Hohoho~ Akhirnya cahter 3 muncul juga XD Arigatou yang masih terus membaca ficku sampai disini. Makasih juga yang sudah meriview sebelumnya. Yap! Daripada berlama-lama mendingan langsung baca saja ya ^^
Fairy Tail milik Mashima Hiro-sensei tentunya XD
~Happy Reading~
-Cerita Sebelumnya-
Shinji: "Aku muncul!" #bangga
Gajeel: "Bangga? Cuma kasih alat pendengaran supaya aku bisa mendengar lebih jelas?"
Shinji: "Bangga dong"
Levy: "Kami ketemu Lily"
Lily: "Benar, dan aku heran mendengar Gajeel bicara hal yang belum pernah kudengar sebelumnya"
Shinji: "Mungkin Gajeel suka sama Levy XD"
Gajeel: "Haa?"
Levy: "Apa!"
Lily: "Sudah langsung baca saja deh"
Jiwaku ada Padamu, Gajeel
Chap. 3
Mereka sekarang sedang menyebrangi laut tersebut dengan bantuan Lily tentunya. Terbang~ Ya, terbang melewati laut untuk sampai menuju tempat tujuan. Beberapa meter lagi mereka akan sampai di Gunung Fuji , yap! Mereka telah sampai. Waktunya Lily kembali ke bentuk asalnya, tanpa sayap.
"Yap! Kita sudah sampai di Gunung yang kalian tuju. Sekarang, kita harus mencari kemana untuk menemukan bunga edelweis itu?" Tanya Lily yang belum tau dimana letak bunga edelweis tersebut.
"Di puncak" jawab Gajeel.
"Nona Levy" panggil Lily.
'Ya?'
"Ya? Katanya seperti itu" Gajeel mengatakan apa yang dikatakan Levy. Karena hanya Gajeel saja yang bisa mendengar Levy. Dan Lily tak bisa mendengar Levy, jadi harus Gajeel yang mengatakan apa yang dikatakan Levy kalau ada yang mau berbicara dengan Levy,
"Berapa batas waktu supaya kau bisa tetap hidup?" Tanya Lily.
'Tunggu, Gajeel meminum ramuan buatanku tujuh hari yang lalu. Berarti sisa waktunya tiga minggu lagi' jawab Levy.
"Katanya tiga minggu lagi" kata Gajeel memberitahukan apa yang diucapan Levy.
"Oh, kalau gitu kita masih punya waktu yang lama untuk mencari bahan-bahan tersebut. Karena aku merasakan akan ada firasat yang buruk yang akan terjadi" ucap Lily.
"Yah! Daripada berlama-lama, mendingan kita melanjutkan perjalana kita. Kalau tentang masalah yang akan terjadi, kita hadipi saja"
Langsung mereka menuju ke puncak gunung tersebut. Sampai di puncak, mereka mencari bunga yang mereka cari. Ketemu? Ketemu! Mereka mengambil bunga tersebut dan mau beranjak pergi. Dengan semudah itu? Tidak!
"Berani sekali kalian mengambil bunga tersayangku itu" kita sebut saja dia Mr. F
"Siapa itu?"
"Kalau kalian bertanya siapa itu, saya akan menjawabnya dengan tegas. Saya adalah Mr. F! F tersebut berasal dari Flower. Apa yang kau lakukan pada bungaku itu?" Mr. F mengambil bunganya dari genggaman Gajeel.
"Tentu saja mengambilnya!" jawab Gajeel mengambil bunga itu kembali.
"Tidak bisa! Kalau kau mau mengambilnya, kau harus meminta izin dulu ke pemiliknya!" tegas Mr. F mengambil kembali dengan paksa.
"Emangnya siapa pemiliknya? Hah?" teriak Gajeel mengambil paksa lagi.
"Bolak-balik aja terus" celetus Lily tiba-tiba. Lily tidak tinggal diam, dia mengambil bunga tersebut dari tangan mereka berdua.
"Aku yang mendapatkannya!" kata Lily dengan bangga.
"Hei! Kembalikan!" teriak Mr. F menyuruh akar-akar melilit pada tubuh Lily. Akar-akar tersebut berhasil melilitkan dirinya pada tubuh Lily. Bunga tersebut terlepas dari genggaman Lily karena akar tersebut telah melilit tubuhnya dengan kuat.
'Lily!'
"Kucing! Kau tidak apa-apa?" Tanya Gajeel.
"Yah!" ucap Lily dengan bangganya dan merubah dirinya menjadi Phanter Lily.
"Berubah!" teriak Mr. F Histeris.
Dengan tenaganya, Lily menghancurkan akar tersebut. Akar itu akhirnya terlepas dari tubuh Lily dengan mudahnya. Langsung saja Lily mengambil bunga Edelweis tersebut dari tangan Mr. F.
"Hei kucing si*l*n! berani sekali kau merebut bungaku! Kau akan merasakan akibatnya!" teriak Mr. F mengulurkan akar berduri sekarang. Akar duri tersebut mengenai Gajeel yang seang duduk dengan tenangnya.
'Aw!' teriak Levy kesakitan.
"Gawat! Kenapa aku bisa lupa kalau aku yang kena kau yang sakit. Gawat! Aku harus bersembunyi untuk sementara ini. Lily! Semuanya kuserahkan padamu!" ucap Gajeel meninggalkan Lily.
"Siap!" dengan sigap, Lily menonjok Mr. F dengan kuatnya. Mr, F terpental begitu jauh dari tempat ia berasal.
"Huu~ selesai juga" kata Lily mengelap keringat.
"Tidak semudah itu!" Mr. F kembali ke tempat keberadaan Lily dengan akar-akarnya itu.
"Jadi kau belum kalah? Baiklah!" Kali ini Lily menggunakan pedangnya untuk mengalahkan Mr. F.
"Tiak semudah itu kau bisa mengalahkanku. Aku itu kuat! Sangat kuat! Siapapun yang berani melawanku akan habis ditanganku!" kata Mr. F dengan suara yang diperkeras.
"Jangan bisanya bicara doing! Lalu, liat dong sekitarmu" Kata Lily menebas kepala Mr. F dengan pedangnya.
Kepal tersebut copot dari tubuhnya, tpi masih saja tetap bisa bergerak. Walaupun tidak bisa menyatu lagi, tapi dia masih kuat. Dengan kepala dan tubuhnya yang terpisah itu, Mr. F akan lebih mudah melawan Lily.
Yah~ karena ini lebih memusatkan pada Genre Friendship dan Romance, kita ke tempat Gajeel dan Levy saja. Urusan yang bertarung, tidak usah kita pedulikan! Kita tunggu saja nasibnya!# Plaak!
Tempat Gajeel berada sekarang ada di sebuah puncak yang terdapat sungainya.
"Apa kau tak apa?" Tanya Gajeel menanyakan keadaan Levy.
'Tak apa, Cuma kegores duri ini. Sakitnya pun tak terlalu sakit. Palingan sebentar lagi rasa sakitnya hilang' kata Levy menjawab pertanyaan Gajeel.
"Oh, bagus deh kalau gitu. Jadi aku tak usah mengkhawatirkanmu terlalu berlebihan"
'Ngomong-ngomong, kenapa kau meninggalkan Lily sendirian?'
"Ya, aku percaya dia bisa melawan orang aneh itu sendirian" ucap Gajeel mengambil sapu tangan yang sudah ia basahkan di sungai tersebut.
"Lagian, tidak mungkin kan aku bertarung dengannya. Aku sudah pernah bilang, aku tidak mau kau merasakan sakit yang seharusnya aku rasakan" lanjut Gajeel mengelap sedikit darah dari tempat terkena duri tersebut.
'Aku suka dengan kata-katamu yang mau melindungiku. Tapi, kalau kau seperti ini terus, tidak mungkin kita bisa melanjutkan perjalanan kita. Karena pasti masih banyak musuh di depan kita. Lagian, tidak mungkin kita terus-terusan berpangku tangan pada Lily. Lily juga perlu istirahat, Gajeel' kata Levy panjang lebar.
"Aku tau, tapi, kalau kita masih punya sesuatu yang bisa kita andalkan, kenapa kita tidak mempercayainya? Aku sudah mempercayainya, jadi aku tidak boleh menghilangkan rasa kepercayaanku kepadanya" kata Gajeel yang sebenarnya.
'Ya, aku tau. Tapi, kenapa aku jadi merasa ngantuk ya?' Tanya Levy.
"Aku juga ngantuk, apa mungkin?"
"Patner!" Lily berteriak memangil patnernya, Gajeel. Lily menghampiri mereka dengan wujud menjadi kucing lagi.
"Apa kalian baik-baik saja?" Tanya Lily memastikan. 'Ya' jawab Levy.
"Ya, apa kau berhasil mengalahkan orang aneh itu?" Tanya Gajeel pada Lily yang sudah mulai pingsan.
"Kita akan tertidur selama dua minggu" kata Lily tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri. Tapi sebenarnya itu adalah tidur.
"Hei!" teriak Gajeel yang juga ikut menyusul Lily. Levy yang di dalam tubuh Gajeel pun ikut tertidur.
Ya, Mereka akan tertidur selama dua minggu. Kalau mereka tertidur selama dua minggu, nanti waktu yang tersisa adalah satu minggu 2 hari lagi. Akankah cukup untuk mengambil batu kristal tersebut? Yah~ kita lihat saja nanti…
Dua minggu telah berlalu~
"Hoam~ nyenyak sekali aku tidur" ucap Gajeel yang baru terbangun dari tidur panjangnya.
'Kau sudah bangun Gajeel?' Tanya Levy yang ternyata dari tadi sudah terbangun.
"Ya, lalu, kenapa kita bisa tidur panjang seperti ini?" Tanya Gajeel pada Lily.
"Jadi katanya seperti ini,
'Hahahaha! Walaupun kau sudah berhasil mengalahkanku, Tapi kau tidak akan bisa pergi tempat ini dengan mudahnya… Karena kau dan temanmu itu akan tertidur selama dua minggu' Begitu, jadi, sekarang waktu yang tersisa berapa hari lagi?" Tanya Lily.
'Satu minggu dua hari lagi' jawab Levy.
"Satu minggu dua hari lagi. Kita harus bergerak dengan cepat" lanjut Gajeel.
'Jadi, apakah kau mendapatkan bunganya?'
"Jadi, apakah kau mendapatkan bunganya? Dia bertanya seperti itu" kata Gajeel.
"Ya, ini adalah bunga terakhir yang masih tersisa. Semua bunganya telah ia baker sampai habis. Lihat, yang ada hanyalah sebuah abu" Kata Lily memngembangkan sayapnya. "Kalau gitu langsung saja kita pergi ke tujuan berikutnya" kata Lily mengangkat Gajeel menuju tempat berikutnya, Sungai keramat.
Perlu waktu yang panjang untuk sampai kesana. Kesana saja memerlukan waktu tiga hari. Palingan mereka sampai disana dengan sisa waktu enam hari lagi. Udah gitu, waktu untuk mencarinya memerlukan waktu juga. Lalu, bagaimana kalau ada musuh?
Mereka telah sampai di Sungai Keremat. Seperti dugaan, waktu yang tersisa hanya enam hari lagi. Apakah sempat?
"Kita sudah sampai di tempat tujuan" kata Lily menurunkan Gajeel di daratan.
"Bagus, sekarang waktunya kita mencari batu kristal itu" kata Gajeel mulai mencari.
'Gajeel, aku merasa batu kristal itu ada pada seseorang. Bukan, tapi rasanya batu kristal itu mendekat' kata Levy.
"Mendekat? Apa maksudmu?"
Tiba-tiba da yang keluar dari dasar laut, Keluarlah… Putri Duyung!
"Cantiknya~" kata Gajeel.
'Huh! Menyebalkan' batin Levy mengatakan, bahwa ia cemburu. Kenapa bisa? Kayanya hati Levy perlahan-lahan mulai berubah.
"Kau kenapa Levy?" Tanya Gajeel.
'Tidak! Tidak ada apa-apa, tapi kau harus cepat mengambil Batu Kristal yang ada pada putrid duyung itu! Dia menjadikan batu kristal tersebut menjadi kalung' kata Levy. Gajeel melihat kalung yang digunakan putrid duyung tersebut dengan cepatnya.
"Sudah kuambil" katanya dengan bangga.
'Bagus! Kita kembali sekarang!'
"Yap!" Baru saja Gajeel mau melangkahkan kakinya pergi dari sana, tiba-tiba putri duyung tersebut malah marah dan menyerang Gajeel. Gajeel terluka akibat ulahnya dan Levy yang merasakan sakit tersebut.
"Levy! Kau tak apa?"
'Nggak, aku tidak apa-apa. Sebaiknya kau melawan dia! Karena Lily sudah ia kalahkan"
"Tidak bisa! Aku pasti akan membuatmu kesakitan lagi kalau aku bertarung, aku menolaknya!"
'Tapi, patnermu sudah tak berdaya lagi. Apa kau masih bisa percaya padanya?'
"Aku tau, tapi aku tidak mau membuat kamu kesakitan karena ulahku"
'Aku tidak peduli! Sekarang kamu lihat, apakah kamu mau melihat Lily mati dimakan sama monster itu?'
"Lily!" Lily sepertinya mau dimakan oleh monster duyung tersebut.
'Cepat!'
"Tidak ada pilihan lain, selain bertarung!" Gajeel memukul monster itu dengan kerasnya sehingga Lily terlepas dari genggamannya.
'Serang sekarang!'
"Oke!"
Lily menyerang monster itu lagi, Serang terus dan terus. Nggak tau kapan bisa mengalahkan monster tersebut, Kini, Gajeel terkena cakaran monster tersebut.
'Aw!'
"Apa kau kesakitan?"
'Tidak! Lanjutkan saja!'
"Aku tau kau berbohong"
'Aku tidak bilang kalau aku kesakitan tuh'
"Walaupun kau tak berbicara, tapi hatimu yang telah berbicara"
'Ya, aku memang kesakitan, tapi aku bisa menahan sakitnya!'
"Tidak bisa!"
Kali ini Gajeel terkena serbuk-serbuk air yang begitu tajam.
'Argh!' Levy ternyata kesakitan.
"Benar kan kataku"
'Tidak papa! Aku sanggup merasakan sakit ini. Asalkan, kau bisa mengalahkannya'
"Tidak, aku tidak mau!"
'Gajeel!'
"Maaf Levy, tapi aku tidak mau kau kesakitan" Gajeel memukul perutnya sendiri dengan kencang. Tentu saja Levy merasakan kesakitan yang begitu dasyat.
'Gomen ne, Gajeel' Levy pingsan setelah mengucapkan kata-kata tersebut.
"Hehe~ ternyata benar, kalau aku membuatnya piingsan, aku yang akan merasakan sakit tersebut. Maaf sebelumnya Levy, tapi aku tidak mau membuatmu terluka.
Gajeel langsung menyerang monster duyung tersebut. Akhir yang di dapatkan adalah keberhasilan. Akhirnya Gajeel mendapatkan batu kristal tersebut.
"Levy, aku berhasil"
'Ya, sekarang tempelkan semua bahan tersebut ke tubuhmu'
"Kau sudah bangun?"
'Ya, dan aku bisa merasakan sakit yang kau rasakan. Begitu sakit'
"Ya, yang penting kau selamat"
'Ya, sebentar lagi kita akan berpisah'
"Ya, sampai bertemu lagi di guild, Levy"
Jiwa Levy telah kembali ke tubuhnya lagi. Akhirnya~ Berhasil juga mereka melakukan tugasnya.
"Gajeel, sudah waktunya kita kembali" kata Lily.
"Kau sudah sadar patner?'
"Tentu saja"
Gajeel kembali ke guild dengan bantuan Lily….
.
.
.
Esoknya di taman dekat Guild~
"Gajeel!" panggil Levy.
"Hei! Kau sudah kembali ke tubuhmu rupanya" kata Gajeel mendekati Levy.
"Ya, makasih atas semuanya. Ini untukmu!" ucap Levy memberikan serangkaian bunga.
"Ini untukku?"
"Ya, ucapan terima kasih untuk semuanya"
"Oh"
"Oh ya, ada satu lagi"
"Apa?"
"Entah mengapa, perasaanku kepadamu menjadi berubah"
"Maksudmu?"
"Aishitteru"
"Ha?"
"Ya… aku tau kamu tidak akan mengerti. Tapi, setidaknya…"
"Aku mengerti kok. Karena aku juga sama"
"Sama?"
"Ya, dan aku punya puisi untukmu"
"Puisi? Emangnya kau bisa membuat puisi"
"Namamu akan selalu kuingat, Wajahmu akan selalu terbayang, Tingkahmu akan selalu terkenang, Jiwmu aku selalu bersamaku. Walau sekarang kita terpisah, tapi kita akan selalu bersama"
"Hebat juga puisimu, tapi kau benar. Karena, Jiwaku ada Padamu, Gajeel"
The End
Sekian~ bagaimana? Hasil yang cukup buruk kah? Shinji tidak bisa membuat ending yang bagus DX Jalan pertarungannya juga aneh, soalnya Shinji tidak bisa membuat cerita yang sedang bertarung juga DX
Oh ya, Arigatou yang sudah mau membaca fic Shinji yang satu ini. Ini adalah chapter terakhir dari Fic 'Jiwaku ada Padamu, Gajeel'. Apa pendapat kalian?
Silakan semua yang ingin kalian tumpahkan, tumpahkanlah di Kotak Riview yang dibawah ini…
Kotak Rivew
.
.
.
v
