Judul : Arranged Marriage
Cast : Yewook & Other Cast seiring jalannya cerita
Rate : T
Genre : Romance, Drama, etc
.
.
Selamat membaca...
.
.
"Ne, ne... Begini..., Aku ingin..., kau..., menjadi Yeojachingu ku..."
"Mwo...?!"
.
.
Chapter 2
.
.
Mendengar Yesung berkata seperti itu, Ryeowook benar-benar terkejut tidak percaya.
"Oppa... Kau..."
"Hei, bukan begitu. Maksudku..., maukah kau pura-pura menjadi Yeojachingu-ku...?" sambung Yesung.
"Mwo...?" Ryeowook semakin bingung dengan perkataan Yesung. "Oppa, maksudmu apa..? Sungguh, aku tidak mengerti..."
"Begini, orang tuaku menjodohkanku dengan seorang Yeoja, anak dari teman Appa-ku. Aku tidak mau dijodoh-jodohkan," jawab Yesung.
"Lalu kenapa Oppa tidak menolaknya..?" potong Ryeowook.
"Ya'...! Dengarkan aku dulu. Aku sudah menolaknya. Tapi Appa-ku bilang aku tidak bisa menolaknya kecuali aku memiliki Yeojachingu. Appa-ku tahu kalau aku tidak memiliki Yeojachingu. Aku pun menyangkalnya, ku bilang aku punya. Lalu Appa-ku berkata, jika aku benar-benar memiliki Yeojachingu, perkenalkan padanya. Aku sangat bingung. Benar-benar bingung. Lalu aku bertemu kau," ujar Yesung menjelaskan kepada Ryeowook.
"Apa Oppa sudah bertemu dengan Yeoja itu...?"
"Belum, Oppa belum pernah bertemu dengannya..."
"Kenapa Oppa memilihku untuk menjadi Yeojachingu-mu, maksudku pura-pura menjadi Yeojachingu-mu...? Padahal kau itu populer di sekolah, Oppa. Pasti banyak Yeoja lain yang menyukaimu yang bisa kau jadikan Yeojachingu palsumu..."
"Itulah masalahnya..."
"Masalah apa...?"
"Yeoja-Yeoja itu menyukaiku. Aku tidak ingin mencari Yeojachingu palsu yang menyukaiku, karena aku takut setelah masalah ini selesai dia tidak mau melepaskanku."
Entah kenapa, mendengar perkataan Yesung seperti itu, terbesit sedikit rasa sakit di hati Ryeowook. Ia juga tidak tahu mengapa hal itu bisa terjadi.
"Lalu aku melihatmu, kau berbeda dengan Yeoja-Yeoja itu. Kau bersikap biasa-biasa saja kepadaku, bahkan seperti tidak mengenalku. Hei, apa kau tahu siapa yang setiap hari mengirimimu bunga...?"
"Aniyo..., hal itu benar-benar menyebalkan. Aku itu alergi dengan bunga. Setiap pagi aku harus bersin-bersin karena bunga itu. Tunggu..., kenapa Oppa bisa tahu...? Atau jangan-jangan..."
"Ne, kau benar. Akulah pengirim bunga itu."
"Tunggu, bukankah Oppa bilang kalau kau tidak ingin Yeoja yang menjadi Yeojachingu palsumu itu menyukaimu yang berarti Oppa juga tidak ingin memeiliki perasaan terhadap Yeoja itu. Tapi kenapa Oppa malah mengirimiku bunga...?"
"Aku hanya ingin mengetesmu..."
"Ha...? Mengetesku...? Aku semakin tidak mengerti dengan maksudmu Oppa..."
"Aku hanya ingin membuktikan kalau kau benar-benar berbeda dengan Yeoja lain. Kalau Yeoja lain, jika ada yang mengirimi bunga mereka akan bersikap berlebihan atau apalah itu. Tapi kau hanya bersikap biasa-biasa saja."
"Itu karena aku alergi dengan bunga, Oppa. Aku sebenarnya menyukai jika ada yang mengirimiku bunga," cicit Ryeowook dengan menunduk.
"Tapi setidaknya kau tidak bersikap berlebihan seperti Yeoja lain..."
"Hmmm..., terserah Oppa sajalah mau bilang apa..."
"Jadi..."
"Jadi...?"
"Jadi, apa kau mau membantuku untuk pura-pura menjadi Yeojachingu-ku...?"
"Hmmm..., Entahlah... Aku tidak bisa jawab sekarang. Bisakah Oppa memberiku waktu untuk berfikir...?"
"Ok. Aku beri waktu sampai pulang sekolah besok, Ne...?"
"Ne..."
"Kalau begitu aku pulang dulu. Sampai bertemu besok. Aku mengharapkan jawaban yang memuaskan darimu. Phay...!" pamit Yesung seraya melambai dan tersenyum kepada Ryeowook.
"Phay...!"
Sepeninggal Yesung, Ryeowook pun pulang dengan wajah mengkerut, memikirkan apa yang akan ia putuskan untuk menjawab permintaan Yesung besok.
.
.
Sesampainya di rumah...
"Aku pulang...!"teriak Ryeowook sambil melepaskan sepatu dan menyimpannya di rak sepatu.
"Wah..., Si Aegyo Eomma sudah pulang. Tapi kenapa kau pulang sore sekali...?" jawab Eomma Ryeowook seraya mengampirinya.
"Eomma..., berhenti memperlakukanku seperti anak kecil... Aku sudah SMA. Aku ada sedikit urusan tadi. Mianhae, aku lupa memberitahu Eomma," jawab Ryeowook sekenanya. Kemudian ia pergi ke kamarnya di lantai dua. Ketika Ryeowook baru sampai di tangga, Eomma-nya berbicara.
"Wookie, apa kau sudah bisa menerima hal itu...?
"Hal apa...?" jawabnya.
"Tentang perjodohanmu dengan anak teman Appa-mu."
"Eomma, aku mohon... Jangan membuat beban pikiranku bertambah. Dari awal aku sudah bilang, aku tidak mau dijodoh-jodohkan..."
"Ne, Eomma akan usahakan bicara dengan Appa-mu..."
"Gomawo, Eomma..."
Ryeowook masuk ke kamar dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa letih. Setelah mandi, ia langsung menghempaskan diri di kasur seraya memijit keningnya yang terasa berdenyut. "Haaahhh..., belum selesai masalah yang satu, masalah yang lain sudah datang lagi. Uwaaaa...! Menyebalkan...!" omelnya lalu menutup wajah dengan bantal. Tanpa terasa ia pun tertidur.
.
.
Keesokan harinya...
Di kelas...
"Hoaaaammmhhh...! Aku ngantuk..." kata Ryeowook sambil melipat tangan di meja dan membaringkan kepalanya.
"Dasar kau, setiap hari mengantuk. Memang kau tidur jam berapa sih...?" ujar Sungmin.
"Yang pasti aku tidur awal..." jawabnya malas sambil terpejam.
"Aigo..., Tidur awal, tapi di kelas masih mengantuk. Ckckck..." Sungmin pun hanya bisa menggeleng-geleng.
.
.
Bel istirahat berbunyi. Mereka pun ke kantin dan memesan makanan seperti biasa.
"Oh, iya, aku baru ingat. Aku ingin tahu apa yang Yesung-ssi bicarakan kepadamu kemarin," tanya Sungmin.
"Yang Yesung Oppa bicarakan...? Ah, tidak penting..." jawab Ryeowook sambil terus makan.
"Ya'...! Kenapa kau pelit sekali, eoh...?! Tunggu..., Oppa...? Ho, ho..., Ige Mwoya...?"
"Ah, eh, itu... Dia tidak mau dipanggil dengan embel-embel –ssi, katanya tidak enak didengar..."
"Owh... Ya', beritahu aku apa yang kalian bicarakan kemarin...!"
"Mmmm..., sebenarnya..., Yesung Oppa kemarin bilang kalau... Itu..., Apa kah aku mau jadi Yeojachingu-nya..." jawab Ryeowook enteng.
"Uhuk, uhuk...! Mwo...?! " Sungmin tersedak karena terkejut. " Apa aku tidak salah dengar...? Woa..., Chukkhae...!" ujarnya seraya menyalami Ryeowook.
"Ya', dengarkan aku dulu...! Aku belum selesai bicara, Minnie. Dia bilang, apakah aku mau jadi Yeojachingu palsunya."
"Mwo..?! Yeojachingu palsu...? Apa-apaan itu...?"
Ryeowook lalu menceritakan masalah yang Yesung alami kepada Sungmin.
"Aigoo... Beruntung sekali dia memilihmu untuk menjadi Yeojachingu-nya walaupun hanya pura-pura. Tapi aku heran, kenapa Yesung Oppa bisa memilihmu, Yeoja Pabbo & tomboy untuk pura-pura jadi Yeojachingu-nya..."
"Ya'...! Apa katamu...?! Yeoja PABBO...?!" protes Ryeowook seraya menjitak kepala Sungmin.
"Ya'...! APPO PABBOYA...!"
"Makanya, jaga bicaramu. Apa kau mau ku makan, eoh...?!"
"Huh...! Eh, terus..., Eotteokke..?"
" Bagaimana apanya...?"
"Apa kau menerima permintaan Yesung Oppa...?"
"Mmmm, itu... Entahlah... Aku meminta waktu padanya untuk berfikir sampai pulang sekolah nanti."
"Hmmm, saranku, sebaiknya kau terima saja..."
"Kenapa kau bisa berfikir seperti itu...?"
"Karena..."
.
.
.
TBC
OK, Chapter 2'x udah Update...
Mianhae ne, kalau gx memuaskan...
Oh ya, Gomawo buat yg udah nyempetin utk Review...
Gomawo juga atas saran & kritiknya...
Mianhae gx bisa di sebutin satu persatu...
Utk yg Silent Readers, sempetin buat Review donk...!#Maksa
.
.
Miss Evil
