Cast : All Super Junior, DBSK, Shinee members, and other character
Rate : T
Disclaimer : This fic is mine, but the characters is themselves.
-o0 Shin Young Rin o0-
Bruuk
Tubuh Sungmin terjatuh ke lantai, kini yeoja tersebut telah kehilangan kesadarannya. Seorang yang memakai tudung hitam segera membawa Sungmin pergi ke luar kelas. Sementara itu di halaman sekolah, Donghae bersama Eunhyuk, Siwon, Kyuhyun, dan Jino berkumpul kembali untuk membicarakan hasil pencarian mereka.
"Apa kalian menemukannya?" tanya Donghae kepada semuanya
"Aniyo, aku tidak menemukannya" jawab Eunhyuk
"Iya aku juga" ujar Siwon
"Sebenarnya kemana sih anak itu?" Kyuhyun mengepalkan tangannya
"Minnie eonni, kau dimana sekarang?" gumam Jino pelan
"Akh~seharusnya aku langsung menahannya tadi" Donghae mengacak rambutnya kesal
…
"Sepertinya kalian sedang kebingungan mencari seseorang ya?" ujar seseorang bertudung hitamyang tengah berdiri tidak jauh dari mereka
"Flame? Kalian? Jangan-jangan…" Donghae menghadap ke sumber suara
"Tenang saja dia baik-baik saja, lagipula kami tidak akan menyakitinya" ujar seorang lainnya yang diketahui sebagai Freeze
"Sebenarnya apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Eunhyuk
"Apa ini semua ada hubungannya dengan kejadian tadi pagi?" tambah Siwon
"Coba saja kalian tebak" ujar seorang di sebelah Freeze yang diketahui sebagai Nothing
"Ya! kalian jawab saja pertanyaan kami" ujar Kyuhyun yang kesal
"Menurut kalian?" tanya seorang yang berada di sebelah Flame yang diketaui sebagai DeepMirror
"Aku yakin pasti kalian yang melakukannya" ujar Jino yakin
"Kalian memang terlalu banyak bicara" Flame mengisyaratkan teman-temannya untuk maju
Akhirnya pertarungan tak terelakkan, masing-masing kelompok mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Sementara mereka bertarung, seseorang bertudung datang sambil membawa tubuh Sungmin. Ia berjalan sambil mengendap-endap agar kehadirannya tidak diketahui oleh orang sekitarnya. Namun sayangnya usahanya tidak berhasil karena Jino yang kebetulan tidak ikut bertarung melihatnya.
"Berhenti! Mau kau bawa kemana Minnie eonni?" tahan Jino
"Wah ternyata kau Unknowie"
"Aku bukan Unknowie tapi Unknown! Cepat jawab pertanyaanku Forest!" Jino berjalan mendekat
"Tangkap aku jika ingin mendapatkan jawabannya!" Forest berlari menjauh
"Ya! Berhenti!" Jino segera berlari mengejar
Sementara Forest dan Unknown sedang melakukan adegan kejar-kejaran, kita kembali ke lapangan untuk melihat pertarungan antara Donghae dan kawan-kawan dengan lawan mereka yang kini semakin seru dan penuh ketegangan.
"Ukh~kalau begini terus, kita bisa kalah telak" ujar Donghae yang kini sudah kelelahan
"Wae? Kau sudah tidak bisa bertahan?" tanya Freeze dengan nada sinis
"Diam kau!" Donghae menatap tajam Freeze
"Kyaah~" Eunhyuk terlempar ke belakang
"Dash! Ugh!" kini Siwon yang terlempar karena terkena serangan
"Dash! Zap!" Kyuhyun menengok ke arah Siwon dan Eunhyuk
"Kau lengah!" Nothing melancarkan serangannya
Buak!
"Akkkhh~" Kyuhyun jatuh tersungkur
"Dash! Zap! Golden Sand!" Donghae berlari menghampiri rekannya
"Woooahh!" Jino terjatuh tepat di depan Donghae
"Unknwon!"
"Sepertinya kalian sudah tidak bisa bertarung lagi" ujar Flame meremehkan
"Sial!" Donghae memukul tanah kesal
"Percuma melakukan hal itu, kalian sudah kalah" ujar Deep Mirror
"Lagipula kalian sudah mulai melemah" Freeze tersenyum dingin
"Lihat ini! Forest!" teriak Nothing
Tap tap tap
"Minnie! Apa yang telah kalian lakukan pada dongsaengku!" teriak Donghae ketika melihat Sungmin yang berada dalam dekapan Forest
"Tenang saja, ia hanya tertidur" ujar Flame
"Sebenarnya apa yang kalian mau?"
"Tidak banyak, hanya-" Freeze mengalihkan pandangannya ke arah Forest
Buk!
"Ugh!" Forest terjatuh
"Oppa, apa yang terjadi? Kenapa kau terluka seperti ini?" Sungmin yang telah sadar segera berlari ke arah Donghae
"Minnie, kau…ukh!" Donghae mulai kehilangan kesadarannya dan terjatuh
"Oppa! [menahan tubuh Donghae] Apa yang sebenarnya…kemana mereka?" Sungmin mengedarkan pandangannya
"Ukh…Minnie, sebaiknya kita bawa mereka semua ke rumahmu dulu"
"Kyu? Gwenchana yo?" Kyuhyun mengangguk "Tapi, baiklah…"
-o0o-
Di rumah Sungmin…
"Akhirnya selesai juga [merapikan peralatan] tapi kenapa mereka jadi seperti ini? Kyu, tolong jelaskan padaku! Sebenarnya apa yang terjadi?" pinta Sungmin
"Baiklah akan kujelaskan, tapi sebelum itu ceritakan dulu apa yang terjadi padamu" ujar Kyuhyun
"Oke, akan kujelaskan"
Sungmin menjelaskan semua yang terjadi padanya di sekolah, mulai dari saat ia berlari masuk ke dalam sekolah karena merasa ada yang memperhatikan. Lalu ketika ia berada di kelas dan bertemu dengan Taemin hingga ketika ia mulai kehilangan kesadarannya. Kyuhyun yang mendengarkan hanya diam dan mencoba mengerti dengan apa yang telah diceritakan oleh Sungmin padanya.
"Aku mengerti, lalu bagaimana dengan anak itu?" tanya Kyuhyun
"Maksudmu Taemin?" Kyuhyun mengangguk "Aku tidak tahu, aku harap ia baik-baik saja. Sekarang jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi dengan kalian?" pinta Sungmin
Kyuhyun pun menjelaskan kepada Sungmin, ia menceritakan semuanya mulai dari saat ia dan yang lainnya berusaha untuk mengejar Sungmin yang sudah lari ke dalam sekolah. Namja bermata sayu itu menceritakan semua kejadian hingga akhirnya sampai ia dan yang lain diserang oleh sekelompok orang bertudung hitam tersebut. Sungmin yang mendengarkan hanya menundukkan kepalanya saja, ia merasa tidak nyaman karena semua itu terjadi akibat hal yang ia lakukan.
"Jadi [menarik napas] kalian diserang saat sedang mencariku, mianhae telah membuat kalian menjadi seperti ini" Sungmin menatap Kyuhyun sayu
"Gwenchana~ melihatmu dalam kondisi yang baik saja sudah cukup. Aku yakin semuanya juga akan setuju, terutama Donghae hyung" ujar Kyuhyun menyemangati
"Jeongmal mianhae, aku benar-benar merasa bersalah. Kalau saja aku tidak masuk ke sekolah, kalian pasti tidak perlu diserang oleh para orang asing itu" Sungmin menundukkan kepalanya
"Sudahlah, sebaiknya kita istirahat sekarang. Lagipula besok kita masih harus sekolah, kajja…"ajak Kyuhyun
"Ne…"
Di suatu tempat…
"Ukh~ternyata pukulannya lumayan juga" ujar seorang sambil mengelus perutnya
"Ya! Forest, kenapa kau tidak membuatnya tertidur dengan benar?" tanya seorang lain di sebelahnya
"Kita jadi kehilangan kesempatan untuk menghabisi mereka" ujar seorang yang berdiri di dekat jendela
"Mian Nothing, Freeze, aku sudah mencoba membuatnya benar-benar tertidur" ujar Forest
"Lalu kenapa ia bisa bangun?" tanya seorang duduk di sofa
"Entahlah Deep Mirror, aku sendiri juga bingung" jawab Forest jujur
"Sudahlah, yang penting misi kita berhasil"
"Kau benar Flame" Deep Mirror mengangguk setuju
-o0o-
Kediaman Lee
"Ukh~dimana aku?" Donghae memegang kepalanya yang sakit
"Kau sudah bangun oppa?" tanya Sungmin yang duduk tepat di sampingnya
"Minnie? Kau baik…ukh!"
Sungmin menahan tubuh Donghae "Ne…jangan khawatir oppa, aku baik-baik saja"
"Syukurlah" Donghae menghela napas lega
"Hyung, kau sudah bangun?" tanya Kyuhyun yang baru saja masuk
"Kyu, kenapa kau ada di sini?" Donghae menatap Kyuhyun heran
"Semalam aku menginap di sini bersama yang lain juga, mian jika merepotkan" jelas Kyuhyun
"Ani, gwenchana dan gamsha untuk yang tadi malam. Lalu yang lainnya sekarang dimana?"
"Mereka ada di luar, sedang bersama Teukie noona"
"Teukie noona? Kapan noona kesini?"
"Tadi pagi oppa, Teukie eonni datang ke sini untuk membawakan seragam untuk Kyu dan yang lain" ujar Sungmin
"Sebaiknya kau bersiap hyung" ujar Kyuhyun mengingatkan
"Baiklah"
Donghae segera mandi dan siap-siap untuk pergi ke sekolah, awalnya ia merasa heran karena luka yang ia dapatkan tidak terlalu parah tetapi akhirnya ia mengerti juga. Sementara Donghae bersiap, Sungmin bersama yang lainnya sedang berbicara di ruang tengah. Mereka tengah membicarakan kejadian yang terjadi kemarin malam di sekolah...
"Jadi seperti itu kejadiannya, kau beruntung Minnie" Leeteuk menepuk bahu Sungmin pelan
"Ne, tetapi aku tetap merasa bersalah karena kejadian tadi malam" Sungmin menundukkan kepalanya
"Gwenchana Minnie, lagipula kejadian semalam terjadi tiba-tiba dan tidak bisa diperkirakan"ujar Eunhyuk
"Ne, kau tidak perlu menyalahkan dirimu" tambah Siwon
"Ne eonni" ujar Jino
"Kalian..." Sungmin memandang ke arah semuanya
"Sudahlah~ masa kau langsung down gara-gara hal seperti itu, Minnie" ujar Kyuhyun
"Apa kau bilang Kyu?" Sungmin menatap Kyuhyun tajam
"Aniyo, lupakan saja" Kyuhyun tersenyum
"Huuh~ dasar aneh" Sungmin menepuk bahu Kyuhyun pelan
...
"Mian kalau aku kelamaan, kajja! Kita segera berangkat!" ajak Donghae yang telah siap
"Ne..." ujar yang lain
Donghae segera mengeluarkan motor miliknya, sementara itu Leteeuk menyalakan mobil miliknya. Eunhyuk, Siwon, Kyuhyun dan Jino segera memasuki mobil Leeteuk, sedangkan Sungmin yang telah selesai mengunci rumah segera menaiki motor Donghae. Mereka semua segera berangkat ke sekolah bersama-sama dan sampai setelah 30 menit perjalanan. Di sekolah tepatnya di kelas 2.2, Taemin seorang yeoja imut sedang menunggu kedatangan seseorang. Karena yang ditunggu belum juga datang, akhirnya ia memutuskan untuk bertanya pada seorang namja yang sudah sangat ia kenali.
"Changmin oppa, Minnie eonni belum datang?" tanya Taemin
"Belum, wae? Tumben kau mencarinya? Ada perlu apa memangnya?" Changmin memandang Taemin heran
"Ani, hanya ingin bertemu saja. Selain itu aku juga ingin menjelaskan tentang kejadian semalam" ujar Taemin
"Oh~ maksudmu yang kau ceritakan padaku?" Taemin mengangguk "Mm…sepertinya sebentar lagi dia datang"
"Taemin!" teriak seseorang sambil berlari menghampiri
"Minnie eonni! Akhirnya kau datang juga"
"Tebakan ku benar kan?" Changmin melirik ke arah Taemin
"Ne"
"Gwenchana yo?" tanya Sungmin khawatir
"Ne, gwenchana. Eonni tidak perlu khawatir denganku"
"Syukurlah [menghela napas] sekarang coba kau ceritakan padaku tentang kejadian semalam"pinta Sungmin
Taemin menceritakan semua kejadian yang ia alami semalam kepada Sungmin, mulai dari saat ia mencoba memanggil Sungmin hingga akhirnya ia berada di rumah. Sementara itu di kelas 3.1 tiga orang yang diketahui bernama Donghae, Eunhyuk, dan Siwon sedang berkumpul bersama sambil membicarakan kondisi mereka...
"A~tubuhku masih sakit semua" Donghae merenggangkan badannya
"Aku juga, aku tidak mengira kita akan melawan mereka" Eunhyuk memijit tangannya pelan
"Ne…padahal Teukie noona sudah membantu mengobati kita tadi pagi, tapi tetap saja badanku pegal semua" Siwon memijit bahunya
"Ne, kita juga" ujar HaeHyuk bersamaan
Oke mari kita tinggalkan tiga orang tersebut dan beralih ke kelas 2.1 yang merupakan tempat kelas dari seorang Cho Kyuhyun dan Kim Ryeowook...
"Aduuh, sakiiit" ujar Jino yang kebetulan sedang main
"Ini aku bawakan kalian makanan" Ryeowook mengeluarkan dua kotak makanan dari dalam tasnya
"Gomawo eonni" Jino mengambil salah satu kotak makanan yang dikeluarkan oleh Ryeowook
"Ya! kalau sakit ke ruang kesehatan sana, jangan di kelasku!" ujar Kyuhyun
"Dasar evil oppa…" Jino segera kabur
"Ya! dasar kau anak kecil!" teriak Kyuhyun kesal
Kembali ke kelas Sungmin…
"Changmin, lihat Chullie tidak?" tanya seorang yeoja dengan pipi chubby
"Aku tidak melihatnya, Minnie kau lihat Heechul?" tanya Changmin pada Sungmin disebelahnya
"Ani" Sungmin menggeleng pelan
"Yah~ padahal ini hal yang sangat penting"
"Memangnya hal penting apa?" tanya Sungmin
"Ani, bilang saja kalau Henry mencarinya" ujar Henry sembari pergi
"Ok…"
Kriing… (bel masuk)
Sreek…
"Kau baru datang Chullie?" tanya Sungmin pada Heechul yang baru saja datang
"Memangnya kenapa?" Heechul menaruh barangnya
"Tadi Henry mencarimu" ujar Sungmin
"O~ok, gomawo" Heechul hanya mengangguk
Pelajaran pun di mulai, semua murid mendengarkan seonsaengnim dengan baik. Selama pelajaran seperti biasa Sungmin mendengarkan dan mencatat pelajaran, sedangkan Heechul tidur di bangkunya, hingga saatnya istirahat…
[skip time]
Bel istirahat kini telah berbunyi, semua kegiatan belajar mengajar pun diberhentikan sejenak. Semua murid langsung pergi keluar kelas untuk menghabiskan waktu mereka, begitu pula dengan murid kelas 2.2. Heechul yang baru bangun dari tidur nyenyaknya langsung menghilang pergi entah kemana, sedangkan Sungmin masih sibuk merapikan catatannya sampai ada yang menegurnya…
"Ya! Sungmin, kau disuruh ke ruangan Osis untuk membicarakan sesuatu bersama ketua kelas lainnya" ujar seorang bertubuh tinggi yang diketahui bernama Changmin
"Mwo? Memangnya kemana si orang ribet itu?" tanya Sungmin
"Dia kan tidak masuk karena sakit, masa kau tidak mendengarkan tadi saat seonsaengnim mengabsen"
"Aku lupa [menepuk kepala pelan] ya sudah kalau begitu, gamsha atas infonya" Sungmin segera berjalan keluar kelas
"Ne…"
Sungmin berjalan menuju ruang osis dengan wajah tidak terlalu senang, sejujurnya saja ia tidak suka jika harus pergi ke ruang osis. Namun karena hari ini ia diminta untuk menggantikan sang ketua kelas, jadi mau tidak mau ia melakukannya. Selain itu juga ia melakukan ini karena ia merupakan wakil ketua kelas. Sementara itu di kelas Donghae…
"Sepertinya nanti malam kita tidak akan bergerak dulu" ujar Eunhyuk sambil memakan bekalnya
"Ne, dia pasti tidak akan mengizinkan kita" Donghae mengangguk lemah
"Di tambah misi kita kemarin gagal lagi, hh…benar-benar nasib yang tidak baik"
"Tapi kita masih beruntung karena Minnie ada di sana"
"Wae? Bukankah akan sama saja ya?" Eunhyuk menatap Donghae heran
"Ani…kalau Minnie tidak ada, habislah kita" jelas Donghae
"Ne, benar juga"
-o0o-
Di ruang Osis…
Saat ini ketua osis SM High School Jung Yunho, sedang menjelaskan beberapa hal mengenai perubahan kegiatan belajar yang dijalankan hari ini karena ada beberapa seonsaengnim yang sakit. Semua orang mendengarkan dengan serius tapi tidak dengan Sungmin, ia sangat bosan dengan apa yang ia dengarkan dan akhirnya ia meminta izin untuk ke toilet.
"Mian [mengangkat tangan] boleh aku izin keluar sebentar, aku mau ke toilet" ujar Sungmin
"A~iya silahkan" Yunho mempersilahkan Sungmin untuk keluar
Sungmin segera keluar dari ruangan, ketika di luar ia menirukan gaya berbicara Yunho yang sedang menjelaskan. Ia tidak memperhatikan kalau seseorang sedang berada di belakangnya…
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya seseorang di belakang Sungmin
"A~tidak ada, sudah dulu ya aku harus pergi! Bye Jae eonni" Sungmin segera pergi meninggalkan Jaejoong
"Dasar anak aneh" Jaejoong hanya menggelengkan kepalanya pelan
Jaejoong pergi masuk ke dalam ruang osis dengan tenang, sementara itu di atas atap dua orang yeoja tengah berbincang empat mata. Salah satu yeoja terlihat sangat tenang dan agak cuek, yang satu lagi terlihat agak pemalu dan polos...
"Chullie, ternyata kau di sini. Aku mencarimu sedari tadi" ujar salah seorang yeoja yang terlihat polos
"Ada perlu apa Henry?" tanya Heechul
"Master mencarimu" ujar Henry
"…"
"APA! HANYA ITU!"
Di depan ruang Osis…
"Sepertinya aku mendengar suara, tapi apa? Mungkin hanya perasaanku" Sungmin segera masuk ke dalam
Kembali ke atap
"Jadi hanya itu yang ingin kau sampaikan kepadaku? Kenapa tidak menggunakan handphonemu?" tanya Heechul dengan nada kesal
"Handphone ku tinggal sedikit baterainya" jawab Henry dengan wajah itados
"Dasar, makanya lain kali periksa dan charge handphonemu" Heechul mengingatkan
"Ne, arasseo" Henry mengangguk
-o0o-
Di Kafe ELF
Hari ini keadaan di kafe ini sedang sepi atau lebih tepatnya tidak ada pengunjung yang datang karena sekarang kafe ini baru saja mau tutup dan akan dibuka kembali jam 4 sore nanti. Seorang namja yang diketahui bernama Kangin tengah membereskan beberapa peralatan, ia terlihat sangat tidak begitu bersemangat. Sesekali namja bertubuh tinggi dan kekar tersebut menghembuskan napasnya pelan sambil tetap melanjutkan kegiatannya.
"Haaah~hari yang membosankan…" Kangin menghembuskan napas pelan untuk kesekian kalinya
"Memangnya kenapa?" tanya seseorang yang berada di belakang Kangin
"Hankyung hyung? Sejak kapan kau di sini?" tanya Kangin yang kaget dengan kedatangan Hankyung
"Aku memang sudah di sini daritadi, kau saja yang tidak melihatku. Memangnya bosan kenapa?"
"Bosan karena tidak ada kerjaan lain" Kangin melanjutkan acara beres-beresnya
"O~begitu [mengangguk] aku dengar dari Teuki noona, misi kemarin malam gagal ya?" Tanya Hankyung
"Ne hyung, tapi untunglah mereka baik-baik saja"
"Ne, aku jadi merasa bersalah" nada suara Hankyung berubah pelan
"Memangnya kenapa hyung? Kau kan tidak melakukan suatu kejahatan" Kangin menatap Hanyung heran
"Aniyo…bukan begitu, aku hanya…"
"Merasa bersalah karena tidak mengatur strategi dengan baik?" Tanya seseorang di belakang Hankyung
"Ne…" Hankyung mengangguk pelan
"Kau memang mudah ditebak hyung" ujar seorang yang lain
"Mwo!? [menengok ke sumber suara] Teukie noona! Zhoumi! Kenapa…"
"Aku baru saja datang setelah berbelanja" ujar Leeteuk santai
"Sekolahku pulang cepat, jadi aku langsung ke sini saja" ujar Zhoumi
"Ne...ne…" Hankyung mengangguk pelan
Siing…
"Annyeong~ apa yang ingin kau bicarakan Hankyung?" Tanya seorang namja yang baru saja masuk
"Annyeong~mian jika menganggu kalian.." ujar seorang namja lain yang bertubuh gemuk
"Mian jika menganggu…" seorang yeoja masuk dengan tenang
"Kalian? Kenapa semuanya malah ke sini?" Tanya Hankyung ketika melihat tiga orang yang diketahui sebagai Yesung, Shindong dan Kibum
"Kau bilang ada sesuatu yang ingin dibicarakan" ujar Yesung sembari duduk di sofa
"Ne, tapi kan hanya kamu saja yang ku undang" Hankyung ikut duduk di sofa
"Kafé kami sedang sepi, jadi aku mengajak mereka berdua untuk ikut" jelas Yesung
"Baiklah…karena semuanya datang, aku akan membicarakan ini dengan kalian semua"
Hankyung mulai membuka pembicaraan dengan serius, kini semuanya mendengarkan dengan tenang. Kembali ke SM High School tepatnya di ruang Osis, Yunho telah selesai melakukan rapat dengan para ketua kelas. Sebelum menutup rapat, ia mencoba bertanya kepada yang lain jika ada yang belum jelas. Setelah yakin tidak ada yang bertanya Yunho segera menutup rapat tersebut.
"Baiklah…cukup sekian informasinya, silahkan kalian kembali ke ruang kelas masing-masing" ujar Yunho sembari membereskan kerta yang ada di meja
Semua ketua kelas berjalan keluar untuk kembali ke kelas masing-masing, mereka semua terlihat senang namun ada juga yang agak bingung dengan informasi yang diberikan tadi. Sang ketua Osis -Yunho- masih sibuk membereskan kertas di atas mejanya, namun namja itu berenti sejenak ketika mengingat sesuatu yang harus disampaikan.
"Ya! Minnie, kemari sebentar" panggil Yunho pada Sungmin yang baru saja mau keluar
"Ada apa Yunho oppa?" Tanya Sungmin sembari berjalan mendekati
"Ini [menyerahkan sebuah topi] punya Donghae, kemarin tertinggal saat ia pulang"
"Huh? Kenapa bisa ada padamu oppa? Kau kan tidak sekelas dengan oppa ku?" Sungmin mengambil topi yang ada di tangan Yunho
"Teman sekelasnya yang memberikan padaku" jelas Yunho singkat
"Owwh~arasseo, gamsha" Sungmin segera beranjak pergi keluar
Bruuk
"Appo~ ya! Kalau jalan lihat-lihat!" omel Sungmin yang kini dalam posisi duduk akibat tabrakan tadi
"Mian, kau baik-baik saja?" tanya seorang yeoja bermata seperti kucing sambil mengulurkan tangannya
"Ne gwenchana, lain kali kalau jalan hati-hati ya" Sungmin membalas uluran tangan sang yeoja dan setelah itu segera pergi
"Dasar orang aneh…" sang yeoja hanya menggeleng kecil dan segera kembali berjalan
-o0o-
Kafé ELF, sore hari
Hankyung baru saja menyelesaikan pembicaraanya yang sudah berlangsung lama dari siang tadi, ia membicarakan tentang misi yang akan dilakukan malam nanti untuk menyelidiki dua kasus yang terjadi di dua tempat berbeda. Kini ia mulai bertanya kepada semuanya tentang rencana yang akan dilakukan dan menentukan siapa saja yang akan turun dalam misi kali ini.
"Bagaimana, apa kalian setuju?" tanya Hankyung pada semuanya
"Ne" jawab semuanaya kompak
"Lalu siapa saja yang akan melakukan misi ini?" tanya Yesung
"Kita tidak mungkin menyuruh mereka lagi, kalau begitu aku akan mengirim Teukie noona, Zhoumi, dan Kangin yang pergi"
"Kalau begitu aku mengirim Shindong, Ryeowook dan Kibum yang pergi untuk misi kali ini" ujar Yesung
"Bagaimana para kandidat, apa kalian setuju?" tanya Hankyung
"Aku setuju" ujar Leeteuk
"Tidak masalah" Zhoumi mengangguk kecil
"Setuju sekali!" ujar Kangin semangat
"Setuju…" Shindong mengangkat tangannya ke udara
"Ok" ujar Kibum singkat
"Untuk soal Wookie, aku yakin dia tidak akan keberatan dengan soal ini" ujar Yesung yakin
"Ok, kalau begitu tidak masalah"
"Hankyung oppa, lalu bagaimana dengan mereka?" tanya Kibum
"Mereka akan aku beri waktu istirahat dulu, lagipula luka mereka belum pulih" jelas Hankyung
1 jam kemudian…
Tiga orang yeoja dan tiga orang namja yang diketahui bernama Eunhyuk, Jino, Ryeowook, Donghae, Siwon, dan Kyuhyun berjalan memasuki kafé ELF dengan langkah santai, mereka berlima menggunakan pakaian biasa nan rapi. Setelah masuk ke dalam kafé mereka segera berjalan menuju satu ruangan tempat Hankyung dan yang lainnya tengah sibuk berbicara satu sama lain.
Siiing…
"Permisi" ujar Donghae sembari masuk
"Mian, kalau kami terlambat" ujar Eunhyuk sambil menujukkan gummy smile miliknya
"Annyeong~ semuanya" sapa Jino dengan wajah imut khas miliknya
"Ternyata kalian memang di sini" ujar Siwon yang berjalan di belakang Jino
"Pantas saja tadi tidak ada orang di sana" ujar Ryeowook yang berada di samping namja tinggi
"Annyeong" Kyuhyun berjalan dengan cueknya ke dalam
"Ne gwenchana, kami senang kalian sudah datang. Wookie, kau akan ikut misi malam ini" ujar Hankyung
"Ne" Ryeowook mengangguk mengerti
"Kau tidak meninggalkan pesan di meja untuk mereka, Shindong?" tanya Yesung pada Shindong di sebelahnya
"Eh? Memangnya kau memintanya ya hyung?"
"Hah sudahlah" Yesung menghembuskan napasnya pelan
Pembicaraan dimulai kembali, Hankyung kini menjelaskan kepada Donghae, Eunhyuk, Siwon, Ryeowook, Kyuhyun, dan Jino tentang misi yang akan dilakukan malam ini. Sedangkan yang lainnya, mulai menyibukkan diri masing-masing sambil bersiap untuk membuka kafé. Tak lama kemudian terdengar suara pintu depan terbuka, serentak semua orang yang berada di ruangan tersebut segera keluar menuju ke depan.
Klinting…
"Maaf kami masih tu-, ternyata kalian" Leeteuk menghembuskan napasnya ketika mengetahui siapa yang datang
"Henry, kau mau beli kue apa?" tanya Heechul sembari memilih kue yang ada
"Strawbery short cake" Henry segera menunjuk kue kesukaannya
"Sudah lanjutkan saja, kami tidak akan menganggu" Heechul memberi isyarat
"Untuk apa kau ke sini?" tanya Kangin
"Bukan urusanmu kan" jawab Heechul cuek
"Tentu saja ini urusanku, kau kan dongsaengku"
"Masih menganggapku dongsaeng?" Heechul menatap Kangin sinis
Kini aura tidak mengenakkan datang dari Kangin dan Heechul, kakak beradik tersebut saling beradu tatapan yang mengisyaratkan masing-masing tidak mau mengalah. Sementara itu yang lainnya malah sibuk dengan kegiatan masing-masing dan memilih membiarkan Kim bersaudara tersebut bersenang-senang dalam dunianya. Tidak lama kemudian seseorang datang memecah keadaan…
Klinting…
"Annyeong haseyo, tokonya sudah buka kan? Eh belum ya? Mian"
"Ah aniyo, sebentar lagi kami akan buka. Tunggu saja di sini Minnie" Zhoumi mempersilahkan Sungmin untuk duduk
"Oh begitu…Chullie? Sedang apa kau di sini?" tanya Sungmin ketika melihat Heechul
"Kau tidak lihat? Sedang membeli kue lah" jawab Heechul singkat
"Henry, kau juga di sini?"
"Annyeong…" Henry membungkuk sopan
"Kau kenal dengan mereka?" tanya Kyuhyun yang sudah berada di samping Sungmin
"Mwo!? [tersentak] kau juga di sini? Bukankah kau bekerja di kafe lain ya?" Sungmin memegang dadanya karena kaget
"Terserah, sudah jawab saja pertanyaanku" pinta Kyuhyun cuek
"Dasar evil, Chullie itu teman sekelasku. Kalau Henry, aku baru mengenalnya pagi ini" jelas Sungmin
"Chullie sekolah?" Hankyung menatap Kangin
"Mana aku tahu hyung, aku saja baru dengar" jelas Kangin
"Hyungdeul mian, aku lupa memberi tahu" ujar Donghae yang kebetulan berada di samping Kangin
"Donghae?" Hankyung dan Kangin menatap Donghae heran
"Gomawo atas kuenya…" Heechul berjalan mendekati Sungmin
"A~sama-sama, datang lagi ya" Leeteuk tersenyum
Drrt..drrt…
"Aku- a? [membuka handphone] Yoboseo…oh jagi aku sedang membeli kue, kau mau?" ujar Heechul antusias
"Itu Minho ya?" tanya Henry pada Heechul yang langsung dijawab dengan anggukan
Heechul kini sibuk dengan pembicaraannya, sedangkan Henry yang berada di sampingnya hanya diam sambil menunggu sampai yeoja selesai menelepon. Sungmin yang merasa ada perubahan suhu di ruangan tersebut, segera bertanya pada Donghae yang entah sejak kapan sudah berada di sebelahnya.
"Oppa ac di sini rusak ya?" Sungmin mengibaskan tangannya karena gerah
"A~kebetulan kemarin belum diperbaiki" Donghae menjawab sekenanya
"Sebaiknya aku pulang"
Sungmin segera pergi keluar kafe tanpa berkata apa-apa lagi. Namun karena teringat ada yang harus diberikan kepada Donghae, ia kembali lagi masuk ke dalam kafe. Kangin yang tadinya ingin berjalan mendekati Heechul, langsung menahan langkahnya dan diam di tempatnya.
"Oppa! Ini tadi aku lupa berikan" Sungmin memberikan sebuah kotak kecil pada Donghae
"Apa ini?" Donghae menerima kotak kecil yang diberikan oleh Sungmin
"Sudah ambil saja"
"Minnie aku duluan ya" ujar Heechul menepuk bahu Sungmin
"Iya, kau mau kemana?"
"Minho mengajakku pergi"
Sungmin mengangguk "Oppa aku pulang ya [berjalan keluar]"
"Ya! Minnie, aku ikut!" teriak Kyuhyun sambil menghampiri Sungmin
"Eonni aku juga ikut" Jino menyusul Kyuhyun dan Sungmin
"Minnie aku ju-…" Ryeowook berusaha menyusul namun ditahan oleh Yesung
"Kau di sini saja bersamaku, aku akan menjagamu"
Klinting…
Bruush!
"Ya! Kenapa noona menyiramku?"
"Kau hampir membakar meja itu Hankyungie! Kau tahu kan meja itu mahal!" omel Leeteuk
"Wookie! Siapa itu Minho?"
"Aku tidak kenal dengannya oppa" Ryeowook langsung bersembunyi di belakang Yesung
"Kalau tidak salah dia anggota tim basket deh" ujar Donghae sambil memasang pose berpikir
"Ne [mengangguk] dia juga tampan, pantas saja kalau Chullie suka" tambah Eunhyuk
Bletak!
"Appo~ kenapa aku malah dipukul?" Donghae mengelus kepalanya yang baru saja jadi tempat pendaratan tangan Hankyung
"Kau tidak apa-apa Hae?" tanya Eunhyuk khawatir
"Oppa gwenchana yo? Sini biar ku obati…"
"Wookie kau memang yang terbaik!" Donghae segera memeluk Ryeowook
"Ekhm, Wookie sebaiknya biarkan Hyukie saja yang mengobatinya" Yesung segera menarik tubuh Ryeowook
"Hae, lain kali jangan sembarangan memeluk orang lain ya…" Eunhyuk memasang wajah demon
Donghae hanya tersenyum tipis ketika melihat wajah Eunhyuk yang berubah menyeramkan baginya, ia tahu saat ini yeojachingunya tersebut kesal dengan apa yang ia lakukan tadi. Siwon dan Shindong yang berdiri dekat Donghae dan Eunhyuk, sedang sibuk menggoda Zhoumi yang kini masih terdiam sejak saat ia melihat Henry.
"Waah Henry tambah manis ya" Siwon tersenyum
"Kau benar, jadi dia ya mantannya Zhoumi" Shindong melirik Zhoumi
"…" Zhoumi langsung menatap tajam Siwon dan Shindong
"Aku merasakan firasat buruk" ujar Siwon sambil mengusap lengannya
"Aku juga" Shindong ikutan mengusap lengannya
"Oppa, sabar ya" Kibum mengusap punggung Zhoumi
"Gamsha Bummie…"
-o0o-
Malam hari, di suatu tempat di sudut kota Seoul
Saat ini Shindong, Zhoumi dan Kibum sedang bersiaga sambil menunggu target mereka yang diperkirakan akan datang kurang lebih 20 menit lagi. Misi yang mereka lakukan kali ini adalah untuk menghentikan sebuah transaksi gelap yang akan dilakukan oleh dua orang pesuruh dari dunia bawah.
"Sampai kapan kita akan menunggu?" Shindong merenggangkan badannya
"Aku rasa sebentar lagi mereka akan datang" ujar Zhoumi
"Ssst…diam, ada yang mendekat" Kibum memberi isyarat
Dua orang namja yang merupaka target dari Shindong, Zhoumi dan Kibum akhirnya datang, ketiga orang tersebut pun segera mengambil posisi untuk menangkap dua namja tersebut. sementara itu di tempat lain tepatnya di SM High School, Kangin, Leeteuk, Ryeowook, dan Donghae tengah melakukan misi untuk mengumpulkan bukti dari masalah kemarin yang belum selesai.
"Wah~ sepi juga di sini" ujar Leeteuk sambil melihat ke sekeliling
"Donghae, jadi Chullie bersekolah di sini?" tanya Kangin
"Ne hyung, aku saja baru tahu kalau dia sekolah di sini dari Minnie…"
"Uhm baru kali ini aku ke sekolah malam hari. Hae oppa, kenapa oppa juga jadi ikut menjalankan misi?" tanya Ryeowook heran
"Benar juga, bukankah kau belum pulih?" tambah Kangin
"Tenang saja hyung, Wookie, aku sudah meminta Teukie noona untuk mengobati lukaku sepenuhnya" jawab Donghae santai
"Tapi aku kan melakukan itu karena Hankyungie yang meminta, sebenarnya aku lebih menginginkan agar kau beristirahat saja" ujar Leeteuk
"Sudahlah…kita harus segera memulai misi kita, kajja!" Donghae berjalan mendahului yang lainnya
Flashback
"Kau tidak ku izinkan untuk misi kali ini, kau harus istirahat!" ujar Hankyung tegas
"Aku tidak mau! Hyung tolonglah ijinkan aku, aku benar-benar ingin membantu misi kali ini" pinta Donghae
"Tidak bisa! Kalau aku bilang tidak ya tidak!"
"…" Donghae memasang muka memelas
"Ne ne aku tahu, baiklah kau aku ijinkan tapi ada syaratnya"
"Jinja? Syarat apapun pasti akan aku terima!" Donghae tersenyum lebar
"Kau sembuhkan dulu lukamu, Teukie noona tolong ya" pinta Hankyung
"Ne Hankyungie" Leeteuk segera bersiap
"Gamsha hyung…"
…
"Hankyung oppa memang mudah di bujuk ya" Eunhyuk menghembuskan napas pelan
"Ne…" semua mengangguk setuju
Flashback end
Kembali ke posisi Shindong dkk…
"Kalian sudah tidak bisa kemana-mana lagi" Shindong berdiri di depan kedua target
"Mau apa kalian?" tanya target 1
"Sudah jelas kan, kami akan meringkus kalian" jelas Shindong
"Haha…memangnya kalian bisa apa? Paling-paling hanya bisa menangis saja" ujar target 2 meremehkan
"Menangis? Kau kira kami anak kecil apa?" Zhoumi berdiri di belakang target 2
Dar…dar…
Drrt!
"Kalian bermain curang ya?" Shindong menahan serangan dengan tanah
Drrrt…
"Akh!" target 1 kini terperangkap
Swap!
Ukh! Hampir saja…" Zhoumi berhasil menghindar
"Kalian tidak akan bisa menangkap ku!" ujar target 2 sambil berlari menjauh
"Silent Mist!" Shindong memberi isyarat
Kibum yang mengerti maksud dari Shindong, segera menggunakan kekuatannya. Dalam hitungan detik, kini area sekitar tempat tersebut dikelilingi oleh kabut tebal yang menghalangi pandangan. Sang target yang tadinya berusaha kabur, langsung menghentikan langkahnya karena tidak bisa melihat apa-apa. Kesempatan ini pun digunakan oleh Zhoumi untuk mendekati target dengan pelan-pelan.
"Sial! Aku tidak bisa melihat apa-apa!" target 2 memincingkan matanya
Shuut!
"Sudah cukup bermainnya" Zhoumi bersiap menghajar target 2
Buak!
"Misi selesai" Shindong tersenyum puas
"Apa ini tidak terlalu mudah?" tanya Kibum yang merasa heran
"Aku setuju denganmu" ujar Zhoumi
"Tidak perlu bersembunyi, aku tahu kalian berada di sana dari tadi" ujar Shindong yang merasakan kehadiran orang lain di sekitarnya
Tap..tap..
Dari belakang benda-benda besar yang ada di tempat tersebut, keluarlah tiga orang bertudung hitam yang memiliki aura kehadiran yang berbeda-beda. Mereka segera berjalan mendekati Shindong, Zhoumi, dan Kibum dan berhenti pada jarak tiga meter dari ketiga orang tersebut.
Tidak ku sangka ternyata kau tajam juga Land" ujar seorang bertudung hitam
"Aku setuju denganmu Sea, kau memang cukup handal Land" ujar seorang bertudung lain
"Benar yang kau katakan Silver Sand, kehebatan Land memang tidak bisa di sangkal"
"Sudahlah jangan banyak bicara! Aku tahu kalian pasti yang merencanakan ini" Shindong mengepalkan tangannya
"Mungkin saja" Sea mengangkat bahunya
"Jangan menyangkal!"
"Hah! Kalian ini memang tidak sabaran" Silver Sand menyeringai
"Cepat jawab pertanyaan kami!" ujar Zhoumi kesal
"Hah~ untuk apa kami menjawab tidak ada gunanya juga"
"Kau benar Dark Shadow" Sea menepuk bahu Dark Shadow
"Kalian…" Shindong bersiap menyerang
"Land sabar, aku rasa mereka tidak ada hubungannya dengan kasus ini" ujar Kibum berusaha menenangkan
"Kau memang pandai Silent Mist, memang benar seperti yang kau katakan kami tidak ada hubungannya dengan ini" ujar Sea
"Kami hanya mengawasi gerak-gerik kalian saja" tambah Dark Shadow
"Apa maksud kalian!?" tanya Zhoumi yang tidak mengerti
"Rahasia…annyeong~" Silver Sand segera menggunakan kekuatannya dan menghilang
Sraaash…
"Tu..tunggu! akh~mereka sudah pergi duluan" Shindong menghentakkan kakinya kesal
"Sebaiknya kita kembali ke markas saja" usul Kibum yang langsung disetujui oleh Shindong dan Zhoumi
-o0o-
Kediaman Lee…
Sungmin duduk di sofa sambil memainkan remote televisi yang ia pegang, kemudian ia mengganti beberapa channel yang ada. Sudah sekitar lima channel yang ia ganti, namun sayangnya belum ada yang bisa memikat perhatiannya sama sekali. Sementara Sungmin sibuk dengan kegiatannya, seorang namja dan yeoja yang terihat lebih muda darinya datang. Sang namja segera duduk di samping Sungmin dan sang yeoja malah pergi ke ruangan lain untuk menaruh benda yang ia bawa.
"Haah~ sepi sekali malam ini, mana tidak ada film yang bagus lagi. Bosan~" Sungmin menghela napas kesal
"Kalau bosan, kenapa tidak tidur saja sana!" ujar sang namja
"Untuk apa tidur? Lagipula kan ini masih jam 8, eh? Kyu? Ya! apa yang sedang kau lakukan di sini!?" Sungmin membulatkan matanya ketika melihat Kyuhyun yang sudah ada di sampingnya
"Hanya ingin menemani mu saja" ujar Kyuhyun cuek
"Menemani sih menemani, tapi jangan muncul tiba-tiba begitu dong. Sudah begitu sejak kapan kau bisa masuk seenaknya ke rumahku?"
"Ya! Pintu depanmu itu belum di kunci, seharusnya kau bersyukur karena yang masuk itu aku bukan orang lain"
"Ne ne, arasseo…" Sungmin mengalihkan pandangannya
Kembali ke sekolah…
Saat ini Kangin, Leeteuk, dan Ryeowook tengah berkumpul di depan salah satu kelas yang ada di sekolah, mereka berkumpul untuk menyampaikan hasil pencarian bukti yang dilakukan sedari tadi.
"Apa yang kalian dapatkan?" tanya Kangin
"Tidak banyak, hanya beberapa bukti kecil" ujar Leeteuk
"Ne, sepertinya mereka sudah membereskan hampir semuanya" tambah Ryeowook
"Kalau begini, sulit untuk mengetahui apa yang terjadi" Kangin menghela napas pelan
"Blue Ice kemana?" tanya Leeteuk
"Bukankah tadi dia bersama mu Steel?" Ryeowook menatap Kangin
"Tadi dia pergi sendiri, katanya ada seseuatu yang ingin ia pastikan di gedung olahraga" jelas Kangin
"Apa yang sebenarnya ia pikirkan?" gumam Leeteuk pelan
Sementara itu di gedung olahraga sekolah…
"Sepertinya tidak ada orang di sini" gumam Donghae
Donghae mulai berkeliling, ia mengamati semua sudut ruangan dari gedung tersebut. Karena terlalu sibuk mengamati, Donghae benar-benar tidak menyadari seseorang mengikutinya dari belakang. Namun setelah beberapa lama, akhirnya ia menyadari jika dirinya sedang diikuti oleh orang lain…
"Cara mengikuti tanpa diketahui memang keahlianmu kan Dark Shadow? Atau lebih tepatnya orang yang juga memiliki kemampuan mengikuti yang hampir sama dengannya, Freeze" Donghae membalikkan tubuhnya
"Ternyata kau sadar juga, Blue ice. Aku kira kau tidak akan mengetahui keberadaanku" Freeze segera menampilkan sosoknya
"Awalnya memang tidak, tapi setelah beberapa lama aku baru menyadarinya. Auramu itu memiliki kesamaan dengan aura milikku" jelas Donghae
"Hmmph jadi karena kau menganggap auraku sama dengan auramu kau baru bisa menyadari keberadaanku, sepertinya kau harus mempertajam kemampuanmu dalam melacak seseorang Blue Ice" ujar Freeze dengan nada meremehkan
"Hah [menghela napas] gamsha atas saranmu, mau apa kau ke sini?"
"Itu sudah jelas kan, aku ke sini untuk menghabisimu" Freeze bersiap menyerang
"Silahkan saja, aku tidak takut" Donghae mulai bersiap
Crackle!
Donghae dan Freeze kini saling bertarung satu sama lain, mereka mengeluarkan kekuatan mereka masing-masing. Serangan demi serangan dilancarkan untuk saling menjatuhkan, bahkan sesekali permainan fisik dilancarkan ketika keduanya saling berdekatan. Beralih lagi ke tempat Kangin, Leeteuk, dan Ryeowook, kini mereka masih tengah menunggu hingga Donghae kembali…
"Sebenarnya, apa yang sedang dilakukan oleh anak itu? Kenapa lama sekali?" Kangin mengepalkan tangannya
"Apa jangan-jangan dia di serang?" gumam Leeteuk
"Ocean, jangan bicara seperti itu! Lagipula tidak ada tanda-tanda kalau mereka datang"
"Steel! Ocean! Lihat! Sepertinya ada yang tidak beres dari arah gedung olahraga" ujar Ryeowook sambil menunjuk ke arah yang di maksud
"Kajja! Sebaiknya kita ke sana!" ajak Kangin
Whoose!
"Ukh! Hati-hati!" Leeteuk segera menahan Kangin dan Ryeowook
"Kalian tidak akan pergi kemana-mana" ujar seorang bertudung hitam yang kini berdiri di hadapan mereka bertiga
"Flame? Steel! Plant! Kalian pergi duluan saja ke sana, biar aku yang mengurusnya" pinta Leeteuk
"Ok hati-hati!" Kangin segera pergi
"Kami pergi dulu Ocean!" Ryeowook segera menyusul Kangin
"Tidak akan ku biarkan!" ujar Flame
Whoose!
"Whoa!" Ryeowook refleks menghindar
Splash!
"Cepat pergi!"
"Gamsha Ocean!" ujar Kangin dan Ryeowook bersamaan
"Yang menjadi lawan mu sekarang itu aku" Leeteuk bersiap untuk menyerang
Splash…
"Hah! Kenapa aku harus melawanmu? Sangat membosankan" ujar Flame meremehkan
Whoose…
Kembali ke situasi Donghae…
Crakle!
"Ukh! Awas kau!" Donghae membalas serangan Freeze
Crackle!
"Agrrh! Tangguh juga kau!" Freeze kembali melancarkan serangan
Crackle! Crackle!
Donghae dan Freeze terus saling beradu kekuatan, kini mereka mulai melancarkan serangan berbahaya. Di luar gedung olahraga, Kangin dan Ryeowook kini telah sampai dan bersiap untuk segera masuk ke dalamnya. Tanpa ada aba-aba lagi, Kangin segera menerobos masuk dan diikuti oleh Ryeowook di belakangnya.
Braaak!
"Blue Ice! Kau baik baik saja?" tanya Kangin sambil melihat ke arah Donghae
"Steel! Kenapa kau di sini?" Donghae balik bertanya
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu!" teriak Kangin
"Steel! Awas!" Ryeowook segera menggunakan kekuatannya
Syuut!
Crackle!
"A~ gamsha Plant" Kangin tersenyum
"Sama-sama Steel"
"Kalian benar-benar tikus penggangu!" teriak Freeze yang kemudian berusaha menyerang Kangin
Crackle!
Tang!
"Jangan menganggap kami ini sebagai tikus penganggu, dasar kau rubah licik!" Kangin menahan serangan dari Freeze
Crackle!
"Steel! Plant! Kalian tidak perlu membantuku! Aku bisa mengalahkannya sendiri"
"Ya! kau ini sudah dibantu malah ngomel!" ujar Kangin kesal
"Ini pertarunganku dengannya! Jangan menganggu!" Donghae memberi isyarat agar Kangin dan Ryeowook segera mundur
"Kau benar-benar keras kepala Blue Ice!"
"Whooa! Apa ini!?" Ryeowook menghindar ketika ada akar pohon yang melewatinya
Syuut…
"Freeze! Sudah hentikan pertarungan ini, Flame sudah kewalahan melawan Ocean. Sebaiknya kita mundur" ujar seorang bertudung yang baru saja datang
"Forest!? Akh! Baiklah!"
"Ya! mau lari kemana kau Freeze!"
"Kita selesaikan ini lain kali Blue Ice!" Freeze segera pergi
Crackle! Crash!
"Mereka sudah pergi, lebih baik kita juga kembali" ajak Kangin
"Ya! Apa kalian baik-baik saja?" tanya Leeteuk yang baru saja menyusul
"Ne, gwenchana…" ujar Ryeowook
"Aku rasa tidak seperti itu untuknya" Kangin melirik ke arah Donghae
"Blue Ice? Waeyo?" Leeteuk memiringkan kepalanya tidak mengerti
"Dia tidak puas dengan pertarungannya" jawab Ryeowook
"Hmm [mengangguk] aku mengerti"
-o0o-
Kediaman Lee, pukul 02.00 am
Cklik…
"Huuh~ hari yang melelahkan" ujar Donghae sembari menutup pintu
"Ternyata kau hyung, syukurlah" ujar seseorang di belakang Donghae
"Kyu? Kenapa kau ada di sini? Ini kan masih jam dua pagi" tanya Donghae yang heran
"Semalam aku dan Jino menemani Minnie, tapi ketika aku mau pulang dia sudah tidur. Jadi aku menunggu sampai kau pulang hyung" jelas Kyuhyun
"Oh begitu rupanya, tapi sekarang di mana Jino?"
"Dia tidur di sofa, dia sudah tidur saat aku dan Minnie duduk di luar. Kalau begitu aku pulang dulu ya hyung" Kyuhyun segera pergi membangunkan Jino
"Ne, hati-hati"
Kyuhyun pulang bersama Jino yang masih setengah sadar karena tiba-tiba dibangunkan, Donghae mengantar mereka sampai depan pintu dan setelah itu kembali ke dalam. Ia pun segera merebahkan tubuhnya di kasur, tubuhnya benar-benar lelah setelah pertarungan tadi. Sebenarnya ia sangat tidak puas dan kecewa dengan pertarungannya tadi, ia tidak bisa mengalahkan Freeze dan tidak bisa menghentikannya saat ia pergi. Tetapi karena terlalu lelah, Donghae pun melupakannya dan kemudian tertidur…
…
"Donghae kau harus ingat ini…suatu saat ia akan mengetahui siapa kau sebenarnya…"
"Dan ia akan menjadi seorang yang akan menjadi lawanmu sekaligus orang yang menyelamatkanmu…saat kau…"
-tbc-
balesan review
Sungmin : hai hai~ BunnyMin di sini, author memintaku untuk membalas review...
1. Riyu
Sungmin : gomawo telah menyempatkan waktu untuk baca dan review. ini sudah lanjut, semoga suka Riyu-ssi
...
Sungmin : nah segitu saja balasan reviewnya, jika suka review ok?
