Title : Trouble Love

Part : 3/?

Cast : Eunhyuk(19 tahun), Donghae(24 tahun), Kyuhyun(23 tahun), Sungmin(24 tahun), Jeesica(22tahun) dan nyusul XD
Rated : T
Genre : Romance, Comedy, Family.

Author : KHaHee aka (Kartika2412 #in twitter)

Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo(s) bertebaran, Gaje, Alur membosankan, OOC besar-besaran.

Warning: FF ini mungkin akan membosankan, karna Kha yang bikin juga merasa bosan dan bingung, meskipun sebenarnya jalan crita semua sudah tersusun. Sebagian cast akan dibuat OOC besar-besaran, dan bila tidak menyukainya diharap jangan membaca. Dan jangan ketipu dengan summary #plak

Summary: Pertemuan dan perpisahan bukankah suatu partikel yang saling tarik menarik dan saling berhubungan dan tidak akan pernah putus!

Don't Like Don't Read !

\(^_^\)\(^_^)/(/^_^)/

[Preview]

"Aku baru saja mencium Direktur Cho yang sedang tertidur," bisik Sungmin di telingga Jessica.

"WHATTT? OPPA MEN hmmppp," teriak Jessica terpotong karna Sungmin dengan sigap membekap mulut Jessica sebelum dia membongkar rahasianya.

Sungmin menjitak kepala Jessica setelah melepaskan bekapannya. Jessica meringis pelan, "dasar bocah tengik. Sudah kuperingatkan jangan berisik," ucap Sungmin jengkel. Sedangkan Jessica hanya tersenyum hambar sambil mengusap kepalanya yang mendapatkan jitakkan sayang dari sahabatnya.

"Maaf. Oppa kau harus mentraktirku tas keluaran terbaru untuk merayakkan ini!"

"Kau ingin memeras oppamu ini? Tapi tidak masalah karna aku sedan senang saat ini," ucap Sungmin tersenyum manis sambil mengacak-ngacak rambut Jessica.

[Part 3]

"Lee Sungmin anak bodoh, bodoh, bodoh," ujar namja kecil bertubuh besar.

"Lihat dia namja tapi memeluk boneka kelinci, menjijkkan!" hardik namja kecil yang satu lagi.

Terlihat namja kecil yang sedang memeluk boneka kelincinya duduk di tanah dengan lutut dan siku yang mengeluarkan darah. Namun kecil itu –Lee Sungmin- hanya bisa menangis.

Namja yang bertubuh besar satunya lagi mengambil paksa boneka Sungmin dan melemparnya kearah lumpur. Sungmin yang tidak terima dan dengan semua keberaniannya dia mendorong namja besar itu hingga tersungkur.

"Kau.. kau tidak boleh melempar bunnyku!" teriak Sungmin dengan air mata dipipinya.

"Dasar menyebalkan. Dasar anak bodoh," teriak namja kecil yang tadi didorong oleh Sungmin. Namja kecil itu mendorong Sungmin, sehingga Sungmin jatuh tepat di atas lumpur. Sungmin terisak namun tidak dipedulikkan oleh orang-orang tersebut.

"Hiks hiks eomma appa," isak Sungmin sembari memeluk boneka kelincinya yang sudah tidak berwujud itu.

:::…

Sungmin sedang duduk dibawah pohon sakura. Dia terus terisak sambil memeluk bonekanya. Sesekali dia meniup luka dilututnya karna lukanya masih terasa sakit.

"Kau anak panti ini? Kenapa kau tidak bermain dengan anak-anak yang lainnya?" tanya seorang namja dewasa dan duduk di samping Sungmin.

"Ne, mereka jahat terhadapku. Mereka selalu menyakitiku dan mengataiku anak bodoh," ucap Sungmin lirih.

Namja itu tersenyum dan mengelus kepala Sungmin, "Kau selamanya akan dibully, karna kau memang bodoh," ucap namja itu berbisik di telinga Sungmin. Senyum yang tadi diperlihatkan sekarang berganti dengan wajah serius. Sungmin menatap namja dewasa itu dengan mata yang membulat sempurna.

"Apa maksudmu?"

Terdengar helaan nafas berat dari namja tersebut, "Kau tau takdir? Takdir itu bisa kita rubah. Bila kau selalu menerima takdirmu dengan selalu dicaci dan selamanya kau akan dihina."

"…Kau harus menentukkan tujuan dan target hidupmu. Dan kau harus berusaha mendapatkan tujuan hidupmu. Jadi kau tidak akan dihina mereka," sambung namja itu. Sungmin tersenyum mendengar ucapan namja itu. Entah apa yang dipikirkan Sungmin kecil pada saat itu!

~~~~~…..~~~~~

"Aish mimpi itu lagi. Apa kau ingin mengahtuiku," ujar Sungmin kesal. Lalu Sungmin kembali menarik selimut yang tadi entah dimana dan menarikknya hingga menutupi hidungnya.

'Nae show nae show opera. Neo rae ha neun opera. Chum chu neun opera' baru beberapa detik Sungmin memejamkan matanya Handponenya sudah beerdering, menandakkan ada sebuah telfone. Dengan malas Sungmin bangkit dan mengambil Handphonenya yang berada di meja.

"OPPA!" teriak Jessica disebrang telfone. Sungmin menjauhkan Handphonenya dari kuping dan berdecak kesal.

"YA! Bisakah kau tidak berteriak? Pendengaranku masih sangat normal Jessica," decaknya.

Terdengar suara tawa dari Jessica, "mian oppa! Oppa kau tidak melupakkan janjimu bukan?"

"Tentu saja. Membelikanmu tas keluaran terbaru itu?" tanya Sungmin malas.

"Kau tampan oppa! Jangan lupa siap-siap oke! Sekarang sudah siang, jangan sampai terlambat," ujar Jessica yang lebih terdengar perintah.

"Dasar bocah tengik, baru memujiku bila ada maunya," ucap Sungmin sembari mematikka telfone dan bergegas ke kamar mandi untuk bersiap-siap.

…:::HaeHyuKyu:::…

Berbeda dengan Sungmin, Eunhyuk sudah sedari tadi memasak, menyapu dan membangunkan adik-adiknya di Panti Asuhan. Eunhyuk memang bukan dibesarkan di Panti Asuhan, tapi saat dulu dia sedang kelaparan pemilik Panti inilah yang memberinya makanan. Sehingga Eunhyuk merasa berhutang budi dan dia berjanji akan membantu Ibu Panti ketika dia sedang libur kerja maupun kuliah.

Ibu Panti sudah berapa kali melarangnya untuk tidak melakukan hal itu tapi Eunhyuk bersikeras melakukan itu.

Eunhyuk terlihat sedang menjemur dan mengangkat pakaian adik-adiknya. Ketika Eunhyuk sedang mengangkat kain yang panjang tiba-tiba kainnya susah untuk ditarik. Eunhyuk tidak menyadari kehadiran namja tampan yang sengaja menahan kain tersebut ketika Eunhyuk menariknya. Eunhyuk yang sedang bersemangat atau yang memeng kelewat semangat menarik kain itu dengan kuat dan bersamaan dengan namja itu melepas tarikkanya pada kain itu. Dan hasilnya Eunhyuk berhasil mendarat dengan mulus ditanah itu.

Eunhyuk mengerucutkan bibirnya dan mendongkkan kepalanya ke atas dan di dapatkannya sang namja chingu yang sedang tersenyum dan melambaikkan tangan dengan wajah tanpa dosanyanya.

Mata Eunhyuk berkaca-kaca, "Hueee sakit hyung, hiks hiks," teriak Eunhyuk. Kyuhyun dibuat kikuk.

"Maaf Hyukkie hyung tidak sengaja. Kau mau memaafkan hyung kan?" tanya Kyuhyun sembari memeluk Eunhyuk namun naas Eunhyuk tetap menangis. Dan membuat semua anak Panti Asuhan itu berhamburan dan menghampiri mereka.

"Shuutt, maaf hyung tidak sengaja. Apa kau tidak malu menangis di depan anak kecil seperti mereka?" ujar Kyuhyun lembut sambil mengelus kepala Eunhyuk.

"Hyung kau apakan Hyukkie hyung?" tanya namja kecil.

"Apa oppa memarahi Hyukkie oppa? Kyu oppa jahat. Soo tidak mau menuruti perkataan oppa lagi," sambung yeoja kecil itu.

"Hyukkie jangan menagis ya! Kau tidak kasihan melihat kekasihmu yang tampan ini di terror oleh anak kecil itu?" tanya Kyuhyun memelas.

Eunhyuk tersenyum mendengar perkataan dongsaengnya, "hyung jahat," ujar Eunhyuk dengan mengerucutkan bibirnya dan membuat semua anak Panti yang 100% lebih sayang terhadapnya menatap Kyuhyun dengan tatapan membunuhnya.

"Kalian bersekongkol eoh?" tanya Kyuhyun pura-pura marah.

"Hyung harus mentraktir mereka membeli ice cream. Aku tidak akan marah dengan hyung," ucah Eunhyuk dengan nada yang dibuat sedingin mungkin, namun tetap saja gagal karna justru terdengar imut.

Kyuhyn mengacak-ngacak rambut Eunhyuk lalu tersenyum, "baikalah. Semua permintaan princess akan aku kabulkan," ujar Kyuhyun yang mampu membuat semburan merah muncul dipipi Eunhyuk. Kyuhyun lalu berdiri lalu mengeluarkan Iphonenya dan mengetik sebuah pesan.

"Hyung gendong," rajuk Eunhyuk yang masih setia duduk di tanah-,-

Kyuhyun tersenyum lalu berjongkok tepat di depan Eunhyuk. Eunhyuk yang melihat segera melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun. Lalu Kyuhyun membawa Eunhyuk untuk duduk di kursi dibawah pohon sakura yang tumbuh di pekarangan Panti terebut.

…:::…

Eunhyuk memperhatikkan dongsaeng-dongsaengnya yang sedang bermain sembari memakan es cream mereka. Mata Eunhyuk berhenti di sebuah ayunan yang terdapat gadis kecil yang sedang memakan ice creamnya seorang diri. Eunhyuk menghela nafas berat mendapatkan salah satu dongsaengnya yang selalu menyendiri itu, tapi dia juga tidak mau mengganggu privasi gadis kecil itu.

"Hyung gomawo," ucap Eunhyuk sambil memeluk Kyuhyun, Kyuhyun hanya tersenyum.

"Kau harus menggantinya," ujar Kyuhyun dengan seringaiannya.

"Ku kira ini gratis," ujar Eunhyuk mempoutkan bibirnya.

"Tentu saja tidak. Kau cukup membayar dengan ikut denganku sekarang," ujar Kyuhyun sembari menarik tangan Eunhyuk.

"Tapi ice creamku belum habis."

"Aku akan membelikkanmu strawberry cake. Bagaimana?" tanya Kyuhyun dan tentu saja Eunhyuk mau.

…:::HaeHyuKyu:::…

"Hyung apa tempat ini tidak laku? Kenapa sepi sekali. Padahal tempat ini sangat bagus," ujar Eunhyuk sedangkan Kyuhyun hanya terkekeh mendengar penuturan Eunhyuk. Tentu saja dia menyewa tempat ini, ck dasar Eunhyuk yang teralu lurus pemikirannya.

"Permisi ini pesanan kalian tuan," ujar pelayan yang datang dengan membawa strawberry cake kesukaan Eunhyuk dan Tiramisu cake. Mata Eunhyuk langsung berbinar-binar melihat cake tersebut.

"Kami belum memesan. Apa kau peramal? Bagaimana kau tau aku ingin strawberry cake?" tanya Eunhyuk dengan memiringkan kepalanya. Pelayan tersebut tersenyum mendengar penuturan Eunhyuk.

"Kami akan memuaskan pelanggan," ujar pelayan tersebut.

"Kau hebat," ujar Eunhyuk dengan gummy smilenya. Lalu pelayan itu pergi ke dapur.

Eunhyuk yang memang dasarnya pecinta strawberry tentu saja langsung memakan cake tersebut. Kyuhyun menatap wajah Eunhyuk dengan seksama. Kyuhyun menatap cake yang dimakan Eunhyuk dengan harap-harap cemas.

'Apa dia menelannya?' batin Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum ketika dilihatnya Eunhyuk dengan gerak gerik aneh. Eunhyuk mengeluarkan cincin dari dalam mulutnya. Eunhyuk menatap cincin tersebut dengan wajah bingungnya, "apa cake ini berhadiah?" tanya Eunhyuk tanpa sadar. Kyuhyun menepuk kepalanya. Memang dia harus mempunyai kesabaran yang sangat besar menghadapi Eunhyuk.

Kyuhyun menunjukkan jarinya yang sudah terpasang dengan indah sebuah cincin yang sama persis dengan yang dipegang Eunhyuk.

"Kau ingin melamarku hyung?" tanya Eunhyuk dengan mata yang berbinar-binar.

"Tetu saja," ujar Kyuhyun mantap.

"Hyung saranghae," ujar Eunhyuk sambil memeluk Kyuhyun dan tentunya Kyuhyun senang-senang saja mendapatkan pelukkan dari kekasihnya. Kyuhyun sesekali mencium puncuk kepala Eunhyuk.

…:::HaeHyuKyu:::…

"Terima kasih hyung," ujar Eunhyuk.

"Harusnya aku yang berterima kasih," ujar Kyuhyun ketika mereka berada di depan pintu Panti.

"CKLEK" beramaan terdengar suara pintu terbuka muncul seorang wanita paruh baya yang sedang terliahat cemas.

"Hyukkie kau sudah pulang? Bisa eomma meminta tolong?" tanya wanita itu.

"Eomma kau sakit? Wajahmu pucat," ujar Eunhyuk sembari memegang tangan ibu angkatnya.

"Tidak Hyukkie. Kau bisa membantu eomma mencari Tiffany?"

"Tiffany? Memangnya dia pergi kemana?"

"Eomma juga tidak tau. Bisa kau membantu mencarinya?" ujar Ibu panti itu dengan raut khawatir.

"Eomma tenang saja, Hyukkie akan membantu mencari Tiffanya!"

"Biar ku antar," sela Kyuhyun.

"Bukankah hyung bilang akan ada rapat?"

"Tidak! Aku akan membatalkannya," ujar Kyuhyun lalu mengeluarkan Iphonenya.

Eunhyuk menarik Iphone Kyuhyun dan mematikan sambungan teflone –walau belum diangkat-, "tidak. Kau harus professional. Lagipula aku sudah besar hyung," ujar Eunhyuk sembari mempoutkan bibirnya.

"Terimakasih Hyukkie, Kyuhyun-ssi," ujar Ibu Panti tersebut.

…:::HaeHyukkie:::…

Sungmin sedang mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang tidak bisa dibilang normal. Tangannya sesekali mengikuti alunan musik yang dinyalakannya dengan keras.

'Nae show nae show opera. Neo rae ha neun opera. Chum chu neun opera' tedengar alunan musik dari handphone Sungmin membuatnya mau tak mau mengangkat telfone tersebut.

Tanpa sengaja tangan Sungmin justru menjatuhkan Handponenya, secara perlahan Sungmin meraba-raba mencari handphonenya. Tanpa menyadari seorang anak kecil yang sedang menyebrang dengan tatapan kosongnya.

Ketiak Sungmin mendapatkan handphonenya dia mendongakkan kepalanya dan melihat anak kecil yang sedang berjalan dengan perlahan. Sungmin menginjak rem dengan kuat, namun tetap saja anak kecil itu terserempet mobil sungmin.

Sungmin keluar dari mobilnya dengan wajah yang memucat. Tangannya seketika gemetar ketika melihat darah yang terdapat dekat tubuh gadis kecil itu.

Tapi otak Sungmin segera bekerja. Dia segera mengangkat tubuh gadis kecil tersebut dan membiarkan baju putihnya kini berubah warna menjadi merah darah.

…:::HaeHyuKyu:::…

Sungmin duduk di depan ruang ICU dengan wajah pucatnya. Tangannya mengepal dengan kuat namun tetap saja tidak bisa menyembunyikkan tangannya yang gemetar. Sungmin tidak memperdulikkan orang-orang yang meatapnya aneh karna dia memakai baju yang sudah berlumuran darah. Namun dia memutuskan menggunakan jaketnya untuk menutup bajunya karna seorang suster yang menegurnya.

Dari depan rumah sakit terlihat namja blonde yang sedang berlari. Sesekali dia menunduk untuk meminta maaf terhadap orang yang sudah di tabraknya. Eunhyuk mempercepat larinya ketika melihat ruangan yang bertulisan ICU dari jauh.

"Sungmin-ssi sedang apa kau disini?" tanya Eunhyuk ceria namun tetap di abaikan oleh Sungmin.

"CKLEK" keluar seorang Dokter muda yang berama Zhoumi dan membuat Sungmin dan Eunhyuk menatap dokter tersebut.

"Bagaiman keadaan adik saya dok?" tanya Eunhyuk.

'Adik?' batin Sungmin.

"Adik anda baik-baik saja. Anda bisa melihatnya setelah kami memindahkannya ke ruang rawat inap," ujar Dokter tersebut lalu pergi. Eunhyuk membungkukkan badannya lalu tersenyum kearah dokter tersebut.

…:::…

"Oppa!" ujar Tiffany ketika Eunhyuk memasukki ruang rawat tersebut yang diikuti oleh Sungmin.

"YA! Kenapa kau kabur eoh?" tanya Eunhyuk dengan nada marahnya yang terdengar imut.

"Kau tau eomma menghawatirkanmu. Dan semua teman-teman di Panti sibuk mencarimu," ujar Eunhyuk.

'Panti? Apakah anak ini..' batin Sungmin.

"Maaf oppa sudah membuat kalian repot. Tapi aku tidak ingin pulang," seru Tiffany.

"Kau tidak rindu dengan teman-temanmu?" tanya Eunhyuk.

"Tidak. Aku benci mereka! Mereka selalu mengataiku anak bodoh dan tidak berguna. Setiap hari mereka selau menghinaku dan merusak barang-baangku. Aku benci mereka semua."

Sungmin kaget mendengarkan penuturan gadis kecil itu, bayangan masa kecilnyapun muncul ketika beberapa anak Panti yang mendorongnya dengan tidak berperasaan ke lumpur. Sungmin tersenyum miris mengingat kejadiaan itu.

"Lalu apa yang kau inginkan?" tanya Sungmin membuka suara.

"Tentu saja membalas mereka semua dan mengambil hak milikku," ucap Tiffany dengan senyum ambisius.

"Setelah kau mendapatkan yang kau inginkan apa kau akan bahagia? Pemikiranmu sangat sesat Tiffany. Kau justru akan membuat hidupmu semakin menyedihkan. Membuat hatimu yang suci secara perlahan-lahan akan kotor dan lama-lama hatimu akan rusak," ujar Eunhyuk membuat kedua orang itu terdiam.

'Hatiku sudah rusak! Hidupku menyedihkan,' batin Sungmin.

"Bukan pedang atau pisau yang dapat membunuh manusia. Tapi hati manusia sendiri yang dengan mudahnya membunuh mereka," ujar Eunhyuk.

"Maaf oppa hiks hiks aku tidak ingin menjadi jahat hiks," isak Tiffany dan Eunhyuk memeluk dan megelus rambut Tiffany.

'Selama ini aku membiarkan hatiku rusak. Menjadi orang yang sangat menyedihkan. Apa aku pantas menyebut diriku manusia? Bahkan menyakiti namja yang sangat baik sepertinya,' batin Sungmin berkecambuk.

…:::HaeHyuKyu:::…

Eunhyuk menutup pintu ruang rawat tersebut secara perlahan dia tidak ingin membangunkan dongsaengnya yang sedang tertidur. Sungmin berdiri tepat disamping Eunhyuk dan melirik Eunhyuk sekilas masih dengan wajah dinginnya.

"Sungmin-ssi terimakasih sudah mengantarkan adikku ke rumah sakit," ujar Eunhyuk dengan memberika gummy smilenya.

"Apa kau lupa? Aku yang menabrak adikmu!" ujar Sungmin.

"Aku tau. Tapi kau sudah menyelamatkan adikku dan aku harus berterimakasih," ujar Eunhyuk.

'Terbuat dari apa hati anak ini? Tuhan maafkan hambamu yang selalu melakukkan kesalahan,' batin Sungmin.

"Sungmin-ssi apa…"

"Cukup panggil aku Sungmin hyung dan tidak perlu seformal itu," ucap Sungmin tulus namun tetap dengan wajah dinginnya.

"Hyung?" tanya Eunhyuk.

"Kenapa kau tidak menyukainya? Oke lupakan saja," tanya Sungmin sok acuh.

"Tidak! Tentu saja aku menukainya," ujar Eunhyuk sambil bergelayut manja di lengan Sungmin, "dari aku kecil aku sanngat ingin mempunya seorang hyung," sambung Eunhyuk.

"Kau tau hyung satiap masalah pasti ada hikmahnya. Seperti sekarang kita menjadi akrab," ujar Eunhyuk semangat.

"Siapa yang ingin akrab denganmu?" ujar Sungmin sambil melepaskan rangkulan Eunhyuk ditangannya. Lalu Sungmin berjalan meninggalkan Eunhyuk.

Sesekali Sungmin melirik Eunhyuk dengan ekor matanya, dia terkekeh melihat Eunhyuk yang sedang mengerucutkan bibirnya, "Kau seperti permata," gumam Sungmin.

~TBC~ or ~EnD~

Annyeong ini Kha bawa Chap 3nya~~

Kha sedikit kecewa karna jumlah reviwnya turun drastis #pundung#

Kha tau FF kha gak sebagus author lainnya, tapi seenggaknya hargain Kha dong~

Terimakasih yang udah review, mian gak di bales satu2. Next part #kalo ada# akan Kha bales~~

Please jangan jadi silent reader #nangis bareng Hyuk eomma# #plak

Oke! Segitu pidato[?] Kha, yang baca jangan lupa REVIEW ya^^

::KhaHee::