Love Virus

Chapter 5

"Bodoh, tentu saja aku penasaran" ujar kai kesal karena daritadi kris hanya membuatnya penasaran.

"Kau sungguh tak sabaran. Hm… sebenarnya kyungsoo adalah anak dari keluarga yang sangat kaya, makannya banyak orang yang mengincar kekayaannya. Dia juga salah satu cucu legendaris yang sangat terkenal. Sepupunya tao yang notabanenya adalah pacarku ini, dia sangat menyayangi d.o. Bahkan dimana ada tao, pasti disitu ada kyungsoo, begitupun sebaliknya. Mereka seperti kembar siam yang tak dapat dipisahkan, bahkan, tao bilang mereka sering mandi bersama. Tao merasa, dia lebih menyanyangi d.o dibandingkan dirinya sendiri. Sama seperti kyungsoo, tao juga berasal dari keluarga yang sangat kaya, dia sangat dekat dengan kakeknya. Setiap hari dia selalu berlatih wushu dengan kakeknya dan kyungsoo selalu menemani tao. Hingga suatu hari, tanpa di sadari ada seorang lelaki yang menjadi malapetakan bagi kyungsoo maupun tao"

Flashback

"Apa ada pelayan baru jung ahjusshi ?" tanya d.o yang melihat orang baru di rumahnya.

"Ne, dia orang baru disini" jawab jung ahjusshi yang tak lain adalah kepala pelayan di rumahnya.

"Baiklah, bisa tolong buatkan aku juice strawberry dan tao ingin orange juice, kami sangat haus" suruh d.o dengan sopan kepada pelayan barunya itu. Sementara si pelayan hanya mengangguk.

"Tao, ayo kita bertanding!" kembali melanjutkan aktifitasnya bermain ps dengan tao.

"Kau pasti kalah kyungsoo" ujar tao yakin.

Tak beberapa lama, sang pelayanpun mengantarkan minuman yang dipesan d.o ke meja dekat ruang tempat d.o dan tao bermain.

"Ini tuan muda, silahkan dinikmati" ujar si pelayan.

"Ne, gomawo" jawab d.o yang masih terfokus pada layar dan sangat serius bermain. Pelayan itupun pergi.

"Kyungsoo, bolehkah kita bertukar minuman ? aku ingin juice strawberry" pinta tao pada kyungsoo.

"Tentu saja boleh tao" jawab kyungsoo sambil mengambil orange juice yang tadinya milik tao dan meminumnya.

"Aaaarrrggghh!" teriak kyungsoo saat merasa kepalanya terasa amat sangat pusing sehabis meminum minuman itu.

"K-kyungso.. ada apa ?" tao yang melihat keadaan kyungsoo langsung khawatir dan sangat takut jika terjadi sesuatu terhadap sepupunya yang sangat ia sayangi itu.

"Ke…kepalaku… to.. tolong aku…" ucap d.o lemah. Dia menahan rasa sakitnya sambil menggigit bibirnya dan mulai menetes cairan merah dari bibirnya.

"Kau kenapa ? apa yang sakit ?" suara tao bergetar menandakan ia takut dan tak tahu apa yang terjadi terhadap sepupunya.

"Pelayan ! pelayan!" panggil tao sambil mengeluarkan air mata melihat kyungsoo yang menahan sakit.

Dan pelayan baru yang tadi memberikan minum kepada tao dan kyungsoopun datang.

"Apa sepupumu yang meminum orange juice itu ?" tanya sang pelayan.

"Iya, apa yang kau masukkan ke dalam minumannya ? cepat tolong dia!" tao sangatlah panik karena kyungsoo diam, mungkin karena terlalu lemah untuk bergerak ataupun berucap kata.

"Oh shit! Seharusnya kau yang meminum minuman itu bodoh" ucap sang pelayan kasar.

"Mwo ? siapa kau ? dan apa yang kau inginkan ?" tao sangatlah kaget dengan pernyataan si pelayan tersebut.

"Apa kau lupa ? saat kau berlatih wushu, kakekmu pernah mengatakan ia memiliki musuh yang sedang mengincarmu untuk membuatmu menderita bukan ? musuh kakekmu adalah diriku" si pelayan mendekat ke arah tao dan memegang dagu tao untuk menghadapkan pandangan tao ke wajahnya.

"Kenapa kau mengincarku ?" tanya tao dengan nada yang sangat bergetar.

"Karena kau anak pilihan. Kau pandai wushu, dan akan menghancurkan hidupku jika kau tak mati atau menderita" ucapnya tajam dan mampu membuat bulu kuduk tao berdiri.

"Apa yang kau masukkan ke dalam minuman itu ? APA YANG KAU LAKUKAN TERHADAP SEPUPUKU!" amarah tao membuncah dan ia menangis sekencang mungkin.

"Tenang saja, lima menit lagi obat itu sudah hilang dan berganti menjadi sebuah kutukan. Kutukan yang tak lain adalah love virus. Ia akan menderita dan suatu hari nanti jika ia melanggar kutukan itu, kekasihnya atau mungkin dirinya akan mati. Kau terkutuk d.o kyungsoo" si pelayan mengalihkan pandangannya ke arah kyungsoo dan senyuman licik terlihat jelas di matanya.

"Jika kau mau menyalahkan orang yang sudah membuatmu seperti ini, salahkanlah sepupumu, sungguh malang nasibmu namja manis" si pelayan mengusap rambut kyungsoo.

"Apa maksudmu ? cepat cabut kutukan itu!" teriak tao.

"Kutukan itu tak dapat di cabut tao, kutukan itu akan hilang jika ia having sex dengan kekasihnya, tapi dengan perasaan cinta. Cukup rumit bukan ? dan seharusnya yang mendapatkan kutukan ini adalah dirimu, bukan dia. Kau pembawa sial baginya tao. Nikmati saja semua permainanku" Si pelayan tertawa renyah dengan kemenangannya.

"Akan ku buat kau menyesal !" ancam tao, tapi hanya dibalas senyuman oleh si pelayan gadungan tersebut.

"Coba saja kalau kau bisa" tiba-tiba kyungsoo mulai siuman dan memegang kepalanya yang terasa pusing.

"Baiklah, aku tak ingin berlama-lama lagi disini. Ucapkan selamat tinggal pada sepupumu itu tao" si pelayan mengeluarkan sebuah pistol dari dalam bajunya dan mengarahkan pistol tersebut tepat di kepala tao.

"Apa yang kau lakukan!" tiba-tiba sebuah suara terdengar sangat nyaring dan orang tersebut merangkul tubuh tao.

DORRR

Sebuah ledakan pistol terdengar sangat kencang. Dan semua yang berada di rumah tersebut menghampiri asal suara tersebut, dan terdengar derupan suara langkah kaki ke arah ruang bermain tersebut.

"Lagi-lagi kau selamat tao. Sialan!" si pelayanpun segera kabur dan pergi tanpa jejak.

"Apa yang terjadi ?" tanya semua pelayan yang baru masuk ke dalam ruangan tersebut.

Tes…

Tes…

Tes…

Airmata berjatuhan ketika melihat kondisi seorang wanita paruh baya yang sudah berlumuran darah.

"Eomma…" tangis kyungsoo pecah dan ia merangkul tubuh sang wanita yang tak lain adalah eommanya. Sontak, semua pelayan ikut menangis dan tak percaya dengan apa yang mereka lihat.

"K…Kyungsoo, maafkan aku…" ucap tao lirih.

Ya, eomma kyungsoolah yang menyelamatkan tao dari maut. Eomma kyungsoo memang sudah sangat mengenal tao, bahkan ia menyayangi tao sama seperti kyungsoo. Tao sangat merasa bersalah terhadap kyungsoo, tubuhnya langsung lemas. Dipeluknya tubuh kyungsoo yang bergetar hebat mengeluarkan isak tangisnya, air mata tak hentinya berjatuhan.

"Aku…" tao segera menatap mata kyungsoo yang hendak berbicara.

"AKU SANGAT MEMBENCIMU TAO!" terlihat dari matanya kyungsoo sangatlah marah dan dapat dilihat sebuah kebencian terpampang jelas di matanya.

Dan sejak saat itu, kyungsoo dan tao tak pernah berhubungan lagi, meskipun tao selalu saja mengajak kyungsoo berbicara, tetapi kyungsoo selalu menolak.

Flashbck End

"Makannya aku diutus tao kemari untuk membantunya, karena jika tao yang langsung kemari pasti kyungsoo akan menolaknya" jelas kris sambil meminum minumannya karena lelah menjelaskan panjang lebar.

"Aku sungguh tak pernah tau semua itu… dibalik senyum manisnya, ternyata ia menyimpan sebuah kesedihan…" kai sangat terkejut dengan penjelasan kris.

"Jadi, jika kau benar-benar mencintainya, apa kau bisa membantunya ?" tanya kris yang terlihat cukup serius.

"Apa kau tahu ? soal virus itu, aku sudah mengetahuinya, dan aku adalah kekasihnya" kris yang mendengar hal itu langsung tersedak saat ia meminum minumannya.

"Mwo ? jadi kau benar-benar kekasihnya ? oh sial, ini masalah" ujar kris gelisah.

"Apa maksudmu dengan masalah ?" tanya kai bingung.

"Sebelum aku menceritakan ini kepadamu, aku sudah lebih dulu memberitahukannya kepada suho. Dan ia bilang, ia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan kyungsoo" ujar kris. Belum sempat kai berbicara, tiba-tiba suara handphone kai sudah berbunyi.

"Yobosseo ?"

…..

"Mwo ? kalau begitu aku akan segera kesana"

Pip

"Ada apa ?" tanya kris yang penasaran karena melihat raut wajah kai yang sangat khawatir.

"Kyungsoo ada di rumah sakit!" kai langsung berdiri dan hendak pergi.

"Aku ikut" Kris mengikuti kai dan segera menuju ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, terlihat suho dan lay yang sedang duduk cemas di ruang tunggu.

"Apa yang terjadi ?" tanya kai yang begitu khawatir.

"Aku meminjam buku milik kyungsoo, dan ingin mengembalikannya, tak sengaja aku bertemu dengannya sedang bersama suho di depan rumahku, dan aku segera mengambil buku miliknya dan mengembalikannya, dia mengajakku untuk main ke rumahnya. Dan saat di rumahnya…" Kata-kata lay terhenti dan dia sedikit ragu untuk melanjutkannya.

Kris melirik sedikit ke arah suho yang terlihat gelisah. Ini aneh, apa yang sebenarnya terjadi ?

"D.o tak sengaja terbentur vas bunga" jelas lay.

'Terlihat keraguan di raut wajahnya. Apa mungkin ia berbohong ?' batin kris, sementara kai hanya mengangguk mengerti.

"Dok, apa kyungsoo baik-baik saja ?" tanya kai ketika sang dokter keluar dari ruangan dimana kyungsoo berada.

"Dia mengalami benturan yang cukup keras, hingga menyebabkan beberapa memori di dalam otaknya menghilang tapi itu tidak akan menghilangkan kecerdasannya" jawab sang dokter.

"Apa kami sudah boleh menemuinya ?" sekarang gantian lay yang bertanya.

"Tentu, tapi jangan terlalu membuatnya mengingat hal-hal yang dia tak ingat, dia akan merasa sakit jika terlalu lelah mengingat" sang dokterpun menuju ruangannya. Kai, suho, lay dan juga kris segera memasuki tempat kyungsoo di rawat.

Sreeet

"Kau terlalu membuatku takut kyungsoo, ku mohon jangan ceroboh lagi, aku tak mau melihatmu sakit" kai yang datang langsung memeluk erat tubuh kyungsoo dan terdengar sangat lirih di telinga kyungsoo.

"Tenang saja, aku tak apa-apa kok" kyungsoo tersenyum riang, dan kaipun membalasnya dengan senyuman hangat.

"Tapi… kau siapa ?" tanya kyungsoo bingung.

DEG

Senyuman yang terlukis di wajah kaipun kini memudar.

"K..Kau tak ingat dengannya ?" tanya lay tak percaya.

Kai hanya terdiam, tak mampu berucap sepatah katapun, ia masih terlalu terkejut dengan kenyataan yang terjadi. Ia berjalan keluar ruangan. Ia tak mampu membendung air matanya, tetapi ia tak mau kyungsoo melihatnya. Kris yang melihat kai keluarpun ikut keluar dan menenangkan kai. Bagaimana bisa kyungsoo hanya tak tahu siapa kai ? kyungsoo tak mengingat sosok seorang kai.

"Em, apa dia temanku lay ?" kyungsoo balik bertanya.

"Dia-" belum sempat lay menjelaskan bahwa kai adalah pacar d.o, suho sudah mendahuluinya.

"Ah, tentu saja dia temanmu, namanya kai. kau lebih baik beristirahat kyungsoo kondisimu belum pulih seutuhnya" suho memakaikan selimut ke badan kyungsoo yang terbaring, dan mengecup pucuk kepala kyungsoo.

"Gomawo suho-ah" kyungsoo tersenyum manis dan di balas dengan anggukan dari suho.

Sementara lay hanya memandang sendu ke arah dua orang tersebut. 'seandainya kau tahu yang sebenarnya kyungsoo, pasti kau tak akan tersenyum seperti itu terhadapnya' batin lay.

Skip time

Sudah tiga hari, tapi kyungsoo masih belum mengingat siapa kai sebenarnya, kai sengaja tak mengungkit hubungannya karena sesuai kata dokter, dia akan merasa sakit jika terlalu banyak mengingat. Tetapi kai selalu menjaganya dan hanya bisa mencuri ciuman disaat kyungsoo terlelap agar ia bisa merasakan saliva kyungsoo yang menjadi candu bagi tubuhnya.

Suho Pov

Hari ini adalah hari pertama kyungsoo masuk setelah kejadian itu. Aku harap dia melupakan penyebab dia menjadi seperti ini, dan ku harap lay menutup mulutnya serapat-rapatnya.

"Kyungsoo, kau mau ke kantin ?" tanyaku ramah.

"Em, tentu" jawabnya sambil tersenyum manis.

Sreeet

"Kyungsoo akan ke kantin denganku" kai menarik pergelangan tangan kyungsoo dengan cukup kasar.

"Bagaimana kalau kita ke kantin bersama ? lay, kau juga ikutkan ?" tanya d.o sambil mengajak lay yang sedang merapikan alat tulisnya.

"Boleh" jawabnya singkat.

"Jadi kami tak boleh ikut ?" goda kris dan yang lainnya yang sedang mengumpul.

"Tentu saja, ayo kita ke kantin bersama" ucap kyungsoo riang. Entah sejak ia mengalami kejadian itu, ia jadi sangat ramah dan murah senyum terhadap semua orang.

"Kau sangat imut kyungsoo-ah" kris mencubit pipi kyungsoo gemas.

"Singkirkan tanganmu" segera ku tepis tangan kris dari pipi kyungsoo.

Saat di kantin, d.o duduk di sebelahku dan kai. Kai memandangku dengan sengit, sepertinya ia tak suka jika aku dekat dengan d.o, tapi siapa peduli.

"Hey, bagaimana jika kita bermain ?" ujar daehyun antusias.

"Main apa daehyun-ah, kami sudah lapar tahu" chanyeol memang terlihat sangat lapar saat itu.

"Baiklah, sehabis makan, kita bermain pocky kiss bagaimana ?" tanya daehyun.

"Baiklah" semuanyapun setuju dan memakan pesanan masing-masing.

"Lihat, kau makan berantakan sekali kyungsoo" ku usapkan tisu ke sudut bibir kyungsoo, dia memang tak bisa rapi jika sedang makan.

"Tisu saja tak akan bersih, kemari" ucap kai dan langsung menjilat sudut bibir kyungsoo, bahkan menghisapnya.

Kris dan yang lainnya mentap dengan tatapan yang terkejut sementara aku hanya menatapnya tak suka.

"Apa ?" tanya kai pada semua yang menatapnya, dan hanya dijawab dengan gelengan kepala.

"Lihat, kau malah membuatnya semakin kotor dengan air liurmu itu bodoh" ku usapkan lagi tisu ke sudut bibirnya.

Dan dapat ku lihat mukanya memerah, mungkin dia terkejut dengan aksi yang dilakukan kai tadi. Sial, aku sudah kalah start dari si pervert itu.

"Baiklah, aku sudah menyiapkan pocky ini !" daehyun menunjukkan sekotak pocky rasa banana.

"Wah, aku mau merasakannya" kyungsoo mengeluarkan puppy eyesnya dan terlihat sangat lucu dan menggemaskan. Benar, semenjak terbentur, ia jadi sangat berbeda, sangat kekanak-kanakan tapi itu akan menjadi hal yang cukup bagus agar aku bisa mendekatinya.

"Ini untuk main kyungsoo… hm.. jadi, kita berpasang-pasangan, saling memakan sebatang pocky ini dan siapa yang pockynya tersisa paling sedikit dialah yang menang. Tapi pockynya harus tersisa, tak boleh sampai habis. Dan yang menang akan ku belikan iphone terbaru. Otte ?" jelas daehyun. Ya, daehyun memang orang yang berasal dari keluarga kaya, dan dia juga gamers sejati, suaranyapun sangatlah bagus, pantas saja dia menjadi seorang yang digemari banyak wanita.

"Oke, aku akan berpasangan dengan baekkie ya" pinta chanyeol.

"Ah, tidak akan seru jika kita yang memilih, bagaimana kalu kita adakan undian ?" usul luhan.

"Aku setuju" ujar baekhyun dan yang lainnyapun mengangguk.

"Karena jumlah kita ganjil, aku yang akan jadi wasitnya ya" kata kris.

Dan saat undian di kocok, ternyata aku mendapat pasangan dengan kyungsoo. How lucky iam. Ternyata mau diadakan undianpun, pasangannya mereka tetap sama, youngjae-daehyun, chanyeol-baekhyun, sehun-luhan. Dan ku lihat kai mendapatkan pasangan dengan lay. Haha aku tertawa dalam hatiku.

"Bisa kita kocok ulang ?" pinta kai.

"Tidak bisa kai" jawab daehyun.

"Baiklah… mulai"

Ku masukkan sebatang pocky kedalam mulutku, dan diujungnya d.o sudah menggigitnya. Ku lihat ia sangat gugup dan ragu, sehingga ia hanya diam saja.

"Baiklah aku kalah, aku tak suka pocky" lay segera beranjak pergi dan kai menatap tajam kearahku. Tatapannya seperti berbicara kepadaku 'awas-saja-jika-bibirmu-menyentuh-bibirnya' tapi lagi-lagi aku tak peduli dengan tatapannya itu.

Kulihat, disebelahku baekyeol malah sudah berciuman dan mereka malah asik dengan kegiatannya itu. Tak berbda dengan baekyeol, hunhanpun seperti itu. Sementara daejae dengan jarak yang sangat dekat hanya bertatap wajah, kurasa mereka memang pasangan yang malu-malu. Kudekatkan wajahku dengan wajah kyungsoo, memakan pocky tersebut sementara ia hanya terdiam.

Trek

Jari telunjuk kai memotong batang pockyku.

"Sudah bel, kyungsoo ayo ke kelas" Oh shit, kai sungguh mengganggu, padahal sedikit lagi bibirku akan menyentuh bibir kyungsoo.

"Ya! Apa yang kalian lakukan ?" omel lee sungyeol sonsaengnim yang melihat kami dalam posisi seperti ini.

"Kami sedang bermain pocky kiss lee sonsaengnim" jawab daehyun polos, sementara baekyeol dan juga hunhan melepaskan ciuman mereka dan mengatur nafas masing-masing.

"Seenak jidat main di kantin, kalian tahukan ini tempat umum!" geram lee sonsaengnim.

"Iya, tapikan di kantin sangat sepi, lagipula yang beristirahat di jam ini hanya kelas kami, karena jadwalnya sedikit berubah" ujar youngjae membela.

"Sudahlah lee sonsaengnim, lagipula aku juga melihat lee sonsaengnim berciuman di bangku taman dengan hyungnya kai" Muka lee sonsaengnimpun memerah mendengar ucapan sehun.

"Benarkah ?" kris membuka mulut.

"Em, bahkan sangat panas. Lee sonsaengnim berbaring di bangku, dan myungsoo hyung menindihnya sambil menciumnya dan lee sonsaengnim menjambak rambut myungsoo hyung sambil mendesah tak karuan. Bukankah taman juga tempat umum ? meskipun saat itu suasananya sangat sepi" jelas sehun dan muka lee sonsaengnim benar-benar sangat merah dan malu.

"Ya! Sudah jangan diceritakan lagi. Sekarang ayo masuk kelas" dan kamipun memasuki kelas seperti yang disuruh lee sonsaengnim. Dan sesuai keputusan, tak satupun diantara kami yang memenangkan permainan itu.

Saat ini pelajaran musik, guru musik memang tak masuk tapi digantikan oleh lee sonsaengnim. Lee sonsaengnim memang guru yang pandai di segala bidang, dan sangat mahir memainkan berbagai alat musik.

"Begini mainnya kyungsoo, kau harus menyentuh toots piano dengan benar dan mainkanlah dari dalam hatimu, bukan hanya sekedar bermain" aku mengajarinya bermain piano, tanganku menyentuh jemarinya yang mungil. Lagi-lagi kai menatapku tajam.

"Kyungsoo, ayo bermain gitar bersamaku" ajak kai yang datang dan menarik tangan kyungsoo.

"Tapi aku belum selesai bermain piano kai-ah. Bagaimana jika setelah bermain piano, aku ikut bermain gitar dengamu ?" ujar kyungsoo, dan senyuman kemenangan muncul di wajahku.

"Kau dengar ? dia ingin bersamaku bermain piano kai-ah" ucapku mencibirnya.

Kamipun melanjutkan bermain piano. Dia memang sangat pintar, baru ku ajari sedikit, dia sudah mahir memainkannya dengan benar.

"Kalu seperti ini bagaiman-"

Dia menoleh kearahku dan tak jadi melanjutkan perkataannya karena jarak kami sangat dekat dan saling berhadapan. Kudekatkan wajahku ke wajahnya, dia hanya diam tak bergeming sibuk dengan pikirannya sendiri.

"Ehem.. apa kau haus d.o ?" oh shit! lagi-lagi kai menggangguku. Ia memberikan sebotol air mineral kepada kyungsoo dan kyungsoopun meminumnya dan mengembalikannya kepada kai.

"Bukankah kau ingin bermain gitar denganku kyungsoo ?" tanya kai lagi.

D.o hanya mengangguk dan beranjak dari tempat duduknya. Kai meminum air yang tadi kyungsoo minum, dan menjilati ujung botol itu bekas bibir kyungsoo dan dia menjulurkan lidahnya ke arahku lalu pergi untuk mengajari kyungsoo bermain gitar.

Kris Pov

Baguslah, saat ini d.o tengah bermain gitar dengan kai. Belakangan ini ku lihat suho selalu saja berusaha mendekati d.o aku kasihan dengan kai yang hanya bisa melihat tajam ke arah suho dan d.o jika mereka sedang bersama. Dan sepertinya bukan hanya kai saja yang merasa tak suka jika d.o sedang bersama suho, tapi lay juga seperti itu, ada apa ? apa lay menyukai suho ? aku rasa ada yang mengganjal dengan kejadian waktu itu, aku dapat melihat sorot kebohongan dari mata lay. Apa benar ia berbohong ?

"Lay, bisa kita bicara sebentar ?" terlihat wajah lay cukup terkejut karena aku yang mengajaknya bicara.

"ne..." jawabnya dan segera keluar dari ruang musik. Ku ajak dia menuju kelas yang sepi karena semua siswa berada di ruang musik.

"Bisa kau jelaskan padaku ?" tanyaku padanya.

"Jelaskan apa kris ? aku tak mengerti" tanyanya bingung.

"Apa benar kyungsoo tak sengaja terbentur vas bunga ? ku rasa kau berbohong" ucapku sekenanya.

"A..Aku.. aku tak berbohong" jawabnya ragu.

"Aku tahu kau berbohong, dan aku juga tahu kau menyukai suho bukan ?" ucapku menginterupsinya.

"Mwo ? darimana kau tahu ?" tanyanya yang kaget dengan pernyataanku.

"Sudahlah, itu tak penting, yang terpenting sekarang, ceritakan yang sebenarnya terjadi"

Laypun menceritakan hal yang sebenarnya terjadi dengan kyungsoo. Aku cukup terkejut mendengarnya, ternyata suho cukup brengsek juga, sial kenapa aku malah membiarkannya bersama kyungsoo. Damn!

Malam ini akan diadakan pesta ulang tahun di rumah sehun karena sehunlah yang berulang tahun. Semua orang diundang termasuk aku, dan yang menambah kegembiraanku adalah, tao akan datang. Dia adalah teman yang lumayan dekat dengan sehun, makannya dia diundang. Tapi yang ku khawatirkan adalah, apa jadinya jika kyungsoo melihat tao ? diakan sangat membenci tao.

"Sehun-ah, saengil chukkhae ya, semoga panjang umur dan segala kebaikan terlimpahkan untukmu, dan semakin langgeng dengan luhan" ujarku sambil memberikan sekotak kado padanya.

"Ne kris, gomawo" ia tersenyum kepadaku dan ku balas dengan anggukan.

Sebuah mobil yang cukup mewah berhenti di depan rumah sehun yang sedang berlangsung pesta, dan keluarlah seorang lelaki yang cukup rapi dan senyuman gembira terlihat jelas di wajahnya. Lelaki itu adalah suho, dan dia membukakan pintu mobilnya untuk kyungsoo. Ternyat suho datang ke sini dengan suho, dugaanku salah jika kai akan datang bersama d.o. Tak lama, kai datang dengan menaiki motornya segera masuk untuk menyapa dan memberikan hadiah kepada sehun.

"Hey, kupikir kau akan datang bersama kyungsoo" ujarku pada kai sambil meminum juice yang tadi ku ambil.

"Suho sialan itu lebih dulu datang ke rumah kyungsoo" kai hanya melipat mukanya sebal.

"Haha kasihan sekali. Lihat, kyungsoo terlihat cantik malam ini" godaku.

"Shit! Jika kau berani menyentuhnya, akan ku habisi nyawamu" ancam kai, sementara aku hanya tertawa mendengarnya.

Ku edarkan pandanganku, mencari sosok yang sudah ku rindukan, siapa lagi kalau bukan my baby panda tao. Tapi sepertinya dia belum datang. Ku perhatikan kyungsoo yang sedang bersama suho, dan aku teringat perkataan lay saat di kelas, sungguh aku sangat membenci suho. Tangan suho sudah berani memegang pinggang ramping milik kyungsoo, ku lihat kyungsoo sangat risih dengan tangan nakal suho.

"Singkirkan tanganmu, dan kyungsoo, ikut aku" ku tarik lengan kyungsoo secara paksa dan mengajaknya ke tempat sepi.

"Kyungsoo, ku mohon jangan dekat-dekat lagi dengan suho" pintaku padanya.

"Kenapa ? bukankah aku bebas dekat dengan siapa saja ? ini hidupku kris" ia menatapku sambil mengingat-ngingat sesuatu.

"Apa ?" tanyaku yang bingung ditatap seperti itu olehnya.

"Kau… kau kekasihnya tao bukan ?" tanyanya sambil mengacungkan telunjuknya ke wajahku.

"Akhirnya kau mengingatku" ucapku santai.

"Pantas saja kau melarangku, kau ingin membuatku menderita bukan ? sama seperti kekasihmu yang sudah membuatku seperti ini" ucapnya kasar.

"Tao tak bermaksud seperti itu padamu, dan itu sungguh tak di sengaja kyungsoo. Kau tahu ? kau itu adalah kekasih kai, selama kau di rumah sakit dia yang selalu menjagamu. Dia juga mencuri kesempatan menciummu di saat kau terlelap, jika tak menelan salivamu dia akan sakit kyungsoo ku mohon jangan bersama suho lagi, dan jika kau tahu apa penyebab kau kehilangan sebagian ingatanmu, kau tak akan bersikap manis terhadap suho" ucapku meyakinkan.

"Bullshit! Kau pembohong, aku tahu kau hanya ingin menghancurkan hidupku" teriak kyungsoo.

Brukkk

Ku dorong tubuhnya ke dinding, dan kudekatkan wajahku ke wajahnya. Saat ia memberontak, kutarik tangannya ke atas dan ku tahan dengan sebelah tanganku. Ku tarik dagunya agar ia melihat mataku yang ingin meyakinkannya.

"Kau lihat mataku ? apa kau masih tak percaya huh ? Untuk apa aku berbohong ?!" Ia cukup terkejut dengan perbuatanku. Tapi aku melakukannya hanya agar ia yakin dengan semua ucapanku.

"K…Kris…" suara orang yang sangat ku kenal menyadarkan kami berdua.

Ku tolehkan wajahku, dan dapat ku lihat, tao sedang menutup mulutnya dan air mata keluar dari mata pandanya. Ia sangat terkejut melihat posisiku dengan kyungsoo yang berjarak sangatlah dekat, seperti orang yang akan berciuman. Ia segera berlari, dan akupun segera mengejarnya. Untung saja, aku bisa menarik tangannya dan menarik tubuhnya kedalam pelukanku.

"Ini tak seperti apa yang kau fikirkan tao" ucapku meyakinkannya.

"Aku memben-"

Kubungkam mulutnya dengan bibirku. Ia sangat terkejut dan meronta-ronta ingin melepaskan ciuman kami. Tapi aku tak ingin melepaskan ciuman ini, ini sangat nyaman.

Kyungsoo Pov

Aku hanya terdiam di tempat ini. Aku merasa bimbang, haruskah aku percaya dengan omongan kris ? dan lagi aku merasa bersalah karena telah mebuat tao salah paham.

"Kyungsoo, apa yang terjadi ?" suho datang dan aku tak menjawabnya.

"Kyungsoo, apa ada yang salah ?" tanyanya lagi dan lagi-lagi aku tak menjawab.

CHU

Ugh, tiba-tiba suho mencium tepat dibibirku. Sial, apa yang dia lakukan ? ku dorong bibirnya sehingga ciuman kamipun terlepas.

"Apa yang kau lakukan huh ?" tanyaku sambil mengelap bibirku.

Kepalaku… apa ini, terasa sangat sakit… dadaku juga terasa sangat sakit… kuremas kemeja yang ku kenakan demi menahan rasa sakit ini.

"Kyungsoo, kau kenapa ?" tanya suho khawatir.

Tiba-tiba semua memoriku dengan kai membayangi fikiranku, otakku seperti ingin pecah… Kai… dia benar-benar kekasihku… aku mengingatnya…

Aku segera berdiri dan berlari mencari sosok kai. Ku dengar suho terus memanggilku, tapi ku abaikan panggilannya. Aku telah melakukan kesalahan… maafkan aku kai, aku tak bisa mengingat dirimu, maafkan aku. Maafkan aku kris karena tak percaya dengan ucapanmu.

Kupercepat langkah kakiku mencari kai, tapi tak juga kutemukan dirinya. Kai, kau ada dimana ? Rasa sesak menjalar ke seluruh tubuhku, tak terasa air bening mengalir begitu saja dari kedua mataku. Dan akhirnya ku temukan sesosok yang ku cari sejak tadi. Dia ada di taman belakang rumah sehun sedang bersama lee sonsaengnim. Keadaannya sangat parah, berantakan dan seperti orang sekarat.

"Lee sonsaengnim, apa yang terjadi pada kai ?" tanyaku cemas dan segera merangkul tubuh kai.

"Apa kau baru saja berciuman ? kau lupa dengan virus itu ?" tanya lee sonsaengnim dan aku baru sadar dengan pengaruh virus tersebut.

Segera ku buka jas kai, dan juga kemejanya, ku cium lembut tepat dimana jantungnya berada, dan ku hirup aroma tubuhnya. Kulakukan secara berulang, setelah itu ku tatap wajah tampannya.

"Kai, sungguh maafkan aku, aku sangat mencintaimu kai. Maafkan aku yang tak dapat mengingat dirimu, tapi sungguh, hanya dirimulah yang ada dalam fikiranku, hanya dirimu yang mampu membuat dadaku berdegup sangat kencang, kai saranghae" ku kecup bibirnya memberikan kehangatan padanya, kulumat bibirnya, tapi sama sekali tak ada balasan darinya.

Kudekatkan tanganku ke hidungnya, dan tak ada deru nafas yang keluar dari hidungnya, matanya terpejam… Sepertinya semua yang ku lakukan sia-sia saja, dan sepertinya semuanya sudah terlambat…

"Ku mohon jangan tinggalkan aku kai… aku mencintaimu…" lirihku.

Hujanpun turun dan membasahi seluruh tubuhku, apa mungkin langit juga menangis mengiringi kesedihanku yang meratapi kepergiannya ? tuhan… ku mohon berikan aku kesempatan sekali saja untuk membuatnya bahagia, dan biarkan kami bersama untuk selamanya, ku mohon…

TBC

Sorry pemirsah, musti tebece dulu nih kayaknya. Wayoloh kai koit wkwk jangan tabok saya ._.v btw chap yang ini lebih panjang dari chap sebelumnya, jadi jangan pada protes ya kalo kepanjangan atau kependekan dan sorry juga kalo banyak typo hehe... sorry juga kalo alurnya kecepetan atau ada yang ga di mengerti, nanti penjelasannya ada di chap selanjutnya (?) di chapter ini sengaja author dikitin kaisoo momentnya, lagipula di chap sebelumnya udah saya ingetin bakal banyak sudo moment hehe, dan buat yang nanya nc, hoho bentar lagi juga paling ada ncnya *readers:tapi kai kan udah mati author: ya dibangkitin lagi jasadnya #slapped ato yang gua ncin si suho sama d.o ._. #digampar lalala~

Review juseyo c: