Title : Trouble Love
Part : 4/?
Cast : Eunhyuk(19 tahun), Donghae(24 tahun), Kyuhyun(23 tahun), Sungmin(24 tahun), Jeesica(22tahun) dan nyusul XD
Rated : T
Genre : Romance, Comedy, Family.
Author : KHaHee aka (Kartika2412 #in twitter)
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo(s) bertebaran, Gaje, Alur membosankan, OOC besar-besaran.
Warning: FF ini mungkin akan membosankan, karna Kha yang bikin juga merasa bosan dan bingung, meskipun sebenarnya jalan crita semua sudah tersusun. Sebagian cast akan dibuat OOC besar-besaran, dan bila tidak menyukainya diharap jangan membaca. Dan jangan ketipu dengan summary #plak
Summary: Pertemuan dan perpisahan bukankah suatu partikel yang saling tarik menarik dan saling berhubungan dan tidak akan pernah putus!
Don't Like Don't Read !
\(^_^\)\(^_^)/(/^_^)/
[Preview]
"Kau tau hyung satiap masalah pasti ada hikmahnya. Seperti sekarang kita menjadi akrab," ujar Eunhyuk semangat.
"Siapa yang ingin akrab denganmu?" ujar Sungmin sambil melepaskan rangkulan Eunhyuk ditangannya. Lalu Sungmin berjalan meninggalkan Eunhyuk.
Sesekali Sungmin melirik Eunhyuk dengan ekor matanya, dia terkekeh melihat Eunhyuk yang sedang mengerucutkan bibirnya, "Kau seperti permata," gumam Sungmin.
[Part 4]
Sungmin tersenyum mengingat kata-kata Eunhyuk dan mengingat raut wajah Eunhyuk yang sedang marah. Sungmin memejamkan matanya dikursi yang ada di kamarnya.
::Flashback::
"Lee Sungmin. Usia 23 tahun. Lulusan Seoul University trbaik tahun ini," gumam seorang namja yang duduk dengan membelakangi Sungmin.
"N-ne!" jawabnya gugup dan menundukkan kepalanya. Hei siapa yang tidak gugup bila sedang tes wawancara dengan bos yang menurut kabar beredar bosmu itu seorang yang sangat angkuh.
"Selamat kau diterima," ujar namja tersebut dan membalikkan kursinya. Sungmin yang kaget segera mengangkat kepalanya.
"DEG" Jantung Sungmin seperti berolahraga ketika melihat wajah atasannya yang dia akui sangat tampan itu. Sungmin tersenyum manis kearah atasannya itu.
"Direktur Cho tidak kusangka anda lebih muda darii saya dan sangat tampan. Apa saya boleh menjadi kekasih anda?" tanya Sungmin to the point. Dan Kyuhyun yang kaget dengan pernyataan cinta Sungmin itu hanya bisa melongo.
"Maaf Sungmin-ssi saya sudah mempunyai kekasih," ujar Kyuhyun santai tanpa menyadari perasaan terluka Sungmin dan senyum ambisiusnya.
::Flashback Off::
Sungmin membuka matanya ketika mengingat kejadian saat dia menyatakan cintanya ke Kyuhyun dihari pertamanya bekerja. Sungmin tersenyum megingat kejadian tersebut dan kejadian saat di rumah sakit.
Senyum yang tulus yang sudah lama memudar dari dirinya dan bukan senyum ambisius yang dia perlihatkan.
"Apa seperti ini rasanya tersenyum dengan tulus? Anak itu sangat menarik. Kata-katanya terdengar sangat sederhana namun sangat bermakna. Sialan kau Lee HyukJae!" gumam Sungmin sembari tersenyum.
::HaeHyuKyu::
Terlihat seorang namja manis yang sedang menuri mobil kekasihnya.
Yaps, siapa lagi bila bukan Lee Hyukjae. Semua mata karyawan memandang kearah Eunhyuk.
"Lihat siapa lagi yang berhasil dia goda?"
"Dasar namja kampung," begitulah kurang lebih ucapan yeoja-yeoja yang melihat Eunhyuk turun dari mobil mewah kekasihnya.
Donghae yang sudah datang sedari pagi memandang Eunhyuk dari ruang kerjanya. Dia menatap Kyuhyun yang membukakan pintu untuk Eunhyuk dengan tatapan tak sukanya.
Dongahe tersenyum kecut ketika dilihatnya Eunhyuk yang dengan malu-malu mencium pipi Kyuhyun, "Masih belum bisa rupanya," gumam Donghae.
…:::HaeHyuKyu:::…
"Kau Lee Hyukjae terlambar 2 menit," ujar Donghae ketika Eunhyuk duduk di kursinya.
"Hanya 2 menit itu tidak masalah bukan?" tanya Eunhyuk jengkel karna Donghae mulai mencari masalah lagi dengannya.
"Tentu masalah. Kau ku hukum tidak boleh menggunakan lift selama 1 hari ini," seru Donghae. Eunhyuk membelalakan matanya.
"Tapi…."
"Bersihkan ruanganku sekarang!" ujar Donghae memotong ucapan Eunhyuk.
"YA! Aku ini sekertarismu, aku bukan pembantu."
"Aku Direktur disini," ujar Donghae telak. Eunhyuk mendengus lalu berjalan ke ruangan Donghae dan membersihkan ruangan Donghae yang entah kenapa tiba-tiba seperti kapal pecah.
'Itu hukumanmu chagi sudah membuat moodku buruk,' batin Donghae.
Donghae duduk dikursinya dengan senyum kecil ketika melihat Eunhyuk yang sedari tadi mengerutu.
Eunhyuk menaruh map terakhir dilemari yang trbuat dari kayu jati yang terlihat sangat mahal itu.
"Sekarang kau berikan document ini ke Shim Changmin staf editor di lantai 5. Setelah itu kau kembali lagi kesini dan ingat tidak boleh menggunakan lift! Gunakan tangga darurat," seru Donghae.
Eunhyuk menggembungkan pipinya kesal lalu mengangguk. Walaupun dia menolak pasti Donghae tetap saja menang karna dia adalah bosnya.
Hei bagaimana Eunhyuk tidak kesal? Bayangkan mereka sekarang berada di lantai 15. Dan dia harus kelantai 5 dengan menuruni anak tangga. Salahkan Eunhyuk yang tidak penah berolahraga sehingga dia menganggap itu pekerjaan berat.
…:::…
"Pasti Donghae hyung habis terbentur kepalanya. Euh, harus turun naik dari lantai 15 dan 5 belum lagi harus berkeliling lantai 5 mencari orang bernama Shim Changmin itu. Huh kenapa kantor ini begitu luas?" gumam Eunhyuk frustasi.
Eunhyuk menaiki tangga dengan terseok-seok. Kakinya sudah sangat sakit digunakkan untuk berkeliling mencari Shim Changmin yang ternyata sedang menggoda karyawan bernama Kim Junsu-,-
Eunhyuk duduk di anak tangga, sesekali dia memijat kakinya yang remuk, "lantai 10! Semangat Eunhyuk tinggal 5 lantai lagi," gumam Eunhyuk lalu kembali berdiri dan melanjutkan langkahnya.
Dari lantai 12 terlihat 3 yeoja cantik yang sedang berdiri dengan senyum yang tidak biasa itu. Mereka tersenyum gembira melihat hasil karya mereka.
"Aku yakin rencana kita akan berhasil," gumam yeoja bernama Taeyeon.
"Mari kita sembunyi!" ujar Victoria.
"Untuk apa? Aku ingin melihat dia jatuh," ujar Yuri.
"Dasar bodoh. Kau ingin dia tau kita pelakunya?" ujar Taeyeon sedangkan Yuri hanya tersenyum tidak jelas.
…:::…
Eunhyuk terus berjalan dengan semangat menaiki tangga tanpa menyadari lantai tangga yang licin ulah 3 yeoja tersebut.
Eunhyuk berjalan pelan-pelan ketika melawati anak tangga yang licin tersebut membuat 3 yeoja tersebut mendengus kesal ditempat persembunyian mereka.
Taeyeon kesal melihat Eunhyuk yang hati-hati. Taeyeon keluar dari tempat persembunyiannya.
"YA! EUNHYUK-SSI!" teriak Taeyeon menggema, Yuri dan Victoria segera menarik Taeyeon agar kembali ketempat mereka sembunyi.
Eunhyuk yang kaget karna suara teriakan yang kencang itu memundurkan langkahnya, dia melupakan lantainya yang licin sehingga…
"BRUKK!" terdengar suara badan Eunhyuk yang terjatuh dan membuat Eunhyuk meringis.
"hiks sakit," ujarnya dengan air mata yang mulai turun ketiak dia mencoba untuk berdiri.
"KREKK" terdengar suara dari pergelanggan kaki Eunhyuk ketika dia mencoba menaiki beberapa anak tangga tersebut. Eunhyuk meringis sakit dan memutuskan untuk duduk disana sesaat sembari memijat kakinya.
…:::HaeHyuKyu:::…
Donghae terlihat sedang mondar-mandir tidak jelas di ruangannya. Terlihat mukanya yang khawatir, "apa yang dia lakukan? Ini sudah lebih dari 1 jam," gumam Donghae cemas mengingat Eunhyuk yang belum kembali kemejanya.
Donghae yang cemas memutuskan mencari Eunhyuk. Tapi lihat wajahnya yang kembali angkuh ketika keluar dari ruangannya. Ck, hebat sekali Lee Donghae dapat senyembunyikkan ekspresinya.
Donghae membuka pintu tangga darurat namun Donghae menghentikkan langkahnya, "apa dia masih disini?" tanya Donghae entah pada siapa.
Donghae mempercepat langkahnya ketika mendengar suara isakan. Donghae menghampiri Eunhyuk yang menangis lalu berjongkok dihadapan Eunhyuk. Donghae yang tidak tega melihat Eunhyuk menangis langsung memeluk Eunhyuk dan menghapus air mata Eunhyuk.
"Siapa yang menyuruhmu menangis? Apa ada yang mengganggumu?" ujar Donghae ketika melepas pelukkannya.
"Ini semua karnamu," ujar Eunhyuk sembari mengerucutkan bibirnya.
"Karnaku?" tanya Donghae heran.
"Tentu saja. Hyung menyuruhku menggunakna tangga ini dan membuat kakiku keseleo," marah Eunhyuk. Hei ternyata Eunhyuk bisa marah juga rupanya #plak
Donghae berbalik arah dan membelakangi Eunhyuk. Eunhyuk yang bingung hanya memiringkan kepalnya imut, "apa yang hyung lakukan?" tanya Eunhyuk.
Donghae mendengus sebal mendengar pernyataan Eunhyuk, "tentu saja menggendongmu!" ujarnya kemudian menarik tangan Eunhyuk dan lingkarkan dilehernya.
Eunhyuk mengangkat Eunhyuk dengan mudahnya, "tubuhmu sangat ringan. Apa kau makan dengan baik?" ujar Donghae dan membuat Eunhyuk mempoutkan bibirnya. Bukankah perkataan Donghae sama saja menghinanya?
Donghae menggendong Eunhyuk dipunggungnya menaiki anak tangga satu persatu dari lantai 12 samapai lantai 13. Hei sepertinya otak Donghae yang pintar sudah hilang. Kenapa dia tidak menggunakan lift? Ck dasar bodoh #plak
…:::…
Semua mata pegawai tertuju pada Donghae yang sedang menggendong Eunhyuk. Donghae berjalan tanpa menghiraukan tatapan karyawan wanita yang seakan ingin membunuh Eunhyuk. Eunhyuk menyembunyikkan kepalanya di pundak Donghae karna takut dengan tatapan karyawan disana.
Hei Eunhyuk apa tidak menyadari? Perbuatannya justru menambah perasaan karyawan wanita ingn membunuhnya.
Sesamainya diruangan Donghae dia meletak Eunhyuk di sofa panjang yang berada di sana. Eunhyuk terlihat masih menagis walaupun tidak seperti tadi. Donghae berjongkok di depan Eunhyuk lalu melepas sepatu Eunhyuk. Eunhyuk sedikit tersentak ketika Donghae melepas sepatunya dan menarik kakinya ditaruh diatas paha Donghae yang sedang berjongkok.
Eunhyuk menarik kakinya namun Donghae dengan sigap menahan sehingga membuat Eunhyuk sedikit meringis. Donghae memijat kaki Eunhyuk secara perlahan agar menghinadari terjadinya pembengkakkan.
"Hiks sakit hyung hks hiks," entah karna sakit atau Donghae yang terlalu kencang memijatnya membuat Eunhyuk kembali menangis.
…:::…
"CKLEK" suara pintu terbuka ketika Donghae membuka pintu ruangannya setelah kembali dari pantry membuat teh untuk Eunhyuk.
Hei Eunhyuk apa kau tidak menyadari betapa beruntungnya dirimu? Bahkan seorang direktur rela membut teh sendiri hanya untuk dirinya.
Niat Donghae untuk memanggil Eunhyuk diurungkan ketika melihat wajah damai Eunhyuk yang tertidur di sofa. Donghae tersenyum melihat Eunhyuk yang tertidur.
Diletakkannya teh terebut dimeja kerjanya sepelan mungkin menghindari suara agar tidak menggangu Eunhyuk yang sedang tertidur.
Donghae duduk di sofa single yang berada tepat di hadapan sofa dimana Eunhyuk sedang tertidur. Donghae mengulas senyum tulusnya dan sesekali mengusap surai rambut Eunhyuk yang begitu lembut ditangganya.
"Didunia ini tidak ada sekertaris yang tidur dijam kerja dan hebatnya dia tidur diruangan dan dihadapan bosnya sendiri," gumam Donghae sembari mengelus pipi Eunhyuk dan membuat Eunhyuk sedikit terusik.
Donghae kembali mengelus kepala Eunhyuk dan mencium surai rambut Eunhyuk yang beraroma seperti strawberry menurut Donghae, "selamat tidur nae hyukkie," ujar Donghae.
…:::HaeHyuKyu:::…
Siang yang terik membuat beberapa pegawai di perusahan Cho Coopration enggan untuk keluar bahkan untuk melakukan makan siang. Memang café diperusahaan itu tidak berada di dalam satu gedung itu, namun tetap berada di satu wilayah. Mungkin hanya dibutuhkan waktu 3 menit berjalan kaki namun dicuaca seterik ini mana ada yang ingin keluar apalagi karyawan wanitanya.
Eunhyuk berjalan agak tertatih memasuki perkantoran tersebut karna kakinya belum sepenuhnya sembuh. Eunhyuk tersenyum ketika melihat Sungmin yang sedang berdiri didekat meja Jessica sambil memegang beberapa document. mempercepat langkahnya menghampiri Sungmin.
"Sungmin hyung," teriak Eunhyuk sembari mempercepat langkahnya menghampiri Sungmin. Eunhyuk berlari sambil melambaikkan tanggannya.
Sungmin yang merasa terpanggil segera menolehkan kepalanya dan dilihatnya Eunhyuk yang sedang berlari kecil sambil melambaikkan tanggannya. Sungmin tersenyum dan balas melambaikkan tangganna.
Senyum Sungmin perlahan pudar namun tetap melambaikkan tanggannya tanpa adar, "anak ini membawa pengaruh buruk untuk tubuhku. Ada apa dengan diriku?" gumam Sungmin.
Eunhyuk langsung memeluk Sungmin ketika disampai dihadapan Sungmin. Sungmin yang risih segera melepaskan pelukkan Eunhyuk. Walaupun terlepas namun Eunhyuk kembali memelukknya membuatnya pasrah menerima perlakuan Eunhyuk.
"Ya lepaskan! Apa kau tidak malu dilihat orang?" ujar Sungmin kesal.
"Tidak. Biar semua tau bila kau sudah menjadi hyungku dan aku angat bahagia memiliki hyung," ujar Eunhyuk dengan mata berbinar-binar.
"Terserah!" ujar Sungmin degan wajah coolnya membuat Eunhyuk mengerucutkan bibirnya dan membuat Sungmin tersenyum kecil.
"Ah aku ingat aku membuatkan ini untuk hyung," ujar Eunhyuk sembari mengeluarkan kotak bekal dari dalam tasnya. Sungmin menatap ragu kotak bekal tersebut.
"Aku tidak akan menaruh racun didalamnya," ujar Eunhyuk.
Sungmin menggeleng, "apa kau tidk memberikan untuk direktur Cho?"
"Untuk Kyuhyun hyung sudah aku siapkan!" ujar Eunhyuk sambil memperlihatkan kotak bekalnya yang satu lagi.
Akhirnya Sungmin mengambil kotak bekal tersebut walaupun ragu-ragu. Eunhyuk yang melihat Sungmin mengambil bekalnya segera pamit untuk mengantarkan kotak bekal untuk kekasinya
Sungmin tersenyum melihat kelakuan Eunhyuk. Dilubuk hatinya dia masih merasa cemburu namun dia berusaha meredam perasaan tersebut.
'Aku tidak akan membuat hatiku rusak lebih jauh,' batin Sungmin.
Kedekatan Sungmin dan Eunhyuk sukses membuat yeoja cantik yang menyandang marga Jung itu melonggo. Dia mengerjapkan matanya bebrapakali mencoba meyakinkan matanya bahwa yang baru saja dilihatnya bukan mimpi.
Jessica bangkit dari kursrinya dan berjalan menghampiri Sungmin yang sedang membuka dan sedikit mencicipi bekal makan siang yang Eunhyuk berikkan.
"Aku tidak sedang bermimpi bukan? Bagaimana ini bisa terjadi," gumam Jessica syok Sungmin yang sedang asik mencicipi bekal yang dibuat Eunhyuk hanya mengangkat bahu dan tidak mendengarkan Jessica.
"Oppa sejak kapan kau dekat dengan namja kampungan itu? Bukankah dia adalah musuhm? Kenapa tadi kalian terlihat sangat dekat?" ucap Jessica.
Sungmin memghadap Jessica dan tersenyum, "kau belum tau anak itu. Dia seakan mempunyai kekuatan yang membuat semua orang yang membencinya justru beralih menyayanginya hanya dengan kata-katanya. Dan kau tau hatinya sangat bersih seperti permata yang sangat bersinar," ujar Sugmin.
"Bagaimana mungkin ada manusia seperti itu!" ujar Jessica kesal.
Sungmin tersenyum, "coba kau perhatikkan dia, da banhkan hanya tersenyum ketika kita mentertawakkanya dan kau lihat dia tidak pernah marah ketika dulu kita memakinya. Coba kau perhatikkan dia dengan seksama pasti kau akan mengerti maksudku."
Jessica mengangguk dan tersenyum, "aku akan mencoba. Tapi kau sangat aneh oppa!" ujar Jessica membuat Sungmin memiringkan kepalanya.
"Apa kau habis terbentur? Ini bukan sifatmu oppa. Dan sejak kapan kau memuji seseorang?" tanya Jessica dan membuat Sungmin mati kutu.
Sungmin kembali memasang wajah coolnya dan menatap Jessica, "siapa yang memuji? Aku tidak," ujar Sngmin. Jessica yang melihat kelakuan konyol sahabatnya hanya mendengus kesal. Sudah jelas tadi Sungmin memuji Eunhyuk. Jessica lalu melanjutkan langkahnya dan kembali kemeja kerjanya.
~TBC~ or EnD
Hah di part ini belum ada konfliknya. Karna konfliknya baru akan mulai di chap depan.
Haha kha tau ini sangat pendek dan mungkin makin membosankan ceritanya. Kah udah berencana membuat FF ini hanya sampai part 7 atau 8. Karna kha gak mau panjang-pajang kaya sietron yang gak seesai-selesai-,-V
Jujur kaha mau nanya kalian pada bosen gak? Kalo boen bilan aja jadi kha gak usah rerpt-repot elanjutkannya #plak
No review = EnD~
Kalo masih mau dengan kelanjutannya bilang ya #ngarep.
Maaf bila banyak typo(s) #bow
::KhaHee::
