Yo, minna-san...
Bales Riview aja deh..
Hinagiku : Iya maaf..tak bermaksud membuat para penggemar Nalu kecewa ko, makasih udah Riview.
Azhelic : Inikan cerita yang dulu..tapi di publish lagi..hehe tapi ada banyak perubahan sii..hehe oke makasih udah mau ninggalin jejak di kotak riview aku..
Bjtatihowo : Hehe, benarkah-benarkah? Anda akan sedia menanti? Oke tunggu 7 tahun lagi ya untuk chapter selanjutnya..hohoho..makasih udah riview..
Fathiyah : Hahaha..jangan dong, soalnya kamu tidak akan menang melawan Natsu..# dijitak Fathiyah # hehe xp..oke makasih riviewnya..
dan maaf buat penggemar Nalu yang lain kalau cerita ini membuat kalian kecewa..hiks hiks # Ngiris Bawang merah #
Warning : Gajess, OOC, dll
Disclaimer : Paman Hiro Mashima..
Ai2 Lucky mempersembahkan
.
.
.
~Little Promise~
Chapter 2
Cahaya matahari menerobos masuk melalui celah-celah jendela kamar Lucy,namun mata indah milik Lucy masih terlihat malas untuk melihat hari baru yang cerah. Lucy masih menyembunyikan diri di balik selimutnya, ia tidak mau keluar dari dalam kamarnya terlebih jika bertemu dengan Natsu. Mata Lucy masih sembab karena menangis semalaman, dan air mata Lucy masih terlihat di kedua sudut matanya.
Natsu...kenapa hari ini kau tidak datang untuk menjemputku.. iris karamel milik Lucy kembali mengeluarkan butiran-butiran bening, Lucy teringat masa lalu ketika Natsu masih bersamanya saat Natsu datang ke apartemennya setiap hari, membangunkannya, bercanda bersamanya, namun bayangan itu dengan mudahnya tersingkir ketika Lucy mengingat perkataan Natsu semalam. Menjalin hubungan dengannya selama 2 tahun belakangan ini adalah hal yang begitu singkat untuk Lucy, terlebih Natsu memutuskan hubungan mereka dengan alasan yang tak jelas, itu membuat Lucy seperti bermimpi kalau ia pernah menjalin hubungan dengannya.
" Hiks.." Lucy masih terisak mengingat kejadian semalam.
" Ohayo, Lucy." Lucy terkejut ketika mendengar seseorang menyapanya, ia pun segera keluar dari selimutnya.
" Natsu.." Ucap Lucy tampak bersemangat walau matanya sembab.
DEG!
" Eh? Hmm..ternyata kau.." Lucy tak percaya dengan apa yang di lihatnya, ternyata laki-laki yang di hadapannya bukanlah Natsu.
" Lucy, kau baik-baik saja? Kenapa menangis?" Tanya pemuda dengan kaca mata yang bertengger di hidungnya.
" Kenapa kau bisa ada di sini, kembalilah." Ucap Lucy, kembali tak bersemangat.
" Aku khawatir denganmu tau, kau tidak pernah memanggilku sejak kau jadian dengan si rambut pink bodoh itu. Lagi pula aku keluar dengan kekuatan sihirku sendiri jadi kau tak perlu cemas."
" Jangan sebut Natsu BODOH, Loke." Lucy sangat marah akan ejekan Loki terhadap laki-laki yang sangat di cintainya.
" Kau masih bisa membelanya, setelah kau disakiti seperti semalam?Haah... Lucy..Lucy.. sepertinya Natsu itu cinta pertamamu ya?" Loki membalasnya dengan tenang, sambil menghela nafas.
Ucapan Loki membuat Lucy diam seribu bahasa, Lucy tak dapat membalas ucapan Loki. Lucy pun menundukkan wajahnya, hingga poninya menutupi matanya. Kedua tangan Lucy meremas selimut yang masih menyelimuti setengah tubuhnya. Tiba-tiba cairan bening menetes ke tangan Lucy, Loki yang tak tega melihat Lucy seperti itu akhirnya menghampiri Lucy. " Gomene Loki." Gumam Lucy, setelah Loki duduk di sampingnya dan mengelus kepalanya lembut.
" Mau sampai kapan Kau seperti ini, Lucy? Hari sudah siang..pasti Erza dan yang lainnya sudah khawatir padamu..sebaiknya kau bergegaslah untuk ke guild." Balas Loki.
" I-itu tidak mungkin bagiku_" Ucap Lucy mengalihkan pandangannya dari Loki.
" Kenapa tidak mungkin? Pintu Guild selalu terbuka untukmu Lucy." Potong Loki.
" A-aku tidak punya keberanian untuk bertemu DIA." Balas Lucy, dengan menundukkan wajahnya tak membalas perkataan Lucy, ia mengerti siapa orang yang dimaksud Lucy. Loki berfikir sejenak, kemudian ia tersenyum kepada Lucy.
" Kalau begitu cepat keluarkan Gemini." Perintah Loki.
" Eh? Untuk apa?" Tanya Lucy heran.
" Sudahlah, kau akan tau ini nanti."
" Baiklah..." Lucy merogoh tempat khusus untuk kunci-kunci spiritnya."_ terbukalah Gerbang Pollux dan Castor.. Gemini." Ucap Lucy kemudian, dan keluarlah sosok wanita yang menyerupai Lucy. (nb: Pollux dan Castor itu adalah alfa dan betanya rasi Gemini...)
" Hai, Lucy." Sapa Gemini setelah keluar dari gerbangnya, Lucy hanya membalasnya dengan senyuman yang tak bersemangat.
" Nee.. Gemini, bisa bantu aku?" Ucap Loki.
" Apa itu, Leo-sama?" Gemini menatap Loki yang menghampiri dirinya, lalu Loki mendekatkan bibirnya ke sosok copian Lucy yaitu Gemini ( Hehehe..aku lupa gemini kalo manggil Loki itu apa..ampun ya reader xp)
" Psst pstt psttt" Loki membisikan rencananya di telinga Gemini. Lucy hanya menatap mereka penasaran, namun wajahnya tak bersemangat.
" Baiklah, aku mengerti." Ucap Gemini, yang kemudian beranjak pergi.
" T-tunggu Gemini...K-kau mau kemana?" Lucy berusaha untuk menahan Gemini, namun Loki mencegahnya dengan menarik tangan Lucy.
" Biarkan dia pergi, dan kau ikut aku." Loki pun menarik Lucy dengan paksa.
" T-tapi...Pi-piyama ini_" Lucy panik ketika Loki menarik tangannya menuju keluar apartemennya, sedangkan ia masih mengenakan piyamanya. ( piyamanya Lucy disini bukan piyama yang kaya kemeja putih itu ya..soalnyakan gak mungkin Lucy keluar apartemen pake baju tidur kaya gitu..hehehe)
" Sudahlah Lucy, kau tetap cantik walaupun mengenakan piyama." Potong Loki, tersenyum.
" Bukan begitu.. Aku malu, Baka!" Lucy mengemungkan pipinya dengan wajah yang memerah, malu akan beberapa pasang mata yang menatapnya heran. Loki pun tertawa lepas melihat tingkah Lucy yang kekanak-kanakan, kemudian mengacak rambut kuning Lucy.
" Kyaaa..apa yang kau lakukan?jangan memperlakukanku seperti anak kecil, Loke." Jerit Lucy kesal, lalu ia pun membuang wajahnya ke arah lain dengan rona-rona merah di wajahnya.
" Hahaha..inilah Lucy yang aku kenal.." Loki menepuk kepala Lucy seperti seorang kakak, sambil tersenyum.
" Huuh." Lucy masih kesal, diperlakukan seperti anak kecil. Kemudian suasana menjadi hening, hingga beberapa saat.
" Baik-baik, Gomene Hime.." Loki menyerah, karena Lucy tak menghiraukan candaannya.
" Jangan panggil aku begitu Loke, dan lagi wajahmu tak mengatakan kalau kau menyesal." Tiga sudut siku-siku di kepala Lucy mulai tumbuh, karena Loki meminta maaf dengan wajah mengejek.
" Ayee, gomen-nasaii." Loki meniru gaya Happy.
" Dasar Playboy menyebalkan..kalau musuh, sudah ku bunuh dia." Batin Lucy.
" Umm..ano, sebenarnya kita mau kemana sih?" Tanya Lucy penasaran.
" Tentu saja ke tempat yang bisa membuatmu tenang." Balas Loki.
" Lalu? Buat apa kau menyuruhku memanggil Gemini?"
" Karena saat ini hanya dia yang bisa menggantikanmu, kau tidak ingin bertemu Natsu kan?" Lucy berhenti sejenak, membuat Loki menatapnya bingung.
"Bagaimana bisa Loki memikirkan hal sejauh ini, bahkan aku saja tak terpikirkan sampai sejauh itu.."
~Fairy Tail~
Guild Fairy Tail begitu hening, tidak seperti biasanya. Suasana tampak hening. Di sudut bagian kiri ruangan guild, seorang wanita berambut biru dengan bando orange yang terpasang cantik di rambutnya terlihat gelisah.
" Levi, memikirkan sesuatu? Ku lihat, kau tampak cemas." Ujar wanita berambut scarlet yang sedang asik memakan strawberry cakenya di meja bar.
" I-itu.. Lu-chan, tidak seperti biasanya..jam segini ia belum datang juga." Balas Levi, dengan wajah khawatir.
" Ara-ara..iya juga ya, tumben Lucy belum datang." Ucap mage cantik yang sering disapa sebagai Mirajane. Di sisi lain, di meja barisan tengah pemuda dengan mata onixnya sedang membenamkan wajahnya di meja tempat dia berada sekarang. Ia seperti tak peduli, namun diam-diam ia mendengarkan setiap detail pembicaraan Erza, Levi, dan Mira.
" Apa jangan-jangan sekarang Lucy sedang menangis ya?" Levi masih mengkhawatirkan Lucy.
" Jangan berfikir seperti itu Levy, Lucy pasti akan segera datang." Erza berusaha menenangkan Levy.
Gray POV
Arrrrggh..aku bosan, ingin pergi melakukan misi tapi semuanya sedang mencemaskan Lucy. Flame Head sepertinya juga sedang tak ada mood untuk diajak perang, guild benar-benar membosankan kalau seperti ini. Huaaahhh..aku benar-benar tak tahan lagi..ini semua gara-gara Flame Head, kenapa juga dia harus putus dengan Lucy?
" Hei Natsu, apa yang kau pikirkan hah? Kenapa kau memutuskan Lucy begitu saja?" Ingin sekali bicara seperti itu rasanya, tapi pasti dia akan menjawab " Bukan urusanmu." Memikirkannya saja sudah membuatku kesal.. ya sudahlah...
~ Loki Lucy ~
" Hatchii.."
" Hei Lucy..kau Flu?" Loki menatap serius Lucy.
" Seseorang sedang memujiku." Balas Lucy polos, Loki hanya bisa sweatdrop mendengarnya.
" Ada apa?" Lucy melihat Loki yang sedang tertawa.
" Kau Lucu." Balas Loki, setelah itu perjalanan mereka kembali hening. " Ng..Oh iya!" Loki tersadar akan sesuatu. Kemudian tangannya merogoh saku celananya.
" Apa itu?" Lucy heran melihat Loki mengeluarkan kertas berukuran 5x6 cm dari saku celananya.
" Ini cerita yang di buat oleh Virgo, mau dengar?" Tawar Loki, sambil menunjukan kertas yang di pegangnya kepada Lucy.
"Kecil sekali ukuran kertasnya, cerita seperti apa yang di buat oleh Virgo di kertas sekecil itu ya?" Batin Lucy.
.
.
.
" Haaahh.." Gray menghela nafas, tak bersemangat. Lalu seketika suasana Guild semakin mencekam, ketika mage petir datang memasuki guild. Awalnya ia yang baru kembali dari misinya tampak heran dengan suasana guild yang tenang. Saat melihat Natsu yang tak bersemangat, ia pun menghampirinya. Langkah mage petir itu terhenti, saat salah satu anggota Raijinshuu berambut hijau menarik lengannya. " Huh?" Mage petir muda itupun bertambah heran.
" Dia baru putus..lebih baik jangan di dekati." Saran pemuda berambut hijau tersebut, setelah berhasil membuat mage petir itu berhenti. Mendengar hal itu, mage petir itu tak menghiraukannya. Ia menyeringai, dan perlahan semakin mendekati Natsu yang masih membenamkan wajahnya di meja. Sadar seseorang mendekatinya, Natsu pun dengan malas mengangkat wajahnya kemudian menoleh.
" Laxus.." Natsu membelalakan matanya, saat ia melihat Laxus kini tengah ada di hadapannya.
" Dasar Bodoh..kau melepas Lucy begitu saja, Kau tau? wanita seperti Lucy sekarang itu sangat jarang ditemui, kalau pun ada tidak mungkin dia akan sebaik Lucy. Kalau kau benar-benar tidak membutuhkannya lagi..Apa Lucy untukku saja ya?"Laxus ambil posisi tepat di hadapan Natsu, wajahnya yang di topang oleh kedua tangannya menunjukan wajah yang serius. Membuat Natsu, dan semua mage Fairy tail menatap Laxus tidak percaya. Keheningan itu terjadi cukup lama, hingga tak ada satu pun yang menyadari bahwa seorang mage yang di tunggu-tunggu telah membuka pintu guild.
" Ohayo minna, maaf aku terlam_" Perempuan berambut kuning itu memutuskan kalimatnya, ketika melihat Laxus dan Natsu menjadi pusat perhatian guild.
" Huh? Ada apa sih?" Pertanyaan yang baru saja ia lontarkan, membuat mage cantik yang berada di meja bar menoleh kearahnya." Lucy?" Gumam Mira terkejut yang sukses membuat semua mata mage Fairy tail terbelalak melihat kehadiran Lucy yang tidak diketahui.
" Eh? Eh? Kenapa kalian menatapku begitu?" di tatap seperti itu, Lucy alias Gemini itu pun menjadi heran.
.
.
.
" Hatciii.." Lucy kembali bersin.
" Kau yakin seseorang sedang memujimu lagi?" Tanya Loki lagi.
" Tentu saja." Balas Lucy sambil menggosok hidungnya. Kemudian hening sesaat.
" Ng.. Virgo bisa membuat cerita?" Ucap Lucy mengalihkan pembicaraan.
" Ya, aku juga tidak tau..meski ceritanya cukup aneh setelah ku baca." Balas Loki.
" Aku jadi penasaran.."
" Baiklah, aku bacakan.." Loki mulai membacakan cerita yang dibuat Virgo.
Sekolah Hantu
Dulu, di sekolah X ada seorang anak yang pergi ke gudang dan mati disana. Sekarang gudang itu telah dibongkar menjadi kamar mandi.
Kring Kring bunyi bel istirahat.
" Hai Clara, tau gak di sekolah ini ada Hantunya lho.." Kata Juliana
" Gak, itu Cuma bohong." Kata Clara
" Yaudah terserah kamu." Kata Juliana. Lalu kelas 2 dibenci kelas 3.
_Tamat_
Setelah Loki selesai membacakan cerita karangan Virgo, ekspresi wajah Lucy menjadi cengo dengan mulut menganga 10 cm. Terdapat banyak tanda tanya di atas kepalanya. Loki pun yang sudah membacanya dua kali, hanya bisa sweatdrop karena keanehan yang dibuat adiknya Virgo.
Lucy sempat menahan tawa ketika keheningan sempat menyelimuti suasana di antara mereka. Akhirnya ia pun tertawa lepas."Pufh...ahahahahaha, cerita itu..boleh juga untuk inspirasi novelku." Luci masih tertawa, Loki yang melihatnya ikut tertawa.
"Syukurlah, kau bisa kembali tertawa. Aku senang bisa menghiburmu Lucy dan aku lega, berkat cerita yang aneh ini kau bisa tertawa lagi.. Arigato Virgo.." Batin Loki dengan senyum yang mengambang di kedua sudut bibirnya.
** Bersambung **
Happy : Virgo ternyata aneh ya..
Natsu : Roh pembuat lubang itu ternyata bisa mengarang juga.. yah walau tak sebagus Lucy.
Happy : Memangnya kau pernah membaca Novel Lucy, yang entah kapan dapat selesai itu?
Natsu : Tidak # wajah polos#
Happy : Kau aneh Natsu...# Pundung#
Natsu : Huh? Kau kenapa Happy?
Happy : Sudahlah lupakan, oke bocoran untuk Next episode...
" Lucy, pinjamkan aku kekuatanmu."
" Eh? A-aku?"
