TWO-SHOTS

Title : Mr. Green Tea

Author : ssnowish

Pairing : HunHan (Sehun/Luhan)

Rate : T

Genre : Fluff, Romance

Warning : BOYxBOY

CHAPTER 2-END


Kali ini langsung saya upload chapter 2 nya karna emang tadinya ini one shot, cuma kepanjangan jadinya two-shots :D

Yap, dan untuk chapter ini pindah jadi pake author POV. Maaf jika ada typo dan keanehan.

Selamat membaca :) !


Author POV

"Bisakah kau berhenti bersiul?"

Sehun mulai merasakan tekanan darah didalam tubuhnya meningkat tinggi. Jemari tangannya menggenggam erat pensil dan menimbulkan suara gemertak pelan.

"Kyungsoo-ah, Sehunnie kita sudah beranjak dewasa~" ,namja dengan tinggi badan yang setara dengan Sehun itu menggeser kursi tepat didepan meja Sehun. Menaruh dagunya di bagian sandaran kursi, dengan nakalnya masih bersiul-siul tersenyum pada Sehun yang masih menunjukkan muka datar –tapi sedikit kesal- .

Namja yang tadi dipanggil dengan nama Kyungsoo hanya terdiam memandangi Sehun dengan mata bulatnya yang membuat ia seperti berekspresi terkejut.

"Jongin, kuperingatkan kau sekali lagi, siulan mu itu sangat mengganggu, aku sedang menyelesaikan PR ku yang belum selesai", Sehun rasanya ingin melempar wajah namja didepannya itu dengan buku sejarah yang tebal di mejanya.

"Kau mengancamku~?", ucap Jongin menggoda.

"Akan ku beritahukan kepada bibi semua-"

"Iya iya sehun aku mengerti ! Aku akan berhenti bersiul", Jongin mengacak rambutnya frustasi. Ancaman Sehun itu selalu berhasil membungkam diam Jongin setiap saat. Mereka berteman sejak kecil, jadi Sehun tahu semua rahasia Jongin.

"Kyungsoo-yaaa~ Sehunnie jahat padaku~", Jongin memeluk pinggang Kyungsoo yang sedari tadi hanya berdiri di sebelah bangku sehun memperhatikan kelakuan mereka berdua. Kyungsoo menghela nafas dan menggelengkan kepalanya. "Jongin, jangan ganggu Sehunnie, dia sedang menyelesaikan pekerjaannya"

Jongin merasa sebal sekarang Kyungsoo juga menyuruhnya diam.

"Tapi aku hanya ingin menggodanya sedikit!"

Sehun menaikkan alisnya, "Kapan harimu dilewati tanpa menggodaku?"

"Yang kali ini berbeda! 'Jongin-ah,apa kau bisa membantuku mencarikan alamat SMA XX~ Tolonglah aku kali ini, aku harus mengembalikan payung orang itu, kumohon~' ", Jongin memasang suara palsu pembicaraan di telpon dengan Sehun tadi malam.

Sehun melemparkan pensil-nya ke arah Jongin. "Aku tidak berbicara dengan nada seperti itu bodoh!"

"Sejak kapan seorang Oh Sehun peduli dengan orang lain~ ini hebat sekali . Sampai lupa mengerjakan PR Sejarahnya. Wow~ Kyungsoo-ah, apakah ini …..cin-ta?", hampir saja buku setebal 548 halaman mengenai wajah Jongin jika dia tidak cepat-cepat menghindar. Tapi dia masih saja menyengir lebar menunjukan derean gigi putihnya.

Sehun masih ingin melemparkan segala alat tulis yang ada di mejanya ke kepala Jongin tapi untung bel masuk kelas menyelamatkan nyawa namja berkulit sedikit lebih gelap itu.

Kyungsoo dan Jongin kembali ke bangku mereka masing-masing, dan Sehun mulai bernafas lega.

"Apa aku harus ke sekolah nya ? Tapi dengan sekolah sebesar itu, bagaimana bisa aku mencari satu orang yang bahkan namanya saja aku tidak tahu. Bagaimana kalau saat aku kesana ternyata dia sudah pulang", Sehun berpikir keras dalam hatinya.

Jongin terkekeh melihat raut wajah sahabatnya itu, seperti tahu apa yang Sehun pikirkan. Ia melempar kertas kecil ke arah Sehun, sengaja menggodanya.

Sehun melayangkan tatapan mematikan pada Jongin.

Kyungsoo lagi-lagi hanya dapat menggelengkan kepalanya.

0o0o0o0o0o0

Sepulang sekolah, Sehun memutuskan untuk menunggu si rusa kecil di stasiun saja untuk mengembalikan payungnya.

Sudah lewat 1 jam dari waktu biasanya mereka sering berada di stasiun setiap harinya. Sehun melihat sekali lagi jam tangannya. "Tumben sekali dia tidak ada, tadi pagi pun dia juga tidak terlihat di stasiun", pada akhirnya Sehun memutuskan untuk pulang.

Keesokan paginya tidak terlihat batang hidung maupun jejak dari si rusa kecilnya. Sehun sedikit kecewa. "Kemana dia?"

Di kelas Sehun tidak dapat berkonsentrasi karena terus memikirkan si rusa kecil yang sudah dua hari tidak muncul di stasiun. "Apa aku harus benar-benar ke sekolahnya?" , sesekali ia melihat payung yang ia letakkan di samping kursinya -masih terlipat rapi-.

"Mister~ Umbrella~" , terdengar suara Jongin menggodanya. Sehun secara reflek menggetok kepala Jongin dengan keras. Kyungsoo segera menarik Jongin kembali ke kursinya, terlihat ia menggumam 'maaf' kepada Songsaenim yang daritadi melayangkan tatapan aneh kepada Jongin dan Sehun.

Jongin melempar kertas ke arah Sehun, dan mulutnya membentuk kalimat 'cepat buka' yang dengan ogah-ogahan akhirnya Sehun buka.

'Jangan sia-siakan perjuanganku untuk bertanya alamat sekolah si mister umbrella kepada sepupuku. Pergi sana!'

Sehun mendengus kesal. Jongin selalu mendramatisir setiap keadaan.

"Baiklah…."

Dan disinilah akhirnya seorang Oh Sehun berdiri. Di depan gerbang SMA XX , tempat rusa kecil Sehun –dari informasi Jongin- bersekolah.

Sudah dua hari si rusa kecil tidak muncul,hal ini membuat Sehun –sebenarnya- khawatir setengah mati , tapi dia tidak mau mengakuinya. Setidaknya, tidak didepan Jongin atau Kyungsoo.

Sehun meyakinkan dirinya sekali lagi. "Baiklah, sekarang bagaimana kau bisa menemukannya?" , tanya Sehun pada dirinya sendiri.

Sehun melihat sekelilingnya. Siswa-siswi berlalu-lalang, dan tidak ada wajah familiar yang dia kenal sama sekali.

Sehun terlihat mengetuk dagunya dengan jari telunjuk kanannya,berpikir keras. "Cari orang dengan wajah sama seperti dirinya, yang terlihat baby face. Ya benar, biasanya orang akan berteman baik dengan orang yang berwajah mirip dengannya. Ah benar sekali, kau cerdas Sehun!" , sesaat Sehun mengernyitkan dahi, "Tunggu, itu berarti aku dan Jongin mirip? Ah- tidak aku tidak mau disamakan dengan bocah itu! Tidak-ah Sehun ini bukan waktunya untuk memikirkan hal seperti itu! Ayo fokus!" , Sehun mengacak rambutnya sendiri sambil memperhatikan setiap siswa yang lewat di halaman sekolah ini.

"Mmm…seseorang yang baby face… yang ba-" , pupil mata Sehun melebar. "AH!" , ia melihat seorang namja dengan rambut coklat tua tanpa poni, wajahnya sangat chubby menunjukkan bahwa dia terlihat baby face sedang berjalan sambil memakan bakpau hangat menuju gerbang sekolah. Tanpa babibu Sehun langsung menghampirinya ,membuat namja chubby itu kaget.

"Si-siapa?"

"Ah, maaf mengganggumu. Boleh minta waktu sebentar?"

"A-apa? Maaf tapi aku sedang tidak tertarik untuk menjalin hubungan dengan sese-"

"Bukan! Aku bukan ingin mengajakmu nge-date. Aku hanya ingin bertanya sesuatu"

Namja chubby itu memeriksa Sehun dari atas ke bawah, memperhatikan seragam sekolah Sehun. "Oh, kau bukan dari sekolah ini. Baiklah, Kau ingin bertanya apa?", nada bicara namja chubby itu melembut ketika mengetahui mungkin Sehun siswa sekolah lain yang membutuhkan bantuan.

"Apa kau kenal dengan pemilik payung ini?", Sehun menunjukkan payung biru yang sejak tadi dibawanya.

Alis namja chubby itu terangkat keduanya, "Kau pikir aku penjual payung di sekolah ini hah! Mana bisa aku tahu itu payung milik siapa!", namja chubby itu mengerutkan dahinya.

"Bu-bukan begitu. Hanya saja aku tidak tahu namanya, aku hanya tahu dia bersekolah disini", Sehun sudah hampir putus asa. Mencari si rusa kecil itu, dan bertanya pada namja chubby ini.

"Bagaimana bisa kau mencari orang tanpa tahu namanya", gumam namja chubby itu dengan pelan, tapi Sehun masih dapat mendengarnya. Ia menarik nafas panjang. Sepertinya memang percuma mencari ke sekolah ini.

"Hei, wajahmu jangan sedih begitu. Baiklah, aku akan membantumu mencari pemilik payung itu"

Raut wajah Sehun sedikit cerah kembali. "Benarkah?"

Namja chubby itu mengangguk. "Siapa namamu?"

"Sehun. Oh Sehun"

"Baiklah Sehun, namaku Xiumin. Sekarang ceritakan ciri-ciri orang yang kau cari itu"

Sehun mengingat-ingat dengan seksama figur rusa kecil itu. "Ng…tingginya beberapa senti dibawahku, sepertinya hampir sama denganmu. Rambutnya coklat terang seperti madu, matanya bersinar dengan bola mata yang besar, hidungnya mungil, bibir pink yang juga mungil, kulitnya putih seperti-"

Namja chubby itu terlihat berpikir dan memberikan tatapan aneh kepada Sehun. Ia lalu mengambil payung itu dari tangan Sehun, membukanya dan mengamati. Dahinya mengerut.

Sehun heran melihat Xiumin, "Apa-"

Mulut Xiumin sedikit menganga lebar. Ia menunjukkan sebuah tulisan tangan di tepian payung itu. "Lu" , begitulah tulisan itu terbaca, dengan sebuah gambar kepala rusa di sebelahnya.

"Luhan, ini payung milik Luhan!"

Sehun membelalakan matanya, "Kau kenal-"

"OH MY GOD!", Xiumin menunjuk dengan jari telunjuknya tepat di wajah Sehun yang membuat Sehun menatap horor namja chubby didepannya itu.

"Kau Mister Green Tea!"

0o0o0o0o0o0

Sehun menyeruput Ice Green Tea pesanannya di sebuah kafe tidak jauh dari sekolah Xiumin dan…..Luhan.

Ya, sekarang Sehun sudah mengetahui namanya. Luhan.

Sehun tersenyum kecil dalam hati merasakan lidahnya menyebutkan nama itu.

"Aku tidak menyangka kau akan datang mencari Luhan", Xiumin mengambil satu sendok potongan opera cake kesayangannya nomor dua setelah bakpau hangat.

Sehun hanya menatap Xiumin, sedikit menyunggingkan senyum.

"Pantas saja Luhan sampai sakit, ternyata dia meninggalkan payungnya kepadamu. Dasar anak itu begitu ceroboh"

Sehun mengangguk sangat menyetujui kalimat terakhir Xiumin itu.

"Sayang ,Luhan tadi juga belum sembuh. Tadi dia mengirim pesan besok mungkin baru akan mulai masuk sekolah", sebelum memakan potongan terakhir opera cake-nya, Xiumin memberikan ponselnya pada Sehun. "Simpan nomormu, datanglah besok dengan payung itu, aku akan memberitahu kelas kami padamu"

Sehun mengambil ponsel Xiumin dan menyimpan nomornya. Saat akan keluar ke layar utama, Sehun melihat wallpaper ponsel itu, yaitu foto Xiumin dengan satu orang yang Sehun yakin seratus persen adalah Luhan. Mereka sama-sama menggembungkan pipi, memperlihatkan aegyo mematikan. Mata Sehun tidak dapat lepas dari wajah Luhan.

"Kau ingin melihat foto-fotonya yang lain? Ada banyak di album foto", Xiumin merebut ponselnya lalu memberikannya lagi pada Sehun setelah membuka folder "baozi & deer : )" .

Tadinya Sehun tampak ragu, "A-ah baiklah", tapi tidak ada salahnya ,toh ia sudah rindu sekali dua hari tidak bertemu rusa kecilnya itu.

Sehun sesekali terlihat tersenyum melihat foto-foto luhan di folder album itu. Luhan saat festival olahraga, Luhan saat memberikan surprise di ulang tahun Xiumin, Luhan sedang tidur di kelas, Luhan sedang mengikat sepatunya, Luhan tersenyum dengan manisnya saat ia menerima penghargaan juara pertama kontes menyanyi di sekolahnya.

"Biasanya aku tidak akan sembarangan orang mendekati baby-ku. Tapi berhubung kau adalah mister green tea yang sering Luhan bicarakan. Jadi aku akan membantumu", Xiumin mengedipkan satu matanya pada Sehun.

Sehun mengerutkan alisnya, "D-dia sering membicarakanku?"

Xiumin mengangguk dengan ceria. "Beberapa hari yang lalu dia sering bercerita bertemu dengan namja di stasiun yang selalu menarik perhatiannya, dia selalu mendeskripsikanmu 'seperti minuman green tea' kesukaannya".

Pipi Sehun sedikit merona merah, tapi ia langsung pura-pura melihat foto-foto di ponsel Xiumin kembali. Matanya terbelalak saat melihat foto seorang yeoja dengan rambut ikal hitam panjang, kaki yang ramping menggunakan mini-skirt, bulu mata lentik yang panjang, bibir pink plump yang mempesona, benar-benar yeoja yang sempurna. Tapi rasanya Sehun mengenal wajah ini.

Xiumin terkekeh geli. "Akhirnya kau menemukan foto itu"

Sehun mendongakkan wajahnya, "Dia…"

"Dia Luhan.."

Pertahanan Sehun runtuh seutuhnya. "Mana ada seseorang yang begitu sempurna sebagai namja dan sebagai yeoja?". Tapi sepertinya pertanyaan Sehun itu sudah terjawab sekarang.

"Dia sangat populer di sekolah. Sebutan Luhan adalah Princess Lulu, dia sangat lucu dan cantik, murid-murid yeoja sering sekali menggodanya dan memaksa dia menggunakan baju-baju ulzzang yeoja. Sedangkan para murid namja selalu menunggunya di luar kelas untuk sekedar menyapanya atau mungkin memandangnya"

Sehun dapat membayangkan Luhan mengenakan pakaian para ulzzang yeoja yang kelewat feminin dan lucu.

"Luhan sangatlah polos, dan sedikit ceroboh. Tapi di balik itu ia sangat keras kepala dan terlalu baik hati. Aku harap kau tidak akan menyakitinya", untuk pertama kalinya Xiumin menatap Sehun dengan serius.

"Tapi ….aku tidak bermaksud begitu. Aku dan dia hanya…"

"Aku tahu, bahkan kalian belum sempat berkenalan. Tapi, apa salahnya berjuang? Kau harus cepat karena kurasa banyak yang akan mengejarnya. Tapi kau spesial, karena kau mendapat restu dariku!", Xiumin memberikan cengiran lebar dan menepuk pundak Sehun sebelum beranjak pamit karena dia harus pulang mengantar barang ke rumah sepupunya. "Good luck", ucap Xiumin di ambang pintu kafe. Meninggalkan Sehun yang hanya bisa tertegun.

0o0o0o0o0o0

Setelah menerima pesan dari Xiumin tadi malam, Sehun dengan mantap berjalan menyusuri koridor sekolah tempat Luhan berada. Hanya demi ini, Sehun membolos pelajaran pertama. Seorang Oh Sehun membolos. Keajaiban yang bahkan dia saja tidak percaya. Untung saja Jongin membantunya berbohong kepada Fei Songsaenim dengan berkata bahwa Sehun tidak enak badan.

Murid-murid yang juga berada di koridor beberapa terlihat berbisik memandangi Sehun. "Dia tampan sekali" "Cool" "Siapa dia? Dari sekolah lain?"

Sehun hanya mengacuhkan bisikan-bisikan itu dengan tetap memasang tampang poker-face andalannya.

"Tiga A, tiga A. Ah itu dia.", Sehun berhenti didepan kelas yang dia yakin ini adalah kelas Xiumin dan Luhan. Ia mengecek pesan Xiumin sekali lagi, "Jika dari petunjuk arah yang Xiumin-hyung tuliskan tadi malam sih ini sudah benar". Sehun memutuskan untuk mengirim pesan pada Xiumin.

"Hyung aku sudah didepan kelas"

Tidak berapa lama, Xiumin membuka pintu dan tersenyum pada Sehun. "Hai Sehun, aku kira kau akan datang saat pulang sekolah"

"Aku hanya khawatir aku akan pulang lebih sore karena ada ekskul basket sore nanti. Jadi aku membolos pada pelajaran pertama saja"

Xiumin mengangguk sambil sedikit membuka pintu kelas lebih lebar. "Lulu sudah masuk, tapi sepertinya ia masih sedikit lemas", ia memberikan isyarat ke arah tempat duduk Luhan. Sehun sedikit melongok. Sudut bibirnya sedikit terangkat ketika ia melihat rambut coklat terang sedang membenamkan wajahnya di meja.

"Hey Lu", seru Xiumin sedikit keras, meyakinkan bahwa Luhan mendengar panggilannya.

"Hmm?", terdengar Luhan menjawab dengan suara yang masih sengau. Xiumin tertawa kecil mendengar jawaban sahabatnya yang terdengar malas-malasan itu.

"Ada yang mencarimu"

Sehun menggenggam erat payung biru di tangannya. Ini adalah saatnya ia bertatapan dengan rusa kecilnya itu lagi. Akhirnya.

"Sia-"

Sehun dapat melihat mata Luhan yang tadinya terpejam sekarang terbelalak lebar melihat dirinya di ambang pintu kelas. Sehun mendengar suara kursi dan meja bergeser dan dengan cepat Luhan berlari melewatinya.

Sehun masih terkaget, "Kenapa Luhan berlari?"

"Tunggu!", Sehun reflek langsung mengejar Luhan. Ia tidak mengerti, untuk apa Luhan menghindarinya?

Sehun yang notabene mempunyai langkah kaki yang lebih lebar daripada Luhan dengan mudah menangkap pergelangan tangannya. Luhan mau tidak mau harus berhenti. "Berhenti menghindariku" , suara Sehun membuat jantung Luhan berdebar kencang.

Sehun menunggu Luhan mengatakan sesuatu, ia mempererat genggamannya. Ia tidak akan melepasnya, ia sudah sejauh ini untuk mencari rusa kecil ini, tidak ada hal yang bisa melepaskannya lagi.

"Aku tidak menghindarimu", suara Luhan terdengar agak ragu, matanya mengerjap-ngerjap panik. Sehun tersenyum, khas dia sekali.

"Berlari melewati orang yang sengaja mencarimu itu namanya menghindar"

Luhan hanya terdiam. Seperti rusa kecil yang akhirnya tertangkap oleh serigala.

Sehun yang tidak tahan akhirnya menarik kedua bahu Luhan agar berbalik padanya, menghadap kepadanya. Tapi ternyata Luhan masih saja menunduk, menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah sempurna. Sehun menghela nafas melihat tingkah Luhan. "Dengar, Luhan"

Luhan akhirnya mendongakkan wajahnya, menatap Sehun dengan kaget. "Tunggu, kau tahu namaku?"

Sehun memutar bola matanya, "Aku sampai tahu dimana kelasmu tentu saja aku tahu namamu, Princess Lulu" , ia memutuskan untuk sekedar menggoda Luhan. Sepertinya berteman 7 tahun dengan Jongin membuahkan hasil juga. Pasti sekarang Jongin sedang melonjak kegirangan karena berhasil mempengaruhi Sehun dengan segala jurusnya.

Ekspresi wajah Luhan sangat menggemaskan dan membuat Sehun ingin segera mengecupkan bibirnya ke bibir kecil itu. "Wha-" , sekejap Luhan terlihat seperti mencibirkan bibirnya, mengumpat sesuatu.

"Ini, aku kembalikan payungmu", Sehun tidak lupa akan tujuan utamanya sebenarnya datang kesini. Sehun dapat melihat wajah Luhan yang semakin memerah melihat payung biru miliknya yang digenggam oleh Sehun. "Terimakasih banyak. Kau sempat membuatku kaget waktu itu, karena kau sendiri jadi kehujanan" lanjut Sehun sambil menatap Luhan lembut. Membuat kaki Luhan lemas.

"Ng..ah..ti-tidak masalah, itu..kebiasaanku"

Sehun menaikkan satu alisnya, "Kebiasaan memberikan payung pada orang asing padahal dirinya sendiri kebasahan?"

Luhan sontak memukul lengan Sehun pelan, malu akan tingkahnya 3 hari yang lalu itu. Sehun tertawa kecil melihat Luhan yang masih saja merona malu sejak tadi.

"Sekali lagi terimakasih, princess" , Sehun dengan berani mengangkat dagu Luhan, ia dapat merasakan segala ajaran Jongin menari-nari di kepalanya. Your chance, Oh Sehun.

Setelah bertatapan beberapa saat, akhirnya Sehun mengecup bibir Luhan dengan lembut. Walaupun dalam otaknya Jongin seperti berkata 'lumat saja!'

Ia dapat mendengar suara Xiumin dari koridor yang berteriak keras, "AAAAA LUHAN MY BABY akhirnya sudah dewasaaaa!"

Sehun tidak menghiraukan keributan yang dibuatnya dan hanya menatap Luhan yang sepertinya sangat kaget.

"Hei, kebiasaanmu, selalu melamun", Sehun mengibaskan tangannya di depan wajah Luhan, membuat Luhan tersadar dan menunjukkan wajahnya yang sangat cantik.

Sepertinya ajaran Jongin telah menginvasi seluruh sel otak Sehun sekarang, karena Ia memutuskan untuk memberikan kecupan yang lebih dalam ke dalam bibir uhan sekali lagi. Membuat namja cantik didekapannya itu jatuh terlemas. Sehun segera menahan tubuhnya dan tertawa pelan. Ia langsung menatap Xiumin yang sedari tadi memperhatikan dari depan ruang kelas. Xiumin hanya tertawa dan mengisyaratkan Sehun untuk mengikutinya sambil membawa Luhan.

Sehun membawa Luhan dengan bridal-style. Membuat murid yeoja berteriak kegirangan melihat adegan itu dan murid namja menggigit jari mereka.

Sehun membawa Luhan ke ruang UKS. Membaringkan tubuh Luhan dengan lembut.

"Oh iya, aku harus kembali ke kelas. Kau tolong jaga Lulu ya?"

Sehun tersenyum dan mengangguk. Xiumin menutup pintu ruang UKS.

Sehun menatap wajah Luhan yang polos tertidur dengan tenangnya tertepa sinar matahari dari balik jendela. Sehun membelai poni Luhan, mengagumi setiap inci keindahannya. Membolos satu hari sepertinya tidak buruk juga. Ia segera mengirim pesan pada Jongin.

"Target arrested"

Sehun mengecup dahi Luhan, menandakan bahwa Luhan adalah miliknya mulai sekarang. Ia menarik kursi ke dekat ranjang Luhan, menggenggam erat tangan Luhan,mengaitkan jari-jari mereka satu sama lain.

Perlahan Luhan membuka matanya, kesadaran mulai muncul di raut wajahnya. "Si-siapa?" , pandangannya masih tidak jelas. Yang pasti, Luhan dapat melihat sesosok malaikat, sedang berada didekatnya.

Sehun memberikan senyuman sangat tulus ,satu-satunya dari seorang poker-face Oh Sehun.

"Hi, I'm mr. green tea"

-END-


Okay, buat yang nunggu The Chosen Angel , sabar ya :"""") makasih masih ada yang nunggu fic itu :""") Terimakasih ((bow))