(New enemy)
Fairy Tail and all characters=Hiro's Mashima Property
Warning: Fluffy, Adventure, OOC, Betraying..
Enjoy~
_Lucy POV_
Aku terbangun pagi itu karena merasakan nafas hangat didekat ku. Saat aku membuka mata ku, aku langsung melihat ke samping ku dan ternyata Dragneel-san tidur disamping ku. Aku spontan bangun dan menghela nafas lega saat melihat tubuhku masih diselimuti pakaian. 'Bodohnya aku..Dragnee-san bukanlah orang jahat..' pikir ku sambil tersenyum kecil pada Dragneel-san yang sedang tidur.
"ehm..Luce?~" kata dragneel-san dengan mata yang masih tertutup. Aku tak bisa menahan tawa ku saat itu. Tapi…Ada perasaan buruk yang menganggu hatiku.
~Normal POV~
Di Fairy Tail guild, Levy dan yang lain masih sibuk dengan buku-buku mantra mereka. "AH! Ini benar-benar mustahil? Siapasih yang buat mantra ini?" teriak Levy kesal sambil menidurkan kepalanya dimeja disamping tumpukan buku. "Levy-san..bertahan lah!" kata Wendy mencoba menyemangati Levy. Levy hanya tersenyum pada Wendy.
Tiba-tiba Erza masuk kedalam guild dengan wajah yang dingin. "Erza, kemana saja kau?" tanya Mira dengan senyumnya. "Ada yang harus kulakukan." jawab Erza dingin pada Mira, lalu dia duduk disalah satu meja guild. Tak lama setelah itu Natsu dan Lucy masuk kedalam guild. Wendy dan Levy langsung menutup buku mantra dan catatan mereka, "Ohayo Lu-chan!" sapa Levy sambil melambaikan tangannya. Lucy langsung mendekati Levy dan Wendy.
Natsu melangkah kearah request board. 'Sepi..' pikir Natsu pada dirinya, lalu ada request yang menangkap perhatiannya, Natsu mengambil itu dari request board dan membacanya. "Luce! Mau pergi request bersama?" tanya Natsu dengan grinsnya, Lucy mengangguk lalu bangun dari tempat duduknya.
"Natsu, aku ikut!" kata Erza tiba-tiba. Natsu melihat kearah Erza heran tapi dia hanya menganggku. "Oy! Flame breath jika kau pergi ajak aku!" kata Gray yang sudah tidak memakai bajunya lagi "cih! tidak sudi aku satu team dengan prevent seperti mu!" kata Natsu dengan tatapan meledek. "Katakan sekali lagi ash brain!" tantang Gray sambil mengadukan kepalanya pada Natsu.
"Kau itu Prevent, underwear prince!" balas Natsu dengan glarenya. Lucy hanya tertawa melihat mereka, "Mereka tidak pernah berubah ya? aahahahah" kata Lucy sambil tertawa memegang perutnya, "ya..mungkin kita tak bisa melihat ini lagi nanti.." bisik Erza pelan sambil jalan duluan meninggalkan mereka ber-3 dibelakang.
!Hakobe Florets!
Selama perjalanan Erza hanya diam tanpa mengatakan sepatah kata pun. "Kita sampai!" kata Erza seraya turun dari kereta. Gray dan Erza turun duluan dan Lucy sedang susah payah menopang Natsu yang pingsan."Dari sini kita harus jalan ya untuk sampai ke dalam hutan?" pikir Gray sambil melihat sekeliling, "Yosh! Ayo kita selesaikan ini!" teriak Natsu yang baru sadar dari 'tidur'nya. Lalu mereka memasuki hutan Hakobe yang terkenal banyak Vulcan hutannya.
'Ah! scent ini lagi! Vanilla yang sangat kuat!' kata Natsu yang berhenti tiba-tiba. Natsu melirik Lucy yang berada dibelakangnya, 'tidak ini bukan Luce..' pikir Natsu sambil melihat sekeliling. Natsu tiba-tiba lari kearah hutan yang lebih lebat, "Dragneel-saan!" teriak Lucy tapi Natsu tak mempedulikannya. 'Itu dia! Pasti!' pikir Natsu sambil berlari mengikuti scent yang dia cium.
*To Lucy*
"Aneh, kenapa Dragneel-san lari begitu?" pikir Lucy, tapi tiba-tiba dia mendengar #Bruk# suara pukulan yang keras dari belakang, matanya mulai berkunang-kunang tapi dia berusaha melihat kebelakangnya dia hanya melihat Gray yang telah terjatuh di sampingnya, "Maaf..Lucy" ada suara lembut yang dia dengar. "Er…Za" bisik Lucy pelan, lalu dia kehilangan kesadarannya.
(To Natsu)
Natsu tiba-tiba berhenti dari larinya. "L-Lucy?" bisik Natsu pelan, tiba-tiba ada anak panah yang melesat didepan Natsu. Dengan reflex dia melompat mundur dan anak panah itu menancap di pohon. Natsu mengambil anak panah dan terdapat surat disana.
KAU TERPERANGKAP!
Hanya itu kalimat yang tertulis disurat itu. "Sial!" kata Natsu sambil berlari kembali ketempat Lucy dan yang lain.
"BAKA! Kenapa aku tidak menyadarinya?" Natsu terus berlari secepat mungkin hingga dia sampai ditempat itu tak ada seorang pun.
"OY! KELUAR KAU! AKU TAHU KAU DISINI!" tantang Natsu pada seseorang yang memeliki scent Vanilla itu.
"Wah wah..Aku benar-benar tidak boleh meremeh kan mu ya?" kata suara lembut dari balik pohon. Natsu langsung bersiap dengan kuda-kudanya. "Siapa kau?" tanya Natsu pada seseorang yang memakai jubah.
"Kau tak perlu tahu siapa aku!" balas orang itu pada Natsu.
"Cih! Setidaknya jika aku membunuh mu aku bisa mengingat nama mu!" kata Natsu dingin dengan glarenya. Orang itu hanya tersenyum pada Natsu.
"Bisakah kau membunuh ku? Padahal nyawa teman mu ada ditangan ku…kau sangat ceroboh.." balas orang itu yang berhasil membukam Natsu. "Jangan pernah pikirkan itu!" kata Natsu memperingatkan. Tiba-tiba Erza muncul dari belakang orang itu, Natsu mulai terlihat tenang sampai, "Semua sudah selesai!" kata Erza pada orang itu.
Natsu hanya tercengang mendengarnya, "Erza? K-kau?" Natsu terbata-bata melihat Erza. Erza memalingkan wajahnya "Maaf..Natsu" lalu Erza menghilang dari pandangan mereka. "ERZA!" teriak Natsu memanggilnya tapi Erza menghilang.
"Kau! Sudah kelewatan batas! Kau menyakiti Nakama ku! Sekarang kau memperalatnya?" teriak Natsu sambil menyerang orang itu dengan api ditangannya, orang itu hanya menggelak dari Natsu.
"Hentikan! aku tak mau melawan mu!" kata orang itu sambil menghindar dari pukulan yang Natsu berikan. "Kau akan membayarnya!" tapi Natsu tak mempedulikannya. Lalu orang itu membuka jubah coklatnya.
Natsu terdiam ditempat, dia melihat seorang perempuan berambut salmon panjang yang diikat dan sepasang mata honey brown.
Perempuan itu juga memakai kalung tapi sayangnya kalung itu dimasukan kedalam baju berwarna merah yang dia pakai. Perempuan itu mengeluarkan api ditangan kanannya.
"I am Igneel's…Daughter!" kata perempuan itu yang automatis membuat Natsu terdiam ditempatnya. "I-Igneel?" bisik Natsu pelan…
Huah…yang R n R aku banyak ternyata? Arigato Minna-saaaan! Honto Arigato…
Ne~ beginilah ceritanya..kalian jangan bosen yaaa! XD
Please R n R ne~
