…Love at Palace…
.
.
.
Is it Possible?
Main Pairings:
SasuSaku, NaruShion, SaiIno, GaaHina, and NejiTen
.
Slight Pairings:
SasuShion, SasuKarin, really slight SasuHina & NaruSaku (You won't even realise it), NaruIno, GaaSaku, ShikaTema, and ItaYugao.
.
Genre: Friendship and Romance, plus a little Family.
.
Rating: Teens, because it is for Teens, maybe even something more than that.
Warning: Alternate Universe (too impossible to be AR), OOCness- especially Sasuke, GaJeness- especially in Romance.
Warning 2: This chapter contains 'Slight Action' and 'Limes'
Don't like don't read! :D
.
Summary:
Sakura Haruno sebelumnya hanyalah siswi SMA di Sunagakure, seperti para siswi SMA biasa ia sangat menikmati kehidupannya. Tapi sanggupkah Sakura menghadapi kenyataan bahwa pada usia yang sangat muda, kini ia adalah anggota keluarga kerajaan Negara Hi yang sudah ditunangkan dengan seorang pangeran. Pangeran Sasuke Uchiha dari Kerajaan Konoha yang menurutnya sangat menyebalkan.
.
Apakah cinta dapat tumbuh diantara dua anggota kerajaan dalam istana?
.
Just check it out here.
.
Yuuki Aika Uchiha
.
.
.
With Proudly
.
.
.
Present
.
.
.
Love At Palace
Chapter Seven:
Another Love at Palace
Bola air itu diubah oleh Gaara menjadi kristal es hanya dengan menggunakan gerakan tangan dan chakra-nya, yang kemudian ditembakkan kembali ke Isaribi dan menembus jantungnya, menyebar ke seluruh tubuhnya hingga organ bagian dalam tubuhnya pun terlihat…
Tanpa menyia0nyiakan waktu yang ada, Gaara mulai membuat beberapa segel ditangannya, lalu Kristal es berwarna biru muda menguar dari tubuhnya dan menyelimuti bagian belakang tubuh Gaara, membentuk dua buah sayap es dari cakra Kristal. Aura gelap di tempat itu terasa sangat menakutkan, hal itu membuat orang yang berada disekitar daerah itu memilih untuk mundur dan menjauh…
Pertarungan antara dua aura membunuh yang sangat itu terhenti sejenak saat mereka merasa cakra yang bukan berasal dari cakra milik mereka berdua, berada didekat mereka.
Tak lama, muncullah Riku yang berada diatas burung elang hasil summon-nya yang memiliki warna putih (Taka= elang; Shiiro= putih), rambut silver nya berterbangan akibat angin yang membelai wajahnya, kilatan cemas di mata biru miliknya itu tampak jelas walau coba disembunyikan dibalik topeng miliknya. Kakashi juga tampak ada disana, berdiri di salah satu batang pohon sambil menganalisa pertarungan yang sedang berlangsung dengan cermat.
Namun, berbeda dengan perlakuan rekan-rekannya yang sibuk memikirkan strategi untuk bertarung, tanpa berpikir panjang Sasuke langsung melakukan shunshin ke tengah-tengah lahan terbuka tempat sang Iblis Kirigakure sedang beradu pedang dengan Adiknya, Gaara.
Aura membunuh yang ada di tempat itu semakin tinggi. Sehingga dapat dirasakan oleh orang biasa, Sakura yang belum terbiasa dengan pertarungan seperti ini merasa sangat tersiksa. Sekujur tubuhnya bergetar tak karuan, ia sangat ketakutan sehingga tubuhnya tak dapat digerakkan. Tak lama setelah itu, pandangan Sakura memburam, ia tak dapat melihat dengan jelas, semua terasa berkunang-kunang, akhirnya kesadarannya pun berangsur angsur hilang.
Saat ini, Gaara sudah dikuasai sepenuhnya oleh keinginan membunuhnya, ia telah membulatkan tekadnya untuk membunuh Zabuza, ia menatap Zabuza dengan pandangan penuh kebencian. Ia tak akan pernah memaafkan Zabuza yang telah berusaha menculik Sakura, apalagi telah membuat dirinya terlihat seperti seorang monster di depan kakak ipar-nya sendiri. Itu sangat memalukan bagi Gaara.
Saat ini, Gaara akan melancarkan serangan lagi. Ia menarik keluar katana miliknya yang tadi ia simpan saat bertransformasi. Saat itu juga chakra angin dalam jumlah besar pun langsung mengalir deras dalam pedang yang ketajamannya tak usah diragukan lagi, pedang itu tampak siap menebas apapun yang ada didepannya tanpa ragu.
Tetapi sebelum Gaara menyerangnya, Sasuke mencegahnya dengan memberikan kode agar jangan menyerang sebelum dirinya, dengan kostum lengkap personil ANBU dan topeng elang berwarna orange-merahnya, Sasuke pun melemparkan sebuah bola api sebagai pengecoh, yang dengan mudah ditahan dengan bola air Zabuza. Saat Zabuza lengah, dia mendekat dan mengayunkan Ninjato miliknya yang telah dilapisi dengan Chidorii Nagashi yang berhasil menyayat lengan kiri atas milik Zabuza.
Tepat setelah Sasuke melancarkan serangan Chidorii Nagashi yang terlapisi dalam Ninjato-nya, Gaara pun melepaskan segel yang telah disusunnya sejak tadi, segel itu memunculkan sebuah jurus yang sangat mematikan. Kristal es yang tampak sangat tajam dalam jumlah yang besar ditembakkan kearah Zabuza dari segala arah, dari udara, dari tanah, bahkan dari sisa jurus air Zabuza sendiri. Beberapa kristal es berbentuk seperti stalagtite itu menahan kakinya di lantai dan menusuk beberapa bagian tubuh iblis dari Kirigakure tersebut.
Sasuke mendengus sambil mengerang penuh kemarahan, 'Kenapa Gaara tak langsung membunuhnya saja? Aku ingin bajingan ini menderita! Aku ingin dia mati!' batinnya kesal.
Akhirnya Sasuke memutuskan untuk melakukannya sendiri, ia pun ikut melakukan tranformasi, dengan memunculkan sepasang sayap api di punggungnya, tak ketinggalan sepasang sharingan merah menyala.
Saat Sasuke membuka mata dan menatap Zabuza, Sebuah anak panah dari pasir telah tertancap menembus dada sebelah kiri pria itu. Serangan tersebut tentunya disengaja, tidak ada Uchiha yang mau membebaskan seseorang yang menyakiti orang yang berharga untuk mereka tanpa siksaan berdarah sebelum dihadapkan kepada kematian.
Dari samping Sasuke terdengar suara Gaara yang menggelegar, "Suna Rasengan -Sand Chakra Spiral" jutsu yang berupa sebuah bola terbuat dari chakra dan pasir berputar dengan kencang dan mengoyak perut Zabuza, belum sempat para binatang hutan menenangkan diri dari suara teriakannya itu, Zabuza kembali bertariak kesakitan saat sebuah bisikan "Rasen KamiKaze – Mythical Wind Spiral" keluar dari bibir tipis milik Gaara.
Pasir yang berceceran ditanah pun tiba-tiba terbawa oleh angin bertiup kencang. Justu yang menyerupai badai pasir itu memerangkap tubuh Zabuza sehingga ia tidak dapat bergerak dan pasir itu meremukkan tulangnya, dan menyayat tubuhnya dengan angin yang berputar . Saat ini mungkin Zabuza sudah berada pada pertengahan jalan untuk menghadap Sang Khalik Langit dan Bumi. Karena setelah itu, Sasuke yang sekarang tengah berada diatas langit telah selesai membuat segel miliknya. Setelah segel itu dilepaskan, awan di langit yang tiba-tiba menggelap, terbelah menjadi dua, dan dari sana keluarlah petir yang disertai guntur menggelegar dalam bentuk seekor naga. Keringat pun mengalir dari pelipis Sasuke, keningnya berkerut menandakan ia sedang berkonsentrasi penuh dalam mengendalikan jurus 'Kirin' ciptaannya itu, yang kemudian dengan kuat menghantam tubuh Zabuza dan mengalir ke sekujur tubuhnya.
Karena sudah merasa puas melihat darah milik Zabuza, Gaara berniat menghentikan penderitaan sang 'Iblis dari Kirigakure- Demon of the Mist' yang sudah mulai tidak manusiawi itu. Pasir 'SabakuShoshou- Sand burial' pun kemudian menyelimuti badan Zabuza dan menghancurkan tubuhnya sampai tak tersisa dalam hitungan detik…
Hal itu mengakhiri siksaan Zabuza dari Authoress kejam ini…
Er, maksudnya dari Uchiha bersaudara.
"Ckck." Kata Sasuke sambil menyeringai tipis saat melihat tingkah Gaara, dan saat menyadari bahwa mereka, sepasang personil ANBU biasa, jika mengesampingkan fakta bahwa mereka berasal dari clan Uchiha, yg juga memiliki aliran darah half-demon, telah menghabisi salah satu ninja terkuat dalam sejarah hingga tak tersisa.
Tidak biasanya Gaara semarah itu, ia adalah personil ANBU berpengalaman yang bisa mengontrol diri untuk mengendalikan emosinya, apalagi dalam melawan shinobi se-level Zabuza.
Chakra Gaara menunjukkan emosinya yang tak terkontrol. Ia mengakui itu, walau tak memiliki alasan yang jelas.
Aneh, sebelum ini, ia sudah dapat mengendalikan emosinya dengan baik… Bahkan Itachi dan yang lainnya pernah memanggilnya 'IceQueen.' Sebuah nama panggilan memalukan yang tak akan pernah diakuinya pada siapapun..!
Back to the topic,
Sasuke marah? wajar kan? Sakura adalah tunangannya, meski belum lama. Walau Sasuke sulit menerima, bahwa saat ini ia ditunangkan oleh orang yang baru saja dikenalnya.
Selama tujuh belas tahun hidupnya, yang ia tahu merupakan tunangannya adalah Shion, namun semuanya berubah begitu cepat. Bukan tak mungkin dalam waktu yang singkat ini, ia mulai mencintai Sakura. Semua yang terjadi dari saat pertama ia melihatnya, saat mereka berjalan bersama di Garden,saat Sakura duduk disisinya saat makan malam, di mobil saat kesekolah, di kelas…
Ia baru menyadari, jika saat ini ia telah mencintai Sakura, hal ini terjadi jauh lebih cepat daripada saat ia belajar mencintai Shion.
Memang, diantara Sasuke dan Sakura sekarang masih terasa dipaksakan, tidak ada rasa atau hal-hal aneh saat bersamanya, tidak ada detak jantung yang tidak normal, tidak ada darah yang terasa tersirap sampai ke ubun-ubun…
Hingga sekarang, bagi Sasuke, Sakura bagaikan seorang teman wanita yang menemaninya selain Shion. Lebih tepatnya, Sasuke berusaha menggantikan posisi Shion di hatinya dengan Sakura, dan sampai saat ini ia merasa usahanya hampir berhasil…
Tapi Gaara? Sasuke tak yakin Gaara kenal Sakura sedekat itu, untuk memiliki alasan yang jelas melakukan semua ini… Sasuke bahkan tak tahu bahwa mereka pernah bertemu sebelumnya.
Tapi Sasuke memutuskan sekarang bukan waktu yang tepat untuk memikirkannya, dia merobek sehelai kain dari potongan tubuh Zabuza yang sudah tak jelas wujudnya itu, dan dengan pelan mengelap ninjato-nya yang sudah berlumuran darah.
~SasuSaku~
Beberapa meter dari tempat Sasuke berdiri, Gaara juga terdiam. Ia terduduk di bawah sebuah pohon sambil merenung…
Why am I acting like this? What did I saw in her till I'm this emotional? I almost went all out just to save her!
Damn it. My opponent is THE Momochi Zabuza, THE devil of Kirigakure!
If I got reckless, all of us will die!
I'm such a fool!
Kenapa aku bisa begini? Apa yang kulihat dalam Sakura sampai aku yang tak memiliki emosi ini bisa hampir 'mengeluarkan semuanya' untuk menolong Sakura?
Sial. Padahal lawanku SANG Iblis Kirigakure, SANG Momochi Zabuza! Lengah sedikit saja tadi, nyawaku, Sakura, Saske, serta senpai dan Riku akan melayang!
Betapa bodohnya aku! Bentak Gaara pada dirinya sendiri.
Dia melangkahkan kakinya ke Sakura yang bersandar di sebelahnya dan mengangkatnya Sakura ala bridal style ke nii-sannya, Sasuke, orang yang seharusnya lebih marah darinya akan masalah ini. Orang yang mencintai Sakura melebihi dirinya. Orang yang lebih pantas untuk membunuh Zabuza yang menyakiti Sakura.
"Nii…" panggilnya menepuk bahu Sasuke yang sedang membereskan mayat Haku dan Isaribi kedalam kantong plastik.
"S-sakura." gumam Sasuke pelan. Mata onyx nya menunjukkan sorot kecemasan.
"She fainted, nii. Couldn't stand the killing intent.
(Dia pingsan, nii. Dia tak tahan akan aura membunuh)."
"Oh…" gumam Sasuke pelan, dia 'mengambil alih' tubuh Sakura dari adiknya yang bertopeng Racoon itu sambil tersenyum tipis.
Sasuke, Riku, dan Gaara kemudian membaringkan Sakura di atas summon burung elang milik Riku, yang akan membawa mereka kembali ke tempat team Kakashi berkemah.
Sasuke membelai rambut Sakura yang berwarna soft pink dengan lembut, "It's all right, semuanya baik-baik saja sekarang, bahaya sudah tidak ada. Sadarlah…" bisiknya pelan dan kemudian pipi Sakura.
Mereka berempat pun terbang dalam kesunyian melintasi hutan dibawahnya, dengan Riku yang sesekali melirik ke arah dua Uchiha bersaudara itu. Pemuda yang berasal dari clan Hatake dan clan Namikaze itu sungguh khawatir, tak biasanya Sasuke dan Gaara hanya duduk bersila dan menjadi pendiam seperti itu. Sasuke dan Gaara yang lama akan mulai membahas tentang jurus, teknik, strategi dan berbagai hal lainnya yang terjadi dalam pertarungan tadi.
Itu pertarungan dengan seorang ninja kelas atas, tak seharusnya kah mereka mulai me-review ulang? Atau paling tidak saling mengejek seperti biasanya…
"Nii…" terdengar suara baritone Gaara memecah keheningan, "Sorry," bisiknya pelan.
"What for? (Untuk apa?)" tanya Sasuke keheranan.
"It's you who's supposed to kill that bastard, nii, not me. (Kamu lah yang seharusnya membunuh bajingan itu kak, bukan aku)." Jawabnya, kepalanya tertunduk dan kedua mata berwarna hijau muda nya hanya menatap lurus kebawah.
Sasuke menepuk pundak saudaranya pelan, "Don't think like that, Gaa. If it's not because of you then Sakura won't be alive right now. I owe you one. (Jangan berpikir seperti itu, Gaa. Kalau bukan karena kamu, Sakura takkan bisa tetap hidup seperti saat ini. Aku berhutang padamu.)" kata sang Uchiha berambut hitam sambil tersenyum, yang dibalas anggukan dan juga senyuman oleh saudaranya yang berambut merah maroon.
"Hm, you should have reduces that bastard to ashes with that bird jutsu of yours. (Hm, kau seharusnya menyetrum bajingan itu hingga gosong dengan jutsu burungmu.)"
"Hey, watch your mouth. Its Inu-sempai's Chidorii- Thousands chirping of bird- you're talking about. (Hey, jaga mulutmu. Kau tahu kan,Chidorii itu milik Inu-sempai, jangan bicara seenaknya.)" balas Sasuke.
"And it's supposed to burn him to crips. I first thought it's a really cool kick ass jutsu, but it even can't kill that loser. It's only flashy, nothing special. Unlike my Sabaku Shoshou- Sand Burial (Jurus itu seharusnya bisa menggosongkannya hingga tak bersisa. Awalnya kukira jutsu itu benar-benar keren, tapi bahkan Chidorii pun tak dapat membunuh pecundang itu. Ternyata itu hanya untuk efek saja, tak ada yang spesial. Tidak seperti Sabaku Shoshou milikku)" kata Gaara sambil memasang smirk trademark clan Uchiha-nya.
"K-kau—"belum sempat Sasuke menjawab, samar-samar terdengar sebuah suara yang lembut dari depan mereka.
"S-sa-sasuke-kun?" panggil Sakura yang baru saja sadar, dengan perlahan ia membuka kedua matanya, segera saja Sasuke membantunya untuk duduk.
"Tenanglah, Saku. Kau aman sekarang. Tak ada yang akan menyakitimu lagi. Bahaya sudah tak ada…" kata Sasuke, dia memeluk Sakura dan menidurkan kepala Sakura di dadanya yang bidang.
Gaara hanya tersenyum tipis, ia duduk di seberang mereka dan menatap keduanya dalam diam.
'Ugh, S-sakura, Aniki… What's wrong with me? Why am I feeling jealous?
Gaara! Control yourself! She's your in-law! Your own cousin!
(Ugh, Sakura, Aniki... Apa yang salah denganku? Kenapa aku merasa cemburu? Gaara! Kendalikan dirimu! Sakura adalah iparmu, sepupumu sendiri!)'
~Love~
"Dan mari kita sambut, duta Olahraga dan Kepemudaan kita, Your Highness Crown Prince Sasuke Uchiha, dan tunangannya, Her Highness Crown Princess Sakura Uchiha, serta Your Highness Prince Gaara Uchiha. Selamat datang ke Suna, ibukota Negara Kaze. Mari beri tepuk tangan yang meriah!" terdengar suara MC memenuhi Stadion Olahraga Akasuna, stadion olahraga terbesar di kota itu. Para penonton bertepuk tangan dengan hebohnya, bahkan ada sangat banyak gadis-gadis dan wanita muda yang memegang spanduk bertuliskan: WE LOVE THE SPORTS AND YOUTH AMBASSADOR, yang tentunya ditujukan untuk Sasuke, yang tidak menghiraukan mereka dan hanya melambai dan tersenyum pada para atlet dan pengemar olahraga.
Padahal tampaknya perempuan-perempuan yang merupakan fangirls Sasuke itu sama sekali tidak suka olahraga, pakaian mereka minim dan penuh keringat dibawah terik matahari. Postur tubuh mereka juga tidak cocok menjadi olahragawan ataupun atlit, berkisar antara terlalu besar dan terlalu kecil…
Sakura berdiri disamping Sasuke dan menggandeng tangannya, sambil memandang mereka dengan gusar. Namun Sakura tetap menampilkan senyum terbaiknya saat bertemu dengan Emperor Sunagakure dan anak perempuannya, Crown Princess Tayuya Sabaku, tampak cantik dengan kimono berwarna violet yang cocok dengan warna matanya, Princess Tayuya tersenyum manis dan menghampiri Sakura dan Sasuke, sambil menggandeng kekasih sekaligus tunangannya, Crown Prince Kimimaro Kaguya.
"Konichiwa, Prince Uchiha. Princess Haruno." Sapanya dengan ramah pada Sakura dan Sasuke. Diam-diam, Sakura merasa lega saat Tayuya memanggilnya dengan nama belakang ayahnya, bukan Uchiha. Sakura merasa belum siap menyandang nama yang disebut oleh MC tadi, Sakura belum siap, bahkan masih merasa tidak pantas untuk menyandang nama 'Her Highness Crown Princess Sakura Uchiha.'
"Konichiwa, Tay, Prince Kaguya. Tayuya, kau tak usah memanggilku seperti itu, semua orang tahu kau benci segala hal berbau formal. Just be yourself." Kata Sasuke sambil membalas senyuman sang princess berambut orange terang itu.
"Jangan kuat-kuat, ayam bodoh. Kimimaro-kun akan melaporkanku pada Tou-san kalau aku berbuat macam-macam." Bisiknya dengan wajah cemberut sambil melirik Prince Kimimaro yang masih memasang ekspresi stoic nya.
"Ayam Bodoh? Jaga mulutmu ya, jeruk busuk." Balas Sasuke sambil melipat tangannya didepan dada.
"Er, Sasuke-kun, kita ngomongnya didalam café saja yuk, disini panas, lagipula kamu dan Sakura pasti lelah setelah perjalanan jauh." Wajah jutek Tayuya tiba-tiba berubah 180° menjadi tersenyum dengan sangat manis, sepasang tangannya yang berkulit putih menarik Sakura dan Sasuke masuk ke salah satu café di stadion itu, sambil disusul oleh Kimimaru dan smirk yang terpampang dengan bangga di wajah pucatnya.
"Hah?" gumam Sakura dengan bingung saat mereka selesai duduk didalam café dan memesan minuman. Sedangkan Tayuya hanya tersipu malu, "Maaf soal yang tadi, Sakura-san, tapi tadi ada paparazi menyebalkan yang sedang ingin memotret kita, jadi aku kabur saja. Hhe…" jawabnya perlahan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hm… Kebiasaan lamamu belum hilang juga yah, selalu saja kabur saat ada paparazi dalam radius 10 meter. Ceritakan padaku, Tay, Apakah Kimimaro belum cukup kejam bagimu?" tanya Sasuke pelan sambil mengangkat sebelah alis matanya.
"Diam kau, ayam bodoh. Aku hanya tak suka dengan paparazzi, wartawan bisa memotret sesuka mereka dalam konferensi pers, dan jangan pernah harap aku akan memberi mereka exclusive." Dengus Tayuya dengan etika yang… sangat-ke-tidak-putri-an.
Pembicaraan antara Sasuke dan Tayuya pun berlanjut hingga hampir satu jam, dimana Sakura dan Kimimaru hanya mendengar dan sesekali menjawab atau menyuarakan pendapat.
~SimpleLove~
"Um, anyway, Sakura-chan, Aku suka warna rambutmu. Namamu Sakura untuk bunga Sakura kan? Cherry Blossom… Kebetulan, di halaman belakang café ini ada banyak pohon Sakura. Kamu mau kan temenin aku jalan-jalan? Aku capek melihat wajah ayam bodoh ini." Ajak Tayuya sembari menarik lengan Sakura menuju halaman belakang café itu.
.
.
'Jadi… Sudah berapa lama kau mengetahuinya?'
'Mengetahui apa?'
'Mengetahui tentang Siapa dirimu sebenarnya…'
'Baru semalam. Memangnya kenapa?'
'Bagaimana rasanya, hidup sebagai orang merdeka?'
'Orang merdeka?'
'Ya, bagaimana rasanya hidup bebas dan merdeka seperti rakyat biasa…'
'Lumayan, hidupku tidak semewah sekarang ini, tapi dulu aku cukup bahagia.'
'Sasuke dan yang lainnya memperlakukanmu dengan baik, kan?'
'Tayuya-san…'
'Hn?'
'Kenapa aku bisa begitu dekat dengan Sasuke-kun…?'
'Aku? Dekat? Dengan Ayam Bodoh itu?'
'Tayuya!'
'Ok, ok. Maaf soal nama itu, tapi… begini, 'Kedekatan' ini, bukan hanya antara Aku dan Uchiha. Kami semua, prince dan princess tumbuh besar bersama. Kami biasanya berkumpul bersama di sebuah pulau, pulau yang indah sekali… Di dekat Pasific Palace, istana milik Kerajaan Konoha didekat Negara Kiri. Aku, Kimimaro, Sasuke, Naruto, Gaara, Rukia, Tatsuki, juga Matsuri, Koyuki, Shion, Sara, dan banyak lagi…'
'Owh…'
'Dengar, Sakura. Aku hanya ingin kau tahu, kalau kami semua mendukungmu. Temui saja aku atau yang lainnya jika kau ada masalah, jangan pernah menanggung semuanya sendirian…'
'Thanks, Tay-chan. Kau benar, Aku memang sedang punya banyak masalah…'
.
'Ra-chan…'
.
'Sudahlah, Aku tak ingin membicarakannya. Aku permisi dulu…'
.
"Sakura…"
"Sakura…"
"Ra-chan…" terdengar suara baritone Sasuke Uchiha membangunkan Sakura dari tidurnya yang lelap.
"Bangun, Ra. Sudah Sore, nanti malam kamu gak bisa tidur…" lanjut Sasuke sambil menyingkap bedcover warna lavender milik Sakura.
"Ayo Putri Tidur, saatnya bangun…" kata Sasuke yang kemudian mengangkat tubuh Sakura yang mungil dan mendudukannya di atas tempat tidur mereka yang berukuran King Size.
"Hoammm, SasuCakes… Aku maciih ngantukk…!" gumam Sakura sambil kembali menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur dan menarik bedcovernya hingga menutupi seluruh tubuhnya.
"Dasar wanita…!" bisik Sasuke perlahan, sambil menggumam "merepotkan," dengan ekspresi yang bak pinang dibelah dua dengan seorang Shikamaru Nara.
Sasuke kemudian mengangkat Sakura dan menggendongnya bridal style ke kamar mandi mereka, yang tentunya en suite, Whirlpool Jacuzzi bathtub, layanan Hotel yang khusus untuk tamu kerajaan.
Sasuke membaringkan Sakura didalam bathtub Jacuzzi dan tersenyum pada dirinya sendiri. Tak pernah sekalipun dalam hidupnya di dunia ini dia membayangkan melakukan ini. Dan tiga hari yang lalu gadis cantik ini muncul didalam hidupnya…
Muncul dan langsung menyandang status Crown Princess Konoha, dan Sasuke Uchiha's fiancé!
Dirinya tak habis pikir, cepat sekali dunianya berubah…
Sasuke Uchiha adalah seorang lelaki, seorang lelaki yang benci komitmen.
Memang, dulu dia mengencani Shion, dan pernah sesekali meladeni Karin, tapi bukan hanya untuk kesenangan pribadinya. Demi nama baik Kerajaan, Sasuke sesekali harus mengajak seorang gadis ke beberapa pertemuan yang diwajibkan Otou-sama nya, untuk bersosialisasi, katanya.
Lagipula, kedua gadis itu tidak jelek, dan tidak memalukan untuk diajak jalan. Seorang adalah Princess Konoha, dan seorang lagi adalah putri satu-satunya Ketua Dewan Konoha.
Namun Sasuke memperkenalkan Shion dan Karin sebagai sepupunya dan juga teman sekolahnya. Sasuke senang melihat ekspresi pers saat mencoba menerka hubungannya dengan kedua gadis Primadona Konoha Royal Academy. Pers sangat dibuat bingung oleh Sasuke yang seringkali bermesraan dengan mereka berdua, terutama Shion, mantan kekasih Sasuke, dan juga perempuan yang sebelumnya bertunangan dengan Sasuke, karena pihak kerajaan masih belum bisa melacak Sakura.
Tapi apa yang akan dilakukannya sekarang?
Faktanya adalah bahwa Sakura adalah tunangannya…
Dan dia yakin dalam paling sedikit satu minggu, wajahnya sedang bermesraan dengan Sakura pasti akan ditemukan di seluruh majalah gossip dan majalah wanita di Negara Hi.
Sasuke Uchiha akan benar-benar membuat seisi pers di Konoha pusing tujuh keliling!
Sekarang tinggal memikirkan kapan dan dimana aku harus membiarkan para paparazzi dengan tidak sengaja memotretnya dan Sakura… pikirnya dalam hati sambil tersenyum kecil.
'Serahkan saja pada Crown Prince Sasuke Uchiha untuk meluluhkan hati setiap gadis.' Batinnya.
Sasuke dengan cekatan melepas semua pakaian di tubuh Sakura, minus celana dalamnya. Dan kemudian menutup tubuh gadis yang masih tertidur pulas itu dengan sebuah gaun mandi berwarna putih.
Sasuke menyalakan air hangat perlahan-lahan hingga menutupi sebagian besar tubuh mungil Sakura. Sasuke memasukan berbagai jenis sabun, dan Whirlpool Jacuzzi bathtub berbentuk persegi panjang berukuran 2x3 meter itu pun dipenuhi dengan gelembung sabun.
Sasuke kemudian membuka jubah mandi Sakura, menampakkan tubuh mungilnya yang ternyata berparas elok.
Sasuke cepat-cepat menyandarkan Sakura pada sisi bathtub tersebut dan dengan cekatan memasukan kedua lengan kekarnya kedalam bathtub.
Tangan Sasuke dengan cepat menemukan pinggang Sakura, dan menarik celana dalamnya keluar. Sasuke pun meletakan celana dalam putih dan jubah mandi yang juga berwarna putih itu diatas dudukan toilet.
Sasuke menggeleng-gelengkan kepalanya dengan ekspresi bingung bercampur senang. Dia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya.
'Tenanglah Sasuke… Jangan berpikiran macam-macam. Wanita tidak suka diperlakukan dengan murahan sesuka hatimu. Kau harus bisa meyakinkan Haruno bahwa kau tidak melihat tubuhnya seinci pun. Tubuhnya ditutupi gelembung sabun.' Batinnya pelan…
Sasuke pun mematikan lampu didalam kamar mandi berukuran raksasa itu, menyalakan sebuah lampu bersinar remang-remang, dan berbagai jenis lilin aromaterapi yang terlatak di sisi-sisi dinding.
Sasuke pun kemudian menyalakan air mancur kecil di samping bathtub itu, berbentuk seekor putri duyung diatas seekor lumba-lumba yang menyemburkan air dari mulutnya, lengkap dengan lampu berwarna-warni pink, ungu, merah, dan putih. Sasuke juga menyalakan water jets massage untuk memijat tubuh mereka.
Sasuke tersenyum simpul, rencananya pasti berhasil, pikirnya dengan bangga sambil melihat ke sekeliling ruangan yang sudah 'disulap' nya menjadi bernuansa sangat romantis.
Merasa agak belum puas dengan hasil kerjanya, Sasuke mengambil berbagai jenis oil untuk aromaterapi dari rak dan menuangkannya kedalam air. Sehingga aroma air tersebut menjadi lebih wangi.
Sasuke mengerang pelan, dan kemudian menghela nafas lega. Dia pun melepas pakaiannya, mulai dari rompi berwarna biru tua dan kemeja berlengan pendek putihnya, hingga menampakkan lengannya yang cukup berotot dan dadanya yang bidang.
Sasuke kemudian melepaskan tali pinggang dan celana jeans nya. Kemudian sepatu serta kaus kaki. Saat dia sudah topless dan hanya mengenakan pakaian dalamnya, Sasuke meraih jubah mandi dan menggunakannya untuk menutup tubuhnya, walaupun sebenarnya didalam ruangan itu tidak ada siapa-siapa selain dirinya dan Sakura yang tertidur pulas.
Sasuke melangkah masuk kedalam bathtub dan berdiri didalamnya. Dia menutup bagian bawah tubuhnya dengan jubah mandi dan melepas celana dalamnya, kemudian melepas jubah mandi dan masuk kedalam bathtub itu secepat kilat.
Sasuke menyandarkan tubuhnya ke keramik bathtub yang dingin dan menyilangkan kedua tangannya di belakang kepala, bersandar pada dinding yang berbatasan dengan bathtub, yang juga terbuat dari keramik.
Tangan kanannya kemudian meraih remote control dan menyalakan sebuah DVD Player dan LCD TV di sudut ruangan, yang memainkan musik piano klasik yang mengalun lembut.
Sasuke kemudian tersenyum menyeringai, dia bergerak kearah Sakura, dan mengecup pipinya lembut.
Sakura tiba-tiba terbangun dengan kaget, dan saat dia membuka mata, dia dihadapkan dengan air dari shower yang langsung menyembur ke wajahnya.
"Akh!" teriaknya sambil menghindari semburan air itu, hingga dia terjatuh dan mendarat dengan wajah menghadap ke dasar bathtub.
Splash!
Sakura mengibaskan air dari wajahnya dan men-deathglare Sasuke, manusia berambut pantat ayam menyebalkan yang membuatnya basah kuyup seperti ini.
"K-kau!" bentak Sakura.
TBC
Youuwww... Yuuki Aika Uchiha balik lagi detelah lama hiatus dengan melanjutkan fic Love At palace ini, maaf lama mengupdate
Kami buntu ide dan juga ujian kemarin menghabiskan waktu dan tenaga kami...
Sebelumnya makasii buat yang udah review dan fave
Chap 8 bakalan update cepat, paling lama akhir bulan Mei ini
Ummm...
Sekali lagi Aika minta maaf gabisa bales review dulu, krn waktunya mepet banget...
Last word,
Mind to Review?
