba menyadarkan KiBum tidak menyadari bahwa pria yang menabrak sahabatnya itu adalah sahabatnya juga.

"Antar kam… !"

"Wonnie .."

Donghae maupun Siwon hanya terdiam melihat satu sama lain. Siwon berjalan mendekati KiBum lalu mengangkat KiBum menuju kedalam mobilnya. Donghae hanya bisa mengikuti dari belakang. Diperjalanan menuju rumah sakit Siwon maupun Donghae tidak ada yang ingin membuka suara. Mereka masih sibuk dengan pikiran mereka dan kondisi KiBum saat ini.

~.~

Kyuhyun berjalan gontai menuju ke rumah sakit. Hari ini hasil cek darahnya bisa diambil. Dia ingin tau apa yang sedang dideritannya. Tubuhnya kini dibalut dengan jaket tebal yang hampir menutupi tubuhnya termasuk lehernya yang banyak terdapat tanda kemerahan. Yang Kyuhyun rasakan kali ini hanya rasa sakit diseluruh tubuhnya dari yang paling privasi sampai rasa sakit dihatinya. Kyuhyun baru saja sampai rumah sakit dan langsung menuju keruangan dokter yang kemarin menanganinnya Kim Heechul.

Took..Took ..

"Masuk .." Kyuhyun lalu masuk keruangan itu. Disambut oleh sebuah senyum hangat dari Heechul.

"Tunggu sebentar aku akan mengambil sample darah dan hasilnya tesnya ..!"

"Ne .." Heechul beranjak dari meja kerjanya menuju kesebuah ruangan. Kyuhyun masih menunggu dengan perasaan gugup.

Tidak lama setelah itu Heechul kembali lalu duduk tepat didepan Kyuhyun. Dirinya menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat pada Kyuhyun. Kyuhyun mengambilnya dan pelan-pelan membukannya. Sedangkan Heechul memandang iba pada Kyuhyun. Dia tau apa yang diderita Kyuhyun dan itu pasti akan membuat Kyuhyun shock dan bagaimana jika Changmin juga tau. Kyuhyun mengambil kertas yang ada didalam amplop. Dia membaca segala tulisan yang ada dikertas itu.

"Kanker darah ..!"

Kyuhyun menatap Heechul dengan tidak percaya. Heechul hanya bisa menundukkan kepalanya. Dia sungguh tak tega melihat Kyuhyun yang juga orang yang sangat dicintai adiknya semakin sedih.

"Tapi dengan Kemoterapi rutin kau akan sembuh Kyuhyun-ssi ..!"

Kyuhyun meneteskan air matanya. Heechul ikut menahan air matanya melihat Kyuhyun yang semakin terlihat menyedihkan itu. Kyuhyun pergi meninggalkan ruangan Heechul.

"Kyuhyun-ssi jangan patah semangat kau akan sembuh percayalah ! Aku akan membantumu .."

Heechul mencoba mengejar Kyuhyun dan mencoba meyakinkan Kyuhyun bahwa dirinya bisa sembuh dari penyakit itu. Kyuhyun seperti tak peduli dan melanjutkan jalannya.

"Mianhae, Kyu ! kau benar-benar harus yakin bahwa kau bisa sembuh ..!"

Heechul menatap iba kepergian Kyuhyun.

~.~

Changmin sedang menuju kearah rumah sakit hyung-nya dia baru mendapat kabar bahwa KiBum kecelakaan dan dilarikan kerumah sakit hyung-nya. Sebelum dia menyebrang jalan dia melihat Kyuhyun keluar dengan mata sembab. Changmin mengeryitkan matanya.

"Kyuhyun-ah .." Changmin mencoba memanggil namun sepertinya Kyuhyun tidak mendengar.

Kyuhyun terus berjalan lalu berhenti dan membuang sebuah amplop yang membuat Changmin bingung. Saat Changmin ingin mengejar Kyuhyun, Kyuhyun sudah menaiki sebuah taksi. Changmin melihat amplop coklat yang dibuang Kyuhyun tadi tepat dibawah kakinya. Dia mengambilnya,membuka lalu membacanya. Changmin membelalakan matanya ketika dia membaca 2 kata bertulis tebal dikertas itu.

"Kanker Darah ..!"

Changmin meremas kertas yang ada ditangannya berlari menuju dalam rumah sakit. Dia berlari menuju sebuah ruangan.

Brakkkk..

Sebuah hantaman yang keras saat Changmin memasuki sebuah ruangan. Dirinya kini tidak bisa menahan emosinya.

"Yak ! Changmin hyung kau membuatku dan Heechul hyung kaget saja !

"Diam kau, Henry-ah !"

Changmin menuju kearah Heechul lalu menarik kerah baju Heechul. Heechul mencoba tidak terpancing emosi Changmin kali ini.

"Apa maksud dari ini semua, hyung !"

Changmin melempar sebuah amplop ke meja Heechul dan membuat Henry yang sedang bingung akan keadaan kaget seketika. Heechul memandang amplop yang dilempar Changmin.

"Itu semua benar , Kanker Darah stadium 3.."

Changmin terduduk lemas. Dia benar-benar shock dengan berita yang baru saja dia dapat. Heechul memandang adiknya lalu memeluknya erat.

"Kau tau darimana amplop itu, Minnie ..!"

"Dia membuangnya, hyung !Kyuhyun membuangnya .."

"Percayalah dia bisa sembuh, kau hanya perlu meyakinkannya untuk rutin mejalani kemoterapi.."

Changmin meneteskan air matanya. Ini benar-benar keadaan yang sangat tidak diinginkan Changmin untuk terjadi. Kyuhyun pria yang ia cintai harus menanggung semua hal yang seharusnya tidak terjadi padanya. Namun Changmin benar-benar tidak tau apa yang harus dilakukannya.

"Choi Siwon ..!"

Changmin bangkit lalu keluar dan membanting pintu dengan cukup keras. Heechul sudah tidak bisa berbuat banyak jika begini Changmin yang sedang dikendalikan emosi itu terlalu bahaya jika ditahan.

"Hyung! Kyuhyun itu sepertinya seorang yang sangat berharga bagi Changmin ya,hyung ?"

"Bukan hanya berharga namun juga sudah dianggap Changmin separuh jiwannya, henry-ah .."

~.~

Kyuhyun terduduk dikursi yang sering ia duduki. Ia menangis dan siapa saja yang mendengarnya pasti akan merasa iba. Kyuhyun benar-benar tidak tau harus bagaimana lagi.

"Kenapa aku lagi yang kau buat menderita, Tuhan .."

"Kenapa kau masih membiarkanku hidup jika kau terus membuatku menderita,Tuhan .."

Kyuhyun terus menangis. Berharap jika itu bisa sedikit mengurangi rasa sakitnya.

Tess. Tess…

Kyuhyun memandang langit yang ikut meneteskan air seperti ikut menangis merasakan apa yang kali ini Kyuhyun rasakan. Hujan semakin deras namun Kyuhyun tidak berniat meninggalkan tempat itu. Mencoba ikut berbaur dengan tetes-tetes air hujan yang membasahi tubuhnya. Sedangkan Changmin terus memandang khawatir pada Kyuhyun dari jauh. Dia mencoba untuk mendekat kearah Kyuhyun. Mencoba menghapus air matanya dia tidak ingin terlihat menyedihkan disamping Kyuhyun.

"Kyuhyun-ah .."

Kyuhyun mencoba memandang orang yang memanggilnya dan ternyata Changmin. Dia menatap Changmin dengan mata yang berkaca-kaca. Lalu menghambur memeluk Changmin erat. Kyuhyun menangis kencang dipelukan Changmin. Changmin hanya bisa mengelus punggung Kyuhyun sambil menghapus air matanya sendiri yang tidak bisa dihentikan.

"Kyu, hari sudah mau malam sebaiknya kita pulang ..!"

Changmin melepas jaketnya yang basah lalu memasangkannya pada Kyuhyun. Kyuhyun mengikuti apapun yang dilakukan Changmin padanya. Mereka lalu pergi meninggalkan taman itu menuju kerumah Kyuhyun.

~.~

Jam sudah menunjukan pukul 7 malam. Disaat Changmin maupun Kyuhyun sampai dirumah Kyuhyun juga Siwon. Changmin membuka pintu rumah Kyuhyun. Sambil merangkul Kyuhyun yang kedinginan. Changmin tidak sadar bahwa Siwon sedang duduk di ruang tamu rumah itu.

"Bahkan kau tidak takut membawanya ke rumah, Kyuhyun-ah .."

Changmin maupun Kyuhyun hanya terdiam seketika mendengar suara Siwon. Siwon berdiri menuju Kyuhyun maupun Changmin yang kini sedang menatapnya. Memberikan sebuah senyum ketir pada Changmin.

"Kau boleh mengambilnya, toh dia hanya sampah bagiku ..!"

Siwon menunjuk tepat didepan muka Changmin. Changmin mengepalkan tangannya keras namun Kyuhyun yang menyadari itu langsung menggegam tangan Changmin lembut. Kyuhyun maupun Changmin hanya diam tak menjawab Siwon.

"Sampah yang bahkan sudah tak berguna bagiku .."

Changmin kini tak bisa hanya diam dia melepaskan tangan Kyuhyun secara paksa. Lalu menarik kerah kemeja biru Siwon.

"Yang sampah bukan Kyuhyun tapi kau Choi Siwon ..!"

Changmin dan Siwon saling menatap tajam.

"Lepaskan dia,Minnie ..!"

Changmin yang mendengar namanya disebut menolehkan kepalannya menatap seorang yang berada didepan pintu. Kyuhyun dan Siwon juga ikut menatap pria yang berada didepan pintu.

"KiBum-ah .."

Changmin membelalakan matanya kaget.

"Jebbal ! Lepaskan pria-ku, Minnie .."

~.~

To Be Continued

Chapter 3 update ^_^,

Saya berterima kasih banyak pada readers yang menyempatkan membaca FF ini dan review di FF ini, jeongmal gomawo

Mian baru update para author pasti tau kalau menulis itu butuh mood dan beberapa minggu ini mood saya sedang tidak baik.

Saya yakin banyak typo si Chapter 3 ini karena saya ngetik ini FF dengan mata yang tinggal 5 watt..

Semoga puas di Chapter 3 ini.

Saya tunggu Review-nya Readers

#TebarSiwon