"Ga-Gaara…" lirih Naruto begitu melihat Gaara yang berada di pinggir pagar pembatas yang ada di atap. Seketika tubuh Naruto menegang, matanya terbelalak

"Jangan-jangan…" gumam Naruto yang langsung berlari secepat mungkin ke tempat Gaara berada saat ini.

BRAK

Terdengar suara pintu atap yang dibuka Naruto dengan sangat tidak berperikepintuan. Pandangannya menelusuri setiap tempat di atap tersebut.

"Disana!" batinnya

"GAARA!"

Disclaimer: Masashi Kishimoto Sensei

Pair: NaruGaa

Rate: T

Warning: abal, gaje,AU, typo(s) merajalela, OOC, BL, cerita pasaran, alur kecepatan, de el el

Happy Reading^^

Yo minna… this is the last chap… mudah-mudahan suka… kalau ga' suka juga ga' apa-apa… maaf kalau ceritanya kependekan trus gaje gini maklum baru belajar… Ren persembahkan the last chap ini untuk Kazeknight enjoy^^

'SECRET AFFAIR'

'Gaara POV'

Sudah tiga hari aku tidak masuk sekolah dengan alasan sakit, yah walaupun tidak sepenuhnya bisa dikatakan demikian. Nyatanya memang aku saat ini berada di sekolah. Pagi-pagi sekali aku berpamitan pada Temari-nee untuk berangkat ke sekolah dan setelahnya aku menelpon Kakashi-sensei dan minta izin tidak masuk dengan alasan sakit, aku cerdik kan. Bohong? Hey aku tidak berbohong kok, aku kan memang pergi ke sekolah dan mengenai aku yang sakit itu kan tidak bohong, aku memang sakit… disini… di hati ini…(memegang dada)

Hah~ entah apa yang kupikirkan hingga aku berakhir di sini, tempat ini tempat dimana Naruto berhasil menghancurkan hatiku.

Yah… sudah tiga hari aku tak bertemu dengannya, ada perasaan rindu yang sangat membebaniku. Padahal aku sudah memutuskan untuk melupakannya tapi kelihatannya mustahil. Bayangannya masih saja menghantui pikiranku yah seperti saat ini aku berada disini untuk menatap langit yang berwarna sama dengan iris sapphirenya. Aku yakin tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk memandang keindahan itu dari dekat, yang hanya bisa kulakukan hanya memandangi langit yah ini sedikit berbahaya karena aku memandangnya di pinggir pagar pembatas yang tidak terlalu tinggi, tapi aku suka melihat langit dari sini seakan bisa kujangkau, begitu dekat.

BRAK

Terdengar suara pintu atap yang dibuka dengan keras hingga mengagetkanku

"GAARA!"

'Gaara POV end'

"GAARA!" teriakan Naruto tersebut menggema seantero sekolah yang memang sudah sepi tak berpenghuni.

'Na-Naruto? apa yang dilakukannya disini?' batin Gaara yang heran akan kehadiran Naruto, jujur ia belum sanggup untuk bertemu Naruto saat ini.

"Kumohon Gaara jangan bertindak bodoh" kata Naruto yang mulai melangkah pelan kearah Gaara

'Apa maksudnya bertindak bodoh' pikir Gaara

"Kumohon Gaara, tidak apa kalau kau tidak memaafkanku tapi jangan lakukan tidakan bodoh ini" pinta Naruto dengan nada memohon yang sangat. Ia benar-benar tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Gaara. Gaara itu sahabatnya dan ia tak mau kehilangan sahabatnya itu.

Gaara yang sedari tadi mengernyitkan dahi heran akhirnya paham akan maksud Naruto dengan 'tindakan bodoh' yang sedari tadi di teriakkannya.

'Dia pasti mengira aku ini mau bunuh diri' batin Gaara

"Gaara…" kata Naruto lagi yang saat ini sudah berada tiga langkah di belakangnya.

"Mau apa kau kesini?" tanya Gaara dingin

"A-aku…"

"Pergilah, aku tidak ingin melihatmu!" kata Gaara memotong ucapan Naruto

"Ta-tapi…"

"Pergi, atau aku melompat!"ancam Gaara yang mulai menaiki selusur pagar pembatas tersebut, gila memang tapi ini satu-satunya cara untuk menyuruh Naruto pergi. Ia tidak tahan akan segala perhatian Naruto yang nantinya bisa membuatnya salah paham akan perasaan Naruto padanya.

"Gaara, itu berbahaya!" teriak Naruto begitu melihat apa yang di lakukan Gaara

"Pergi" ulang Gaara

"Tidak!" kata Naruto yang sedikit mengagetkan Gaara

"Jadi… kau lebih suka kalau aku jatuh dari sini iya kan?" tanya Gaara lagi dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

"Tidak! Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu! Kumohon… turun dari sana…" pinta Naruto yang sarat akan kekhawatiran.

"Tidak, kau tidak mengerti Naru, kau tidak mengerti bagaimana penderitaanku…" lirih Gaara

"Aku mengerti Gaara, sangat mengerti!" teriak Naruto yang tidak tahan lagi dengan pemandangan di depannya.

"Kalau kau mengerti pergilah…" pinta Gaara yang benar-benar sudah meneteskan Kristal bening dari matanya "Pergilah…." Isaknya

Hati Naruto begitu sakit bagai tersayat-sayat begitu melihat butiran bening tersebut mengalir di pipi sahabatnya.

"Baiklah, aku pergi…" kata Naruto akhirnya

"Berjanjilah Gaara, kau akan turun dari sana begitu aku pergi" lanjut Naruto sambil berjalan meninggalkan tempat tersebut

.

.

'Naruto POV'

Arrrghh….

'Ini benar-benar menyiksaku, dengar Naruto dia itu sahabatmu jadi wajar kalau kau menghawatirkannya' kataku untuk meyakinkan diriku sendiiri

Tapi air matanya itu… entah kenapa melihatnya menangis seperti itu membuatku frustasi, aku bingung dengan perasaanku sendiri hingga aku mengikuti apa permintaan Gaara untuk meninggalkannya, apa aku menyukai Gaara? Tidak, jelas-jelas aku ini straight. Aku masih suka Sakura si primadona sekolah itu. tak ku pungkiri sih, Gaara itu mungkin lebih manis dan menarik dari sakura dan juga… STOP! Ini bukan saatnya berpikir seperti itu. focus Naruto! focus!

Apa ini semua sudah benar? Apakah tidak apa-apa meninggalkan Gaara dalam keadaan seperti tadi, ah… pasti tidak masalah dia pasti akan turun dari sana sekarang, tapi bagaimana jika dia tidak turun dan… tidak itu tidak akan terjadi… Gaara tidak akan sebodoh itu tapi….

Sebenarnya perasaanku pada Gaara bagimana? Aku bingung…

'Naruto POV end'

Sepeninggal Naruto, Gaara masih tetap setia(?) berdiri di selusur pagar pembatas atap tersebut sambil melamun (jangan di tiru, Bahaya!)

'Apa aku benar-benar melompat saja dengan begitu semua rasa sakit ini akan hilang' pikir Gaara padahal tadi ia hanya bermaksud untuk mengancam Naruto

Gaara benar-benar tidak sanggup lagi menahan segala sesuatu yang terus mendera hatinya tersebut, ia sungguh berfikir kalau saat ini adalah saat yang paling tepat untuk melupakan segalanya, segalanya tentang Naruto.

Perlahan Gaara merentangkan kedua tangannya, merasakan hembusan angin dan menikmati indahnya langit biru untuk yang terakhir kalinya, ya Gaara memutuskan untuk mengakhiri segalanya, ia tak ingin tersakiti lagi, tidak lagi

"Temari-nee pasti tidak akan kesepian karena masih ada kankurou-nii dan Naruto… dia punyak banyak teman jadi tidak masalah" lirih Gaara dan mulai mencondongkan badannya kearah depan

.

GREP!

.

Gaara kaget begitu merasakan seseorang menariknya hingga ia terjatuh menimpa orang yang menariknya tersebut

"Shh Ittei…"

"Na-naruto…" kaget Gaara begitu mengetahui bahwa orang yang menariknya tersebut adalah sang blonde yang tadi sudah di usir-paksanya.

"BAKA! APA YANG KAU LAKUKAN! KAU MAU MATI HAH!" bentak Naruto yang bersyukur mengambil tindakan yang tepat untuk menemui Gaara kembali.

"…"

"Woi Gaara kau tidak apa-apakan? Ada yang luka?" tanya Naruto yang sarat dengan nada kekhawatiran

Gaara hanya menggeleng lemah menanggapi pertanyaan Naruto, ia bingung, apa yang harus dilakukannya sekarang? Apa ia boleh berharap lebih dari Naruto?

Greb

Tanpa aba-aba peringatan Naruto langsung saja memeluk Gaara, ia Khawatir pada Gaara

"Apa-apaan kau… kau mau meninggalkanku heh… Gaara?" lirih Naruto

"…"

"Apa kau ingin meninggalkanku saat aku menyadari semua kesalahanku Gaara?"

"…"

"Kau masih akan meninggalkan aku yang baru menyadari kalau aku menyukaimu Gaara?"

"Aku tahu" kata Gaara akhirnya

"Tidak kau tidak tahu" kata Naruto yang menarik dagu Gaara dan melumat bibir merah muda milik pemuda bersurai merah dengan segenap perasaan seolah ingin menyampaikan apa yang dirasanya tersadap sang pemuda

"Aku mencintaimu Gaara" ucap naruto begitu mengakhiri ciumannya

"Sungguh, aku benar-benar mencintaimu" lanjutnya

~FIN~

Thanks to:

Nekomata Angel of Darkness

Camillawliet96

Kazeknight

Yang udah review Fict super Gaje punya Ren ini, juga terimakasih buat yang udah nyempatin baca… at last, Hontou ni Arigatou gozaimasu