Disclaimer : saya yang punya hae-oppa, ada masalah?- dikeroyok Elfishy-
Main cast : Lee donghae and Kim kibum
Rate : T
Genre : friendship/drama
Notes : 3 episode terakhir, hehehe
This fic is dedicated for reader that saying 'lanjut' in the end of their reviews –authornya gak bisa inggris- :p
Terima kasih lagi ^_^
TYPO, OOC, GAJE DLL HARAP DIMAKLUMI XD
FISH
.
.
.
.
Chapter 5
Me
Author POV
Kelas music berlangsung tanpa kehadiran seorang Kim Kibum dan Leeteuk adalah satu-satunya orang yang mengetahui alasannya. Sembari memain-mainkan penanya, pikiran Leeteuk kembali teringat akan peristiwa semalam, saat tiba-tiba Kibum masuk kamarnya dan mengusir Kangin keluar.
" ada apa Bummie-ah? " keduanya bersila diatas ranjang Leeteuk dan berhadapan satu sama lainnya
" hyung….aku akan melakukannya…"
" ohh…kukira ada apa, jadi kamu sudah menentukan pilihan? "
" ne….."
" lalu….kenapa wajahmu masih kelihatan sangat bingung? "
" aku…..ada sebuah permintaan padamu hyung, maukah kamu mendengarnya? "
" deul-ui.….katakanlah "
Kibum meremas jari-jemarinya sambil menunduk tapi sejenak kemudian ia sudah menatap lekat pada sang ketua kelas sekaligus ketua asrama.
" Donghae-hyung…..mungkin akan mengalami masa-masa yang sangat sulit dihidupnya, jadi…..maukah kamu menggantikanku untuk menjadi sandaran baginya…" Kibum tampak gelisah, melihat itu Leeteuk tersenyum simpul
" jadi itukah yang kamu khawatirkan? " Leeteuk memegangi pundak Kibum
" tentu saja, tanpa kamu memintanya padaku aku akan melakukannya…karena kalian adalah dongsaengku yang sangat kusayangi. Lagipula Bummie, apa kamu pikir orang akan membiarkan seseorang seperti Donghae-ah menangis dihadapannya? " Kibum tersenyum mendengar ucapan hyung-nya
Masih memainkan penanya Leeteuk memandangi sosok yang duduk didepannya itu, senyum polos Donghae kini jarang terlihat meski dalam berbagai kesempatan ia tampak memaksakan diri untuk tersenyum.
Detik, menit, hari, bulan demi bulan berlalu dengan Kim Kibum yang sekali-kali hadir di kelas dan berkali-kali menghilang, akan tetapi wajah itu sering muncul di drama TV yang ditonton oleh Donghae dan Heechul setiap malamnya. Yang lebih penting adalah pentas tahun kedua mereka akan diadakan besok, semuanya sibuk mempersiapkan tugas music yang dulu diberikan oleh Robert gamdognim.
Hari sudah menunjukkan pukul satu malam tapi Donghae masih sibuk dengan kegiatannya memperbaiki lirik lagu. Ia seorang diri di ruang tengah, dengan hanya diterangi sebuah lampu duduk. Seseorang membuka pintu dan menyalakan lampunya, membuat Donghae terkejut.
" kamu rupanya Bummie-ah…" Kibum baru pulang dari syuting, ia menghampiri Donghae dan duduk didepannya. Jarak mereka hanya dipisahkan oleh sebuah meja.
" apa yang kamu lakukan tengah malam begini? " tanyanya melihat kesibukan Donghae
" ahh….hanya memperbaiki beberapa bagian lirik " Kibum ingin melihat lirik yang ditulis Donghae tapi oleh sang pemilik ditutupi
" aissh….dasar pelit " Kibum memasang wajah agak cemberut, Donghae hanya tertawa
" tidurlah…sepertinya kamu lelah, bukankah besok harus syuting lagi? "
" ne…." Kibum tetap tak bergerak dari tempatnya
" aku juga sudah sangat ngantuk…" Donghae berdiri dan meregangkan kedua tangannya, seperti ada kecanggungan diantara mereka berdua
Kibum hendak bangkit juga saat tiba-tiba Donghae menarik pergelangan tangan kirinya. Ia tidak melakukan perlawanan saat Donghae melakukan sesuatu dengan tangannya.
" besok adalah pementasan tahun kedua kita jadi….jangan terlambat " kemudian Donghae berlalu meninggalkan Kibum yang tengah memandang sebuah gambar jam tangan dipergelangannya, jarum panjangnya tepat menunjuk angka dua belas sementara jarum pendeknya menunjuk angka tujuh. Kibum tersenyum sambil merasakan panas, bulir air menetes dari sudut matanya.
Pementasan yang terbuka untuk umum tersebut dimulai pukul enam sore, sejak pagi seluruh karyawan SMent Art School terlihat sibuk mempersiapkan acara. Wongeum bolak-balik kesana-kemari seperti ayam yang minta kawin.
Siswa yang tampan-tampan menjadi daya tarik tersendiri untuk sekolah ini maka, siang itupun para penonton sudah memenuhi halaman sekolah, tempat akan diadakannya pentas music itu meskipun acaranya baru akan dimulai beberapa jam nanti. Pengunjung juga diperbolehkan berkeliling melihat gedung sekolah serta fasilitas-fasilitas yang tersedia di tempat ini.
Penampilan pertama di buka oleh TVXQ, salah satu vocal group yang sangat terkenal. Mereka juga merupakan alumni dari SMent Art School. Kemudian tibalah saat yang paling dinantikan, para siswa SMent Art School akan membawakan lagu mereka masing-masing. Penampilan pertama adalah Ryewook, ia menyanyikan lagu ballad diiringi piano yang membuat penonton berdecak kagum bukan hanya oleh lagunya tapi juga lantunan suara Ryewook yang melengking.
Kemudian secara berurutan Shindong, Heechul, dan Siwon yang tak kalah memukaunya. Penampilan berikutnya adalah Donghae, ia berjalan menuju panggung dan sesekali melihat jam tangannya. Ditangan kirinya membawa sebuah gitar akustik. Donghae duduk di bangku yang sudah disediakan diatas panggung.
Donghae memegangi mik yang berdiri tegak dihadapannya
" aku mengatakan pada seseorang bahwa penampilanku dimulai pukul 07.00, sementara jam masih menunjukkan pukul 06.55 jadi… bisakah kalian menunggu lima menit lagi? " suara Donghae menggema kesetiap sudut sekolah
" yaa…." Teriak semua penonton
Sementara itu ditempat lain Kibum masih sibuk dengan syutingnya, sesekali ia juga memperhatikan jam tangannya.
" 06.45…" gumamnya
Ia menghampiri sang sutradara yang sedang berdiskusi dengan kru.
" permisi…..Young Doo-sshi….." panggil Kibum
" ohh….ada apa Kibum-sshi? " kru yang sedang berdiskusi tadi meninggalkan mereka berdua
" ada hal mendesak yang harus kulakukan, bisakah anda take tanpa aku sebentar saja? "
" urusan sepenting apa? Kita harus segera menyelesaikan syuting ini "
" arraseo…..aku akan kembali secepat mungkin "
" ok…..hanya sebentar, segeralah kembali "
" ye….." seketika Kibum berlari, menunggu taksi beberapa saat, ia meminta sang supir untuk mengebut
" baiklah….kurasa dia tidak akan datang…" ucap Donghae, semua teman-temannya mengerti bahwa seseorang yang ditunggunya itu adalah Kim Kibum
Donghae mengambil gitar yang ia letakkan disebelahnya dan mulai memainkan intro lagunya, ia memetik gitar dengan alunan nada yang lembut diawalnya.
neol bomyeon (nan) useumman (nawa) sujubeun misokkajido Yeah
nal boneun ne nunbicheun seulpeun geol hoksi ibyeoreul malharyeogo hani Baby
tepuk tangan dan teriakan membahana menyambut lagu Donghae
maeilgachi tto banbokdoel nae moseube neoneun geurido jichyeonneunji nal yongseohagenni?
dasi hanbeon deo saenggakhae saenggakhaejullae ijeneun nochi anheulge
Tepat saat Donghae menyanyikan bagian reff nya, Kibum menyaksikan temannya itu bernyanyi dengan sangat bagus diatas pentas. Kibum tersenyum ceria sambil terus bertepuk tangan.
neoreul ullin geon naega baboraseo
neoreul bonaen geon naega bujokhaeseo neol
jiuryeo haetdeon geureon nareul yongseohae jwo nal
jebal dasi sumeul swil su itge
Kibum teringat kembali pertama kali datang ketempat ini, seseorang dengan dunia kecilnya tengah menulis ditelapak tangannya sendiri kemudian tersenyum polos pada Kibum.
neol bomyeon (nan) nunmuri (heulleo) nareul baboro mandeuneun neo
hoksirado ne mam byeonhal ttae doraol gire naega seo isseulge Baby
junbihaetdeon ne ibyeori naegeneun jigeum jugeul geot gachi apa sigani jinado
ajik neoreul bonaegien bonaegieneun hae julge neomu manheunde Yeah
neoreul ullin geon naega baboraseo
neoreul bonaen geon naega bujokhaeseo neol
jiuryeo haetdeon geureon nareul yongseohae jwo nal
jebal dasi sumeul swil su itge
Banyak hal yang telah ia lalui ditempat ini, bersama keluarga kecilnya yang sederhana namun penuh kebahagiaaan, lagi-lagi Kibum tidak bisa menahan sesuatu yang tidak ingin ia tunjukkan didepan umum, air mata yang ia pendam sendiri. Ponsel disakunya bergetar, Kibum mengangkatnya ditengah kegaduhan suara penonton.
" yeoboseo, ye…..Young Doo-sshi…."Kibum mengencangkan suaranya
"ye…..ye….arraseo…."
eodiseobuteo yaegihalkka eonjebuteonga mworalkka sojunghamiran geol irheogatjanha (mal an haedo aljanha)
geundeyo, geudaeyeo uri hamkkeyeotdeon ilbun ilchoga nunbusige areumdapdeon yeppeun misoga geuriwo ne mame kkok dakil
nae seulpeun gidoga i bissogeul jina hoksi bol su isseulkka
naega jigeum neomu apa nega tteonan jigeumi nan neomu apa mwoga iri himdeunji maeil bam nan neol saenggakhae
harurado an hamyeon nae mami buranhan geol neon ani eum ani moreugetji ireon nal al riga eobtji
neodo gakkeum nae saenggagi nandamyeon geu ttae neon doraomyeon dwae
saranghandan mal neol hyanghae haneun mal
bogo sipdan mal neol ango sipeun mal ojik han saram
neoreul jikigo sipeo dasi (naege) dorawa jul neoreul wihae
Karena sudah tak memiliki banyak waktu Kibum tak bisa menemui Donghae untuk mengucapkan selamat atas penampilannya yang sangat cemerlang, maka iapun langsung meninggalkan sekolah.
" gamsahamnida…." Teriak Donghae diatas panggung
" semoga ayahmu segera sembuh dan cepatlah kembali…" ucap Eunhyuk melepaskan kepergian Donghae di terminal, meski belum waktunya liburan tapi ia meminta ijin beberapa hari untuk mengunjungi ayahnya dan wongeum memberinya ijin
" hati-hati, sampaikan salamku pada ayahmu…." Leeteuk mengelus kepala dongsaengnya
" kami akan sangat merindukanmu….." Eunhyuk memeluk Donghae
Karena hari ini masih ada kelas, tidak semua siswa bisa mengantar Donghae maka hanya Eunhyuk dan Leeteuk yang mendapatkan ijin untuk mengantar, sebagai teman sekamar dan ketua.
Donghae melambaikan tangan pada mereka berdua dari dalam bis, perasaannya sedikit lega karena bisa segera bertemu dengan ayahnya tercinta tapi, ia juga merasa agak menyesal tidak sempat memberi tahu Kibum bahwa ia pulang. Semenjak pementasan kemarin ia tidak bertemu dengannya. Maka, ia memutuskan mengirim pesan padanya.
Dua pesan tidak terbaca di ponselnya, karena terlalu lelah Kibum selalu mengabaikan pesan yang masuk ke ponselnya
" dari Donghae dan Eeteuk-hyung….." ejanya lalu membuka satu-persatu
Dari : Donghae
8 Aug 20XX 08.00 AM
Aku pulang ke Mokpo, mianhae….karena tidak memberi tahumu sebelumnya –
" apa dia marah padaku? "
Dari : Leeteuk-hyung
8 Aug 20XX 03.00 PM
Ayah Donghae-ah sudah meninggal –
" MWO?" teriak Kibum tidak percaya yang seketika membangunkan teman syutingnya yang sedang beristirahat
TBC
Sampai disini, gimana menurut reader? scene-nya berubah-ubah dengan cepat di chapter ini ^^
Kira-kira pendapat reader couple yang ingin dibikin fic apa? Dengan genre seperti apa?
Thanks for reading
Salam
bububu
