Please open you eyes
Fairy Tail Hiro-sensei's property
Warning: Fluufy :3, Hurts, Hope, miss typo, etc
#Natsu POV#
Sial! Lucy sangat sulit ditemukan, aku tak bisa mengikuti wangi vanillanya itu! Seakan-akan wangi itu telah menyebar kesegala arah. Tunggu, aku yakin ada seseoang yang sengaja melakukan ini!
Aku harus menemukannya apapun caranya! Aku berlari mengelilingi kota berkali-kali namun, tak ada tanda-tanda Lucy dimanapun. Tiba-tiba aku mencium aroma vanilla yang sangat kuat. Kuputar badan ku menghadap seberang jalan, dan kulihat LUCY!
Tapi dia diselimuti cahaya yang sangat terang dari circle magic dibawahya. Tunggu siapa orang yang memakai jubah itu? Tanpa pikir panjang aku berlari sekencang yang ku bisa menghampiri mereka.
"LUCE!" teriak ku sambil berlari kearahnya. Dia melirik ku dengan mata yang hampir tertutup. Aku tak bisa membaca gerakan bibirnya yang lemah itu, sialnya aku juga tak bisa mendengarnya.
Cahaya dari circle magic itu menghilang bersamaan dengan cicle magic dibawahnya, orang itu melepas tangan Lucy yang lemas itu. Dengan sigap aku menangkap tubuh Lucy yang terjatuh lemas sebelum menyentuh jalan.
"Lucy, oy! Sadarlah!" kata ku sambil menggerakan tubuh Lucy perlahan. "NATSU!" teriak seseorang dari belakang ku yang ternyata adalah Erza, dia mendekati ku dan berlutu disamping ku, "Erza aku titip Lucy! Aku harus mengejar seseorang!" perintah ku sambil menyerahkan Lucy kepelukan Erza.
*Normal POV*
Natsu berlari mencari orang yang mencurigakan itu. Dia mengikuti scene orang itu yang menurutnya tak asing . 'Tunggu! Scene ini..Vanilla?' kata Natsu dalam hatinya, dia terus berkeliling mencari orang itu.
'Semakin dekat! Dimana?' Kata Natsu pada dirinya, saat dia melihat sekeliling dia melihat seseorang dengan jubah berwarna coklat muda sedang duduk di pinggiran sungai. Natsu mendekatinya perlahan namun waspada.
Natsu memegang pundak orang itu, Natsu sudah siap akan serangan yang dia berikan tapi saat Natsu tercengang saat dia melihat seorang perempuan dengan sepasang mata honey brown (coklat lembut) seperti punya Lucy yang diselimuti air mata. Tapi saat perempuan itu sadar Natsu melihat wajahnya, dia memukul Natsu dengan flame magicnya.
'sihir? Dia seorang penyihir!' pikir Natsu sambil mundur beberapa langkah menghindari serangan perempuan itu. "Siapa kau? Apa yang kau lakukan terhadap Lucy?" tanya Natsu dengan nada yang agak tinggi. Tapi perempuan itu memutuskan untuk berlari. Natsu mengejar perempuan itu secepat mungkin.
'Sial! Cepat sekali dia!' pikir Natsu sambil mengejarnya, tiba-tiba perempuan itu menghadap Natsu, "Fire dragon, roar!" kata perempuan itu sambil menyemburkan api kearah Natsu, "guah! Damn it!" Natsu reflex melompat mundur menghindari perempuan itu, tapi saat dia mengangkat kepalanya itu sudah menghilang.
'Siapa dia?'
~Fairy Tail Guild~
Semua anggota guild masih dalam keadaan tegang. Braak!suara pintu yang dibanting memecah keheningan guild, ternyata itu adalah Gray yang sedang menggendong Lucy bersama Erza dan Wendy.
"Seseorang panggil Poluchka! CEPATLAH!" teriak Erza dan Droy langsung keluar guild untuk memanggilnya.
"Apa yang terjadi padanya?" tanya Mira sambil memegang kening Lucy, "entahlah, kita harus membawanya ke klinik sekarang" kata Gray yang masih menggendong Lucy bride style, "Gomene, aku tak bisa membantunya..hiks…aku terlalu lemah" kata Wendy sambil mulai menangis. "ini bukan salah mu, Wendy. Ayo kita bawa Lucy ke klinik guild" kata Kinana sambil mengelus kepala Wendy.
Tak lama kemudian Natsu masuk kedalam guild dengan wajah khawatir "Erza, bagaimana keadaan Lucy?" tanya Natsu pada Erza yang sedang duduk di bar, Erza terlihat khawatir. "Entahlah, kuharap dia baik-baik saja. Kita hanya bisa menunggu kabar dari Poluchka" jawab Erza dengan wajah tertunduk.
"Natsu, apa yang terjadi?" tanya Levy dengan wajah khawatir, Natsu menghela nafasnya "entahlah, yang pasti jika sesuatu terjadi padanya..Aku akan membalas "dia"!" jawab Natsu agak kesal.
Lalu Poluchka membuka pintu klinik menghampiri Natsu. "Poluchka-san, bagaimana keadaan Lu-chan?" tanya Levy dengan suara parau karna menahan tangis. "Dia baik-baik saja, tidak ada luka atau cedera di tubuhnya..tapi, ada spell yang sangat kuat yang mengikatnya." Jawab Poluchka tegas. Semua anggota Fairy Tail menghela nafas mereka karena merasa agak lega, "Arigato Gradine" kata Wendy sambil tersenyum.
Akhirnya Poluchka izin pulang. Natsu, Erza, Gray, dan Wendy masuk kedalam klinik untuk melihat Lucy, didalam klinik sudah ada Mira yang sedang mengompres kening Lucy.
"Tenang saja, kalian tidak perlu khawatir. Aku tinggal ya" kata Mira sambil tersenyum lembut dan keluar dari klinik. Erza berdiri disebelah kanan tempat tidur, dia terlihat sedih.
"Lucy..." bisik Erza pelan. "Lucy-san, go-gomenasai..hiks…g-…gomene" tangis Wendy, Gray berjongkok untuk menyamakan tinggi Wendy dan memeluknya. "Tenanglah Wendy, ini bukan salah mu." kata Gray sambil menenangkan Wendy. Natsu hanya terdiam, 'Lucy, maaf aku tak bisa melindungi mu' bisik Natsu pada hatinya.
#1 Bulan Kemudian# *Erza POV*
Tak terasa 1 bulan berlalu, tapi Lucy masih tak sadar juga. Ini membuat semua anggota FT sedih..tak banyak kecerian setelah kejadian itu. Tapi yang paling terpengaruh dari semuanya adalah Natsu. Dia menjadi pendiam, selalu pergi request sendirian, dan saat dia pulang hal petama yang dia tanyakan adalah..
"Bagaimana Lucy? Oy! Erza!" kata Natsu agak meninggi karena aku melamun,, "Masih sama, belum ada perkembangan." jawab ku singkat, wajah Natsu tak menunjukan ekspresi yang menyenangkan. "Baiklah, aku pergi!" kata Natsu sambil berjalan menunju pintu guild.
"NATSU! Beristirahatlah! Kau kan baru pulang!" teriak Lisanna sambil menahan tangan Natsu, "Maaf, Lisanna..Ada yang harus aku lakukan" jawab Natsu dingin sambil menarik tangannya. "Kau mau kemana Flame head? Mencari perempuan itu? PIKIRLAH SUDAH BERAPA LAMA KAU MENCARINYA TAK ADA YANG BERUBAH KAN?" celetuk Gray dengan nada kesal, "Lebih baik begini! Setidaknya aku tidak hanya diam dan menunggu!" kata Natsu dingin dengan glarenya. Tapi aku tahu didalam hatinya…Dia kesepian.
#Normal POV#
Setelah menjalani quest nya,Natsu memutuskan pergi ke klinik guild untuk melihat Lucy. Dia memandang wajah Lucy yang terlihat sangat damai itu, Natsu duduk disamping tempat tidur Lucy.
"Hey, Lucy..Bagaimana keadaan mu?" kata Natsu dengan wajah sedih."Kami sangat kehilangan mu Lucy." Lanjut Natsu sambil menggenggam tangan kanan Lucy. "Komohon, sadarlah Lucy…Kau harus kembali pada kami, kau harus kembali kepada ku! Kau tak boleh pergi!" kata Natsu sambil menundukan kepalanya tapi dia tidak melepaskan genggamannya.
Tampa disadarinya, Lisanna sedang mengintip dibalik pintu guild. "Jadi, begitu ya..Natsu?" bisik Lisanna pelan, lalu dia menjauh dari pintu klinik. Tiba-tiba tangan yang digenggam Natsu mulai bergerak. Natsu mengangkat kepalanya melihat kearah Lucy, tangan Lucy menggenggam balik tangan Natsu "Lu-Lucy.." bisik Natsu spontan.
Mata Lucy mulai terbuka sedikit, lalu dia mengedipkannya beberapa kali karena pandangannya masih buram, Natsu terdiam..dia tak bergerak sama sekali… Lucy akhirnya membuka matanya dan berusaha untuk duduk. "Di-dimana ini?" kata Lucy sambil melihat sekelilingnya, Lucy tertegun melihat Natsu.
Tanpa sadar Natsu langsung memeluk Lucy dengan erat, "eh?" kata Lucy kaget menanggapi tindakan Natsu. "Luce..Kau kembali.." bisik Natsu pada Lucy sambil memeluknya erat, dia sangat merindukan nya..
Dia merindukan mata coklatnnya, dia merindukan suaranya, dia merindukan semua yang ada di dirinya..namun, semua tak berjalan sesuai yang Natsu harapkan..
"Maaf..An-anda siapa ya?" tanya Lucy tiba-tiba..Natsu melepaskan pelukannya dan melihat kearah Lucy "Lu-Luce? Kau tak ingat? " kata Natsu terbata-bata, Lucy hanya memandang Natsu bingung.
'Ap-apa ini? Ke-kenapa dia tak mengingat ku?' pikir Natsu dalam hatinya.
hahaha..berhubung aku gak ada kerjaan tadi jadinya aku bikin FF, Tapi aku update lagi menggu depan ya..Gomenasai minna,,
Arigato Gozaimasu, minna...atas semuanyaa..atas review dan masukan-masukannya..dan atas add favoritenya juga ya / 3
Minna-san..please R n R ^/^/
