Disclaimer : saya yang punya hae-oppa, ada masalah?- dikeroyok Elfishy-
Main cast : Lee donghae and Kim kibum
Rate : T
Genre : friendship/drama
Notes : sangeil cukhae hamnida Eeteuk….biarpun telat :D
Untukku dan untuk Heenim juga…..Happy Birthday ^^
entahlah, sepertinya ini akan jadi chapter terakhir ^_^
TYPO, OOC, GAJE DLL HARAP DIMAKLUMI XD
FISH
.
.
.
.
Chapter 6
Happiness
Author POV
Kibum masih tak bergeming dari tempatnya membaca pesan tadi, ia hanya menundukkan kepala memandang lantai tampat ia memijakkan kaki. Setetes, dua tetes dan lebih banyak lagi bulir air mata yang mengalir tanpa bisa ia hentikan. Disaat ia berusaha keras demi seseorang, alasan itu, alasan yang baginya sangat berharga itu kini telah hancur.
Ia bahkan tak bisa melindungi perasaan orang yang berharga baginya, ini seperti tertimpa batu saat hampir mencapai puncak. Wajah Donghae dan senyum polosnya berkelebat dalam benak Kibum, ia mengutak-atik ponselnya.
" yeoboseo, Junso-hyung….bisakah kamu kirimkan alamat Donghae-hyung? "
Setelah mendapatkan jawaban dari seberang, ia menutup teleponnya, mengambil jaket dan tas samping yang tergeletak ditempat ia beristirahat tadi. Tanpa permisi ia meninggalkan tempat syuting, sutradara dan manajer berteriak memanggil-manggilnya tapi kibum tak peduli, hanya satu yang ada dipikirannya saat ini, Lee Donghae.
Tempat itu penuh dengan rangkaian bunga yang bertuliskan ucapan turut berduka cita berjajar rapi, isak tangis terdengar dari kerumunan orang yang memandang kearah foto seorang lelaki tua. Semua temannya hadir di acara pemakaman ayah Donghae namun, hanya Kibum…hanya dia yang tak bisa benar-benar berada disana, entah apa yang terjadi kakinya tak bisa bergerak bahkan ia merasa tak pantas untuk memasuki tempat itu, tangan kanannya menggenggam sebuah amplop berwarna coklat yang sebenarnya akan ia berikan pada Donghae hari ini.
Kibum merasakan gemetar dikedua kakinya, bulir-bulir bening kembali membasahi pipinya dan kini lebih deras lagi,. Ia menutup wajah dengan kedua tangannya, lalu bersimpuh. Ia meremas amplop itu saat tiba-tiba ponselnya berbunyi.
" yeoboseo"
" YA…Kibum-sshi…" teriak suara dari dalam ponsel yang adalah sutradara Young Doo " apa yang kamu lakukan? Apa kamu mau menghancurkan proyekku hah? Tolong bersikaplah seperti seorang professional….apa kamu pikir kami akan menunggumu hanya karena kamu direkomendasikan produser…."
" aku segera kembali…" Kibum menginterupsi " aku….akan segera kembali jadi jangan bicara apapun " iapun menutup sambungannya
Saat ini ia berada dalam mood yang sangat buruk hingga mungkin bisa melakukan hal-hal yang belum pernah ia lakukan sebelumnya seperti menghajar seseorang yang lebih tua. Ia memandang nanar kearah upacara pemakaman itu sejenak dan pergi dengan perasaan sebagai seorang pecundang, lagi…..ia tak bisa berbuat apa-apa untuk menjaga hyung yang berharga baginya. Ia merasa yang ia lakukan selama ini hanyalah sia-sia, ia terlalu berlebihan meampaui porsinya.
Agustus, September, oktober, hari berlalu dengan jadwal syuting yang semakin padat untuk Kim Kibum, setelah semua air mata yang meluap selama ini ia akhirnya meninggalkan SMent Art School tanpa menyelesaikan tahun keduanya bahkan tanpa mengucapkan salam perpisahan ataupun meminta maaf pada semua teman-temannya.
" kematian itu bukanlah sesuatu yang bisa kamu pilih atau kamu hentikan "hanya kalimat itu yang tersisa dalam hatinya, sebuah nasehat dari sang ketua.
" kibum-sshi? Apa anda sudah siap? " tanya seorang kru TV membuat Kibum tersadar dari lamunannya
" ohh…..ye…." ia bangkit dari duduknya menuju ruang siaran
Ia menghadiri wawancara di sebuah stasiun TV, karena Ki Bum belakangan menjadi topic yang sedang hangat dibicarakan.
" kudengar anda pernah tinggal di Amerika? " tanya MC acara tersebut yang bernama Shin Dong Yup-sshi
" ah….ye, saya tinggal beberapa tahun disana " ucap Kibum sembari tersenyum
" ohh…kudengar anda pernah bersekolah di SMent Art School? Benarkah itu? "
" ahh…ye, tapi saya tidak pernah menyelesaikan tahun kedua saya " semua orang yang ada di tempat itu tertawa
" lantas bagaimana dengan teman-teman seangkatan anda? "
" kurasa mereka sudah lulus, mereka semua pekerja keras "
" apa anda masih berhubungan dengan mereka? "
" itu….aku…kehilangan kontak dengan mereka "
" waahh…sayang sekali, apa anda tidak pernah mengunjungi mereka? "
" anni…."
" benar juga anda pasti sangat sibuk….baiklah…apa anda ingin menyampaikan pesan untuk teman-teman anda? "
" ah…" Kibum terlihat ragu-ragu
" silahkan katakan saja…" dorong sang MC
" aku…ingin minta maaf pada teman-teman…." Kibum mengatupkan kedua tangannya, terdengar background lagu yang cukup memilukan, semuanya mendengarkan dengan hikmat apa yang diucapkan oleh Kibum.
" jeongmal mianhae…aku tak bisa mengucapkan selamat tinggal dengan baik pada kalian semua….aku….juga tidak bisa mengucapkan terima kasih karena sudah mau menjadi keluarga kecilku, kenangan bersama kalian adalah hal yang takkan pernah kulupakan…." Kibum mengambil nafas sejenak
" dan aku…ingin meminta maaf secara khusus kepada seseorang…." Kibum menatap Shin Dong Yup seolah meminta ijin
" ohh….ye, silahkan…" sahutnya
" Lee Donghae….aku takkan memanggilmu hyung karena akulah hyungmu, Mianhae….kurasa aku hyung yang sangat payah, bahkan setelah aku berjanji untuk melindungimu aku justru kabur….aku benar-benar pengecut kan?
" apa…aku bisa melihat senyuman polosmu lagi? Kamu itu sangat cengeng, perasaan yang sensitive…..YA! sebenarnya seberapa besar kran yang menampung air matamu itu? Aku tahu kalau sebenarnya kamu adalah orang yang sangat kuat…..jadi, jangan menangis lagi agar aku tak merasa perlu mengkhawatirkanmu…aku menyayangimu, hyung….."
TBC
Hahahaha, ceritanya jadi datar ya….kelamaan apdet sih, hehehee
Yang berikutnya adalah epilog jadi mohon jangan bosan review ya…^^
Salam
bububu
