TIK TOK TIK TOK
Reader : Ngok..kelamaan Woy!
Ha'i Gomen-nasaaii..hehehe
Aku Update lagi ni..tapi mau bales riview dari para reader yang baik tentunya. Seperti biasa...
Hikaru Dragneel : Sttt..Anggap aja ya, sihirnya Gemini bisa berubah kapan aja..hehehe # di jitak Hikaru# upss..di sini ceritanya walaupun Gemini dipanggil sama Lucy tapi Gemini juga bisa sedikit menggunakan sihirnya sendiri hingga batas maksimal.. masalah kejamnya Natsu.. masa sih? Natsu gak kejam ko..hanya...gitu deh... makasih udah mau Riview lagi.
Hinagiku : Ariesnya udah keburu ngambek, makanya si Loki malah kesenengan ngegodain si Aries dengan cara Ngedeketin Lucy ( ini apa sih?) hahaha..itu belum seberapa ko kejamnya.. ( Lucy : seneng banget ya, bikin sengsara orang.. # pundung# Author :Biar, digaji ini kan?(?) hehehe..) makasih udah Riview
Misaki : Namamu kepanjangan..aku panggil Misaki saja ya?hehe..oke akan aku usahakan.., suka sama Laxus ya?
Natsu : si Author ini Bloon jadi jangan di tanggepin..# sweatdrop#.
Author: Setidaknya aku tidak lebih bloon darimu # jitak Natsu #
Natsu : Ayee gomen-nasaiii..Makasih atas riviewnya dan maksih udah menjadikan fic ini sebagai salah satu dari favorit story-mu.. XD
Hafiza uzumaki : Eh..eh jangan Nangis dong.. # Panik # tenang-tenang..cerita ini gak berakhir menyedihkan ko..hehe makasih udah Riview
Fathiyah : Umm...jawaban kamu akan terjawab di chapter 5 mungkin ... hehehe tunggu aja ya, makasih riviewnya.
FebeVocataku : Iya..aku Update lagi nii..hehe Makasih Riviewnya.
Ren : aku membuat Fic ini memang sengaja Dialog Natsu itu sedikit..Nanti saat hampir Ending cerita baru deh aku buat yang banyak dialog Natsunya..hehehe kan pemeran utama munculnya belakangan...jadi maaf ya permintaanmu belum bisa dikabulin. # Sujud# makasih atas riviewnya...
Makasih juga untuk Rox289 yang udah menjadikan fic ini sebagai salah satu dari Favorit storymu, makasih juga buat reader yang masih setia membaca fic yang belum lulur sensor ini.. n_n
Yosh..terimakasih banyak kepada para reader yang mau meninggalkan jejaknya di kotak riviewku # sujud#.. sekali lagi Aku akan mempersembahkan...cerita yang belum lulus sensor yang tokoh-tokohnya hanya milik Paman Hiro Mashima...
Tik Tok Tik Tok
# di timpuk reader #
kyaaaa Ampuunn...xD
Little Promise
.
.
Warning : Banyak kesalahan dalam pengetikan ( Mungkin), dll.
Chapter 4
Laxus menatap tajam pada Cana yang melarang Lucy untuk pergi menjalankan misi bersamanya. Aura gelap masih terpancar di sekitar tubuh penyihir yang jago ramal itu. Gemini terlihat tak percaya atas apa yang dilakukan Cana demi dirinya, di sisi meja yang lain iron Dragon Slayer dan juga mage Ice make tampak heran melihat Laxus dan juga Cana yang saling menatap satu sama lain dengan aura yang menyeramkan.
" Ada apa ini, Juvia?" Mage Ice Make menghampiri Juvia untuk mengetahuinya.
" Gray-sama?" Juvia terkejut dengan sosok Gray yang tiba-tiba sudah ada di sampingnya.
" Juvia...,Mereka kenapa?" Desak Gray sekali lagi.
" Ah...m-maaf, I-itu Laxus meminta Lucy untuk ikut menjalankan misi bersamanya." Jelas Juvia gelagapan.
" Memangnya misi apa yang akan mereka jalankan?" Gray semakin penasaran atas penuturan dari Juvia.
" Mencari Black Diamon, untuk Galuna island." Saat bibir Juvia mengeluarkan kata-kata tersebut, waktu seakan berhenti sesaat. Gajeel yang sedang memakan sendok-sendok Guildpun ikut menghentikan aktifitasnya.
" Aku tidak akan membiarkannya." Tegas Gray pada Laxus, yang membuatnya beralih pandang dari Cana. Gemini pun semakin bingung, ia berfikir harus bagaimana untuk mengatasi keadaan ini. Lama berfikir akhirnya Gemini pun mempunyai sebuah rencana.
" A-aku tetap akan ikut." Ucap gemini gugup namun mantap.
" Lucy.." Cana terkejut dengan apa yang ia dengar. Pasalnya ia telah berusaha untuk mencegah Laxus untuk ikut bersamanya, tapi Lucy ( Gemini ) malah dengan mudahnya menyerahkan dirinya sendiri.
" Aku akan membantu Laxus...,percayalah aku pasti berhasil, dan kembali dengan selamat. Walau bagaimanapun aku melakukannya bukan untuk Laxus, tapi ini demi dia." Gemini menunjuk gambar seorang anak perempuan kecil, yang ada di selembaran kertas misi yang akan dijalankannya bersama Laxus. " A-aku..., tidak ingin wajah manis anak ini terkena kutukan seperti penduduk lainnya." Lanjutnya.
Dalam legenda memang mengatakan sihir dari Black diamon dapat melindungi seseorang dari kutukan yang dapat mencelakai orang tersebut, dan itu jika Black diamond tersebut jatuh ke tangan yang benar. Tapi sebaliknya jika yang memegang Black diamon itu adalah orang yang jatuh dalam kegelapan, maka Black diamond tersebut dapat menghancurkan dunia hanya dalam hitungan detik.
" Oke, ku tunggu kau besok di stasiun jam 10." Laxus tampak tersenyum penuh kemenangan, di tatapnya Cana dengan senyum licik di wajahnya. Lalu pergi keluar Guild meninggalkan semua mage yang terpaku pada penuturan Gemini.
" Lucy..apa kau yakin?" Tanya Erza khawatir.
" Hmm.." Balas Gemini, tapi wajahnya menunduk.
" Ck..Melarikan diri dari Natsu heh?" Decak Cana, namun Gemini tak menanggapinya.
" Aku lelah..aku mau pulang.." Ucap Gemini kemudian, menghindari Cana.
" Ya..wajahmu terlihat sangat Lesu..biar ku antar kau pulang." Ucap Erza.
" Terimakasih." Balas Gemini pelan. Erza pun segera mengikuti Gemini dari belakang. Semua mage Fairy tail masih diam, dan menatap punggung Gemini dari tempat-tempat segala sisi guild yang mereka pijaki. Hingga akhirnya sosok Gemini dan Erza menghilang tepat setelah pintu guild tertutup.
~Lucy Loki~
"Hosh Hosh...Aku menyerah Loke, aku lelaaah.." Lucy terengah-engah dengan keringat yang mengucur deras di pelipisnya.
" Haah..iya..aku juga sudah sangat lelah..Ayo kita pulang, hari sudah sore." Timpal Loki. Tanpa menjawab lagi Lucy pun mengikuti langkah Loki.
" Hei-hei...,kita kan tidak lagi musuhan. Kenapa jalannya di belakangku gitu?" Protes Loki.
" Memangnya kenapa? Ada masalah dengan ini?" Balas Lucy yang masih menjaga jarak dengan Loki.
" Tidak sii...,Hanya saja..." Loki membalikan tubuhnya dan mendekati Lucy.
" Huh?" Lucy bingung dengan sikap Loki. ' firasatku buruk.' Wajah Lucypun menjadi sedikit tegang.
GREB!
" -Aku tak mau jauh-jauh darimu." Loki merangkul bahu Lucy, dan Loki pun sukses mendapat spesial tendangan dari Lucy yang diberi nama " Lucy Kick.".
" Sudah ku duga kau akan menggombal lagi , karena ada aura yang tak enak di sekitarmu..." Ucap Lucy kesal setelah membuat Loki babak belur.
" Ahahahaha..aku kan hanya bercanda." Loki tertawa sambil menahan sakit.
' Cih walaupun kau tersenyum begitu, kau tidak akan bisa menggodaku Loke'
Lucy masih mendengus kesal, sekarang langkahnya telah bersejajar dengan Loki. Tak ada satupun kata yang keluar dari bibir Loki maupun Lucy. Loki menatap Lucy yang masih terlihat kesal, lalu sedikit terkekeh melihat wajah Lucy yang seperti anak kecil.
" APA? Kau pikir ini lucu?" Lucy tambah kesal dengan sikap Loki.
" Hime..jangan marah-marah terus..nanti cepat tua lho." Ledek loki.
" Sudah ku bilang jangan memanggilku begitu Loke." Ucap Lucy, namun Loki tak membalas lagi karena ia terkejut dengan apa yang dilihatnya, ia pun menghentikan langkahnya. Tapi Lucy terus berjalan dan tak menyadari bahwa Loki telah jauh di belakangnya. Loki masih terpaku, tidak menyadari bahwa Lucy pun telah jauh di depannya.
' Erza dan Gemini? Gawat kalau dia melihat Lucy... Eh? L-lucy ... akh gawat Erza tidak boleh melihat ini' Loki berlari mengejar Lucy yang hampir bertemu dengan Erza, saat ia tersadar dari lamunannya.
" Hmmpp." Lucy terkejut ketika seseorang mendekap mulutnya secara tiba-tiba, dan menariknya secara paksa ke dalam semak-semak.
" Loke? Apa yang-" Lucy tambah terkejut ketika ia tau bahwa orang yang mendekap mulutnya adalah Loki. " -Stt..jangan kencang-kencang nanti Erza dengar." Bisik Loki memotong kalimat Lucy.
" Erza? Memangnya kenapa?" Lucy masih berbicara dengan suaranya, membuat Loki sedikit panik dengan suara Lucy yang dapat didengar oleh Erza.
" Ku-bi-lang ja-ngan ke-ras ke-ras, Lu-cy. " Bisik Loki lagi menegaskan. Lucy menatapnya heran. Mengerti tatapan apa yang diberikan Lucy padanya, dengan segera Loki menambahkan ucapannya." Nanti akan ku jelaskan." Lanjut Loki.
" SIAPA ITU?" Erza segera mengeluarkan sebilah pedangnya ke arah semak-semak.
' Gawat ketahuan' Wajah Loki kini sudah pucat pasi, membuat Lucy semakin heran namun jantungnya juga berdegup kencang karena pedangnya Erza kini telah menembus semak-semak dan hanya beberapa inci dari wajahnya. Baru saja Lucy ingin berteriak, Loki sudah membekap mulutnya sekali lagi.
" Ng?"
" Jangan berteriak, nanti ketahuan..aku akan keluar tapi kau diamlah di sini. Jangan bergerak sedikitpun..mengerti?" Tegas Loki masih membekap mulut Lucy, Lucy pun membalasnya dengan anggukan kecil.
Erza POV
'Lucy benar-benar terlihat sangat lesu, apakah ini karena Natsu atau karena Laxus ya?' Aku terus berjalan di belakang Lucy, seperti seorang pengawal pada umumnya. 'Tapi aku bukanlah pengawal, mana ada orang secantik aku mau jadi pengawal. Jadi kesatria saja sudah repot. Eh? apa yang ku pikirkan sih..., keluar topik nih'(?). Baru sekitar sepertiga perjalanan, aku merasakan seseorang sedang mengamati dari balik semak-semak di samping Lucy, karena ku lihat semak-semak itu tampak bergerak-gerak padahal tak ada angin samasekali. Dengan segera ku tahan lengan Lucy agar ia berhenti melangkah.
" Huh?" Wajah Lucy menatapku penuh tanya, ketika aku menahan lengannya.
" Stt..diamlah sebentar." Bisikku sepelan mungkin, agar tak terdengar oleh orang yang akan ku serang ini. Tanpa menjawab lagi, Lucy pun menuruti ucapanku. Lucy diam tak berkutik di belakangku, jika dilihat posisinya sekarang ini aku seperti menjadi tameng untuk Lucy.
" SIAPA ITU?" Tanpa basa-basi, aku mengeluarkan sebilah pedangku dan langsung ku arahkan ke semak-semak. Tak ada jawaban... " Baiklah jika kau tak mau keluar..., biar aku yang memaksamu keluar." Lanjutku, dengan hampir mengibaskan pedangku ketika akhirnya seseorang keluar dari tempat persembunyiannya.
" T-tunggu..., i-ini aku." Seorang pemuda, ralat se'Roh peliharaan Lucy keluar dari balik semak-semak dengan mengangkat kedua tangannya. Seperti seorang perampok yang menyerah karena dikepung polisi.
" Loki? Sedang apa kau?" Ucapku heran.
" Leo-sam..." Ucapan Lucy pun terputus, ketika kulihat Loki seperti memberinya kode untuk berhenti bicara. " Ng..., M-maaf maksudku Loke sedang apa kau di sini?" dua pertanyaan langsung ditujukan untuk roh bintang Leo ini, jelas saja yang diberi pertanyaan tersenyum.
" Hahahaha..., senang sekali ada dua orang Mage tercantik di Fairy tail bertanya padaku." Ucapnya tak menjawab pertanyaan aku dan Lucy, kemudian ia terpekik ketika aku memberikan tatapan seseram mungkin kepadanya.
" Ah..., A-aku hanya sedang mengamati kalian saja." Lanjutnya.
' Aneh'
" Kau sendiri, kenapa di sini? Mau menjalankan misi?"
" Tidak, aku mau mengantar Lucy pulang." Aku melihat Lucy semakin tak bertenaga, dan langsung menghampiri Loki begitu saja. " Lucy? Kau baik-baik saja" Ucapku khawatir.
" Lucy ada apa?" Loki pun terlihat sama khawatirnya denganku.
" Aku baik-baik saja..." Ucapnya Lemah.
" Erza..., cukup sampai sini saja ya. Biar Loki yang akan mengantarku pulang." Lanjut Lucy lemah, sepertinya ada yang disembunyikan dariku.
" Baiklah, kalau begitu..., Loki aku titip Lucy." Ucapku tegas.
" Roger, tak perlu khawatir Lucy pasti ku jaga." Balasnya, merangkul tubuh Lucy yang lemas itu. Aku pun memutuskan untuk kembali ke guild, namun dari jauh aku menoleh memastikan kalau Lucy masih baik-baik saja. Kulihat Lucy melambaikan tangannya sambil tersenyum kepadaku meski tubuhnya lemah dirangkulan Loki. Aku pun membalas lambaian tangannya dan kembali berjalan menuju Fairy tail.
Normal POV
Lucy keluar dari balik semak-semak setelah Loki telah memastikan Erza sudah benar-benar hilang dari pandangannya.
" Sihirku telah sampai batasnya, aku sudah tidak kuat lagi." Ucap Gemini lemah dalam rangkulan Loki.
BOFT
Gemini pun kembali dalam sosok aslinya. Membuat Loki melepaskan rangkulannya.
" Maafkan aku Leo-sama." Ucapnya menyesal.
" Sudahlah..., kau sudah berusaha semaksimal mungkin. Bagaimana rencananya?"
" Berjalan lancar." Balas Gemini.
" Rencana? Dari tadi kau terus berbicara rencana terus. memangnya apa yang kalian rencanakan?" Tanya Lucy.
" Lucy-san harus menjalankan misi bersama Laxus besok, jadi pergilah ke stasiun besok jam 10." Jawab Gemini.
"Eh? A-apa? T-tapi tidak mungkin aku menjalankan misi bersama Laxuskan..., lagi pula..." Lucy termenung akan janjinya pada Natsu.
" Ayolah Lucy..., Belum tentu Natsu memikirkan janjimu itu." Ucap Loki,seolah dapat mengerti pikiran Lucy.
" Tapi misi apa yang akan ku jalankan..apakah ini juga bagian dari rencana?"
" Lucy-san..., maaf aku akan menjelaskannya nanti. Sekarang aku permisi untuk istirahat memulihkan sihirku." Balas Gemini, lalu Gemini pun kembali ke gerbangnya.
" Eh?Ah... Gemini..." Ucap Lucy, namun sayang Gemini sudah hilang dari pendangannya.
" Hmm..., ayo lebih baik kita ke apartemenmu dulu..., biar aku yang menjelaskannya nanti." Loki tersenyum pada Lucy, namun Lucy menatapnya penuh dengan pertanyaan di kepalanya.
20 meter sebelum sampai ke apartemen Lucy, Loki mulai angkat bicara kembali. Lucy mendengarkannya dengan wajah yang merona karena tak percaya akan apa yang telah dikatakan Loki padanya.
" Sebenarnya..., Aku mendengar semua percakapanmu dengan Natsu semalam saat dia tak sengaja lewat..." ' Eh? I-itu maksudnya saat Natsu memutuskanku'
" -Ya... Aku mendengar semuanya saat kau diputuskan Natsu..jadi aku memutuskan membuat sebuah rencana. Ini semua karena aku tak ingin melihatmu menangis lagi. Tak akan aku biarkan Natsu melukai hatimu lagi..., jadi aku akan menjauhkanmu dari Natsu bagaimanapun caranya." Loki menatap Lucy dalam, wajahnya sangat serius. Perkataan Loki membuat Lucy membelalakan kedua matanya. Lucy tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
" Loke..." Gumamnya pelan tak percaya.
*** Bersambung ***
Hahaha makin gak jelas aja... tapi apa yang direncanain Loki ya?ko perhatian banget sama Lucy..ada apa gerangan? Hahaha ( si Loki emang begitukan -_-" )
Pesen buat reader, jangan bosen ya baca fic ini...walaupun ada kemungkinan endingnya akan lama..
Natsu : # Wajah Kesel, gak mau makan dan gak mau minum #
Happy : Hiee.. Natsu jangan seperti ini # Nangis tujuh hari tujuh malem#
Natsu : Biarin..., dari pada di jadiin orang jahat terus... semuanya jadi membenci aku tau!
Happy : Aku tidak membencimu..dan Lucy malah Menyuuukaiiiimuu~
Lucy : Hatchii..kau membicarakanku Happy # deathglare#
Natsu : Huh # muka merah merona#
Happy : Ayee ~ chapter berikutnya
" Lama sekali kau..kita sudah hampir ketinggalan kereta tau."
" Apa misimu? Kenapa memilihku sebagai patnermu?"
Lucy : Happyyyyyyy...jangan lariii...
Charle : Bodoh! #muka datar#
