Love Virus

Chapter 3

"YA ! Apa yang kau lakukan kim joonmyeon ?" suara seorang namja terdengar melengking dan membuat suho berhenti dari aktifitasnya.

"Sonsaengnim…" suhopun melepaskan tautan bibirnya dari bibir kyungsoo.

Terlihat kyungsoo yang masih terkejut dan mengeluarkan cairan bening dari matanya.

"Mianhae kyungsoo-ah aku hanya terlalu emosi tadi" ucap suho yang merasa bersalah.

"Kenapa kau mencium kyungsoo secara paksa ? apa kau mau melakukan tindakan yang tidak senonoh terhadap kyungsoo huh ?" tanya sungyeol sonsaengnim.

Suho hanya diam dan tak membalas pertanyaan dari sungyeol sonsaengnim.

"Baiklah kalau kau tak mau menjawab. Joonmyeon, kau kembali ke kelas. Kyungsoo, ikut aku"

Suhopun berjalan menuju kelasnya dengan perasaan khawatir terhadap kyungsoo.

"Sungyeol sonsaengnim…" kyungsoo memanggil gurunya tersebut.

"Ne, kyungsoo-ah, gwaenchana ?"

"Gwaenchana, gomawo sonsaengnim"

"Ne"

DEG

DEG

DEG

Perasaan aneh menyelimuti hatinya. Tiba-tiba saja kepala kyungsoo terasa sangat berat, bahkan ia tak dapat berjalan. Ia memegangi kepalanya yang terasa sangat pening. Dan sekelebat bayangan jongin berada di dalam otak dan fikirannya. Terasa sangat sakit dan dengan sebuah paksaan, kakinya melangkah mencari sesosok yang ada di fikirannya tanpa memperdulikan sungyeol sonsaengnim yang terus memanggil dan mengejarnya.

Kai Pov

Aku masih di dalam ruang kesehatan ini, memikirkan namja bermata belo yang baru saja ku goda. Dia bilang, dia akan menciumku setiap hari. Tentu saja ini kesempatan yang sangat berarti untukku. Senyuman indah mengembang di wajahku karena terus-terusan memikirkan namja manis itu.

DEG

Ada apa ini… kenapa dadaku terasa sangat sakit. Jantungku berdetak tak normal, dan sungguh ini tak biasa. Keringat mengalir begitu saja di sekujur tubuhku. Tulangku terasa hampir patah semua. Rasanya seperti akan mati saat ini juga. Tak dapat menahan rasa sakit ini, ku gigit bibirku agar dapat menahan rasa sakit, tetapi malah membuat rasa sakit itu semakin menjadi-jadi. Cairan merah keluar dari sudut bibir yang baru saja ku gigit, bahkan darah itu tak mau berhenti dan terus saja mengalir. Ku rasa aku akan mati.

BRAKKK

Dapat ku lihat, kyungsoo berlari ke arahku. Ia memeluk tubuhku yang penuh dengan keringat dan terasa amat sangat sakit. Dan di belakang kyungsoo, sungyeol sonsaengnim sedang memperhatikan kami berdua.

Sreeet

Kyungsoo membuka seragam sekolahku secara paksa hingga kancing-kancingnya berjatuhan di kasur ruang kesehatan karena saat ini aku sedang duduk di kasur ruang kesehatan ini. Saat ini, aku cukup terkejut dengan apa yang di lakukan kyungsoo, dan aku kembali membelalakkan mata dengan apa yang ia lakukan. Bibirnya menempel pada dada bidangku. Dia mencium tepat dimana rasa sakit yang kurasakan berada. Seketika rasa sakit itu semakin menjadi-jadi.

"Argh" Keluhku saat rasa sakit itu terasa seperti di cabut oleh seseorang.

Tubuhku melemas, tetapi aku bersyukur karena rasa sakit itu sudah menghilang. Kyungsoopun melepas ciumannya di dadaku. Terlihat sebuah tanda aneh berada pada dada bidangku.

"Sonsaengnim, bisakah kau mengantar kai pulang ?" tanya kyungsoo pada sungyeol sonsaengnim yang terlihat sangat terkejut melihat kejaidan tadi.

"B..Baiklah. tapi kau juga harus ikut. Ini, kau bawa kai ke mobilku, aku akan mengurus surat izinmu dan kai dulu"

Sungyeol sonsaengnimpun memberikan kunci mobilnya dan segera menuju kantor untuk mengurus surat izin. Kyungsoo merangkul tubuhku yang sedang lemah, dan membantuku berjalan.

"Sebenarnya apa yang terjadi ?" tanyaku penasaran.

"Tubuh kita saling menolak" jawabnya singkat.

"Apa maksudmu ?"

"Untung saja aku segera mengobatimu kai, kalau tidak, mungkin saat ini kau sudah mati"

"Memang apa yang terjadi ? aku masih tak mengerti"

"Masuklah dulu, aku akan menceritakannya di dalam" ujar kyungsoo membukakan pintu mobil sungyeol sonsaengnim.

"Baiklah"

Kyungsoopun duduk di kursi sebelahku.

"Suho menciumku" ucapnya datar.

"Sialan, apa dia tak tahu bahwa kau hanya milikku ?" ku kepalkan tanganku. Aku sangat marah mendengarnya.

"Tapi kenapa aku merasa akan mati ?" lanjutku.

"Karena tubuh kita saling menolak. Kau memang akan mati, jika aku bersentuhan bibir dengan orang lain. Entahlah, molla… setelah berciuman dengan suho, kepalaku terasa sakit, yang ada di fikiranku hanyalah dirimu. Setelah menemukanmu sekarat, naluriku berkata untuk mencium tepat dimana jantungmu berada. Tapi aku masih tak tahu tanda apa yang membekas pada dadamu" jelas kyungsoo.

"Ketika kau datang dan memelukku, rasanya begitu nyaman. Tapi saat kau membuka bajuku dengan ganas, kau seperti akan memperkosaku" godaku.

"Ya ! kau jangan berfikiran macam-macam kim jongin, kau itu hampir mati. Oh aku menyesal telah melakukan itu demi namja sepervert dirimu" ujarnya sambil mempoutkan bibirnya lucu.

"Berhenti mempoutkan bibirmu"

"Apa masalahmu ?"

"Kau membuatku ingin melahapnya"

Iapun berhenti mempoutkan bibirnya dan mengalihkan pandangannya keluar kaca mobil.

"Apa kalian sudah lama menunggu ?"

"Ani…" jawabku.

"Kajja… em… dimana rumahmu jongin ?" tanya sungyeol sonsaengnim.

Akupun memberitahukan alamat lengkapku padanya…

"Sudah sampai, kyungsoo, kau bantu kai jalan. Aku akan membawakan tas kai" ucap sungyeol sonsaengnim.

"Ne" jawab kyungsoo.

Kyungsoo merangkul bahuku, aku sedikit membungkuk karena masih merasa sakit pada dadaku. Dapat ku cium harum rambut hitamnya, serta lembut pipinya karena wajahku mengarah pada kepalanya yang sangat dekat. Ku hirup aroma tubuhnya yang sangat menggoda.

"Jangan mencuri kesempatan jongin !" bentak sungyeol sonsaengnim.

"hehe hanya sedikit saja sonsae" kekehku.

Ku buka pintu rumahku, dan di sofa terlihat seorang namja yang sedang asyik menyaksikan acara di televisi.

"Oh, jongin kau sudah pulang ? kenapa cepat sekali ?" tanyanya masih fokus dengan televisi tanpa melihat ke arah lawan bicaranya.

"Aku memang pulang lebih awal hyung, kau tak kuliah ?"

"Kebetulan hari ini tak ada jadwal kuliah" akhirnya ia menatap kami.

"Eoh ? kau kenapa ?"

"Aku sakit hyung"

Myungsoo hyungpun membantuku masuk ke dalam kamar. Ku lihat, pandangan myungsoo hyung tak lepas dari sungyeol sonsaengnim. Ada apa ini ? hyungku tampak terlihat aneh.

"Gomawo sudah mengantarnya pulang. Apa jongin merepotkan kalian ?" tanya myungsoo hyung.

"Ani, kami tidak merasa di repotkan. Malah kami senang bisa membantunya" jawab sungyeol sonsaengnim sambil tersenyum.

"Ne, sonsaengnim benar" timpal kyungsoo.

"Aku ingin ke kamar mandi" ujarku.

"Biar ku bantu" myungsoo hyung menawariku.

"Ne" jawabku.

Aku dan myungsoo hyungpun berjalan bersama.

"Kai, siapa dua namja manis itu ?"

"Yang bermata bulat dan manis itu pacarku, kyungsoo"

"Mwo ? kau sudah punya pacar ? kenapa tak pernah cerita ? Aish… kalau yang satunya lagi siapa kai ?"

"Hehe aku lupa cerita hyung. Kalau namja tinggi itu namanya sungyeol hyung, dia guru favoritku!"

"Berapa umurnya ? kelihatannya ia masih terlalu muda untuk menjadi guru"

"Umurnya satu tahun diatasmu hyung, dia kuliah sambil mengajar. Guruku yang satu ini memang sangat mandiri, cocok untuk menjadi contoh bagi muridnya"

"Benarkah itu ? sungguh menarik"

"Menarik apanya hyung ?"

"Gurumu itu sangat menarik kai"

"Apa hyung menyukainya ?"

"Lihat saja, aku akan mendapatkannya"

Sebuah smirk muncul di wajah myungsoo hyung. Cukup mengerikan. Setelah ke kamar mandi, kami kembali menuju kamarku. Ku lihat, kyungsoo masih berfikir dengan serius.

"Apa yang kau fikirkan kyungsoo ?" tanyaku.

"Apa suho akan terkena virus itu juga ?" ia balik bertanya.

"Kurasa tidak" ucap sungyeol sonsaengnim yang tiba-tiba bersuara.

"Darimana sonsaengnim mengetahui itu ?"

"Aku ini gurumu. Dan sebenarnya aku bercita-cita menjadi dokter, makannya aku mengetahui tentang virus itu" jawabnya sekenanya.

"Tunggu, bagaimana sonsaengnim tahu masalahku dan kyungsoo ?" tanyaku penasaran.

"Kyungsoo pernah bercerita tentang dirinya kepadaku"

"Kalau begitu, kenapa suho tidak tertular virus itu sementara kai tertular ?" tanya kyungsoo.

"Itu karena dia jodohmu" jawab sungyeol sonsaengnim.

"Apa maksudnya ?"

"Ketahuilah kyungsoo, kau itu anak yang istimewa. Virus itu ada pada tubuhmu. Dan orang yang pertama kali menciummu adalah jodohmu. Tetapi apabila kau ataupun jongin bersentuhan dengan orang lain, itu akan sangat berbahaya. Kecuali dengan cara tadi. Mencium tepat pada letak jantung itu berada. Tapi kalian hanya dapat melakukan itu selama tiga kali. Jika diantara kalian sudah ketiga kali berciuman dengan orang lain, maka salah satu diantara kalian akan mati" jelas sungyeol sonsaengnim.

"Mwo ? ah sial, kenapa virus ini menempel pada tubuhku" kyungsoopun menjambak rambutnya sendiri.

"Sudahlah kyungsoo… lalu bagaimana dengan suho ?" tanyaku lagi.

"Dia akan semakin menginginkan kyungsoo, itu salah satu pengaruh dari virus itu"

"Hey hey hey ! kalian ini ngomong apa sih ? aku tak mengerti" tanya myungsoo hyung yang tampak kebingungan.

"Akan ku ceritakan nanti hyung"

"Hm… baiklah, kami pamit dulu ya kai" kata sungyeol sonsaengnim.

"Ne" jawabku

Sungyeol sonsaengnim dan myungsoo hyung sudah keluar dari kamarku. Kulihat, kyungsoo masih menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Kau kenapa ?" tanyaku memulai pembicaraan.

Sreeet

Ia memelukku dengan sangat erat.

"Mianhae… aku tak bermaksud membawamu terikat dengan virus ini. Maafkan aku kai" ucapnya lirih.

"Gwaenchana, selama kau disisiku aku tak apa-apa kyungsoo-ah. Biarkan aku menjadi obat untuk virus ini" ku usap surai rambut hitamnya.

"Aku hampir membuatmu mati tadi, kalau saja aku dapat menghentikan suho yang menciumku"

"Gwaenchana, semua rasa sakitku tak akan sebanding dengan rasa senangku saat berada di dekatmu"

"Beristirahatlah yang cukup kai"

Iapun melepaskan pelukanku dan mebaringkan tubuhku di kasur, dan memakaikan selimut pada tubuhku. Saat ia ingin berjalan keluar, ku tarik lengannya.

"Wae ?" tanyanya.

"Ppoppo!" ucapku manja.

"Baiklah, ini jatah untuk hari ini. Aku tidak ingin melihatmu sakit demam lagi"

Kyungsoo mendekatkan wajahnya ke wajahku, ku lihat ia agak sedikit gugup dan menutup matanya.

CHU

Bibir kami menyentuh satu sama lain. Kuraskan ia memasukkan salivanya ke dalam mulutku, dan segera ku telan habis. Ketika hendak melepaskan ciumannya, tangan kiriku menahan tengkuknya agar ia tak dapat melepaskan ciumannya. Ku lihat, ia membelalakkan mata bulatnya. Ku lumat bibir manisnya, ku dorong tengkuknya dengan tangan kiri ku agar memperdalam ciuman kami.

"Eungh…kkaiiiihhh…hmmmpphhh" lenguhan terdengar dari bibirnya ketika aku menciumi leher jenjangnya.

Ia mengangkat tubuhnya agar aku berhenti melakukan aktifitasku ini.

"Ya! Aku bilangkan hanya menelan salivaku saja sudah cukup, tak perlu lebih" ucapnya kesal.

"Aku tak puas jika hanya menelan salivamu, aku ingin melahapmu" senyuman pervert terpampang di wajahku.

"Aish… dasar namja pervert ! Aku pulang!"

Iapun melangkahkan kakinya keluar dari kamarku.

"D.o Kyungsoo, saranghae~" teriakku dari dalam kamar.

"Ya ! jangan membuatku malu!" teriak kyungsoo membuatku terkekeh mendengarnya.

Sungyeol Pov

"Apa kau gurunya kai ?" tanya namja yang ku tahu adalah kakaknya kai.

"Iya" jawabku singkat.

"Em, kenalkan aku kim myungsoo. Kakaknya kai" Ia menjulurkan tangannya sambil tersenyum kepadaku.

"Lee sungyeol imnida" ucapku sopan sambil meraih jabatan tangannya.

"Maukah bertukar nomor handphone ? Jika sesuatu terjadi pada kai, kau bisa menghubingiku" ujarnya masih menggenggam erat tanganku.

"Boleh saja, tapi bisakah kau lepaskan genggamanmu ini ? aku ingin mengambil handphoneku" jawabku sedikit gugup.

"Tentu" Myungsoo tersenyum manis kepadaku.

Setelah itu, kamipun bertukar nomor handphone.

Mengapa kyungsoo lama sekali… lebih baik aku kembali ke kamar kai untuk memanggilnya.

"Aku akan memanggil kyungsoo sebentar" ucapku pada myungsoo.

"Hm" Ia hanya membalas dengan deheman.

Cklek

Ku buka kenop pintu kamar kai, dan betapa terkejutnya ketika melihat kai dan kyungsoo yang tengah berciuman panas. Entah kenapa, aku hanya diam memperhatikan mereka. Setelah tersadar, akupun membalikkan tubuhku. Saat membalikkan tubuh, aku semakin terkejut dengan kehadiran myungsoo yang ternyata daritadi berada di belakangku.

"Bukankah tidak baik mengintip orang yang sedang bercumbu hm ?" tanyanya.

"A…aku… aku… aku tak sengaja melihatnya…. Su..sungguh…" ucapku terbata-bata.

"Begitu panas bukan ? apa kau pernah merasakannya ?"

"Tentu saja belum" aku yakin, mukaku saat ini sangat merah seperti kepiting rebus.

"Apa kau ingin merasakannya ?" Tanya myungsoo tepat di telingaku membuat tubuhku merinding.

"Ah… i..itu…a…aku… ah… lebih baik aku menunggu kyungsoo di mobil saja"

Akupun berjalan dengan sangat cepat menuju mobilku. Ku tengok ke arah myungsoo berdiri, dapat ku lihat sebuah senyuman tipis terlukis di bibirnya. Senyuman itu sama sekali tak dapat ku artikan. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya kyungsoo keluar dari dalam rumah kai, dan ku antar ia pulang.

Kyungsoo Pov

"Annyeonghasseo, Wu Yi Fan imnida, tapi kalian bisa memanggilku Kris" ucap anak baru itu.

"Baiklah kris, silahkan duduk di tempat yang kosong" Suruh park sonsaengnim.

"Ne sonsaengnim" Jawabnya.

Ku perhatikan wajahnya. Namja ini tampak terlihat cool dari sisi manapun. Rambutnya yang pirang dan terkena sinar matahari yang menembus jendela kelas membuatnya bersinar. Wajahnya sangatlah mulus tanpa cacat sedikitpun. Dia berjalan menuju bangku belakangku. Mungkin dia akan sebangku dengan kai. Tiba-tiba tatapan mata kami bertemu.

DEG

Dia tersenyum hangat kepadaku. Dadaku terasa sesak. Ada apa ini ? kenapa ini aneh sekali. Apa yang terjadi ? Setelah mengalihkan pandanganku ke luar jendela, rasa sakit itu sudah menghilang. Aku tak mengerti apa yang ku rasakan.

Skip time

Waktu istirahatpun akhirnya datang.

"Wah ! senang sekali, belakangan ini banyak anak baru ya" ujar baekhyun.

"Aku juga senang, karena kau senang baekkie" chanyeol merangkul pundak baekhyun yang tampak menundukkan wajahnya karena malu.

"Chanyeol, kau selalu saja menggoda baekhyun" ucap youngjae.

"Memangnya kenapa ? kau cemburu ?"

"Cih, mana mungkin, aku kan sudah punya baby daehyun" jawab youngjae yang juga merangkul daehyun.

"Iya, kyungsoo dan kris sama-sama menarik" kata luhan.

"Benarkah itu ? kalau begitu apa aku tak menarik di matamu ?" tanya sehun yang terlihat cemburu.

"Dimataku hanya kau yang menarik untukku sehunie" luhanpun mengelus pipi sehun.

"Iyuwhhh" Serentak chanyeol baekhyun youngjae dan daehyun mencibir hunhan.

"Kyungsoo, kau mau ke kantin ?" tanya suho padaku sambil megang tanganku.

"Ya ! ya ! ya ! lepaskan tangamu dari kyungsooku" bentak kai.

"Kenapa ? kyungsoo saja tak menolak" ujar suho sengit.

"Kau tak punya hak memegang tangan pacarku"

"Sejak kapan kyungsoo menjadi pacarmu ? Dia saja tak pernah mengakuimu"

Tap… Tap… Tap…

Ku langkahkan kakiku keluar kelas demi mencari udara segar. Aku sudah muak mendengar mereka bertengkar. Aku segera berlari menuju taman sekolah, karena ku lihat kai dan suho mengejarku dari belakang. Aku duduk di bawah pohon mangga yang begitu sejuk. Ku tutup mataku menikmati hembusan angin yang begitu menyejukkan. Angin ini membawa ketenangan yang dapat membuat hatiku ikut tenang. Kai… apa benar ia jodohku ? Dan apa benar ia mencintaiku ? Padahal, sejak awal masuk sekolah, aku selalu saja berusaha menutupi wajahku agar terlihat tak menarik. Tetapi itu justru membuatnya penasaran denganku. Namja yang aneh, tapi dia terlihat sangat tampan, apalagi jika tersenyum.

DEG

Tiba-tiba wajah kris muncul di dalam fikiranku. Apa maksud senyuman yang dia berikan ? Yang anehnya lagi, aku merasakan sakit di sekitar dadaku saat bertatapan wajah dengannya. Ah… molla! Kubuka mataku perlahan…

Mataku terbelalak ketika melihat wajah seorang namja yang begitu dekat dengan wajahku. Hidung kami bersentuhan. Apa ini ? kenapa aku hanya diam saja ? Dapat ku rasakan hembusan nafasnya, dan aroma tubuhnya yang sangatlah manly. Dia mendekatkan bibirnya ke bibirku. Hanya satu kata yang dapat ku katakan…

"K…Kris?"

TBC

Jangan tabok saya karena menaruh kata tebece di tempat yang salah ._.v

Sorry kalo banyak typo, dan updatenya lama, lagi fokus nonton romantic & idol nih. Menurut author sih, acaranya lebih seru dari pada wgm, dan itu membuat author teriak-teriak sendiri di depan laptop. Bagi yang belom nonton, nonton gih, di jamin bakalan kayak author, soalnya itu acara so sweet banget. Apalagi Jihyun 4minute sama Hyungshik ZE:A ! Mereka pasangan paling so sweet. Jangan lupa nonton #Promosi wkwk

Review jusseyo :3