Author : Yuuki Aika Uchiha

Title : My family is a royal family

Pairing : SasuSaku, GaaSaku, SasuKarin, GaaHina Slight SaIno,NejiTen and other pairing

Warning : AU,OOC-terutama Sasuke,GaJe,pasaran

Rated : T

Disclaimer : MK's

Summary :

Sakura Haruno sebelumnya hanyalah siswi SMA di Sunagakure,seperti para siswi SMA biasa ia sangat menikmati kehidupannya,tapi sanggupkah Sakura menghadapi kenyataan bahwa pada usia yang sangat muda ini ia adalah anggota keluarga kerajaan Negara Hi yang sudah ditunangkan dengan seorang pangeran yang sangat dingin, dan yakinlah hidupnya kedepan tidak akan sama lagi. Bagaimana kisah Sakura selanjutnya? just cekidot here

Chap IV

TenTen's POV

"Sumpah deh Sa-chan sama prince mesra banget.. duh, gak tahan nih kalo gak cemburu, dimana lagi sih bisa nemuin cowok keren dan romantis banget kayak gitu, tapi kan seharusnya aku gak boleh kayak gini, apalagi mereka udah ngajak aku sama Ino sekolah disini dan tanpa mereka, aku juga gak bakal bisa sekolah di sekolah mewah begini. Sadar Ten, sadar! Kamu itu hanya seorang pelayan." kata TenTen dalam hati sambil memukul-mukul kepalanya pelan.

Tanpa sadar, TenTen yang melamun memandang kosong sekeliling cafetaria yang berada di Royal Academy ini seolah-olah sedang memata-matai sesuatu. Saat sedang asyik melamun, pandangannya tiba-tiba terhenti pada satu meja, dimana duduk seorang pemuda dengan mata bewarna perak, bertubuh tegap sehingga menampilkan kesan macho, dengan rambut panjang bewarna coklat bak bintang iklan shampoo yang dikat satu kebelakang, akan tetapi, itu semua tidak membuat lelaki itu terlihat layaknya seorang banci, tetapi malah menampilkan kesan yang sangat keren (menurut TenTen ^_^) ia memakan makanannya perlahan dengan penuh etika layaknya seorang bangsawan, saat Tenten memperhatikan pria itu tanpa sadar ia tersenyum dan tanpa sengaja pria itu juga menoleh kearah Tenten dan tersenyum tipis padanya.

"Oh my gosh,cowok itu keren banget...

pasti bangsawan deh, ahh, cool banget...

Duh, kualat deh aku, ngomongin cinta pandangan pertama terus dari kemarin, sekarang malah aku yang kena sendiri." Tenten membatin, tanpa ia sadari wajahnya sudah mulai menampakkan semburat kemerahan yang membuatnya tampak sangat manis.

End of Tenten pov's

Normal pov's

"Heloooo..." kata Ino sambil melambai-lambaikan tangannya didepan muka TenTen, wajahnya menampakkan tingkat kekesalan yang sangat tinggi. Yah...bagaimana tidak kesal, sejak tadi ia dan sahabatnya Sakura telah memanggil TenTen, tapi seperti yang terlihat sekarang Tenten malah sibuk melihat seorang pemuda tanpa memperdulikan dua sahabat baiknya itu.

"Tenteeeeeeeeeennnnnnnnn!" saking kesalnya Ino, ia berteriak tepat disamping telinga milik gadis bercepol dua itu, dan sukses membuat gadis itu terlonjak dari tempat duduknya , meneriakkan kata "cowok gantenggg" dengan volume suara Yang cukup keras, yang bahkan dapat merusak gendang telinga teman-temannya dan siswa lain yang berada disekelilingnya, akibat perkataan TenTen tadi hampir seluruh siswa dan siswi yang berada di cafetaria itu melihat kearahnya, termasuk pemuda yang daritadi diperhatikannya. TenTen hanya dapat membungkuk dan mengatakan kata "Gomen," pada mereka yang merasa terganggu. Saat itu Tenten melihat Sasuke dan teman-temannya berjalan kearah pemuda yang dipandanginya daritadi.

"Eh, Ra! Itu Prince kan?" bisik Ino pada Sakura sambil menunjuk kearah Sasuke dan teman-temannya.

"Eh?" kata Sakura yang lalu memalingkan wajahnya mengikuti arah yang ditunjuk Ino.

"Ahh... itu memang Sasuke." kata Sakura sambil mengangguk pelan tanda setuju, setelah ia melihat Sasuke yang sedang duduk menghadap kearah Naruto. Secara kebetulan saat itu Sasuke yang sedang menyesap jus tomatnya, juga melirik kearah Sakura dan tersenyum tipis lalu memberi kode pada Sakura, agar Sakura segera datang ketempatnya.

"A...aku?" kata Sakura sambil menunjuk dirinya sendiri yang hanya dibalas oleh anggukan oleh tunangannya itu. Ia pun melangkah perlahan menuju meja tersebut.

Sesampainya Sakura dimeja itu, Sasuke berdiri lalu merangkul Sakura, ia pun dengan santai berkata "Guys, kenalin ini tunanganku, Sakura Haruno," sedangkan Sakura hanya bisa menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan semburat kemerahan yang mulai muncul diwajahnya karena ucapan Sasuke yang menurutnya terlalu berlebihan, ia lalu berkata "Hai minna... Aku Sakura Haruno, aku masih baru di sini mohon bantuannya ya."

Setelah melihat Sakura ber-ojigi dan mendengar berbagai jenis "hai" dan "selamat datang" dari teman-temannya untuk Sakura, Sasuke mulai memperkenalkan mereka satu persatu kepada Sakura .

"Ra... ini si Naruto dobe, anak dari Namikaze Minato, Yondaime Hokage Konoha." kata Sasuke sambil menunjuk Naruto yang sedang memegang sumpit ramennya, sambil memperhatikan Sakura lalu menatap Sakura dari atas kebawah.

"Hai Sakura-chan! Aku Namikaze Naruto teman baik teme chickenbutt ini." kata seorang pria dengan rambut spike tak beraturan bewarna kuning kejinggaan memperkenalkan dirinya...

"Sai, cucu dari Shimura Danzou, Menteri Kebudayaan dan Kesenian Negara Hi." lanjut Sasuke.

"Ohayou, aku Shimura Sai" kali ini seorang pemuda berambut hitam klimis dengan mata onyx, yang jika dilihat sekilas sangat mirip dengan Sasuke, tampak ia menunjukkan senyum palsu andalannya...

"Ini Shikamaru, anak dari Nara Shikaku, perdana menteri Negara Hi."

"Huaaam...Mendokusai... Nara Shikamaru" kata seorang pria dengan rambut yang diikat keatas seperti nanas sambil menguap dengan malas lalu ia kembali menelungkupkan wajahnya diantara kedua tangannya.

"Neji, anak dari Hizashi Hyuuga, Menteri Pertahanan dan Keamanan Konoha

"Hyuuga Neji, salam kenal" kata lelaki berambut panjang tersebut dengan tegas sangat bertolak belakang dengan rambut panjangnya yang dapat dikaitkan dengan rambut seorang wanita lalu ia menjulurkan tangannya kearah Sakura.

"Salam kenal juga Hyuuga-san" kata Sakura tersenyum sambil menjabat tangan milik pemuda Hyuuga itu.

"Dan yang terakhir Kiba, anak dari Menteri Kehutanan dan Satwa, Inuzuka Horuki" kata Sasuke tetap dengan wajah stoicnya.

"Hai, aku Inuzuka Kiba"kata Kiba sambil tersenyum ramah yang hanya dibalas dengan senyum canggung dari Sakura.

"Kringgggggggggggggg"tiba-tiba bel masuk berbunyi terpaksa Tenten dan kawan kawannya meninggalkan kantin, apalagi setelah ini adalah jam olahraga

~sAsUsAkU~

"Ra...main basket yuk?" ajak Tenten pada Sakura. Sekarang mereka berada di sebuah lapangan indoor berbentuk persegi panjang yang biasa digunakan untuk olahraga pemanasan dan atletik. Sekarang, Sakura, Ino, Tenten dan Sasuke berdiri di tengah lapangan ini bersama belasan murid Royal School lainnya. Kelas mereka sedang mengikuti pelajaran olahraga yang dipandu oleh seorang sensei bernama Guy. Guy merupakan seseorang yang tampak bersemangat tinggi, dengan ciri khas rambut mangkok mengkilap, baju hijau ketat dan teriakan semangat masa mudanya. Ia memiliki seorang murid kesayangan yang selalu berdiri disampingnya, murid itu bernama Rock Lee, yang juga memiliki semangat masa muda dan merupakan replika ukuran kecil nya Guy.

"SELAMAT PAGI KELAS MASA MUDA KU! HARI INI KITA AKAN MELAKUKAN PERMAINAN BASKET YANG SANGAT BERSEMANGAT MASA MUDA! SEMUANYA KE LAPANGAN BASKET SEKARANG!" teriak GUY dengan penuh 'semangat-masa-muda'...
untunglah ia segera berhasil ditenangkan oleh 'asistennya-yang-kurang-bersemangat' bertubuh tegap,berkulit kecoklatan, dengan pakaian basket putih-biru, dikenal sebagai coach Agra a.k.a. Onii-san penyelamat kelas olahraga dari keganasan Guy.

"Hmm?" tampak Sakura yang sedang berpikir, karena meskipun ia selalu mendapat nilai tinggi di setiap pelajaran, namun dalam pelajaran olahraga terutama basket, ia benar-benar harus berpikir dua kali untuk itu.

"Ra...ayoo dong...kita main basket!" paksa Ino pada Sakura.

"Ta...tapi," Sakura ingin menolak hanya saja ia tak tega melihat wajah sahabatnya itu jika ia tetap berkeras untuk menolak.

"Sudahlah...ayo!" kata Ino pada Sakura lalu menarik tangannya menuju lapangan basket disebelah area pemanasan, yang langsung diikuti oleh Tenten.

"Pig...tapi kalo aku jatuh gimana?" kata Sakura berbisik sambil menyikut Ino.

"Udah deh, enggak usah dipikirin." jawab Tenten balik berbisik kearah Sakura sambil menepuk-nepuk tangan Sakura pelan.

"Apanya yang enggak usah dipikirin!" dumel Sakura dalam hati.

"Lagian kan Prince ada, berarti kan nanti ada yang nolong kamu." bisik Ino lagi sambil menyeringai lalu ia membentuk bulatan dengan ibu jari dan telunjuknya lalu mengedipkan sebelah matanya pada Tenten. Hm ... sepertinya mulai sekarang mereka akan menjadi mak comblang untuk Sakura dan Sasuke.

Setelah mendengar itu wajah Sakura langsung memunculkan semburat merah. Sepertinya usaha mereka untuk mencomblangkan Sasuke dan Sakura akan berjalan dengan mulus.

"Ah... kalian ini." kata Sakura yang akhirnya menyerah dan mengikuti langkah Ino dan Tenten kelapangan basket.

" Priittttt "... peluit panjang tanda permainan dimulai sudah dibunyikan oleh Guy-sensei yang berposisi sebagai wasit pada pertandingan ini, Sakura sekarang berada ditengah, dengan Ino dan Tenten masing-masing berjaga disisi kanan dan kirinya menghadap seorang perempuan berkacamata dengan rambut merah terang. Tanpa mereka sadari dari pojok lapangan Sasuke dan teman-temannya sedang memperhatikan permainan mereka dengan sangat serius.

~SaSuSaKu~

"Hey" kata seorang perempuan berambut pirang sepinggang menyapa Naruto yang sedang memperhatikan jalannya permainan basket sambil menepuk pundak Naruto pelan.

"Hmm" Merasa pundaknya ditepuk seseorang, Naruto membalikkan badannya kearah orang itu lalu ia kembali berkata "Shion-chan...ayo duduk!" sambil menepuk-nepuk tangannya kearah kursi disampingnya.

"Hmm... tidak main Naruto?"

"Belum...kamu kapan kembali?kok enggak bilang-bilang" Tanya Naruto

"Kemarin, aku sengaja enggak ngasitau kamu... Kejutan dong." Jawab gadis bernama Shion itu.

"Dasar kamu" kata Naruto sambil mengacak pelan rambut Shion, tanpa ia dan gadis itu sadari ada seseorang yang melihat mereka dengan tatapan sendu.

Mereka terus berbicara dan bercanda sampai terdengar suara kencang yang mengalihkan pembicaraan mereka.

"Brakkk" setelah permainan berlangsung cukup lama terdengar suara benturan yang cukup kuat. Ternyata, suara itu diakibatkan oleh Sakura yang sedang bermain, dilempar bola dan diserempet oleh Karin, ketua dari Sasuke fansclub, dari awal Karin memang telah menunjukkan ketidaksukaannya pada Sakura yang menurutnya telah merebut Sasuke sang pangeran. Ternyata bola itu tepat mengenai kepala Sakura. Tak pelak, tubuh Sakura menjadi limbung apalagi setelah itu Karin dengan wajah liciknya kembali menyerempet Sakura seolah tak pernah terjadi apa-apa. Padahal jelas-jelas ia tau Sakura sedang pusing akibat benturan bola itu. Akhirnya Sakura pingsan ditempat. Sasuke yang melihat itu segera berinisiatif untuk membawa Sakura menuju UKS, ia pun melesat menuju tengah-tengah lapangan dan menggendong Sakura ala bridal style kearah UKS tanpa memikirkan ego dan rasa malunya sedikitpun, apalagi memperdulikan para bodyguard yang baru mulai kearah lokasi jatuhnya Sakura.

Dikepalanya hanyalah bagaimana keadaan Sakura, apakah ia baik-baik saja, bagaimana kalau ia terluka dan pertanyaan sebagainya...

Nampaknya memang tuan muda Uchiha kita ini telah berubah walaupun ia tak mau mengakuinya lihat saja wajahnya sekarang wajah yang biasanya tak pernah menampakkan ekspresi kini berekspresi cemas, sepertinya Sakura telah berhasil mengubah pribadi Sasuke.

"Brakkk" terdengar suara bantingan pintu akibat tendangan Sasuke pada pintu UKS "Sensei...tolong obati Sakura, ia pingsan karena terbentur bola saat bermain basket" kata Sasuke pada Shizune-sensei yang sedang berbalik memeriksa stok obat-obatan , ia tampak terkejut karena Sasuke yang masuk tanpa permisi dan langsung menidurkan Sakura diatas tempat tidur yang ada diruang UKS namun ia segera dapat mengatasi rasa kagetnya dan langsung bekerja dengan profesional.

"Haruno-san tak apa-apa, hanya saja sepertinya ia terlalu memaksakan diri untuk bermain basket padahal kondisi fisiknya masih lelah dan juga ia tidak mahir bermain basket, sebentar lagi ia juga akan siuman, biarkan saja dulu ia istirahat" kata Shizune pada Sasuke yang tampak sangat cemas pada Sakura

~sAsUsAkU~

"Ten...bagaimana keadaan Sakura ya?" kata Ino pada Tenten sambil terus mengawasi permainan basket antar siswa laki-laki yang sedang berlangsung.

"hmm...tak tau juga tapi sepertinya ia akan baik-baik saja, kan ada prince disana" balas Tenten yang saat ini berada dibawah pohon Sakura yang berdiri kokoh, tampak peluh menetes dipelipisnya sepertinya ia cukup lelah setelah bermain basket apalagi tadi ia dan Ino baru melabrak Karin yang merupakan penyebab pingsannya Sakura. Jangan coba-coba dengan mereka Tenten dan Ino merupakan mantan karateka di Suna, lihat saja salah satu korban mereka yaitu Karin yang sekarang terkapar di UKS.

"pluk" tiba-tiba Tenten merasa ada yang menepuk bahunya, ia lansung memasang kuda-kuda sebelum berbalik belakang, ia takut orang yang menepuk bahunya adalah salah satu dari teman Karin yang berniat membalaskan dendam temannya itu kepada Ino dan Tenten, namun saat ia berbalik ia menemukan orang yang tak pernah ia duga berada dibelakangnya.

~sAsUsAkU~

"Emmmm" Sakura melenguh pelan sambil meregangkan badannya yang terasa pegal

"kau sudah sadar Sakura?" tanya Sasuke pada Sakura yang baru saja sadar

"hmm,yaa... dimana aku?" tanya Sakura memperhatikan wajah Sasuke seakan menunggu jawaban yang keluar dari bibir tipis Sasuke, tanpa sadar ia pelan-pelan mendekatkan wajahnya kearah Sasuke.

Sasuke yang melihat tingkah Sakura hanya menyeringai lalu "cup" tanpa disangka-sangka Sasuke yang terkenal dengan dinginnya yang melebihi es batu itu mencium cepat bibir ranum Sakura

"hmmm...itu yang kau inginkan kan?" tanya Sasuke menyeringai kearah Sakura

"Sasuke!" kata Sakura setengah berteriak pada Sasuke yang telah membuatnya blushing berat, itu membuat Sasuke mengacak pelan rambut bublegum miliknya.

"hmmm...kenapa?mau lagi?" tanya Sasuke yang tak seperti Sasuke yang asli, entah kenapa ia tampaknya selalu lepas kontrol setiap kali berada didepan Sakura, pribadinya yang dingin selalu menghilang entah kemana.

~sAsUsAkU~

"Haaa...iii..." kata Tenten terbata menyapa orang yang telah menepuk pundaknya sedangkan Ino yang melihat hal itu hanya mampu terdiam dengan mulut ternganga.

~TBC~

~Author Corner~

Hai, minna-san...

Maafkan author tak becus ini jika chapternya tidak memuaskan, kurang panjang dan kita juga sangat lama meng-update chapter-4 fic ini...

Akhir-akhir ini saya bener-bener gak punya waktu, sampai untuk membuat chapter di fic ini saja saya dan Yuuki harus membolos bimbel dan pergi ke perpus yang ada disekolah.

Dan untuk typo maafkan saya sekali lagi, saya enggak men cek lagi

Arigatou untuk review, saya seneng banget. Karena chap itu yang paling banyak reviewnya.

O ya, sedikit spoiler...

Chap depan peran Gaara akan semakin besar, oleh karena itu saya ingin menanyakan hal ini...

Karena Gaara lebih sering berbahasa inggris apa mau dibuat bahasa inggris dan translatenya atau buat seperti

translate to indonesia mode on

"Sasuke,kau akan menyesal telah melakukan ini"kata Gaara

Atau

"you're beatiful Sakura(kau cantik Sakura)"kata Gaara pada Sakura

Bales review yang non-login dulu ya, yang login saya udah bales lewat PM

Kazuma B'tomat :

Hmm...ya,lihat warning diatas?

Saya akui deskripsi saya memang kurang.

Nanti akan saya perbaiki.

Makasii untuk reviewnya?

Review lagi?

Haza ShiRaifu :

Ini sudah...

Review lagi ya...

Laura Pyordova :

Nee...ini udah aku update...

Iyaa...aku juga iri sama Saku...

Makasih reviewnya...

Review lagi ya?

Xiao Aya :

Iyaa...

Makasih masukannya...

Ini udah update...

Makasih reviewnya...

Review lagi ya...

Uci Uno :

Ini sudah update...

Makasih reviewnya...

Review lagi ya...

Princess 2

Maaf ya lama balas...

Btw,makasih loo reviewnya...

Review lagi ya...

Yoana :

Maaf saya update lama...

Saya bener-bener tak ada waktu sekarang-sekarang ini...

Chap selanjutnya saya usahakan cepet update

Review lagi ya...

Kororo :

Maaf saya telat update...

Untuk chap selanjutnya saya usahakan cepet update...

Review lagi ya?

Princess Pudel :

Yupzzz...

Beberapa chap kedepan ada hal yang akan membuat Sasu cemburu sama Saku...

Ini uda update...

Review lagi ya...

Laluna :

Ini udah update maaf kalau kurang memuaskan...

Review lagi ya...

Ss holic :

Sebelummnya arigatou...

Maafkan saya kalau saya tak mengupdate kilat...

Review lagi?

Chini VAN :

Iyaa...

Makasii kritiknyaa...

Maaf chapter ini pendek...

Review lagi?

Alex de Uchiha :

hn...

iya...

oke...

nanti kuperbaiki aniki jelek... ;P

THANKS...

review lg...

oke semua sudah beres...
Sorry kalo ada kesalahan dlm pnlsn nama

flame diterima...

tapi sejujurnya saya lebih membutuhkan saran dan kritikan yang membangun dari anda...

~AiKa UcHiHa~

last word,

.

.

.

.

.

Review please...