Aye!

Aku update cepet kali ini.. mohon maaf atas yang kemarin karena aku lama updatenya..

Yosh bales riview dulu sebelumnya..

Rox286: Yups betul sekali...hehe terimakasih atas riviewnya XD

Hinagiku Zeelmart: iya ini udah update..:) makasih riviewnya

Ren : Waah iya maaf chapter sebelumnya si Natsunya Cuma ada lewat mimpi aja, dan masalah Loki dia hanya ingin membantu Lucy untuk tidak larut dalam kesedihannya ko dengan cara seperti itu mungkin dia pikir Lucy akan bisa sedikit melupakan kejadian semalam..hehe :)

Umm..masalah riview keduamu semoga chapter ini tidak mengecewakanmu..makasih atas riviewnya n_n

Fathiyah: ayee aku udah updatekan...hehe!betul banget Lucy lupa bawa buku pemberian Levi..hehe makasih atas riviewnya..:D

Terima kasih banyak karena kalian aku jadi semangat ni buat publish lagi..hehehe

dan terimakasih untuk ShafirAisha yang telah menjadikan Fic ini sebagai salah satu Fave kamu..hehe

Semoga chapter inipun gak mengecewakan..amiiiin


Little Promise

.

.

.

Warning : Sedia bantal sebelum baca, karena chapter ini panjang dialognya..hohoho. XD


Chapter 6

Guild fairy tail telah kembali seperti sedia kala, saat Natsu masuk ke dalam guild semuanya tak sedikitpun memojokannya karena keputusannya yang telah mengakhiri hubungannya dengan Lucy . Entah sihir apa yang digunakan Natsu sehingga semuanya seakan terhipnotis ketika melihat cengiran khasnya.

Tap Tap Tap

Seorang pemuda melangkah dengan santainya menuju guild Fairy tail, gayanya yang sangat dingin membuat siapa pun akan segan untuk menyapanya. Namun meskipun begitu, tak sedikit juga penduduk kota Fiore yang mau untuk sekedar menyapanya, walau terkadang sapaan dari penduduk tersebut tak dihiraukannya.

Langkahnya pun berhenti ketika ia berada tepat di depan pintu Guild Fairy Tail, dengan pelan tangannya mulai meraih pintu untuk segera membukanya. Sebelum membuka pintu samar-samar ia mendengar kegaduhan di dalam guild tersebut, sempat terbesit di benak pemuda tersebut untuk mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam guild. tapi ia harus memasuki guild untuk mengambil misi selanjutnya. Dengan perlahan ia mulai membuka pintu guild.

GREK...

" Oi.. Flame Head, sudah ku bilang jangan mencairkan Ice Krimku dengan sihir bodohmu itu." Seru pemuda dengan lambang fairy tail di dadanya.

" Hooo.. Kau duluan yang membekukan makananku dengan Ice aneh ini, sekarang rasakan akibatnya Ice Brain."

" Sudah ku bilang, Aku tak sengaja. Jadi kau mau menantangku hah Flame Head?" pemuda dengan lambang Fairy tail di dadanya itupun mulai Emosi.

" HUOOOOOO... siapa takut, aku sangat bersemangat ." Pemuda dengan julukan salamander itupun mulai memasang kuda-kudanya.

" Baik... " begitu pun dengan pemuda yang satunya, ia mulai melepas pakaiannya seperti biasa.

" Ara-ara." Mage Take Over hanya tersenyum melihat tingkah kekanak-kanakan dari teman-temannya.

" Gyaa..Gray-san bajumu." Ucap sky dragon Slayer dengan wajah yang merona, namun tak dihiraukan oleh mage Ice tersebut.

" ICE MAKE_"

" KARYU NO HOKK_"

PLTAK

" Kau menghalangi jalanku..Baka!" Ucap pemuda yang baru memasuki guild setelah mendaratkan kepalan tangannya di pemuda yang dijuluki salamander tersebut.

" Ittai." Pemuda salamander tersebut hanya meringis kesakitan, sambil memegangi kepalanya.

" LAXUS ..."

Semua aktifitas yang sempat berjalanpun terhenti karena kedatangan Laxus, dan kini semua mage menatapnya tak percaya.

" Tidak Mungkin ..." Gumam Gray.

" Bagaimana mungkin ... bukankah kau sedang menjalankan misi mencari Black diamon?" Ucap Cana.

" Memang ... " Balasnya datar.

" Lalu kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Mirajane.

" Karena percuma saja, aku sudah mencarinya berhari-hari tapi aku tetap tak menemukannya karena black diamon tidak akan pernah bisa dicari." Balas Laxus.

" Apa maksudmu?" Tanya Lissana.

" Sebenarnya Black diamond itu adalah benda yang tidak sulit untuk didapatkan itu jika kita tau informasi mengenai benda tersebut. Black diamond itu bukanlah benda yang harus dicari tapi ia adalah benda yang mencari." Terang Laxus.

" Aku tak mengerti..bisa kau jelaskan lebih mendetail?" Tegas Erza.

" Haaah.. merepotkan sekali_" Laxus pun mengambil posisi untuk duduk, kemudian ia menghela nafas sebentar untuk melanjutkan kalimatnya.

"_ Black diamond itu adalah benda yang mencari seseorang yang dianggapnya adalah orang yang tepat untuk memilikinya, jadi kita tidak akan dapat menemukannya walau kita telah mencarinya, dengan kata lain benda tersebut akan datang dengan sendirinya jika dia menemukan orang yang pantas untuk memilikinya itulah informasi yang ku dapatkan." Lanjut Laxus.

" Apa? Lalu bagaimana dengan Lu-chan? " Tubuh Levi mulai bergetar.

" Ng?" Laxus menatap heran Levi.

" Bukankah Lucy bersamamu?" Tambah Erza, Laxus tak menjawab ia menatap Erza dengan tatapan yang semakin heran.

" Kemarin kau meminta Penyihir roh itu untuk menjadi patnermu bukan? Dan bukankah kau seharusnya telah berangkat untuk menjalankan misimu?" Jelas Bixlow yang sukses membuat mata mage petir tersebut terbelalak.

" Jadi kau mengajak Lucy untuk pergi misi denganmu?" Tambah Natsu yang sangat terkejut mendengar pernyataan dari Bixlow.

" Tunggu dulu .. aku sama sekali tak pernah mengajaknya untuk berpatneran denganku. Dan lagi aku mengambil misi tersebut sudah dari seminggu yang lalu." Balas Laxus.

" Apa? Mungkinkah? Ekh ..." Bayangan buruk tentang Lucy melintas di benak Charle secara tiba-tiba.

" Ada apa Charle? Kau melihat sesuatu?" Tanya Wendi khawatir.

" Tidak." Ucap Charle berbohong." Semoga bayangan ini salah." Batin Charle.

" Eh? Jangan-jangan ini ..." Ucap Laxus.

" Mungkinkah ini arti dari mimpi semalam?" Batin Natsu.

" LUCY!" Natsu membelalakan mata onixnya ketika ia merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi pada Lucy, tanpa berpikir lagi ia pun berlari keluar guild.

" NATSU!" panggil beberapa mage secara berbarengan.

" Natsu-san..." Gumam Wendi.

" Natsu tunggu~" Happy pun terbang mengejar Natsu.


~ Lucy Heartfilia~


" Ng?" Lucy tampak berfikir sejenak, sambil mengerdipkan matanya dan menaruh jari telunjuknya di bibir mungilnya.

" Ada apa?" Laxus menoleh ke arah Lucy dan menatapnya heran.

" Entahlah.. sepertinya aku melupakan sesuatu, kenapa akhir-akhir ini ingatanku jadi buruk.." Ucap Lucy penuh sesal.

TUT TUUUUUT

Lucy menoleh ke arah kereta yang mulai melaju, matanya membesar seketika saat ia berhasil mengingat sesuatu yang ia lupakan.

" Ah ... aku ingat... Buku dari Levi tertinggal di kereta, ini gawat." Lucy mencoba untuk mengejar kereta.

GREB

Tangan kekar milik Laxus telah menahan Lucy dengan erat, Lucy sempat memberontak namun tenaga Laxus jauh lebih besar dari Lucy.

" Eh? Kau..." Gumam Lucy, sambil menatap heran Laxus.

" Kau tak akan bisa mengejar kereta itu, jadi sudahlah tak perlu kau mengejar kereta itu." Ucap Laxus dengan wajah datar.

" Lagi pula, aku tidak akan membiarkanmu mengetahui sedikitpun informasi mengenai black diamond." Batin Laxus.

" Demo ... buku itu menyimpan banyak informasi mengenai misi yang akan kita jalani ini." Balas Lucy dengan meninggikan nada suaranya.

" Haah... Sudahlah, kau tak perlu khawatir... karena aku tau banyak informasi tentang black diamon." Ucap Laxus setelah mengela nafas panjang.

" Kalau begitu kenapa kau meminta bantuanku!" Lucy hanya dapat bersweatdrop mendengar perkataan Laxus.

" Karena aku ingin menjalankan misi denganmu."

" Huh.." Lucy mendengus kesal, walau sekarang wajahnya telah merona.

" Hmm... ayo naik." Laxus menyodorkan tangannya pada Lucy untuk menaiki sebuah perahu kecil setelah tersenyum melihat respon dari Lucy.

" Aku merasakan ada yang aneh." Lucy hanya menatap Laxus.

" Ada apa? Ayo.. tunggu apa lagi..." Desak Laxus.

" Ah gomen-nasaii." Balas Lucy kemudian ia pun segera menyambut tangan Laxus untuk membantunya menaiki perahu kecil yang akan mengantarnya ke Galuna Island.

Laxus hanya menatap heran Lucy, kemudian suasanapun menjadi hening. Lucy yang sedikit tak enak karena ditatap seperti itu oleh Laxus, akhirnya mencoba untuk mencairkan suasana.

" Berikutnya Galuna Island ya... sudah lama juga aku tak kesana..hehe." Ucapnya dengan senyum yang dipaksakan.

" Jangan pergi... Ku mohon Luce jangan pergi menjalankan misi itu..."

" Eh?" mata Lucy membesar ketika ia mendengar suara Natsu melintas di benaknya.

" Ada apa?" Laxus menatap Lucy kembali dengan wajah serius.

" Ah.. Ti-tidak ada apa-apa, aku baik-baik saja." Ucap Lucy gugup, kemudian ia tersenyum untuk meyakinkan Laxus.

" Oh.." Balas Laxus singkat, kemudian Laxus mengalihkan pandangannya ke arah lain.

" Ah.. aku ingat sekarang, itu adalah mimpi yang semalam ... apa maksud ucapan Natsu ya? Apakah ini adalah sebuah pertanda? Tapi itu hanya mimpikan...mana mungkin Natsu mencegahku sekarang." Lucy masih menerka-nerka maksud dari ucapan Natsu di mimpinya semalam walau ada sesal di hatinya.

" Haaah.." Lucy pun menghela nafas panjang.

" Hei.. apa yang kau pikirkan? Kita sudah sampai." Ucapan Laxus berhasil membuat Lucy kembali dari dunia pikirannya.

" Ah.. iya." Balas Lucy, kemudian ia turun dari perahu dan mengikuti langkah Laxus dari belakang.


~Fairy Tail~


" Apakah ini jebakan?" Tanya Lisanna.

" Ya ada kemungkinan seperti itu." Ucap Laxus.

" Bagaimana ini minna-san? Natsu-san telah pergi kita harus membantunya." Ucap Wendi khawatir.

" Hmm.. tenanglah Wendi." Balas Erza.

" Cih.. Salamander itu seenaknya saja." Decak Gajeel.

Suasana guild kini telah berubah, kericuhan yang ada sekarang adalah rasa dari kekhawatiran, bingung, dan penasaran akan siapa yang saat ini bersama Lucy. Erza sedang berfikir untuk mengambil tindakan. Gray dan yang lainnya hanya menunggu dengan sabar.

" Baiklah... Gray, Gajeel, Lily, Wendi, Charle, Waren, dan..." Erza menatap seluruh anggota Fairy tail sejenak, dan ia melihat ekspresi yang penuh dengan pertanyaan pada wajah mage lainnya kecuali Laxus yang hanya menatapnya datar.

" _Laxus. Ikut aku, kita akan menyusul Natsu untuk membantunya." Lanjut Erza dengan tegas.

" Jangan seenaknya saja, kenapa harus aku?" Tanya Laxus.

" Karena kau sudah terlibat, dan itu untuk memastikan kalau kau adalah Laxus yang asli." Balas Erza.

" Jadi kau mencurigaiku?"

" ..." Erza hanya diam dan menatap Laxus dengan tatapan deathglarenya, Laxus tak merespon ia hanya menghela nafas.

" Haah..merepotkan saja." Lanjutnya, kemudian Laxus dan para mage yang telah di tunjuk Erza pun segera menuju keluar Guild kecuali Erza yang masih tetap di tempat.

" Levi dan Freed tolong cari informasi mengenai black diamond. Dan Cana, kau bantu Levi dan Freed untuk menyampaikan pesan ke kami jika kalian telah mendapatkan informasinya." Ucap Erza.

" Baik."

" Ini berikan pada Waren, aku akan menyampaikan pesan padanya jika kami telah mendapatkan informasi mengenai black diamon." Cana menyerahkan selembar kartu untuk berkomunikasi dengan tim yang telah dibentuk Erza.

" Baiklah..." Erza menyambut pemberian dari Cana.

" Erza, Ayo.." Ucap Gray yang telah menunggu di ambang pintu Guild.

" Mira, masalah di sini aku serahkan padamu."

" Hmm..berhati-hatilah Erza." Ucap Mira ramah.

" Baiklah Minna kami berangkat." Erza pun pergi untuk menyusul Natsu bersama dengan timnya yang telah ia bentuk.

" Kami mengandalkanmu Erza." Batin Mira.


~Natsu Dragneel~


" Luce maafkan aku, seharusnya aku melindungimu bukan menyakitimu." Natsu terus menyesali perbuatannya terhadap Lucy di sepanjang perjalanan. Natsu terus berlari dengan sekuat tenaga. Ia tak menghiraukan setiap pertanyaan yang muncul dari mage fairy tail yang sedang menuju guild saat bertemu dengannya.

" ~NATSUUUUUUU." Panggilan dari Happy berhasil membuat Natsu sedikit mengurangi kecepatannya.

" Happy." Natsu terkejut karena Happy telah menyusulnya.

" Ayo kita cari Lucy bersama-sama." Ucap Happy.

" Hmm.. tolong ya Happy." Ucap Natsu, kemudian Happy membawa Natsu terbang menuju Galuna Island.

" Tunggulah aku, Luce."

***Bersambung***


Ups, mana Laxus yang asli? Kalau yang ditanya Natsu pasti dia gak akan bisa jawab..hehehe

# Dibakar Natsu + Para penggemarnya. Hieeeee x(

Haah..maaf kebanyakan dialognya..hehehe, tapi semoga tak mengecewakan kalian para reader ..Amiin

Natsu : Waah sepertinya misi ini akan menyulitkan, iyakan Happy?

Happy : Tapi tidak masalah Natsu, karena Kita adalah penyihir Fairy Tail kan...

Natsu : Hoooo..kau benar Happy, Aku sangat bersemangat # Nyemburin api ke sembarang arah#

Happy : Gyaaa!Natsu...Jangan lakukan itu, kau bisa membakarku!

Natsu : Hahaha.. maaf maaf...

Happy : Haah...Hampir saja aku akan jadi kucing bakar... Natsu ayo bacakan Episode berikutnya.

Natsu & Happy : Ayee ! Episode berikutnya di Little Promise

" Siapa Kau sebenarnya?"

" Fufufu...Kau adalah milikku sekarang. Aku tak akan membiarkanmu merasa sakit lagi Lucy Heartfilia, karena itu aku akan membuatmu lupa pada orang yang telah menyakitimu...aku akan menghilangkan ingatanmu terhadap Natsu Dragneel."