-I'll Always Protect You-
Fairy Tail Hiro Mashima's Property
Warning: Gajeness, OOC, Hurts, Fluffy
(Normal POV)
Natsu hanya terdiam mendengar Erza. "Ya, dia dibawah mantra yang bernama 'Painful Memories'. Mantra ini akan mengunci semua kenangan buruk yang ingin dia lupakan, dan dia juga akan mengunci semua kenangan tentang orang yang menyebabkannya." Jelas Erza pada Natsu yang masih terlihat shock.
"A-ada cara untuk membatalkan mantra itu?" tanya Natsu sambil menundukan kepalanya. Erza membalikan tubuhnya melihat kearah danau yang memantulkan sinar matahari senja, "sayangnya..Kami belum menemukannya." Jawab Erza sambil menghela nafasnya berat.
"ERZAA!" teriak seseorang dari unjung taman. Erza dan Natsu langsung menoleh kearah suara itu dan ternyata dia adalah Levy. Wajahnya terlihat sangat khawatir, "Levy? Ada apa?" tanya Erza saat Levy mendekati mereka. "T-tentang man-mantra i-itu…" kata Levy dengan nafas yang ter engah-engah, "aku menemukan sesuatu!" kata Levy membuat Natsu dan Erza tercengan. "Bagaimana caranya? Apa kalian menemukannya?" tanya Natsu tiba-tiba, "ayo, kita lebih baik bicarakan di guild" kata Levy sambil berlari kearah guild.
Saat Natsu mau menyusul Levy, dia berhenti mendadak. 'Scene ini lagi!' pikir Natsu dalam hatinya. Dia mulai melihat sekeliling untuk mencari scene Vanilla itu.
"Natsu! Pergilah! Biar aku yang mengurusnya. Lucy prioritas utama kita!" Perintah Erza sambil melipat tangannya. Natsu hanya mengangguk dan berlari mengikuti Levy. 'Perempuan itu muncul lagi! Semoga Erza bisa mengatasinya…Sekarang yang terpenting adalah Lucy!' pikir Natsu sambil berlari kearah guild.
POV.8
Aku merasakan kekuatan yang kuat dari belakang ku. Aku tahu dia pasti ada hubungannya dengan mantra yang mengikat Lucy. Aku mengeluarkan pedang ditangan kanan ku.
"Siapapun kau! Keluarlah!" tantangku pada orang ini, lalu munculah seseorang dengan jubah berwarna coklat muda dibelakang ku, tapi orang itu tiba-tiba berlari kearah taman yang lebih lebat. "Oy! Jangan lari kau!" teriak ku sambil mengejarnya.
Aku sampai ditengah taman yang sepertinya masih bagian dari hutan Magnolia. Aku melihat sekeliling ku mencari dimana dia bersembunyi. Tiba-tiba terdengar suara lembut memanggilku. "Erza-san" panggil suara itu. Aku langsung mengarahkan pedang ku kearah suara itu. Aku tercengan saat melihat seorang anak perempuan berkisar 15 thn, dengan rambut berwarna salmon dan 2 pasang mata berwarna honey brown.
"Apa kabar mu?" tanya anak perempuan itu lembut. Aku mengerahkan pedangku tepat didepan leher anak itu, tapi dia tak terlihat takut sama sekali.
"Siapa kau? Tau darimana nama ku?" tanya ku dingin pada anak itu. Saat aku anak itu membuka mulutnya aku hanya terdiam mematung mendengarnya. Aku tak percaya dengan apa yang dia katakan. "Dan aku..perlu bantuan mu." lanjut anak itu dengan wajah yang serius.
(Fairy Tail Guild) ^Normal POV^
Natsu, Gray, Wendy, Mira, Lisanna, dan Levy berkumpul di satu meja untuk membahas mantra yang mengikat Lucy. "Ti-tidak mungkin!" kata Mira terbata-bata saat membaca warning yang ada pada mantra itu. "Kau bilang ada cara untuk menghancurkannya!" kata Natsu jengkel. "Aku sedang berusaha Natsu!" jawab Levy agak keras sambil membuka buku mantra yang lain. Gray mengambil salah satu buku yang berada di meja, lalu dia membacanya.
Painful Memories
Mantra yang digunakan untuk melupakan kenangan buruk atau menyakitkan dan mengunci perasaan dan kenangan tentang orang yang menyebabkannya. Yang bisa melepaskan/membatalkan mantranya adalah orang yang memakainya/menggunakannya.
Warning: Jika terlalu lama memori yang dikunci akan hilang dan siapapun yang terkena mantra ini akan kehilangan memorinya, jika terlalu lama dibiarkan memori orang itu akan memakannya/membunuhnya.
Baca Gray keras sehingga bisa didengar mereka semua. Tiba-tiba *Braaak* suara benturan yang sangat keras terdengar, membuat semua anggota guild tercengang. Ternyata itu adalah Natsu yang memukul tembok dengan tangannya. "AKU AKAN MENEMUKANNYA!" kata Natsu dingin dengan glarenya.
"Kemana Natsu? Kita bahkan tak mempunyai petunjuk apapun tentangnya!" kata Lisanna dengan nada yang agak tinggi.
"Kemana pun aku akan menemukannya!Aku tak akan membiarkan orang yang telah membuat Nakama ku menderita lari begitu saja!" kata Natsu dengan dinginnya dan dia berlari keluar dari guild.
"Si bodoh itu! Ikh!" Gray menahan kesalnya dan menutup buku yang dipeganggnya. Lisanna masih terdiam memandang keluar guild. Dia belum pernah melihat Natsu sangat marah seperti itu sebelumnya. "Lisanna-san, maafkan Natsu-san ya? ini terlalu berat untuk kami." kata Wendy mencoba menenangkan Lisanna.
*Lucy's House*
Malam pun datang di kota Magnolia. Seperti biasa Lucy sedang menikmati air hangat dikamar mandinya. "Aah! Tak ada yang lebih enak dari berendam di air hangat..." katanya sambil me-relax kan tubuhnya. Lalu dia terdiam sejenak. 'Dragneel-san? Aku masih belum mengingatnya.' Pikir Lucy pada batinnya.
=Lucy POV=
Aku selalu memikirkan Dragneel-san yang selalu ada untuk. Dia bilang kita pernah bertemu dan menjalani semuanya bersama sebagai satu tim..tetap saja. Aku tak mengingatnya. semua hal ini membuat ku frustasi! sudahlah aku nikmati saja air hangat ini.
Setelah berendam aku mengeringkan badan ku lalu mamakai baju tidur ku. Aku memutuskan untuk menulis beberapa lembar untuk novel ku sebelum tidur.
Saat aku sedang mulai menulis pandangan ku teralihkan oleh kalung ber logo Fairy Tail yang berada disamping ku. Aku meraih kalung itu, dan teringat lagi wajah Dragneel-san yang tersenyum dengan blushingnya saat kami menjalani request di Sleepy Flores tadi pagi.
Kurasakan pipiku mulai memanas tetapi aku tertawa mengingat itu semua. Tiba-tiba kepala ku terasa sangat sakit sehingga aku terjatuh dari kursi meja belajar ku.
'A-apa I-in-ini? I-Ittai! Ikh!' Aku mencoba menahan sakit yang kurasakan tapi semuanya sia-sia. Aku mulai merasakan air mata mengalir di pipiku. "Hen-Hentikan! KUMOHON!" teriak ku sambil memegang kepala ku.
"LUCE? OY!" kuraskan seseorang merangkul tubuh ku. Tubuhnya sangat hangat dan tiba-tiba sakit yang begitu mengerikan itu hilang. Aku menatap wajah orang yang sedang merangkul tubuh ku dan ternyata dia adalah Dragneel-san. "D-dragneel-san? Ikh! I-itu kau!" aku memeluknya dan menangis dalam pelukannya.
Awalnya dia terlihat terkejut dengan pelukanku ."Aku disini Luce. Ada apa? " tanya-nya lembut yang menenangkan hati ku.
"A-aku ta-takut." Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut ku. Air mata ku semakin banyak keluar dan pelukan ku semakin erat .
"Ak-aku takut..Ini sangat menyakitkan! Aku ingin melupakannya..Ta-tapi Aku ta-takut kehilangannya! Ikh! Aku tak tahu apa itu..Ta-tapi-" perasaan ku tiba-tiba menguap begitu saja. Tangis ku semakin menjadi-jadi dipelukannya.
"Luce!" panggilnya tiba-tiba. "Jangan menangis! Kau tak sendiri!" katanya dengan nada yang lembut. Tiba-tiba aku merasakan tangan hangat yang mendekap ku.
"Biarkan aku melindungi mu! Jangan simpan rasa sakit mu sendiri, Lucy! Aku akan menghilangkannya! biarkan aku membantu mu!" lanjutnya sambil mengeratkan pelukannya.
Aku merasakan kehangatan darinya. Dari hatinya.."Dr-dragneel-san.." bisik ku lembut dari balik pelukannya. Andai aku bisa mengingat mu..
Kami-sama…kumohon bantulah aku mengingatnya! aku tak mau nyakitinya..
Lebih jauh dari ini….
*Bows*
Maaf aku terlambat..maaf maaf! (kayak ada yang nungguin aja #plaak)
Arigato atas R n R nya minnaaaa...Mohon saran dan Kritiknya..Arigato ne~ :D
