Permisi, Update lagi ya..

Rasanya berat banget... untuk mengakhiri cerita teraneh ini :D

Sesi Pembalasan Riview di bagian Akhir aja ya, So...

Langsung aja, Selamat membaca ^_^

Warning : OOC, Gaje, dan mungkin cerita ini akan menjadi cerita teraneh yang kalian baca.


Little Promise

.

.

.

Disclaimer: Hiro Mashima-sensei


~Episode Terakhir~

"Luce..."

" Huh? Lagi-lagi suara itu." Lucy lagi-lagi mendengar seseorang memanggil namanya dengan lembut, namun ia tidak dapat menemukan pemilik suara tersebut.

" Bangunlah... Luce." Suara tersebut kembali terdengar, dan membuat Lucy bingung.

" Siapa?" Ucap Lucy, tiba-tiba Lucy melihat cahaya yang sangat menyilaukan muncul di hadapannya.

" Ekh... sinar apa ini?" Batin Lucy.

" Luce... ku mohon, jangan tinggalkan aku... bangunlah." Tampaklah sesosok pria di hadapan Lucy, setelah cahaya yang menyilaukan tersebut menghilang.

" Eh? siapa dia? Kenapa aku tak dapat melihat wajahnya?" Lucy terus menatap laki-laki di hadapannya, namun sayang wajah laki-laki tersebut diselimuti oleh cahaya yang membuat Lucy tak dapat mengenali laki-laki tersebut.

" Luce... bangunlah..."

" S-siapa kau?" Ucap Lucy gugup.

" Berjanjilah... jangan tinggalkan aku."

DEG!

Kata-kata barusan membuat jantung Lucy seolah berhenti, iris coklat miliknya kini terbelalak.

" Eh?Kata-kata itu... kenapa? rasanya aku pernah mendengarnya...tapi kapan?" Lucy mencoba mengingat sesuatu namun gagal, sekeras apapun usaha Lucy untuk mengingatnya kepalanya semakin terasa sakit.

" Ukh..." Lucy meringis kesakitan, saat kepalanya terasa sakit. Perlahan ia pun membuka matanya.

.

.

.

" Sudah tiga hari ini Lu-chan belum bangun juga..." ucap Levy, dengan wajah murungnya.

" Hmm.. dan sudah tiga hari ini Natsu-san tidak pergi mengambil misi." Ucap Sky Dragon Slayer sambil menatap ke arah bar, di mana seseorang yang sedang di bicarakannya berada.

" Natsu... mau pergi memancing?" seekor Exceed biru, menghampiri Natsu dan mencoba menghiburnya.

" Maaf Happy... aku sedang tidak bergairah." Balas Natsu dengan wajah murung.

" Natsu... Lucy pasti akan baik-baik saja, aku yakin yang dikatakan Porlyuscha tiga hari yang lalu tidak akan terjadi pada Lucy." Lissana pun mencoba untuk menghibur Natsu, namun lagi-lagi Natsu hanya menoleh ke arahnya sebentar lalu membenamkan wajahnya di meja bar kembali.

" Hmm..." Balasnya tak bersemangat.


FLASHBACK ON

Porlyuscha memeriksa Lucy, setelah ia berhasil mengusir Natsu, Wendy dan Charle keluar. Di sisi lain Antoine menatapnya dengan sedikit rasa ketakutan, Porlyuscha pun menatapnya balik dengan aura yang sangat menyeramkan.

" Kenapa kau masih di sini? Cepat keluar, aku benci manusia." Ucap Porlyuscha dengan tegas.

" Demo_"

"_ Adikmu pasti akan kurawat." Potong Porlyuscha cepat, dan ia pun membanting pintu dengan kuat setelah mendorong paksa Antoine keluar. Hal tersebutpun membuat semua anggota guild sangat terkejut, khususnya Natsu, Wendy, dan Exceed putih yang posisinya paling berada dekat pintu.

" Phew...sepertinya kita memang harus menyerahkan sepenuhnya hal ini pada Porlyuscha." Ucap Natsu pasrah, namun Antoine masih terus menatap pintu yang telah dibanting oleh Porlyuscha dengan wajah cemas.

" Kau tidak perlu cemas, dia pasti dapat mengobati adikmu." Ucap Laxus menghampiri Antoine, kemudian ia pun menepuk kepala Antoine pelan.

" Ah.. Hmm.." Antoine pun sedikit tenang setelah Laxus mengatakan hal tersebut, namun pandangannya masih tak beralih pada pintu tersebut.

(Lima menit kemudian)

Semua anggota Fairy tail terlihat sangat khawatir dengan keadaan Lucy, karena Porlyuscha belum juga keluar dari ruang kesehatan. Antoine pun mulai lelah menunggu, kemudian ia membenamkan wajahnya di meja.

" Hei... Ngomong-ngomong kau hebat juga ya." Ucap Laxus mencairkan suasana cemas di antara mereka.

" Ng? Maksudmu?" Antoine pun mengangkat wajahnya dan menatap Laxus heran.

" Ya... pertarungan tadi, kau menghadangku kan?" Ucap Laxus.

" I-itu..." wajah Antoine pun merona seketika, dan hal tersebut membuat dia canggung dengan Laxus.

" Hhh.. Kau pasti akan menjadi penyihir yang hebat." Lanjut Laxus, kemudian Laxus pun tersenyum.

GREEK

Ketika pintu ruang kesehatan perlahan terbuka, Natsulah yang pertama menghampiri pintu tersebut dengan cepat.

" Bagaimana keadaan Lucy?" pertanyaan Natsu keluar begitu saja, setelah sosok yang di tunggu-tunggu anggota Fairy tail keluar.

" Hhh.. baiklah dengarkan ini baik-baik_" Porlyuscha menatap Natsu sebentar, kemudian ia pun menatap ke seluruh anggota guild dan menghela nafas.

"_ Sihir yang membelenggu pikiran Lucy begitu kuat, ada kemungkinan sihir ini akan selamanya bersarang di pikirannya dengan kata lain Lucy tak akan mengingatmu lagi." Lanjut Porlyuscha, disusul dengan wajah terkejut seluruh mage Fairy tail.

" Tidak mungkin Lucy-san.."

" Lalu bagaimana dengan Adikku?" Tanya Antoine, sesaat Porlyuscha akan pergi.

" Aku masih belum dapat mengeluarkan Black diamon yang berada di dalam tubuhnya. Tapi tampaknya dia baik-baik saja." Balas Porlyuscha dingin. Antoine pun terdiam sejenak, kemudian ia menundukkan kepalanya.

" Terima kasih." Ucap Antoine dengan suara yang sedih.

" Kalian belum boleh masuk ruangan sebelum mereka sadar." Ucap Porlyuscha tegas, lalu ia pun pergi meninggalkan guild Fairy tail.

FLASHBACK OFF


GREEK

Pintu ruang kesehatan perlahan terbuka pelan, dengan perlahan munculah seorang wanita dengan langkah yang masih lemah mencoba keluar dari ruangan tersebut.

" LU-CY..." ucapan Mira berhasil membuat Natsu mengangkat kepalanya, dan menoleh ke arah Mira.

" LUCY..." Ucapan Natsu kali ini membuat Lucy menoleh ke arahnya, kemudian Natsu pun menghampiri Lucy dan tanpa basa-basi lagi langsung memeluk Lucy.

" Eh?" Lucy tak membalas pelukan Natsu, ia hanya menatap heran pada semuanya, Antoine yang melihat Lucy telah sadar, langsung menuju ke ruangan kesehatan untuk melihat Karen. Tapi saat ia berada di dalam ruangan tersebut, Karen masih terbaring tak sadar.

" Lu-chan syukurlah, kau telah sadar." Ucap Levy setelah Lucy di bimbing untuk menuju ke tengah-tengah ruang guild.

" Huh? Sebenarnya ada apa Levy-chan?" Ucap Lucy sambil menatap Levy heran.

" Ng.. Lu-chan selama tiga hari ini tak sadarkan diri.." terang Levy.

"Heh...TIGA HARI?" jerit Lucy sangat terkejut.

" Lucy, kau belum pulih betul... sebaiknya kau istirahat." Potong Erza cepat, kemudian ia pun merangkul tubuh Lucy kembali ke ruang kesehatan. Natsu pun mengikutinya dari belakang.

" Levy, sebaiknya kau tidak memberi tahu Lucy soal kejadian itu... berbahaya bagi fisiknya sekarang." Bisik Lissana.

" Mmm.. Gomene." Ucap Levy dengan wajah menyesal.

" Ng.. Erza, tunggu..." Lucy tiba-tiba menghentikan Langkahnya.

" Ada apa Lucy?" ucap Erza heran, Lucy pun menoleh dan menatap Natsu. Erza yang melihatnya pun sedikit cemas akan apa yang terjadi setelah ini, begitupun dengan Natsu. Namun kecemasan mereka menghilang saat Lucy tersenyum padanya, Natsu pun membalas senyuman Lucy.

" Ngomong-ngomong dia siapa Erza?"

DEG!

Pertanyaan Lucy barusan seakan menjadi pedang di hati Natsu, namun sekuat tenaga Natsu terus mempertahankan senyumnya. Mage yang lainpun ikut menoleh ke arah Erza, Lucy, dan juga Natsu. tak sedikit dari mereka yang membelalakan matanya, sedangkan yang dilontarkan pertanyaan hanya terdiam sejenak. Kemudian dengan gugup ia mencoba menjawab.

" D-dia.." Erza tampak gugup dan ragu untuk menjawabnya.

" Namaku Natsu yo... Natsu Dragneel, aku adalah anggota baru Fairy tail.. senang bertemu denganmu Lucy Heartfilia." Natsu mencoba untuk bersikap santai, ia berusaha menunjukan grins khasnya pada Lucy walaupun hatinya sangat terluka.

" Nat-su." Erza sangat terkejut dengan sikap Natsu, begitupun dengan para anggota guild yang lain.

" Huh? Benarkah kau anggota baru... pelukan yang tadi rasanya_"

"_Itu sebagai salam perkenalan dariku hehehe..." Potong Natsu cepat, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

" Ah.. hahaha... salam perkenalan yang lucu, baiklah salam kenal Natsu." Lucy menyodorkan tangannya pada Natsu, dan tak lama Natsu pun menyambutnya. Setelah mereka saling berjabat tangan, Erza pun kembali merangkul Lucy untuk beristirahat di ruang kesehatan.

Di ruang kesehatan, Lucy kembali merasa heran akan keberadaan Antoine. Ia menatap Antoine, begitupun dengan Antoine. Lalu Antoine pun berdiri dan tersenyum pada Lucy.

" Erza... Apakah dia juga anggota baru Fairy tail?" Bisik Lucy pelan pada Erza.

" Namaku Antoine McQueen, Lucy-san... tapi aku bukan anggota guild ini, kebetulan Fairy tail telah menolong kami." Ucap Antoine sambil beralih pandang pada Karen.

" Dia?Ekh..." Tubuh Lucy menggigil seketika saat melihat Karen yang masih tak sadarkan diri.

" Lucy... kau baik-baik saja?" Ucap Natsu khawatir.

" Dia... Black diamond." Ucap Lucy, masih dengan tubuh yang bergetar.

"Tenanglah Lucy, Black diamond memang berada di dalam tubuhnya, tapi dia adalah anak perempuan biasa." Terang Erza.

" Eh? Jadi tubuhnya dikuasai oleh Black diamond?" Ucap Lucy terkejut.

" Hmm.." Antoine membalasnya dengan wajah yang sedih.

" Baiklah Lucy, sekarang kembali istirahat ya." Ucap Erza, Lucy hanya membalasnya dengan sebuah anggukan.

" Tampaknya ia masih mengingat kejadian tiga hari yang lalu..." Bisik Erza pelan pada Natsu.

" Ya... kurasa begitu." balas Natsu sambil memandangi wajah Lucy yang telah memejamkan matanya.

Setelah Lucy benar-benar terlelap dalam tidurnya, tiba-tiba Loki muncul di hadapan Erza dan juga Natsu. Tentu saja Antoine yang merasa asing dengan wajah Loki pun menatapnya dengan terkejut.

" Loki?" ucap Erza.

" Natsu, dengarkan aku... maaf atas semuanya, aku yang telah membuat kau menjauh dari Lucy... sampai akhirnya ...," Loki menghampiri tubuh Lucy yang sedang terlelap, dengan wajah yang penuh penyesalan. Natsu pun akhirnya menepuk pundak Loki pelan, kemudian ia menunjukkan grinsnya pada Loki.

" Sudahlah Loke, cukup dengan melihat Lucy dalam keadaan baik-baik saja itu sudah cukup bagiku." Ucap Natsu.

" Hmm... " Loki masih menatap Lucy dengan wajah menyesal. " Natsu..." Lanjutnya lagi, menatap ke arah Karen yang masih tak sadarkan diri.

" Huh?" Ucap Natsu.

" Kau pasti dapat menyelamatkan Lucy dan gadis itu, yang harus kau lakukan hanya membuat Lucy ingat kembali kepadamu dengan begitu gadis itu akan tersadar." Ucap Loki kemudian.

" Eh? jadi maksudmu adikku tidak akan sadar sebelum Lucy-san ingat kembali pada Natsu-san?" Ucap Antoine.

" Yah.. Kurasa begitu." Ucap Loki.

" Luce, aku pasti akan membuatmu ingat kembali padaku! itu pasti." Batin Natsu, sedangkan Erza hanya menatap Natsu.


_skip time_


Satu bulan telah berlalu, Lucy pun telah pulih dari keadaannya walaupun ia masih belum dapat mengingat Natsu. Antoine pun memutuskan untuk bergabung dengan penyihir Fairy tail atas bujuk rayu Laxus.

" Natsu... mau ikut menjalankan misi bersamaku lagi?" Ucap Lucy dengan wajah merona.

" Tentu saja." Ucap Natsu seperti biasa dengan grins khasnya yang selalu membuat Lucy semakin blushing.

Misi kali ini adalah misi tidak berbahaya, Lucy dan Natsu hanya disuruh untuk mengawal barang berharga milik salah satu keluarga terkaya di Fiore dari para pembajak. Karena Natsu adalah seorang mage yang tak tahan dengan transportasi maka ia meminta Wendy, Charle dan juga Happy tentunya untuk ikut misi bersamanya, dan saat di tengah perjalanan meraka pun dihadang oleh segerombolan pembajak.

" Lucy, Wendy, berhati-hatilah." Ucap Natsu, Namun sayangnya Natsu sendirilah yang keadaannya terancam.

" NATSU BAHAYA." Saat salah satu perompak akan menghajarnya, Lucy pun menyadari hal tersebut dan langsung mengambil alih posisi Natsu seperti sebuah tameng untuk Natsu.

" LU-CY?" Mata Onix milik Natsu pun membesar ketika melihat tubuh Lucy telah terpental jauh.

" Lucy-san.." Wendy pun ikut terkejut saat melihat kejadian tersebut, dan langsung menghampiri Lucy untuk memberikan sihir penyembuhnya. Sedangkan Natsu kembali menghajar perompak yang telah menghajar Lucy dan membuatnya pingsan.

Setelah Natsu berhasil mengalahkan semua, dan Lucy kembali pulih. Ia pun berhasil mengawal barang berharga tersebut tanpa cacat sedikitpun dan akhirnya mereka kembali menuju Fairy tail. Di tengah perjalanan Natsu berhenti dan menatap Lucy dengan serius dan juga cemas.

" Eh? Natsu.. ada apa?" Ucap Lucy menatapnya heran.

"Lucy..berjanjilah, jangan pernah tinggalkan aku lagi." Ucap Natsu tiba-tiba.

" Eh? kata-kata itu ...,"Lucy pun tiba-tiba merasakan suatu ingatan yang melintas dalam pikirannya. Saat ia berusaha untuk mengingatnya, bayangan dalam pikirannya semakin jelas. " Ekh." Lucy kembali merasakan sakit pada kepalanya.

" Luce? Kau baik-baik saja?" Ucap Natsu khawatir.

.

.

.

Di fairy tail, Antoine masih menjaga Karen setelah ia pulang menjalankan misi bersama Laxus. Ia tampak terkejut saat tiba-tiba tubuh karen di kelilingi oleh cahaya, Mira yang sedang melewati ruang kesehatanpun ikut terkejut saat melihat ruangan tersebut di penuhi dengan sinar.

" Ada apa ini Antoine-kun?" Ucap Mira saat ia masuk ke ruang kesehatan.

" Lihat itu Mira-san, ada sesuatu yang keluar dari tubuh Karen." Ucap Antoine terkejut.

" Black diamond." Ucap Mira, terkejut sekaligus senang.

" Mungkinkah? Lucy-san?"

" Hmm.. Natsu telah berhasil..." Ucap Mira lega.

" Syukurlah." Ucap Antoine.

.

.

.

" Nat-su ..." Lucy menatap Natsu dengan tatapan yang sangat bahagia, kemudian ia pun memeluk Natsu dengan sangat erat.

" Eh? Lucy?" Natsu sangat heran akan sikap yang di tunjukkan Lucy padanya, namun ia tetap membalas pelukan Lucy.

" Akhirnya kau kembali, Natsu." Ucap Lucy, sontak membuat Natsu, Wendy, Charle, dan Happy terbelalak.

" Lucy-san?"

" Kau ingat Luce?" Ucap Natsu.

" Hmm..dasar bodoh, kenapa waktu itu kau bilang kalau kau adalah anggota baru Fairy tail..." Ucap Lucy, kemudian ia pun menangis dalam pelukan Natsu.

" Gomene." Natsu pun membenamkan wajahnya di bahu Lucy.

" Hieeeee.. akhirnya Lucy ingat pada Natsu." Happy pun ikut menangis dan segera terbang ke dalam pelukan Natsu dan Lucy. Natsu, Wendy, dan Charle yang melihatnya hanya tertawa.

Saat mereka semua telah kembali ke fairy tail, wanita kecil dengan rambut hitam terurai panjang telah menantinya di depan pintu guild sambil memegang benda kecil berwarna hitam yang terlihat seperti kristal.

Mata dark bluenya terus menatap lurus dan datar, saat ia mendapati Natsu, Lucy, Wendy, berserta Happy dan Charle semakin mendekati guild. Saat mereka saling berhadapan Lucy , Natsu dan Wendy menghentikan langkahnya, Karen pun menatap Lucy lama dan masih tetap tak bersuara. Lucy sedikit ngeri diberikan tatapan dingin seperti itu, kemudian tak lama keluarlah anak laki-laki yang sangat mirip dengan wanita kecil tersebut sambil tersenyum pada Natsu, Lucy, Happy, Wendy dan juga Charle.

" Selamat datang Natsu-san, Lucy-san, Happy, Wendy-san, dan juga Charle." Antoine menyambut lembut kedatangan mereka.

" Antoine? Dia.." Ucap Natsu.

" Karen McQueen, salam kenal..." Potong gadis kecil tersebut, dengan senyum yang sangat manis menurut Lucy.

" Karen?" Ucap Lucy.

" Lucy-san, benar?"

" Ah..ng.." Balas Lucy malu.

" Arigatou, karena Lucy-san aku bisa sadar kembali, dan... ini..." setelah membungkukkan tubuhnya pada Lucy kemudian Karen pun menyerahkan benda hitam tersebut pada Lucy.

" Eh? ini?" Ucap Lucy.

" Black Diamond." Tambah Charle, dengan wajah yang tampang terkejut.

" Hmm.. kurasa Lucy-sanlah yang berhak memiliki benda tersebut, karena dari awal benda tersebut memang menginginkan Lucy-san untuk menjadi pemiliknya." Terang Antoine, kemudian saat Black diamond beralih ke tangan Lucy, benda tersebut kembali memancarkan sinar kemudian warnanya perlahan berubah menjadi warna Pink kristal.

" Heh?" semua yang melihat kejadian tersebutpun tak dapat berkata apapun, kecuali takjub akan keindahan yang dipancarkan oleh warna black diamond yang telah berubah warna tersebut.


_Skip time_


Guild Fairy Tail kembali ceria setelah ingatan Lucy tentang Natsu kembali sepenuhnya, mereka pun mengadakan pesta besar-besaran walaupun berakhir dengan keributan yang dipicu oleh Natsu. Sedangkan Karen, dengan wajah bahagia akhirnya cap lambang guild Fairy tail pun berada di punggung bagian kirinya seperti Levy. Lucy hanya tersenyum melihat, guild kembali seperti sedia kala. Lalu kemudianLucy keluar mencari angin segar di sekitar guild Fairy tail.

" Luce kau mau kemana? ayo masuk." Lucy tersenyum saat melihat seorang yang sangat dicintainya telah berada di belakangnya.

" Natsu... Aku ingin menunjukan sesuatu padamu." Ucap Lucy tersenyum.

" Apa?"

" Ayo ikut aku... " Lucy pun mengajak Natsu hingga tiba di suatu tempat.

" Luce...ini ...," pandangan Natsu tak beralih dari tempat yang telah Lucy tunjukan untuknya.

" Hadiah dari Loke untuk kita." Ucap Lucy dengan sebuah lengkungan di kedua sudut bibirnya. Kemudian Lucy mengambil tempat di bawah sebuah pohon rindang, setelah itu Natsu ikut mengambil posisi di samping Lucy. Setelah mereka saling duduk bersebelahan, tak banyak kata-kata yang keluar dari bibir keduanya. Lucy begitu menikmati keindahan yang diberikan oleh tempat tersebut, begitupun dengan Natsu hingga warna langit berubah menjadi jingga.

" Luce... sudah mulai sore, sebaiknya kita kembali ke guild." Natsu mulai beranjak dari tempatnya, namun Lucy masih terdiam.

" Luce?" Natsu menoleh dan menatap Lucy heran, saat Lucy tidak membalas perkataanya.

" Natsu... aku sangat takut." Wajah Lucy tertutupi oleh poninya, tubuhnya pun bergetar. Natsu pun menghampirinya dan kemudian ia menyamakan tingginya dengan Lucy yang masih duduk dengan berjongkok di hadapannya.

" Apa yang kau takutkan?" Natsu pun menatap Lucy dengan sorot mata yang lembut, kemudian Lucy mengangkat wajahnya dan menatap balik Natsu dengan wajah khawatir.

" Natsu... aku takut jika kejadian sebulan yang lalu kembali terjadi padaku. aku tak ingin melupakanmu lagi Natsu." Ucap Lucy mulai menangis.

" Luce... Hmm." Natsu tersenyum pada Lucy, dan mengangkat jari kelingkingnya.

" Eh?" mata Lucy pun terbelalak, melihat sikap Natsu.

" Aku akan tetap menjagamu Luce, dan berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku lagi." Ucap Natsu masih dengan mengacungkan jari kelingkingnya.

" Nat-su... Hmm..aku janji." Lucy pun mengangguk dan tersenyum pada Natsu, setelah menyeka air matanya kemudian ia menyambut jari kelingking Natsu dengan mengaitkan jari kelingkingnya.


_Tamat_


Hahaha akhirnya selesai juga, cerita aneh ini. maaf ya panjang banget sampe menghabiskan 15 page... hehe

Ya udah, seperti yang telah aku janjikan... bales riview.

Bjtatihowo : soalnya Porlyuscha itu misterius banget bagi aku, jadi aku rada susah untuk memunculkan karakternya di sini. Jadinya OOC deh... dan yang lainnya soalnya aku baca di komik onlinenya tulisannya gitu, jadi aku mengikuti yang ada di komik. Makasih sudah meralat. ^_^

Hitomi No Azure : haha bahaya juga ya, kalau ada Fans yang psikopat #Eh? hehe.. semoga kamu ngerti endingnya deh ya... aku sendiri juga gak ngerti sama fic ini..haha #dibacok reader xD dan gak tau deh mau ngomong apa lagi, entah menurutmu endingnya manis, asem, pahit atau asin.. black diamon itu bentuknya ya kaya kristal biasa. Terimakasih atas riviewnya.

Hina Heartfilia: ahahaha..iya maaf-maaf, makasih ya atas riviewnya... semoga kamu puas sama endingnya.

Unyu : terimakasih banyak atas riviewnya, semoga endingnya memuaskan kamu..hehe

Yups sekali lagi terima kasih atas reader yang mau baca fic ini, khususnya reader yang telah membantu menyemangati aku dengan meriview fic aneh ini, dan menjadikan fic ini sebagai salah satu Fave story kalian.. Jaa ne

Salam ai2 Lucky