Annyeong Kha kembali lagi bawa chap 2nya~~
Oh iya panggil Kha aja ya, jangan thor thor, chingu. Kesannya kayak kita jauh aja (all: kapan kita pernah dekrt Kha?)
Oke, ini Chap 2nya, jangan lupa review lagi oke^^
Title : Trouble Love
Part : 2/?
Cast : Eunhyuk(19 tahun), Donghae(24 tahun), Kyuhyun(23 tahun), Sungmin(24 tahun), dan nyusul XD
Rated : T
Genre : Romance, Comedy, Family.
Author : KHaHee aka (Kartika2412 #in twitter)
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo(s) bertebaran, Gaje, Alur membosankan, OOC besar-besaran.
Warning: FF ini mungkin akan membosankan, karna Kha yang bikin juga merasa bosan dan bingung, meskipun sebenarnya jalan crita semua sudah tersusun. Sebagian cast akan dibuat OOC besar-besaran, dan bila tidak menyukainya diharap jangan membaca. Dan jangan ketipu dengan summary #plak
Summary: Pertemuan dan perpisahan bukankah suatu partikel yang saling tarik menarik dan saling berhubungan dan tidak akan pernah putus!
Don't Like Don't Read !
\(^_^\)\(^_^)/(/^_^)/
:::Preview:::
"Aku tidak akan merebutnya darimu Direktur Cho. Tapi kau harus mengganti biaya untuk men-cat ulangmobilku yang kau buat tergores manis," ucap Donghae melirik Eunhyuk.
'Dari mana aku punya uang sebanyak itu untuk menggantinya. Untuk membeli sepeda ini saja aku harus menyisihkan duit gajihku berbulan-bulan. Eotteokkeh?' batin Eunhyuk merana.
"Berapa saja yang kau inginkan akan ku ganti hyung," ucap Kyuhyun.
"Aku tidak memintamu. Yang kuminta namja manis ini!" ucap Donghae.
"Saya tidak punya uang sebanyak itu. Untuk membeli sepeda itu saja saya harus menabung berbulan-bulan," ucap Eunhyuk apa adanya.
'Terlalu polos. Mudah sekali untuk memanfaatkannya, menarik!' batin Donghae lagi.
"Itu bukan urusanku. Aku tidak peduli dengan sepedamu. Yang kupedulikkan adalah 'Kau harus mengganti biaya cat mobilku'!"
"Akan ku anggap semuanya lunas bila…" ucap Donghae menggantungkan kalimatnya sembari tersenyum.
"Akan kujadikkan kau makanan anjingku bila berani macam-macam hyung," sela Kyuhyun.
"Wow, tenang dongsaengku yang tidak punya sopan santun, aku tidak…"
"Saya akan melakukan apa saja untuk menggantikkan biaya cat mobl anda," ujar Eunhyuk dengan percaya diri.
"Bagus, kau memang anak manis," ucap Donghae sembari tersenyum puas. Sedangkan Kyuhyun mentap Eunhyuk dengan tatapan yang sulit diartikkan.
[Part 2]
Eunhyuk melamun sambil mengaduk teh untuk para karyawan, dia sibuk memikirkan ucapan Donghae yang selalu terngiang dikepalanya. Hingga membuat teh yang dibuatnya tumpah berceceran karna dia terus aduk tanpa perasaan itu.
"Kau harus menjadi sekertarisku. Dan bekerja di kantorku," ucap Donghae masih setia dengan seringaiiannya. Kyuhyun menatap Donghae kesal. Andai sahabatnya tidak lebih tua darinya, pastinya dia akan melempar wajah Donghae dengan sepatunya. Namun Kyuhyun masih memiliki akal sehat.
"Kau tidak mau? Aku tidak memaksamu untuk menurutiku. Tapi kau tetap harus mengganti biaya untuk men-cat ulang mobilku," tambah Donghae ketika dilihatnya Eunhyuk yang masih tidak merespon.
"Ku kasih kau waktu 2 hari. Ini kartu namaku! Datang ke kantorku bila kau berubah pikiran," ujar Donghae.
"KYAA!" teriak Eunhyuk ketika dirasakan sebuah tangan kekar yang melinggkar di pinggang rampingnya. Sang empunya tangan justru menaruh kepalanya di ceruk leher Eunhyuk. Tanpa meneloh Eunhyukpun sudah tau sang pemilik tanggan itu.
"Hyungg~~ kau mengagetkanku," ucap Eunhyuk sembari mempoutkan bibirnya.
Kyuhyun melepaskan tangannya dari pinggang ramping Eunhyuk, "salahmu yang melamun di saat jam kerja. Apa kau ingin mendapatkan hukuman?" tanya Kyuhyun dengan nada yang dibuat sedingin mungkin.
Terdengar suara kekehan kecil dari Eunhyuk, sedangkan Kyuhyun menaikkan alisnya, "ada yang lucu?" tanya Kyuhyun.
"Tidak. Tapi apa mungkin hyung akan menghukumku?" tanya Eunhyuk masih setia terkekeh, setaunya Kyuhyun paling tidak bisa menghukumnya.
"Apa kau ingin mencobanya?" tanya Kyuhyun misterius. Kyuhyun berjalan perlahan ke arah Eunhyuk dengan senyum diwajah tampannya, sedangkan Eunhyuk berjalan mundur karna takut dengan senyum Kyuhyun yang di anggap tidak biasa itu.
Kyuhyun tersenyum simpul melihat Eunhyuk yang sudah tidak bisa lari kemana-mana.
"CKLEEKK" bersamaan suara terbukanya pintu pantry. Munculah sosok namja cantik dengan senyum yang dipaksakkan itu. Kyuhyun menghentikkan aksinya dan menoleh kearah pintu itu dengan pandanggan sebal. Sedangkan Eunhyuk bersorak-sorak gembira dalam hatinya.
"Direktur Cho sedang apa disini? Bukankah anda selalu marah bila karyawan anda bersantai-santai di saat jam kerja. Tapi kenapa anda berada disini. Sebagai atasan anda seharusnya mencontohkan hal yang baik untuk bawahannya," ucap Sungmin.
"Kau benar Sungmin-ssi. Hyukkie, jangan lupa jam makan siang kau keruanganku oke!" ucap Kyuhyun tanpa menyadari perasaan seseorang yang terluka.
'Sungmin-ssi? Kau bakan memanggilku dengan sangat formal. Tidak bisakah kau melihatku sebentar saja. Memanggilku dengan sebutan yang lucu,' batin Sungmin.
"Sungmin-ssi apa kau ingin kubuatkan sesuatu? Tampaknya kau kurang sehat?" ujar Eunhyuk menyadarkan Sungmin dari dunia lamunannya. Sungmin menatap tajam Eunhyuk, sedangkan Eunhyuk hanya menundukkan kepalanya.
'Kau orang baik. Tapi kau adalah orang yang menjadi penghalangku untuk mencapai tujuanku. Semua orang yang menjadi penghalangku mencapai tujuanku akan menjadi musuhku' batin Sungmin. Lalu Sungmin pergi meninggalkan Eunhyuk dan berjalan menuju meja kerjannya.
…:::HaeHyuKyu:::…
"Hyung bolehkah aku keluar dari kantor ini?" tanya Eunhyuk takut-takut ketika sedang membawakan makan yang dibelinya –ingat bekalnya sudah tumpah di mobil Donghae-.
"Kau ingin menerima tawaran Donghae hyung?" tanya Kyuhyun dengan nada tak sukanya, sedangkan Eunhyuk hanya menunduk takut.
"Aku bisa memberimu uang untuk mengganti biaya cat mobil Donghae hyung itu," sambung Kyuhyun.
"Aku tidak mau membebani hyung, hyung sudah cukup akubuat repot selama ini!"
"Tapi aku tidak menganggap itu merepotkan, justru itu menyenangkan menurutku!"
"Tapi tidak menurutku! Aku ingin mandiri. Menyelesaikkan masalah yang kubuat sendiri dengan usahaku sendiri!" ucap Eunhyuk dengan mata berbinar-binar.
Kyuhyun menghela nafas ketika meliat kekasihnya itu, akhirnya dia mengangguk sebagai tanda mengiznkan Eunhyuk untuk bekerja di perusahaan sahabatnya itu.
"Tapi kau harus memberiku e-mail setiap pagi dan malam, kau harus menyalakan Handphonemu setiap saat dan…"
"Ya hyung, aku bukan anak kecil lagi," ucapnya sambil mempoutkan bibirnya.
Kyuhyun menepuk kepala Eunhyuk pelan lalu tersenyum, "kau tetap akan menjadi anak kecil dihadapnku, chagii~~"
Sedangkan di lain tempat, di kantin kantor lebih tepatnya. Terlihat seorang namja cantik dan seorang yeoja yang cantik sedang duduk berhadapan sembari menikmati makanan mereka. Terdengar sesekali kekehan kecil dari mereka berdua.
"Oppa kau tau, namja kampungan itu akan segera keluar dari kantor ini!" ucap yeoja cantik yang tak lain bernama Jessica itu. Seangkan namja yang di panggil 'oppa' itu –Sungmin- hampir memuntahkan sedikit makanannya mendengar ucapan sahabat yang sudah dianggap dongsaengnya itu.
"Ya! Aku tau kau senang. Tapi itu menjijikkan oppa!" ucap Jessica kesal.
Sungmin hanya tersenyum salah tingkah, lalu dia meminum Orange Jusnya, "maafkan oppa. Apa kau tidak sedang bergurau? Heii April Moop sudah lewat," ucapnya.
"Apa ada untungnya bila aku berbohong?"
"Dari mana kau tau kabar ini?"
"Kau meremehkanku? Apa kau lupa kenalan seoang Jessica Jung itu ada di mana-mana!" ucap Jessica bangga.
"Aku tau, kau memang dongsaengku yang sangat bisa aku andalkan!"
"Kau berhutang denganku oppa."
…:::HaeHyuKyu:::…
Eunhyuk melangkah dengan ragu-ragu ketika memasuki pekarangan sebuah kantor yang asing baginya karna memang baru kali ini dia menginjakkan kakinya ditempat ini.
"Semangat Hyukkie, kau harus berani,'" gumamnya tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya ke udara. Membuat semua orang yang berpapasan dengannya memandang aneh ke arahnya, Eunhyuk yang menyadari kelakuaan konyolnya langsung menunduk malu.
Kalakuan Eunhyuk justru membuat Donghae tertawa. Donghae mengahampiri Eunhyuk yang berada di depannya –karna Donghae baru datang-, lalu meniup kuping Eunhyuk membuat Eunhyuk menolehkan kepalanya kebelakang. Ketika menoleh Eunhyuk mendapat sambutan pipi Donghae yang memang berada di dekat kupingnya.
Eunhyuk yang menyadari bahwa dia mengecup pipi Donghae langsug bersemu merah. Dan menjauhkan wajahnya dari Donghae.
"Senangnya pagi-pagi mendapat kecupan dari namja manis," gumam Donghae tersenyum evil.
"Ya! kau sangat kurang ajar," ucap Eunhyuk mempoutkan bibirnya.
"Hei jangan berteriak-teriak manis. Lagi pula kau yang menciumku terlebih dahulu!" ucap Donghae. Sedangkan Eunhyuk hanya diam, toh memang itu kenyataannya.
"Merasa kalah manis? Suadahlah, kau datang kesini bukan hanya untuk berdiri disini bukan?"
"Tentu saja tidak, aku YAA!" ucapan Eunhyuk terpotong karna Donghae sudah menarik lengannya. Eunhyuk terus berontak, membuat seluruh isi kantor melihat kearah Donghae dan Eunhyuk. Sebagian menatap Eunhyuk dengan tatapan tidak suka, terutama para yeoja tentunya.
Donghae tidak memperdulikkan bisikkan-bisikkan para karyawannya. Dia berjalan dengan santainya melewati mereka. Satu tanggannya dimasukkan kantong celananya, sedangkan satu tangganya lagi digunakan untuk menarik –menyeret- Eunyuk.
"Apa kau hanya akan berdiri disana?" dengus Donghae melihat Eunhyuk yang tetap berdiri di depan pintu masuk. Perlahan Eunhyuk berjalan kearah Donghae dan duduk bikursi yang berada di hadapan Donghae dan membuat Donghae tersenyum.
"Kau tau pekerjaanmu?"
"Tapi apa itu tidak berlebihan? Aku hanya seorang mahasiswa. Mana mungkin aku bisa menjadi sekertaris."
"Anggap saja ini sebagai pelatihan kerja sebelum kau lulus dari Universitas."
"Tapi aku tidak mampu," ucap Eunhyuk
"Itu bukan urusanku. Dan kau harus melalui tes wawancara terlebih dahulu!" ucap Donghae dengan seringaiannya.
"Aku kira aku akan langsung berkerja," gumam Eunhyuk.
…:::HaeHyuKyu:::…
"Apa-apaan orang itu. Mana ada tes wawancara menanyakan hal-hal sampai sedetail itu," ucapnya sambil mempoutkan bibirnya. Ketika mengingat tes wawancara tersebut.
Bagaimana tidak cemberut, Eunhyuk bukan hanya ditanya nama dan hal wajar lainnya, bahkan hal tidak wajarpun ditanya oleh Donghae.
"Jadi ini sekertaris baru Diektur Lee," ucap seorang yeoja dengan body yang sangat indah itu dengan nada mengintemidasi.
"Ne, Nama saya Lee HyukJae kalian bisa memanggiku Eunhyuk," ucap Eunhyuk semangat sambil mengulukan tangannya.
Salah satu yeoja dari 3 orang yeoja itu itu mendepak[?] tangan Eunhyuk dengan kasar, "kau pikir kami ingin berkenalan denganmu?" sambungnya.
"Sudahlah Yuri, Taeyeon, dia hanya namja kampungan yang sedang beruntung bisa berdekat-dekatan dengan Direktur Lee. Tapi mana mungkin Direktur Lee menyukai namja yang badannya lurus seperti dia," ucap yeoja cantik yang terlihat paling tenang.
"Kau benar Victoria," ucap Taeyeon, lalu mereka pergi meninggakan Eunhyuk yang hanya membuang nafas berat.
…:::HaeHyuKyu:::…
"Hyukkie!" ujar Donghae di depan pintu ruang kerjanya. Sedangkan yang dipanggil tetep cuek dengan komputernya yang entah sedang melakukan apa, padahal Donghae belum menyuruhnya melakukan apapun.
"YA LEE HYUKJAE!" teriak Dongahe kesal. Sedangkan Eunhyuk yang merasa terpanggil langsung menolehkan kepalanya kearah Donghae. Eunhyuk sedikit memiringkan kepalanya ketika melihat muka Donghae yang sedang murka.
"Kau memanggilku?" tanya Eunhyuk dengan polosnya. Sedangkan Donghae menahan dirinya agar tidak membenturkan kepalanya ke tembok.
"Kau pikir aku memanggil arwah?"
"Mungkin saja. Lagi pula siapa kau? Seenaknya memanggilku Hyukkie? Namaku Lee HyukJae atau Eunhyuk. Hanya orang special yang boleh memanggilku Hyukkie!" ucap Eunhyuk sembari menggembungkan pipinya.
"Tunggu saja, aku akan menjadi orang special di hatimu," ucap Donghae percaya diri.
"Bermimpi saja Direktur Lee," ucap Eunhyuk sekenanya.
"Sudah ku katakkan panggil aku Hae hyung. Sekarang kau buatkan aku kopi tanpa gula," peritah Donghae.
"Seperti orang tua saja, minum kopi tanpa gula," gerutu Eunhyuk.
"Aku mendengarmu. Cepat buat atau kau akan mendapatkan hukuman dariku," ucap Donghae dengan seringaiiannya. Eunhyukpun seger berlari dari tempatnya.
…:::HaeHyuKyu:::…
"Dasar monyet kecil. Sehari tak melihatmu membuatku kangen denganmu," gumam Kyuhyun sambil menatap foto dirinya yang sedang merangkul Eunhyuk.
"Tok Tok Tok"
"Silahkan masuk," ucap Kyuhyun.
Sungmin masuk keruangan Kyuhyun dengan senyum manis yang terpatri di wajahnya, "saya ingin menyerahkan document ini," ucap Sungmin.
"Letakkan di meja," ucap Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari foto tersebut.
Sungmin mendengus kesal karna tidak mendapatkan respon yang berarti dari Kyuhyun. Sungmin tersenyum senang ketika melihat jam yang bertengger dengan indahnya di tembok ruangan itu.
"Direktur Cho sekarang sudah waktu jam makan siang. Apa anda ingin makan siang denganku?" tanya Sungmin.
"Baiklah," ucap Kyuhyun masih dengan wajah datarnya,
"Direktur Cho kenapa anda tidak menghabiskan sayuranmu?"
"Rasanya menjijikkan. Bumbu apa yang di pakai Eunhyuk sehingga membuat sayuran yang dimasaknya terasa enak," ujar Kyuhyun santai tanpa menyadari perasaan terluka dari mata Sungmin.
'Bahkan selalu kau yang dia ingat. Sialan kau Lee HyukJae. Bahkan aku tak mengetahui sedikitpun tentang Kyuhyun,' batin Sungmin.
Kyuhyun mengeluarkan kotak merah berbentuk hati dari dalam saku jasnya. Dibukanya kotak tersebut dan terdapat sepasang cincin dengan permata kecil di tengahnya dan dengan ukiran yang sangat indah. Membuat Sungmin mau tak mau menghentikkan aksi melamunnya.
"Coba ini," ucap Kyuhyun memberikan cincin yang ukurannya lebih kecil dari yang satu lagi. Sungmin perlahan mencoba cincin itu.
Pas, sungmin tersenyum ketika cincin tersebut sangat pas di jari mansisnya. Sungmin tersenyum.
"Bagaimana menurutmu?"
"Cincinnya sangat indah. Disaindnya memang sedikit rumit namun tetap terlihat simple dan mewah," ucap Sungmin sambil memadang cincin tersebut.
"Kau menyukainya?" tanya Kyuhyun yang dijawab dengan anggukkan kepala dari Sungmin.
"Apa Eunhyuk akan menyukainya?" tanya Kyuhyun.
Bagaikan tersambar petir di siang yang terik Sungmin lalu melepaskan cincin itu. Memandang cincin itu dengan tatapan sendunya. Sungmin menarik nafas dalam mencoba menetralkan pikirannya yang kacau dan matanya yang seakan ingin memuat aliran sungai kecil. Namun otaknya masih bisa dia kontrol sehingga Sungmin hanya tersenyum getir mendengar ucapan Kyuhyun.
….::::HaeHyuKyu:::…
"Tok Tok Tok"
"CKLEKK!" bersamaan dengan suara muncullah sosok Eunhyuk yang sedang membawa nampan berisikan kopi pesanan Donghae.
"Kau belum ku izinkan masuk, kenapa kau sudah masuk eoh?" tanya Donghae.
"Tapi kau tidak sedang ada tamu bukan?" tanya Eunhyuk dengan polosnya, sedangkan Donghae harus bersabar dengan kelakuaan Eunhyuk.
Eunhyuk menaruh kopinya dimeja Donghae dengan perlahan. Donghae yang melihat lekukkan tubuh Eunhyuk menelan ludahnya dengan susah payah. Ide jail muncul di otak Direktur Lee itu.
Donghae dengan sengaja menyenggol tumpukkan map yang ada di meja tersebut sehingga membuat kertas-kertas itu berceceran di lantai. Eunhyuk hanya memandang kertas tersebut dengan tatapan polosnya.
"Ya kenapa hanya dilihat saja. Kau bereskan itu semua dan ingat harus seuai dengan tanggalnya oke!" ucap Donghae santai sembari meminum kopinya secara perlahan. Eunhyuk menatapnya dengan pandangan horror namun Donghae tetap cuek dan melanjutkan acara meminum kopinya dengan tenang.
Eunhyuk mendengus kesal dan menggerutu pelan, "sebenarnya aku ini sekertarisnya atau pembantunnya?" gerutunya dengan posisi duduk di lantai. Donghae hanya tersenyum mendengar gerutuan Eunhyuk yang menurutnya imut itu.
"Selesai," seru Eunhyuk girang bak anak kecil mendapatkan permen dari ibunya. Eunhyuk menaruh tumpukkan map itu di meja Donghae.
"Sudah? Sekarang kau ikut denganku!" ucap Donghae sembari mebawa beberapa map di tanggannya dan tak lupa tangan satunya lag digunakkan untuk menarik tangan Eunhyuk.
Seluruh isi kantor menatap Eunhyuk -yang sedang di pegang tanggannya dengan Donghae- dengan tatapan membunuh. Dan Donghae dengan santainya melewati mereka tanpa memperdulikkan tatapan aneh itu.
….:::HaeHyuKyu:::…
Donghae berjalan menelusuri lorng kantor dengan tatapan angkuhnya dan justru membuat nilai plus di mata para yeoja di kantor itu. Semua berloba-lomba mencari perhatian Donghae, sedangkan yang menjadi objek pembicaraan tersebut hanya menatap para yeoja berisik itu –menurut Donghae- dengan tatapan jengkel.
"Direktur Lee kau tidak berminat menyapa mereka? Mereka sepertinya mengharapkanmu menyapanya?" tanya Eunhyuk ketika melihat tatapan kecewa ketika donghae melewati mereka begitu saja.
"Merepotkan," ucapnya. Dan melanjutkan langkahnya dengan langkah angkuhnya.
Donghae dan Eunhyuk sudah sampai didepan sebuah ruangan berpintu kayu dengan ukiran yang rumit itu, membuat ruangan itu terkesan mewah. Donghae membalikkan badannya kearah Eunhyuk dan menatap Eunhyuk dalam.
"Dokumentku tertinggal di mobil," ucap Donghae. Eunhyuk hanya membuang nafas berat, Eunhyuk yakin bahwa Donghae akan menyuruhnya kembali ke parkiran untuk mengambil document tersebut.
"Baiklah," ucap Eunhyuk.
"Anak pintar. Kau masuk saja duluan oke! Dan jangan macam-macam," ucap Donghae lalu melangkahkan kakinya kearah lift setelah sebelumnya mengacak-naak rambut eunhyuk.
"Apa kepalanya baru saja terbentur?" tanya Eunhyuk entah kepada siapa. Eunhyuk hanya mengangkatkan bahunya ketika sosok Donghae sudah menghilang di dalam lift.
"CKLEEK" Eunhyuk membuka pintu ruang tersebut. Belum sempat Eunhyuk mengeluarkan suaranya untuk meyapa penghuni di dalam ruangan tersebut badannya sudah kaku.
Bagaimana tidak kaku, Eunhyuk yang berpredikat namja polos sedang melihat pemandangan yang dapat merusak mata polosnya.
Dilihatnya seorang namja bertubuh atletis sedang mencium namja cantik yang berada di pangkuannya. Namja cantik itu menatap Eunhyuk tajam ketika eunhyuk berdiri tanpa berkedip di tempatnya.
Eunhyuk yang mendapatkan tatapan mematikkan dari namja cantik terlonjak kaget dan segera berlari keluar dari ruangan itu.
…::…
Eunhyuk mengipas-ngipaskan wajahnya dengan tangannya agar mengurangi efek panas yang membuat pipina bersemu merah. Dan tak lupa Eunhyuk mengatur nafasnya yang memburu karna ketakutan melihat tatapan tajam namja cantik tersebut.
"Fuuhhhh," merasakan seseorang meniup lehernya dari belakan Eunhyuk langsung membalikkan badannya. Sepertinya kejadiian tadi pagi harus terulang readers. Ya Eunhyuk tanpa sengaja harus mencium pipi Donghae lagi, membuat pipinya justru makin bersemu.
"Bukankah kau kusuruh masuk terlebih dahulu?" ucap Donghae.
"Aku…" belum sempat Eunhyuk melanjutkan ucapannya Donghae sudah berjalan terlebh dahulu di depannya.
"Tok Tok Tok"
"Silahkan masuk," tedengar suara berat dari dalam rangan tadi.
"Maaf terlambat. Saya Lee Donghae dan ini sekertaris saya Lee Hyukjae," ucap Donghae memperkenalkan dirinya dan Eunhyuk yang sedari tadi berlindung di belakang punggungnya.
"Silahkan duduk. Saya Choi Siwon dan ini sekertarisku Kim Heechul," ucap Siwon sembari tersenyum memamerkan lesung pipinya yang menawan itu.
Sedangkan Heechul menatap tajam Eunhyuk yang sekarang duduk di hadapannya, sedangkan yang ditatap hanya menundukkan kepalanya. Tangan Eunhyuk mencengkram celananya. Donghae yang melihat Eunhyuk ketakutan langsung menggenggam tangan Eunhyuk. Namun tetap terfokus dengan Siwon yang sedang menjelaskan proposal tersebut.
…::…
"Bisakah kau tidak menatapnya seperti itu? Kau membuatnya takut!" seru Donghae ketikka Siwon sudah selesai menjelaskan proposalnya.
"Ah, maafkan sekertaris saya Donghae-ssi. Dia sebenarnya orang baik, hanya saja tatapan matanya tajam seperti itu," ucap Siwon.
"Kau pendusta yang buruk Direktur Choi," ucap Heechul, "Lee Hyujae maaf membuatmu takut. Tapi kau harus belajar sopan santun ketika memasuki sebuah ruangan. Apa kau tidak pernah mengetahui itu?" tanya Heechul dengan nada meremehkan.
Eunhyuk yang namanya terpanggil mengangkatkan kepalanya dan terlihat matanya yang berkaca-kaca, "maaf saya tidak akan mengulanginya," ujarnya.
"Cih, dasar anak kecil. Hanya seperti itu saja sudah menangis. Bagaimana kau bisa dewasa?" cecar Heechul. Siwon hanya bisa menghela nafas berat mendengar ucapan kekasihnya yang terdengar frontal itu.
"Maafkan ucapan sekertaris saya!" ucap Siwon.
"Tidak masalah. Surat perjanjian kerjasamanya akan saya kirim besok. Permisi," ucap Donghae lalu menarik Eunhyuk keluar dari ruangan itu.
Sepertinya itu sudah menjadi kebiasaan Donghae untuk menarik tangan Eunhyuk. Lagi pula namja –yang berstatus seme- mana yang mau menolak tangan mulus Eunhyuk?
…:::HaeHyuKyu:::…
Eunhyuk sepetinya sudah melupakkan kejadian tadi. Terbukti dengan tatapan matanya yang berbinar-binar sambil menyantap strawberry cake kesukaanya.
"Dasar bocah, moodnya gampang sekali berubah. Hanya diseogok dengan strawberry cake dan milk shake strawberry saja langsung senang," gumam Donghae.
"Direktur Lee ap…"
"Hyung. Panggil aku Hae hyung atau kau yang membayar ini semua," ucap Donghae tegas.
"Ya dari mana aku punya uang untuk membayar makana di tempat mewah seperti ini," ucapnya sambil mempoutka bibirnya.
"Itu bukan urusanku!"
"Baiklah Hae hyung! Hae hyung tidak memakan cakenya?"
"Aku tidak suka makanan manis," jawanya cuek.
"Bila tidak suka kenapa memesan cake dengan ukuran yang sebesar ini? Itu kan pemborosan," gumam Eunhyuk. Donghae hanya terkekeh mendengar ucapan Eunhyuk. Hei apa dia lupa Donghae itu seorang Direktur yang tentunya memiliki harta yang melimpah.
"Kau ingin lagi?"
"Tentu saja. Tapi apakah ini boleh dibungkus?" tanya Eunhyuk sedangkan Donghae hanya mengeryitkan dahinya.
"Untuk adik-adikku dipanti asuhan," ucap Eunhyuk yang mengerti tatapan Donghae.
"Akan kupesankan yang baru," ucap Donghae
"Tidak usah, yang ini saja sudah cukup," ujar Eunhyuk mencegah Donghae memanggil pelayan –memesan cake baru-.
"Kau yakin? Baikklah. Pelayan bungkus ini," ujar Donghae.
"Kenapa Heechul-ssi berbicara seperti itu?" tanya Donghae memecah keheningan yang tiba-tiba tercipta di antara mereka.
"Itu, em aku masuk ruangan itu tanpa mengetuk pintu dan aku melihat mereka err sedang berciuman," ucap Eunhyuk dengan mengecilkan volume suaranya di kata terakhir.
Donghae tersenyum lalu mengusap kepala Eunhyuk perlahan, "sudah ku katakan jangan sembarangan menasuki ruangan tanpa persetujuan orang di dalamnya," ucap Donghae masih dengan senyum diwajahnya.
"Hae hyung tidak marah denganku?" tanya Eunhyuk ragu.
"Tentu saja tidak," bersamaan dengan itu Eunhyuk tersenyum senang memamerkan gummy smilenya. Donghae yang gemas melihat Eunhyuk langsung mencubit pipi Eunhyuk. Sedangkan Eunhyuk mengerucutkan bibirnya dan pipinya yang digembungkan.
…:::HaeHyuKyu:::…
Sungmin mengetuk pintu ruangan Kyuhyun namun tidak ada jawaban dari dalam. Setaunya Kyuhyun masih ada di dalam ruangan itu.
Sungmin mendengus sebal, akhirnya dia memutuskan membuka pintu itu secara perlahan. Senyum tercetak dibibirnya ketika dilihatnya sosok Kyuhyun yang biasa berwajah angkuh sekarang terlihat seperti malaikat ketika sedang tidur.
Sungmin menaruh laporan dimeja Kyuhyun, Sungmin tidak langsung pergi dari ruangan itu. Sungmin memandang foto Kyuhyun dan Eunhyuk yang berada di meja Kyuhyun dengan pandangan tak suka. Dia menatap gambar Eunhyuk dengan tatapan kebencian.
'Namja kampung sialan. Kenapa hidupmu selalu beruntung?' batin Sungmin.
Setelah puas mencaci –foto- Eunhyuk, Sungmin beranjak mendekati Kyuhyun dan berjongkok, mensejajarkan posisi Kyuhyun yang sedang tertidur di sofa panjang yang terdapat di ruangannya.
Perlahan sungmin mengulurkan tangannya meraba kulit wajah Kyuhyun. Sungmin memandang Kyuhyun tanpa berkedip. Lebai mungkin kedengarannya, tapi itu kenyataannya. Sungmin tidak mau menyia-nyiakan sedetikpun wajah polos Kyuhyun yang sedang tertidur.
Entah setan dari mana yang membut Sungmin berani semakin mendekatkan wajahnya kewajah atasannya tersebut. Secara perlahan namun pasti bibir Sungmin menempel di bibir milik Kyuhyun.
Sungmin dapat merasakan wajahnya sekarang memanas, namun tetap tidak melepaskan ciuman tersebut.
Sungmin melepaskan ciuman tersebut ketika dirasakan gerakkan kecil dari tubuh Kyuhyun. Sungmin membangkitkan dirinya dan segera berlari keluar dari ruangan tersebut, namun tidak dipungkiri wajahnya yang terus memerah. Sungmin duduk di meja kerjanya sambil terus mengutuki dirinya yang frontal itu.
"Oppa apa kau sakit?" tanya Jessica ketika melihat wajah Sungmin yang memerah. Sungmin hanya menggelengkan kepalanya.
Jessica menaika alisnya, "lalu?" tanyanya.
"Kau janji tidak akan berisik!" ucapnya dan Jessica mengacungkan jempolnya.
"Aku baru saja mencium Direktur Cho yang sedang tertidur," bisik Sungmin di telingga Jessica.
"WHATTT? OPPA MEN hmmppp," teriak Jessica terpotong karna Sungmin dengan sigap membekap mulut Jessica sebelum dia membongkar rahasianya.
Sungmin menjitak kepala Jessica setelah melepaskan bekapannya, Jessica meringis pelan, "dasar bocah tengik. Sudah kuperingatkan jangan berisik," ucap Sungmin jengkel. Sedangkan Jessica hanya tersenyum hambar sambil mengusap kepalanya yang mendapatkan jitakkan sayang dari sahabatnya.
"Maaf. Oppa kau harus mentraktirku tas keluaran terbaru untuk merayakkan ini!"
"Kau ingin memeras oppamu ini? Tapi tidak masalah karna aku sedan senang saat ini," ucap Sungmin tersenyum manis sambil mengacak-ngacak rambut Jessica.
~TBC~
Akhirnya selesai juga chap 2 ini ƪ(^▽^)ʃƪ(^o^)ʃ
Oke, sekarang wktunya Kha nagih Review~~
Kalo hasilnya kurang atau ngerasa pingin ngebash atau flame boleh kok^^ asal itu ditujuka untuk Kha, bukan untuk pairing disini….
Ini FF terpanjang yang Kha buat, jadi di mohon yang REVIEWnya juga banyak.
Oh iya, kalo bisa commentnya yang panjang ya #di lempar boom# karna Kha paling suka liat coment'an yang panjang~~
Dan mian Kha ga bales review satu2, soalnya Kha gak pinter bales review, tapi Kha suka senyum2 sendiri baca review kalian.
Kalo jumlah reviewna sudah mencapai target, ntar Kha post Chap 3nya deh~~
Gomawo yang udah review::
-elf || jielf02 || Mrs Vampie || Revita kuzo || Ddhanifa aaolfa || kyuhyu || Lee MinMi || dhianelf4ever || lee minji elf || Bunnyminimi Cloudsomnia || HaeHyukkie || HeartHyuk || Thania Lee || Niena chun tukieeunhae || Chwyn || Ressijewelll || gaemwon407 || Kamiyama Kaoru || Anchofishy || EviLisa2101 || Sri HaeHyuk Shipper || myhyukkiesmile || KyuHyuk lovers || Kyu cinta hyuk || mihyuk || LoveSJ4Ever
Jangan luppa follow Kartika2412 ya~~
Review itu asupan gizi #jiah# Kha jadi jangan jadi silent riders ya~~
No Edit, Jadi bisa kasih tau Kha dimana kesalahannya?
::KhaHee::
