Ayee...minna, update kilat..hehe
Tapi sebelum dimulai, seperti biasa mau bales riview dulu aahh..
Ren : Hmmm..hehehe sebenernya si Natsu gak jahat ko..Cuma ya gitulah..hahaha makasih udah riview..
AishaNurShafira, Hinagiku, dan Hikaru Dragneel : Yups Kalian betul sekali..ternyata pada tau yaa..hehe oke makasih atas riviewnya
FebeVocataku : wah maaf-maaf kalau fic ini membuat kamu sedih, pasti ko happy Ending tapi ya...akan ada banyak rintangan untuk Lucy..hehehe makasih udah mau riview
Fathiyah : Hahaha..lemparin sendal aja tuh si Natsu..hahaha #dijitak Natsu # ups...XD
Emang aneh tapi kalo Fathiyah liat stand up comedy Raditiya Dika Lucu banget lho ceritanya,.soalnya aku ambil dari situ..hehe makasih ya rivewnya..
Wijnark11: iya itu cerita dari Anggi adiknya Raditiya Dika aku ambil dari Stand Up Comedy..soalnya Lucu banget..x) makasih atas Riviewnya
untuk Sherry Scarlet makasih banyak udah jadiin ceritaku menjadi salah satu favorit kamu..XD
Oke makasih atas riview yang sangat berkesan untuk saya..hahaha
Yosh..santai aja ya bacanya..
Warning : Jangan baca Fic ini dalam ruangan yang gelap ya.. karena Chapter ini banyak dialognya (?)
Ai2 Lucky
Mempersembahkan fic yang belum lulus sensor xD
.
.
.
Litte Promise
Episode 3
Lucy POV
" Hahahaha.." Aku memegang perutku yang sedikit sakit akibat tertawa berlebihan. " Padahal dari judulnya ku pikir bakal seram, tapi bukankah itu namanya dua anak Sd yang sedang bergosip? " Lanjutku.
" Ya..walaupun awalnya terlihat seram, ada anak yang ke gudang lalu tiba-tiba mati di sana." Jelas Loki.
" Aku berani taruhan, hantu apapun yang ada di gudang itu pasti akan bosan." Ucapku serius.
" Kenapa memang?" Loki menatapku dengan wajah yang begitu penasaran.
" Bayangkan saja, gudang di bongkar jadi kamar mandi..setiap hantu yang lewat, misalnya Kunti gitu (?) rambutnya panjang lagi ketawa Hihihihi.. terus ketemu sama orang yang lagi buang air besar.. " Ughhh.." " Woy kena rambut bodoh." Juga Pocong lagi lompat-lompat terus ada orang lagi buang air besar " Woy kena kaen bodoh.." iya kan?" terangku mempraktekannya.
" Hhahahaha..iya juga ya." Ucap Loki.
" Hahaha...Nee Loki, arigato." Lanjutku tersenyum.
" Huh? Untuk apa?" Loki terlihat bingung atas ucapanku.
" Ceritanya..sangat menghibur." Balasku, dan Loki tampak menghela nafasnya dan tersenyum padaku. " Kenapa?" Tanyaku setelah Loki mengelus kepalaku lagi.
" Berterimakasihlah pada Virgo." Ucap Loki, masih tersenyum.
" Aku tau, tapi kau kan juga sudah menghiburku." Loki menatapku, dengan tatapan umm..entahlah aku tak tau. " Sama-sama." Balasnya.
~Fairy Tail~
" Lucy?" Laxus menatap Lucy dengan tatapan tak percaya, begitupun dengan Mage Fairy Tail yang lain. " Ku kira kau tidak akan datang." Lanjut Laxus.
" Huh?" Lucy hanya menatap Laxus bingung.
Brak
Tangan Natsu menggebrak meja keras, rambutnya menghalangi matanya. Wajahnya menunduk lama, Laxus dan yang lain pun menatap Natsu, termasuk Gemini yang menyamar jadi Lucy.
" Dengar ya, kalau kau mau DIA silakan ambil saja.. aku tak peduli." Natsu menaikan suaranya sambil menunjuk ke arah Lucy, dan berlalu meninggalkan guild begitu saja.
DEG!
Suasana hening, Lucy tak bergeming. Ia tampak terkejut, tangannya memegang dadanya yang sesak. Walau sebenarnya dia bukan Lucy, kalau dibentak oleh orang yang disayangi pasti rasanya akan menyesakkan. Gemini mengerti perasaan Lucy, dan ia bersyukur untunglah kalau saat ini dia yang menggantikan Lucy. Yah..walaupun matanya mulai berkaca-kaca.
TES_
" Lucy." Erza mulai mendekati sosok Lucy yang sedang gemetaran.
" Lu-chan."Levi yang berada lebih dekat dengan Lucy, mengelus pundak Lucy lembut. Lucy pun membalasnya dengan sebuah pelukan.
" Flame Head ituu...akan ku hajar dia." Amarah Gray mulai memuncak, dan ia hendak mengejar Natsu sebelum tangan halus dari mage air mencegahnya.
" Gray-sama, ku mohon jangan lakukan itu..saat ini lebih baik untuk menghibur Lucy-san." Ucap Juvia menasehati.
" Ekh.." Gray hanya menunjukkan kekesalannya dengan mengepalkan tangannya.
" Lucy..." Batin mage Take Over, kemudian menghampiri Lucy yang sudah bersimpuh di lantai.
Cana, Mira, Lissana, Erza, dan Juvia menghampiri Lucy kemudian memeluknya dan menghiburnya. Lucy pun semakin pecah dalam tangisnya. Sedangkan beberapa mage laki-laki melihat dengan tatapan sedih pada Lucy dan sebagian ada yang berkata dengan emosi seperti Gajeel yang berkata " Gah, Salamander itu apa maunya sih? Akan ku hajar dia jika bertemu nanti."
" Natsu bukan laki-laki." Tambah Elfman." Dia itu kenapa?" Lanjut Freed, dan lain-lain. Lucy hanya menenangkan dirinya dengan membenamkan wajahnya di pundak Levi, sedangkan yang lain pun merasa empati pada Lucy.
**Lucy Loki**
" Nah Lucy kita sudah sampai.." Loki berhenti melangkah.
" Eh? Loke..ini.." Lucy hanya terpana melihat hamparan bunga cosmos, dan sungai yang terlihat belum pernah tersentuh oleh tangan manusia. " Whuaaa..sugoiii." Lanjut Lucy, kemudian berlari mendekati sungai. Loki hanya tersenyum melihat Lucy yang begitu ceria. " Kau menyukainya Lucy?" Ucap Loki, membuat Lucy blushing dan berhenti dari aktifitasnya yang sedang memetik beberapa bunga cosmos.
" Umm..eto..bagaimana kau bisa tau tempat seindah ini Loke?" Lucy masih blusing, ia bertanya tanpa menatap wajah Loki yang masih tersenyum padanya.
" Yah..memang tak banyak yang tau tempat ini. Kebetulan aku senang bermain untuk sekedar menjelajah kota Magnolia, dan aku begitu penasaran ingin melihat ke sekitarnya.. awalnya aku juga tak menyangka ternyata magnolia masih mempunyai tempat seindah ini..di sebelah utara taman kotanya, dan aku bersyukur sepertinya tidak ada yang tau tempat ini.." Loki mendekati Lucy, sesudah memetik satu tangkai bunga cosmos pink.
" Huh? Memangnya kenapa?" Ucap Lucy heran akan penuturan Loki.
" Umm..Bagaimana ya menjelaskannya ?ini semua karena aku ingin tempat ini hanya kau dan aku yang tau. Sebenarnya dari awal aku ingin memberikan tempat ini sebagai hadiah dariku atas hubungan kau dan Natsu tapi sudahlah... sekarang anggap saja ini tempat rahasia kita, jadi kalau ada apa-apa misalnya jika kau sedih kau bisa meluapkan kesedihanmu disini kan.." Loki terkekeh malu, wajahnya kini merona.
TES
" Eh Lucy? A-apa aku berbicara salah?" Mimik wajah Loki kini berubah khawatir, ketika tiba-tiba Lucy menangis.
" Ng.." Lucy hanya menggelengkan kepalanya. " Terimakasih Loke.." Lanjutnya dalam pelukan Loki.
" Hei..sudahlah, sekarang angkat wajahmu.." Loki melepas pelukannya, kemudian ia meraih dagu Lucy untuk mengangkat wajah Lucy yang tertunduk.
" Eh?" Lucy terpana, saat Loki menaruh bunga cosmos pink di rambut pirang Lucy setelah ia mengusap air mata Lucy.
" Nah, ayolah Lucy..tersenyum, sayangkan..kau sudah cantik seperti ini tapi terlihat murung." Loki terus membujuk Lucy untuk tersenyum kembali.
" Hmm..arigato Nee Loki." Balas Lucy tersenyum.
" Yare-yare, kau sudah mengatakan itu berkali-kali Lucy. Tak perlu berterimakasih lagi padaku." Balas Loki sweatdrop. Lucy menatap Loki sejenak, kemudian tumbuhlah ide dipikirannya. Lucy mengambil air sungai dengan kedua tangannya, lalu air itu di arahkan pada Loki yang sedang berdiri di belakangnya.
" Gyaa..Lucy, apa yang kau lakukan?" Lucy terkekeh, saat melihat Loki sedikit melompat kaget. "Awas kau Lucy." Lanjut Loki.
" Hahaha.. Kyaaaaa Loki hentikan.." Loki membalas serangan dari Lucy.
" Rasakan pembalasan dariku..hahaha."
~Fairy Tail~
Lucy duduk di depan meja bar bersama Erza yang menemaninya, wajahnya begitu lesu namun sepertinya ia sudah lebih tenang dari sebelumnya walaupun matanya masih terlihat sembab oleh air mata.
TUK
" Lucy ini..agar kau lebih tenang." Mira menyodorkan minuman segar untuk Lucy.
" Eh? I-ini..." Lucy tampak terkejut dengan minuman yang dilihatnya.
" Jadikanlah harimu seindah ice itu Lucy." Balas Mira.
" Ice tujuh warna?" Gumam Lucy.
" Huaaah..indahnya." Levi sangat kagum dengan keindahan warna yang dihasilkan oleh minuman yang dibuat oleh Mira.
" Itu buatanmu Mira? Bagaimana cara membuatnya?" Tanya Erza.
" Ajarkan Juvia juga..karena aku ingin membuatkannya untuk Gray-sama." Celoteh Juvia.
" Ara-ara..mudahko..aku membuat es batunya dari 7 jus yang berlainan warnanya..memang membutuhkan waktu yang lama untuk menjadikan 1 es batu menjadi 7 warna..lalu untuk airnya aku berikan air soda agar warna es batunya terlihat lebih menarik." Terang Mira.
" Mira-nee, aku juga mau." Pinta Lissana dengan puppy eyesnya.
" Iya-iya.."
" Terimakasih Mira." Gumam Lucy, Mira membalasnya dengan senyuman.
Beberapa saat kemudian setelah Lucy meminum habis ice 7 warna buatan Mira, ia terlihat lebih tenang. Wajahnya kembali ceria, sebelum cucu dari master Makarov menghampirinya.
" Mira..ini enak lho.. makasih ya." Lucy tersenyum puas dengan minuman yang telah diminumnya.
" Ara-ara..syukurlah minuman itu manjur untukmu Lucy." Mira dan yang lain ikut tersenyum melihat Lucy yang sudah mulai bisa tersenyum.
" Lucy..bisa kita bicara sebentar?" Mata Lucy, Mira, dan Mage lainnya membulat ketika melihat kedatangan Mage petir.
" Laxus.." Gumam Mira. " Mau apa kau dengan Lucy?" Tambah Erza. Lissana dan Levi tampak menyembunyikan Lucy di balik tubuh mereka.
" Hei-hei..aku tidak akan mencelakainya..aku membutuhkannya untuk misiku saat ini makanya aku kembali kesini untuk menjemputnya." Terang Laxus.
" Apa?" Cana terpaku atas penuturan Laxus. ' Bagaimana bisa seorang mage kelas S membutuhkan seorang Lucy yang kekuatan sihirnya masih jauh di bawahnya' Pikirnya kemudian.
Laxus semakin mendekati Lucy yang masih tercengang akan penjelasan Laxus. " Lucy, pinjamkan aku kekuatanmu." Ucapnya kemudian dengan ekspresi yang sangat serius.
" Eh? A-aku?" Balas Lucy tak percaya. "K-kenapa harus a-aku? B-bukankah a-aku ini lemah?" Lucy gugup saat Laxus menatapnya begitu serius.
" Tapi saat ini hanya kaulah yang dapat ku andalkan." Lucy tampak berfikir sejenak akan keputusannya, peluh-peluh keringatnya membasahi pelipisnya.
" Baiklah..kapan kita berangkat." Ucap Lucy mantap.
" Tunggu Lucy..kau tidak tau seberapa berbahayanya misi ini." Ucap cana khawatir.
" Aku akan tanggung resikonya, apapun yang terjadi.." Balas Lucy. ' Yah setidaknya, hanya ini yang bisa ku lakukan sekarang.'
" Besok, aku akan menunggumu jam 10 di stasiun Magnolia." Jawab Laxus.
" Berapa lama kau akan membawa Lucy?" Tanya Erza.
" Entahlah..yang pasti sampai Lucy bisa menjawab misi ini. Karena yang ku tau Lucy sangat pintar dalam menjawab teka-teki seperti ini." Laxus memberi selembaran kertas misi kepada Erza, kemudian Levi, Juvia, Cana dan Mira menghampiri Erza untuk melihat selembaran tersebut di tangan Erza.
" Laxus kau bercanda?" Mata Mira terbelalak ketika membaca misi yang akan di ambil oleh Laxus.
" Tidak." Laxus menjawabnya dengan yakin.
" Lu-chan...jangan terima misi ini, aku tak mau kehilangan kau Lu-chan." Levi terlihat sangat khawatir dengan misi yang akan dihadapi Lucy. Namun Lucy tampak diam.
" Menemukan Black Diamond tidaklah mudah Laxus..bukankah kau tau? Banyak penyihir dari guild lain yang mengicar kekuatan dari Black Diamond itu." Ucap Erza.
" Maka dari itu, aku membutuhkan kekuatan Lucy." Balas Laxus.
" Lucy-san." Gumam Juvia khawatir.
" Aku tidak akan membiarkanmu membawa Lucy pada misi ini Laxus." Tegas Cana dengan deathglarenya yang melebihi Ayahnya (?), Lucy melonjak kaget ketika mendengar ucapan tegas dari Cana.
" Cana.." Gumam Lissana ikut melonjak kaget.
" Minna..maafkan aku.." Batin Lucy sedih.
***Bersambung***
Happy : Natsu jahaaaattt..hieee
Natsu : Apa maksudmu Happy? # Death Glare#
Happy : Aye..Gomen-nasaii
Natsu : Author..yang jahat aku apa kau sih?
Author : Ummm..# Loading #
Happy : Sementara Natsu masih bertanya-tanya dengan wajah bodohnya, dan Author terlihat masih mikir-mikir dengan wajah Bodohnya yang gak kalah dari Natsu..mari kita lihat Little Promise di episode berikutnya..
" A-aku tetap akan ikut."
" Lucy.."
Author : Ekh? Apa katamu Happy? #Deathglare Happy#
Happy : Ayee..Gomen-nasaiii # Pundung dapet jitakan dari Author#
