Cast : All Super Junior, DBSK, Shinee members, and other character
Rate : T
Disclaimer : This fic is mine, but the characters is themselves.
-o0 Shin Young Rin 0o-
A/N :
annyeong all~
mianhae baru bisa update kelanjutan ff ini...soalnya saya lupa naroh filenya... :P
gak terasa udah 6 bulan tertahan...T.T, tapi saya juga gak bisa update cepat karena saya sedang sibuk-sibuknya semester hampir akhir di kuliah *curcol*
ok aku cuma mau kasih penjelasan tentang castnya sebagian...
check this out!
Leeteuk → Ocean (water)
Heechul → Lucifer
Hankyung → Gentle Fire (fire)
Yesung → Mighty P (power, twins)
Kangin → Steel (iron)
Shindong → Land (earth)
Sungmin → The Guardian
Eunhyuk → Dash (dash, erase)
Donghae → Blue Ice (ice)
Siwon → Zap (thuder)
Ryeowook → Plant (wood)
Kibum → Silent Mist (mist)
Kyuhyun → Golden Sand (sand)
Zhoumi → Black Shadow (shadow)
Henry → Puzzle
Jino → Unknown (illusion)
Untuk yang di dalam kurung itu kekuatannya, tapi untuk yang tidak ada tulisan di dalam kurung berarti silahkan ditebak kekuatannya sejalan dengan cerita…
Enjoy ~
The sign chap 3, begin...
"Oppa…oppa…bangun, kalau tidak kita akan terlambat.." Sungmin mengguncangkan tubuh Donghae pelan
"A~Minnie? Memangnya ini sudah jam berapa?" Donghae mengerjapkan matanya
"Ini sudah jam setengah delapan pagi, ayo! cepat mandi dan bersiap" pinta Sungmin
"Mwo!? [melihat jam] Ne ne, aku akan mandi dan siap-siap. Oh ne, apa kau mengatakan sesuatu saat aku masih tidur?" tanya Donghae sebelum berjalan ke kamar mandi
"Aniyo, memangnya kenapa oppa?" Sungmin menatap Donghae heran
"Aniyo, lupakan saja" Donghae segera melangkah pergi
Sungmin masih terdiam dan memikirkan perkataan Donghae barusan, sedangkan Donghae sudah pergi ke kamar mandi. Karena sudah siang Sungmin segera beranjak dari tempat dan bersiap di luar. Sungmin sebenarnya masih memikirkan tentang apa yang tadi ditanyakan oleh Donghae, ia bingung karena tiba-tiba saja Donghae menanyakan hal seperti itu.
-o0o-
SM High School, Kelas 3.1
Suasana kelas 3.1 pagi ini terlihat lumayan sepi, masih banyak murid yang belum datang dan menempati kursi yang ada. Hanya segelintir murid saja yang baru datang, termasuk Siwon dan Eunhyuk yang kini sudah anteng duduk di tempatnya sambil melakukan kegiatan kecil untuk mengisi waktu.
"Kemana Hae? Kenapa dia belum muncul jam segini?" tanya Siwon pada Eunhyuk di sebelahnya
"Mungkin dia datang agak telat, kau tahu sendiri kan semalam ia ikut melakukan misi" jawab Eunhyuk
"Ne [mengangguk] aku baru ingat, apa dia baik-baik saja ya?"
"Entahlah [menghembuskan napas pelan] tapi aku harap dia baik-baik saja" Eunhyuk mengalihkan pandangannya 'Ne…kau harus baik-baik saja jagi'
Beralih ke kelas 2.2
"Kemana dia? Ya! Changmin kau tahu dia kemana?" tanya sang ketua kelas
"Entahlah, biasanya kan jam segini dia sudah anteng di tempat duduknya" jawab Changmin seadanya
"Apa dia sakit ya? atau dia mengalami kecelakaan di jalan? Ah~tidak mungkin [menggelengkan kepala] dia itu kan kuat, tapi kalau itu memang benar terjadi bagaimana?" sang ketua kelas mulai mondar mandir gak jelas
"Ya! Jangan memikirkan hal yang aneh-aneh tentangnya, kalau dia sampai mendengarnya kau bisa dihajar!" ujar Changmin mengingatkan
"Sepertinya aku akan menghajarnya sekarang" ujar seseorang di belakang ketua kelas
"Eh? Kau sudah datang Minnie" Changmin membelalakkan matanya kaget
"Sepertinya aku harus pergi ada…"
"Mau kemana kau? Apa kau kira kau akan melepaskan mu dengan mudah" Sungmin menahan baju sang ketua kelas
Kembali ke kelas 3.1…
"Akhirnya sampai juga, aku kira sudah telat" ujar seorang namja yang segera duduk di kursinya
"Hae? tumben kau datang siang" sapa Siwon
"Ne [mengangguk] aku kesiangan. Kalau Minnie tidak membangunkanku, aku pasti telat datangnya"
"Kau baik-baik saja kan Hae?" tanya Eunhyuk yang khawatir
"Ne, gwenchana" Donghae tersenyum
"Syukurlah kalau begitu" Eunhyuk menghela napas lega
Kriing!
Bel tanda masuk kini tengah berbunyi, semua murid yang ada di SM High School segera memasuki ruang kelas mereka masing-masing. Seongsaenim yang ada segera memasuki kelas dan memulai pelajara pertama. Beralih ke suatu gedung yang terletak di tengah kota Seoul, seorang namja dengan setelan jas hitam rapi berjalan menuju suatu ruangan sambil membawa beberapa file di tangannya. Namja itu segera berhenti di depan sebuah meja bertuliskan 'sekretaris', lalu ia menyerahkan file ia bawa kepada yeoja yang memiliki gelar tersebut.
"Ini hasil laporan tadi malam" ujar sang namja sambil menyerahkan file
"Hankyung-ssi? Kau tidak ingin bertemu dengan atasan?" tanya sang sekretaris
"Aniyo, gamsha aku harus pergi. Masih ada urusan lain yang menunggu" Hankyung tersenyum dan melangkah pergi
"Ne, arasseo"
Hankyung berjalan keluar dan pergi menuju tempat parkir, saat sampai di tempat parkir seorang namja sudah menunggu di depan mobilnya…
"Sepertinya kau baru saja selesai menyampaikan laporan?" sapa sang namja
"Ne [mengangguk] tumben sekali kau datang ke sini, Rider" balas Hankyung
"Kau masih saja memanggilku seperti itu, Gentle Fire" Rider tersenyum
"Ada perlu apa hyung di sini? Hyung kan sudah bukan anggota organisasi ini lagi"
"Seperti biasa hanya melakukan tugasku"
"Apa maksudmu hyung?" tanya Hankyung yang tidak begitu mengerti
"Rahasia, suatu saat nanti kau juga akan mengerti"
…
"Oh iya, ada yang ingin aku sampaikan padamu"
"Tentang apa?"
"'The Guardian' dia akan mengetahui semuanya" ujar Rider pelan
"Apa!? Apa maksud perkataanmu hyung? Dia memang akan mengetahui kekuatannya kan?" Hankyung menatap Rider heran
"Ne [mengangguk] tapi hal ini lain, kau tinggal menunggu saja. Aku harus pergi, annyeong~" Rider segera pergi menghilang
"Tunggu! Akh dia sudah pergi, aku benar-benar tidak mengerti perkataannya"
-o0o-
Donghae berjalan pelan mendekati pohon yang biasa dijadikan Sungmin tempat menghabiskan waktu istirahat, setelah sampai ia mencoba memanggil nama dongsaengnya tersebut. Sekali hingga dua kali Donghae memanggil, sama sekali tidak ada jawaban dari orang yang ia panggil. Eunhyuk yang kebetulan ikut dengan Donghae mencoba menengadah untuk melihat, namun seperti yang sudah ia duga kalau orang yang dicari memang tidak ada. Donghae terdiam dan mencoba berpikir kemana ia bisa mencari dongsaengnya tersebut, ia mencoba mengingat tempat apa saja yang biasa di datangi oleh Sungmin. Setelah beberapa lama ia berpikir, akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke ruang Osis yang merupakan tempat yang sering dikunjungi oleh Sungmin. Tanpa banyak menunggu lagi, ia segera menarik tangan Eunhyuk dan pergi ke ruang Osis. Eunhyuk yang ditarik tiba-tiba oleh Donghae hanya diam dan mengikuti namja tersebut.
Ruang Osis
SRAK!
"Ya! Yunho! Kau lihat Minnie tidak?" tanya Donghae yang baru saja sampai
"Donghae? Ani, aku tidak melihatnya dari tadi" jawab Yunho dengan wajah bingung karena kedatangan Donghae yang tiba-tiba
"Kemana anak itu perginya?" Donghae menopang dagunya sambil berpikir
"Kau sudah cari ke kelasnya?" tanya seorang yeoja yang duduk tidak jauh dari tempat Yunho
"Jae? Sudah~ tapi dia tidak ada, ke tempat biasanya juga tidak ada. Akh~aku benar-benar bingung" Donghae mengacak-acak rambutnya pelan
"Hah~kemana perginya anak itu?" ujar Eunhyuk yang sedari tadi diam
…
"Biasanya Minnie tidak akan pergi ke tempat ramai, mungkin…A!" Donghae segera berlari keluar
"Hae! Tunggu!, Yunho! Jaejoong! Aku permisi dulu" ujar Eunhyuk sembari keluar untuk mengejar Donghae
"Ne…" balas Yunho dan Jaejoong bersamaan
Yunho dan Jaejoong hanya diam dan saling berpandangan satu sama lain, mereka sangat heran dan bingung saat melihat tingkah laku Donghae barusan. Namun karena masih ada beberapa hal yang harus mereka kerjakan, mereka segera kembali menyibukkan diri. Donghae terus berlari melewati lorong dan tangga untuk pergi ke tempat yang ia yakin dapat menemukan dongsaengnya Sungmin, sedangkan Eunhyuk yang berada di belakangnya mencoba terus mengejar dengan sekuat tenaga. Sementara di suatu tempat di sekolah seorang yeoja bernama Kim Heechul berjalan menghampiri seorang yeoja manis yang sedang asyik menatap pemandangan di sekitarnya.
"Tumben sekali kau berada di sini, Minnie?" tegur Heechul
"A~ternyata kau Chullie, ne [mengangguk] aku sedang ingin mencari suasana baru saja"
"Hmm, begitu…" Heechul berdiri di samping Sungmin
Tap tap
"Chullie! Di sini kau rupanya, oh! Kau juga Minnie" ujar seorang namja yang baru saja datang
"Minho? Kau seperti tidak tahu kebiasaanku saja. aku kan memang sering menghabiskan waktu istirahat di atap sekolah"
"Ne [tersenyum] kau ingin bicara dengan Chullie ya? kalau begitu a…" Sungmin berjalan menuju pintu dan…
Braak!
"Minnie! Akhirnya aku menemukanmu juga!" teriak seorang namja
"Oppa? Kenapa kau…" Sungmin terkejut melihat kedatangan Donghae yang tiba-tiba
"Tidak ada waktu lagi, kajja! Cepat ikut aku!" ajak Donghae
"Eh? Memangnya ada apa?" tanya Sungmin yang bingung
"Nanti aku jelaskan, sekarang cepat ikut denganku!" Donghae menarik tangan Sungmin
"Ne…" Sungmin hanya pasrah ditarik oleh Donghae
"Hae! Tunggu! Jangan cepat-cepat!" Eunhyuk yang baru sampai, segera mengejar Donghae lagi
"Mereka kenapa ya?" tanya Heechul yang bingung dengan pemandangan yang ia lihat barusan
"Entahlah, aku tidak tahu…" Minho mengendikkan bahunya
-o0o-
Donghae dengan cepat berlari masih sambil menggandeng tangan Sungmin, Sungmin yang tidak mengerti apa yang dilakukan oleh oppanya hanya diam sambil terus mengikuti. Mereka berdua pergi ke arah gedung olahraga yang terletak di sebelah timur gedung sekolah, dan kemudian segera masuk ke dalam setelah sampai.
"Untunglah di sini sepi…" Donghae mengedarkan pandangannya
"Memangnya apa yang akan kita lakukan di sini oppa?" tanya Sungmin
"Aku mau menunjukkan sesuatu padamu, ini…" Donghae menunjukkan sebuh kalung dengan bandul berbentuk huruf D
"Eh? itu kan hadiah dariku"
"Ne [mengangguk] gomawo, akan aku jaga ini baik-baik" Donghae tersenyum
"Cheonman, oppa. Lalu~ kalau hanya ingin menunjukkan itu, kenapa harus membawaku ke sini?"
"Itu karena aku ingin menujukkan hal yang lain padamu, coba lihat ke sana" Donghae menunjuk ke suatu arah
"Apa? Tidak…!" Sungmin terkejut ketika seseorang memeluknya dari belakang
"Ya~ gwenchana yo jika aku memelukmu seperti ini?" tanya Donghae
"Gwenchana, tapi kenapa oppa melakukannya?" tanya Sungmin balik
"Hanya ingin saja" Donghae mengeratkan pelukannya
"Begitu…"
"Sampai kapan kalian akan seperti itu?" tanya seorang yeoja yang baru datang
"Hyukie? Hehe sampai aku ingin melepaskannya, kau tidak cemburu kan?"
"Ani…lagipula untuk apa aku cemburu, Minnie itu kan dongsaengmu" Eunhyuk tertawa kecil
"Ehehehe, kau memang yeojachinguku yang sangat pengertian" Donghae tersenyum
"Hah~" Eunhyuk menggelengkan kepalanya
Donghae masih tetap anteng dengan posisinya yaitu memeluk Sungmin, sementara itu Sungmin yang dipeluk hanya diam dan sesekali menengok ke arah Eunhyuk yang kini sedang duduk sambil menyelonjorkan kakinya. Di luar gedung, seorang namja tinggi dan berambut ikal berjalan dengan santainya sambil membawa buku ditangannya. Kemudian dengan perlahan namja itu membuka pintu gedung dan segera masuk ke dalamnya.
Sreeak
"Ternyata memang di sini" ujar sang namja
"Kyu, mau apa kau ke sini?" tanya Eunhyuk yang pertama kali merespon kedatangannya
"Aku ada urusan dengan Minnie" jawab Kyuhyun
"Mau mengembalikan buku ya?" tanya Sungmin yang masih tetap dalam posisinya
"Ne, sepertinya kau sedang tidak bergerak"
"A~mian Minnie, aku jadi keenakan memelukmu" Donghae melepaskankan pelukannya
"Gwenchana…" Sungmin tersenyum
"Huh! [smirk] memangnya kau tidak mempunyai waktu untuk memeluk Minnie apa, hyung?"
"Kau tahu sendiri kan, Kyu" Donghae menatap Kyuhyun penuh arti
"A~benar juga" Kyuhyun mengangguk mengerti
"Sudah jangan banyak bicara lagi, sebentar lagi jam istirahat akan habis" ujar Eunhyuk mengingatkan
"Ah, benar juga! Aku duluan ya!" Sungmin segera pergi meninggalkan yang lainnya
"Anak itu cepat sekali perginya [menatap ke arah Sungmin pergi] hm…tapi sepertinya kau mendapatkan sesuatu, Donghae hyung" Kyuhyun melirik Donghae
"Ne [mengangguk] sepertinya kekuatannya mulai bangkit, walaupun masih samar-samar" ujar Donghae
"Apa perlu kita mengawasinya?" tanya Eunhyuk yang agak khawatir
"Sebaiknya tidak usah, kita biarkan saja. Lagipula aku tidak terlalu khawatir dengannya"
"Hyung…walaupun kau bilang seperti itu, aku yakin sebenarnya kau sangat mengkhawatirkannya kan?" Kyuhyun menatap Donghae dengan pandangan kau-tidak-bisa-membohongiku-hyung
"A~" Donghae mengalihkan pandangannya
"Kau memang mudah di tebak, Hae" ujar Eunhyuk
"Se..sebaiknya kita segera kembali, kalau tidak nanti kita bisa terlambat" Donghae berjalan keluar
"Mengelak…" ujar Eunhyuk dan Kyuhyun bersamaan
-o0o-
Pulang sekolah…
Saat ini seorang namja yang diketahui sebagai Lee Donghae terlihat sedang menunggu seseorang, ia bersandar pada motornya sambil memainkan kunci yang ada di tangannya. Sesekali ia melempar kunci tersebut dan kemudian menangkapnya kembali hanya untuk menghilangkan kebosanannya.
"Kenapa Minnie lama sekali ya?" Donghae menengok ke arah gedung sekolah
"Hae! Kau tidak segera pulang dan ke kafe?" tegur seorang yeoja sambil menampilkan gummy smile miliknya
"Hyukie? Aku sedang menunggu Minnie"
"Kalau Minnie, tadi dia sedang ada urusan dengan Kyuhyun"
"Hah? Memangnya urusan apa?" tanya Donghae
"Urusan…aku tidak tahu" Eunhyuk menggelengkan kepalanya
"Yee~aku kira kau tahu" Donghae memukul kepala Eunhyuk pelan, kemudian ia mulai menyalakan motornya
"Kau tidak menunggunya?"
"Ani, nanti aku terlambat kalau harus menunggunya. Kau mau pulang denganku?" tawar Donghae
"Jeongmal yo?"
"Ne, sudah cepat naik" Donghae memberikan helm kepada Eunhyuk
"Gomawo"
Eunhyuk segera naik setelah menggunakan helm, kemudian ia dan Donghae bergegas pulang. Sementara itu di kelas 2.2 Sungmin masih sibuk di mejanya sambil mengerjakan beberapa tugas, di sampingnya Kyuhyun yang kebetulan bersamanya karena diminta untuk membantunya seperti biasa sibuk dengan permainan PSPnya.
"Haah~akhirnya selesai juga" Sungmin membereskan barangnya
"Kau ini, kenapa malah mengerjakan pr di sini sih?" tanya Kyuhyun dengan mata masih tertuju ke layar PSPnya
"Hehe…aku tidak minat kalau mengerjakannya di rumah, lagipula nanti aku tidak bisa nanya sama kamu"
"Kau ini kan pintar, kenapa tidak mengerjakan sendiri saja sih? Kenapa harus sama aku?"
"Dengar ya Kyu…kau kan lebih pintar dari ku, jadi boleh saja kan kalau aku meminjam sedikit kemampuan otakmu"
"Ne..ne..araseo, Minnie. Sudahlah ayo kita pulang, lagipula malam ini aku harus pergi berkerja" Kyuhyun memasukan PSP ke dalam tasnya
"Ne..ne.., tapi antar aku pulang dulu ya"
"Araseo, kajja!" Kyuhyun beranjak terlebih dahulu
"Gomawo"
Sungmin beranjak mengejar Kyuhyun yang sudah berada jauh di depannya, yeoja itu berusaha mengikuti sampai di tempat parkir. Setelah sampai Sungmin segera menghampiri Kyuhyun yang sudah siap di atas motornya, yeoja itu langsung mengenakan helm yang telah disiapkan dan kemudian mereka berdua beranjak pulang. Sementara itu di salah satu ruangan di sekolah yaitu ruang Osis, sedang diadakan rapat mengenai suatu acara yang akan dilakukan minggu depan. Acara tersebut adalah olimpiade yang akan diadakan dalam dua kategori, yaitu akademis dan olahraga. Saat ini Yunho selaku ketua Osis, sedang membicarakan tentang siapa saja yang akan ikut ambil bagian di acara tersebut.
"Menurut kalian anak itu perlu dimasukkan atau tidak?" tanya Yunho pada semua orang yang hadir
"Sebaiknya dimasukan saja, lagipula dia salah satu anak yang berpotensi di sekolah ini kan?" ujar salah seorang namja yang merupakan ketua kelas 2.2
"Memang, tapi aku yakin dia tidak akan semudah itu mau menerimanya"
"Tenang aku akan coba membujuknya" ketua kelas 2.2 tersenyum yakin
"Apa kau yakin bisa, adanya juga kau dibuat skakmat olehnya" ujar yeoja bermata kucing Key dengan nada ketus
"Tenang aku sudah punya kunci untuk membujuknya"
"Kau mau menggunakan Donghae untuk membujuknya? Aku rasa itu tidak akan berhasil" kini Siwon angkat bicara
"Hah wae? Aku malah berpikir itu akan sangat berhasil" ketua kelas 2.2 menghela napas berat
"Soalnya Donghae tidak pernah bisa membujuk Minnie, dia selalu kalah berdebat darinya" jelas Siwon
"Kalau begitu kita gunakan Kyuhyun saja untuk membujuknya, aku rasa akan berhasil" usul Yunho
"Sepertinya tidak akan berhasil juga, dia pasti sudah bisa menebaknya hyung" ujar Minho yang sedari tadi diam mendengarkan
"Bagaimana dengan Changmin dan Taemin?" tanya Key disertai dengan anggukan dari yang lainnya
"Mereka berdua juga tidak bisa" Yunho menarik napas pelan
"Biar aku saja yang membujuknya" ujar seorang yeoja yang duduk tepat di sebelah Yunho
"Mwo!?" semua langsung tersentak mendengarnya
"Eonni kau yakin?" tanya Key yang tidak percaya
"Jae, kau tahu kan dia tidak suka berhadapan langsung denganmu" ujar Siwon disertai anggukan dari semuanya
"Ne [mengangguk] aku tahu, kalian tenang saja" Jaejoong tersenyum yakin
"Baiklah, aku serahkan padamu Jae" ujar Yunho yang kemudian melanjutkan rapat kembali
-o0o-
Kafé ELF, 5.00 p.m
Hari ini suasana di kafe ELF terlihat sepi, itu dikarenakan hari ini kafe itu sedang meliburkan diri. Seperti biasa di salah satu ruangan kafé, para penghuni kafé tersebut sedang berkumpul untuk membicarakan suatu misi yang akan diadakan di dua tempat berbeda, dan untuk itulah para penghuni kafé SJ juga berada di sana.
"Ya! Yesung! Siwon ke mana? Kenapa ia belum datang?" tanya Hankyung
"Mana aku tahu? Memangnya aku ummanya apa?" jwab Yesung sekenanya
"Kalau Siwon, ia tadi sedang mengikuti rapat di sekolah" ujar Donghae
"Rapat apa?" tanya Hankyung lagi
"Rapat untuk persiapan olimpiade antar sekolah" jawab Eunhyuk
"Oh begitu, lalu Kyuhyun kemana?"
"Kalau Kyuhyun…dia masih di jalan, soalnya tadi harus mengantar Minnie pulang dulu" jelas Ryeowook
"Ha? Bukankah seharusnya dia pulang denganmu Hae?" Yesung menatap Donghae
"Ne…tapi tadi dia ada urusan dulu dengan Kyuhyun, jadi aku pulang duluan bersama Hyukie" jelas Donghae
Drrt…drrt..
"Eh, sms dari Minnie?" Donghae membuka handphone miliknya
Oppa, kau lupa membawa dompetmu…
Aku menitipkannya ke Kyuhyun…
"Ah! Benar juga aku lupa" Donghae menepuk kepalanya pelan
"Wae?" Eunhyuk langsung menatap Donghae
"Dompetku tertinggal, dan Minnie menitipkannya pada Kyuhyun" jelas Donghae
"Kebiasaanmu memang tidak pernah berubah ya" ujar Leeteuk
"Selalu ada yang tertinggal" tambah Zhoumi
"He..he…" Donghae hanya tersenyum gaje
"Donghae oppa sih memang pelupa, kadang Minnie eonni memarahinya karena sifatnya itu" celetuk Jino sambil merapikan beberapa kertas
"Jinja? Aku tidak menyangka Minnie akan seperti itu" Kibum yang sedari tadi sibuk mengutak-atik komputer ikut berbicara
"Aku kira Minnie itu anak yang manis" ujar Shindong
"Aku juga, soalnya ia lebih terlihat seperti itu" tambah Kangin
"Memangnya dia pernah memarahi Donghae seperti apa?" tanya Shindong
"Seperti ini" Ryeowook memperagakan
"Ne, kadang juga seperti ini" Jino ikut memperagakan
"Ya! jangan dipraktekkan, aku jadi trauma mengingatnya" Donghae langung memeluk Eunhyuk, sedangkan yang dipeluk hanya bisa tersenyum
Kini semua yang ada di sana mulai penasaran dengan sifat Sungmin yang sebenarnya, terutama bagi mereka yang tidak tinggal dan sekolah dengannya. Berbagai pertanyaan muncul dan diajukan, dan semua itu dijawab oleh Ryeowook dan Jino sebagai narasumber terpercaya. Lima menit kemudian, dua orang namja yaitu Kyuhyun dan Siwon datang memasuki ruangan dan bergabung dengan yang lainnya.
"Mian, kalau aku terlambat" ujar Kyuhyun
"Mian, tadi aku ada urusan" Siwon berjalan dibelakang Kyuhyun
"Gwenchana, aku sudah tahu kok" ujar Hankyung sambil tersenyum
"Donghae hyung, ini dompetmu tertinggal" Kyuhyun memberikan dompet yang ia bawa
"Gamsha Kyu, Minnie tidak marah kan?" tanya Donghae hati-hati
"Ani, dia cuma kesal karena hyung lupa membawanya lagi" jelas Kyuhyun
"Begitu ya, nanti akan ku bawakan strawbery saja sebagai permintaan maaf"
"Kenapa harus strawberry oppa?" tanya Kibum
"Itu karena Minnie sangat menyukai strawberry, dan dia tidak bisa menolak ataupun berpikir lebih jauh kalau sudah dikasih strawberry" jelas Eunhyuk mewakili Donghae 'Sama sepertiku' batin Eunhyuk
"Tapi itu cuma berhasil sekitar 50% saja. Kalau masalahnya sudah menyangkut hal yang tidak Minnie suka, tidak akan ada efeknya" tambah Kyuhyun
"Benar juga, ah~aku tidak sanggup kalau harus menghadapi Minnie saat dia marah" Donghae menunduk lemas
"Aku tidak akan marah kok oppa" ujar seorang yeoja di belakang Donghae
"Senang rasanya jika kau mengatakan hal itu Minnie…!mwo!?" Donghae segera menengok ke sumber suara
"Ini ada titipan" Sungmin memberikan sebuah benda ke Donghae
"Sejak kapan kau ada di sini? Bukankah kau seharusnya berada di rumah?" tanya Kyuhyun yang heran
"Ne [mengangguk] setelah kau mengantarku dan aku menitipkan dompet oppa, aku baru ingat ada benda yang dititipkan oleh Chullie. Aku tadinya ingin memanggilmu tapi kau sudah pergi, jadi ya aku putuskan untuk mengantarnya sendiri" jelas Sungmin
"Tapi, kenapa bisa hampir bersamaan sampainya?" tanya Kyuhyun lagi
"Aku di antar seseorang, sudah ya aku masih ada urusan. Oppa jangan sampai terluka ya" ujar Sungmin sembari pergi keluar
"Ne, aku ga akan terluka" gumam Donghae pelan
"Ya! sudah jangan bengong seperti itu, kita ada misi khusus malam ini" ujar Hankyung yang berhasil memecah suasana
"Ne…" ujar yang lainnya kompak
Sementara itu di luar kafe, Sungmin yang baru saja keluar segera menghampiri seorang yeoja yang menunggu di dekat tiang lampu sambil bersandar pada motor berwarna merah rubi. Yeoja itu langsung tersenyum dan membetulkan posisinya ketika melihat Sungmin datang menghampirinya.
"Mian, kalau aku terlalu lama Jae eonni" ujar Sungmin setelah sampai
"Gwenchana, kau mau langsung pulang?" tanya Jaejoong
"Ne, lagipula aku harus bersiap untuk menghadapi olimpiade minggu besok"
"Eh? Aku kira kau akan menolaknya, apa karena kau takut padaku sehingga kau memutuskan untuk ikut?" Jaejoong menatap Sungmin heran
"Ani, anggap saja ini balas budi karena telah membantuku" jelas Sungmin
"Ya sudah, ayo naik!" Jaejoong memberikan helm kepada Sungmin
"Eh? Untuk apa?"
"Anggap saja ini ucapan terima kasih, karena kau memutuskan untuk ikut olimpiade"
Sungmin segera naik ke atas motor Jaejoong, dan kemudian dua yeoja itupun segera pergi meninggalkan kafe ELF. Beralih lagi ke dalam kafe ELF, saat ini Hankyung tengah selesai membicarakan tentang misi yang akan dilakukan malam ini. Sekarang ia mencoba menanyakan apakah rencana yang sudah dijelaskan dipahami oleh semuanya.
"Jadi itu rencana kita malam ini, apa kalian semua paham?" tanya Hankyung kepada semuanya
"Ne…" jawab semuanya serempak
"Ya! Zhoumi, Siwon, Kibum, Kyuhyun, kalian sedang apa?" tanya Yesung yang melihat empat dongsaengnya sibuk dengan buku pelajaran yang ada di depan mereka
"Kami sedang bersiap untuk olimpiade minggu depan hyung" ujar Siwon
"Ne, ini olimpiade antar sekolah" tambah Zhoumi
"Memangnya ada berapa sekolah yang ikut?" tanya Leeteuk yang mulai tertarik
"Ada sekitar 20 sekolah eonni" ujar Kibum sambil tetap serius membaca buku di tangannya
"Dan akan diadakan di sekolahku noona" tambah Siwon
"Di sekolahmu Siwon?"
"Ne, hyung"
"Apa si Chullie ikut?" Kangin yang penasaran mulai ikut bertanya
"Ani, yang ikut hanya Minnie saja" jawab Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya
"Hah? Minnie ikutan? Bukankah dia bilang tidak ingin ikut ya?" Donghae menatap Kyuhyun heran
"Dia ikut hyung, barusan dia meng-sms ku" jelas Kyuhyun masih tetap pada posisinya
"Wah tumben ya"
"Tumben kenapa Hyukie?" tanya Shindong yang bingung dengan perkataan Eunhyuk
"Soalnya setahuku dia paling anti dengan hal-hal seperti itu" jelas Eunhyuk
"Bukannya anti eonni, tapi tidak suka" Ryeowook membenarkan
"Ne, Minnie eonni bilang membuang waktu saja jika ikut hal seperti itu" tambah Jino
"Dia itu pintar, tapi malah tidak suka ikut olimpiade" Hankyung menggelengkan kepalanya
"Namanya juga Minnie, hyung" ujar Donghae
-o0o-
Di area A, pukul 09.00 p.m
Angin semilir berhembus riang membuat pohon-pohon bergerak ke kanan dan ke kiri, suara-suara makhluk malam saling bersahutan satu sama lain. Di sebuah gedung tua, terlihat empat orang berjubah hitam yang diketahui bernama Sea, Freeze, Stone, dan Deep Mirror, sedang berjaga sambil menunggu kapan waktu yang tepat untuk melakukan misi mereka
"Kau yakin dia akan datang Freeze?" tanya Sea sambil melihat ke luar gedung
"Tentu saja! aku bisa merasakannya, lagipula pertarunganku dengannya belum selesai" ujar Freeze yakin
"Jangan terlalu terbawa emosi, yang kita hadapi bukan hanya dia saja" Stone mengingatkan
"Arraseo…"
"Sebaiknya kita bersiap di posisi masing-masing, aku merasa sebentar lagi mereka datang" ujar Deep Mirror sembari memberi tanda
"Ne…" ujar ketiganya
Di area B, 09.05 p.m
"Huh~aku kan ingin melakukan misi dengan Freeze, kenapa sekarang malah dipisah" keluh salah seorang berjubah hitam yaitu Forest
"Ya! sudah jangan mengeluh, ikuti saja" omel seorang berjubah hitam yang ada di sebelah Forest
"Nothing, kau juga jangan marah-marah terus. Maklumi saja dia, lagipula memang biasanya dia bersama Freeze jika melakukan misi" tegur seorang berjubah hitam yang sedang bersandar
"Ne ne aku tahu, Dark Shadow"
"Ssst! Kalian semua diam, kalau tidak misi kita bisa gagal"
"Mian, Silver Sand" ujar dark Shadow, Nothing, dan Forest bersamaan
"Semuanya bersiap! Kita akan melakukannya sekarang" komando seorang berjubah hitam yang berdiri di depan mereka berempat
"Ne, Flame"
Kembali ke area A, pukul 09.20 a.m
Saat ini Leeteuk bersama Kangin, Eunhyuk, Siwon, dan Donghae baru saja sampai di tempat mereka akan melakukan suatu misi yaitu menyelamatkan salah satu rekan kerja mereka yang tertangkap saat menjalani misi untuk menggagalkan rencana penyelundupan artefak. Mereka berlima langsung meneliti lingkungan sekitar, dan bersiaga jika nanti ada serangan dadakan dari pihak musuh terutama para anggota organisasi hitam.
"Astaga, sepi sekali di sini" ujar Leeteuk sambil mengedarkan padangannya
"Sebaiknya kita berhati-hati, aku punya firasat tidak enak mengenai tempat ini" Kangin mengingatkan
"Kalau tidak salah, tujuan kita ada di sana kan?" Eunhyuk menunjuk ke gedung yang ada di depan mereka
"Kau benar Dash, sepertinya ini kesempatan kita untuk bersiaga terlebih dahulu" ujar Siwon yakin
"Tunggu! Aku merasakan ada yang sedang mengintai kita" ujar Donghae sambil memberi isyarat
"Sejak kapan kau menjadi sangat sensitif, Blue? Aku saja tidak merasakan apa-apa" Siwon menatap Donghae heran
"Sepertinya yang dirasakan oleh Blue Ice benar" Kangin mulai mengambil posisi
Drrt…
"Semuanya awas!" Eunhyuk merangkul semuanya untuk menghindar
Swoosh!
"Gomawo Dash!" ujar Leeteuk
"Sama-sama Ocean" Eunhyuk tersenyum
"Hampir saja" Kangin membenarkan posisinya
"Apa itu tadi?" Siwon melihat ke tempat awal
"Ternyata firasat ku benar" gumam Donghae
"Wah~ternyata seranganku gagal" ujar Stone yang kini berdiri bersama keempat temannya tidak jauh dari tempat Donghae dan yang lainnya
"Sepertinya tebakanmu benar Freeze, dia datang" Sea menatap Freeze yang ada di sebelahnya
"Hh! Tentu saja!"
"Sudah kuduga kau memang ada di sini" Donghae mulai mengeluarkan kekuatannya
Crakle!
"Blue Ice!" Siwon mencoba menghentikan Donghae
"Biarkan saja dia, kita hadapi mereka saja" ujar Kangin sambil menahan Siwon
"Gegabah juga dia" Sea hanya bisa menggeleng pelan
"Hh~sepertinya percuma mencegahnya" Stone menghembuskan napas pelan
"Dash! Kau duluan saja ke sana, nanti kami segera menyusulmu!" pinta Leeteuk
"Ok!" Eunhyuk segera pergi ke tempat tujuan
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi!" Deep Mirror melancarkan serangannya
Sriing!
Splash!
"Kau tidak akan pergi kemana pun Deep Mirror!" Leeteuk menghentikan serangan Deep Mirror
"Cih! Mengganggu saja!"
Sring!
Splash!
Pertarungan antara dua kelompok di mulai kembali, sementara itu Eunhyuk yang kini sudah berada di tempat tujuan segera melakukan tugasnya. Dengan cepat ia mencari dimana letak rekannya tersebut, selama mencari ia dihadapkan dengan banyak penjaga dan penghalang yang menghalangi. Namun karena Eunhyuk memiliki kekuatan yang sangat mendukungnya, yeoja itu pun tidak perlu susah payah untuk mengatasinya. Setelah berhasil menyelamatkan rekannya dan membawanya ke tempat aman, Eunhyuk segera kembali ke tempat Kangin dan yang lainnya.
Area B, pukul 09.30 a.m
Shindong, Zhoumi, Ryeowook, Kibum, dan Kyuhyun yang sudah sekitar 10 menit berada di area tersebut kini sedang berkeliling untuk mencari lokasi dimana tempat sebuah benda berbahaya disembunyikan. Mereka harus menemukan benda tersebut dan menghancurkannya agar tidak menjadi masalah bagi orang-orang sekitar.
"Hm…sepertinya belum ada tanda-tanda dari mereka" ujar Shindong
"Aku tidak berpikir seperti itu hyung, firasatku mengatakan kalau mereka sedang mengintai kita" Zhoumi mulai bersiaga
"Aku juga merasa seperti itu" Ryeowook mulai mengambil posisi
"Golden Sand…" panggil Kibum sembari merapat ke Kyuhyun
"A~aku tahu, bersiaplah"
Whoose!
Sraash!
"Wah~ternyata hanya tikus-tikus kecil yang datang" Nothing keluar dari tempat persembunyiannya bersama empat orang rekannya
"Sepertinya tidak ada lawan yang sulit kali ini" ujar Dark Shadow
"Jangan terlalu meremehkan mereka, mereka itu bukan musuh level rendah" Silver Sand mengingatkan
"Sudah jangan banyak bicara, kita lakukan tugas kita" komando Flame
Crashh!
Shindong, Zhoumi, Kibum, dan Kyuhyun kini sibuk bertarung dengan Flame, Nothing, Dark Shadow, dan Silver Sand, saat mereka bertarung Ryeowook mengendap-ngendap untuk menyelesaikan misi mereka. Sedangkan Forest hanya diam sambil melihat dan kebingungan karena akar pepohonan yang mengelilingi mereka.
"Mian ya forest, tapi aku harus melakukannya kali ini" Ryeowook pergi untuk melanjutkan misi
…
"Ke…kenapa malah jadi begini?" Forest terlihat kebingungan
Sekitar sepuluh menit kemudian, Ryeowook telah berhasil menghancurkan benda yang menjadi tujuan dari misi yang dilakukan. Memang tidak begitu mudah untuk menghancurkannya, selain karena banyak rintangan yang menghadang juga karena banyaknya penjaga yang lumayan membuatnya kerepotan. Saat ia ingin kembali ke tempat teman-temannya, Forest yang telah berhasil keluar dari perangkapnya datang menghadang.
"Ok, misi selesai" Ryeowook menepuk tangannya
"Kali ini kau tidak akan bisa mengurungku lagi, Plant!" teriak Forest
"Oh! Ternyata little Forest sudah berhasil keluar, syukurlah" ujar Ryeowook sambil tersenyum manis
"Kau ini sebenarnya mau mengejekku atau mengkhawatirkanku sih?" Foest berdecak kesal
Syuut! Syuut!
"Entahlah" Ryeowook menggendikkan bahunya
"Ya! Kenapa sekarang kau mengurungku lagi?"
"Selamat berjuang…"
Ryeowook segera pergi meninggalkan Forest yang kini harus berurusan lagi dengan perangkap akar tumbuhan yang ia buat, yeoja mungil tersebut berlari menuju ke tempat teman-temannya yang kini masih sibuk bertarung. Di tempat pertarungan sendiri, keadaan semakin memanas karena dua kubu masih terus bertarung satu sama lain. Semakin malam suhu mulai semakin dingin, dan tempat yang mereka jadikan pertarungan menjadi amat sangat dingin akibat dari pertarungan antara dua pengguna es yang saling mengeluarkan kekuatan terbaik mereka.
"Aku tidak akan menyerah Freeze!" Donghae melemparkan serangan langsung
Crakle!
"Hmph! Aku juga tidak akan mengalah darimu Blue Ice!" Freeze menahan serangan Donghae dan membalas dengan serangan kejutan
Crackle!
Crkringkle! Crackle!
"Akh~ dua manusia dingin itu benar-benar menyebalkan, sampai kapan mereka akan seperti itu. Bertarung dengan kekuatan yang sama, level yang sama pula" ujar Kangin yang cukup kesal
"Ne [mengangguk] apa mereka tidak berpikir? Sudah kekuatannya sama, level sama, keras kepala juga" tambah Siwon
"Steel! Zap! Jangan saling diskusi! Cepat bantu aku!" pinta Leeteuk yang mulai kelelahan
"Ne!" Kangin dan Siwon segera membantu Leeteuk
Crash!
"Ukh! D*mn, kenapa aku harus melawan dia" Stone berusaha menghindar dari serangan Siwon
"Geez~sulit sekali menghadapi mereka" ujar Sea yang mulai kewalahan
"Sudah jangan banyak bicara, lanjutkan saja" ujar Deep Mirror
Splash!
Drrrt!
Pertarungan yang terjadi di area A berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam. Kedua kubu benar-benar tidak mau kalah, terutama Freeze dan Blue Ice. Mereka berdua terlihat serius dan saling beradu kekuatan, tidak peduli sudah berapa banyak luka yang ada di tubuh mereka. Pada akhirnya setelah melalui pertarungan yang berat, kedua pihak mundur secara teratur.
-o0o-
[Skip Time]
3 hari kemudian, Kediaman Lee…
Sraak! Braak!
"Oppa~ayo kita harus segera berangkat!" ujar Sungmin seraya berlari keluar
"Ne…ne…araseo~" Donghae segera menghampiri Sungmin
"Oppa ini bagaimana sih, hari ini kan hari pertama olimpiade. Kyu pasti sudah menunggu dengan kesal"
"Ne…ne…arraseo~, ayo cepat naik!" Donghae mulai menyalakan motornya
SM High School…
Seorang namja terlihat sibuk mondar-mandir di depan gedung sekolah, sesekali namja itu melihat ke arah parkiran untuk memastikan apakah orang yang ia tunggu sudah datang atau belum. Sudah sekitar sepuluh menit namja itu menunggu, namun yang ditunggu belum juga menampakkan batang hidungnya.
"Kemana si Minnie? lama sekali dia, padahal kan sebentar lagi pembukaan olimpiade akan dimulai" gerutu sang namja
"Kyu! Kyuhyun!" teriak seorang yeoja sambil menghampiri Kyuhyun sang namja
"Teukie noona, ngapain noona ke sini?" tanya Kyuhyun heran
"Wae? Kau tidak suka kalau aku ke sini Kyu? Aku hanya kebetulan lewat sini setelah berbelanja bahan, selain itu aku juga ingin menyemangati kalian. Lagipula, sedang apa kau di sini?" jelas Leeteuk
"Ani noona, hanya heran saja. Aku sedang menunggu Minnie, kenapa dia jadi lama datangnya? "
"Itu wajar kan? Lagipula dia berangkat dengan Hae, kau tahu kan Hae itu kondisinya tidak bagus akhir-akhir ini"
"Ne, aku tahu"
"KYUHYUN!"
"Mian kalau kelamaan, hah…hah" ujar yeoja yang baru saja datang sambil mencoba mengatur napasnya
"Gwenchana, Kajja! Kita harus segera ke gedung olahraga" ajak Kyuhyun
"Kau tidak bersama Hae, Minnie?" tanya Leeteuk
"Oppa sudah duluan bersama Hyukie eonni"
"Mm..kalau begitu aku pamit, selamat berjuang ya" pamit Leeteuk
"Ne noona [eonni], hati-hati" ujar Kyuhyun dan Sungmin bersamaan
Kyuhyun dan Sungmin segera pergi menuju gedung olahraga untuk mengikuti acara pembukaan olimpiade, sedangkan Leeteuk pergi ke parkiran dan mengendarai mobilnya pulang. Saat ini kondisi sekolah sangat ramai, berbagai siswa dari 20 sekolah peserta olimpiade berkumpul di sini. Baik itu perwakilan untuk olimpiade akademis maupun olimpiade olahraga.
Kafé ELF…
"Hm…apa mereka baik-baik saja ya?" gumam Hankyung sembari merapikan meja
"Kenapa hyung? Kau mengkhawatirkan mereka ya?" tanya Kangin yang berada disebelahnya
"Ne [mengangguk] terutama si Donghae, apa dia baik-baik saja ya?"
"Gwenchana yo hyung…mereka semua dalam kondisi sehat kok, yah walaupun aku tidak begitu yakin dengan kondisi Donghae"
"Justru itulah yang membuatku tidak tenang, kau sendiri melihat kondisinya kan saat kembali ke markas"
"Ne [mengangguk] tapi aku rasa ia akan baik-baik saja, selama ada dia disampingnya"
"Ne, semoga saja"
Flashback
01.00 a.m, tiga hari yang lalu…
Klinting…
"Oh! Syukurlah akhirnya eonnideul sudah kembali" Jino segera menghampiri Leeteuk dan Eunhyuk yang baru kembali
"Apa oppadeul dan eonnideul semua baik-baik saja?" tanya Ryeowook
"Ne [mengangguk] aku, Kangin, Siwon, dan Eunhyuk baik-baik saja, tapi Donghae…"
"Apa yang terjadi dengan Donghae?" tanya Shindong
"Dia…" Eunhyuk menatap ke semuanya
"Dia kenapa?" tanya Shindong lagi
"Itu…dia…" Eunhyuk menarik napasnya
"Donghae kenapa?" kini Zhoumi ikut bertanya
"Kenapa eonni? Hae oppa baik-baik saja kan?" Kibum mendekati Eunhyuk
"Dia terluka parah, sekarang dia sedang bersama Kangin oppa dan Siwon di luar" Eunhyuk langsung menundukkan kepalanya
"Kenapa tidak bilang dari tadi! Cepat bawa dia masuk! Kyuhyun, tolong panggil Hankyung!" pinta Yesung
"Ne hyung…"
Kyuhyun segera berlari dan memanggil Hankyung, sementara yang lainnya (ex Leeteuk dan Eunhyuk) pergi ke luar untuk melihat keadaan Donghae. Mereka semua kaget saat melihat Donghae yang sedang dipapah dengan seluruh luka di tubuhnya, di samping kanan dan kirinya terlihat Kangin dan Siwon yang sedang memapahnya.
"Kangin hyung, Siwon, aku sudah bisa jalan sendiri. Tolong lepaskan aku…" ujar Donghae lemah
"Tidak bisa! Kau masih terluka seperti itu, mana mungkin kami melepaskanmu"
"Ne [mengangguk] benar kata Kangin hyung, lagipula lukamu masih belum diobati semua" tambah Siwon
"Donghae oppa…" Jino terdiam melihat keadaan Donghae
"Donghae oppa, apa yang terjadi padamu?" Ryeowook mencoba melihat kondisi Donghae
"Ya! sudah bicaranya nanti saja, kita bawa dia ke dalam" ujar Yesung
Mereka semua pun membawa Donghae masuk ke dalam, di dalam sendiri Hankyung yang telah di beri tahu keadaan Donghae segera menghampirinya. Ia sangat khawatir dengan keadaan dongsaengnya yang satu ini, mungkin Donghae dianggap sebagai dongsaeng yang sangat penurut akan tetapi kadang ia mudah terpancing dan keras kepala.
"Donghae! Gwenchana yo?" tanya Hankyung khawatir sembari melihat keadaan Donghae
"Gwenchana hyung…" jawab Donghae pelan
"Teukie noona, apa noona masih bisa menggunakan kekuatan noona?" Hankyung menatap Leeteuk
"Mian Hankyungie, aku sudah terlalu banyak menggunakan kekuatanku tadi" jawab Leeteuk
"Gwenchana, Wookie kalau kau?" Hankyung beralih menatap Ryeowook
"Mian oppa, aku juga tadi sudah terlalu banyak mengobati yang lain"
"Arraseo [mengangguk] kalau begitu biar aku saja yang mengobatinya, mian kalau tidak bisa sepenuhnya sembuh Hae"
"Gwenchana…hyung…"
30 menit kemudian…
"Hyung, gwenchana yo? Donghae hyung?" tanya Kyuhyun pada Hankyung
"Ne, gwenchana. Donghae sekarang sedang tidur, semua lukanya sudah kuobati" jawab Hankyung sambil tersenyum
"Apa perlu kita antar dia ke rumah?" tanya Leeteuk yang datang sambil membawa beberapa gelas minuman di tangannya
"Nanti saja, kalau keadaanya sudah membaik. Kalau dia di antar ke rumah masih dalam keadaan seperti ini, aku yakin Minnie pasti akan kaget"
"Ne, kalau begitu akan ku pulihkan dia dengan sempurna setelah kekuatanku normal lagi"
"Ne, aku percayakan dia padamu noona"
"Bukannya jam segini Minnie eonni sudah tidur ya? Benar kan oppa?" Jino menatap Kyuhyun yang ada di sebelahnya
"Ani [menggeleng] dia masih sibuk belajar, baru saja dia menanyakan padaku rumus untuk memecahkan soal yang ia kerjakan"
"Maka dari itu aku tidak mengizinkannya, sudahlah sebaiknya kita biarkan Donghae istirahat" ujar Hankyung sembari mengajak yang lainnya menjauh
"Ne…"
Flashback end
Kembali ke sekolah…
Acara pembukaan olimpiade telah selesai, semua murid keluar dari gedung olah raga. Para murid perwakilan dari bidang akademis langsung menuju tempat olimpiade masing-masing, sedangkan murid perwakilan bidang olahraga ada sebagian yang berlatih ada juga yang kembali pulang. Olimpiade akan berlangsung selama seminggu, hari pertama seluruhnya merupakan pertandingan akademis dan 3 hari selanjutnya diselesaikan oleh pertandingan olahraga. Setelah itu 2 hari terakhir akan ditutup dengan festival.
"Kau baik-baik saja Hae?" tanya Eunhyuk
"Ne [mengangguk] gwenchana, Hyukie"
"Wajahmu terlihat pucat, tapi suhu tubuhmu normal" Eunhyuk menempelkan tangannya ke dahi Donghae
"A~mungkin karena aku belum sempat sarapan tadi, kalau begitu temani aku ke kantin ya" pinta Donghae
"Ne"
Donghae dan Eunhyuk segera pergi ke kantin, Eunhyuk yang berada di samping Donghae langsung menggandeng tangan namja tersebut agar tidak terjatuh. Jauh di atas atap, seorang namja misterius tengah mengintai tanpa diketahui keadaannya.
"Hh~ Sepertinya kau sudah pulih, Blue Ice. Seharusnya kau berterima kasih pada The Guardian karena dia telah memberikan jimat keberuntungan padamu" ujar sang namja yang langsung menghilang
…
Kafé SJ…
Hari ini kesibukan tengah menghampiri kafé yang terkenal dengan interior modernnya yang unik, hampir semua pelayan sekaligus koki di sini harus bekerja keras untuk memenuhi pesanan dari para pengunjung. Yesung yang menjadi manajer di kafé tersebut pun tidak terkecuali, ia membantu mengomando semua pekerjanya sambil bertugas menjaga meja kasir.
"Tolong buatkan pesanan untuk meja no. 4" Yesung memberikan kertas pesanan kepada chef
"Ne, ageshimida" ujar Chef 1
"Kau, tolong bereskan meja no. 3" pinta Yesung
"Ne" ujar sang pelayan yang langsung mengerjakan tugasnya
"Shindong, tolong antarkan pesanan ini ke meja no. 1" pinta Yesung pada Shindong
"Arraseo…" Shindong segera mengantarkan pesanan
Klinting…
"Selamat datang…." Yesung membungkukkan badannya
"Sepertinya kafe ini selalu penuh ya?" ujar seorang namja yang baru datang
"Hyung? Tidak kusangka hyung datang ke sini, ada keperluan apa hyung?" tanya Yesung pada sang namja
"Ingin bertemu denganmu dan yang lain di sini"
"Hyung, kau tidak sedang melakukan suatu misi kan?" Yesung menatap sang namja curiga
"Hah! kau tahu sendiri kan, aku sudah tidak bekerja dengan mereka lagi"
"A~ne…kalau begitu hyung duduk di sana saja, aku berikan pelayanan gratis untukmu" Yesung menujukkan tempat yang dimaksud
"Gomawo…"
Sang namja segera berjalan menuju tempat yang di tunjuk oleh Yesung, tempat yang ia tempati agak jauh dan tertutup dari pelanggan yang lain. Sesampainya di tempat itu ia agak kaget, karena ternyata di sana terdapat Hankyung dan Kangin yang kebetulan sedang duduk sambil berbicara satu sama lain.
"Oh! Ternyata kau Rider, tidak kusangka kita akan bertemu di sini" sapa Hankyung yang pertama kali menyadari kedatangan namja tersebut
"Aku juga, tidak ku sangka aku akan bertemu dengan kalian berdua"
"Lama tidak bertemu denganmu, Rider" Kangin membungkukkan badannya
"[tersenyum] a~benar juga, sedang apa kalian di sini?" tanya Rider sang namja
"Kami hanya sedang iseng saja ke sini, lagipula kafe kami sedang sepi" jelas Hankyung
"Oh begitu" Rider mengangguk mengerti
"Hyung sendiri, ada keperluan apa kemari?" tanya Kangin
"Hanya ingin bertemu dengan Yesung dan yang lainnya di sini"
"Hm~biar kutebak, hyung pasti baru saja dari suatu tempat" ujar Hankyung
"Ne [mengangguk] kau benar, ternyata kau ini selalu punya tebakan yang tepat Gentle Fire" Rider tersenyum
"Tentu saja, hyung kan bisa berpindah tempat dengan cepat"
"Hh! Kau ini bisa saja, ne [mengangguk] aku baru saja dari sekolah Blue Ice" jelas Rider
"Oh, Donghae baik-baik saja kan?" Hankyung menatap Rider
"Ne…gwenchana, tapi wajahnya masih agak pucat"
"Hh~syukurlah" Hankyung menghembuskan napas lega
"APA YANG KAU LAKUKAN DI SINI!?"
-tbc-
balasan review
Henry : hello all...kini giliranku yang membalas review...
Guest GaemAya : gomawo Aya-ssi atas pujiannya, author seneng bgt tuh *lirik author*. iya ini sudah lanjut, kata author maaf kalau agak lama~
Sabrina Lia Aisyah : gomawo...*bow* author bilang perkataan misterius itu masih dirahasiakan, dan akan terkuak sejalan dengan cerita. Sungmin hyung? ani, hyung jadi orang baik kok.
Henry : ok that's all untuk balasannya, jadi jangan lupa untuk review lagi...*pasang senyum mochi*
