Balesan Review"
Leehyunseok99: ni udah lanjut mudah-mudahan suka… makasi udah review^^
Camillawliet96: Okeee, ini udah lanjuttttt, makasi udah review^^
Ainiadira: tenang si Naru bakalan gila karena Gaara, huahahah… makasi udah review^^
Kazeknight: ini udah lanjut moga-moga suka… makasi udah review^^
Nasusay: ho-oh si Naru tuh… hehe makasi udah review^^
Nekomata Angel of Darkness: jadi Rate M ya… hmmm Ren pikir-pikir dulu ya… makasi udah review^^
Disclaimer: Masashi Kishimoto Sensei
Pair: NaruGaa
Rate: T
Warning: abal, gaje,AU, typo(s) merajalela, OOC, BL, cerita pasaran, alur kecepatan, de el el
Happy Reading^^
'SECRET AFFAIR'
"Katakan Gaara! Ayo katakan apa sebenarnya salahku sampai kau jadi begini padaku?!" kata Naruto emosi
"…" tetap tidak ada jawaban dari Gaara
Dan tanpa sadar atau tidak, kini Naruto tengah menawan bibir mungil milik Gaara dengan bibirnya, ya dia mencium Gaara, entah sadar atau tidak
Naruto sebenarnya merasa aneh melakukan hal ini pada Gaara, sahabatnya sendiri apalagi Gaara itu LAKI-LAKI. Tapi ada sedikit perasaan di sudut hatinya yang begitu menikmati apa yang tengah ia lakukan pada Gaara saat ini. Perasaan bahagia yang sulit diuraikan dengan kata-kata. Naruto malas mengakuinya tapi bibir Gaara benar-benar membuatnya terlena. Memang ini bukan ciuman pertamanya, tapi ini lah ciumannya yang paling 'wah' menurut Naruto.
Tiba-tiba saja Naruto menghentikan aksi ciumnya ketika ada sesuatu yang basah disekitar tangannya yang saat ini menangkup pipi Gaara. Menangis, hanya itu yang dapat dilakukan Gaara ditengah ketidak berdayaannya menghadapi sikap Naruto saat ini.
"Gaa-Gaara" gagap Naruto begitu melihat ekspresi Gaara yang benar-benar terluka, sedih, marah akh.. entah bagaimana menggambarkannya tapi yang jelas Naruto tidak suka ekspresi seperti itu ada di wajah Gaara.
"Sudah? Kalau belum silahkan lakukan apa saja sampai kau puas!" kata Gaara yang masih mengeluarkan tetesan bening dari matanya.
Naruto benar-benar tidak tau harus berkata apa, ia sendiri bingung dengan apa yang telah dilakukannya.
"Apa-apakah… mempermainkan persaanku saja belum cukup untukmu hingga kau harus melakukan hal ini padaku?!" katanya lagi dan langsung berlari meninggalkan tempat tersebut.
"Gaara! Tunggu!" panggil Naruto, tapi sia-sia saja panggilan itu tak dapat menghentikan Gaara jangankan berhenti menoleh pun Gaara tidak.
"Cih… SIAL"
\~(^0^)~/
'Gaara POV'
Sakit, itu yang kurasakan saat ini. Aku tak menyangka Naruto yang sudah dari kecil berteman denganku, NAruto yang aku cintai sepenuh hati, tega-teganya mempermainkan perasaanku seperti itu. Kalau memang tidak suka tidak apa-apa, tapi tidak dengan mempermainkanku seperti ini. Apakah selama ini hanya aku saja yang menganggapnya sahabat bahkan lebih sedangkan dia tak menganggapku sama sekali?! Apakah mempermainkanku begitu menyenangkan baginya?!
Aku tidak mau tau lagi, aku muak dengan semua ini.
'Gaara POV end'
Tiga hari sudah semenjak insiden penciuman yang dilakukan Naruto terhadap Gaara, dan selama itu pula Gaara tidak lagi masuk sekolah, kata guru sih Gaara izin karena sakit tapi Naruto tak semudah itu percaya dengan alasan tersebut. Alasan klise batinnya
"Naruto, tolong antarkan lembaran ini untuk Gaara" kata Sasuke sambil menyerahkan beberapa lembar kertas
"Apa ini?" tanya Naruto heran
"Tugas selama dia tidak masuk" kata Sasuke enteng dan langsung pergi dari sana
"Hah~ kenapa harus aku~" lirih Naruto
"Hehehe bisa jadi alasan buat ketemu Gaara" katanya lagi sambil nyengir-nyengir ga' jelas.
'Naruto POV'
Saat ini aku sedang dalm perjalanan menuju rumahnya Gaara, yah… rumahnya tidak terlalu jauh dari rumahku sih makanya aku mau-mau saja disuruh mengantarkan lembaran ini. Hanya karena kami searah kok, tidak ada yang lain yah walaupun dengan mengantarkan lembaran ini aku bisa bertemu dengannya, bisa melihat wajah manisnya trus bibirnya yang… argh stop! A-aku tidak berpikiran seperti itu aku hanya ingin tahu keadaannya saja tidak lebih kok. (muna lu Nar)
Yak, ini dia rumah Gaara, rumah yang beraksen minimalis dengan warna merah maroon yang mirip rambut Gaara yang halus dan lembut. Segera saja kuketuk pintu tersebut dan tak lama muncullah seorang perempuan yang rambut pirangnya diikat empat (lagi mode mungkin), Temari-nee kakak perempuan Gaara.
"Wah Naruto… tumben ada apa?" tanyanya padaku.
"Hm… Gaaranya ada?" tanyaku dengan segala aspek kesopanan yang kupunya
"Gaara? Dia belum pulang dari sekolah" ucap Temari-nee yang sukses membuatku kaget
Gaara ke sekolah? Bukannya dia sakit?
"Kenapa Naruto" tanya Temari-nee membuyarkan lamunanku
"Ah ti-tidak, bisa titip ini untuk Gaara?" kataku sambil menyerahkan lembaran yang ada di tanganku pada Temari-nee
"Baiklah" jawabnya
"Kalau begitu aku pulang dulu Temari-nee" pamitku dan langsung berbalik meninggalkan kediaman Sabaku tersebut.
"Hati-hati di jalan" katanya lagi
Di perjalanan pikiranku tidak dapat teralihkan dari Gaara, guru di sekolah mengatakan kalau dia tidak masuk karena sakit, tapi tadi Temari-nee bilang dia… pergi ke sekolah… yang benar yang mana sih?!
Membingungkan! Atau jangan-jangan…
Segera saja kaki ini kupacu untuk berlari mencari Gaara entah kenapa aku takut sesuatu yang buruk terjadi padanya, apalagi karena salahku, TIDAK! Itu tidak boleh terjadi.
Aku terus berlari ke tempat di mana Gaara biasanya pergi, tapi sekeras apapun aku mencarinya hasilnya tetap saja nihil.
"Kemana? Aku harus mencarimu kemana lagi Gaara" gumamku yang mulai diliputi perasaan putus asa karena tak kunjung menemukan Gaara.
"Atap sekolah" tiba-tiba teringat begitu saja tempat dimana aku menyakiti hati Gaara(mungkin). Dengan penuh keyakinan kulangkahkan kakiku secepat mungkin kesana. Berharap ia benar-benar ada disana.
'Naruto POV end'
Setelah berlari cukup lama akhirnya Naruto melihat juga gerbang sekolahnya. Dengan perasaan yang entah bahagia atau apa Naruto segera memasuki area sekolahnya dan…
"Ga-Gaara…" lirih Naruto begitu melihat Gaara yang berada di pinggir pagar pembatas yang ada di atap. Seketika tubuh Naruto menegang, matanya terbelalak
"Jangan-jangan…" gumam Naruto yang langsung berlari secepat mungkin ke tempat Gaara berada saat ini.
BRAK
Terdengar suara pintu atap yang dibuka Naruto dengan sangat tidak berperikepintuan. Pandangannya menelusuri setiap tempat di atap tersebut.
"Disana!" batinnya
"GAARA!"
TBC
Maaf~ minna kependekan…. Kehabisan pasokan ide…. Lagian baru selesai ujian kerjaan jadi numpuk deh… sekali lagi maaf- hehe jangan lupa Review….
