Disclaimer : saya yang punya hae-oppa, ada masalah?- dikeroyok Elfishy-
Main cast : Lee donghae and Kim kibum
Rate : T
Genre : friendship/drama
Notes : chapter 2 update…..^^
Terima kasih banyak atas reveiw2nya…
Ada yang mengatakan kalau fic ini terlalu pendek, ah..maaf sepertinya 1000 adalah batasku dan kalau memaksakan diri aku takut akan kehilangan ritmenya :p
Tapi…..demi reader yang sudah mau membuka halaman fic ini, aku akan berusaha dengan keras!semangat! HAHAAHAHAH :D
TYPO, OOC, GAJE DLL HARAP DIMAKLUMI XD
FISH
.
.
.
.
Chapter 2
It's you
Kibum POV
Kelas perkenalan ditutup oleh Siwon-hyung yang perfect, Ryewook-hyung yang suaranya juga sangat bagus, aku dan Kyuhyun-ah yang membawa psp ke kelas. Memperkenalkan diri di depan umum memang tidak mudah, aku rasa senyumku tadi terlihat sangat memaksa berbeda sekali dengan senyum seseorang yang sampai sekarang masih terbayang-bayang dibenakku.
Sudah diputuskan bahwa Leeteuk-hyung yang menjadi ketua kelas sekaligus ketua asrama tentunya, karena dia yang paling tua diantara kami. Setelah ini akan ada tour mengelilingi sekolah yang masih dipandu oleh So Young gamdognim, kelas kami dibagi menjadi enam yakni kelas seni musik, seni rupa, tari, drama, kaligrafi dan sastra serta olahraga sebagai pelajaran tambahan. Disini juga tidak ada sistem jenjang kelas, kami hanya perlu belajar dengan baik selama dua tahun.
Fasilitas di SMent Art School memang patut diacungi jempol, tidak cukup satu jempol bahkan kalau perlu kugunakan juga jempol kakiku untuk mendeskripsikannya. Tak ada pelajaran yang berarti hari ini sebab acara tour keliling sekolah sudah membuat kami cukup kelelahan.
Semua diberikan waktu bebas dan aku lebih memilih untuk bersantai di perpustakaan yang memiliki segudang koleksi. Tempat ini sangat sepi, cocok untukku yang memang suka menyendiri. Aku ingin mengklarifikasi lagi pernyataanku sebelumnya, daripada disebut menyulitkan tempat ini lebih cocok disebut membosankan. Tak bisa kubayangkan selama dua tahun harus berada disini dengan hanya beberapa orang teman, lima orang gamdognim, seorang wongeum dan beberapa orang pegawai yang bahkan mungkin takkan kukenal dalam waktu dua tahun itu. Aku bukanlah tipe orang yang pandai dalam bersosialisasi, selain dengan Heechul-hyung dan Hangeng-hyung kurasa takkan mudah akrab dengan mereka semua.
" Yaa..Kibum-ah, apa yang kamu lakukan disini? " orang itu menyapaku dan memasang senyum yang sangat mengagumkan
Donghae-hyung menghampiriku sambil meminum sebotol susu, aku membalas senyumannya dan iapun menarik sebuah kursi disebelahku untuk duduk.
" Kibum-ah, apa yang kamu lakukan? " ulangnya lagi
" anni…. " jawabku gugup dan melipat-lipat halaman buku yang ada didepanku
" apa kamu sudah makan? " dia memperhatikan wajahku membuatku semakin canggung
"a..anni hyung… aku tidak lapar "
" ah…. Kenapa kamu tidak lapar? Padahal kita sudah berkeliling sekolah yang luasnya seperti istana ini? " dia bertanya seperti anak kecil, entah kenapa aku merasa kalau aku lebih tua darinya
Aku hanya tersenyum mendengar pertanyaannya itu, sementara ia masih melanjutkan acara minum susunya.
" lalu…kenapa hyung cuma minum susu? " giliran aku yang memperhatikannya
Dia meletakkan botol susunya yang sudah kosong, mengusap mulutnya dengan lengan baju lalu berbalik menatapku.
" Kibum-ah…. " mulainya dengan nada serius
" ye? "
"ini sungguh tidak adil, aku lebih tua darimu dan Kyuhyun-ah tapi kenapa kalian tumbuh lebih cepat dariku "
" ahh….itu mungkin faktor keturunan hyung.."
" karena itu…aku harus banyak minum susu. Aku membacanya di internet, mereka bilang susu memiliki banyak kandungan kalsium yang akan mempercepat proses pertumbuhan tulang " terangnya diiringi tawa, yang membuatku tertawa juga
Wajar saja saat pertama kali melihatnya aku merasakan ada yang berbeda dengan orang ini, sikap ramahnya bahkan pada orang yang baru dikenal beberapa jam lalu membuatku sangat nyaman. Dia berbicara padaku seolah kami adalah teman akrab, tanpa rasa canggung sedikitpun. Aku merasa betah bersamanya.
" yaa….Kibum-ah, kamu berasal dari mana? " tanyanya antusias
" ye? " awalnya aku agak bingung dengan pertanyaannya itu tapi, sedetik kemudian aku seolah ingin menceritakan segala hal tentangku padanya " ahh….aku lahir disini tapi saat usiaku sepuluh tahun kami sekeluarga pindah ke California, Amerika "
" waah….hebat sekali " ucapnya kagum
" dan kamu hyung? Berasal dari mana? "
" aku dari Mokpo, tempat yang sangat tenang. Apa kamu tahu daerah itu? "
" annimida….."
" aigoo….bagaimana bisa orang korea tidak tahu Mokpo, baiklah….suatu hari nanti aku akan menunjukkannya padamu " dia menepuk-nepuk bahuku
" jinjja? "
" ya… pegang ucapan hyungmu ini…" tegasnya sembari menepuk dadanya yang malah membuat ia kelihatan seperti anak kecil yang sedang pamer
" ahh…aku lupa.." hyung memukul kepalanya sendiri
" ada apa hyung? "
" sebenarnya tadi Heechul-hyung mengajak makan bersama karena dia bilang Hangeng-hyung akan memasak nasi goreng khas Cina yang sangat enak. Aku berpamitan ke kantin untuk membeli minum tapi, setelah itu aku malah masuk ketempat ini " ungkapnya polos
" hyung kelihatan akrab dengan Heechul-hyung dan Leeteuk-hyung, sejak tadi saat tour kalian selalu bercanda…"
" ahh….mereka seniorku waktu SMP " dia tersenyum lagi, yang entah kenapa aku tak merasa jenuh melihatnya
" ohh…geulaeseo…. Heechul-hyung sepertinya benar-benar sudah menjadikan Hangeng-hyung budaknya "
" hahahaha….. waeyo? "
" Heechul-hyung itu sangat dictator "
" meskipun begitu dia orang yang sangat baik dan mereka lebih kelihatan seperti sepasang kekasih daripada seorang budak dan majikan " belanya
" hyung…. ucapanmu membuatku merinding " aku menggosok-gosok leher belakangku tapi dia hanya tertawa kecil
" Heechul-hyung kan sangat cantik. Aisshhh…sudahlah, kenapa kita membahas ini..kajja.." ajaknya
" anni…."
" ayo…." Tanpa bisa melakukan penolakan lagi karena hyung telah menyeretku untuk pulang ke asrama
Benar saja, semua sedang berkumpul menunggu nasi goreng buatan Hangeng-hyung yang masih dalam proses. Sebagian ada yang menunggu di dapur dan sebagian lagi ada yang sedang menonton TV di ruang tengah.
" Donghae-ah, Kibum-ah…. Dari mana saja kalian? " Tanya Leeteuk-hyung begitu kami masuk rumah
" hanya berjalan-jalan sebentar hyung…. " jawab Donghae-hyung
" untung saja nasi gorengnya belum matang, kalau tidak kalian tidak akan kebagian " sahut Shindong-hyung yang duduk di depan TV sambil makan popcorn
Kamipun bergabung dengan mereka, suasana yang sebelumnya begitu asing kini sangat berbeda. Perasaan ini seolah aku berada di rumah dan menonton bersama keluargaku sendiri. Seandainya tadi orang itu tidak menghampiriku di perpustakaan mungkin keadaannya akan tetap sama seperti sebelumnya akan tetapi, dia datang dengan membawa dunia baru dalam hidupku, dunia yang tanpa rasa kesepian.
" nasi goreng siapp…" teriak Ryewook-hyung dari dapur, bersamaan itu keluar membawa piring-piring berisi nasi goreng yang diletakkan dalam nampan dan diikuti Hangeng-hyung, Sungmin-hyung, Eunhyuk-hyung yang juga melakukan hal yang sama.
Kami semua berkumpul dan makan bersama, bercerita, bergurau, dan juga Leeteuk-hyung membagi-bagikan tugas piket asrama. Waktu berlalu dengan cepat saking senangnya.
Malam harinya, Heechul-hyung dan Hangeng-hyung melakukan ritual belajar bahasa korea. Kuakui Hangeng-hyung cepat belajar tapi, logat cinanya yang terlalu kental membuatnya kelihatan aneh dan lagi…Heechul-hyung memang memiliki bakat sebagai seorang tutor sekalipun yang ia ajarkan adalah kata-kata kotor dan caci-maki, aku sungguh ingin tertawa mendengar mereka belajar.
Malam berlalu dengan cepat, begitupun dengan pagi yang datang lebih cepat. Pagi ini kami ada kelas sastra. Jun Woo gamdognim adalah orang yang sangat nyentrik, metode belajarnya juga sangat menyenangkan. Ia membagikan sebuah kertas kosong untuk kami semua dan mengatakan ini adalah ujian. Kami semua memasang raut bingung.
" deskripsikan kalian semua dalam satu kata " perintahnya
Kami berpikir keras, sementara ia duduk menyilangkan kakinya sembari bersiul-siul pelan. Meski gamdognim mengatakan ini ujian, kami juga sesekali melakukan diskusi dengan teman sebelah. Kebetulan saja aku melihat kata yang tertulis di kertas Siwon-hyung yang duduk di sebelahku.
" domba? " bacaku dengan nada yang sedikit bingung, segera saja semua perhatian terarah padaku bahkan gamdognim juga kelihatan tertarik
" wae? Kibum-ah? " Tanya Jun Woo gamdognim
" an-annimida….." jawabku
" lantas…domba tadi? " pendengarannya benar-benar sangat tajam bahkan dari jarak seperti itu
" ahh….itu milik Siwon-hyung, aku membaca tulisannya "
" ohh…Siwon-ah… jadi itu jawabanmu? " ia beralih memandang Siwon-hyung begitupun dengan semua orang
" ye…" Siwon-hyung masih dengan wajah coolnya
" kamu memang fanatic tapi tak kusangka kamu menyamakan kita dengan domba " sela Heechul-hyung yang membuat semua orang tertawa
Gamdognim bertepuk tangan menyuruh kami serius lagi
" maukah kamu menjelaskannya Siwon-ah? " pinta gamdognim
Siwon-hyung memang orang yang sangat sempurna, tanpa keraguan dan kalimat yang terbata-bata sedikitpun ia menjelaskan.
" kami bertiga belas ini adalah domba-domba yang sedang dibimbing untuk menemukan jalan menuju impian kami meskipun ada juga domba yang tersesat dalam prosesnya itu " ia menjelaskan layaknya seorang pastor lalu melirik sejenak kearah Heechul-hyung pada kalimat terakhirnya
" jadi maksudmu aku orang yang sesat, begitu? " sahut Heechul-hyung retoris tanpa menjadikannya sebagai sesuatu hal yang serius
" bukan aku yang mengatakannya kan? Jadi hyung…..mari segera bertobat " Siwon-hyung nyengir kearah Heechul-hyung yang dibalas dengan kerlingan juga, aku suka suasana yang hangat ini
" semuanya….mari kita bantu hyung kita ini…." Teriak Siwon-hyung disambut gelak tawa semuanya
" itu lumayan… Siwon-ah " puji gamdognim "ahh…. Menurutmu bagaimana Donghae-ah? " lanjutnya menatap Donghae-hyung yang duduk didepan dan cukup dekat dengannya
" nde? " hyung satu ini justru kelihatan tidak siap dengan jawabannya
" ahh…..itu….seuta…." imbuhnya
" seuta? "
" ne…. aku juga bingung….." dia kelihatan berpikir keras " aku rasa pendeskripsiannya hampir sama dengan yang dikatakan Siwon-ah hanya yang berbeda kami bertiga belas adalah bintang, karena meskipun tidak memiliki cahaya yang begitu terang bintang tetap disebut bintang. Cahaya itu adalah refleksi dari mimpi kami masing-masing, meski dalam prosesnya mungkin ada yang tersesat selama masih memiliki sedikit cahaya kami masih disebut bintang, kurasa begitu…." Dia memperlihatkan padaku deskripsi berbeda tentang dirinya, jalan pikir yang sederhana namun kadang terlihat rumit
Kami memberikan tepuk tangan untukknya
" bagus….kurasa itu bagus, Donghae-ah " puji gamdognim
Akupun juga tak begitu mengerti alasan mengapa aku menulis sebuah kata 'senyuman' di atas selembar kertas ini, hanya mungkin bagiku mereka semua adalah wujud sebuah kebahagiaan.
TBC
Tanpa bermaksud memasukkan unsure SARA disini, hanya saja yang kutahu Siwon oppa itu seorang kristiani kan? Aku juga tak begitu paham soal ini hanya saja kata domba yang tersesat itu kudapat dari sebuah komik ^^
Dan maaf kalau aku tidak bisa mengucapkan terima kasih secara personal karena tuntutan update kilat, hehehe
Sekali lagi aku ucapkan terima kasih dan get 30 review in this chapter wkwkwkwkw
P.S : untuk kak Lutfi sepertinya aku gak bisa memenuhi keinginan anda karena menggunakan pemain sebagai sudut pandang membuatku kehilangan detil-detil cerita jadi ada kalanya mungkin aku akan menggunakan sudut pandangku sebagai Author. Terima kasih sudah membaca ceritaku ^^
Salam
bububu
