Author : Sarang KyuMin (Lee Sang Neul)
Pairing : KyuMin and other SJ couple
Rated : T
Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Lee Hyukjae, Lee Donghae, and other SJ member.
Genre : Romance and little humor
Warning : BL | YAOI | GAJE BGT -,-
Summary : Asrama khusus namja dengan kisah cinta romantis di dalamnya.
Balasan Review :
Minami Ooshima : Ini udah update, chingu ^^ Mian di chap ini SiBum tidak terlalu banyak, ne ? Tapi KyuMin tetep ada kok. Hidup KMS ! \(^0^)/
Lee Eunmi : Di chapter ini author sedikit dominasikan Haehyuk dan Hanchul kok, chingu ^^ Tapi KyuMin tetep ada. Hehehe . Keep review, ne ? ^^ Mian kalo jelek
Finda heemink : Iya, chingu. Masih TBC, gak tau deh sampe chap berapa baru FIN. Keep review, ne ? ^^
Myfishychovy : Ne, chingu ^^ Keep review, ne ? Ini updatenya, hope you like it . Mian kalo jelek
KyuMinRing : Ne, saya sengaja buat KyuMin bersatu dulu karena saya KMS dan pengen umma appa kita bersatu, chingu ^^ Keep review, ne ?
Choi Sila : Nama fb author Syarifah Maizaa Dwii. Silahkan kirim wall supaya kita bisa talking – talking :D Keep review dan ikutin ff abal ini, ne ? ^^
KyuLoveMin : aigooo, reviewmu buat saya melayang, chingu. Wonkyu lagi booming ? Ah, tidak bisa dibiarkan, KITA HARUS BERTINDAK ! *pinjambajupowerrangers* Iya, si abang Kuyu nazarnya begitu pula. Di chap ini nazarnya ia jalani. Keep review, ne ? ^^
Amandhharu0552 : Kayaknya gak ada konflik deh, chingu. Hanya tentang penyatuan cinta mereka *eeeaa* dan romance di Sekolah aja. Emang sengaja gtu kan biar sesuai dengan judulnya tntg romantic di Sekolah . Keep review, ne ? ^^
Aidenlee : Ne, chingu. Sesuai permintaan reviewer chap ini jadi didominasi oleh Haehyuk dan Hanchul. Mianhae kalo gak bagus, chingu. Keep review, ne ?
Last Chapter :
"Saranghae," satu kata terucap dari bibir tebal Kyuhyun namun mampu membuat kupu-kupu yang ada di perut sungmin memberontak ingin keluar. *emang ada kupu – kupu di perut ? Cacing kaleee diperut.*
"Kau mencintaiku?"
"Jangan kau tanya, hyung. Tentu saja. Aku mencintaimu sejak lama tapi aku terlalu pengecut untuk mengungkapkannya padamu."
"Nado saranghae, Kyu."
"Kau juga mencintaiku?"
"Ne, sudah sejak lama. Tapi aku juga seorang pengecut yang tidak berani menyatakan cinta padamu."
Cup~
Sebuah kecupan singkat dihadiahkan Kyuhyun pada Sungmin. Membuat namja pecinta pink ini cukup kaget. Namun Kyuhyun menarik tengkuknya dan memberikannya lebih dari kecupan singkat tadi. Apa yang terjadi ? Mereka saling melumat satu sama lain hingga tak terasa saliva keduanya sudah merembes (?) ke atap rumah tetangga. Ah , author tipu kok. Hingga tak terasa saliva keduanya sudah mengalir di pipi porselen Sungmin.
Tanpa mereka sadari dua orang namja menyaksikan adegan itu. Kedua namja itu menyaksikan dengan malu – malu. Terlebih namja berambut blonde yang wajahnya sudah memerah malu melihat adegan itu dengan matanya sendiri.
"Hae-ah, kajja ! Tak baik mengganggu orang pacaran."
"Jadi kau mau seperti mereka juga?" Donghae mulai memasang smirknya.
"Ah, bukan Hae. Itu.. aku.. hanya.. ahh, tauk ah !" Eunhyuk mempoutkan bibirnya. Donghae yang gemas langsung menyerang ukenya itu dengan kecupan bertubi – tubi dan tak terhingga.
Chapter 3
Author POV
"Emmphh~ hae-ah, ssuu..ddahh.." lenguhan sexy itu keluar dari bibir manis seorang Lee Hyukjae akibat menerima ciuman panas dari sang namjachingu. Namun tak mendapat respon dari sang namjachingu yang masih sibuk mendominasi ciuman ini.
"Haee~, geliii…" kali ini ciuman panas itu semakin liar dan mulai turun ke leher Eunhyuk.
Eunhyuk POV
Ah, bagaimana bisa kami melakukan ini ? Pair ini hanya pura – pura ! Ini tidak bisa dibiarkan, harus dihentikan. *oppa sok kuat iman, padahal mau tuh -,-*
Dengan sekuat tenaga aku mendorong tubuh Donghae dan menghentikan aktifitas berdosa ini.
"Wae?" WHAT ? Ikan ini masih bertanya kenapa ?
"Hae-ah, ini hanya pair bohongan. Kita tidak perlu melakukan ini. Tuhan akan menghukum kita"
"Mungkin kau mengatakan ini pair bohongan, tapi aku sungguh – sungguh mencintaimu, Hyuk. Tapi, sejak kapan kau jadi religious begini ? Kau mau menandingi Siwon ? Kemana jiwa yadongmu yang selama ini selalu berkobar ?"
"Molla, aku sendiri tak tau. Tapi, apa kau tidak bohong mengenai perasaanmu padaku?"
"Ani, aku tidak bohong. Aku mencintaimu sejak kita dijadikan pasangan oleh Teuk Umma."
"Itu masih baru, bodoh !"
"Memang cintaku masih segar karena ia baru, tapi aku yakin pada hatiku ini, Hyukkie."
"Lebih baik kita pikirkan lagi perasaan ini. Apakah ini cinta atau bukan."
"Baiklah, tapi aku tetap yakin ini adalah cinta." Ujar Donghae beranjak meninggalkan Eunhyuk.
Jujur aku merasa bersalah pada Donghae karena meragukan cintanya, tapi aku sendiri ragu pada perasaanku. Apakah benar yang aku rasakan ini cinta apa bukan. Karena itu aku memberikan waktu untuk diriku sendiri juga pada Donghae untuk merenungkannya. Dan biarlah waktu yang menjawab semua. *ajigileee*
Kyuhyun POV
Aku lega. Aku senang. Aku bahagia. Aku terharu. Aku saanngaaatt senang karena kini aku sudah menjadi namjachingu Sungmin hyung. Orang yang sudah cukup lama mengisi hatiku. Dan aku saanggaatt bahagia telah mendapatkan ciuman pertama Sungmin hyung. Yaa, walaupun ini juga merupakan ciuman pertama bagiku.
Setelah melakukan aktifitas saling melumat itu, kini Sungmin hyung tertidur di sampingku. Tertidur dalam pangkuanku di bawah Pohon besar. Cukup romantis bukan ? Namun aku baru tersadar satu hal. NAZARKUUUU ! Nazar yang sudah aku janjikan jika aku dipairkan dengan Sungmin Chagi. Ya ! Dan aku harus melakukannya ? Aigoooo, itu akan sangat memalukan. Tapi itu nazar, aku akan sangat berdosa jika tidak melakukannya. Baiklah, demi Sungmin chagi aku akan melakukannya. Hwaiting, Cho Kyuhyun !
Ah, hari sudah semakin sore dan aku harus membangunkan Sungmin hyung untuk kembali ke Asrama *inget, di chap 3 mereka ciuman di sore hari :D* "Chagi, ireona ppalli.. Kita harus kembali ke Asrama.."
"Ngg~" ia hanya menggeliat kecil sambil mengerjapkan matanya. Imut. Bagaimana seorang namja bisa sebegini imutnya ?
"Kajja, hyung. Kita harus kembali ke asrama sebelum terlalu sore."
"Ne,"
Kami pun berjalan menyusuri koridor sekolah menuju gedung asrama, untuk memecahkan kesunyian yang ada aku memulai pembicaraan.
"Hyung.."
"Ne ?"
"Kau tahu, sebelumnya aku telah bernazar jika aku dipairkan denganmu."
"Nazar ? Kau bernazar apa, Kyu ?"
"Ng, akuu.. akuu.. aku bernazar.."
"Jangan katakan kau bernazar akan berkeliling sekolah hanya dengan rok mini yang berumbai dan tank top pink ?"
"Bagaimana kau bisa mengetahuinya, hyung?"
"Jadi tebakanku benar?" Sungmin hyung kaget dan membelalakkan matanya.
"Ne, hyung." Aku hanya mengangguk lemas mengingat aku harus mengenakan pakaian tak senonoh itu.
"Astaghfirullah (?) Kau yakin akan melakukannya, Kyu?"
"Iya, hyung. Sebagai pejantan tangguh aku akan melakukannya. Dan ini juga demi kau, Chagiyaaa~"
"Baiklah, chagi. Aku akan mendukungmu saat kau melakukan nazar itu. Dan aku juga akan ikut tertawa nantinya,"
"Ya ! Kau tega sekali, hyung."
"Ani, Kyu. Aku hanya bercanda," Sungmin hyung menjawab sambil membelai pipiku. Ah, indahnya duniaaaa !
Tak terasa kami sudah di Asrama dua. Saatnya aku berpisah dengan Sungmin hyung.
"Aku masuk duluan ya, Kyu. Mianhae merepotkanmu mengantarku ke Asrama."
"Ah, ani , Hyung. Aku tidak repot kok"
"Bye, Kyu. Saranghae~"
"Nado saranghae, hyuuunngg~" Saatnya aku kembali ke Asramaku.
BUGGH !
"Appoo, mianhae , Kyuhyun-ah." Oh, ternyata yang menabrakku ini Wookie hyung.
"Ah, gwaenchana, Wookie hyung."
Wokkie hyung adalah namja terimut nomor dua diantara kami setelah sungmin hyung *dimata kyu loh*. Saat melihatnya terlintas ide untuk meminta bantuannya agar mau membantuku menyiapkan keperluan nazarku.
"Wookie hyung, bisa aku minta tolong?"
"Selagi itu tidak merepotkanku, akan ku bantu. Memang kau mau minta tolong apa?"
"Aku sudah bernazar akan berkeliling sekolah hanya dengan rok mini yang berumbai dan tank top pink. Bisakah kau membantuku menyiapkan keperluan itu ?"
"Itukan nazarmu, Kyu ! Urus saja sendiri."
"Hyung-ah, jebaallll~ bantu aku. Tak mungkin aku membeli barang itu."
"Kau kan bisa meminjamnya."
"Aku tak punya teman yeoja, hyung. Ayolaah~"
"Aku juga tidak punya teman yeoja, kau lupa bahwa sekolah kita ini khusus namja ?"
"Ani, hyung. Aku tidak lupa. Kau bisa meminjam perlengkapan itu dengan Heechul hyung, kau taukan ia punya selera pakaian perempuan ?"
"Ah, aku tidak mau berurusan dengan Heechul hyung. Aku takut"
"Kau juga merupakan dongsaeng kesayangannya, hyung. Mana mungkin ia akan memarahimu,"
"Aku tetap tidak mau,"
"Jika hyung tidak mau aku akan menyebarkan foto bugil hyung."
"MWO ? Foto bugilku ? Kau tahukan itu akan merusak nama baikku."
"Biar saja, like I care ? Hyung bahkan tidak mau membantuku, buat apa aku mempedulikan hyung ?"
"Ahhh, baiklah. Aku akan membantumu mempersiapkan barang – barang itu. Tapi ingat, aku hanya mempersiapkannya, bukan memakainya atau apapun."
"Sip, hyung. Aku tidak menyuruhmu melaksanakan nazarku kok."
"Baiklah, hyung. Terimakasih atas bantuannya, aku kembali ke asrama dulu."
Ryeowook POV
Dasar magnae itu ! Beraninya hanya mengancam. Ancamannya foto bugilku pula. Huwwee~, Ummaaa . Aku takut harus berhadapan dengan Heechul hyung. Tapi demi foto bugilku, aku harus meminjam barang itu dengan Heechul hyung.
TOK TOK TOK ~
Aku mengetuk pintu kamar Heechul hyung. Hana, dul, set ! Heechul hyung keluar dengan masker yang terpasang diwajahnya dan rambut panjangnya yang dikucir tinggi.
"Ada apa, wookie ? Cepat katakan ada apa karena aku tak mau masker ini pecah diwajahku dan membuat wajahku keriput."
Glek~ aku menelan ludah terlebih dahulu sebelum mulai bicara. "Hyung-ah, aku ingin meminjam rok minimu dan tank topmu yang berwarna pink . Apakah bisa ?"
"MWO ? Buat apa ? Masuklah, tak baik kita berbicara di depan pintu seperti ini."
"Ne, hyung." Jawabku melangkahkan kami masuk ke kamar Heechul hyung dengan roommatenya Kibum.
"Tunggu sebentar aku akan membersihkan masker ini karena aku yakin kau akan menyampaikan sesuatu yang sangat penting."
Heechul hyung meninggalkanku dan melangkah masuk ke kamar mandi. Tak salah jika hyung ku ini tetap cantik, jadi ia selalu menggunakan peralatan make up yang digunakan kaum yeoja ? Ckckck.
"Jadi, apa alasanmu meminjam barang – barang itu, Wookie ?"
"Begini, hyung. Magnae laknat itu telah bernazar jika ia dipasangkan dengan Minnie hyung ia akan berkeliling sekolah hanya dengan rok mini yang berumbai dan tank top pink. Jadi ia memintaku untuk membantunya mencarikan barang itu, Hyung."
"Ia meminta atau memaksamu?"
"Sebenarnya sih memaksa,hyung."
"Kenapa kau mau, Wooookkkiiieeeee ?"
"Dia mengancam akan menyebarkan foto bugilku, hyuunng . Huweee~"
"WHAT ? Kau pernah foto bugil? Aigooo, ku kira kau adalah yang terpolos diantara kami."
"Ani, hyung. Aku pernah foto bugil."
"Kapan ?" aduuhh, chullie hyung malah bertanya kapan.
"Saat aku masih kecil, hyung. Saat itu aku sedang mandi dan orang tuaku memfotoku," jawabku datar. *ryeowook oppa terlalu polos, masa foto bgtu dibilang fto bugil -_-*
Heechul POV
"Kapan ?" Masyaallah (?) Ternyata ryeowook bukanlah yang terpolos diantara kami.
"Saat aku masih kecil, hyung. Saat itu aku sedang mandi dan orang tuaku memfotoku," jawabnya datar. Ah , aku menarik ucapanku, ternyata dia adalah yang TERTERTERPOLOS diantara kami.
"Kim Ryeowook, kau berfoto bugil saat masih kecil itu adalah hal yang wajar. Kenapa kau harus takut ? Lagian dari mana magnae itu mendapatkan fotomu ?"
"Dia mengambilnya dari kamar, hyung. Aku baru menyadarinya seminggu yang lalu dan itu dia sendiri yang mengakuinya. Katanya foto itu mau dia jadikan ancaman saat meminta tolong padaku. Dan sekarang beneran terbukti, hyuuuungg~"
Dasar magnae itu. Beraninya dia mengerjai salah satu dongsaeng kesayanganku ! Lihat pembalasanku, magnae laknat !
"Baiklah, aku akan meminjamkanmu. Tunggu sebentar,"
Aku beranjak dari dudukku menuju lemari mencari pakaian yang akan dipinjam wookie. Tapi aku tak langsung memberikan pakaian itu pada Ryeowook. Tau kenapa ? Karena inilah saatnya pembalasanku ! Aku berjalan menuju meja belajarku untuk mengambil gunting yang tergeletak disana. Bunuh diri ? Bukan kok, aku masih sayang nyawa dan aku masih ingin melihat magnae itu menderita. Aku mengambil gunting itu dan mulai membuat bolongan dibagian belakang tank top itu. Rasakan kau, magnae ! Akulah yang akan menertawakanmu pertama kali saat kau menggunakan pakaian ini.
"Ini, Wookie. Serahkan pada Kyuhyun."
"Ne, hyung. Gomawo, ne ?"
"Cheonma, chagi."
"Aku pulang dulu, hyung. Takut kemalaman. Bye, hyuung~"
"Bye, wookie baby"
Eunhyuk POV
Makin lama rasa bersalahku semakin membara. Aku jadi semakin gak enak dengan Donghae. Apa aku terima saja pernyataan cintanya ? Tapi, apa aku yakin aku juga mencintainya ? Memang sih, dulu aku sempat tidak suka karena Donghae berdekatan dengan Siwon. Tapi itukan dulu, lagian saat itu aku hanya tidak suka melihatnya berdekatan dengan Siwon, bukan berarti aku mencintainya.
"Ada apa, hyung? Kok wajah hyung kusut begitu ?" pertanyaan Henry menghentikan lamunanku. Kenapa suara henry ? Karena dia adalah roommateku.
"Ani. Hyung hanya bingung saja."
"Bingung ? Wae ?"
"Kau pernah merasakan jatuh cinta ?"
"Jelas pernah, hyung. Kenapa ? Kau sedang jatuh cinta ya, hyung ?"
"Mungkin. Ketika kau melihat orang yang selama ini dekat denganmu dekat dengan orang lain, lalu kau merasa cemburu dan tidak suka. Apa itu namanya cinta ?"
"Jelas, hyung. Kau jatuh cinta pada orang itu. Cinta itu bisa datang tanpa kau sadari."
"Jadi aku jatuh cinta pada Donghae ?" Ah, bagaimana bisa aku keceplosan di depan Henry ?
"MWO ? Kau jatuh cinta pada Hae-hyung ? Chukkae, hyung !"
"Chukkae ?"
"Ne, chukkae hyung. Aku kira kau tak akan pernah jatuh cinta."
"Pabbo ! Aku juga manusia, kau pikir aku tak punya perasaan ?"
"Hehe, mianhae hyung. Ternyata pair ini sungguh memberikan efek bagimu ya, hyung."
"Memangnya kau tak mencintai mimi ge ?"
"Ne, aku memang mencintainya. Tapi tidak dengan dia."
"Maksudmu Mimi ge tidak mencintaimu ?"
"Ne, hyung."
"Kau tau dari mana ?"
"Hanya menebak."
"Jadi menurutmu tebakanmu itu benar, Mochi bodoh ? Bisa saja Mimi ge juga mencintaimu kan ?"
"Sudahlah, hyung. Tak apa jika Mimi ge tak membalas perasaanku ini. Biarkan aku mencintainya dengan caraku sendiri. Masalahku ini nanti saja kita bicarakan. Lantas, kapan kau akan menyatakan cintamu pada Hae hyung ?"
"Donghae memang sudah menyatakan perasaannya padaku,"
"Jinjja ? Jadi sekarang kalian berpacaran ?"
"Belum, aku belum menjawabnya karena aku masih bingung dengan perasaanku saat itu. Tapi sekarang aku sudah yakin,"
"Baguslah, hyung. Nyatakan perasaanmu secepatnya pada Hae hyung."
"Ne, kau juga. Cepat nyatakan dan buat Mimi ge mencintaimu,"
"Ne, hyung."
Author POV
Dan Kantinlah ke15 namja itu berkumpul lagi untuk menjalankan rutinitas breakfast. Namun pemandangan kali ini tak seperti biasanya. Bukan lagi aura Brothership yang membara melainkan aura Romance yang terasa. Siapa lagi kalau bukan dari pasangan KangTeuk dan KyuMin.
Donghae POV
Setiap berada di dekat Eunhyuk aku selalu spot jantung. Sebegini dalamnyakah perasaan ini ? Tapi apa aku harus mengalami cinta bertepuk sebelah tangan ? Cinta yang tak terbalaskan ? Itu sungguh menyakitkan untuk ukuran seme tampan sepertiku. Tapi bagaimana sebenarnya perasaan Hyukkie padaku ? Perlukah aku menanyakannya dihadapan semuanya ? Baiklah, sebagai seme terjantan aku akan melakukannya !
"Yeorobun.." seketika semuanya menoleh padaku.
"Wae, Hae ?" tanya Leeteuk Umma.
"Aku ingin bertanya sesuatu pada Hyukkie."
"Terus kenapa memanggil kami ?"
"Aku hanya ingin kalian mendengar ini. Hyukkie-ah, apakah kau mencintaiku ?"
"MWO ? Jadi kau memanggil kami untuk mendengar pernyataan cintamu ?" Kali ini Kangin hyung yang kaget. Huh, haruskah sampai kaget hanya karena pernyataan cinta ?
"Ne, hyung. Jadi bagaimana, Hyuk ? Apakah kau mencintaiku dan membalas cintaku ini ? Maukah kau menjadi namjachinguku ?"
"Hae-ah, mungkin selama ini aku meragukan perasaanku. Tapi kali ini yang aku rasakan adalah cinta. Ne, Donghae-ah. Saranghae" YYYYEEYYYY ! Hyukkie mencintaiku juga pemirsahhh !
"Jadi kau mau menjadi namjachinguku ?"
"Ne, hae." Kyyaaa~ langsung saja ku tarik ia menuju pelukanku.
PROK PROK PROK ~
SUIT SUIT ~
Seketika suasana Kantin menjadi penuh tepukan tangan dan sorakan para pemirsa yang menyaksikan adegan telenovela kami ini. Termasuk para hyungdeul dan dongsaengdeul.
"Mianhae selama ini aku meragukan perasaanmu. Jujur aku sendiri ragu terhadap perasaanku. Aku sakit melihatmu berdekatan dengan orang lain. Aku tidak suka. Gomawo sudah mencintaiku, Hae." Tutur Hyukkie masih dalam pelukanku.
"Ne, gwaenchana. Aku juga berterimakasih karena kau sudah mau menerima dan membalas cintaku, Hyukkie. Jeongmal saranghae."
"Chukkae, Donghae dan Eunhyuk. Ternyata aku tidak salah memilih pair. Semoga kalian memang ditakdirkan untuk bersatu," Teuk Umma memberiku selamat.
"Chukkae, hyung-ah." Kali ini Kyuhyun menyalamiku dan Hyukkie yang memang sudah berhenti berpelukan.
"Chukkae, HaeHyuk." Disusul dengan Sungmin hyung.
"Selamat, HaeHyuk. Semoga Tuhan memberkati kalian." Siapa ini ? Ya, Siwon.
"Chukkae, Hyung." Si Dingin Kibum kini memberi selamat pada kami. Kenapa seperti pesta pernikahan begini ?
"Mianhae, yeorobun. Yang mau mengucapkan selamat nanti saja. Sekarang aku ada urusan dengan Hyukkie Chagi. Bye – bye"
"Tapi kita belum sarapan, Hae."
"Tenang saja, nanti aku akan membelikanmu makanan yang lain."
"Untuk apa kita ke belakang sekolah ? 10 menit lagi kita masuk kelas." Tanya Hyukkie saat aku menyeretnya ke belakang sekolah.
"Aku hanya ingin meminta morning kiss."
"WHAT ? Kita baru jadian pagi ini dan kau ingin meminta jatah pagi ini juga ?"
"Ne, wae ? Sudah, kau tinggal cium aku dan kita langsung ke kelas. Tidak sulitkan, Chagi ?"
"Tapi, bagaimana jika ada orang yang melihat ?"
"Apa kau lupa bahwa isi sekolah kita ini adalah gay ? Bahkan sampai kepala sekolah !"
"Ahh, ne."
Chuuuu~
Yeeyy , I got it. Morning kissku. Bahkan aku sudah melupakan rasa laparku saat tak ada lagi jarak diantara kami dan saat bibir kami mulai bersatu.
KRINNGG ~ KRINGG ~ KRIINNG ~
Ah, kenapa bel laknat itu harus bunyi disaat indah seperti ini. Membuat Hyukkieku mengakhiri jatah pagiku ini.
"Hae-ah, ayo kita ke kelas."
"Ne, chagi. Ahya, kau harus memberiku jatah morning kiss setiap pagi, ne ?"
"Dasar yadong !"
"Ya ! Aku juga yadong karena berpacaran denganmu,"
"Ne, baiklah. Everything for you."
Kyuhyun POV
Bagaimana ini ? Wokkie hyung sudah memberikanku bajunya. Jadi aku harus memakai baju itu sepulang sekolah ? Ahh, memalukan. Tapi jika tidak ku lakukan, berarti aku bukan namja jantan dong. Ahh, aku pusing !
"Kau kenapa, Kyu ? Frustasi ?" Kibum hyung bertanya padaku. Kibum hyung merupakan teman sebangkuku di kelas.
"Ne, hyung."
"Frustasi kenapa ? Kau tidak diputuskan Sungmin hyung kan ?"
"Ya ! Masa baru sehari sudah putus, hyung."
"Kecilkan suaramu, bodoh ! Kau mau kita diusir dengan Jung Songsaenim ? Lantas kau kenapa ?"
"Aku bingung, hyung. Sebelumnya aku bernazar jika aku dipasangkan dengan Sungmin hyung, aku akan berkeliling sekolah menggunakan rok mini berumbai dan tank top pink. Dan aku sudah mendapatkan barang – barang itu dari Wookie hyung yang dipinjam dari Chullie hyung."
"Lantas kau kenapa bingung ?"
"Aku malu, hyung. Masa aku harus menggunakan pakaian tak senonoh itu ?"
"Kau sih bernazar yang tidak – tidak. Jalankan saja, kan hanya sekali. Buktikan bahwa kau namja jantan."
"Aiishhh, baiklah, hyung. Ahya, bagaimana dengan pair SiBum ?"
"Maksudmu ?"
"Apa kelanjutan hubungan kalian ? Apakah hanya pair semata atau akan berlanjut lebih serius ?"
"Sebenarnya Siwon sudah menyatakan cinta padaku."
"MWO ? Kapan ?"
Flashback
"SiBum. Apa kau berpikir itu pair yang buruk, Bummie ?"
"Ani,"
"Sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan. Menyangkut kepastian pair ini,"
"Apa ? Kau ingin menghentikan pair ini ?"
"Ani, aku tidak ingin dan tidak akan menghentikan pair ini. Saranghae, Bummie."
"Kkkau mmenncintai aaku ?"
"Ne, tidak ada yang salahkan ?"
"Ani, cinta memang tidak pernah salah. Tapi bagaimana bisa kau mencintaiku ?"
"Perasaan itu muncul seiring dengan berjalannya waktu dan persahabatan kita. Jadi, maukah kau menjadi namjachinguku ?"
"Aaku mmemang mmenncciintaimu, Siwon."
"Jadi kau mau menjadi namjachinguku, Bummie?"
"Ne, Wonnie."
Siwon pun memeluk Kibum yang sempat terkejut karena dipeluk. Namun pelukan itu tak berlangsung lama karena Siwon malah melanjutkan untuk menyantroni (?) bibir Kibum. Jadilah ciuman panjang antara sepasang anak Tuhan yang tengah dimabuk cinta.
End of Flashback
"Jadi hyung sudah jadian dengan Siwon hyung ?"
"Ne, tapi kami masih merahasiakannya."
"Kenapa dirahasiakan ? Bukannya kabar bahagia ini seharusnya diberitahu ke hyungdeul ?"
"Akan kami pikirkan nanti. Sekarang kita belajar lagi."
*skip time = pulang sekolah*
Author POV
Sekarang mereka ber13 minus Kyuhyun dan Sungmin sedang berkumpul di Kantin sepulang sekolah. Apa yang saja yang mereka lakukan ?
"Hae-ah, kau harus membelikanku makanan sekarang. Kau taukan aku tidak sarapan gara – gara ulahmu. Jadi sekarang belikan aku nasi goreng dan susu strawberry 2 kotak, ne ?"
"Baiklah, chagi."
"Ngomong – ngomong, dimana Kyuhyun dan Sungmin ?" tanya Yesung.
"Ah, iya. Dimana mereka ? Kenapa tidak ikut berkumpul ?" Heechul mulai menanggapi pertanyaan Yesung tadi.
"Tadi ku lihat mereka berjalan menuju asrama satu. Kamarnya Kyuhyun." Sambung Hangeng.
"Jinjja ? Ke kamar Kyuhyun ?"
"Ne."
"Ngapain ya mereka ?"
"Annyeong, yeorobun," sapa Sungmin tiba-tiba.
"Annyeong, Sungmin-ah. Dimana Kyuhyun ?"
"Kyuhyun ? Tenang, aku membawanya kok. Kyuhyun-aahhh, ayo ke sini."
Keluarlah seseorang dari persembunyiannya. Namja yang selama ini dikenal dengan nama Cho Kyuhyun. Kini ia menepati nazarnya. Menggunakan rok yang berumbai dan tank top pink. Namun siapa yang mengira bahwa tank top itu telah dipenuhi bolongan tepat dibagian belakangnya.
"OMONA ! Kyuhyun-ah ! Ini beneran kau ?" celetuk Sang Umma yang kaget melihat anaknya berubah jadi namja jadi – jadian.
"HAHAHAHAHA , Heh, magnae. Kemasukan setan apa kau mengenakan pakaian sesekseh itu ?" Suara siapa ini ? Ya, benar. Kim Heechul. Sesuai janjinya dia adalah orang pertama yang akan menertawakan Kyuhyun.
"Ya ! Berhenti menertawakanku, KIM HEECHUL !" titah Kyuhyun.
"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA. Rasakan kau, magnae laknat !"
"Kyuhyun-ah, kenapa kau mengenakan pakaian ini ? Kau mau melawan kodrat ?"
"Melawan kodrat ? Tidak mungkin, hyungdeul. Aku ingin menepati nazarku."
"Nazar ? Kau bernazar apa, Kui Xian ?" kali ini Zhoumi bersuara pemirsa !
"jika aku dipasangkan dengan Sungmin hyung, aku akan berkeliling sekolah menggunakan rok mini berumbai dan tank top pink."
"Jadi sekarang kau akan menjalaninya ?"
"Ne,"
"Baiklah, kami akan melindungimu dari seme – seme lapar yang mungkin saja ingin memakanmu melihat kau berpakaian seperti ini."
"Sekarang kau mulailah berjalan mengelilingi sekolah. Kami akan ikut berjalan dibelakangmu."
"Baik. Gomawo, hyungdeul."
Dan dimulailah nazar Kyuhyun kali ini. Ia mulai berjalan disepanjang koridor dan diiringi oleh lagu Indonesia Raya (?) Bohong kok, diiringi oleh Hyungdeulnya juga Henry.
"Kyuhyun-ah, kenapa tank top yang kau pakai ada bolongannya ? Itu sedang trend atau apa ?"
"MWO ? Bolong ?" seketika Kyuhyun langsung mencoba melihat kearah punggungnya.
"Ya ! Wookie hyung, kenapa kau memberiku tank top bolong seperti ini ?"
"Aku tidak tau kalau tank top itu bolong, setelah Heechul hyung meminjamkanku semua pakaian itu aku langsung memberikannya padamu tanpa periksa dulu."
"KKIIIMMM HHHEECCCHHHUULLL !" teriakan emosi Kyuhyun membahana disepanjang koridor sekolah.
"Wae ? Hahahahahaa" Sementara Heechul hanya menanggapinya dengan santai dan diselingi dengan tawanya.
"Sudahlah, Kyu. Lebih baik kau cepat berjalan mengelilingi sekolah ini, supaya nazarmu cepat selesai." Sungmin menengahi perang Kyuhyun dan Heechul.
"Kau selamat karena ada Sungminku, Kim Heechul."
"Hahahaha. Sudah, lanjutkan saja fashion showmu itu."
Akhirnya Kyuhyun pun melanjutkan mengelilingi sekolah. Yaaa, walaupun perjalanannya mengelilingi sekolah diiringi oleh tatapan lapar seme – seme lain, namun ia tak peduli.
"Hei, cantik. Godain kita doonngg~" kata salah seorang seme berwajah mesum yang melihat Kyuhyun sambil mengerlingkan matanya nakal.
"Diam kau, Jung Yonghwa !" emosi Kyuhyun mulai membludak.
"Sabar, Kyuuu." Kali ini hyungdeulnya serentak menasihatinya.
Finally, acara mengelilingi sekolah Kyuhyun telah selesai dan nazarnya telah lunas.
"Terimakasih atas pakaiannya, Kim Heechul." Kyuhyun memberikan penekanan disetiap ucapannya sambil menyodorkan pakaian tak senonoh yang tadi dikenakannya.
"Sama sama, baby. Lain kali kau harus menggunakan pakaian ini lagi di depan Sungmin baby dan pair kalian akan berubah jadi MinKyu. Hahahaha"
"Diam kau, Kim Heechul !"
"Sudahlah, Chullie. Jangan mengganggu Kyuhyun lagi." The Calm Down Prince kini menasihati Heechul.
"Baiklah, Hannie."
"Hannie ? Panggilan macam apa itu ?" Ya ! Sepertinya Kyuhyun mencari perkara lagi denganmu, Heechul.
"Pergi kau, magnae brengsek !" Kyuhyun pun pergi meninggalkan Heechul dan Hangeng sebelum Heechul tambah murka.
"Chullie-ah, sudahlah. Jangan terpancing emosi begitu,"
"Bagaimana aku tidak terpancing emosi jika memiliki dongsaeng seperti dia, Hannie ?"
Chuuu~
Hangeng mencium bibir Heechul. Membuat tubuh Heechul bergetar dan hampir terjatuh ke belakang namun hal itu tak akan terjadi karena Hangeng dengan sigap menarik pinggang Heechul dan menambah intensitas ciuman mereka.
"Mmmphh..Hanniieehhh.. sssuddahh.." desahan sekseh itu terucap dari mulut Heechul.
"Saranghae, Kim Heechul." Ucap Hangeng sesaat setelah melepas ciumannya.
"Nado saranghae, Tan Hangeng." Kini Heechul menenggelamkan kepalanya di dalam pelukan Hangeng.
"Kau perlu tahu, bahwa perasaan ini sudah ku pendam sejak pertama kali kita berjumpa di Sekolah ini."
"Love at the first sigh, eoh ?"
"Ne, begitulah."
"Wo Ai Ni, Kim Heechul."
"Nado"
TBC
Big hug and special thanks to : Minami Ooshima, Lee Eunmi, Finda heemink, Myfishychovy, KyuMinRing, Choi Sila, KyuLoveMin, Amandhharu0552, Aidenlee, YuniNie, tanmayleen1008, park ji hyun, dindaR.
Gomawo udah mau baca dan review. Saya mohon untuk tidak menjadi Silent Reader karena saya sangat mengharapkan review dari reader semua. Untuk meningkatkan semangat saya menulis. Mian kalo ff saya terlalu abal, jelek, ancur. Tapi sejelek – jeleknya ff saya, itu murni hasil kerja keras saya. Gomawoyooo~
