Hai minna...
Maaf atas chapter sebelumnya, keliatannya emang mengecewakan... x(
Tapi kali ini semoga aja gak mengecewakan ya...
Seperti biasa, sebelum masuk ke cerita.. bales riview dulu..
Bjtatihowo : ha'i...gomene, dan terimakasih banyak atas informasinya sangat bermanfaat...bukan maksud buat memperlambat alur, kalau terlalu cepat juga takut membingungkan para reader sih... yups, terimakasih sekali lagi atas riviewnya yang sangat bermanfaat...
Hitomi No Azure : Oke..mari kita siksa Natsu # Nyolong garpu setan merah# Hahaha..Nama McQueen itu aku ambil dari novel, soalnya aku gak jago bikin nama yang keren sii.. hehe makasih ya riviewnya. n_n
Alena : Oke, makasih atas riviewnya, selamat membaca chapter 8 ini ya..hehe
Miyoko Kimimori : yah kalo Lucy gak lupa sama Natsu, ceritanya akan melenceng dari judulnya nanti..hehe, oke makasih atas riviewnya :D
Langsung aja ke cerita ya...selamat membaca xD
Disclaimer : Paman Hiro Mashima
Little Promise
.
.
.
Warning : ngebosenin, gaje, dan gak tau deh..hehehe
Chapter 8
Erza, dkk kini telah menapaki pulau galuna... Natsu terus mengendus-endus untuk mengetahui keberadaan Lucy. Sedangkan yang lain sibuk melirik kiri dan kanan untuk mencari Lucy.
" Sebaiknya kita berpencar, mungkin akan lebih cepat untuk menemukan Lucy kalau kita berpencar." Tegas Erza.
" Ya..kau benar Erza." Ucap Gray.
" Terserahlah." Ucap Laxus pasrah.
" Baiklah, Laxus kau ikut denganku, Wendi kau dengan Natsu_"
" Ha'i.. Natsu-san mohon kerjasamanya." Potong Wendi, Natsu hanya membalasnya dengan cengiran khasnya.
" – Gajeel kau dengan Waren, dan Gray. Lalu Happy, kau dengan Charle dan Lily cari Lucy dari udara ya." Lanjut Erza.
" Aye Sir." Balas Happy.
" Kalian sudah tau bagaimana hebatnya sihir Black diamond kan..jadi berhati-hatilah."Setelah tim terbentuk mereka pun berpencar ke segala arah, Erza dan Laxus pergi ke arah barat, Natsu dan Wendi ke arah Timur, Gray dkk ke arah selatan, dan Happy dkk pun terbang menuju ke arah utara.
FLASHBACK ON
" Baiklah, semuanya dengarkan ini baik-baik. Black diamond mampu menghapus ingatan seseorang." terang Cana.
" Di dalam buku ini, Black diamond dapat mengendalikan pikiran seseorang. Lalu ia dapat menciptakan copyan tubuh seseorang yang pikirannya telah ia curi." Tambah Laxus sambil terus menelusuri tiap huruf di buku tersebut.
" Ah.. aku baru ingat, Laxus-san telah mengambil misi untuk mencari balck diamond kan? Lalu tiba-tiba kemarin Laxus-san datang dan meminta Lucy untuk menjalankan misi yang sama. Dan kami tidak menyadarinya bahwa Laxus-san yang asli sudah pergi saat itu, jadi yang bersama Lucy-san .. apakah jangan-jangan ini adalah salah satu dari sihir black diamond tersebut sehingga kita lupa bahwa Laxus-san telah pergi." Ucap Wendi.
" Kau benar Wendi, aku juga baru menyadarinya sekarang." Ucap Erza.
" Hmm..iya aku kami juga mendapatkan informasi tersebut... kalau kalian telah mengingatnya juga, berarti ada kemungkinan sekarang black diamond telah berada di pulau galuna." Ucap Cana.
" Apa maksudmu Cana?" Tanya Waren.
" Eh tunggu dulu, kalau begitu berarti pikiranmu telah dicuri oleh black diamond?" Ucap Gray.
" Entahlah." Balas Laxus.
" Ya jadi begini, Black diamond tidak dapat mengendalikan pikiran seseorang saat ia berada di pulau Galuna.. dan black diamond sepertinya memang telah mencuri pikiran Laxus, karena ia akan mencuri pikiran siapa pun yang mencoba mengincarnya."
" Jadi begitu..." Erza menggangguk-anggukkan kepalanya sambil menyilangkan kedua tangannya di perutnya, tanda mengerti.
" Minna, kumohon selamatkan Lucy..karena sekarang Lucy benar-benar dalam bahaya. Black diamond sedang mengincarnya..karena sihir Lucy mempunyai keistimewaan sendiri yang membuatnya sangat tertarik. " Levi kini angkat bicara dengan nada khawatir.
" Tenanglah Levi, Lucy pasti akan baik-baik saja." Ucap Natsu, menghibur Levi.
" Baiklah minna..berhati-hatilah terhadap black diamond. Karena seperti yang sudah ku jelaskan ia mampu menciptakan sosok seseorang yang pikirannya telah ia curi..dan tubuh lawan yang ia ciptakan mempunyai kekuatan dua kali lipat dengan tubuh asli lawannya." Jelas Cana.
" Apa?" Tim Erza terlihat sangat terkejut kecuali Natsu, Laxus, dan Gajeel. Natsu dan Gajeel malah nyengir, dan seperti biasa Natsu pun berkata " Hooo.. Aku sangat bersemangat."
Laxus pun hanya memasang tampang stay coolnya, sedangkan Wendi hanya bersweatdrop melihatnya. " Baiklah terimakasih Cana." Ucap Erza lalu ia pun memutus komunikasinya dengan Cana.
FLASHBACK OFF
Natsu melangkah dengan sangat cepat, sehingga Wendi mau tak mau harus mengimbangi langkah Natsu dengan berlari kecil. " Natsu-san..." Wendi mulai tak bisa mengatur nafasnya, Natsu yang melihatnya pun berhenti sejenak.
" Maaf Wendi, aku terlalu memikirkan Lucy sampai tak memperhatikanmu...baiklah sebaiknya kita istirahat sebentar." Ucap Natsu lembut.
" A-aku baik-baik saja...hanya saja..." Wendi mencoba mengatur nafasnya, dan berfikir sejenak.
" Huh?" Natsu menatap heran Wendi, ia pun menghampiri Wendi.
" Ummm... Gomene Natsu-san, A-aku ingin bertanya kenapa Natsu-san mengakhiri hubungan dengan Lucy-san bukankah Natsu-san sangat mencintai Lucy-san?" Wendi tak dapat menatap wajah Natsu begitu pertanyaannya terlontarkan, Natsu yang mendengarnya pun menghela nafas panjang. Kemudian Natsu kembali melangkah pelan, dan mulai berbicara.
" Waktu itu... aku melihatnya sedang bersama laki-laki, padahal saat itu kami sedang ada janji... aku sangat kesal saat melihatnya. Lucy terlihat sangat bahagia bersama laki-laki itu.. dan aku belum pernah melihatnya sebahagia itu saat bersamaku. Jadi aku sangat membencinya karena ku pikir ia diam-diam mempunyai hubungan special dengan laki-laki tersebut." Terang Natsu. Wendi pun kembali melangkah mengikuti Natsu.
" Kapan Natsu-san melihat Lucy-san bersama laki-laki lain? Dan kenapa Natsu-san tidak langsung menegurnya?" Ucap Wendi.
" Aku tidak ingin ada perdebatan, apalagi di depan Lucy. Aku berusaha untuk mengendalikan emosiku saat itu, karena aku tak ingin mengakhiri hubungan secara tidak baik. Aku melihatnya dua hari yang lalu sehari sebelum aku memutuskan hubungan dengan Lucy." Natsu mengatupkan bibirnya, dan ia menundukkan kepalanya hingga rambutnya menutupi matanya.
" Dua hari yang lalu? Eh? Lucy-san bersamaku saat itu... dan saat itu aku bertemu Lucy-san sedang mencari baju untuk kencan denganmu...kami pulang bersama, dan tak lama kemudian Lucy-san mengunjungi Fairy Hills dengan wajah murung..katanya dia tak tau kenapa tiba-tiba Natsu-san membatalkan janjinya. Padahal saat itu Lucy-san sudah sangat cantik." Mendengar penjelasan Wendi, Natsu pun mendongakkan kepalanya kembali. Mata onixnya terbelalak, Natsu begitu terkejut mendengarnya.
" Jadi? Yang ku lihat... "
" Mungkinkah ini ada kaitannya dengan black diamond?"
" Sial..seharusnya aku percaya padamu Luce." Natsu sangat menyesali keadaannya sekarang.
" Ayo Wendi." Natsu kembali mempercepat langkahnya, bukan hanya mempercepat ia berlari dengan sekuat tenaga. Wendi sedikit tertinggal di belakang, dan Natsu sedikit memperlambat larinya untuk mengimbang Wendi. Namun tak lama kemudian hidung Natsu tampak menangkap sesuatu, sebelah tangannyapun mengisyaratkan Wendi untuk berhenti.
" Eh? ada apa Natsu-san?" Tanya Wendi heran.
" Aroma Lucy, aku mencium aroma Lucy. Di sebelah sini..." Natsu pun menarik tangan Wendi untuk mengikutinya, mereka terus menerobos masuk ke dalam hutan. Hingga akhirnya ia berhasil melihat Lucy yang telah terperangkap di dalam sihir, dengan Laxus yang sedang berdiri di dekat Lucy dengan sebelah tangannya yang terus di arahkannya ke tubuh Lucy. Laxus pun menoleh saat ia merasakan ada yang mendekatinya.
" Lucy-san..." Gumam Wendi terkejut, sambil membekap bibir mungilnya dengan kedua tangannya. Natsu pun ikut terkejut, lalu tanpa basa-basi lagi ia berlari mendekati Laxus. Sebelah tangannya telah mengeluarkan api, dan siap di hantamkan ke arah Laxus.
" Beraninya kau mendekati Lucy, dengan menggunakan tubuh temanku." Ucap Natsu sambil mengarahkan tinjunya ke Laxus, tapi sayang Laxus dapat mengelak dengan mudahnya.
" Natsu Dragneel...fufufu." Laxus tertawa pelan saat menatap Natsu, membuat Natsu semakin marah melihatnya.
" Apa bagimu ini lucu hah?" geramnya, lalu Natsu pun menendang Laxus dari arah bawah tapi lagi-lagi Laxus dapat menghindarinya ia meloncat tinggi ke udara. Melihat itu Natsu tersenyum penuh makna. " Kena kau." Lanjutnya, kemudian ia pun mengeluarkan sihir apinya. " Karyu No Hokko."
Laxus tampak sedikit terkejut, matanya terbelalak sebentar saat semburan api Natsu telah mendekatinya. Tapi lagi-lagi ia dapat menghindarinya, dengan secepat kilat Laxus menghilang. Natsu pun tampak terkejut , saat tiba-tiba Laxus menghilang. " Sial." Ucapnya.
.
.
Di tempat lain Semburan api Natsu sukses membuat tim-tim yang telah dibentuk oleh Erza menoleh dan terkejut.
" Eh? bukankah itu..." Ucap Charle dengan membelalakan matanya.
" Sihir Natsu." Ucap Erza di tempat lain.
Waren pun menggunakan telepati untuk menghubungi semuanya. " minna... bagaimana keadaan kalian? Apakah kalian telah menemukan Lucy?"
" Tampaknya Natsu telah menemukan musuh, sebaiknya kita pergi ke sana untuk memastikannya." Ucap Erza.
" Minna-san, kalian mendengarku?" Ucap Wendi.
" Wendi." Ucap Gray.
" Kami telah menemukan Lucy-san, dan sekarang Natsu sedang menghadapi Laxus-san palsu." Ucap Wendi bergetar.
" Wendi, apa kau baik-baik saja?" Tanya Charle khawatir.
" Aku baik-baik saja Charle." Ucap Wendi.
" Baiklah, kami akan segera kesana." Ucap Waren, kemudian telepatipun terputus.
.
.
" Gaahh..kemana dia..." Ucap Natsu kesal, sambil mengendus-endus mencoba mencari baunya.
" Kau mencariku?" Sosok yang dicari Natsu, ternyata telah berada di belakang Wendi. Sebelah tangannya telah melingkar di leher Wendi dengan erat, sehingga Wendi sedikit meringis kesakitan.
" Wendi... sial." Ucap Natsu menyumpahi.
" Natsu-san." Tubuh Wendi kini semakin bergetar, hingga tiba-tiba Laxus melonggarkan tangannya di leher Wendi.
" Sedikit saja kau melukai temanku, akan kuhukum kau." Erza kini telah menyodorkan pedangnya tepat di belakang kepala Laxus, Laxus pun sedikit menoleh.
" Hhh.." Desahnya pelan.
" Minna." Wendi menghela nafas lega saat teman-temannya datang untuk menyelamatkannya
" Beraninya kau memakai tubuhku, untuk membodohi fairy tail. Siapa kau?" Ucap Laxus, kemudian ia ( Laxus palsu ) pun tersenyum, dan tiba-tiba tubuhnya bercahaya. Hingga munculah sosok perempuan kecil berumur sembilan tahunan, dengan rambut panjang berwarna hitam pekat. Iris matanya yang berwarna darkblue terus menatap lurus, tanpa bergeming dari posisinya. Berbarengan dengan itu, tim Happy dan Gray pun tiba dan melihatnya tak percaya.
" Eh? jadi sosok di balik Laxus palsu hanyalah seorang gadis kecil? Dan lagi bukankah dia..." Ucap Gray.
" Anak yang ada di selembaran misi itu." Tambah Happy.
" Siapa kau? Apa maumu?" Tanya Erza dengan tegas, sedangkan Charle sangat terkejut melihat Wendi yang sedang terdesak.
" Hmmm..." Gadis kecil itu pun berbalik dan mendorong tubuh Wendi, hingga Wendi menubruk Laxus. Secepat kilat ia menghilang dan tiba-tiba gadis kecil tersebut telah berada di dekat Lucy yang telah tak berdaya.
" Kau tidak apa-apa?" tanya Laxus, setelah menangkap Wendi yang hampir tersungkur.
" Ah..Arigato Laxus-san." Ucap Wendi dengan wajah merona.
" Namaku Karen, aku adalah wujud asli dari black diamond.. dan yang kuinginkan adalah Lucy Hearfilia." Ucapnya.
" APA?"
" Tak akan kumaafkan." Ucap Natsu, dan Natsu pun hendak mengeluarkan sihirnya namun di cegah oleh Erza.
" Tahan Natsu, dia hanya gadis kecil...kita tidak boleh melukainya."Tegas Erza.
" Aku tak peduli, gadis kecil sekalipun yang menyakiti Lucy, aku akan tetap menghajarnya." Bantah Natsu.
" Hei salamander tenanglah." Ucap Gajeel.
" Lagipula dia bukan manusia, dia adalah black diamond Erza." Ucap Natsu.
" Bisa saja dia berbohong." Ucap Gray.
" Eh?" Natsu terkejut dengan apa yang dikatakan Gray. Erza pun mengangguk satu kali, dengan menyilangkan tangannya di perutnya.
" Berbohong atau tidak, aku tidak akan memaafkannya karena dia telah membohongi guild kami dengan menggunakan tubuhku." Laxus mengambil alih Natsu, ia menyerang dan tak ada yang menghentikannya.
" Laxus.." mata Erza membesar ketika Laxus hendak menyerang gadis kecil tersebut. namun saat Laxus akan menghantamkan tinju petirnya, tiba-tiba dalam sekejap muncul seseorang di hadapannya dan menghentikan serangan Laxus. Seluruh tubuhnya tertutupi oleh jubah.
" Eh? apa?" Laxus sangat terkejut, begitu serangannya dengan mudahnya di hentikan oleh orang tersebut. Sebelah tangannya masih digenggam erat oleh orang tersebut. Natsu dan yang lainnya pun sangat terkejut melihat seseorang yang tiba-tiba muncul di hadapan Laxus untuk melindungi gadis kecil yang akan diserang Laxus.
" Siapa dia? Kenapa dia melindungi anak itu... apakah dia rekannya?" Ucap Waren.
" Sepertinya dia juga anak kecil, lihat tubuhnya. Sama seperti Wendi." Ucap Charle.
" Kau benar Charle." Ucap Erza setuju.
" Gaah..aku tidak sabar lagi untuk menghajarnya." Ucap Gajeel.
" Hhh." Lily hanya menghela nafas saat mendengar Gajeel.
" Kau...siapa kau?" Laxus menatap anak tersebut lekat-lekat, sebelum anak tersebut menjawab tiba-tiba angin berhembus kencang. Sehingga jubah anak tersebut pun terbuka. Semuanya tampak sangat terkejut, khususnya Laxus.
" Antoine..." Gumam Laxus, sontak Laxus pun meloncat mundur saat mengenali tubuh yang telah menepis serangannya.
" Bukankah dia, anak yang tadi mengembalikan buku ini." Ucap Gray.
" Heh? Siapa dia?" Ucap Natsu polos, Happy dan Charle pun sweatdrop mendengarnya. Natsu memang tak mengenal anak laki-laki tersebut, karena saat itu Natsu sedang mabuk kendaraan. Natsu pun hanya menatap heran ke arah anak laki-laki tersebut.
" Kenapa kau melindunginya? Siapa kau sebenarnya." Ucap Laxus.
" Namaku Antoine McQueen, aku tidak akan membiarkanmu melukainya sedikitpun." Ucapnya datar. Mata darkbluenya terus menatap Laxus dalam, kemudian pandangannyapun beralih ketubuh Lucy yang masih diserap oleh sihir Karen.
" Kau..." Gumam Karen pelan.
" Karen, kumohon hentikan ini." Ucap Antoine.
" Tidak... kalian semua hadapilah ini." Karen pun menciptakan copyan tubuh Natsu dan yang lainnya.
" Sial... kalian berhati-hatilah." Antoine memperingatkan semua anggota Fairy tail dengan suara yang lantang.
" Eh? sebenarnya dia berada dipihak mana? Apa hubungan Antoine dengan sosok black diamond itu." Laxus menatap Antoine heran.
BRUAK
" LAXUS..." Semua mata Erza dkk, terbelalak ketika Laxus mendapatkan sebuah pukulan dari sosok Copyan dirinya yang diciptakan Karen.
** Bersambung **
Hehehehe...kayanya ceritanya masih panjang nih..gak apa ya reader...
Tapi akan aku usahakan Chapter 10 ceritanya selesai..
Jadi, tunggu chapter berikutnya ya...
Berikutnya di Little Promise
" Dia adalah adikku..."
" Luce...tidak apa-apa..semuanya akan baik-baik saja, iya kan Luce?"
