Love Virus
Chapter 4
"K…Kris?" kyungsoo hanya dapat memanggil nama orang yang sedang mendekatkan wajahnya ke wajah miliknya. Ia terlalu terkejut, tentu saja karena ia sama sekali tak mengenal orang di hadapannya itu.
Sebuah senyuman menyeringai terpampang jelas di wajah kris. Ia menjauhkan wajahnya dari wajah kyungsoo, meskipun tetap saja jarak antara mereka sangatlah dekat. Kyungsoo bernafas lega, karena bibirnya belum sempat menyentuh bibir tipis milik kris.
"Hi d.o kyungsoo, we meet again" kris tersenyum manis. Ralat, itu terlihat seperti senyum yang terselubung, sangat mengerikan di mata kyungsoo.
"Kyungsoo!" seru seseorang yang datang menghampiri kyungsoo dan juga kris.
Kai cukup terkejut saat datang dan melihat posisi kyungsoo dan kris yang perlu dipertanyakan. Karena kyungsoo bersandar di bawah pohon dan kris yang sedang bertatapan langsung dengan kyungsoo yang jaraknya errr sangatlah dekat dengan wajah kyungsoo.
Sreeet
"Ayo ke kantin" kai menarik lengan kyungsoo, dan kyungsoo menuruti kai untuk berdiri dan meninggalkan kris di taman sekolah. Kyungsoo menolehkan wajahnya ke belakang saat menuju kantin, dan dapat ia lihat sebuah senyuman mengerikan terlukis di wajah seorang wu yi fan.
'apa maksudnya dengan berkata we meet again ? apa memang kita pernah bertemu sebelumnya ? dan kenapa ia terus mengeluarkan senyuman terselubung seperti itu ? aneh.' batin kyungsoo.
Kai Pov
Apa-apaan dia, murid baru tapi sudah berani-beraninya mendekati kyungsoo-ku. Cih, dia fikir dia lebih tampan dariku ? dan hey tadi dia seperti ingin mencium kyungsoo, apa benar seperti itu ?
"Kyungsoo, apa yang kris lakukan tadi?" tanyaku penasaran sambil menaruh minuman di meja kantin.
"Obsseo" aku tahu ia berbohong.
"Marhaebwayo… jangan menyembunyikan apapun dariku kyungsoo" ku tatap matanya tajam.
"Aku tak menyembunyikan apapun kim jongin" ucapnya risih dengan tatapanku.
"Baiklah, jika terjadi sesuatu katakan padaku. Ara ?"
"Arasseo.. arasseo tuan kim jongin pabo" ucapnya meledekku.
"Ya! Panggil aku chagi, aku inikan pacarmu" aku mendelikkan bola mataku kesal.
"Sejak kapan kita pacaran ?" ujarnya cuek terhadapku sambil meminum minumannya.
"Sejak kau bernafsu untuk menciumku" jawabku enteng.
"Uhuk.. uhuk.." Ia tersedak minumannya.
"Mwo ? kapan aku bernafsu untuk menciummu ?" matanya membulat dan nampak terlihat sangat lucu juga menggemaskan.
"Kekeke… lihat wajahmu memerah, sangat lucu" ujarku terkekeh melihat wajahnya.
Ia hanya menundukkan wajahnya yang terlihat malu dan kembali meminum minumannya.
"Pulang sekolah nanti ayo kita ke rumahku" ku usap pelan surai hitam rambutnya.
"Engh? Kita mau ngapain ?"tanyanya penasaran.
"Potong rambut" Dapat ku lihat ia keheranan dengan pernyataanku.
"Kau ingin aku memotong rambutmu ?" tanyanya sambil menatapku dengan mata bulatnya yang terlihat sangat lucu.
"Bukan, tapi aku yang akan memotong rambutmu" Jawabku singkat sambil mengelus pipinya sayang.
"Singkirkan tanganmu kim jongin. Lagipula aku tak mau, lebih baik kau potong saja rambutmu sendiri" katanya cuek.
"Ponimu terlalu panjang, dan itu mengganggu pemandangan indah untukku" jawabku sekenanya.
"Dari awal masuk aku sudah berniat untuk menutupi wajahku, agar tak terlihat mencolok, dan menyembunyikan wajahku ini. Tapi kau malah penasaran denganku"
"Kau itu berebeda kyungsoo, makannya aku menyukaimu. Pokoknya pulang sekolah kau harus ikut denganku "
"Ish… Kau ini, maksa sekali" gerutunya sambil mempoutkan bibir manisnya.
"Kim jongin tak menerima penolakan"
"Terserah kau sajalah" ucapnya pasrah.
Teng tong teng tong
"Kajja, sudah bel" ku ulurkan tanganku untuk menggenggam jemarinya dan mengajaknya menuju kelas.
"Em" jawabnya singkat dan meraih tanganku.
Saat di kelas, dapat ku lihat si suho itu selalu saja mencuri kesempatan untuk mendekati kyungsoo, sial sekali aku tak sebangku dengan kyungsoo.
"Kau sangat menyukainya ya ?" tiba-tiba namja di bangku sebelahku berkata sambil menyandarkan kepalanya ke tembok dekat jendela.
"Tentu saja, dia bagian terpenting dari hidupku" ku tolehkan wajahku ke arah namja itu. Ya, siapa lagi kalau bukan si wu yi fan.
"Dia menarik, namja dengan penuh kejutan" kris tersenyum aneh. Senyumnya tak dapat diartikan.
"Apa kau menyukainya ? kalau kau menyukainya, kau akan berhadapan denganku" ucapku yakin.
"Dia terlalu manis, bahkan jika aku tak dapat menahan diri, mungkin tadi aku akan menciumnya sebelum kau datang"
Sontak ku bulatkan mataku mendengar pernyataannya. Jadi tadi dia benar-benar akan mencium kyungsoo ? Sialan!
"Tenang saja, aku tidak akan berani menciumnya" dia berkata seperti itu untuk menenangkanku yang terlihat mulai marah.
"Apa maksudmu ?" Tanyaku tak mengerti.
"Bibirnya terlalu menggoda, tapi tenang saja aku tak akan menyentuhnya, aku ke sini untuk membantunya bukan malah membuatnya dalam masalah, dan aku juga sudah punya kekasih" jelasnya.
"Mwo ? kau sudah punya kekasih tapi masih mengganggu kyungsooku ? cih dasar cowok playboy" Kataku yang mencibirnya, sementara dia hanya tersenyum jahil kepadaku.
"Ya, begitulah diriku" lagi-lagi dia tersenyum dengan aneh.
Ku ingat lagi ucapannya, apa maksudnya dengan berkata ia datang ke sini untuk membantu kyungsoo ? apa ini ada hubungannya dengan virus itu ? Otakku terus berfikir. Ku alihkan pandanganku ke bangku depan sambil terus memikirkan maksud ucapan kris. Ku lihat suho sedang mengelus surai hitam rambut milik kyungsoo yang saat ini sedang tertidur pulas di atas mejanya.
"Ya! Joonmyeon, jangan pegang-pegang kyungsoo-ku" Kesalku dan menendang kursinya.
"Cih aku bosan mendengarmu memanggil kyungsoo dengan sebutan 'kyungsoo-ku' kau fikir kyungsoo milikmu ?" omelnya padaku.
"Tentu saja kyungsoo milikku, dia hanya mencintaiku, bukan orang lain" jelasku padanya.
"Ckck lucu sekali percintaan kalian" Sontak aku dan suho menatap tajam ke arah kris.
"Diam kau!" ucap kami berbarengan.
Skip time
Sepulang sekolah, sesuai dengan apa yang ku katakan, aku mengajak kyungsoo pergi ke rumahku. Mungkin jika rambutnya tak dipotong, dia akan terlihat seperti yeoja cantik dengan kulit putih mulusnya itu kkk~
"Kai-ah, kau yakin akan memotong rambutku ?" terlihat dari raut wajahnya yang tak mau masuk ke dalam.
"Aku yakin, ayo masuk"
Kamipun memasuki rumahku. Dapat terdengar suara televisi yang sedang menyala.
"Eoh? Kai, kau sudah pulang ?" tanya myungsoo hyung yang sudah duduk di depan televisi.
"Ne hyung" jawabku singkat.
"Kau membawa pacarmu lagi ?" myungsoo hyung mengalihkan pandangannya pada kyungsoo.
"Ya, tenang saja aku takkan mengganggu aktifitasmu kok hyung" jawabku santai.
"Hey, berhati-hatilah terhadap jongin, dia sangat ganas" kata myungsoo sambil setengah berbisik kepada kyungsoo, sementara kyungsoo hanya membulatkan matanya.
"Aish.. hyung jangan membuatnya takut. Kajja kita ke kamarku kyungsoo" ajakku dan dia hanya mengangguk menurut.
"Nah, duduklah disini dan jangan banyak bergerak" ucapku sambil mendudukkannya di bangku depan meja rias dan meletakkan kain di badannya agar rambut yang akan ku potong tidak masuk ke dalam bajunya.
"Kai-ah, apa kau bisa memotong rambut ?" tanyanya khawatir.
"Tenang saja" jawabku dan dia hanya terdiam.
Ku potong poninya yang terjuntai cukup panjang menutupi wajahnya. Setelah itu ku potong juga rambut belakangnya, dan ku rapihkan. Menurutku, dia memiliki rambut yang sangat bagus, halus dan juga good looking, aku saja tak tega memotongnya. Saat ku lihat di cermin, dia sedang memperhatikan wajahku yang sedang serius memotong rambutnya.
"Hey, ada apa ? kenapa kau menatap wajahku seperti itu ?" tanyaku sambil melihat wajahnya di cermin.
"Ani… hanya saja, kau terlihat sangat tampan jika serius seperti itu" kemudian ia menundukkan wajahnya untuk menutupi semburat merah pada wajah manisnya.
"Aku tahu aku tampan" kataku dengan yakin.
"Kau terlalu percaya diri kim jongin" Katanya dan aku hanya terkekeh melihatnya.
"Cha, sekarang tinggal merapikan ponimu" Kataku sambil berpindah posisi menjadi berhadapan dengan wajahnya.
"Tutup matamu jika tak mau rambut yang akan ku rapikan dan ku potong mengenai kedua bola matamu" suruhku, dan dia menutup kedua matanya.
Oh sial, wajahnya terlalu indah untuk ku tatap. Segera ku rapihkan poninya yang habis ku potong, dan dapat ku lihat ia nampak lebih manis jika wajahnya tak terhalang poninya. Ku dekatkan wajahku ke wajahnya, dan ku kecup bibirnya. Terasa sangat manis. Dia cukup terkejut dan membelalakkan matanya. Awalnya memang, aku hanya ingin memberi kecupan ringan untuknya, tapi bibirnya terlalu sulit untuk ku lepaskan, dan ciumanpun berubah menjadi sebuah ciuman yang ganas. Dia membuka mulutnya memberi akses agar lidahku masuk kedalam mulutnya, dan tentu saja, aku tak meninggalkan kesempatan tersebut. Aku mulai memasukkan lidah hangatku ke dalam mulutnya, mengeksploitasi apa yang ada didalam mulutnya, menjilati dinding mulutnya dan juga gigi putih milik kyungsoo. Membuatnya mengerang tertahan karena sensasi didalam mulutnya tersebut.
"Akh…Umh… Kimhhh…. Jonginahhhh aphhaaa yang kau lakukan huh shhhhh" ciuman kami terlepas, dan ia mendesah keras saat tanganku menyelundup masuk ke dalam baju seragamnya dan jemariku bermain dengan lincah dengan salah satu nipplenya. Membuat nipple tersebut mengeras karena gairah dan rangsangan.
"You're so sexy baby" ujarku tepat di telinganya dan mengulum cuping kanan milik kyungsoo, dan ku jilati lubang telinganya hingga basah karena salivaku.
Author Pov
Ting tong
Terdengar suara bel berbunyi, myungsoo yang mendengar itu agak sedikit malas membuka pintu rumahnya.
"Jongin, coba kau bukakan pintu. Aku sedang malas bergerak" teriak myungsoo, tetapi tak ada jawaban dari adiknya itu.
"Ish, sepertinya anak itu lagi asyik dengan pacarnya" myungsoopun membuka pintu rumahnya, dan senyum merekah di wajahnya terukir ketika mengetahui siapa yang datang.
"Annyeonghasseo, saya sonsaengnimnya kai, mau mengembalikan ponselnya yang tertinggal di ruang guru" kata sungyeol sambil menunjukkan ponsel milik kai.
"Masuklah, kai ada di dalam kamarnya. Kau bisa memberikannya langsung" kata myungsoo sambil menutup pintu.
"Baiklah" ujar sungyeol dan berjalan menuju kamar kai.
Krieeet
Sungyeol membuka pintu kamar kai, terlihat dua namja yang sedang bercumbu yang tak lain adalah kai dan kyungsoo. 'kenapa mereka melakukannya di saat aku datang' batin sungyeol. Sungyeol memperhatikan kai dan juga kyungsoo yang sedang berciuman panas.
"Kau mengintip lagi eum?" Tiba-tiba suara myungsoo membuyarkan pandangan sungyeol, karena myungsoo berkata tepat di telinga sungyeol.
"A..Aku tak mengintip.. aku tak lihat, tak lihat sungguh" jawab sungyeol sangat gugup dan menutup pintu kamar kai.
"Apa kau ingin merasakannya ?" tanya myungsoo dan jantung sungyeol berdegup sangat cepat mukanyapun mulai memerah.
"Apa maks-"
CHUP
Ketika sungyeol menolehkan pandangannya ke arah myungsoo, tak sengaja bibirnya menyentuh bibir tipis milik myungsoo karena posisi myungsoo yang sangat dekat dengannya. Cukup lama bibir mereka bersentuhan, sampai akhirnya myungsoo yang memulai. Myungsoo melumat bibir plum milik sungyeol, menarik pinggang sungyeol. Entah setan apa yang merasuki diri sungyeol, ia membalas ciuman myungsoo dan melingkarkan kedua tangannya di leher myungsoo.
Myungsoo berkali-kali memiringkan kepalanya ke kanan dan kekiri, memasukkan lidahnya ke dalam mulut sungyeol dan mengajak lidah sungyeol untuk bermain dengan lidahnya. Saliva menetes ke luar dari mulut mereka berdua, dan di dorong tubuh sungyeol ke tembok oleh myungsoo. Myungsoo menekan lidah sungyeol, menantang sang pemilik untuk bertanding siapa yang lebih dominan. Sungyeol yang tak mau kalahpun menerimanya, membuat lidah keduanya saling mendorong dan membelit satu sama lain.
"Ehem… Ehem…" Deheman suara kai menyadarkan sungyeol, dan sontak ia mendorong tubuh myungsoo menjauh, dan ciuman merekapun terlepas.
"Ya hyung! Apa yang kau lakukan pada lee sonsaengnim ?" tanya kai yang melihat kejadian barusan.
"Sama seperti yang kau lakukan pada kyungsoo. Kau fikir hanya kau saja yang dapat berbuat seperti itu eoh ?" Jawab myungsoo yang masih mengatur nafasnya akibat ciuman panasnya. Semburat merah keluar dari wajah kyungsoo maupun sungyeol.
"Aish… dasar hyung pervert" Kai mencibir hyungnya, sementara hyungnya hanya menatapnya tajam.
"Kau lebih pervert dariku kai" balas myungsoo.
"Sudah sudah. Kalian sama-sama pervert" ujar sungyeol menengahi kakak beradik tersebut.
"Kakak sama adik sama saja" celetuk kyungsoo, dan langsung mendapatkan deathglare dari kai dan juga myungsoo.
"Euh? kyungsoo, rambutmu habis dipotongkah ?" tanya sungyeol yang baru menyadirinya.
"Em, kai yang memotongnya" Kyungsoo mengangguk.
"Woah, terlihat sangat bagus, dan lebih fresh. Kau terlihat sangat cantik" kata sungyeol sonsaengnim memuji.
"Sonsaengnim, aku ini namja. Lagipula kau juga terlihat sangat cantik, pantas saja myungsoo hyung suka padamu" ujar kyungsoo.
"Kalian berdua terlalu cantik untuk menjadi namja" ucap myungsoo dan kai berbarengan.
"Baiklah kai, aku ke mari ingin memberikan ini. Ponselmu tertinggal di ruang guru" sungyeolpun memberikan ponsel milik kai.
"Gomawo sonsaengnim" kai langsung mengambilnya dan menaruhnya di saku celananya.
"Ne, kalau begitu aku pulang dulu" ucap sungyeol sonsaengnim.
"Biar ku antar" tawar myungsoo.
"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri" tolak sungyeol.
"Kim myungsoo tak menerima penolakan, kajja" setelah mengambil kunci motornya, myungsoo menggandeng tangan sungyeol dan mengantarnya pulang.
"Oh lihat kim jongin, kau benar-benar mirip dengan kakakmu, selalu tak menerima penolakan" ujar kyungsoo.
"Aku lebih tampan darinya. Mau melanjutkan aktifitas kita yang terhenti tadi baby ?" kai menyeringai, dan membuat bulu kuduk kyungsoo berdiri melihatnya.
"Ya! Dasar pervert!" teriak kyungsoo.
"Kim jongin tak menerima penolakan baby~" Kaipun mendekat ke tempat kyungsoo, dan senyum pervert terlukis di wajahnya.
Careless careless
shoot anonymous anonymous
heartless mindless no one who care about me
Tiba-tiba ponsel kai berbunyi, dan segera ia angkat.
"Yoboseo?"
"Cepat datang ke cafe exotic, aku akan menceritakan sesuatu padamu"
"Nuguya?"
"Pabo, mengenali suaraku saja tak bisa. Jangan banyak omong, cepat datang ke sini"
Pip
Telfonpun di tutup oleh orang yang menelfon kai.
"Nugu ?" tanya kyungsoo.
"Molla" jawab kai sambil menaikkan kedua bahunya.
"Kalau begitu aku pulang dulu ya, mau ngerjain pr dari lee sonsaengnim" kata kyungsoo sambil mengambil tasnya.
"Kuantar yah ?" tawar kai.
"Ani, supirku sudah menjemputku di depan rumahmu, lihat saja di luar" kai langsung melihat ke luar jendela, dan benar saja, sebuah mobil mewah terparkir di depan rumahnya.
"Annyeong" ucapnya berjinjit dan mengecup hangat pipi kai. Kai sedikit kaget dengan perbuatan manisnya, dan dapat dilihat kyungsoopun malu.
"Baby, bukan disitu, tapi di sini" kaipun menaruh jari telunjuknya di bibirnya.
"Shireo!" kyungsoo menjulurkan lidahnya mengejek kai dan berlari menuju mobilnya.
Haha sungguh lucu tingkah kekasihnya itu, kaipun hanya dapat tersenyum melihatnya. Setelah kepergian kyungsoo, kai segera bergegas mengganti pakaiannya dan pergi ke cafe exotic. Sepertinya dia mengenal suara orang yang menelfonnya tadi, hanya saja dia tak mau memikirkannya lebih jauh lagi. Sesuai permintaan orang yang menelfonnya, ia melaju motornya dengan kecepatan diatas rata-rata, ia sungguh penasaran dengan apa yang dimaksud orang itu. Sesampainya di cafe, kai langsung masuk dan betapa malasnya saat ia melihat siapa yang sedang menunggunya di meja paling pojok cafe tersebut.
"Cih, ternyata kau yang menelfonku, mau apa ? jika tak ada hal yang penting, aku pergi. Aku tak ingin membuag waktuku secara sia-sia" Ucap kai kasar pada namja yang sedari tadi menunggunya.
"Hey, kenapa kau sengit sekali saat berbicara denganku ? lagipula apa kau benar-benar tak mau tahu apa yang akan ku beritahu tentang kyungsoo ?" Kai yang hendak pergipun segera mendudukkan dirinya di bangku yang berhadapan langsung dengan kris, namja yang sangat kai benci karena sudah menggoda kyungsoo-nya.
"Baiklah, cepat katakan" Ujar kai masih cuek kepada kris.
"Sebenarnya aku ini namjachingu sepupunya kyungsoo" belum sempat kris melanjutkan ucapannya, kai sudah menatapnya tajam dan membunuh.
"Cih, benar apa kataku kau namja sialan! Sudah punya pacar tapi masih menggoda orang lain, apalagi orang yang kau goda itu sepupu pacarmu" cibir kai pada kris sementara kris hanya memandangnya dengan tatapan bersalah.
"Ya, aku tahu aku salah. Tapi ku mohon jangan katakan hal itu pada kekasihku" ujar kris memohon.
"Tenang saja, aku tak akan mengatakannya jika kau berhenti mengganggu kyungsoo-ku. Lagi pula, kau sangat bodoh, akukan tak mengenal sepupu kyungsoo" tawa kai membuat kris sedikit malu.
"Sial, kenapa tak terfikirkan olehku" gerutu kris pada dirinya sendiri.
"Apa tak ada hal lain yang ingin kau sampaikan ?" tanya kai yang kembali cuek pada kris.
"Aku akan menceritakannya" ujar kris misterius membuat kai sangat penasaran.
"Apa sih ? cerita apa maksudmu ?" tanya kai yang sudah tak sabar.
"Kau tahu ? ia memiliki virus dalam tubuhnya. Aku akan menceritakan tentang kehidupan kyungsoo, apa kau masih tak penasaran ?" Kai yang mendengar perkataan kris langsung menatapnya serius dan penuh dengan tanda tanya di dalam otaknya. Sepertinya kris mengetahui sedikit bahkan sangat banyak tentang kyungsoo. Sebenarnya siapa kyungsoo ? dan kenapa virus itu ada pada diri kyungsoo ?
TBC
Maap tbc dulu bro, sist muehehe maap kalo ada typo, alur kecepetan ato ada kesalahan lainnya. Di chapter selanjutnya bakal ada taoris moment dan sudo moment. Kenapa sudo ? soalnya si kyungsoo….. baca aje sendiri ye ntar di chapter selanjutnya buahaha kasian lu bangkai *di tabok kai*
Review jusseyo :3
