Love At Palace, Is It Possible?

By: Yuuki Aika Uchiha

Disclaimer: NARUTO belongs to Kishimoto-sensei

Pairing: SasuSaku, GaaHina, SaIno, NejiTen, NaruShion, slight ShikaTemi, etc.

Warning: AU, OOC, GaJe, Pasaran, Typos, etc.

Rated: Teens

Summary :

Sakura Haruno sebelumnya hanyalah siswi SMA di suna, seperti para siswi SMA biasa ia sangat menikmati kehidupannya, tapi sanggupkah Sakura menghadapi kenyataan bahwa pada usia yang sangat muda ini ia adalah anggota Keluarga Kerajaan negara Hi yang sudah ditunangkan dengan seorang pangeran yang sangat dingin tapi jahil. Dan yakinlah hidupnya kedepan tidak akan sama lagi. Kisah sakura selanjutnya? Just check it out here

CHAPTER III

Sakura berpikir keras dalam hati... WHAT? Jadi dia baik dan mesra banget sama aku itu karena diminta mamanya?

"Sasuke jangan jahil begitu sama Princess Sakura. Ayo cepat lanjutkan makannya." tegur Queen Mikoto sambil tersenyum dan melirik pada Queen Mother Tsunade yang juga tersenyum memandangi Sasuke dan Sakura. Bahkan Emperor Fugaku dan Prince Gaara tampak sedang menahan tawa.

Segera saja Sasuke menghentikan aksinya. Lalu bersikap seolah tak ada apa-apa dan melanjutkan makan nya dengan tenang. Setelah Sasuke dan Sakura selesai makan Sasuke berkata,

"Otou-sama, Okaa-sama, Obaa-sama, Gaa, Minna-san,
Saya dan Sakura permisi dulu ya, Konbanwa..." lalu ber-ojigi dan segera beranjak dari ruang makan menuju kamarnya.

~SasuSaku~

Sesampainya mereka didepan kamar Sasuke...

"Ayo masuk." ajak Sasuke pada Sakura.

"Apa tak apa?'' tanya Sakura ragu, mengingat bahwa Sasuke ialah Crown Prince negara Hi yang akan menjabat menjadi Emperor nantinya.

"Sudahlah masuk saja... Ayo." ajak Sasuke lagi sambil membukakan pintu kamarnya, disitu tampak sebuah springbed ukuran king dengan LCD TV 48 inch menghadap kearah tempat tidur disertai sofa yang menyamping, Walk-in closet yang menyatu dengan tembok, yang juga berisi ruang belajar yang dibatasi oleh kaca bening menghadap kebalkon dengan sebuah lemari pajangan, rak dan kursi yang ditata rapi dan beberapa pajangan, tak ketinggalan kamar mandi yang juga menyatu dengan tembok.

"Alright." kata Sakura akhirnya...
Sejak ia masuk ia mulai memperhatikan detail kamar Sasuke yang menurutnya sangat indah.

"Hn, ayo duduk!" kata Sasuke sambil menepuk-nepuk sofa yang ada di seberang tempat tidurnya

"Kamarmu bagus sekali." puji Sakura sambil berjalan kearah Sasuke, matanya masih berkeliaran melihat-lihat isi kamar Sasuke.

"Hn." jawab Sasuke singkat.

"Hey Sas, kamarku dimana ya?" tanya Sakura sambil terus mengagumi detail kamar Sasuke.

"Kamarmu? Hmm... kamarmu didepan kamarku, kita satu puri tapi beda kamar... Ohya, mengenai pernikahan kita sudah dijadwalkan 3 bulan kedepan, tadi seharusnya otou-sama yang kasih tau ke kamu, tapi aku minta biar aku yang bilang ke kamu saja supaya gak terlalu formal, kamu kan belum terbiasa..." kata Sasuke panjang lebar sambil menyeringai tipis.

"What? yang benar saja?" jerit Sakura kaget seakan tak terima.

"Sudahlah jangan membantah, itu tak akan ada gunanya... Lagipula lebih baik denganku daripada Gaara... Iya kan?" kata Sasuke yang dilanjutkan dengan pertanyaan.

"Iya juga sih..." kata Sakura manggut-manggut, dalam hati ia bersyukur karena mendapat Sasuke, bukan Gaara yang tampaknya jauh lebih dingin dari Sasuke.

"Ya udah, sudah jam 9... Cepat tidur, besok bisa kesiangan, saudari mu Ino juga akan ikut, karena ia akan tinggal disini bersama kita selamanya..." kata Sasuke lagi, ia menahan diri untuk tidak mengacak rambut pink Sakura saat mengatakannya.

"Hah? yang bener...? Eh, terus dia tidur sama siapa?" jawab Sakura tanpa mengindahkan perintah 'tidur sekarang' nya Sasuke.

"Hn... dia tidur dikamarnya sendiri, didepan kamar Gaara, bareng si Tenten." kata Sasuke sambil memutar matanya bosan.

"What? mereka tidur bareng gitu... jadi aku kog tidur sendiri?"

"Karena mulai beberapa bulan kedepan kamu akan tidur sama aku." canda Sasuke sambil menyeringai.

"Oh ya, Iphone kamu mana? sini aku install-kan.

Nah, udah siap. Kamu dengarin baik-baik ya...

Untuk nyalain, pake code mata sebelah kanan lalu sidik jari telunjuk kanan. Untuk ANBU community pake password dan code mata kiri, lalu sidik jari telunjuk kanan. Untuk angkat telepon, pake voice syncronization, jadi orang lain gak boleh ngangkat telepon selain kamu. Kalo dalam keadaan bahaya, kamu langsung pasang jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan, dan ANBU akan langsung datang untuk nolongin kamu. Ini PR dan materi pelajaran sekolah kelas dua yang akan kamu ikutin, jadwal kamu, biography orang-orang kerajaan, dan semuanya akan ada disini jadi jangan hilang."

"Kok banyak banget sih codenya? Oh ya, Terus kamu belum jelasin ke aku. ANBU community itu apa?"

"ANBU community tuh salah satu sarana komunikasi antar anggota ANBU, aku udah add-kan beberapa yang akan jadi pengawal kita. Account-mu namanya "Crystalized Blossom" dan password: SasuSaku. Okay?"

"You know what, Sas? Kamu harus bersyukur calon istri kamu ini adalah anak akselerasi, mana ada orang biasa yang bisa ngehapal banyak gitu...

Oh ya, nama account aku kok gitu sih? Kenapa bukan Sakura Haruno saja?" tanya Sakura sambil menggembungkan pipi sambil mengerucutkan bibirnya kedepan kebiasaannya saat ia sedang kesal.

"Kan harus dirahasiain, dunia ini bahaya tau, ANBU aja pake codename... crystalized blossom artinya kecantikan mu sudah abadi dalam bentuk kristal, katanya akselerasi kok gak tau sih?" kata Sasuke menggoda Sakura lagi.

"Udahlah aku ngantuk, males bicara sama kamu!" jawab Sakura tanpa menanggapi kata-kata Sasuke.

"Ya udah, ayo ke kamarmu, aku antarin..." jawab Sasuke, yang melihat Sakura menguap.

Sesampainya disana, Sakura terkaget kaget melihat detail kamrnya, kamarnya tak beda jauh dari kamar Sasuke. Hanya saja kamarnya didominasi oleh warna pink-putih, sedangkan Sasuke biru tua-pitih, kamarnya juga dipenuhi oleh bunga-bungaan serta bermotif 'cewe banget'.

"Kalau kau butuh apa-apa, tinggal pencet tombol interkom atau telepon saja aku... Atau kalau kamu takut, masuk saja kekamarku... Tapi pencet interkom dulu, jam 2 pagi pun kalau kau pencet aku pasti bangun kok." kata Sasuke sambil tersenyum tipis.

"Arigatou Sasuke." kata Sakura sambil tersenyum lebar.

"Yaudah, aku pergi dulu... good night my princess... sweet dream" lalu ia berjalan pergi.

Ternyata, Sasuke pergi ke sebuah lounge di seberang hall dekat kamar mereka, dan menemukan apa yang sedang dicarinya...

"Hey, Gaa... , you're up for a game? (Mau main gak, Gaa?)" tanyanya pada Gaara sambil meraih tongkat billiard.
"Hn." Gaara yang tadinya sedang minum beer pun ikut bergabung bermain. "So, how's your day, bro? (Jadi, bagaimana harimu, bro?)" tanya sasuke setelah beberapa saat.
"Just so so. But I havta a admit yours are quite interesting, and I'm sure you've got a really interesting girl there. (Hariku biasa saja, tapi memang kuakui harimu lebih menarik, gadis mu itu pasti sangat menyenangkan.)" kata Gaara.

"Hn... thanks" kata Sasuke.

"At least you could meet your girl Sas, you're lucky." jawab Gaara menaikkan ujung bibirnya.

"Yeahh... you're right... And I miss your girl anyway, ask her to come here more foten." jawab Sasuke tersenyum tipis sambil meminum bir yang ada ditangannya, yang dibalas anggukan oleh Gaara.

Mereka berdua sudah terbiasa minum minuman keras, sehingga mereka tak mudah mabuk.
Maklum... mereka sudah menjalani pelatihan ninja sejak dini, keduanya pernah bergabung di ANBU sejak umur 13 tahun.

Sasuke keluar dari ANBU tahun lalu. Ia sudah menjadi putra mahkota, dan menjadi ANBU sangat mengancam hidupnya, seperti yang terjadi pada putra mahkota sebelumnya, kakak kandung Sasuke, Uchiha Itachi. Sedangkan Gaara sampai sekarang masih aktif di ANBU, meski tetua kerajaan memerintahkannya untuk berhenti, tekadnya menjadi ANBU sudah bulat, ia terus menolak hingga para tetua tersebut pun menyerah, karena meski pendiam, Gaara sangat suka tantangan.

Saat masih di ANBU, Gaara dan Sasuke sering mengunjungi club atau lounge di rumah/apartment senior mereka saat dini hari. Karena umumnya misi rahasia mulai dilakukan dari pukul 00.00, jadi setelah tugas, mereka bersenang-senang terlebih dahulu di club sebelum ke sekolah pagi harinya.

Karena Gaara tidak ada misi hari ini, maka mereka bermain billiard sambil mengobrol ringan.

"So, who's the best man? Me or the dobe? (jadi,siapakah best-man nanti,saya atau dobe Naruto)" tanya Gaara tentang pernikahan Sasuke. "Just pick the dobe, I don't want everyone to think that I'm still available. If you ask me to choose between an upset and jealous Hina-chan or to sing, I'll definitely pick the latter. (Pilih dobe aja, kalau aku jadi best man, semuanya bakal perpikir kalo aku masih single dan flirting terus sama aku. Kalo aku boleh pilih, antara Hina-chan yang cemburu ato jadi songlead/singer, aku pasti pilih yang kedua)." lanjut Gaara.
"Fine, i won't choose you. The dobe'll be fine, he's single. (ok, gak akan pilih kamu jadi best man. dobe juga gak apa-apa kok,dia single.)"

Setelah beberapa saat, Saske pun beranjak ke kamarnya, karena jam di lounge tersebut telah menunjukkan pukul 01.00.

~MagicKaito~

Melihat Sasuke sudah pergi dari kamarnya, Sakura meng-sms Ino, meminta agar ia dan Tenten tidur dikamarnya...

Ino dan Tenten pun pindah ke kamar Sakura, Ino terkagum-kagum melihat kamar Sakura yang 'wahh' banget.

"Kamarmu sangat nyaman ya Ra... Eh, beneren nih mulai besok kita bertiga bakal sekolah di royal school?" tanya Ino.

"yah... Menurut Sasuke sih begitu...'' Sakura menyaut

"Besok berangkat bareng yuk" kata ino mengajak Sakura.

"Hey... Enggak mungkin lagi, Sakura kan berangkat bareng Sasuke, calon su-a-mi nya itu looo..!" kata tenten dengan penuh penekanan kepada Ino.

"Hah? Emangnya gak boleh ya?'' tanya Sakura kaget.

"Gak boleh sama Queen, Ino akan bareng aku dan beberapa dayang dan juga pengawal perempuan lain." jawab Tenten sedikit lesu.

"Um, girls, aku mau curhat nih...

Jujur nih ya, sebenernya aku merasa gak cocok banget jadi crown princess, dan aku ngerasa kalo aku gak pantas jadi istri Sasuke. Aku bahkan gak bisa buat dia suka aku" kata sakura lirih.

"Jangan bego deh Ra, buka mata kamu... Aku enggak pernah melihat Young Master Sasuke seakrab itu sama orang lain, kecuali dengan almarhum kakaknya Crown Prince Itachi dan Prince Gaara. Menurut aku dan pastinya Lady Mikoto dan Lady Tsunade,kalian berdua itu, cocok banget apalagi kamu bisa membuka hati Crown Prince untuk bersosialisasi lagi setelah kematian kakaknya." kata Tenten meyakinkan Sakura.

"Hmmm... Memangnya kenapa dengan Prince Itachi?" tanya Sakura lagi.

Tenten terdiam lalu matanya menerawang jauh seakan memikirkan sesuatu lalu ia berkata "Prince Itachi adalah nii-san Prince Sasuke, ia sangat menyayangi Prince Sasuke, hanya didepan Prince Itachi lah Prince Sasuke dapat berubah menjadi hangat, kata Lady Mikoto, Sasuke bersikap seperti saat masih kanak-kanak dulu.

Dua tahun yang lalu saat Prince Sasuke masih di Senior High School grade 1, Prince Itachi meninggal dunia saat misi, melindungi Sasuke otoutou-nya sendiri, ia mengorbankan diri menerima serangan yang ditujukan unutk Sasuke, dan melancarkan serangan terakhirnya untuk membunuh lawan. Prince Sasuke menyalahkan dirinya sendiri, sejak saat itu Prince Sasuke menutup dirinya dan menjadipribadi yang suram seperti saat ini, sampai saat kau datang senyuman Prince kembali merekah, Prince Sasuke seolah mendapat pengharapan untuk melanjutkan hidupnya, oleh karena itu Sakura kami dan para anggota kerajaan memohon kau jangan meninggalkan Prince Sasuke, Sakura... kami harap kau bersedia menjaga senyuman Prince Sasuke." Tenten menyelesaikan ucapannya sambil tersenyum lembut pada Sakura.

"Emmm... ternyata Sasuke memiliki latar belakang yang tidak bisa dikatakan baik juga ya." kata Sakura sambil mengarahkan pandangannya kearah kamar Sasuke, matanya menerawang jauh, dan dalam hati ia berjanji untuk terus menjaga senyuman Sasuke...

Akhirnya Sakura memutuskan untuk memulai topik baru.

Eeh pig, cerita dong, gimana sih kamu bisa tinggal disini, tadi aku kaget banget tau, waktu Sasuke bilang kamu akan tinggal disini..." kata sakura sambil sedikit mengguncangkan pundak Ino.

"Aku juga enggak gitu ngertii gimana ngejelasinnya ke kamu forehead, Emperor Fugaku ngomongnya formal banget. Katanya aku akan ikut pelatihan untuk jadi pengawal kamu selama beberapa bulan dulu, kalo latihannya berhasil, aku resmi jadi pengawal pribadi kamu, secara kan kita deket banget dan aku gak akan ngebiarin siapa pun nyakitin kamu." jelas Ino panjang lebar.

"Oh begitu... bagus lah" kata sakura sambil menarik nafas lega karena dia akan punya satu teman lagi disisinya .

"Ya udah... ayo tidur... aku ngantuk" kata Tenten mengajak Sakura dan Ino untuk segera tidur.

~SasuSaku~

Sakura terbangun dari tidurnya karena dia merasa lapar dan haus...

"Duh,laper banget, kira-kira dapurnya dimana ya, mana ni istana gede banget...gimana bisa ketemu...haduuuhh" Sakura membatin dan berjalan menuju pintu

Sakura melirik jam di dinding kamarnya yangt tertutup wallpaper bergambar bunga-bungaan telah menunjukkan pukul 02.30 AM.

Udah hampir jam 3 pagi,aku gak mau gangguin Sasu,cari makanan sendiri aja deh

Sakura menyusuri lorong yang tadi dilewatinya saat berjalan bersama Sasuke lalu ia menuruni tangga menuju lantai satu dan melewati hall tempat dilaksanakannya pesta istana dan kemudian melihat cahaya di ruang di seberang salah satu hall. Sakura pun kesana dan melihat seseorang berambut merah yang kemudian dikenalinya sebagai adik Sasuke, Gaara, sedang mengenakan jubah berwarna putih dan tampaknya sedang latihan wushu.

Gaara yang menyadari kehadiran sakura, segera menghentikan kegiatannya dan segera menoleh kebelakang. Ia agak terkejut melihat gadis kakak sepupunya itu belum tidur namun ia langsung menguasai kembali ekspresi di wajahnya.

Dan ia berhasil wajahnya tidak menunjukkan ekspresi, hanya ekspresi datar seperti Sasuke, ia hanya mengangkat sebelah alisnya... Heran mengapa gadis itu ada di sana.

"Haven't slept yet? (belum tidur?)" tanya Gaara akhirnya. "Be-be-b-belum. A-an-anu aku tersesat, tadinya cuma mau mencari makanan aja kok." jawab Sakura terbata-bata karena ekspresi Gaara, dan sifatnya yang dingin.

Gaara hanya mengatakan "Wait" dan menghilang dalam putaran pasir. beberapa detik kemudian Gaara muncul kembali, juga dari pasir, dan menyerahkan satu pitcher berisi air es ke sakura.

Sakura menerima pitcher itu dengan gemetaran dan meminumnya sampai habis. Gaara tersenyum karena tingkah nya dan melanjutkan latihannya seperti tidak ada terjadi apa-apa.

"Ka-kamu b-belum tidur, Gaara?" tanya Sakura, yang kemudian dibalas dengan gelengan kecil. "Kamu lagi ngapain sih?" tanyanya lagi.

"Training, martial arts... (latihan seni bela diri)" balas gaara singkat tampaknya ia malas menanggapi kecerewetan Sakura. "Kamu kok ngomongnya bahasa inggris terus sih?" tanya sakura yang tidak dapat membendung rasa penasarannya.

"I study english literature. And i speak English with Saske too, it feels more comfortable. (Aku belajar sastra inggris, aku juga bicara inggris dengan saske, rasanya lebih nyaman)." jelas Gaara.

"Don't ask anymore, go to sleep, its late." kata Gaara pada Sakura yang sukses membuat nyali Sakura untuk bertanya tentang Sasuke pada Gaara menciut, ia segera berjalan menjauhi Gaara menuju kamarnya, untunglah ia masih mengingat rute menuju kamarnya.

Gaara berpikir dalam sejak kepergian Sakura, tidak ada seorangpun yangmenanyakan tentang kebiasannya itu sejak kepergian kakaknya, Sakura membuka luka yang dalam yang tak mungkin dilupakan. Rasa sedih dan kehilangan memang bisa dilewati, tetapi tidak berarti tak menyakitkan...

Sama seperti Sasuke yang sangat kehilangan Itachi, Gaara pun merasa demikian. Bagi Gaara, Itachi adalah seorang kakak, senior, kapten tim, guru, diplomat, pelatih, dan pangeran mahkota yang terbaik. ia sangat mengagumi kakaknya, sehingga saat Itachi meninggal ia merupakan salah satu orang yang sangat terpukul akan hal itu.

Itachi Nii-sama, I'll master English literature just like you taught me, I'll follow in your footsteps, I hope its not too late, I promise, and I really wish you're there to see me succes someday, in speech or even in ANBU, I hope you're proud of me, I miss you a lot. (Kak itachi, aku akan menguasai sastra inggris seperti yang kamu ajarkan, aku akan mengikuti jejakmu, aku harap ini belum terlambat, aku ingin kakak melihatku sukses suatu hari,dalam pidato maupun kehidupan ninja, semoga kau bangga, aku kangen banget sama kakak... )

~SasuSaku~

"Oi, sudah pagi...! ayo bangun ! kita sekolah!" Tenten menyibakkan gorden yang menghalangi sinar matahari dari kamar Sakura sambil menjerit nyaring.

"iya...iya...aku bangun"kata sakura sambil mengucek matanya yang masih berair.

"aku sama Ten-chan balik kamar kita dulu ya Ra"kata Ino permisi pada Sakura sambil berjalan kearah pintu kamar Sakura yang terbuka menuju kamarnya yang

"Yaa... see you at schoo.l" kata Sakura sambil melambaikan tangannya

"Oke, bye." jawab Tenten.

"Aneh, Sudah jam 6 kamar Sasuke enggak ada suaranya ,bisa-bisa dia ketiduran lagi, bangunin aja ah." batin sakura.

Sakura pun masuk ke kamar Sasuke dan tepat seperti dugaan Sakura, Sasuke masih tertidur dengan sangat pulas diatas kasur kingsizenya .

Lalu sakura pun membangunkan Sasuke "Saasuuukeee... Banguun...udah jam 6... Kamu belum siapin apa-apa lho, ntar telat..!'' kata Sakura pelan ditelinga Sasuke , tapi karena sasuke gak bangun2,sakura menyeringai nakal dan ia pun menundukkan kepalanya lalu mencium bibir Sasuke...

Sasuke yang tampaknya sudah sadar akan hal itu menarik Sakura hingga jatuh diatasnya lalu dengan cepat berputar dan menimpa Sakura...

"Sasuke...mpphh" Sakura mendesah akibat ciuman panas dengan Sasuke yang sangat tiba-tiba itu

Setelah Sasuke melepasnya ia pun berkata "Itu akibatnya kalo berani niat menggodaku." lalu tertawa meninggalkan Sakura ke kamar mandi.

"Dasaar pangeran mesum!" rutuk Sakura lalu kekamarnya untuk mengecek laptopnya yang berada didalam tas laptop hello kitty berwarna pink... "Dia memanng tahu juga tentang seleraku..." batin Sakura.

Ia pun kembali berkaca dan merapikan rambutnya, 'Seragam sekolah ini boleh juga' batin Sakura memperhatikan seragamnya yaitu rok kembang 5cm diatas lutut, kemeja putih, dasi merah panjang,rompi bersimbol 'The Elemental Nations International School', sepatu kets putih yg setelah diperhatikan merupakan limited edition dari nike, seleranya Sasuke.

Ckckck, panjang banget nama sekolahnya, pantes aja disingkat jadi 'Royal Academy'. Mungkin karena muridnya Royal semua...

"Sudah selesai berkacanya nona..?" kata Sasuke yang berjalan masuk kedalam kamar Sakura lalu mmeluknya dari belakang dan mencium sekilas bibir sakura.

"Aku sudah siap dari tadi, ayo pergi..."

~SasuSaku~

Mereka pun masuk kedalam mobil sesampainya disekolah wartawan sudah nampak berjejer menunggu kedatangan mereka, apalagi Sakura, Crown Princess yang akan dinikahkan dengan prince Sasuke yang tentunya pasti membuat patah hati seluruh gadis di konoha.

Untungnya Para bodyguard kerajaan dengan sigap segera mengamankan Sasuke dari kerumunan massa dan press yang sudah menunggu mereka didepan pintu gerbang 'Royal School', sehingga untuk saat ini mereka aman.

Saat pelajaran mulai, Sakura yang murid unggulan di Suna terkejut dengan kurikulum pelajaran di Konoha yang bisa dianggap cukup berbeda.

Daftar pelajaran nya terdiri dari adalah Math, Physics, English Literature, Japanese Literature, Dance, History, Chemistry, Computer, Public Speaking, Self-defense, dan beberapa kelas etika. Saat pelajaran Physics dengan Raiko-sensei, Sakura mengerjakannya dengan sangat cepat, membuat Sasuke terheran-heran.

"Kamu bisa?" tanya Sasuke yang melihat Sakura menyelesaikan tugasnya dalam waktu yang cukup singkat.

"Hmm, ini sangat mudah." kata Sakura sambil mengangguk pelan lalu tersenyum tipis kearah Sasuke.

"Good then, nanti pulang kamu bantu aku buat HW Physics ku ya?" pinta Sasuke kepada Sakura.

"Memangnya ada HW?" tanya Sakura sambil memgecek kembali jawabannya

"Ada, tapi cuma buat kelas aku aja, fisika tingkat lanjut bagi shinobi. Misalnya sudut lemparan shuriken, jarak dan kecepatan lempar ideal untuk berbagai senjata, besar gaya berbagai jenis pukulan, etc." jawab Sasuke panjang lebar sambil memutar-mutar pensilnya.

"Hah? Ninja juga perlu begituan? Tapi gak apa-apa deh,aku bantuin" kata Sakura. "Thanks Honey..." jawab Sasuke sambil melempar senyuman terbaiknya untuk Sakura.

"Your welcome" Sakura tersenyum tulus.

Tidak lama kemudian, bell istirahat berbunyi...

"Semuanya, jangan lupa mereview ulang HW dan penjelasan tadi, jika ada yang tidak dimengerti, email atau IM saja, sensei akan coba terangakan dengan lebih jelas lagi... Have a nice rest, and see you all again next session..." kata Raiko-sensei dengan manis sambil menyisir rambutnya yang berwarna coklat gelap dengan jari, sebelum beranjak keluar kelas ke teacher's lounge.

Tidak seperti 'kebanyakan sekolah lain', murid-murid di 'Royal School' mendengarkan sensei-nya sampai tuntas, dan keluar kelas dengan tenang, tanpa senggol-senggolan ataupun berlarian. ^_^

Sakura,Ino dan Tenten bersiap-siap pergi kekantin tapi sebelum mereka sempat melangkah pergi,Sasuke telah mencegat mereka dan berkata "maaf nona-nona tapi Sakura akan pergi bersamaku" cukup keras

Lalu berbisik pelan-pelan "Kamu.. ngak.. boleh.. kemana-mana... tanpa.. aku.. okay?" ia membisikkan itu tepat ditelinga sakura dengan sangat dekat.

Tak pelak banyak siswi yang berteriak histeris ketika Sasuke membisikkan itu karena jika dilihat dari jauh posisi mereke tampak seperti Sasuke sedang mencium Sakura.

"Sas.." protes sakura sambil tertunduk malu menyembunyikan rona kemerahan yang mulai muncul di wajahnya. "Sorry, gak tahan.." balas Sasuke sambil menyeringai seram.

"Sas, aku akan maafin kamu, tapi kamu harus ngijinin Ino sama Tenten ikut bareng kita"Kata Sakura sambil tersenyum penuh kemenangan karena ia tau Sasuke takkan menolak.

"Hn... ya udah, kalian bertiga ikut aku, aku akan kenalin ke temen-temen aku...
Dont worry, aku gak akan bilang kamu tunangan aku, takutnya nanti bisa repot... Mereka yang udah tau juga gak akan buka mulut kok, jadi gak usah khawatir diledekin ato takut dikejar fangirl-fangirl aku, okay?" kata Sauke sambil mengerakkan tangannya.

TenTen's POV

"sumpah deh Sa-chan sama Prince mesra banget... Duh,gak tahan nih kalo gak cemburu, dimana lagi sih bisa nemuin cowo yang keren dan romantis banget kayak gitu...

'Tapi kan seharusnya aku gak boleh kayak gini, apalagi mereka udah ngajak aku sama Ino ke kantin dan tanpa mereka, aku juga gak bakal bisa sekolah di sekolah mewah begini. Sadar Ten, sadar!' kata Tenten dalam hati sambil memukul-mukul kepalanya tanpa sadar.

Tatapan tenten yang sedang melamun tiba-tiba terhenti pada satu meja, ada seorang laki-laki muda,bertubuh macho, dengan rambut panjang yang tidak membuatnya seperti banci-melainkan sangat keren (menurut Tenten ^_^) laki-laki itu memiliki sepasang mata yang sangat mempesona, memakan makanannya dengan sangat gentle dan tiba-tiba juga memandang Tenten dengan lembut (lagi-lagi juga menurut Tenten)

Oh my gosh, cowok itu keren banget...!

Pasti bangsawan, Ahh, hot banget,

Duh, kualat deh aku ngomongin cinta pandangan pertama semalem, sekarang jadi kena sendiri deh..

TBC

Author Corner

Hai minna-san...maaf lama updatenya...

Untuk sementara saya gak bisa buka internet...

Maaf kalau masih ada miss-typo nya saya sudah berusaha keras u ntuk menghilangkan typonya...

Tapi tetap masih ada *hiksuu

Bagaimana chapter ini?sudah cukup panjang?

Bales review dulu yg non login dulu yaa...

-Nuryenny :
Hai...thanks banget udah baca n review lagi friend...
Review lagi yaa...

-Chini Van:
Okee...makasih masukannya...
Ini uda update...
Review lagi yaaa...

-Xiao Aya:

Haaaaa...gomeeennnn
Memang sasu disini ooc
Maaf update telat...
Review lagi yaaa...

-Ayhank Chrisalinz:

Thx reviewnyaaaa...
Okok...jadi pasangan Kiba yak? sipp...
Maap Sasu ooc disini...
Maaf sekali lagi saya telat update...
Hiksuuu...

Okedeee...

Last word,

Review please...

~Aika Uchiha~