"RUKIA !" teriak Toshiro yang ngeliat Rukia dari jauh.
"Ah ! To…. Mpppfffhhh" Rukia dibekap dari belakang!
"RUKIA !" Toshiro mencoba berlari ke arah Rukia. Toshiro berhasil menuju pintu mobil, di mana Rukia dibekap.
DUAAKK ! DUAK !
Toshiro memukul pintu mobil dan mencoba membuak pintunya, tapi tentu saja tidak bisa, karena pintu mobil dikunci dari dalam.
"BUKA PINTUNYA, BRENGSEK !" Teriak Toshiro dari luar. Tidak ada yang melihat, karena lokasi kejadian lumayan jauh dari Sekolah, dan berada di jalan yang sepi.
BRUMMM !
Mobil melaju pergi, Toshiro pun langsung kembali ke Parkiran dan mengambil motornya. Toshiro pun langsung Tancap Gas mengejar orang-aneh-berpakaian-serba-hitam-yang-membawa-Rukia.
.
~0OooooO0~
.
.
.
DISCLAIMER : TITE KUBO, tapi cerita tetap punya He-Chan
PAIRING: HITSURUKI
WARNING:OOC (selalu), GAJE, ABAL, TYPO(S), AU, ect
GENRE : HUMOR, ROMANCE, DLL.
DON'T LIKE DON'T READ
.
.
"MY LOVELY BODYGUARD"
.
.
.
~0OooooO0~
.
Toshiro yang tertinggal cukup jauh di belakang, melihat orang yang menculik Rukia membawa Rukia ke gang yang sempit. Toshiro mempercepat motornya dan langsung turun dari motor ketika sampai di gang itu.
Tohiro masuk ke dalam gang itu, tapi tidak ada siapa-siapa. "Sial!" Umpat Toshiro. 'Kemana mereka pergi? Tidak ada pintu. Dan di ujung sana jalan buntu!'
"Eh...?"
Di Suatu Ruangan~
"Lepaskan aku, Brengsek!" Teriak Rukia.
"Kenapa kami harus melepaskanmu? Kami juga punya misi bocah." Kata seseorang yang bernama Nnoitra. "Membunuhmu, dan kedua kakakmu." Bisiknya lirih di telinga Rukia.
"AP..." Belum sempat Rukia menelesaikan perkataannya.
DOR!
"AKH !" Rintih Rukia, saat peluru panas menyerempet kakinya.
"Kau mau dengan cara apa? Langsung mati? Perlahan-lahan? Dikuliti? Ditembak tepat di kepala? Atau Kepalamu ditebas?" Tanya yang satu lagi yang bernama Szayel.
"Ayo teriak! Biar suaramu habis! Aku suka sekali dengan suara rintihan. Kukukuku..." kata Nnoitra.
DOR!
"AAAA !" Teriak Rukia. Sekarang kakinya yang satunya yang terkena peluru.
"BUAHHAHAHAHA! AYO! LEBIH KERAS!" Tawa Nnoitra.
JLEB! Sebuah pisau menghunus tepat di luka Rukia.
"AKH! HENTIKANN!" Pinta Rukia sambil menahan air mata.
"Sudahlah Nnoitra, kita akhiri saja." Kata Szayel.
"Tapi ini menyenangkan Szayel." Kata Nnoitra.
BRAAKKK ! Pintu didobrak.
"Cih!" Kata Nnoitra
"Jangan bergerak! Atau gadis ini akan mati." Kata Szayel yang ada di belakang Rukia sambil menempelkan mulut pistol di pelipis kanan Rukia.
"Coba saja." Kata Toshiro, yang tiba-tiba ada di belakang Szayel.
DUAK! Toshiro memukul kepala bagian kiri Szayel, sehingga Szayel terpental dan menubruk tembok. Szayel merangkak ingin mengambil pistolnya tapi dihentikan oleh Toshiro yang menendang tubuh Szayel.
"TEMBAK NNOITRA!" Perintah Szayel.
DOR! DOR!
Peluru pistol Nnoitra menancap di bahu dan lengan kiri Toshiro. Toshiro tidak bergeming.
"K..kenapa? Kau... bukan manusia!" Teriak Nnoitra bergetar.
"Aku manusia kok." Jawab Toshiro dengan seringai licik. 'Yang sudah mati.' Batinnya. "Tapi tembakanmu lumayan juga. Ini sakit lho."
Rukia tak bisa berkata apapun, lidahnya kelu. Dia ingin berteriak tapi tak bisa.
Toshiro berjalan ke arah Nnoitra.
BUAK! Toshiro menonjok perut Nnoitra.
"Akh..." Pekik Nnoitra. Toshiro mencengkram kerah baju Nnoitra.
"Siapa yang menyuruhmu?" Tanya Toshiro dengan mata yang mulai menggelap.
"Heh! Sampai mati pun aku tak akan pernah mau menjawab pertanyaanmu." Kata Nnoitra sombong.
"Kau yang memintaku." Toshiro mengambil pistol yang ada di tangan Nnoitra dan mengarahkannya ke pelipis Nnoitra. "Sayonara."
DOR!
"Kau beruntung." Kata Toshiro yang melihat Nnoitra jatuh lemas ke lantai. "Pelurunya habis."
"Hah... hah..." Nnoitra berkeringat dingin.
Sedangkan Szayel bergetar hebat. Dia ketakutan begitu pula dengan Nnoitra dan Rukia.
Toshiro menelepon polisi. "Polisi sebentar lagi datang. Tapi pertanyaannya gimana caranya mereka tau tempat ini ya?" Tanya Toshiro pada dirinya sendiri. "Ah!"
Toshiro mengambil pistol milik Szayel yang tergeletak tak berdaya, beruntung masih ada pelurunya. Toshiro mengarahkan pistol Szayel ke arah Szayel. "Berdiri!"
Szayel berdiri patuh.
"Kau juga!" Perintah Toshiro pada Nnoitra, Nnoitra hanya mematuhi. "Jangan coba-coba kabur."
Toshiro melepasan ikatan Rukia. "Elo ga pa pa kan?"
"Ga pa pa gimana! Lo telat bego!" Kata Rukia ngambek.
"Hhhh..." Toshiro menghela napas jengkel. "Rukia pegang ini." Toshiro menyerahkan pistol ke Rukia.
Rukia menerimanya, tiba-tiba, "Hyaaaa! Apa yang elo lakuin bego!" Teriak Rukia.
"Elo mau jalan dengan kaki yang udah ga mbentuk gitu?" Tanya Toshiro yang menggendong Rukia ala bridal style.
"Demo..."
"Nanti kalo 2 orang di depan kabur, langsung tembak aja! Jangan sampai meleset, musti nancep!" Potong Toshiro. "Jalan!"
Szayel dan Nnoitra berjalan ke luar, dan mereka tentunya ga macem-macem.
SREEKK!
Tembok bergeser dan muncullah 4 orang dari balik tembok itu.
"Kau penculiknya ya!" Pekik seorang polisi menunjuk ke Rukia.
"Gue korbannya!" Bentak Rukia.
Setelah terjadi ajang debat beberapa saat, akhirnya Nnoitra dan Szayel ditangkap, terus Toshiro sama Rukia di bawa ke Rumah Sakit.
.
Di RS~
"Lama banget sihh!" Bentak Rukia
"Lo ga liat tadi di tangan gue ada 2 peluru nancep!" Toshiro ngebentak balik. Yang disekitarnya Cuma cengo sambil ngasih pandangan, 2-peluru-nancep-ekspresinya-kok-kayaknya-biasa-aja.
"Nggak sakit ya?" Tanya Rukia.
"Udah biasa." Jawab Toshiro enteng. Yang lain malah tambah cengo. "Pulang yuk."
"Ke apartemen?
"Ya iyalah, kemana lagi?"
"Terus, lo tau tempatnya?"
"Di peta, di tas gue."
"La, tas elo dimana?" Tanya Rukia.
"Mampus! Gue tinggal di Sekolah! Tas lo sendiri di mana?"
"Tas gue di motor. Ayo cepetan ke Sekolah!" Kata Rukia sambil narik lengan kiri Toshiro dengan tangan kanannya, sedang tangan kirinya ngebawa tongkat buat ngebantu dia jalan.
"AKH!" Pekik Toshiro. "Bego! Tangan gue!"
"Sorry, agak sengaja!"
.
Di Sekolah~
"Hueee ! Kalian kenapa kok darah semua!" Pekik salah seorang satpam.
"Ceritanya panjang pak!" Kata Rukia sambil ngikutin Toshiro dari belakang. "Tungguin gue cebol!"
"Dasar Kurcaci Lemot!"
"Kaki gue kan sakit! Bego!"
"Mau gue gendong lagi?" Tanya Toshiro sambil menyeringai jail.
"Ga makasih." Kata Rukia sambil ngebuang muka, dijamin kalo mati jadi hantu muka rata. "Tapi serem juga ya, udah ga ada orang, gelap lagi."
"Ya kayak mansion elo, sepi." Kata Toshiro sambil nunggu Rukia yang berjalan pelan-pelan.
"Elo tadi kok bisa tau ruangan gue diculik dari mana? Kan tadi tembok semua."
"Itu mah gampang, sebenernya gue curiga ama pot tanaman di pojok jalan buntu tadi."
"Terus?"
"Kan ga mungkin, ada orang yang naruh pot kembang di sana, ya gue geser." Terang Toshiro.
"Kan ga ada apa-apanya di bawah pot tadi."
"Emang, tapi ada yang aneh di tanahnya, agak retak. Pas gue injek, temboknya geser. Ya gue masuk."
"Kok tau ruangannya, kan tempat itu kayak labirin?"
"Itulah kehebatan Bodyguard macam gue." Kata Toshiro sambil masang pose narsis.
"Narsis! Eh udah sampe nih! Buruan masuk gih." Perintah Rukia.
"Ha'i." Kata Toshiro malas, dia masuk dan langsung ngambil tas-nya. "Yuk balik, jalannya yang cepet ya!" sambil jalan cepat.
"Lo ngehina gue ya! Tungguin Oi!" Teriak Rukia yang jauh ketinggalan di belakang.
"Makanya jalan yang cepet." Ejek Toshiro sambil melet.
.
Akhirnya Rukia sama Toshiro sampe di Parkiran Sekolah, dan akhirnya mereka berdua melesat pergi, dengan kecepatan yang sama kayak tadi pagi.
"Lo bisa pelanan dikit ga sih?" Tanya Rukia sambil nyubit pinngang Toshiro.
"Aduh! Sialan lo! Ambil petanya di tas gue." Perintah Toshiro dan Rukia hanya menurut.
"Anjrit! Ini peta ato gambarannya semut yang ga punya tangan!" pekik Rukia.
"Yang buat kan kakak lo sendiri!"
"Nii-sama emang kalo gambar itu berseni. Saking berseni-nya sampe kayak gini."
"Yah, setuju tuh."
"Nii-sama buat peta pelit banget sih, nama jalannya ga keliatan!" Kata Rukia sambil ngeliat kertas peta dengan jarak 0,1 mm. "Kanan!"
CKITTT!
"Woi! Ati-ati dong." Teriak Rukia yang hampir jatuh.
"Itu kan salah lo ngomongnya ndadak!" Balas Toshiro.
"Makanya pelan-pelan dong!" Bentak Rukia. Pertengkaran berenti, dan hening dalam waktu yang super lama. Kecuali suara Rukia yang ngedumel kanan sama kiri.
Sebelum sempat nemuin apartemennya, Toshiro ma Rukia, malah sempet pake acara nyasar. Tanya orang, Tanya Setan, sampe Tanya sama rumpat yang bergoyang. Dan saking stress-nya Rukia sampe nanya jalan ke Toshiro, terus Toshiro malah balik nanya.
"Shiro!" Kata Rukia.
"Jangan panggil Shiro." Kata Toshiro yang tumben anteng.
"Shiro-chan!" Panggil Rukia lagi.
"WOI! Shiro aja ga boleh apalagi Shiro-chan!" Protes Toshiro.
"Iya deh, Tou-chan!"
"Lo kira gue bapak lo!"
"HAAHHH! Tou-kun, Tou-san, Tou-sama, Tou-danna, Tou-pyon, Tou-rin, Tou-lol, Tou-kek, Tou-mpel, Tou-mcat!" Semua panggilan disebutin ke Toshiro.
"Ada apa, Ru-chan, Ru-san, Ru-sama, Ru-danna, Ru-pyon, Ru-rin, Ru-sak, Ru-mpik, Ru-jak, Ru-suh!" Jawab Toshiro kesel.
"Tau Jalan Kartini No.4 enggak?" Tanya Rukia akhirnya. La itu Sekolahnya author.
"Enggak. La situ tau Jalan Kartini No.4 apa enggak?" Tanya Toshiro PD-nya malah balik Tanya.
"Enggak juga." Dan Rukia dengan PD-nya ngejawab pertanyaan ga mutu itu! "Tanya Sapi yang bergoyang yuk!"
"Yuk!" Akhirnya mereka berdua nanya pada Sapi yang bergoyang. Yang punya sapi pun cengo, 'cakep-cakep kok mantan pasien RSJ Solo.' Bukan mantan lagi Pak! Tapi Calon!
Akhirnya setelah bertanya pada semua makhluk yang bergoyang, termasuk Trio Macan yang lagi ber-iwak peyek-ria juga ditanya. Mereka sampai di Apartemen.
Ada 2 apartemen yang bersebelahan, dan yang pasti 1 1 dong, bukan sebelas tapi satu satu!
'Untung apartemennya ga macem-macem.' Batin Toshiro girang. Akhirnya Toshiro milih Toshiro Apartemen sebelah kiri dan Rukia yang kanan.
Mereka berdua masuk Apartemen masing-masing. "ANJRITTTTT!" Teriak mereka berdua bareng dalam rumah, karena kelamaan kalo Apartemen, -nya masing-masing.
.
"Sejak Kapan gue suka ama Kelinci ! Apaan nih juga! Cat-nya njijikin! Violet! Ga banget boo~ !" Kata Toshiro teriak histeris. "Jangan-jangan!" Toshiro langsung ngebuka lemari pakaian.
"HWAAAAAAA~"
.
"Di mana Chappy gue! Dan sejak Kapan gue punya weker yang ada naganya! Terus juga, kenapa Cat-nya warna Biru !" Kata Rukia ikut-ikuta histeris di rumahnya sendiri, "Tunggu!" Rukia juga ngebuka lemari pakaiannya.
"WOTDEPAAAAKKK~"
.
Rukia sama Toshiro langsung bubar ke luar Rumah dan mereka bilang satu kata secara bareng. "KETUKER!"
Dan akhirnya mereka berdua tuker-tukeran kamar, dan langsung tidur di kamar masing-masing
.
TBC~
Haha… Pendek banget~
Misteri dari Byakuya masih belum terungkap. Tunggu di Chap lain ya~
Dan di Chap selanjutnya, adalah acara makan-makan di rumah Orihime. Siap-siap bawa ember!
Sampai jumpa~
Wajib RnR !
