Disclaimer : saya yang punya hae-oppa, ada masalah?- dikeroyok Elfishy-
Main cast : Lee donghae and Kim kibum
Rate : T
Genre : friendship/drama
Notes : sepertinya kegilaanku bertambah, aku memandang gambar Donghae-oppa yang kutempel di buku catatanku dan ternyata dia mengedipkan mata kearahku…mengejutkan..hahahaha
Sekadar ingin curhat pada para reader kalau jauh sebelum aku membuat fic ini, bahkan jauh sebelum aku bergabung dengan fanfiction. Aku merancang sebuah cerita yang berkisah tentang kisah cinta seorang TKI dan member Suju tapi, kemarin aku berjalan-jalan di toko buku dan membaca synopsis sebuah novel dan betapa aku tidak terkejut menyadari ada orang yang memiliki ide konyol sama sepertiku, hahahaha-tertawa guling2-
Aku bertekad akan menyisihkan sedikit uang dan membeli buku itu, adakah reader yang tahu buku dengan judul 'Cintaku bersemi di negeri Ginseng'? pokoknya aku pingin baca XDD
Ahh…abaikan ini, terima kasih banyak untuk reviewnya ^^
Untuk silent reader juga-kalo ada- kuucapkan terima kasih banyak
Langsung saja….
TYPO, OOC, GAJE DLL HARAP DIMAKLUMI XD
FISH
.
.
.
.
Chapter 3
No Other
Kibum POV
Tidak terasa kalau waktu berlalu sangat cepat, sudah tiga bulan kebersamaan ini kami jalani, dengan kesibukan-kesibukan yang sama setiap harinya. Ngomong-ngomong sudah seminggu yang lalu Donghae-hyung bertukar kamar dengan Kyunnie, dia mengatakan kalau sangat membenci warna pink tapi Sungmin-hyung memenuhi kamarnya dengan ornamen-ornamen berwarna pink sehingga membuatnya frustasi. Sekarang ia sekamar dengan Eunhyuk-hyung.
Pagi ini juga gara-gara orang kekanakan satu ini meja makan diwarnai sedikit kericuhan.
" Yaa…. Donghae-ah, kenapa kamu menyisihkan wortelnya? " Yesung-hyung yang cerewet mengomentari tingkah Donghae-hyung, sementara yang dikritik enak-enakan makan
" hyung…. Apa masakanku tidak enak? " sang koki, Ryewook-hyung menyelanya
" anni…. Ini enak sekali Wookie " ia menghentikan makannya sejenak, tersenyum kearah Ryewook-hyung lalu melanjutkan makannya
" lalu kenapa kamu menyisihkannya? " ulang Yesung-hyung tapi, Donghae-hyung tidak menjawab
" YAA…Lee Donghae, kenapa kamu tidak menjawabku? " Yesung-hyung berteriak agak emosi
" hentikan, kita kan sedang makan. Berisik sekali kalian ini " Leeteuk-hyung menengahi
" aissh….hyung, ada apa dengan wortelku? Mereka kan tidak jahat " Donghae-hyung memandang tajam Yesung-hyung tapi, kemudian ia tertawa yang mau tidak mau menimbulkan kelucuan di meja makan
" lalu… kenapa itu? " Yesung-hyung menunjuk piring Donghae-hyung dengan sumpit
" ahh….bukankah wajar kalau menyisihkan yang paling disukai untuk dimakan terakhir " ia mengulum senyum yang manis, serempak kami menghela napas panjang. Tingkah aneh untuk orang seusianya tapi itulah hyungku yang sangat berharga.
Kelas musik dibimbing oleh Robert gamdognim yang adalah orang Inggris dan berlangsung hikmat, kami semua mendengarkan permainan piano Ryewook-hyung yang sangat mengagumkan. Dia memiliki bakat music yang luar biasa.
Tugas baru diberikan oleh gamdognim, kami diminta untuk membuat sebuah komposisi musik yang memasukkan semua perasaan kami didalamnya. Tugas yang tidak mudah ini mendapatkan waktu yang cukup lama tapi, masing-masing dari kami harus sudah bisa membawakannya saat pentas tahun kedua kami.
" Kyunnie… apa kamu lihat Donghae-hyung? " Kyuhyun sedang bermain game di ruang tengah, padahal TVnya sedang menyala. Sampai kapan dia akan merasa bosan dengan itu.
" molla…" jawabnya masih sibuk dengan gamenya
" aku sudah mencarinya di semua sudut asrama tapi kenapa aku tidak melihatnya? "
" eh…Kyunnie, apa kamu tahu kira-kira dia kemana? " aku masih menginterogasinya
Kyuhyun menatapku dengan pandangan ingin membunuh, tak menghiraukan gamenya lagi.
" wae? Waeyo? "
" molla….molla….molla…." bentaknya " lagipula hyung itu bukan anak kecil yang harus selalu dijaga? Apakah kamu baby sitternya? " lalu ia bangkit meninggalkanku
" dasar kau, maknae menyebalkan "
Mungkinkah dia masih ada di sekolah, waktu itupun saat kelas tari selesai dia tidak segera pulang melainkan berlatih untuk tes. Aku bergegas menuju gedung sekolah, mencari disetiap ruang kelas hingga akhirnya aku melihatnya berada di kelas music, mencoba memainkan gitar akustik.
" yaa…Lee Donghae, apa yang kamu lakukan? " entah sejak kapan aku memanggilnya tanpa embel-embel hyung meski begitu ia tak keberatan
" Bummie… " ia menghentikan permainannya
" bukankah lebih baik menggunakan piano daripada memaksa ingin menggunakan gitar? " aku duduk bersila disebelahnya
" anni…. Irama piano kurang sesuai dengan perasaanku saat ini "
" kamu benar-benar pekerja keras "
" jadi… apa kamu mau membantuku Kibum-sshi? " aku tertawa melihatnya mengerling manja kearahku
" baiklah… mainkan gitarnya dan aku yang akan membimbingmu " aku mengambil buku Donghae yang berisi coretan-coretan nada sementara ia memposisikan jarinya pada gitar
" A… C…." Donghae mulai bermain
" lalu F… yaa….kenapa kamu mengulanginya lagi? "
" maaf…. " dia tertawa " apa kamu tidak merasa nada ini agak sumbang? " dia mengangkat sebelah alisnya sehingga kelihatan sangat lucu
" tolong jangan memasang wajah seperti itu " aku menutup mulutku dengan tangan
" wae? " aku tak bisa menjawab karena menahan tawa dan ia menarik tanganku sementara aku mengencangkan pegangan
" waeyo? Kibum-ah…..jangan hanya tertawa dan cepat katakan sesuatu "
" arra…lepaskan tanganmu hyung " aku masih mengulas senyum dan ia mulai melepaskan tanganku
" anni…hanya saja wajahmu tadi kelihatan lucu, kalau tidak mau hal buruk terjadi padamu jangan perlihatkan wajah seperti itu lagi didepan umum "
" mwo? " dia menjitak kepalaku " dasar "
" hyung…saat seperti ini akan terus berlanjut kan? " tanyaku lirih disela tawa Donghae yang mungkin tak mendengarnya
Tak jauh beda dengan kelas musik, kelas dramapun cukup sibuk. Kami sedang mempersiapkan sebuah pertunjukkan untuk mengikuti lomba ' Festifal drama tahunan ' yang akan dihadiri oleh para pencari bakat.
Scenario ditulis sendiri oleh Hyoon Woo gamdognim, berkisah tentang seorang pangeran dari negeri antah-berantah karena suatu alasan kehilangan ingatan lalu ia bertemu dengan gadis dari kalangan rakyat jelata, merekapun saling jatuh cinta akan tetapi saat ingatan sang pangeran pulih ia memutuskan untuk kembali ke istananya.
Ia berjanji pada gadis itu akan kembali namun ternyata yang sampai padanya hanyalah sebuah surat undangan pernikahan sang pangeran dengan seorang gadis bangsawan. Demi bertemu dengan sang pangeran untuk yang terakhir kalinya, si gadis mempertaruhkan nyawanya dan menyemar memasuki istana tapi yang terlihat disana hanyalah wujud sang pangeran yang sudah tak bernyawa, disebelahnya terdapat butiran obat yang berceceran. Si gadis berteriak memanggil namanya dan pada saat itu juga ia meminum obat itu.
Ceritanya hampir mirip dengan Cinderella atau Romeo dan Juliet tapi, ini akhir yang terlalu tragis. Yang paling penting… kenapa aku yang harus jadi peran utama? Bukannya Siwon-hyung lebih mumpuni? Ditambah lagi yang jadi peran utama wanitanya adalah Heechul-hyung, aku tahu dia cantik tapi tetap saja beradegan seperti itu dengan seorang laki-laki…sangat menggelikan.
Waktu yang tersisa untuk berlatih tinggal satu minggu lagi, kami benar-benar focus pada drama karena ini juga menyangkut nama baik sekolah.
" maafkan aku…..Edelwies…." aku menggenggam tangan Heechul-hyung " tapi….maukah kamu menungguku? " kami berdua berpelukan dan luluh dalam air mata
" cut.." teriak Hyoon Woo gamdognim dibawah panggung yang bertindak sebagai sutradara juga
" aku suka totalitas kalian….semangat " teriaknya bangga, mengepalkan tinjunya keudara
Aku memandangi Donghae yang serius menjalankan perannya sebagai pengawal raja, ia balik menatapku lalu tertawa riang. Mengepalkan tinjuanya keatas juga seperti yang dilakukan gamdognim dan dari kejahuan terlihat seperti menggumamkan kata 'hwaiting' untukku.
Hari pementasan drama akhirnya tiba, kami mendapatkan nomor urut 9, angka yang kubenci tapi sangat Donghae sukai sementara jumlah pesertanya adalah 15 sekolah. Stage dibagi 3 dengan masing-masing juri 4 orang, kami tampil di stage 2. Semua peserta tampil sangat mengagumkan, ada yang membawakan cerita pada jaman Dinasti Joseon, cerita klasik barat bahkan ada juga yang original.
Disaat penampilan tim ke-8 kami menuju belakang panggung untuk melakukan make-up, semuanya terlihat gugup walau sudah didampingi oleh semua gamdognim dan wongeum. Kami berkumpul membentuk lingkaran
" baiklah semuanya…. Kerja keras kita akan dinilai sekarang " ucap Leeteuk-hyung " sebelum mulai, mari kita berdoa dulu… " semuanya menundukkan kepala kecuali Heechul-hyung
" hyung….setidaknya berdoalah untuk kali ini, kamu akan banyak disorot lampu " tegur Siwon-hyung, Leeteuk-hyung yang berdiri disebelah Heechul-hyung mendorong kepalanya agar menunduk, keadaan kembali hikmat.
Heechul-hyung memang orang yang sangat unik, meskipun kelihatannya sangat menyebalkan tapi, sekamar dengannya membuatku memahami hyung dan juga kucingnya Heebum yang selalu berkelahi dengan anjing Hangeng-hyung, tidak jauh beda dengan majikannya.
Selanjutnya kami menyatukan telapak tangan dan meneriakkan yel-yel
" YAA…YAA…YAA… SEMANGAT " teriak kami bersama-sama
Kami melakukan dengan sangat baik seperti saat latihan, air mata dengan mudahnya mengalir dari mataku dan Heechul-hyung. Penontonpun terlihat larut dalam drama yang kami bawakan, Yesung-hyung, Ryewook-hyung dan Kyunnie menyanyikan sebuah lagu dengan indah di akhir pertunjukan sampai-sampai membuat penonton di stage sebelah pindah ke stage kami.
Satu jam setelah penampilan kami, juri langsung mengumumkan juaranya dan kami berhasil mendapatkan juara 2 karena di akhir penampilan ada yang lebih memukau daripada kami. Leeteuk-hyung naik ke panggung untuk menerima pialanya. Setelah itu, dibelakang panggung kami semua tidak henti-hentinya berfoto dengan piala itu, menciuminya. Shindong-hyung yang paling histeris dengan prestasi ini.
" aku…aku…sekarang ini poseku " ucapnya kegirangan membawa piala itu seperti patung Liberty
" hyung…aku ikut… " Ryewook-hyung ikut-ikutan pasang pose seperti itu
" yaa…kalian jangan tinggalkan aku " Kangin-hyungpun tak ingin ketinggalan
" kemana Donghae…hyung? " tanyaku pada Sungmin-hyung yang tertawa melihat tingkah orang-orang itu
" ahh…tadi ponselnya berbunyi, karena disini berisik dia mengangkatnya diluar " jawab hyung tanpa mengalihkan pandangannya
Sesaat kemudian Donghae muncul dengan senyumnya seperti biasa
" yaa…Lee Donghae… telepon dari siapa? " tanyaku
" ahh…dari eomma… " dia memasukkan ponselnya ke saku kemejanya "naega geuleul geuliwo… " imbuhnya seraya mengedipkan mata dan berlalu menuju piala yang dibawa oleh hyung-hyung
Kami bersiap untuk pulang saat tiba-tiba Hyoon Woo gamdognim memanggilku, dia mengatakan ada seseorang yang ingin bertemu. Gamdognim membimbingku menuju ruang staff, dia mempersilahkanku masuk sementara ia kembali. Didalam sana ada wongeum dan dua orang pria asing yang berpakaian sangat rapi.
" anyeonghaseo….." aku memberi salam pada mereka
" duduklah…. " ucap wongeum
" kenalkan….beliau-beliau ini adalah produser…." Imbuhnya saat aku sudah duduk
" ahh…anyeonghaseo….Kim Ki Bum imnida… " kuperkenalkan diriku ditambah sedikit senyuman yang disebut Donghae sebagai 'Evil Smile'
" karena kami tidak punya cukup banyak waktu, jadi langsung saja ke intinya " mulai orang yang memakai kacamata dan jaket wol yang sangat bagus, dia kelihatan berusia kepala empat
" kami…..ingin menawarkan kontrak untuk bermain di drama TV…"
" nde? " tawaran yang tiba-tiba ini membuatku sangat bingung, apa yang harus kukatakan
TBC
Sampai disini part terakhir untuk peran Kibum sebagai narrator :D
Apakah konfliknya sudah mulai kelihatan? Yang sudah bisa menebak jalan ceritanya tolong rahasiakan aja ya, hehehehe
Terima kasih sudah membaca
Salam
bububu
