Love at Palace, Is it Possible?
Author : Yuuki Aika Uchiha
Title : My family is a royal family
Pairing : SasuSaku, GaaSaku, SasuKarin, GaaHina Slight SaIno,NejiTen and other pairing
Warning : AU,OOC-terutama Sasuke,GaJe,pasaran
Rated : T
Disclaimer : MK's
Summary :
Sakura Haruno sebelumnya hanyalah siswi SMA di Sunagakure,seperti para siswi SMA biasa ia sangat menikmati kehidupannya,tapi sanggupkah Sakura menghadapi kenyataan bahwa pada usia yang sangat muda ini ia adalah anggota keluarga kerajaan Negara Hi yang sudah ditunangkan dengan seorang pangeran yang sangat dingin, dan yakinlah hidupnya kedepan tidak akan sama lagi. Bagaimana kisah Sakura selanjutnya?just cekidot here
Sasuke's POV
"Bagaimana bisa pesta untuk Sakura akan diadakan secepat ini?" batinku tak percaya.
setelah berbncang dengan pelayan tadi, Sakura berbalik dan berkata,
"Sas, aku mau ke mall sama yang lainnya, temenin aku yah?"
Aku menggeleng, "Aku nanti ada urusan, mau latihan sama Hyuuga untuk semifinal lawan Suna bulan depan, mau ngetes lagu baru sama dobe, terus mau ngurusin sesuatu sama Otou-sama. Kamu pergi sendiri saja, nanti kalo udah siap dan belum ada yang menjemput, miss-call si 'Inu' yang kamu temuin semalam, atau Lee saja."
Aku bisa repot kalo nanti dia hilang, apalagi kalo saat-saat penting.
Raut muka nya langsung berubah, well, sebenarnya aku tak tega tapi apa boleh dikata urusanku dengan otou-sama, Hyuuga dan dobe tak bisa ditinggalkan.
"Okay, lain kali yah?" pintanya.
"Kalo sempat pasti aku temenin, pokoknya jangan tiba-tiba kaya gini, kasitau aku dulu sebelumnya."
Sakura hanya membalas dengan anggukan pelan, akupun hanya balas menepuk kepalanya pelan.
End of Sasuke's Pov's~
Sakura dkk naik mobilnya Temari ke PP, singkatan para anak-anak Royal School untuk Paradise Plaza, Plaza yang letaknya hanya beberapa block dari sekolah itu membuatnya menjadi favorit para murid.
Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah 'Gio' a.k.a. Giordano, karena sebagian besar cewek yang jalan-jalan sama Sakura itu anak basket, yang lebih memilih T-shirt, Hoodie dan Jeans, daripada rok atau gaun. Apalagi mereka-mereka memiliki member card, sehingga diskon nya lebih tinggi daripada diskon normal.
Belum puas berbelanja di Giordano, mereka akan melanjutkan ke tempat-tempat baju bermerek lainnya saat Temari mengusulkan untuk makan, jadilah mereka sekarang duduk-duduk di Starbucks, berbincang-bincang dan sebagainya…
Bahkan Sakura sempat menceritakan tentang ke-tidak-pede-an-nya sebagai seorang murid biasa yang tiba-tiba menjadi princess.
Beberapa orang lain seperti Sara dan Temari mencoba menghiburnya, tetapi perkataan dari Shion Uzuki, kakaknya Sara adalah yang paling membangun.
"Tenanglah Sakura, hadapi semuanya dengan kepala dingin. Kamu punya Sasuke disampingmu, kita juga akan mendukungmu, aku yakin kamu akan menjadi Crown princess yang hebat, mungkin terhebat setelah Nee-san-ku…"
Sakura pun banyak bertanya tentang Nee-san dari Sara dan Shion, namanya Yugao Uzuki, dia seorang princess yang hebat tunangannya Itachi Uchiha. Dia bisa menyeimbangkan antara tugas dan menjadi princess, sesuatu yang mungkin gak mungkin dilakukan oleh princess lain.
Shion kemudian menceritakan bahwa dia dan Sara yang lebih kecil 2 tahun darinya adalah keponakan dari Emperor Fugaku dan Dan Haruno serta sepupu Sakura dan Sasuke. Tou-san mereka adik dari Mikoto dan Kaa-san mereka adik dari Dan. Shion memberitahu Sakura, bahwa dia pernah menduduki posisinya dan dia yakin Sakura bisa menjalaninya.
"Er, Girls, aku ada urusan OSIS sama Neji n Naruto nih, aku pergi duluan yah…" kata Shion beberapa menit kemudian, yang kemudian berjalan ke belakang dinding dan meng-hi-lang via shunsin, bahkan sebelum teman-temannya sempat mengangguk.
~Fated: NejiTen~
Shion muncul beberapa detik kemudian dari kelopak & mahkota bunga mawar putih, di sebuah ruangan bernuansa biru tua, Sasuke si penghuni kamar yang sedang asik-asikan main gitar pun berhenti karenanya.
"Kok lama banget, sih? Si dobe aja udah pulang…" tegurnya.
Shion cuma nyengir dan mengeluarkan sebuah gulungan scroll dan meng-summon guitar electric nya.
"Lho, kok yang dikeluarin gitar elektrik? Katanya mau diajarin gitar klasik? Pake yang acoustic lah…" tegur Sasuke lagi.
"Aku mau pemanasan main lagu Pop dulu… klasik itu boring banget tauk." Shion baru akan menancapkan kabel dari gitarnya ke speaker, tetapi lebih dulu dihentikan Sasuke. "Kalo mau belajar, belajar yang serius, ayo cepat, pake gitarku aja, ambil dari lemari. Cewek kok main elektrik…" tegurnya lagi.
"Okay, Fine. Hmph, Padahal Karin aja main elektrik." Shion mengambil gitar warna coklat tua dan duduk di sofa besar yang ada disana, bentuknya diubah Sasuke menjadi seperti tempat tidur, supaya muat untuk mereka dan juga gitarnya.
"So? Aku gak suka Karin kok, dia-nya saja yang buta dan mau dijadikan mainan. Biarkan saja, kalo aku diam-in lebih lama, dia juga bakalan sadar kalo itu Cuma one-sided-love-nya dan berhenti ngejar aku. Kamu juga gak usah terlalu dekat sama dia, dulu waktu kamu dekat sama aku, kamu dimusuhin Karin kan?" Sasuke duduk si sampingnya dengan gitar yang dari tadi dipegangnya dan mulai menunjukkan beberapa nada sederhana seperti untuk C=Do, dsb…
"Terserah kamu deh, yang penting aku bisa bebas dari dia sekarang." Shion menghela nafas sebelum lanjut memetik senar gitarnya dengan pick.
"Itu murni keberuntungan aja kok, salah langkah dan kamu seharusnya masih ada di posisi Sakura sekarang…" Sasuke merebahkan badannya ke tempat tidur dan menyilangkan tangannya dibelakang kepala.
"Sas, Sebaiknya kamu jangan terlalu keras sama Sakura, dia masih beradaptasi, dia belum kenal kamu yang sebenarnya, jangan terlalu banyak acting deh. Dia juga kayanya belum terlalu pengalaman sama yang namanya pacaran… apalagi pacaran dengan style kamu."
"Oh, come on, Shion-chan, aku pengen lihat seberapa mampu orang dengan mental dan fisik non-ninja bisa melewati latihan untuk menjadi anggota kerajaan itu, putri yang dikawal ribuani pengaal biasa itu hal termudah untuk dibunuh bagi seorang ninja, you know that damn well!" kata Sasuke.
"But, Sas!" Shion mencoba menarik lengan Sasuke keatas, tetapi perbedaan kekuatan seorang Chuunin dan ANBU bisa terlihat jelas, Shion-lah yang tertarik ke tempat tidur, bertabrakan dengan dada Sasuke…
"No buts, young lady, time to teach you a lesson for not being serious when I'm trying to teach! Siapa yang suruh kamu berhenti latihan dan mengurusi gaya pacaranku?-_- " Sasuke melakukan apa yang merupakan kelemahan terbesar Shion, dia mengelitikinya hingga dia ngak tahan lagi dan minta ampun…
Sasuke selalu bisa tertawa lepas jika bersama Shion, jadi walaupun mereka sudah putus dan tidak bertunangan lagi, mereka masih suka curhat satu sama lain mengenai masalah kerajaan, musik, maupun tentang kehidupan ninja.
~sUpErJuniOr~
"Hey, Saske! Ah! Stop it!"
Tanpa mereka tahu, Sakura ternyata sedang mengamati dari pintu, apa yang mereka lakukan meyakinkannya akan suatu hal, hati Sasuke sudah pernah diisi oleh orang lain sebelum dia, Shion dan Karin salah satunya…
Dia buru-buru pulang saat seorang ANBU yang memperkenalkan diri sebagai 'Taka-Shiiro' yang ternyata seorang pemuda yang kira-kira berusia beberapa tahun lebih tua darinya. Namanya Riku Hatake, dia diberi tugas untuk menyampaikan bahwa Emperor dan Queen memerintahkannya untuk segera pulang, dandan, dan ganti baju, karena akan ada pesta peresmian Sakura sebagai crown princess.
Sakura telah mengenakan Kimono warna Biru muda dan merias diri, ia ingin menunjukkannya pada Sasuke, tetapi saat melihat ke kamarnya, ternyata ia ada di ruang music pribadinya, tertawa riang dan saling mengelitiki dengan Shion…
Padahal tadi keduanya mengakui sedang ada urusan dengan Naruto dan Neji…
Tenten kemudian menghampirinya dan memintanya untuk bersiap-siap, karena sangking gembira melihat rakyat yang sangat banyak itu, Sakura melupakan semua hal tentang Shion dan Sasuke yang bohong padanya, ia juga lupa mengaitkan sebelah tali stiletto-nya.
~KoreanNc~
Sasuke keluar dari istana melewati karpet warna merah itu ke kereta kuda yang menuju taman, ia mengenakan setelan Kimono warna kesukaannya, biru tua, sambil menggandeng Sakura.
Ia melambai pada rakyat di sepanjang jalan, sambil tetap memasang ekspresi cool dan hanya memperlihatkan senyum yang tipis.
Sakura berjalan dengan canggung disebelahnya, setelah turun dari kereta kuda dan akan bertemu dengan rakyat, sepatu Sakura tiba-tiba lepas…
Sasuke tersenyum, dan jongkok didepannya dan kemudian memakaikan sepatunya, diikuti sorak sorai dan tepuk tangan meriah dari orang-orang.
Wajah Sakura telah semerah udang rebus, apalagi sepanjang konferensi press dan pidato dari Emperor, Sasuke terus memegangi tangannya.
Emperor mengumumkan bahwa Sakura sebagai Crown Princess harus ikut dalam kegiatan-kegiatan Sasuke sebagai Crown Prince, termasuk mengunjungi Sunagakure besok saat peresmian lomba olahraga bilateral, dimana Sasuke adalah Duta Olahraga dan kepemudaan Konoha.
~Kenchi618~
Sakura's POV
Aku baru tahu, kalo ternyata aku adalah satu dari sangat sedikit anggota keluarga kerajaan Konoha yang non-ninja. Bahkan Kaa-san kandungku ternyata juga personil ANBU, dan bahkan tetap merupakan anggota kelompok elit yang bergengsi itu sampai akhir hidupnya…
Menaiki kereta kuda itu ternyata cuma sandiwara, setelah melewati perbatasan Konoha, para pawang kuda dan pengandara kereta menghilang dalam selapis asap dan kemudian digantikan oleh 'Inu' dan beberapa orang bertopeng hewan lainnya.
Dari 'Inu', 'Yamato', dan 'Taka-shiiro' lah aku bisa mendapat informasi mengenai Kaa-san-ku, Kushina Haruno, sebelum menikah namanya Kushina Uzumaki, personil divisi satu ANBU, dan Crown Princess dari Kerajaan Arashi, Negara bagian dari Negara Api. Dia memiliki seorang saudari kembar, bernama Kazuka Uzumaki, Kaa-san-nya Naruto, kata mereka sih, dia masih aktif dan wajahnya sangat mirip Kaa-san-ku…
Perjalanan ke Suna ternyata jauh juga, kata mereka -Sasuke, Inu (Kakashi-sensei yang ngajar Kimia), Yamato (Tenzou-sensei asisten Kakashi), Takashiiro (Riku yang sekelas sama Neji, Lee, dan Tenten), serta anggota team keempat yang codename nya 'Tanuki' yang ternyata adalah Gaara- memberitahuku bahwa perjalanan ke Suna melalui darat oleh Ninja akan memakan waktu 3 hari. Tetapi karena kita masih di wilayah perbatasan, kita tidak boleh memakai hewan summon untuk terbang sampai kita melapor pada petugas di pos perbatasan selanjutnya.
Aku serasa melayang-layang, bersandar di punggung Riku sementara mereka ber-shunshin dari batang satunya ke cabang pohon yang lain.
Hingga kita berkemah dan istirahat pun, pikiranku masih berterbangan, ke apa yang terjadi tadi antara Sasuke dengan Shion, kemudian tentang perlakuannya ke aku selama beberapa hari aku di Konoha…
Aku rindu rumah, kangen Kaa-san, kangen Kankuro, Sari, Matsuri, Nishi, Shino, Temujin-sempai…
Memang sih, sekarang hidupku enak, rumahku istana, aku punya tunangan seorang pangeran yang ganteng banget, aku dapet banyak temen baru, sekolah mewah…
Tapi masalahku juga tambah banyak,
Normal POV
Sementara Sakura duduk melamun di tenda, Team Kakashi/Team Inu melakukan patrol disekitar tenda, Yamato dan Tanuki ke daerah hutan, dan Inu-taicho tetap di kemah mengawal Sakura. Sasuke dan Takashiiro baru selesai memasak ikan, dan mengajak Sakura untuk makan bersama, tetapi Sakura menolak dengan alasan masih kenyang dan ingin pergi ke hutan untuk buang air kecil.
Sakura lanjut melamun disepanjang perjalanan, tentang pertemuan pertamanya dengan Sasuke, tentang ciuman dan French kiss pertamanya, tentang hal-hal mesra yang dikatakan dan dilakukan Sasuke…
Tentang Shion, hingga kemudian dia sadar kalo dia dan Sasuke tidak punya hobby yang sama,
Sasuke dan Shion sama-sama pemusik/penyanyi, sama-sama suka olahraga, sama-sama ninja dan juga anggota kerajaan…
Sementara dia belum tahu apa-apa tentang Sasuke…
Sesaat sebelum Sakura akan mengangkat roknya dan buang air di semak-semak, Seseorang mengcengkramnya dengan keras dan menutup mulutnya.
Sakura mencoba melepaskan diri, ataupun mengigit lengan penyanderanya yang besar dan agak berbulu itu, tapi mengurungkan niatnya.
Nyalinya ciut saat melihat wajah garang orang itu, wajahnya sangat dingin, rambut dan bagian bawah wajahnya ditutupi kain scarf, rambutnya ditutupi bandana, dan dia tidak punya alis mata. Sebuah Zanbatou berukuran raksasa terikat dibelakangnya. Seorang gadis seusia Sakura berdiri disampingnya, mengikat tangan Sakura kebelakang.
Kemudian seorang bertopeng mirip ANBU akan menancapkan sebuah jarum/senbon ke suatu titik di lehernya saat…
"KCHIING" sebuah shuriken pasir bertabrakan dengan senbon itu dan menjatuhkannya. Kemudian tiba-tiba didepan mereka muncul seberkan cahaya merah, dan seketika tangan kanan pemuda bertopeng itu putus terpotong oleh sebuah katana berwarna hitam gelap yang diayunkan Gaara kearahnya,
pedang itu kemudian bertabrakan lagi dengan Zanbatou milik orang-tanpa-alis itu, yang kemudian diketahui sebagai Zabuza Momochi, A-class Nuke-nin, mantan anggota Kiri no shinobi gatana naninshu-7 swordsman of the mist. "Isaribi, Haku, jaga jarak dengan pemuda ini, dia ANBU Konoha…!" teriak Zabuza memperingatkan bawahannya.
Isaribi melompat ke batang pohon disekitar sana dan menggunakan embun dan air dari dedaunan pohon untuk menembakkan sebuah bola air ke arah Gaara, Haku juga melemparkan beberapa senbon ke beberapa titik penting ditubuhnya.
Gaara menghindari ayunan Zanbato-nya Zabuza dengan menunduk, kemudian menyayat daerah lengan kirinya, dinding pasirnya menahan serangan Haku dan kemudian memantulkan bola air dari Isaribi dengan katana-nya, dan kemudian menghilang dalam shunshin, menyampaikan informasi itu ke Kakashi-taichou melalui summon rakun-nya, dan juga meng-summon beberapa rakun petarung raksasa untuk menehan Isaribi dan Zabuza, kemudian memulai segel untuk jurusnya…
Ditujukan kearah Haku, karena menurut analisis sharingan-nya, Haku punya kemampuan yang memungkinkan dia menahan jurus Gaara. "Sabaku Kyuu-Sand Coffan, Sabaku shosou-Sand Burial!" Bisikan dari mulut Gaara terdengar selama beberapa detik sebelum pasir dari scroll di pinggang Gaara menyelimuti Haku, meremuk-kan tulangnya sampai mati dan memenuhi hutan disekitar sana dengan teriakan keras dan percikan darah…
Sebelum dia sempat berbalik, ataupun pertahanan pasirnya sempat bereaksi, Gaara dihantam ke pohon dengan sebuah bola air raksasa,
Gaara melakukan beberapa set segel tangan, menyampingkan topeng ANBU-nya, hingga menampilkan sharingga dikedua matanya, dan berbisik "Leaf village secret thecnique: cursed spirit seal, realese!"
Sesuatu yang menyerupai kantung mata langsung muncul di kedua matanya, pertama-tama berwarna merah, lalu perlahan menyebar dan menghitam…
Jika diperhatikan dengan seksama, ternyata itu adalah sebuah segel yang sangat kompleks, segel yang biasanya muncul sebagai tanda seorang ninja manusia telah berikatan dengan Demon atau makhluk gaib, dan memiliki kekuatannya…
Gaara diselimuti dengan chakra dan aura warna biru muda dan putih, sharingan-nya bertransformasi menjadi warna biru-muda dan segel di matanya menjadi warna merah kembali, seperti terbakar dengan api dari tubuhnya, pasir disekitarnya juga terbakar, membentuk Kristal/kaca yang sangat tajam.
Bola air itu diubahnya menjadi KRISTAL ES hanya dengan gerakan tangan dan chakra-nya ditembakkan kembali ke Isaribi dan menembus jantungnya dan kemudian menyebar ke tubuhnya sampai organ dalamnya pun bisa kelihatan…
~TBC~
Ohayo, Konichiwa, Konbanwa, minna-san! ^_^
Yuuki n Aika are back!
chap ini sengaja diupdate krn yg kmaren terlalu pendek
Chapter kali ini sengaja dibiarkan menggantung, agar meningkatkan rasa penasaran aja sih, tapi cerita-nya sudah cukup panjang kan?
Semoga sudah dapat memenuhi permintaan para readers, terima kasih juga untuk kritik dan sarannya di chap sebelumnya.
Kami juga ingin meminta pendapat para readers dan authors/authoress, mengenai penggunaan bahasa inggris pada kosakata-nya Gaara di fic ini, karena seperti yang sudah kita singgung pada chapter sebelumnya dan juga di cerita, peran Gaara akan semakin besar, jadi apakah kalian lebih menyukai:
translate to indonesia mode on
"Sasuke, kau akan menyesal telah melakukan ini" kata Gaara.
Atau
"You're beatiful, Sakura (kamu cantik, Sakura)" kata Gaara pada Sakura.
Tolong diberitahu pendapatnya dan jangan lupa review yah
Review Aika bales chap depan ya?
Thx
~Yuuki Aika UcHiHa
