Umm... eto, setelah membaca chapter delapan ..., aku jadi ngerasa ceritanya makin aneh aja nih..hehehe
Mohon dimaklumi ya reader ..., karena Author yang satu ini masih amatiran...
Yosh, aku update lagi.. mohon maaf atas keterlambatannya, tugas UASku sudah ngantri untuk kukerjakan si..#dipasung
Ya sudah kita Lupakan yang sudah lewat.. sekarang saatnyaaaaaa...
Bales riview dulu ya ...
Hitomi No Azure : ahahaha, aku sarankan sebaiknya kamu jangan kejam-kejam sama Natsu, dan Black diamond itu gak kembar ko.
Hikaru Dragneel : iya, gak apa ko... ng? Kekuatan mereka dua kali lebih kuat dari pada Natsu dan kawan-kawan.
Emma-nyaaan :
lupa.. dan udah kebiasaan sih jadi gini deh..hehe.
2. Lho.. setiap Chapter wordsnya 1000-2000 kata lebih ko. Memangnya keliatannya sedikit ya?
3. masa sih? Aku kira malah melambat alurnya..hehe , dan akhir kata oke deh, terima kasih banyak ya atas dukungannya.
4. Wah masalah lawakan, aku memang gak berniat ngelawak.. karena aku ini orang yang gak jago ngelawak tapi seneng sama lawakan.. sekian.
Bjtatihowo: hehehe #nyengir gak jelas... aku keseringan buat daftar pustaka jadinya secara tak sadar aku pake kata "dkk" ampuuni ambo.. XD, lalu masalah yang perkataan dibold aku memang sengaja, untuk menunjukan bahwa itu adalah kata-kata yang ada dichapter ini. kan setiap penutupnya aku selalu bilang "Episode Berikutnya.." nah kata-kata tersebut kan akan ada di chapter sekarang makanya aku Bold. Haduh susah aku jelasinnya tapi semoga Bj ngerti.. yang lain-lainnya karena aku terbiasa jadinya gini deh..hehe dan masalah "BRUAK" entah kenapa aku kurang suka kalau pakai tanda petik, soalnya kesannya kaya orang lagi berujar. Jadi aku lebih mengikuti komik. Kata berbarengan aku lupa, hehe iya seharusnya itu bersamaan jadi maaf..hiks
Alena : ini udah diupdate lagi, semoga tidak mengecewakan ya..
FebeVocataku : apa iya? Aku malah ngerasa aneh sendiri..hehe gak akan lupa update ko, ingatan aku kan masih kuat walaupun sudah tua. #Eh?
Unyu : Waaaaaaaaahhh..iya ini aku update lagi, selamat membaca dan semoga tak mengecewakan.
Sekali lagi Terimakasih banyak semuanya, atas riview dan pengertiannya...oke lagi-lagi aku akan melanjutkan kewajiban untuk mempersembahkan fic yang entah sampai kapan akan lulus sensor ini... :D
Sebelumnya di Little Promise
" LAXUS ..."
Little Promise
Disclaimer: Paman Hiro Mashima
Warning : Aneh, Ngaco, Gajee, OOC mungkin, dan seterusnya. xD
Chapter 9
Erza dan timnya sangat terkejut ketika tubuh kekar Laxus dihantam oleh sosok copyannya tersebut. Darah segarpun mengalir begitu saja di bibir Laxus, setelah wajahnya mendarat di tanah.
" Laxus-san ...,"Wendy yang posisinya berada paling dekat dengan Laxus pun hendak menghampiri Laxus, untuk menolongnya.
" Hhh... kau pikir bisa semudah itu menolongnya?" sosok copyan Wendy pun, tiba-tiba muncul di hadapannya. Wendy tak dapat bergerak, saat sosoknya yang lain memberikan senyuman padanya. Senyum yang begitu mengerikan menurut Wendy.
" WENDY... BAHAYA." Jerit Erza, saat Erza melihat copyan tubuh Wendy hendak mengeluarkan sihirnya. Namun Wendy tak dapat berkutik, ia sangat ketakutan dan tubuhnya bergetar hebat.
" WENDY ..."
"ICE MAKE SHIELD." Sebuah sihir Es milik Gray Fullbuster berhasil melindungi Wendy tepat pada waktunya. Wendy pun masih tetap tak dapat bergeming akibat shock, sesaat kemudian Charle mendekatinya dengan wajah khawatir.
" Wendy, kau baik-baik saja?" ucap Charle.
" Hmm aku baik-baik saja Charle..., umm, Gray-san Arigatou." Wendy mengarahkan senyumnya pada Gray setelah Gray membantunya berdiri.
Suasana di sekitar mereka semakin menegang saat satu persatu tubuh copyan mereka bermunculan, Natsu dan yang lainnya telah bersiap untuk menyerang.
Pertarunganpun berlangsung sengit, untuk beberapa saat. Walau kini wajah mereka telah babak belur, mereka tetap tak menyerah untuk menyelamatkan rekan mereka Lucy Heartfilia.
" Requip_" Erza lagi-lagi merubah baju zirahnya.
" _HEAVEN'S WHEEL: BLUEMEN-BLATT!" Erza pun terus mengeluarkan sihir andalannya, namun selalu ditepis dengan mudahnya oleh sosoknya yang lain.
" Gaahh.., melawan diri kita sendiri sangatlah merepotkan, terlebih mereka mempunyai kekuatan dua kali lipat dengan kita." Ucap Gajeel kesal.
" Hhh..ini tak ada habisnya, mereka dapat mengelak serangan kita dan menyerang balik dengan mudah." Ucap Waren dengan nafas yang terengah-engah.
" ICE MAKE LANCE." Tak kalah dengan Erza dan Gajeel, Gray pun sekuat tenaga mengeluarkan sihir demi sihir yang telah diajarkan oleh gurunya Ul.
" Aku tidak akan menyerah, Karyu No Tekken." Natsu terus mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menyelamatkan Lucy Heartfilia.
" Percuma, kau tak akan menang melawan kami. melawan tubuh kalian sendiri." ucap sosok lain Natsu, sambil menepis serangan Natsu dan menyerangnya balik dengan satu pukulan yang mengenai wajahnya. Pukulan tersebut membuat Natsu terpental jauh.
" Kalian hanyalah serangga kecil dimata kami, terimalah ini Fairy tail ..., SKY DRAGON'S ROAR." Sihir yang dikeluarkan oleh sosok tubuh Wendy yang jahat, tentu saja lebih kuat dibandingkan Wendy. Sontak Natsu dan lainnyapun lagi-lagi terhempas dari posisi mereka.
" ARRRRGGGHHHH." Natsu dan yang lainnya hanya bisa menjerit kesakitan saat menerima serangan dari sky dragon's roar dari sosok copyan tubuh Wendy.
" Minna-san ..., " mata Wendy kini telah berkaca-kaca, air matanya hampir terjatuh saat melihat teman-temannya telah tak berdaya termasuk dirinya. Antoine pun menatap Wendy dengan wajah penuh penyesalan.
" Maaf." Hanya kata tersebut yang berhasil keluar dari bibirnya.
" Hhh ..., sejauh ini kalian dapat melawan bayangan diri kalian sendiri itu sangat menakjubkan, tapi cukup sampai di sini saja permainannya ..., karena kalian hanya membuang waktuku saja_" Ucap Karen. "_ SEKARANG TIBALAH WAKTUNYA UNTUK KEMATIAN KALIAN FAIRY TAIL... HAHAHAHA." Lanjutnya dengan aura yang begitu menyeramkan.
Saat hendak mengeluarkan sihirnya yang lain, tiba-tiba tubuh Karen dikelilingi oleh cahaya yang begitu terang begitupun dengan tubuh Lucy. Hal tersebut membuat Karen , terkejut dan membatalkan niatnya untuk membunuh rekan dari Lucy Heartfilia.
" Eh? ini... fufufu... sudah selesai ya." Ucap Karen dengan senyum jahatnya.
" Eh?" Natsu terkejut ketika sosok copyannya menghilang, begitu juga dengan Erza, dan yang lainnya.
" Semuanya terlambat..., ingatan Lucy Heartfilia telah berhasil dicuri, maafkan aku." Ucap Antoine menyesal.
" LUCY!" jerit Erza dan juga Natsu.
Bola sihir yang membelenggu tubuh Lucy dengan perlahan melayang ke udara, dan semakin memancarkan sinar yang menyilaukan. Hal tersebut membuat Erza dan yang lainnya memejamkan matanya karena tak kuat melihat sinar yang dipancarkan bola sihir yang membelenggu Lucy, namun sinar tersebut tak berlaku pada Natsu.
Sesaat setelah cahaya itu menghilang Natsu tepat berada di bawah bola sihir yang membelenggu tubuh Lucy. Tiba-tiba secara perlahan, bola sihir tersebut turun ke permukaan tanah. Bertepatan dengan menghilangnya sihir yang membelenggu Lucy, tubuh kecil Karen jatuh tak sadarkan diri. Namun sebelum jatuh, Antoine berhasil menangkap tubuh Karen. Begitupun dengan Lucy, Natsu berhasil menangkap Lucy setelah sihir yang membelenggu tubuhnya menghilang.
" Sebenarnya siapa dia? Dan apa tujuanmu, kenapa kau melindunginya?" Ucap Laxus.
"Dia adalah adikku, Black diamon telah berhasil menguasai dirinya. Aku tidak bermaksud untuk mencelakai rekan kalian. Namun tampaknya Black diamon yang terdapat di dalam tubuh adikku menginginkan kekuatan Lucy-san." Terang Antoine.
" Jadi, dia bukan wujud asli dari black diamond?"Erza mengambil alih pembicaraan.
" Hmm." Balas Antoine dengan menatap wajah Karen yang masih berada dalam pangkuannya.
" Lalu bagaimana dengan Lucy." Tanya Happy.
" Dia akan baik-baik saja, tapi...," Antoine tampak tak tega untuk melanjutkan kata-katanya ketika ia menatap Natsu yang sedang menatap Lucy dan mendekapnya.
"_ Ingatan tentang orang yang dicintai oleh Lucy-san akan menghilang." Lanjut Antoine dengan mantap.
" Tidak mungkin." Ucap Wendy tak percaya, Erza pun sangat terpukul setelah kalimat Antoine dilanjutkan.
Natsu tak menghiraukan ucapan dari Antoine, ia hanya menatap wajah tenang Lucy Heartfilia yang masih berada dalam pangkuannya. Kemudian ia pun memeluk Lucy, dan mendekatkan bibirnya ke telingga Lucy.
" Luce... tidak apa-apa... semuanya akan baik-baik saja, iya kan Luce?" Bisiknya pelan.
" Natsu... Ayo kita pulang." Erza memutuskan untuk mencairkan suasana haru di sekitar mereka, Natsu tak menjawab namun ia langsung menggendong Lucy untuk membawanya kembali ke Fairy tail.
" Sebaiknya kau ikut dengan kami ke Fairy tail." Ucap Laxus pada Antoine.
" Hmm." Antoine hanya membalasnya dengan pasrah, lalu ia pun mengikuti Laxus menuju Fairy tail dengan bersama dengan Karen yang belum sadarkan diri.
~Fairy Tail~
Setelah Waren menjelaskan semuanya lewat sihir telepatinya, semua anggota fairy tail telah menunggu kedatangan Natsu dan yang lainnya terutama Lucy. Levy terus menunggu kedatangan Lucy dengan sangat cemas. Tentu saja Jet dan Droy teman satu tim Levy, sangat khawatir melihat Levy yang terus berjalan mondar-mandir di belakang pintu guild menunggu kedatangan Lucy.
GREEK...
Keheningan di antara para mage Fairy tail membuyar, saat terdengar suara pintu guild dibuka seseorang. Pintu tersebut menjadi pusat perhatian ketika muncul beberapa sosok orang dengan tubuh yang penuh dengan luka-luka memasuki guild Fairy tail.
" Kami pulang." Ucap salah satu di antara sosok tersebut dengan suara yang lemah.
" Natsu..., minna." Levy terperangah, ketika Tim Erza pulang dengan selamat. Namun saat melihat wajah Natsu yang sangat terlihat sedih, perhatiannya pun tertuju pada sahabatnya Lucy Heartfilia.
" Lu-chan ...," Air mata Levy kini sudah tampak di pelupuk matanya.
" Natsu, cepat bawa dia ke ruang peristirahatan sementara aku akan memanggil Porlyusica." Perintah Mira, Natsu pun mengikuti apa yang diperintahkan Mira kepadanya dengan membawa Lucy ke ruang peristirahatan Fairy tail.
" Kau juga, bawa adikmu ke ruang peristirahatan ya. Ikuti saja Natsu, nanti kau akan tau ruangannya." Ucap Erza sambil menepuk pundak Antoine pelan, namun Antoine masih terlihat ragu untuk menuruti perintah Erza. Ia pun melirik ke arah Laxus dengan takut, sedangkan Laxus hanya menghela nafas menatapnya. Kemudian Laxus pun tersenyum sambil menepuk kepala Antoine pelan.
" Pergilah ...," Ucap Laxus kemudian.
" Arigatou." Balas Antoine dengan suara yang terdengar lemah. Ia pun langsung mengikuti Natsu dari belakang.
" A-aku akan mencoba mengobati Lucy-san, sebelum Porlyusica-san datang." Wendy bergegas memasuki ruangan peristirahatan.
Charle begitu khawatir dengan keadaan Wendy, ia pun mencoba untuk mencegahnya. " T-tapi Wendy kau juga_" sesaat Wendy menghentikan langkahnya dan menatap Charle lama, kemudian Wendy pun memberikan senyuman kepada Charle agar rekannya tersebut percaya padanya.
" _Aku akan baik-baik saja Charle." Potong Wendy, tentu saja Charle yang mendengarnya hanya bisa menghela nafas.
Di ruang peristirahatan Natsu telah membaringkan Lucy di tempat tidur, dengan tubuh yang masih terjaga di samping Lucy.
" Natsu-san." Panggil Wendy. Natsu pun menoleh, dengan pandangan yang sayu.
" Wendy? Ada apa?" Ucap Natsu datar.
" Aku akan mencoba, memberikan sihir penyembuhku pada Lucy-san." Balas Wendy sambil menatap Natsu dengan serius. Mendengar ucapan Wendy , Natsu terlihat begitu senang. Menurutnya akan ada kemungkinan bagi Wendy, dapat menyembuhkan Lucy dan membuatnya sadar.
" Tolong ya Wendy." Ucap Natsu kemudian.
" Hmm." Balas Wendy, lalu Wendy pun mengeluarkan sihir penyembuhnya.
Wendy masih mengeluarkan sihir penyembuhnya, Antoine hanya menatapnya datar karena ia tahu bahwa Wendy tidak akan sanggup. kemudian Antoine pun menundukan wajahnya tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
" Ini tidak mungkin..." Wendy sangat terkejut ketika merasakan sesuatu di tubuh Lucy.
" Wendy.." Charle tambah khawatir melihat sikap Wendy, Natsu juga tak kalah khawatir dengan Charle namun ia tak dapat mengeluarkan pertanyaan kepada Wendy.
" Ada satu sihir yang begitu kuat yang masuk ke dalam pikiran Lucy-san, aku tak dapat menghancurkannya. Sepertinya sihir ini membelenggu satu memory Lucy-san." Terang Wendy.
" Eh?itu berarti ingatan Lucy-san tidak dicuri melainkan hanya dibelenggu." Ucap Antoine.
" Jadi ini berarti Lucy akan pulih kembali?" Natsu kembali bersemangat saat mendengar ucapan Antoine, ia pun tersenyum lega saat Antoine mengangguk cepat.
" Salah, tidak semudah itu Lucy akan kembali pulih... kalian tidak tahu sihir seperti apa yang membelenggu pikiran Lucy..." suara dari balik pintu membuat lengkungan di bibir Natsu memudar, Wendy, Charle, Antoine juga Natsu sangat terpaku mendangar ucapan orang tersebut.
" Porlyusica-san." Gumam Wendy.
"_ Aku akan meneliti hal ini lebih lanjut, dan satu hal lagi CEPATLAH KELUAR DARI SINI." Lanjut Porlyusica dengan menaikan nada suaranya.
** Bersambung**
Sampai segitu dulu ya, aku gak tau harus bilang apa lagi.. karena aku benar-benar lagi buntu ide untuk kelanjutan fic ini..hehe
Yups Episode terakhir di Little Promise...
" Sihir yang membelenggu pikiran Lucy begitu kuat, ada kemungkinan sihir ini akan selamanya bersarang di pikirannya dengan kata lain Lucy tak akan mengingatmu lagi."
"Bangunlah... Luce."
