Love Virus

[!] WARNING

SERIUS INI KONTEN BUKAN BUAT ANAK KECIL. PLEASE YANG DI BAWAH UMUR GA USAH DI BACA !

JANGAN SALAHIN GUA YA, UDAH GUA INGETIN NIH DI AWAL

*buset kaga nyante lu thor -_-*

Chapter 2

Di sebuah balkon, seorang namja berkulit tan sedang memikirkan hal yang dapat membuat otaknya menjadi gila, sejak kejadian tadi, ia tak dapat berhenti memikirkan namja yang tadi mencium bibir tebalnya itu.

Kai Pov

Hembusan angin malam ini menusuk tulang rusukku, aku masih tetap tak berkutat dan masih memegangi bibir indahku ini. Bahkan aku tak mau menggosok gigiku agar tak menghapus jejak bibirnya di bibirku. Ia bilang, ini virus cinta ? tapi ini sungguh aneh, setahuku jika orang sedang jatuh cinta, tak akan sampai sakit demam, dia benar-benar namja yang misterius…

"Hey jongout, kau sudah sembuh ?" suara seorang namja menyadarkanku dari lamunan.

"Ne hyung" jawabku singkat.

"Apa yang membuatmu sembuh ? padahal tadi demammu masih sama seperti seminggu yang lalu" tanyanya heran.

"Molla, aku juga tak tahu hyung"

"Kalau begitu sebaiknya kau tidur, daripada di luar nanti kau malah sakit lagi"

"Ne… hyung ?"
"Hm ?"

"Apa besok aku sudah boleh masuk sekolah ?"

"Tidak, kau masih butuh istirahat jongin"

"Tapi aku sudah sembuh, lagi pula aku sudah bosan terkapar di kasur selama seminggu"

"Baiklah, tapi jangan salahkan aku jika besok kau pingsan ya"

"Aku tidak akan pingsan hyung, aku ini kan namja kuat"

"Yasudah, sana cepat tidur"

"Ne myungsoo hyung, jaljja" Myungsoo adalah kakakku, ia memang sangat perhatian terhadapku. Akupun melangkahkan kakiku menuju tempat tidurku. Segera aku berdoa agar bermimpi indah malam ini, dan ku pejamkan mataku.

Ku rasa, hari sudah pagi, matahari terik mengganggu tidurku yang nyenyak ini. Saat ku buka mataku, aku sama sekali tak tahu sedang berada di mana. Ku edarkan pandanganku ke segala arah. Tapi tempat ini sungguh asing bagiku. Tapi aku bisa tahu, aku berada di sebuah apartemen. Entah apartemen siapa, dan ku lihat aku hanya mengenakan celana boxer tanpa memakai baju.

Tiba-tiba ku lihat sesosok namja datang menghampiriku. Ia sangat manis, matanya sangat belo, pipinya sangalah chubby dan bibir plumnya di poles dengan sebuah lipstick. *nyanyi lipstick orange caramel #dor* Yang anehnya, ia memakai pakaian wanita, baju berwarna putih dan celana hotpants biru ketat sehingga paha putih mulusnya dapat terekspos. Aku hanya dapat menelan salivaku sendiri melihat pemandangan yang ada di depanku. Ini sungguh indah. Ia tersenyum kepadaku, dan baru kali ini aku dapat melihat wajahnya tanpa terhalangi oleh rambut poni panjangnya yang biasanya menutupi wajah cantiknya itu sambil tersenyum ke arahku.

"K…Kyungsoo" hanya kata itu yang dapat terlontar dari bibirku. Tiba-tiba saja lidahku menjadi kelu.

Ia hanya tersenyum menatapku tanpa bergeming sedikitpun. Tiba-tiba ia mendekati wajahku. Aku hanya terdiam dan tak melakukan respon apapun.

"You're mine kim jongin" ucapnya tepat di telinga kananku.

DEG

Perasaan apa ini, kenapa jantungku berpacu dengan sangat cepat, dan ada sesuatu yang menggelitik di perutku, wajahku memanas, nafsuku memuncak, dan deru nafasku mulai tak teratur. Oh sungguh aku tak kuat menahan nafsuku lagi.

"Mmpppphhhhh" terdengar desahan keluar dari mulutnya dan membuat tubuhku ingin melakukan lebih padanya.

Aku mencium bibir plumnya yang manis dengan sedikit kasar karena cintaku bercampur dengan kuatnya nafsuku. Ku jilat bibirnya, ku panggut, dan ku lihat ia sangat menikmati permainanku. Ia membalas ciumanku dengan tak kalah bergairah.

"Enghhhh… ssssshhhh"

Desahan dari bibirnya keluar lagi ketika tanganku memasuki bajunya dan menjepit nipplenya dengan kedua jariku. Aku menilin nipple merah mudanya dan tanganku asyik bermain disana.

"Hmmmmm…. Akhhh"

Pekiknya ketika aku menggigit bibir bawahnya, dan dengan cepat ku masukkan lidahku ke dalam mulutnya dan mengajak lidahnya untuk bertarung. Setelah itu, aku melepaskan ciuman kami, dan beralih ke daun telinganya.

"Uhm…" Kyungsoo mendesah ketika aku menggigit pelan daun telinganya.

"Geli….." Ujarnya saat aku mulai menyapu daun telinganya dengan ujung lidahku.

Kini, aku mulai menindih tubuhnya yang sangat menggoda ini dan ku himpit pangkal pahanya. Aku dapat merasakan sesuatu yang mengeras di bawah sana. Apakah dia sudah terangsang ? oh shit ini membuatku semakin ingin menggerayangi tubuh indahnya. Lidahku mulai turun ke arah leher jenjang putihnya. Ku jilat dan ku kecup leher mulusnya. Serta tak lupa ku gigit dan ku hisap hingga meninggalkan tanda kepemilikan di lehernya.

"K..kai-ah…." desahnya tak karuan sambil meremas rambut hitamku.

Aku tidak menggubris desahannya melainkan menghisap lehernya dengan keras dan kuat.

"Euhh…." racaunya.

Aku segera membuka bajunya yang sedari tadi menghalangi aktifitasku ini. Kini ia tengah bertelanjang dada dan memamerkan nipple dan perutnya yang putih. Tanganku mulai meraba dada dan lembut hingga membuatnya merem melek menikmatinya. Ku lanjutkan aksiku, tanganku mulai meraba tubuhnya jauh ke arah bawah sana. Aku menyeringai nakal ketika tanganku berhasil meremas juniornya yang masih terbungkus rapih di dalam celana hotpantsnya.

Lidahku mulai turun bermain di nipplenya. aku menjilat,menggigit pelan, menghisap, dan mengemut nipplenya dengan keras.

"Eungg…."

Dia mengerang dan menggelinjang dengan perlakuanku.

"Ahh….Kai-ah…sssshhhh…." desahnya sexy

Dengan tetap memainkan lidahku di nipplenya , aku meremas-remas juniornya yang masih tertutup celana hotpantsnya dengan penuh gairah. Lidahku terus mengulum nipplenya, dapat ku rasakan nipplenya mengeras di dalam mulutku. Kulumanku terlalu kuat hingga meninggalkan bercak kemerahan di sana. Tiba-tiba ia mencium kasar bibirku, dan membalikkan posisinya, sekarang ia yang menindih tubuhku.

"Ngggghhh…" desahku nikmat ketika ia mengemut serta menghisap bibir tebalku.

Tangannya tak tinggal diam, ia memasukkan tangannya ke dalam boxerku ini, dan menyingkapkannya. Ia meremas juniorku dengan sangat lembut dan sukses membuat sekujur tubuhku menegang karena sentuhannya.

"Engggghhh" desahanku tertahan karena bibirnya yang masih melumat bibirku.

"Ma…eungghhh.. masukkan i…ituh… kee… ah… dalam.. mu..lutmu… uh.." ucapku disela-sela ciuman panas kami .

Kyungsoopun menuruti perkataanku tadi. Ia membuka celana dalamku dan memasukkan juniorku dalam mulutnya yang terasa nyaman dan hangat. lidahnya menyentuh prescum milikku. Ia mengulum setengah juniorku.

"Punyamu terlalu besar, mulutku tak muat" ucapnya dan menghentikan aktifitasnya

"Oh ayolah, kau pasti bisa, dan lama kelamaan kau pasti akan terbiasa"

Iapun kembali mengulum juniorku. Setelah beberapa lama dia mengulum juniorku, ku rasa ia mulai terbiasa, atau lebih tepatnya ia mulai menikmatinya.

"Akh…. Kyungsoo-ah… nikmat.." desahku ke enakkan.

Ia menghisap juniorku dengan kuat serta lidahnya bermain dengan ujung juniorku.

slurp…slurp…

"Nghhnn….Akh…hosh…hosh…" nafasku terengah-engah ketika ia menghisap juniorku dan membuat juniorku berkedut hebat. Ku hentakkan pinggulku membuat juniorku masuk ke dalam tenggorokkannya hingga membuatnya hampir tersedak. Itu karena sebentar lagi aku akan mencapai puncak orgasme.

"Akh….ssshhhhh…." tubuhku menggelinjang hebat.

Akupun mencapai klimaks dan mengeluarkan percumku di dalam mulutnya. Ia tampak kewalahan karena percum yang keluar sangatlah banyak. Ku bantu ia menghabiskan percum milikku, ku cium bibirnya, ku jilat dan ku kulum bibir kissablenya. Saliva kami barcampur bahkan mengalir ke dagu kami. Sungguh nikmat bibirnya ini dan tak ingin ku lepaskan.

"YA ! KIM JONGIN BANGUN!"

Uh ? siapa yang berani mengganggu aktifitasku ini ?

"Ah, hyung ?"

"CEPAT BANGUN KIM JONGIN, ATAU KAU MAU TERLAMBAT ?" teriak myungsoo hyung padaku.

"Ne hyung" jawabku.

Myungsoo hyungpun keluar dari kamarku.

Jadi semua itu hanya mimpi ? kenapa aku bermimpi seperti ini ? baru pertama kali aku bermimpi bercinta dengan seseorang. batinku.

"Argh d.o kyungsoo kau membuatku gila" akupun meremas kasar rambut hitamku frustasi.

Ketika hendak beranjak dari kasur, ku lihat cairan bening pada celanaku. Bahkan tubuhku mengeluarkan keringat yang sangat banyak, seperti kejadian dalam mimpi itu benar-benar terjadi. Ini aneh. Akupun segera menuju kamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.

Sesampainya ku di sekolah, ku langkahkan kaki ku menuju bangku ku. Ku lihat kyungsoo memakai syal tebal di lehernya. Bukankah ini musim panas ? mengapa ia memakai syal di musim panas ? apa ia sakit ? akupun duduk di bangku belakangnya.

"Kyungsoo, apa kau sakit ?" tanya luhan yang datang menghampiri kyungsoo bersama kekasihnya sehun.

"Aniya… gwaenchana" jawab kyungsoo ragu.

"Benarkah ? lalu mengapa kau memakai syal di saat musim panas ? Oh lihat, sudut bibirmu juga terluka" tanya luhan menimpali.

Tak ada jawaban dari kyungsoo.

"Mungkin lehernya sehabis di gerayangi oleh seseorang, jadi dia menutupinya" kata sehun asal.

"Ya ! jangan asal bicara kau sehun" ucap luhan kesal.

"Waktu awal kita melakukannyapun kau melakukan hal yang sama baby luhanku" sehunpun menggoda luhan dan sukses membuat semburat merah muncul pada pipi kekasihnya itu.

"Uh, jangan membuatku malu di depan kyungsoo sehunie" luhanpun menundukkan wajahnya.

"Bukankah kau sangat senang dengan perlakuanku padamu baby ?" goda sehun.

Sehunpun mencium bibir luhan dalam.

"Eunghhhh…" desah keduanya.

"Iyuwhhh! Kalian jangan melakukan pornoaksi di depan kyungsoo-ku yang masih polos ini dong !" ucapku sebal.

Sehunpun melepaskan tautan bibirnya pada luhan.

"Bukankah kau lebih pervert dariku ? dan apa kau bilang ? kyungsoomu ? kau fikir kyungsoo itu siapamu ?" balas sehun.

"Sejak kemarin, ia adalah pacarku" ucapku santai.

Kyungsoo Pov

"Sejak kemarin, ia adalah pacarku" ucapnya santai.

Cih seenaknya saja mengaku-ngaku sebagai pacarku.

"Ya ! memangnya kyungsoo mau denganmu ?" daehyun tiba-tiba datang bersama youngjae dan melontarkan pertanyaan itu pada kai. Aku hanya terdiam.

"Dia bahkan mencium bibir indahku ini" aku kai.

Sialan anak ini tak bisa menjaga rahasia. Aku juga melakukan itu demi mengobatinya, sekarang dia malah membocorkan tentang ciuman kami kemarin.

"Hentikan kebohongan ini kkamjong" ucap youngjae kesal.

"Aku tak berbohong"

"Benarkah itu kyungsoo ?" tanya daehyun meyakinkan perkataan kai.

Lagi-lagi aku tak bersuara, sama sekali tak berniat menjawab pertanyaan daehyun.

"Anak-anak, ayo duduk" ujar sungyeol sonsaengnim.

"Ne, sonsaengnim" ucap semua anak dan kembali duduk di bangku masing-masing.

Untung saja sungyeol sonsaengnim datang, jadi aku tak perlu menjawab pertanyaan daehyun.

kreeek

Ku dengar suara pintu di dorong, dan seorang namja memasuki kelas.

"Mianhae sungyeol sonsae aku terlambat" ucap suho polos.

"Baiklah, tapi lain kali jangan di ulangi lagi ya joonmyeon"

"Ne sonsaengnim" lalu ia berjalan menuju bangku di sebelahku.

"Annyeong kyungsoo" sapanya ramah.

Aku hanya membalas dengan sebuah senyuman tipis. Ku tengok ke arah bangku belakang, ada seseorang yang menatapku dan suho tajam, sepertinya kai sangat tidak suka jika aku dekat dengan suho.

"Kita mulai pelajarannya, buka halaman 136…" kata sungyeol sonsaengnim.

Pelajaranpun dimulai.

skip time

Saat ini, adalah pelajaran olahraga, jam pelajarannya di tukar dengan pelajaran kedua, jadi kami berolahraga di pagi hari. Tapi aku tak dapat mengikuti pelajaran olah raga dan meminta izin kepada guru olahraga.

Ku lihat anak-anak lain sedang melakukan pemanasan sebelum ke test lari. Pelajaran olahraga kali ini adalah lari 100 meter. Setelah itu, test pun dimulai. Ku lihat, kai menggulung lengan baju olahraganya dan sedang mengelap keringat di pelipisnya. Uh, dia kelihatan sangat sexy jika seperti kyungsoo, apa yang kau fikirkan ? aneh.

BRUKKK

Kai terjatuh saat berlari, dan dapat ku lihat kakinya terluka dan mengeluarkan darah.

"Kyungsoo, kau sedang tak berolahragakan ? tolong bawa kai ke ruang kesehatan ya ?" tanya Chanyeol sambil membopong tubuh kai.

"Ne" akupun menggantikan chanyeol membopong tubuh kai menuju ruang.

Ketika sampai di ruang kesehatan, aku segera mengobati luka pada lutut kai. Ia hanya diam memperhatikan wajahku saat sedang mengobatinya.

"Kenapa kau sangat ceroboh kim jongin ?" ucapku sebal.

"Apa kau mengkhawatirkanku ?" tanyanya sambil menatap wajahku dengan lekat.

"Tentu saja bodoh !" dengan mulus kata-kata itu terlontar dari bibirku.

Dan kemudian tak ada suara dari kedua mulut kami.

"Argh" aku merasakan sakit pada lututku.

"Hey lututmu berdarah" paniknya.

Gantian dia yang mengobati lukaku.

"Virus itu benar-benar bekerja" ucapku dengan nada datar.

"Apa maksudmu ?" tanyanya bingung.

"Dengar, virus itu akan membuat kita merasakan apa yang dirasakan satu sama lain. Jadi, jika kau terluka, maka akupun akan terluka." Jelasku.

"Jangan bercanda"

Akupun menatapnya dengan tatapan serius.

"Baiklah aku tahu kau tidak bercanda. Kalau begitu, apa saja pengaruh virus itu ?"

"Aku hanya tahu itu saja. Aku ini kena kutukan jongin, aku mempunyai virus di dalam tubuhku ini, apabila orang lain menelan salivaku, maka dia akan terjerat dalam virus ini. Kecuali…" kata-kataku terhenti.

"Kecuali apa ?" tanyanya penasaran.

"Kecuali seseorang menjamah tubuhku dengan rasa cinta bukan nafsu" ucapku pelan namun aku yakin masih dapat di dengar olehnya.

"Sungguh aneh, aku tak mengerti mengapa serumit ini" ucapnya frustasi.

"Katakan padaku jongin" diapun menilehkan pandangannya ke arahku

"Apa ?" tanyanya.

"Apa terjadi sesuatu padamu yang menyangkut denganku tadi malam ?"

Air mukanya langsung berubah. Ia menjadi gugup dan seperti sedang menyembunyikan sesuatu.

"Ah… i.. itu… eobsseo" terlihat dari raut wajahnya jika ia tengah berbohong.

"Aku tahu terjadi sesuatu padamu, cepat katakan !" akupun mengancamnya.

"Baiklah… sebenarnya, semalam… a..aku…" ia terlihat sangat gugup.

"Aku bermimpi bercinta denganmu" mukanya terlihat merah padam karena perkataannya sendiri.

"Huft, pantas saja tanda ini ada pada tubuhku" ucapku pasrah sembari melepaskan syal yang menggantung pada leherku.

Ia sangat terkejut ketika melihat leher jenjangku terdapat banyak kissmark di sana.

"Bukankah aku melakukannya dalam mimpi ? bagaimana bisa benar-benar membekas ?" tanyanya kaget.

"Mungkin itu salah satu efek dari virus itu" jelasku.

"Jadi kau memakai syal itu untuk menutupi bercak merah pada lehermu ?" tanyanya memastikan.

"Tentu saja, aku tak mau orang lain berfikir macam-macam dengan tanda di leherku ini" jawabku ketus.

"Bahkan luka di sudut bibirku ini adalah gigitan dari gigimu pada bibirku saat kau memimpikan kita ber-errr-kau-tahu-berbuat-apakan jongin. Dan nampaknya setiap hari aku harus menciummu" lanjutku.

"Eng ? kenapa ? apa kau tak tahan dengan bibir indahku ini ?"

"Singkirkan pikiran pervertmu itu! Kau ingat saat kau sakit ? itu karena kau tidak menelan salivaku. Jadi jika sehari saja aku tak memberikanmu salivaku, kau akan jatuh sakit. Apa kau mau sakit jongin ?" mukaku sedikit memerah ketika mengatakan ini.

"Bisakah lebih dari sekedar ciuman ?" ia mulai menggodaku.

"Shireo!" teriakku.

Akupun berjalan menuju kelas dan meninggalkannya yang masih memasang senyum pervert. Saat sedang berjalan menuju kelas, sebuah tangan menarikku masuk ke dalam gudang. Ia menghimpit tubuhku ke dinding gudang itu.

GREP

"Jangan bersama kai lagi" ku tatap mata orang yang menarikku ke gudang ini.

"Kenapa ?" tanyaku penasaran.

"Karena aku menyukaimu" ucapnya singkat.

"Hmppphhh"

Mataku terbelalak ketika namja itu mencium bibirku kasar, melumatnya dan menghisap bibirku kuat. Bagaimana ini ? Namja ini menciumku, ini berarti bukan hanya kai, tetapi dia juga akan terkena virus itu… aku harus bagaimana ? Kai tolong aku…

TBC

Wkwk jadi cacat gini yak ceritanya, doh gua juga bingung kenapa jadi gini -_-

Maaf juga, updatenya lama, soalnya minggu kemaren lagi UAS dan sumpah susah banget soal-soalnya, apalagi soal bahasa jepang doh ga bakat nih kayaknya :'( HAHAHA

No silent readers ok ? :/

For all the reader, review jusseyo :3