Wah..wah..wah..wah.. # terpesona#

Natsu : Gyaaaa..., gawat !si Author kesambet ni...

Happy : Terus kita Harus gimana nih Natsu? ~Hieeee # panik ga jelas #

BAK BUK BAK BUK BAK BUK... PRANG... "Kyaaaaa!"# perang dunia 3 (?)

Author : Haah #narik nafas # abaikan mereka... yaps aku update lagi, maaf lama.. hohoho gak nyangka bakal banyak yang riview dan ada yang mau ngeFave fic ini... Aku bales dulu deh riviewnya..

MisakiDreyar : Oke deh Arigato..., chapter ini akan aku usahakan untuk scene LaLunya..dan makasih atas riviewnya XD

Bjtatihowo : Hooo juga..hohoho, ya... namanya juga manusia.. jadi pasti akan ada kekurangannya tapi kalau tidak keberatan bolehkah saya bertanya yang mana yang menurut anda kurang?ya siapa tau aku bisa membuat fic ini jadi lebih menarik lagi..hehehe.. oke terimakasih atas riviewnya n_n

Hinagiku Zeelmart: Iya... Laxus kayanya suka nih sama Lucy, ( Lho? Yang buat cerita kan kamu Author ko pake Kayanya si? ) aHhhh..iya ya...# disentrum Laxus # ampuuuuun... X( makasih atas riviewnya XD

Hikaru Dragneel : Iya tunggu aja ya...Makasih atas Riviewnya n_n

Miyoko Kimimori : Ohhh silakaaaann, aku akan sangat senang kamu mau menjadikan fic ini sebagai salah satu Fave kamu.. xD

Dan Pertanyaanmu akan terjawab di Chapter ini... yaps Arigato atas riviewnya..

Fathiyah : Oh..gak apa-apa ko, komentnya gak nyaingin panjangnya kereta inikan...hehehe..oke makasih atas riviewnya.

Hafiza Uzumaki : Wah maaf...aku tidak bermaksud untuk menjauhkan mereka berdua ko...tenang aja nanti akan aku satuin lagi deh mereka berdua, sekali lagi maaf ya...dan terimakasih banyak atas riviewnya :D

Sekali lagi terimakasih banyak...untuk Luciana Heartneel, Bestanimecouple, Sherry Scarlet, Rox289, Miyoko Kimimori, MisakiDreyar, dan Hikaru Dragneel yang sudah menjadikan fic ini sebagai salah satu Fave kalian, dan buat para Reader juga yang sudah mau membaca Fic ini..

Aku persembahkan fic ini khusus untuk kalian semua yang mau baca aja tapi... hehehe xp


Disclaimer : Paman Hiro Mashima

Warning : Alay, Gaje, Abal dan yang jelek-jelek deh..hehe

.

.

.

~Little Promise~


Season 5

Lucy sekarang telah duduk di pinggir tempat tidurnya. Di depannya telah berdiri Gemini, dan juga Loki. Lucy masih diam, menunggu Loki dan Gemini membuka pembicaraan. Tetapi tampaknya Gemini mulai ragu untuk mengatakan rencananya. Loki pun hanya menatap Lucy, tanpa berkata apapun. Membuat suasana di antara mereka bertiga menjadi hening. Sesaat kemudian Lucy mulai menghela nafas panjang, dan memulai pembicaraan.

" Baiklah jadi apa rencana kalian." Ucap Lucy membuka pembicaraan.

" M-maaf Lucy-san. Baiklah...jadi begini, awalnya Leo-sama menyuruh kami untuk menggantikanmu...ingatkan kemarin saat tiba-tiba Leo-sama menyuruhmu untuk memanggil kami? Sebenarnya Leo-sama menyuruh kami untuk menggantikanmu sementara.."


Flashback ON

" Nee.. Gemini, bisa bantu aku?" Ucap Loki.

" Apa itu, Leo-sama?" Gemini menatap Loki yang menghampiri dirinya, lalu Loki mendekatkan bibirnya ke sosok copian Lucy yaitu Gemini. Loki pun mulai membisikan sebuah rencana ke Gemini.

" Tolong gantikan Lucy sebagai mage fairy tail untuk sementara waktu, kalau bisa jauhkan dia dengan Natsu untuk sementara waktu...ini demi kebaikan Lucy."

" T-tapi..merekakan.." Sanggah Gemini.

" Stt..sudah dengarkan aku dulu..gantikan Lucy dan kau pasti akan mengerti saat kau bertukar posisi dengan Lucy sekarang. Pokoknya tugasmu adalah jauhkan Lucy dengan Natsu untuk sekarang ini." potong Loki

" Baiklah, aku mengerti." Ucap Gemini pasrah, yang kemudian beranjak pergi.

Flashback OFF


" Jadii..i-itu..." Ucap Lucy.

" Awalnya aku sama sekali tidak setuju dengan rencana Leo-sama...tapi setelah melihat sikap Natsu terhadap kami yang sedang menggantikanmu...aku berubah pikiran." Jelas Gemini.

" Dan aku tak pernah menyangka, kalau yang akan mengajakmu untuk menjadi patnernya itu adalah Laxus. Hal itu benar-benar di luar rencana kami." Potong Loki.

" Tapi...kenapa harus Laxus? Aku sudah berjanji pada Natsu kalau aku tidak akan pergi misi dengan laki-laki selain dia." Tegas Lucy.

" Hah? Bukankah kau juga selalu pergi misi dengan Gray?" Loki mengangkat sebelah alisnya.

" Tapikan itu juga ada Natsu..kalau sendiri tidak boleh." Protes Lucy

" Gomene..Lucy-san, tadinya kami ragu untuk menerimanya. Tapi...sepertinya memang saat ini Laxus sedang membutuhkan bantuanmu Lucy-san." Ucap Gemini, menyesal.

" Lucy..janjimu yang terpenting adalah kau akan menjadikannya yang terakhir untukmu kan? Jadi lupakan janjimu yang barusan dulu."

" Tapi.."

" Sudahlah Lucy..Natsu pun belum tentu akan menepati janjinya. Dia belum tentu memikirkanmu kan.."

" Jangan mempengaruhiku Loke, Natsu sangat baik padaku. dia pasti memikirkanku, kalaupun kau benar...a-aku..aku tidak peduli." Lucy menatap tajam Loki.

" Lucy-san, a-aku kembali dulu ya. Sepertinya urusanku sudah selesai di sini." Gemini merasa kehadirannya mengganggu, ia pun segera menghilang dari kamar Lucy.

" Hmmm...kau itu keras kepala juga ya, terserahlah..tapi yang pasti kau harus pergi misi dengan Laxus besok jam 10. Jaa ne Lucy, jangan sampai terlambat ya besok." Loki pun ikut menghilang dari pandangan Lucy.

" Loke, tung...ah." Lucy terlambat, Loki telah menghilang. Lucy pun menghela nafas panjang, ia merasa sepertinya hari esok dan seterusnya dia akan menjalani hari yang berat. Sebelum tidur Lucy kembali menulis sepucuk surat yang entah kapan akan di balas oleh ibunya.


Mama, besok aku akan menjalankan misi dengan Laxus. Mama tak percayakan? Aku juga ma ..., sangat tak percaya seorang Laxus bisa memintaku untuk menjadi patnernya. Sepertinya besok aku akan menjalankan hari yang berat, karena Natsu tak akan mungkin melindungiku lagi. Tapi mama jangan khawatir, aku pasti akan baik-baik saja. Do'akan aku ya, mama. Pinjami aku kekuatanmu ... Aku sayang mama.

Lucy


Selesai menulis surat Lucy kembali menghela nafas, kemudian Lucy beranjak ke arah jendela untuk menguncinya. Tapi saat akan menutup jendela ia melihat Natsu berada di bawah apartemennya, sedang terpaku menatap pintu apartemennya .

" Natsu." gumam Lucy pelan dengan membelalakan kedua matanya. Tiba-tiba Natsu menoleh ke arah jendela apartemen Lucy, dan pandangan mereka pun saling bertemu.

DEG!

Lucy mencoba tersenyum tulus pada Natsu, matanya mulai berkaca-kaca. Lucy tak dapat berkutik, walau hati kecilnya ingin sekali untuk turun menemuinya dan memeluknya. Lucy masih berusaha tersenyum tipis pada Natsu, namun sesaat kemudian senyumnya pudar saat Natsu menatapnya dengan sorot mata yang mengerikan kemudian pergi begitu saja.

" NATSUUU." Lucy segera beranjak dari tempatnya untuk mengejar Natsu. Tanpa beralas kaki Lucy berusaha mengejar Natsu, Lucy tak peduli walaupun sekarang kakinya telah lecet ia masih tetap berlari.

GREB

" Nat...su..." Nafas Lucy masih terengah-engah, walau sekarang Lucy telah berhasil meraih lengan Natsu. Natsu pun menghentikan langkahnya, namun masih memunggungi tubuh Lucy. Lucy berusaha mengatur nafasnya, dan mencoba untuk berbicara pada Natsu.

" Natsu ..."

" ..." Natsu masih memunggungi Lucy, lengannya masih dalam genggaman Lucy. Tak ada satu katapun yang keluar dari bibir Natsu, walau hanya sekedar untuk membalas ucapan Lucy.

" K-kenapa malam-malam begini kau ada di sini?" Suara Lucy mulai bergetar, namun Lucy masih berusaha mengendalikan emosinya. Dan lagi-lagi Natsu tak menjawab pertanyaan dari Lucy.

" Natsu..kenapa diam saja? Kau tau? Aku sangat senang dapat melihatmu sekarang, jangan diam saja Natsu..ku mohon lihatlah aku, jangan membelakangiku seperti ini." Emosi Lucy mulai menguasai pikirannya. Kemudian ia membalikkan tubuh Natsu secara paksa.

" Natsu.. ku mohon lihat a-"

GREB

" Eh? Nat...su..." Lucy membelalakan matanya saat tubuh Natsu mendekapnya. Natsu memeluk Lucy dengan sangat erat.

" Jangan pergi... Ku mohon Luce jangan pergi menjalankan misi itu..." Potong Natsu.

" Eh? tapi kenapa? " Lucy masih tampak heran akan sikap Natsu yang berubah drastis.

" Ku mohon jangan pergi... aku datang untuk menyampaikan ini." Natsu melepaskan pelukannya, lalu pergi meninggalkan Lucy sendiri.

Natsu mengkhawatirkanku?


Pip pip pip...

" Ng..."

Lucy mencoba meraih jam wekernya, walau dalam keadaan setengah sadar. Dengan malas, ia mencoba membuka iris coklat miliknya secara perlahan.

" Sudah jam tujuh ya..." ucapnya masih dalam setengah sadar.

" Eh? sudah jam tujuh? Jadi... yang tadi itu mimpi?" ucap Lucy kemudian setelah sadar seutuhnya. Kemudian Lucy mengerdipkan kedua matanya, dan berfikir sejenak.

Oh iya aku ingat... semalam setelah menulis surat untuk mama aku tertidur. Jadi yang barusan hanya mimpi... Natsu... apa yang tadi ia ucapkan ya? Aku tak ingat...

Lucy masih mencoba mengingat ucapan Natsu di mimpinya. 15 menit ia masih duduk di tempat biasa ia menulis novelnya, dan menerka-nerka apa yang telah diucapkan Natsu dalam mimpinya. Namun gagal, Lucy bener-benar tak ingat akan mimpinya. Dengan kecewa ia pun kemudian beranjak dari tempatnya menuju kamar mandi.

" Uh... kenapa aku harus lupa begini." Sesal Lucy dalam bathupnya. Lucy masih bersikeras mengingat-ingat mimpinya, lalu tiba-tiba wajahnya bersemu merah.

Ah aku ingat... sepertinya dalam mimpi semalam Natsu memelukku...tapi aku tak ingat apa yang ia katakan...huft

BLUP BLUP BLUP

Lucy menenggelamkan seluruh tubuhnya ke dalam bathupnya.

Lucy telah siap untuk pergi ke stasiun magnolia, saat akan melangkah keluar apartemennya Lucy melihat sosok tubuh yang sedang menunduk dengan buku dalam pelukannya.

" Levi-chan? Ada apa?" tanya Lucy bingung kepada sesosok tubuh kecil yang kini telah menatapnya sedih.

" Lu-chan sudah mau berangkat ya?" Ucap Levi.

" Hmm... apa itu Levi?" Perhatian Lucy teralih ke buku yang ada dipelukan Levi.

" Ah.. iya ini aku mau berikan padamu.. buku ini akan membantu Lu-chan akan informasi dari sihir black diamon..ini, jangan sampai tertinggal ya." Levi menyodorkan buku yang dipeluknya kepada Lucy.

" Hmm.. Arigato Levi-chan. Aku pergi ya.."Balas Lucy disertai dengan senyum manisnya.

" Hati-hati ya Lu-chan." Levi pun memeluk Lucy.

" Jangan khawatir, aku pasti akan baik-baik saja." Balas Lucy, kemudian setelah Levi melepaskan pelukannya Lucy pun beranjak dari tempatnya menuju stasiun magnolia.

Lucy masih mencari-cari keberadaan Laxus, setelah tiba di stasiun magnolia. Lucy terus bertanya kepada penumpang yang akan menaiki kereta, namun ia tetap tak mendapatkan keberadaan Laxus. " Kemana dia? Apa aku ditinggal ya?" batin Lucy.

TUK

" Ouch...ittai." Lucy meringis kesakitan, ketika merasakan sesuatu mendarat tepat di kepalanya.

" Lama sekali kau..kita sudah hampir ketinggalan kereta tau." Ucap seorang laki-laki yang berada di belakang Lucy.

" Laxus? Hehehe..gomen-nasaii." Balas Lucy tak menyesal.

" ..." Laxus tak membalas ucapan Lucy, dan melangkah menuju kereta.

" Huh?" Lucy menatap punggung Laxus bingung.

" Ayo..kau mau sampai kapan disitu..." Ajak Laxus, kemudian Lucy pun mengikuti langkah Laxus hingga menuju tempat duduk yang kosong dalam kereta.

Lucy segera mengambil tempat di hadapan Laxus, karena ia tak ingin berada di samping Laxus. Laxus hanya diam tak ada sepatah katapun yang keluar dari mage petir tersebut sebelum kereta melaju.

" Laxus..." panggil Lucy.

" Ng?" balas Laxus, dengan pandangan ke luar jendela.

" Apa misimu? Kenapa memilihku sebagai patnermu?" pertanyaan Lucy sukses membuat Laxus beralih pandang ke wajah cantik milik mage celestial spirit tersebut.

Laxus tak menjawab, ia malah lebih memilih menatap wajah Lucy dengan pun membalas tatapan Laxus tanpa ada rasa takut sedikitpun, menunggu jawaban yang akan di lontarkan Laxus padanya. Laxus masih diam menatap Lucy, lalu tanpa dorongan apapun tiba-tiba ia mendekatkan wajahnya ke arah Lucy membuat wajah mage cantik tersebut bersemu.

" Ouchhhh.. apa yang kau lakukan Laxus?" Lucy meringis kesakitan, karena kedua tangan Laxus telah mencubit pipinya.

" Pertanyaanmu itu aneh sekali, aku kan sudah bilang kemarin... aku membutuhkan kekuatanmu untuk mengetahui keberadaan Black diamon kristal." Jelas Laxus.

" Iya.. aku tau, tapi kenapa harus aku?"

" Karena aku yakin hanya kau yang mampu menjadi patnerku sekarang. Dan lagi apa itu?" perhatian Laxus kini menuju kepada buku yang telah dipeluk Lucy.

" Entahlah, aku diberi ini oleh Levi sebelum berangkat tadi." Balas Lucy.

" Ouh.. apa kau tau isinya?" Laxus kembali mengalihkan pandangannya keluar jendela.

" Informasi tentang sihir Black Diamon Kristal, tapi aku belum membacanya." Balas Lucy.

KYAAAAAAA!

" Eh ada apa?" Ucap Lucy, ketika mendengar suara teriakan dari penumpang lain. Laxus tak menjawab, dan langsung beranjak dan menarik tangan Lucy menuju sumber suara.

" Eh bukunya..." ucap Lucy, ketika buku pemberian Levi terjatuh akibat tarikan tangan Laxus yang sedikit kasar.

" Nanti saja... sekarang kita harus melihat keadaan." Blas Laxus.

" Hmm.." Lucy pun berlari mengikuti Laxus.

BRUAKKKK

" Berani-beraninya kau mengacau di sini." Ucap Laxus setelah memberi sebuah pukulan petir ke arah salah satu penyihir Dark Guild.

" Cih... Fairy tail rupanya." Balas penyihir gelap tersebut.

" Mau apa kalian?" Ucap Lucy.

" Lucy Heartfilia...fufufu, ternyata tidak sulit untuk menemukanmu." Balas penyihir lainnya.

" Ayo tangkap Lucy Heartfilia, kita harus segera menemukan Black diamon Kristal melalui kekuatannya."

" Hhh..begitu rupanya, tapi sayangnya kau harus mengalahkanku dulu sebelum menangkap Lucy Heartfilia." Balas Laxus, kemudian pertarungan sengitpun terjadi.

" Terbukalah gerbang sapi emas, TAURUS!"

Laxus dan Lucy berhasil merobohkan sebagian penyihir dari dark guild tersebut dengan mudah, dan akhirnya mereka berhasil mengalahkan penyihir-penyihir tersebut saat mereka tiba di kota pelabuhan Halgeon.

" Ayo semuanya kita mundur." Ucap salah seorang dari penyihir dark guild, yang telah babak belur dihajar Laxus. Kemudian meraka berbondong-bondong berlari keluar dari kereta.

" Sepertinya kau telah diincar. Berhati-hatilah... mungkin perjalanan berikutnya akan lebih merepotkan. "Ucap Laxus.

" Ya..aku mengerti."

" Ayo kita turun... kita sudah sampai. Berikutnya galuna island."

" Hmm.." Lucy pun turun mengikuti Laxus dari belakang.

*** Bersambung ***


Hahahaha... yups maaf banget lama Updatenya..

dan maaf kalau ada pertanyaan yang ternyata belum terjawab di chapter ini..hehe

semoga chapter ini gak mengecewakan kalian..# bertapa tujuh hari tujuh malem#

Natsu : Sepertinya ada sesuatu yang terlupakan ni...apa ya?

Happy : Aye..biar reader yang akan menyadarinya..kau tidak akan dapat mengingatnya Natsu, jadi percuma saja.

Natsu : Apa katamu Happy? # Deathglare#

Happy : Kaukan mempunyai ingatan yang buruk Natsu..sudahlah terima saja. Oke untuk chapter berikutnya...

" LUCY!"

" Eh?Kau..."

Natsu : Huh...