Hieee... Kayanya episode selanjutnya akan berat nii.. -_-"
Oh iya mohon maaf atas keterlambatannya..hehe
Yosh langsung aja deh bales Riview
Hinagiku Zeelmart : Wah bukan zeref, tapi tokoh yang aku ciptakan sendiri..hehe, makasih riviewnya. :D
ShafirAisha : wah penasaran ya...oke udah di apdet ni..hehe...makasih ya riviewnya :D
Bjtatihowo : JLEB!JLEB!JLEB * panah nyasar ke kepala* Hehehe bercanda...kalau masalah deskripsi, aku emang sengaja buatnya yang lebih menonjolkan dialognya di fic ini. kalau penjelasan tokoh, itulah aku..hehe rada kesulitan dalam menjelaskan tokohnya jadi maaf..hiks * pundung di pojokan* TAPI...aku akan berusaha untuk hal itu ko. Sekian dari ku..dan makasih banyak sudah meriview XD
Hitomi No Azure : Waaahh..boleh, silakan aja, makasih banyak atas riviewnya dan mau menjadikan fic ini sebagai salah satu Fave kamu.. n_n
Ren : Iya ini udah di apdet ko, makasih atas riviewnya :D
Fathiyah : Hehehehehe...maaf atas keterlambatannya..ini aku udah apdet lagi di baca ya... :) makasih atas riviewnya..
Miyoko Kimimori : kasih tau gak ya?hehehe.. :) nanti kamu akan tau ko setelah chapter ini, jadi liat nanti ya..hehehe, makasih atas riviewnya dan mohon maaf atas keterlambatannya.
Seperti sebelumnya terimakasih atas semua riview kalian dan terimakasih buat para reader yang mau menjadikan fic ini sebagai salah satu dari fave kalian dan aku benar-benar tidak menyangka bahwa aku bisa menjadi salah satu dari Author Favorit beberapa reader sekalian. Terimakasih terimakasih XD..hehe
Dan sekali lagi aku si Author amatiran akan mempersembahkan kelanjutan fic yang belum lulus sensor ini untuk kalian semua yang mau membaca aja tapinya..hehe xp
Disclaimer : Hiro Mashima- sensei
Little Promise
.
.
.
Warning : Alur Ngaco, Gaje, kurang Greget, etc.
Chapter 7
Laxus terus berjalan di belakang Lucy dengan wajah yang lesu, dan pucat pasi. Satu tangannya terus memegangi kepalanya, sambil mengatupkan giginya. Namun Lucy tak memperhatikan Laxus, Lucy terus berjalan dengan semangat ketika kakinya telah menapak di pulau Galuna. Penduduk pulau Galuna pun menyambut kedatangan Lucy dan Laxus dengan ramah, namun beberapa penduduk setempat tampak bertanya-tanya dengan kedatangan mage fairy tail ke tempat mereka.
" Gawat pengaruh sihir ini mulai berkurang ... aku harus waspada karena pengaruh sihirku akan menghilang saat aku berada di pulau terkutuk ini. "
" Lucy, sebaiknya kita mencari tempat istirahat." Ucap Laxus setengah berbisik.
" Umm eto.. jika tidak keberatan, tinggalah disini untuk sementara selama kalian menjalankan misi." Tawar gadis berambut pendek yang pernah mengobati luka Gray saat pertarungan melawan Lyon di pulau tersebut ( Aku Lupa nama gadisnya, tapi pada ingetkan?..hehe xp).
" Maaf, kami tidak bisa tinggal disini karena akan sangat berbahaya bagi kota ini jika kami tinggal disini." Terang Laxus.
" Eh? tapi Laxus...mmp." Tangan kekar Laxus langsung bertindak untuk menghentikan ucapan Lucy dengan membekap bibir Lucy.
" Begitu ya.. baiklah aku mengerti." Balasnya sambil tersenyum.
" Nee, sudah saatnya kami pergi. Sekali lagi terimakasih atas tawarannya dan maaf kami tak bisa menerimanya." Ucap Laxus dengan membungkukkan tubuhnya.
" Hmm... tak apa..." Ucapnya lagi.
" Kami pamit dulu ya." Ucap Lucy, kemudian ia beranjak untuk pergi.
" Lucy-san tunggu." Gadis tersebut mencoba menahan Lucy.
" Huh?" Lucy pun berhenti, begitupun dengan Laxus. Gadis tersebut sedikit menundukan kepalanya ketika ia melihat Laxus, Lucy menatapnya heran dan akhirnya Lucy menyadari isyarat yang diberikan gadis tersebut.
" Kau duluan saja." Ucap Lucy, menyuruh Laxus untuk membiarkannya berdua dengan gadis tersebut.
" Jangan lama-lama, waktu kita tak banyak." Laxus pun beranjak dan menunggu Lucy di depan rumah gadis tersebut.
~Natsu Happy~
Wajah Natsu pucat pasi ketika ternyata Happy membawanya ke stasiun Magnolia, di sepanjang perjalanan ia terus meringis dengan wajah yang sudah menghijau.
" ~Happy kenapa kau membawaku ke sini..~Ukh..Hoek~" Rintih Natsu sambil menahan rasa mualnya.
" Aku tak mungkin bisa membawamu terlalu jauh Natsu, jadi bertahanlah sampai kita tiba di kota Halgeon." Balas Happy khawatir masih memijat bahu Natsu.
" A~ku tak akan mau naik kereta lagi...~Ukh." Happy hanya bisa bersweatdrop mendengarnya.
~Lucy Heartfilia~
Lucy kembali melanjutkan perjalanan bersama Laxus, namun tak banyak kata-kata yang keluar dari bibirnya. Laxus pun mengambil alih posisi Lucy, sekarang dirinya telah berada jauh di depan Lucy.
SRAK
Laxus menjatuhkan barang bawaannya, sedangkan Lucy hanya menatapnya dalam.
" Berhenti, menatapku seperti itu... malam ini kita istirahat di sini saja." Ucap Laxus datar . " Sepertinya kau sudah menyadarinya ya." Batin Laxus.
Lucy masih tetap diam menatap Laxus. Karena tak suka Laxus pun menatap balik Lucy, sehingga Lucy sedikit terpekik.
" A-apa?" Lucy sedikit terkejut dengan tatapan Laxus.
" Kau dengar tidak?" Bentak Laxus.
" I-iya a-aku dengar, baiklah kita akan beristirahat di sini."
.
.
.
Happy sudah kwalahan dengan Natsu yang tak berhenti dengan celotehannya, namun Happy tak dapat membawa tubuh kekar Natsu turun dari kereta sehingga mereka pun kembali lagi ke stasiun magnolia hingga salah satu dari petugas kereta api menghampiri.
" Maaf, sebenarnya tujuan kalian ingin kemana? Kereta ini telah kembali ke magnolia." Ucap petugas tersebut.
" Natsu ayo sadar... kita sudah kembali lagi ke magnolia. Waktu kita tak banyak Natsu... Lucy dalam bahaya." Happy terus-terusan menggoncang-goncangkan tubuh Natsu yang sudah tak berdaya karena mabuk kendaraan.
" ~Ukh.." Natsu hanya dapat menahan mualnya, dengan wajah yang sudah menghijau.
" Bagaimana ini..." Keluh Happy.
" Maaf kereta akan segera berangkat kembali, sebaiknya tentukan tujuan kalian." Ucap petugas kereta kembali.
Dari arah belakang Happy telah berdiri seorang gadis kecil yang manis dengan senyum yang mengambang, teman-temannya yang lain hanya bisa sweatdrop melihat Natsu yang sudah terlihat tak berdaya . " Butuh bantuan Happy?" tawarnya.
" Wendi, minna~ syukurlah..." Air mata Happy telah meluncur dengan derasnya ketika melihat teman-temannya telah berada dihadapannya.
Melihat keanehan Natsu , Iron Dragon Slayer pun menyentuh pipi Natsu dengan jari telunjuknya, sambil menatapnya heran. " Hei salamander, kenapa kau?" Ucapnya.
" Kau itu Bodoh ya? Jelas-jelas ia mabuk kendaraan." Jelas Mage Ice Fairy tail sinis, yang sukses membuat tiga sudut siku-siku tumbuh di kepala mage iron tersebut.
" Apa kau bilang?" mereka pun akhirnya saling beradu kepala mereka.
" Hei-hei sudahlah jangan berkelahi...lihatlah kebelakang kalian." Waren mengingatkan kedua mage tersebut, akan kehadiran Erza yang kini telah mengeluarkan aura iblisnya.
Melihat hal tersebut, tentu saja cucu dari master Makarov tersebut hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala sambil bergumam " Payah". Kedua mage tersebut tentu saja kini telah mengeluarkan keringat dingin. Tapi keberuntungan tampaknya masih berada di pihak mereka berdua karena tiba-tiba seorang anak laki-laki seusia Wendi menggunakan T-shirt berwarna Hijau muda cerah, tengah menghampiri mereka.
" Maaf...apakah kalian adalah penyihir dari fairy tail?" Ucapnya yang berhasil menghilangkan aura seram milik Titania Erza.
" Ya, ada apa?" Tanya Wendi.
" Aku menemukan buku ini di sana,sepertinya ini milik guild kalian." Ucapnya tersenyum.
"Buku?Ah..Terimakasih." Ucap Wendi.
" Hmm..sama-sama, Nee aku kembali dulu ya. Jaa-ne." anak laki-laki tersebut meninggalkan kerumunan Erza dan timnya, dengan senyum penuh makna.
" Hei tunggu bocah, siapa namamu?" Laxus mencoba menahan langkah anak tersebut, saat anak tersebut melewatinya, anak tersebutpun berhenti dan menatap Laxus dengan sorot mata yang damai. Iris dark bluenya terus menatap Laxus dalam, lalu ia pun tersenyum lembut.
" Antoine." Ucapnya, kemudian pergi. Laxus hanya menatap punggung anak tersebut, ketika anak tersebut semakin menjauh dan menghilang di kerumunan penumpang lainnya yang tak mendapatkan tempat duduk.
" Antoine.. Hmmm..." Gumam Laxus pelan, namun akhirnya Laxus mengalihkan pandangannya ke buku yang kini tengah berada di tangan Wendi. Kemudian ia pun merebut buku tersebut." Coba ku lihat bukunya."
~Lucy Heartfilia~
KRIUKK
Lucy terus memegangi perutnya yang mulai lapar, Laxus hanya menatapnya bingung. Sesekali Lucy mengalihkan pandangannya ke arah lain untuk menyembunyikan rona-rona di wajahnya saat Laxus menatapnya.
" Ukh..kenapa dia menatapku seperti itu si, dan kenapa aku harus berdebar seperti ini..." Lucy terus mengalihkan wajahnya ke arah lain, untuk meyembunyikan rona wajahnya sekaligus untuk menutupi rasa curiganya terhadap laxus.
" Hei..kau itu kenapa? Kenapa menjauh begitu? ini makanlah, kau laparkan?" ucap Laxus sambil memeluk beberapa buah-buahan.
" Eh? sejak kapan kau membawa buah-buahan itu? Umm..a-aku tidak lapar." Lucy masih membuang wajahnya ke arah lain. Lucy berusaha untuk menutupi rasa laparnya, jaga-jaga agar dirinya tidak memakan sesuatu dari orang yang ternyata bukanlah Laxus. " Lagi pula aku tidak ingin mengalami nasib yang sama seperti Putri Salju (?)."Laxus menatapnya semakin heran, ia pun mengambil posisi di hadapan Lucy.
" Saat menuju tempat ini aku sempat memetiknya di hutan itu, banyak sekali buah-buahan. Umm..Benar kau tidak lapar? Ini enak lho..." Laxus pun menaruh buah-buahan tepat di depannya, dan mengambilnya satu lalu memakannya.
" Dia memakannya? Apa itu benar-benar buah ya?" Lucy masih terlihat ragu untuk memakan buah-buah tersebut, saat Laxus menatapnya ia hanya tersenyum mengerti akan tatapan Lucy.
" Ya sudah kalau tak mau, akan ku habiskan." Ledek Laxus, namun Lucy tak menanggapinya.
" Ekh..." Lucy mendengus kesal saat Laxus akan memasukan buah ke dalam mulutnya.
" Huh?hmm..ini makanlah." Laxus pun melempar satu buah apel yang ada di tangannya.
" Eh?"
Laxus mengambil buah yang lain dan memakannya dengan sikap dingin. Lucy terus menatapnya tanpa sedikitpun memakan buah yang kini telah dipegangnya. " Jangan khawatir buahnya tidak ku beri racun, jadi makanlah..." Sindir Laxus. Lucy terkekeh pelan, ia pun akhirnya memakan buahnya.
~ Natsu Dragneel~
" Troia." Wendi mengeluarkan sihirnya untuk Natsu, dalam hitungan detik Natsu pun dapat pulih kembali.
" Ng?Hoooo...arigato Wendi, aku kembali bersemangat_" Ucap Natsu sumringah, namun ia tampak heran dengan keadaan di sekitarnya. " _Huh? Sejak kapan kalian di sini?" Lanjutnya dengan wajah polosnya, dan Natsu sukses mendapat dua jitakkan dari Gray dan juga Gajeel. Sedangkan Laxus, Wendi, Happy dan juga Charle hanya bisa sweatdrop melihatnya.
" Ittai..." Natsu meringis, lalu pandangannya teralih pada Laxus. " Laxus? Kenapa kau bisa ada bersama Erza dan yang lainnya?" Ucapnya Heran.
" Erza yang memaksa." Ucap Laxus sambil menatap Erza yang kini telah duduk di samping Natsu.
" Lalu kenapa?" Tanya Erza, namun Laxus membuang wajahnya begitu saja tanpa menghiraukan pertanyaan Erza.
" Umm..ano, Laxus-san..b-bukunya.." Ucap Wendi.
" Huh?ah iya..." Laxus pun mulai membuka buku yang dipegangnya. "di dalam daftar buku ini, terdapat informasi mengenai sihir-sihir tingkat tinggi yang sangat berbahaya. Salah satunya informasi mengenai Black diamon." Ucap Laxus, sebelum Laxus melihat lebih lanjut buku tersebut, tiba-tiba kartu magic yang diberikan Cana bergetar.
" Cana? Ada apa?" Ucap Waren.
" Kami telah mengetahui informasi tentang Black Diamon." Balas Cana lewat kartu sihirnya.
" Kami juga telah mendapatkan buku tentang informasi mengenai Black diamond." Ucap Waren.
" Eh? Buku? Dari mana kau dapatkan buku tersebut?" Potong Levi.
" Ada seorang anak yang menemukannya di kereta ini dan mengembalikan buku ini pada kami, karena ia mengetahui kalau buku ini buku milik fairy tail." Ucap Waren.
" Bahaya, Lucy menjatuhkan buku tersebut." Levi membelalakan kedua matanya saat ia tahu bahwa buku yang ditemukan oleh tim Erza adalah buku pemberiannya untuk Lucy. Natsu yang mendengar hal tersebutpun tambah khawatir dengan keadaan Lucy, yang lain hanya dapat berdoa dalam hatinya semoga Lucy masih dapat bertahan.
" Cana tolong ceritakan informasi apa yang kau dapatkan, dan Laxus kau bacakan informasi tentang Black diamond dalam buku itu." Perintah Erza, Laxus pun langsung membuka bab tentang Black diamond.
~Lucy Heartfilia~
Langit telah berubah sedikit kemerahan, Lucy sedang bergegas membereskan tempat untuk beristirahat. Laxus pun telah kembali membawa beberapa ranting untuk persiapan malam nanti.
" Sihir Black diamond itu seperti apa, kau taukan Laxus?" Tanya Lucy.
" Hmm..bagaimana ya? Black diamond dapat menyerap pikiran manusia, dengan kata lain ia mencuri pikiran manusia." Ucap Laxus.
" Eh tapi untuk apa?" Lucy tampak sedikit gemetaran mengetahui hal tersebut.
" Untuk mengetahui kemampuan lawannya, kau memiliki roh geminikan? Sihir black diamond hampir mirip dengan sihirnya, bedanya black diamond dapat menciptakan Copyan tubuh musuhnya hanya dengan mencuri pikiran sang musuh tanpa dengan menyentuhnya. Black diamond itu dapat mengendalikan pikiran manusia."
" Eh?" Mata Lucy kini terbelalak saat mengetahui sedikit informasi tentang black diamond.
" Ah iya aku baru ingat, minggu lalu bukankah Laxus telah menjalankan misi untuk mencari Black Diamond, kenapa bisa lupa? Ah..mungkinkah pikiran kami telah dikendalikan oleh black diamond?jadi yang dikatakan gadis tadi.."
FLASHBACK ON
" Lucy-san tunggu." Gadis penolong Gray tersebut berhasil menahan Lucy.
" Huh? Ada apa." Ucap Lucy.
" Ng..Eto." Ucapnya ragu-ragu sesekali ia menunduk karena takut akan tatapan dari Laxus. Lucy yang mengerti isyarat tubuh gadis tersebutpun akhirnya menyuruh Laxus untuk meninggalkannya berdua.
" Ah..Arigato.." Ucapnya menarik nafas lega.
" Ada apa?" Tanya Lucy sekali lagi.
" Aku ingin tanya sesuatu, sebenarnya Lucy-san ada misi apa hingga datang ke pulau ini? bukankah seminggu yang lalu Laxus-san telah ke pulau ini seorang diri kenapa sekarang ia datang lagi?" tanyanya dengan ekspresi yang begitu ingin tahu. Lucy yang mendengarkan ucapan polos dari gadis tersebutpun terkejut.
" Eh? kami melakukan misi ini karena permintaan kalian untuk melindungi gadis ini dengan mencari black diamond, dan masalah Laxus apa benar yang kau katakan?" Ucap Lucy dengan menunjukan selembar misi yang diambil Laxus. Gadis tersebutpun sama terkejutnya dengan Lucy, begitu Lucy menunjukan selembaran kertas misi yang diambilnya.
" ya..minggu lalu Laxus-san telah kesini dengan misi yang sama mencari black diamond tapi bukan untuk gadis ini tapi untuk membelenggu sihir jahat yang ada dalam black diamond tersebut, maka dari itu kami sangat heran akan kedatangan dia kembali. kami tak pernah mengirimi permintaan itu. Lagi pula gadis yang ada dalam kertas tersebut sepertinya bukan penduduk pulau ini, karena aku belum pernah melihatnya." Ucapnya, membuat Lucy mengatupkan giginya.
" Apa yang sebenarnya terjadi..Ukh." batin Lucy penuh sesal.
" Lucy-san, harus berhati-hati ada kemungkinan sepertinya dia bukan Laxus-san." Tambah gadis tersebut khawatir.
" Ha'i Arigato nee." Ucap Lucy tersenyum riang, menutupi rasa khawatirnya.
FLASHBACK OFF
" Kau ingin tau lebih lanjut mengenai sihir black diamond Lucy Heartfilia?"
" Hmm..Rupanya kau tau banyak mengenai Black diamond ya.. sekarang cepat katakan siapa kau sebenarnya?" Ucap Lucy bersiaga, Laxus pun beranjak dari tempatnya mendekati Lucy.
" Ketahuilah.. Black diamond kini sangat menginginkan dirimu Lucy Heartfilia.." Lucy hendak membuka salah satu gerbang rohnya, namun Lucy kalah cepat dengan Laxus. Laxus berhasil membuat kunci-kunci spirit milik Lucy terhempas jauh, dengan sebelah tangannya yang di arahkan pada Lucy ia menciptakan suatu ruang untuk membelenggu sihir Lucy dan menyerap pikiran Lucy .
" Ekh." Lucy terperangkap dalam sihir tersebut, tak lama kemudian sihir tersebut membuat Lucy tak sadarkan diri. ( sihir yang dikeluarin Laxus mirip kaya water locknya Juvia ya, cuma sihirnya Laxus palsu ini bukan air)
" Fufufu...Kau adalah milikku sekarang. Aku tak akan membiarkanmu merasa sakit lagi Lucy Heartfilia, karena itu aku akan membuatmu lupa pada orang yang telah menyakitimu...aku akan menghilangkan ingatanmu terhadap Natsu Dragneel."
**Bersambung**
Wuah...kangen sama Fic ini..hehe
Maaf-maaf , aku banyak tugas jadi gak sempet ngelanjutinnya..tapi aku akan berusaha untuk gak HIATUS ko..
OKE..langsung untuk Episode selanjutnya...
" Aku tak peduli, gadis kecil sekalipun yang menyakiti Lucy, aku akan tetap menghajarnya."
" Namaku Antoine McQueen. "
