Love At Palace, Is it Possible?
Author: Yuuki Aika Uchiha
Pairing : SasuSaku, GaaHina, SasuShion, GaaSaku, slight ShikaTemi, SaIno, NejiTen, & NaruShion.
Warning: AU, OOC, GaJe, Typos, etc.
Rated: T
Summary:
Sakura Haruno sebelumnya hanyalah siswi SMA di Sunagakure, seperti para siswi SMA biasa ia sangat menikmati kehidupannya. Sanggupkah Sakura menghadapi kenyataan bahwa di usia yang sangat muda ini, ia ternyata adalah anggota keluarga kerajaan Konoha yang sudah ditunangkan dengan seorang pangeran. Yakinlah hidupnya kedepan tidak akan sama lagi, Apakah memungkinkan bahwa cinta akan tumbuh di dalam istana Konoha ini? Bagaimanakah kisah sakura selanjutnya? Just check it out here.
Sakura dan ino dibawa kesebuah pondok terbuka ditengah-tengah kolam buatan yang dikelilingi angsa dan ikan koi, angin sepoi-sepoinya membuat suasana jadi lebih santai…
sementara menunggu prince, Ino, Tenten dan Sakura berfoto ditempat tersebut sampai…
"Ehm"suara baritone prince Sasuke langsung membuat ketiga gadis itu berhenti dan mengadah keatas, menatap prince Sasukedan dua orang yang tampak seperti Queen dan Queen Mother.
CHAPTER II
Sakura dan Ino dibawa kesebuah pondok terbuka di tengah-tengah kolam buatan yang dikelilingi angsa dan ikan koi, dengan angin sepoi-sepoinya yang membuat suasana jadi lebih santai…
Sementara menunggu Prince, Ino, Tenten dan Sakura berfoto di tempat tersebut sampai…
"Ehm"suara baritone Prince Sasuke langsung membuat ketiga gadis itu berhenti dan mengadah keatas, menatap prince Sasuke dan dua orang yang tampak seperti Queen dan Queen Mother.
"Cute" batin Prince Sasuke saat melihat Sakura memakai rok 8 cm diatas lutut, T-shirt you-can-see, high heels 9 cm dan rambut sepinggang yang digerai.
"Gomenasai, saya tidak menyadari kalau Prince, Queen dan Queen Mother sudah datang" kata Sakura membungkuk pelan.
"Tidak apa Sakura… Sepertinya kamu sudah akrab dengan Tenten yang akan mnjadi dayangmu, apakah kalian sudah saling kenal sebelumnya?" tanya Queen Mother sambil tersenyum lembut.
"Ha'i, Queen Mother. Saya sudah mengenalnya sejak saya masih Junior High di Suna, dan ini saudari saya Ino Yamanaka, saya yang mengajaknya kemari, semoga tidak merepotkan…"
"Bagus kalau begitu, dan tidak, kamu dan temanmu tidak akan merepotkan kami. Kami senang apabila ada orang yang berkunjung. Sakura, kamu sekarang adalah anggota keluarga kerajaan. Kamu akan bersekolah di sekolah internasional tempat crown prince Sasuke dan adiknya yang setahun lebih muda prince Gaara. Saat di Sunagakure, kamu kelas berapa Sakura?"
"Senior High School first year, accelleration menjadi second year, Queen Mother."
"Oww, suatu kebetulan sekali... Kamu berada di tingkatan yang sama dengan kedua pangeran. Kamu mengambil jurusan apa, Sakura?" tanya Queen Mikoto.
"Science, Queen."
"Kalau begitu kamu tentunya pasti akan mendapat beberapa kelas yang sama dengan Prince Sasuke dan Prince Gaara, mereka juga mengaambil jurusan Science.
Oh, ya, ada satu hal lagi yang ingin kami bicarakan denganmu Sakura. Kami tahu ini mungkin terlalu cepat bagimu, tapi tidak ada salahnya kami memberitahumu tentang hal ini sekarang...
Dahulu, Tou-san mu, Emperor Dan Haruno mengadakan perjanjian dengan Tou-san prince Sasuke, Crown Prince Fugaku Uchiha (Emperor saat ini). Mereka sepakat jika mereka memiliki anak sepasang dengan umur tidak berbeda jauh, mereka akan menikahkannya. Dan disinilah kalian bertemu, maka pernikahan kalian mungkin akan dilaksanakan dalam waktu dekat."
"Nani?" tanya Sakura yang kaget dengan setengah berteriak, sedangkan Prince Sasuke yang sudah mengetahuinya hanya diam dan mengulum senyum.
"Bu-bukan begitu, h-hanya saja ini terlalu cepat bagiku..." kata Sakura degan wajah memerah dan kepala yang tertunduk.
"Otou-sama kalian berjanji kalian akan menikah, dan sekarang umur kalian sekitar 16 tahun, bukan? Itu tidak lagi tergolong cepat. Apabila kalian tidak terpisah saat kecil, maka kalian pasti akan ditunangkan sejak masih bayi. Usia ini memang terlalu cepat bagi rakyat biasa pada umumnya, tapi inilah kenyataan yang terjadi di Istana. Aku juga ditunangkan dengan Fugaku-kun sejak beranjak remaja, dan kemudian menikah di usia 17." jelas Queen Mikoto pada Sakura dengan lembut.
"T-ta-tapi" Sakura mencoba membantah.
"Sudahlah tidak perlu mengelak lagi, ngak ada gunanya... yYuk kamu ikut aku jalan-jalan, aku mau menunjukanmu pada sekeliling istana. Tenten, kamu tidak perlu ikut." Prince Sasuke memotong perkataan Sakura, dan dengan senyum manis pada Kaa-san dan Obaa-san nya, dia menarik Sakura pergi dari pondok itu. Mengambil alih, *ehm* calon istrinya, dari kedua wanita dewasa yang menurut Sasuke, terlalu cerewet dan terlalu banyak berbasa-basi.
"Dan oh ya, ini IPhone barumu, mulai sekarang kamu pakai IPhone ini saja, ini mempermudah ANBU untuk melacakmu dan kamu bisa langsung memberi singnal pada mereka kalau kamu dalam bahaya. IPhone tuh sebenarnya special untuk ANBU community dan orang-orang tertentu saja, seperti aku dan kamu yang anggota kerajaan. Nanti aku buatkan kamu account disana. Serta untuk meng-installnya nanti aku tunjukkan di kamar saja." lanjut Prince Sasuke, sambil menyerahkan sebuah IPhone bercover pink dari dalam kotaknya yang tadinya disimpan didalam kantong celana Sasuke.
"Tenten, ikut yaa?" pinta Sakura dengan memelas pada Tenten.
"As you wish, Miss Sakura." jawab Tenten pelan.
"Nope... Hari ini Tenten temani Yamanaka-san saja, aku ingin jalan berdua dengan... er, tunangan,... uh, pacar... um, maksudnya calon istriku... " kata Prince Sasuke pura-pura berpikir, dan kemudian tersenyum menggoda ke arah Sakura.
"Ha'i.. Master Sasuke, sumimasen."
"Hn... It's ok, come on Sakura-chan let's go." kata Sasuke sambil menggandeng tangan kanan Sakura dan membimbingnya berjalan-jalan mengelilingi taman istana. Sambil berjalan, Sakura berpikir, 'Prince Sasuke ini, Kenapa berpura-pura sangat dekat dan akrab denganku?'
Sakura saja masih merasa sangat canggung dan tidak nyaman dengan cara Sasuke memperlakukannya, terlalu intim. Apakah ini demi agar orang tuanya senang? Apapun yang dikatakan orang tua Sasuke pada lelaki itu, Sakura sangat kagum dengan akting-nya, dan caranya menyembunyikan ketidak-nyamanan-nya.
Ternyata Sasuke mengajak Sakura berjalan menuju taman kerajaan 'Flower Paradise' yang ditanami aneka bunga berwarna-warni, Sakura yang sangat mengagumi bunga-bungaan pun ingin berjongkok dan memetik beberapa tangkai tanaman bunga, tetapi tiba-tiba Prince sasuke menepuk pundaknya dari belakang dan berjongkok disampingnya.
"Sakura-chan sayang, kamu merusak tanaman itu tahu, kalau dipetik tanaman itu akan kehilangan keindahannya, bisa juga terinfeksi virus dibatangnya dan membusuk." kata Prince Sasuke menarik tangannya dari batang bunga itu dan mendekatkan wajahnya sampai sangat dekat ke Sakura, seakan-akan sedang menerangkan sopan santun kepada juniornya di sekolah yang masih SD.
"G-gomen, a-aku t-tak bermaksud begitu, h-hanya saja aku sangat suka bunga-bunga-an dan aku hobby merangkai bunga." jawab Sakura terbata-bata, persis seperti seorang anak kecil yang tertangkap basah melakukan kesalahan. Wajahnya tertunduk, berusaha menyembunyikan rona memerah yang sudah 'menguasai' kedua pipinya.
"Sorry juga ya, membuatmu tidak bisa melakukan apa yang kamu suka." kata Sasuke sambil tersenyum tipis, mengulurkan tangannya untuk mengangkat dagu Sakura, lalu mencium pipi kanannya dengan lembut.
"Apaan sih?" Sakura berkata lalu membuang muka untuk menutupi pipinya yang semakin merah merona.
"Kamu gak merhatiin aku ngomong yah? Aku kan sudah bilang, itu untuk minta maaf, my dear Princess." Sasuke pura-pura ngambek dan kemudian mencubit kedua pipi Sakura dengan kuat.
"Auch" sakura meraba-raba pipinya yang sekarang sudah sangat, sangat, sangat merah karena'cubitan maut' Sasuke.
Melihat Sakura yang tampaknya sudah siap-siap meledak, Sasuke langsung mengambil jalan tengah yang menurutnya lebih aman;
Yakni, mengganti topik pembicaraan. "Oh, aku baru ingat, Besok kamu mulai sekolah bareng aku ya. Ingat lho, jam 6.30 harus sudah ada dikamarku, kita akan berangkat pagi. Anyway, aku ada kejutan lo buat Cherry-ku…"
"Jangan kasi aku nama panggilan begituan dong, udah cukup tahu aku dijulukin forehead sama Ino."
"Sakura mau gak kalo aku marahin si Ino karena sembarangan ngasi julukan? Coba deh kulihat dahi-nya kenapa…
Ah, aku ingat di pelajaran sekolah, Aku tahu kenapa dahinya bisa membengkak hingga sebesar itu, itu penyakit berbahaya." kata Sasuke serius.
"Hah? Beneran?" Sakura terkejut, matanya membelalak dan mulutnya secara otomatis terbuka lebar.
"Iyaa, bener. Namanya, kalo gaksalah... Penyakit haus perhatian! Sini deh, kalo aku kiss dahinya sekali lagi pasti dia nurut terus menciut." kata Sasuke menggodanya lagi.
Sakura menonjok bahu Sasuke pelan dan memasang muka cemberut.
"Kejutannya, Tenten dan Ino juga akan belajar di sekolah yang sama dengan kita..."
"Oh ya? aku punya temen donk... Asyikkk... Ingat ya, kamu jangan macem-macem kaya tadi lagi waktu di sekolah, awas!"
"Ish, Sakura-chan jahat. Masa calon suami sendiri dibilang begitu... Hahaha.. baiklah, tapi kamu wajib duduk disampingku ya."
"Iya-iya, tapi besok bawa apa aja nih?" kali ini giliran Sakura yang mengganti topik pembicaraan.
"Bawa laptop pinkmu yang ada diatas meja, semuanya sudah aku program tadi."
"Thanks ya, Sas" kata Sakura sambil tersenyum kecil, lalu dengan ragu, pelan namun pasti, melingkarkan kedua tangannya ke leher Sasuke dan memeluknya.
"Hn, agresif nih." balas Sasuke menggoda-nya, dan kemudian membalas pelukan gadis berambut pink itu dengan erat.
"Your Highness Crown Prince dan Your Highness Crown Princess dipanggil oleh Queen Mother keruang makan." ujar seorang pelayan istana.
"Sakura ini butler Lee'' ujar Sasuke.
*Butler, artinya pelayan. Bukan Butter /mentega ataupun Buttler / tukang bokong yah!*
"Salam kenal." kata Sakura ramah setelah melepaskan pelukannya dengan Sasuke.
"Suatu kehormatan bertemu dengan anda Miss Sakura... anda ramah sekali." balas Lee sambil membungkuk dalam.
"Terimakasih atas pujiannya, tetapi kalau tidak ada orang kamu boleh memanggilku Sakura saja, tidak usah panjang-panjang. Aku pusing dengernya..." jawab Sakura dengan polos sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Kamu ramah banget ya Sak... You're really my girl." Kata Sasuke mempererat rangkulannya di bahu Sakura.
"Kamu daritadi menggodaku terus sih... Dasar!" balas Sakura sembari menonjok bahu Sasuke.
"Ayo, ke Ruang Makan. Sebelum Obaa-sama marah... Dia kan Lady Tsunade, tenaganya mengerikannn..." canda Sasuke yang kemudian menggandeng Sakura.
"You know Sas, aku gak pernah menyangka bisa menjadi seorang Princess, apalagi Princess Konoha plus ditunangkan dengan seorang Prince sepertimu, usil dan sangat suka menggodaku."
"Yah, tapi sekarang kamu Lady Sakura kan? Ini kenyataan loo, bukan mimpi. Mau aku cubit gak biar jadi bukti?"
"Haha... aku tahu, tapi aku merasa takut dan ragu, Sasuke. Apa bisa aku menjadi Princess yang baik…"
"Kamu pasti bisa Sakura, I know it. Jangan takut, walaupun kehidupan istana akan lebih keras daripada kehidupanmu diluar sana, I promise I'll always be there for you." Sasuke membelai kepala Sakura dengan sayang.
"Sas," Sakura berhenti sebentar, ia berjinjit dan mengecup pipi Sasuke, lalu berkata "Arigatou..."
"For?" tanya Sakura berusaha menutup rasa malunya,
Hei, seharusnya Sasuke-lah yang membuat Sakura malu, bukan sebaliknya! pikir Sasuke dalam hati. Sasuke memegang bekas ciuman Sakura di pipi kirinya yang sudah memerah.
"Arigatou, untuk semua yang kamu lakukan dan akan kamu lakukan buat aku."
"You're welcome Lady Haruno... ~_^ Kehadiranmu tiga jam yang lalu sudah mengisi hatiku yang selama ini kosong dan membosankan." kata Sasuke yang kemudian menarik Sakura hinga bibir mereka bersentuhan, dan keduanya pun bergabung dalam sebuat ciuman panjang yang sangat... bergairah… antara lain sbb:
*Bagian berikut ini mengandung konten yang sedikit ber-lemon, apabila ingin meng-skip, harap skip dimulai dari sini. WARNING: TIDAK dianjurkan untuk readers berusia dibawah 14 tahun!*
Sakura melingkarkan kedua lengannya ke Sasuke, tangan Sasuke memeluk pinggang Sakura, dan sebelahnya lagi memegang bokong nya.
Mulut mereka sesekali terbuka, untuk mengambil oksigen dan bernapas dari mulut satu sama lain. Sasuke kemudian membuka mulutnya lagi dan menjulurkan lidahnya. Dengan lidah itu, dia membuka mulut Sakura dan memasukkan lidahnya kedalam, yang kemudian di 'ajak bergulat' oleh lidahnya Sakura.
Tangan Sasuke yang daritadi meremas bokong Sakura kemudian beranjak ke dada Sakura dan menekannya kuat-kuat. Sakura akhirnya hanya bisa pasrah dan membiarkan Sasuke mengelilingi mulutnya dengan lidahnya, dan menciuminya. Sasuke memeluk Sakura dengan erat dan kemudian, mulutnya beranjak dari bibir Sakura yang sudah merah ke lehernya yang juga sangat merah seperti bagian wajahnya yang lain. Sasuke mencium lehernya dan kemudian mengigitnya sedikit dan menghisap darahnya, meninggalkan kissmark, bekas-bekas dan bercak-bercak merah di sekujur lehernya. Sakura mengeram kesakitan dan hanya bersandar tanpa berusaha untuk menahan Sasuke, yang tampaknya sangat suka menjadi orang dominan dalam suatu hubungan.
Tangan Sasuke yang ada di pinggang Sakura yang daritadi diam kemudian mulai bergerak, memasuki bagian dalam T-shirt You-can-see nya, kemudian mengelus pelan pinggang-nya, lalu naik sampai buah dadanya dan menekan-nekannya dengan jari.
Sasuke kemudian memegang kedua payudara Sakura dengan tangannya dan meletakan wajahnya disana sampai kedua punting payudara Sakura mengeras. Dia lalu memeluk Sakura dengan erat ke dada-nya yang bidang dan menciumi-nya lagi, mulai dari kedua pipi, kemudian menaikkan dagu Sakura agar menatapnya tetapi Sakura kemudian menunduk lagi, wajahnya semerah tomat karena perbuatan Sasuke,
"Let me look at you, girl. I have never felt this much passion before. Be mine Sakura, I want you. (Biarkan aku melihatmu. Aku belum pernah merasakan gairah sebesar ini sebelumnya. Jadilah milikku, Sakura. Aku menginginkanmu." katanya dengan sungguh-sungguh, matanya memancarkan gairah dan hasrat yang begitu besar untuk memiliki gadis didepannya ini.
Dia melingkarkan lengannya ke bahu Sakura, kemudian menatap wajah Sakura lekat-lekat.
Sebelah tangannya lagi menelusuri lekuk tubuhnya yang indah, "You're so beautiful, Honey. You have a great body. You're like a very pretty flower. (Kamu sangat cantik, sayang. Kamu punya badan dan postur tubuh yang indah. Seperti sekuntum bunga yang cantik)."
Tangan itu kemudian berhenti di sebuah tempat yang disukainya, bokong Sakura yang besar dan indah dipandang. Tangan Sasuke yang tadi merangkulnya menggandeng tangan Sakura dan memutarnya kebelakang, sebelah tangan itu memeluknya lagi dari belakang, tangan satunya lagi menepuk-nepuk bokongnya.
Tanpa sadar Sakura pun menunjukkan sedikit gairah, dia berbalik dan meraih tangan Sasuke itu dan meletakannya di bagian bokong dan pahanya lalu memberinya Lap Dance. Sasuke yang sangat menikmatinya pun berdiri kaku, tidak menyangka bahwa Sakura sebenarnya tidak sopolos yang dia kira. Sakura memeluknya dan melakukan tahap akhir dari Lap Dance, menggosok-gosokan payudaranya yang besar ke wajah Sasuke pelan-pelan sampai wajah Sasuke memerah dan 'anu' nya mulai menegang (tenang saja, di fic kita, Sasu tidak pernah melakukan onani).
*Boleh melanjutkan membaca disini. Konten yang asam-asam sudah lewat, apabila penasaran, silakan memuaskan diri dengan keterangan bahwa SasuSaku melakukan ciuman yang intim dan romantis, dan kemudian Sakura melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukannya hingga terjadi hal dibawah ini.*
Sasuke kembali mendapat kontrol atas dirinya sendiri dan berbisik padanya, "You're wilder than I've expected, my Flower. You've been such a naughty girl by giving me that dance, and you really deserve some nice spanking before I let you go. (Kamu lebih liar daripada yang kukira, bungaku. Kamu telah menjadi seorang gadis yang sangat nakal dengan memberiku tarian seperti itu. Kamu sangat pantas mendapat hukuman pukulan di pantat sebelum aku mau melepaskanmu)."
Sasuke meraih tangan Sakura dan menariknya hingga Sakura berlutut ke lantai, kemudian menarik tangannya sampai ke tanah dan wajah Sakura menghadap tanah. Sasuke menahan agar posisinya tetap seperti itu, dan memukul bokongnya keras-keras beberapa kali hingga dia berteriak kesakitan dan minta ampun…
Sakura memutar otak dengan cepat dan dia pun teringat apa yang Ino katakan tentang sebuah artikel di majalah wanita. 'Shopaholistics Teens', bukan hanya majalah Fashion, namun juga berisi berbagai artikel dan tips pacaran. Salah satunya, Cara melakukan Lap Dance, serta tentang cowok yang suka melihat perempuan memohon padanya. Kalau tidak salah namanya 'Domination' untuk cowok seperti itu, dan 'Submission' untuk ceweknya...
Tapi, dari ciri-ciri lelaki yang Dominant, Sasuke juga tidak separah itu, tapi tak ada salahnya dicoba... pikir Sakura.
Tanpa berpikir lebih panjang lagi, Sakura langsung meneriakkan apa saja yang muncul dalam pikirannya. Dan juga beberapa yang pernah didengarnya dari kamar tetangganya, Suigetsu, saat sang empunya ada disana bersama dengan salah satu pacarnya.
"Auch, Sasuke! Please don't do that! I'm sorry! I beg you, I'm sorry for being naughty. Let me go! (Auch, Sasuke! Jangan lakukan itu! Aku minta maaf! Aku mohon, aku minta maaf kalau aku nakal. Lepaskan aku!) "
Sasuke tersenyum puas dan menggendong Sakura sampai keduanya berdiri, menepuk bokong 'nakal' nya sekali dan berkata "Makanya, kamu jangan coba-coba melawan aku. Dasar anak nakal pikiran kotor, siapa suruh kamu mulai duluan, aku juga sakit tahu…"
"Udahlah, kita lanjutkan setelah pernikahan saja, biar kamu gak sembarangan memanfaatkan aku yang ngak punya fisik ninja." Sakura yang masih sangat merah menolak bertatapan dengan Sasuke, dia membersihkan bajunya dari debu, mengancing bajunya, dan mengipas-ngipas wajah dan lehernya yang kepanasan.
"Hn. Ayo ke ruang makan sekarang, aku lapar." Sasuke merangkul bahu Sakura, kemudian dia menggeser kepala Sakura hingga bersandar di bahunya, dan mereka pun berjalan menuju ruang makan bersama.
~Harlequin~
Sesampainya diruang makan, dayang TenTen, butler Lee, Ino, Queen Mother Tsunade dan Queen Mikoto Uchiha yang melihat cara mereka berjalan membelalakan matanya seakan tak percaya...
Hanya Prince Gaara Uchiha dan Emperor Fugaku Uchiha yang dapat menahan emosi duduk tenang dan menunggu penjelasan mereka.
"Good evening Otou-sama, Okaa-sama, Obaa-sama, Ototou, Yamanaka-san... Tadi aku baru dari 'flower paradise' sama Sakura-Chan, agak lupa waktu." kata Sasuke santai kepada Tsunade-sama, Mikoto-sama, Gaara dan Ino, sedangkan Sakura hanya tersenyum, berusaha keras untuk menghilangkan semburat merah di wajahnya.
Saat makan, Sakura tidak terbiasa makan makanan Konoha yang kebanyakan berupa mee yang harus memakai sumpit. Berbeda dengan Suna yang kebanyakan makananya dari olahan nasi. Sakura akhirnya hanya bisa mendengus dengan jengkel karena makanannya tak nyangkut-nyangkut, Sasuke yang melihat itu hanya menahan tawa lalu mengambil sepotong udang dengan sumpitnya dan berkata, "aaa" ...dan Sakura pun hanya bisa membuka mulutnya dan memakan udang itu.
Lalu, Sasuke menyuruh Butler Lee yg ada disana mengambilkan sendok dan garpu, serta beberapa hidangan sushi, lalu memberikannya pada Sakura.
"Koq bukan daritadi sih Sas, mesti banget pake suap-suapan segala!" Sakura berkata dengan sangat pelan sehingga yang lain selain Sasuke tidak dapat mendengarnya, dan kemudian memukul pundak Sasuke.
"Sorry deh Sayangk, kan soalnya lagi di depan Kaa-chan ku tersayang, ya harus extra mesra dong sama calon menantunya. XD" kata Sasuke keras-keras sambil mencubit pipi Sakura, kemudian berpaling menatap Queen Mikoto dan nyengir pelan.
Senangnya, Karena ada Sakura... Jadi serasa kaya dulu lagi. Waktu Aniki masih ada. Aku gak pernah harus ber-formal-an sama kaa-chan, ataupun manggil kaa-chan dengan 'Queen'.
batin Sasukesambil tersenyum lagi. Benar-benar mengherankan, tampaknya Sasuke sudah memecahkan rekor hari ini, dia sudah tersenyum untuk yang kesekian kalinya... Dan lebih herannya lagi, Dia tak merasa terlalu terpakasa seperti biasanya
Sakura pun berpikir keras dalam hati...
WHAT? Jadi dia baik dan mesra banget sama aku itu karena diminta Kaa-san nya?
~TBC
Okay, mission for Yuuki Aika Uchiha to repair chapter 2 of Love at Palace, is ACCOMPLISHED! ;D
Like it? Hate it? Disgusted? Terrified? Just So so?
Gimana, gimana, gimanaaa?
Pengin tahu pendapat kalian nihh...
Lemonnya Hot gak? Typo dan Deskrip nya udah agak baikan ato masih parah?
Review dunk,
Pretty Please With Cherry On Top... *Puppy eyes no Jutsu*
~Yuuki n Aika Uchiha
